Notasi 3.38 Frase keempat birama 21-24
Frase keempat dimulai dari birama 21 dan berakhir pada birama 24 dengan progresi akord I-I-V-I . Pada birama 23, lompatan nada A yang bergerak secara oktaf ke bawah menggambarkan makna syair “meletakkan”. Nada terakhir dalam resitatif ini bergerak keatas untuk meyakinkan pendengar untuk percaya serta nada terakhir yaitu A melukiskan Tuhan sebagai muara dari segalanya. Frase ini ditutup dengan pergerakan akord V-I yang membentuk authentic cadence.
b. Analisis Lirik 1) Lirik Komposisi
Ketika gelombang menerpa, ketika kau tak lagi sanggup Dia kan datang dengan segenap kasih
Dia tak akan tinggalkanmu, Dia tak akan membiarkanmu Tak usah kau gentar,
Tak usah kau ragu,kau kan diam saja Sbab Dia kan berperang untukmu Namun satu hal yang Dia minta Taruh hatimu percaya pada-Nya. 2) Pemaknaan
Lirik pada komposisi resitatif didasarkan pada Keluaran 14:14 yang menceritakan tentang firman Tuhan yang menyatakan bahwa
74
Tuhan akan berperang untuk manusia. Kata ‘berperang’ memiliki makna bahwa sebenarnya Tuhan akan memberikan jalan keluar serta memampukan manusia untuk melewati setiap pergumulannya, seperti yang tercantum dalam kitab Keluaran tentang Israel yang berjuang mendapatkan kemerdekaan, semua itu adalah perbuatan Tuhan, Israel hanya menerima saja.7 Tuhan tidak akan pernah meninggalkan dan membiarkan manusia. Hendaknya manusia tidak lagi merasa ragu dan gentar, namun belajar untuk percaya bahwa Tuhan sendiri yang akan memampukan.
2. Aria
a. Analisis Struktural 1) Struktur
Tabel 3.7 Struktur Komposisi Aria “Ajarku Percaya” Birama Keterangan 1-7/3 Introduksi 7/4-24/1 Bagian A 24/2-26/3 Transisi 26/4-43 Bagian B 44-45 Transisi 46-57 Section 58-62 Transisi 63-68 Codetta
Komposisi aria dalam movement keempat dari kantata ini terdiri dari 68 birama. Struktur komposisi aria secara keseluruhan adalah introduksi-A-transisi-B-transisi-section-transisi-codetta.
7
75 2) Teknik Komposisi
a) Introduksi (1-7/3)
76
Komposisi aria pada movement keempat ini diawali oleh introduksi sebanyak 7 birama. Melodi pada introduksi dimainkan oleh instrumen flute dan oboe dalam akord Eb Mayor sebagai tonika. Introduksi berakhir pada birama 7/3.
77 b) Bagian A (7/4-24/1)
78
Bagian A dimulai pada birama 7/4 dimana solois mulai masuk. Pada bagian ini lebih menonjolkan solois sehingga string section hanya menjadi latar pengiring. Bagian A berakhir pada birama 24/1.
c) Transisi (24/2-26/3)
Notasi 3.41 Transisi birama 24/2-26
Setelah transisi selesai terdapat transisi pada birama 24/2 dan berakhir pada birama 26 untuk menghubungkan ke bagian B. Transisi dimainkan oleh string section dan instrumen flute.
79
Teknik komposisi yang digunakan adalah diminusi dan augmentasi.
80 d) Bagian B (26/4-43)
81
Bagian B dimulai dari birama 26/4 yang diawali oleh masuknya solo tenor. Pada bagian ini strings section hanya menjadi latar pengiring untuk solo tenor. Bagian B berakhir pada birama 43. e) Transisi (44-45)
Notasi 3.43 Transisi birama 44-45
Setelah bagian B selesai, terdapat transisi pada birama 44 hingga birama 45. Transisi ini untuk menghubungkan ke bagian selanjutnya.
82 f) Section (46-57)
83
Section dimulai pada birama 46 dengan melodi yang berbeda dari bagian sebelumnya. Section berakhir pada birama 57.
g) Transisi (58-62)
Notasi 3.45 Transisi birama 58-62
Transisi dimulai pada birama 58 dan berakhir pada birama 62. Transisi diolah dengan menggunakan teknik komposisi imitasi, diminusi, dan repetisi.
84 h) Codetta (63-68)
85
Bagian codetta yang menjadi penutup pada komposisi ini dimulai pada birama 63 dan berakhir pada birama 68. Melodi pada bagian ini mengimitasi pada melodi bagian section yang kemudian sedikit dikembangkan untuk membentuk authentic cadence.
b. Analisis Lirik 1) Lirik Komposisi
Kuatkanlah dan teguhkanlah dirimu Hadapi semua pergumulan ini Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu Hadapi semua pergumulan ini
Tak usah kau khawatir, kan pergumulanmu Tak usah kau ragu, kan pertolonganNya Karna Dia tlah berfirman
Tak akan pernah tinggalkanmu, tak akan pernah biarkanmu Tak usah kau ragu, kan pertolonganNya
Namun Dia hatimu,percaya padaNya 2) Pemaknaan
Ibrani 13:5b menceritakan tentang firman Tuhan yang menyatakan bahwa Tuhan adalah pribadi yang setia. Tuhan telah berfirman bahwa Dia tidak akan membiarkan kita dan tidak akan meninggalkan kita. Pada waktu kita mengalami kekurangan, kesakitan, penganiayaan dan kesusahan dalam kehidupan, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan manusia.8
8
86
E.“Selalu Ada Harapan”
Komposisi movement kelima dari kantata ini berjudul “Selalu Ada
Harapan” yang berbentuk choral. Komposisi ini menggunakan sukat ¾ dan
4/4 dalam tonalitas A mayor. Komposisi ini didasarkan pada ayat Alkitab dalam Yeremia 29:11 dan Amsal 23:18. Dalam bagian ini, penulis menceritakan rancangan Tuhan atas masa depan manusia adalah rancangan kebaikan.
1. Analisis Struktural a. Struktur
Komposisi choral dalam bagian kelima dari kantata ini terdiri dari 98 birama. Struktur keseluruhan komposisi ini adalah introduksi-A-B.
Tabel 3.8 Struktur Komposisi Choral “Selalu Ada Harapan” Birama Keterangan 1-14/2 Introduksi 14/3-22 Bagian A 23-27/2 Transisi 27/3-43 Bagian B 44-52 Bagian A 53-65/2 Bagian C 65/3-81/2 Bagian B’ 81/3-89 Codetta
87 b. Teknik Komposisi
1) Introduksi (1-14/2)
Notasi 3.47 Introduksi birama 1-7
Bagian kelima ini terdapat introduksi sebanyak 14 birama. Introduksi ini diawali dengan strings section yang memainkan akord
88
tonika dengan nuansa yang lembut dan tenang. Melodi bergerak semakin melebar dan meningkat dengan dinamika crescendo. Pada birama 5 instrumen trombone mulai masuk dan juga instrumen horn yang mengimitasi melodi yang dimainkan oleh biola satu dan memberikan kesan megah.
89 2) Bagian A (14/3-22)
90
Bagian A dimulai pada birama 14/3. Dalam bagian ini paduan suara mulai masuk. Suara sopran menyanyikan melodi utama yang juga dinyanyikan oleh suara alto dengan interval yang berbeda. Tenor dan Bass menyanyikan bagian latar dari melodi utama. Bagian A berakhir pada birama 22.
3) Transisi (23-27/2)
91
Setelah bagian A selesai, terdapat transisi pada birama sebanyak empat birama yang akan menghubungkan ke bagian B. Awal transisi ini dimainkan oleh strings section, trumpet, dan trombone yang disusul oleh insrumen horn pada birama 24 dan 25. Pada akhir transisi, instrumen biola satu memainkan melodi utama pada transisi. Nada panjang yang dimainkan oleh instrumen horn serta masuknya timpani yang memainkan ritmis serdepalan dan seperenambelas menjadi pertanda untuk masuk ke bagian B.
92 4) Bagian B (27/3-43)
93
Pada bagian B, motif utama dinyanyikan oleh paduan suara. Woodwinds section mengimitasi melodi utama pada birama 27/3 hingga birama 29. Brasswinds section memainkan penggalan motif utama. Bagian B berakhir pada birama 43.
94 5) Bagian A (44-52)
95
Bagian A dimulai dari birama 44 dan berakhir pada birama 52. Teknik komposisi yang digunakan pada bagian ini adalah repetisi. 6) Transisi (53-56/1)
Notasi 3.52 Transisi birama 53-56/1
Setelah bagian A selesai, terdapat transisi pada birama 53 hingga birama 56/1. Teknik komposisi yang digunakan dalam transisi ini adalah repetisi, imitasi, dan diminusi.
96 7) Bagian C (53-65/2)
97
Bagian C dimulai dari birama 53. Paduan suara mulai masuk pada birama 56. Dalam bagian ini, mengambil motif yang sama dengan bagian A pada komposisi movement kedua. Pengulangan motif pada bagian ini menyesuaikan dengan tema syair yang disusun. Bagian C berakhir pada birama 65/2.
98
8) Bagian B’ (65/3-81/2)
99
Bagian B’ dimulai pada birama 65/3 yang mengulang motif pada bagian B. Terjadi perubahan tempo pada bagian ini menjadi andante maestoso. Teknik komposisi yang digunakan pada bagian ini adalah repetisi, imitasi dan augmentasi. Bagian B’ berakhir pada birama 81/2.
100 9) Codetta (81/3-89)
101
Codetta merupakan bagian akhir dari komposisi ini yang dimulai pada birama 81/3. Pada codetta ini menggunakan teknik repetisi dari melodi penutup pada bagian B.
102
Notasi 3.56 Codetta birama 85-89
103 2. Analisis Lirik
a. Lirik Komposisi
Saat cobaan datang menghadang
Saat jiwa mencoba bertahan dalam pergumulan Dia yang tlah mati, bangkit dan menang, Hadir tawarkan sejuta harapan.
Tak lagi ku takut dan gelisah,tak lagi ku gentar dan khawatir RancanganMu indah,rancanganMu ajaib, KasihMu terlebih besar Buluh terkulai tak Kau patahkan, sumbu tlah pudar tak Kau padamkan Ajarku percaya Kau punya rancangan yang slalu ada harapan.
Haleluya (7x)
Pujilah Dia, Raja diatas segala raja
Puji Dia, sbab kasihNya besar, kekal selamanya.
Tak lagi ku takut dan gelisah,tak lagi ku gentar dan khawatir RancanganMu indah,rancanganMu ajaib, KasihMu terlebih besar
Buluh terkulai tak Kau patahkan, sumbu tlah pudar tak Kau padamkan Ajarku percaya Kau punya rancangan yang slalu ada harapan.
Amin. b. Pemaknaan
Lirik pada bagian terakhir dar kantata ini yang berbentuk paduan suara didasarkan dalam Yeremia 29:11 dan Amsal 23:18. Ayat ini mencertitakan bahwa Tuhan selalu mempunyai rancangan indah dan damai sejahtera yang penuh harapan bagi manusia.9 Pada bait pertama, penulis menceritakan kehadiran Tuhan membawa harapan bagi manusia yang sedang bergumul oleh berbagai persoalan. Bait kedua, penulis menceritakan bahwa manusia tidak lagi merasa takut, gentar dan khawatir karena kasih Tuhan sangat besar bagi manusia sehingga manusia dapat mempunyai harapan akan masa depan yang indah dan penuh harapan.
Pada komposisi ini terdapat pengulangan tema dan lirik dari
komposisi Haleluya, Puji Dia. Lirik “haleluya” yang
9
Robert M. Patterson,Tafsiran Kitab Yeremia (PT BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2000 )
104
menggambarkan ucapan syukur, puji-pujian, harapan manusia kepada Tuhan. Pada bagian akhir syair “Amin” menggambarkan iman percaya manusia akan rancangan indah dari Tuhan.