• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nursing Care Planning

Dalam dokumen asuhan keperawatan pada tn A dengan post (Halaman 52-70)

Tanggal 22 september 2015 - Jam 14.00

3.6 Nursing Care Planning

No Diagnosa keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi

1. Nyeri akut b/d Agens cidera Biologis (luka Insisi).

Definisi :

Sensori yang tidak menyenangkan dan

pengalaman emosional yang muncul secara aktual atau potensial kerusakan jaringan atau menggambarkan adanya kerusakan (Asosiasi Studi Nyeri Internasional) NOC :  Pain Level,  Pain control,  Comfort level Kriteria Hasil :

 Mampu mengontrol nyeri (tahu penyebab nyeri, mampu menggunakan tehnik

nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri, mencari bantuan)

 Melaporkan bahwa nyeri berkurang dengan

menggunakan manajemen nyeri

 Mampu mengenali nyeri (skala, intensitas, frekuensi dan tanda nyeri)

 Menyatakan rasa nyaman

Pain Management

 Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi,

karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi

 Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan

 Kaji kultur yang mempengaruhi respon nyeri

 Bantu pasien dan keluarga untuk mencari dan menemukan dukungan  Kontrol lingkungan yang dapat

mempengaruhi nyeri

 Pilih dan lakukan penanganan nyeri (farmakologi, non farmakologi dan inter personal)

 Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi

 Ajarkan tentang teknik non farmakologi  Berikan analgetik untuk mengurangi

setelah nyeri berkurang  Tanda vital dalam rentang

normal

nyeri

 Evaluasi keefektifan kontrol nyeri  Tingkatkan istirahat

 Kolaborasikan dengan dokter jika ada keluhan dan tindakan nyeri tidak berhasil

 Monitor penerimaan pasien tentang manajemen nyeri

Analgesic Administration

 Cek instruksi dokter tentang jenis obat, dosis, dan frekuensi

 Tentukan analgesik pilihan, rute pemberian, dan dosis optimal

 Pilih rute pemberian secara IV untuk pengobatan nyeri secara teratur

 Monitor vital sign sebelum dan sesudah pemberian analgesik pertama kali  Evaluasi efektivitas analgesik, tanda dan

gejala (efek samping) 2. Resiko Infeksi b/d luka insisi

Definisi : Peningkatan resiko

NOC :

 Immune Status

 Knowledge : Infection control

NIC :

Infection Control (Kontrol infeksi)  Bersihkan lingkungan setelah dipakai

masuknya organisme patogen Faktor-faktor resiko : - Prosedur Infasif - Ketidakcukupan pengetahuan untuk menghindari paparan patogen

- Kerusakan jaringan dan peningkatan paparan lingkungan

 Risk control Kriteria Hasil :

 Klien bebas dari tanda dan gejala infeksi

 Mendeskripsikan proses penularan penyakit, factor yang mempengaruhi penularan serta penatalaksanaannya,  Menunjukkan kemampuan

untuk mencegah timbulnya infeksi

 Jumlah leukosit dalam batas normal

 Menunjukkan perilaku hidup sehat

 Batasi pengunjung bila perlu

 Instruksikan pada pengunjung untuk mencuci tangan saat berkunjung dan setelah berkunjung meninggalkan pasien  Cuci tangan setiap sebelum dan sesudah

tindakan kperawtan

 Gunakan baju, sarung tangan sebagai alat pelindung

 Pertahankan lingkungan aseptik selama pemasangan alat

 Berikan terapi antibiotik.

Infection Protection (proteksi terhadap infeksi)

 Monitor tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal

 Monitor kerentanan terhadap infeksi  Batasi pengunjung

 Saring pengunjung terhadap penyakit menular

 Partahankan teknik aspesis pada pasien yang beresiko

 Pertahankan teknik isolasi k/p  Berikan perawatan kuliat pada area

epidema

 Inspeksi kulit dan membran mukosa terhadap kemerahan, panas, drainase  Inspeksi kondisi luka / insisi bedah  Dorong istirahat

 Ajarkan pasien dan keluarga tanda dan gejala infeksi

 Laporkan kecurigaan infeksi  Laporkan kultur positif

3. Intoleransi aktivitas b/d keterbatasan aktivitas fisik. Definisi : Ketidakcukupan energu secara fisiologis maupun psikologis untuk meneruskan atau

menyelesaikan aktifitas yang diminta atau aktifitas sehari hari.

NOC :

 Energy conservation  Self Care : ADLs Kriteria Hasil :

 Berpartisipasi dalam aktivitas fisik tanpa disertai peningkatan tekanan darah, nadi dan RR

 Mampu melakukan

aktivitas sehari hari (ADLs)

NIC :

Activity Therapy

 Bantu untuk memilih aktivitas konsisten yangsesuai dengan kemampuan fisik, psikologi dan social

 Bantu klien untuk membuat jadwal latihan diwaktu luang

 Bantu pasien/keluarga untuk

mengidentifikasi kekurangan dalam beraktivitas

 Sediakan penguatan positif bagi yang aktif beraktivitas

Batasan karakteristik :

4. melaporkan secara verbal adanya kelelahan atau kelemahan.

5. Respon abnormal dari tekanan darah atau nadi terhadap aktifitas

6. Perubahan EKG yang menunjukkan aritmia atau iskemia

7. Adanya dyspneu atau ketidaknyamanan saat beraktivitas.

Faktor factor yang berhubungan :

a. Tirah Baring atau imobilisasi

b. Kelemahan menyeluruh c. Ketidakseimbangan

antara suplei oksigen dengan kebutuhan

secara mandiri motivasi diri dan penguatan

 Monitor respon fisik, emoi, social dan spiritual

Energy Management

 Observasi adanya pembatasan klien dalam melakukan aktivitas

 Dorong anal untuk mengungkapkan perasaan terhadap keterbatasan

 Kaji adanya factor yang menyebabkan kelelahan

 Monitor nutrisi dan sumber energi tangadekuat

 Monitor pasien akan adanya kelelahan fisik dan emosi secara berlebihan  Monitor respon kardivaskuler terhadap

aktivitas

 Monitor pola tidur dan lamanya tidur/istirahat pasien

d. Gaya hidup yang dipertahankan.

IMPLEMENTASI & EVALUASI 4.1 Implementasi

Implementasi tanggal 22 September 2015

Jam Implementasi Respon No.

Diagnosa Paraf 08.00 10.00 11.20 11.35 14.30 19.00 1. Mengobservasi pasien

2. Memonitor vital sign

3. Melakukan pengkajian nyeri

4. Mengajarkan tentang teknik relaksasi nafas dalam

5. Mengajarkan pasien untuk belajar miring kiri miring kanan

6. Mendorong keluarga untuk membantu pasien makan

1. Klien mengeluh susah tidur karena nyeri hilang timbul di daerah operasi 2. TD: 150/100 mmhg RR: 24x/M

N: 79x/M T: 36 3. Skala nyeri: 4 (rentang 0-10) 4. Klien mampu melakukan relaksasi

Nafas dalam

5. Klien belum mampu melakukan miring kanan/kiri

6. Keluarga klien mengerti dan membantu klien. 1 1 1 1 3 3 Implementasi 23 September 2015

Diagnosa 08.00 09.00 09.15 09.30 09.40 11.35 23.10 1. Mengobservasi klien

2. Memonitor vital sign

3. Melakukan pengkajian Nyeri

4. Mengajarkan pasien tehnik relaksasi nafas dalam

5. Mengganti balutan

6. Mengkaji tanda-tanda infeksi

7. Mengajarkan pasien untuk belajar miring kiri miring kanan

8. Mendorong keluarga untuk membantu pasien makan 9. Memberikan order obat (metronidazole IVFD gtt 30x/

menit)

1. Klien mengeluh susah tidur karena nyeri hilang timbul di daerah operasi 2. TD 130/90 mmhg RR: 22

T:36 N: 74 3. Skala nyeri : 4 (rentang 0-10) 4. Klien mengerti dan mampu

melakukan relaksasi nafas dalam 5. Klien mampu mengontrol nyeri dan

tenang selama prosedur dan setelah prosedur

6. Terdapat salah satu tanda infeksi Rubor (-), color(-), dolor (+), tumor (-)

7. Klien belum mampu melakukan miring kanan/kiri

8. Keluarga membantu klien makan 9. Klien mengerti dan memahami

tujuan pemberian cairan.

1 2 2 2 2 2 3 1

2.00 10. Observasi TTV/ 60 menit

Implementasi tanggal 24 September 2015

Jam Implementasi Respon No.

Diagnosa

08.00 08.15 10.00 11.20 11.35 14.30 19.00 20.30 11.30

1. Melakukan pengkajian nyeri

2. Menganjurkan pasien untuk relaksasi nafas dalam saat nyeri muncul.

3. Memonitor vital sign

4. Mengajarkan tentang teknik relaksasi nafas dalam

5. Mengajarkan pasien untuk belajar miring kiri miring kanan

6. Mendorong keluarga untuk membantu pasien makan

1. Skala nyeri: 4 (rentang 0-10) 2. Klien mengerti tujuan dan manfaat

relaksasi nafas dalam.

3. TD: 150/100 mmhg RR: 24x/M N: 79x/M T: 36 4. Klien mampu melakukan relaksasi

Nafas dalam

5. Klien belum mampu melakukan miring kanan/kiri

6. Keluarga klien mengerti dan membantu klien.

7. Klien tampak tenang dan tertidur

1 1 1 1 3 3 3 1

Implementasi tanggal 25 September 2015

Jam Implementasi Respon No.

Diagnosa Paraf 08.00 10.00 11.20 11.35 14.30 1. Mengobservasi pasien

2. Memonitor vital sign

3. Melakukan pengkajian nyeri

4. Mengajarkan tentang teknik relaksasi nafas dalam

5. Mengajarkan pasien untuk belajar miring kiri miring kanan

1. Klien mengeluh susah tidur karena nyeri hilang timbul di daerah operasi 2. TD: 150/100 mmhg RR: 24x/M

N: 79x/M T: 36 3. Skala nyeri: 4 (rentang 0-10) 4. Klien mampu melakukan relaksasi

Nafas dalam

5. Klien belum mampu melakukan miring kanan/kiri 1 1 1 1 3

19.00 6. Mendorong keluarga untuk membantu pasien makan 6. Keluarga klien mengerti dan membantu klien.

3

4.2 Evaluasi

Evaluasi Tgl 22 september 2015 jam 08.00 s/d 08-00 tgl 23 september 2015

No. Diagnosa

Evaluasi

1 S: klien mengatakan nyeri berkurang O:

- KU Lemah - Muntah +

- IVFD RL terpasang Baik - TD 150/100 mmhg

- RR: 24 - T:36 - N: 79

- Skala 5 rentang dari 1 sampai 10 A: Masalah teratasi sebagian

P: Intervensi dilanjutkan

2 Evaluasi

S: klien Mengatakan lesu dan lemas O:

- Tidak terdapat tanda infeksi (kemerahan, pus) - TD 150/100 mmhg

- RR: 24 - T:36 - N: 79

-A: Masalah Belum teratasi P: Intervensi dilanjutkan

S: klien mengatakan susah bergerak O: KU Lemah

- Muntah +

- IVFD RL terpasang Baik - TD 150/100 mmhg - RR: 24

- T:36 - N: 79

A : masalah belum teratasi P : intervensi dilanjutkan

Evaluasi Tgl 23 september 2015 jam 08.00 s/d 08-00 tgl 24 september 2015

No DX Evaluasi

1 S: klien mengatakan nyeri berkurang O:

- KU Lemah - Muntah +

- TD 130/90 mmhg - RR: 22

- T:36 - N: 74

- Skala 5 rentang dari 1 sampai 10 A: Masalah teratasi sebagian

P: Intervensi dilanjutkan

2 Evaluasi

S: klien Mengatakan lesu dan lemas O:

- Tidak terdapat tanda infeksi (kemerahan, pus) - TD 130/90 mmhg

- RR: 22 - T:36 - N: 74

A: Masalah Belum teratasi P: Intervensi dilanjutkan

3 Evaluasi S: klien mengatakan susah bergerak

O: KU Lemah - Muntah +

- IVFD RL terpasang Baik - TD 130/90 mmhg

- RR: 22 - T:36 - N: 74

A : masalah belum teratasi P : intervensi dilanjutkan

Evaluasi Tgl 24 september 2015 jam 08.00 s/d 03-00 tgl 25 september 2015

No DX Evaluasi

1 S: klien mengatakan nyeri berkurang O:

- KU Lemah - Muntah +

- IVFD RL terpasang Baik - TD 150/100 mmhg - RR: 24

- T:36 - N: 79

- Skala 5 rentang dari 1 sampai 10 A: Masalah teratasi sebagian

P: Intervensi dilanjutkan

- Anjurkan melakukan relaksasi nafas dalam jika nyeri muncul - Kolaborasi pemberian analgesik

2 Evaluasi

S: klien Mengatakan lesu dan lemas O:

- Terdapat salah satu tanda infeksi

Rubor (-), color(-), dolor (+), tumor (-) - TD 150/100 mmhg

- RR: 24 - T:36 - N: 79

P: Intervensi dilanjutkan - Ganti balutan

- Batasi jumlah pengunjung

- Anjurkan pengunjung mencuci tangan sebelum dan setelah kunjungan - Kolaborasi pemberian antibiotik

3 Evaluasi

S: klien mengatakan susah bergerak O: KU Lemah

- Muntah +

- IVFD RL terpasang Baik - TD 150/100 mmhg - RR: 24

- T:36 - N: 79

A : masalah belum teratasi P : intervensi dilanjutkan

- Anjurkan klien untuk miring kanan/kiri - Libatkan keluarga dalam ADL klien - Kaji tingkat ketergantungan klien

PEMBAHASAN

Dalam dokumen asuhan keperawatan pada tn A dengan post (Halaman 52-70)

Dokumen terkait