5.1.1 Nyeri kepala akut pasca trauma yang berkaitan dengan trauma kapitis sedang atau berat(G44.880)
5.1.2. Nyeri kepala akut pasca trauma yang berkaitan dengan dengan trauma kapitis ringan (G44.880)
5.2. Nyeri kepala kronik pasca trauma (G44.3)
5.2.1. Nyeri kepala kronik pasca trauma yang berkaitan dengan trauma kapitis sedang atau berat (G44.30)
5.2.1. Nyeri kepala kronik pasca trauma yang berkaitan dengan trauma kapitis
ringan (G44.31)
5.3. Nyeri kepala akut yang berkaitan dengan whiplash injury headache (G44.841) 5.4. Nyeri kepala kronik yang berkaitan dengan whiplash injury headache (G44.841) 5.5. Nyeri kepala yang berkaitan dengan hematoma intrakranial traumatik (G44.88)
5.5.1. Nyeri kepala yang berkaitan dengan hematoma epidural (G44.88) 5.5.2. Nyeri kepala yang berkaitan dengan hematoma subdural (G44.88) 5.6. Nyeri kepala yang berkaitan dengan trauma kepala dan/atau leher yang lainnya
(G44.88)
5.6.1. Nyeri kepala akut yang berkaitan dengan trauma kepala dan/atau leher yang lainnya (G44.88)
5.6.2. Nyeri kepala kronik yang berkaitan dengan trauma kepala dan/atau leher yang lainnya (G44.88)
5,7. Nyeri kepala pasca kraniotomi (G44.88)
5.7.1. Nyeri keoala pasca kraniotomi akut (G44.880) 5.7.2 Nyeri kepala pasca kraniotomi kronik (G44.30)
5.1. Nyeri kepala akut pasca trauma
5.1.1. Nyeri kepala akut pasca trauma berkaitan dengan trauma kapitis sedang atau berat. Kriteria diagnostik
A. Nyeri kepala, tidak khas, memenuhi kriteria C dan D.
B. Terdapat Trauma kepala dengan sekurang-kurangnya satu keadaan dibawah ini: 1. Hilang kesadaran selama >30 menit.
2. Glasgow Coma Scale (GCS)<13.
3. Amnesia pasca trauma berlangsung>48 jam.
4. Imaging menggambarkan adanya suatu lesi otak traumatik (hematoma serebri, pendarahan intraserebral dan/atau subarakhnoid, kontusio serebri dan/atau fraktur tulang tengkorak)
C. Nyeri kepala terjadi dalam 7 hari setelah trauma kepala atau sesudah kesadaran penderita pulih kembali.
D. Terdapat satu atau lebih keadaan dibawah ini:
1. Nyeri kepala hilang dalam 3 bulan setelah trauma kepala
2. Nyeri kepala menetap, tetapi tidak lebih dari 3 bulan sejak trauma kepala. 5.1.2. Nyeri kepala akut pasca trauma berkaitan dengan trauma kapitis ringan.
Kriteria diagnostik
A. Nyeri kepala tidak khas, memenuhi kriteria C dan D. B. Trauma kepala dengan semua keadaan berikut ini:
1. Tidak disertai hilangnya kesadaran, atau kesadaran menurun <30 menit. 2. Skala koma Glasgow ≥ 13
3. Gejala dan/atau tanda – tanda dignostik dari trauma kapitis ringan (concussion) C. Nyeri kepala timbul dalam tujuh hari setelah trauma kepala.
D. Terdapat satu atau lebih keadaan dibawah ini:
1. Nyeri kepala menghilang dalam 3 bulan setelah trauma kepala.
2. Nyeri kepala menetap, tetapi tidak lebih dari 3 bulan setelah trauma kepala. 5.2. Nyeri kepala kronik pasca trauma
5.2.1. Nyeri kepala kronik pasca trauma berkaitan dengan trauma kapitis sedang atau berat.
Kriteria Diagnostik
A. Nyeri kepala tidak khas, memenuhi kriteria C dan D.
B. Trauma kepala disertai sekurang- kurangnya satu keadaan dibawah ini: 1. Hilang kesadaran berlangsung >30 menit.
2. Skala Koma Glasgow <13
3. Amnesia pasca trauma berlangsung lebih dari 48 jam.
4. Imaging menggambarkan adanya suatu lesi otak traumatik (hematoma serebri, perdarahan intraserebral dan/atau subarakhnoid, kontusio serebri dan/atau fraktur tulang tengkorak).
C. Nyeri kepala timbul dalam 7 hari sesudah trauma kepala atau setelah kesadaran penderita pulih kembali.
D. Nyeri kepala berlangsung lebih dari 3 bulan setelah trauma kepala. 5.2.2. Nyeri kepala kronik berkaitan dengan trauma kapitis ringan.
Kriteria Diagnostik
A. Nyeri kepala, tidak khas, memenuhi kriteria C dan D. B. Trauma kepala dengan semua keadaan berikut ini:
1. Tidak disertai hilangnya kesadaran, atau kesadaran menurun <30 menit. 2. Skala Koma Glasgow ≥ 13.
3. Gejala dan/atau tanda-tanda diagnostik dari concussion. C. Nyeri kepala timbul dalam 7 hari setelah trauma kepala.
D. Nyeri kepala, berlangsung lebih dari 3 bulan setelah trauma kepala. 5.3. Nyeri kepala akut yang berkaitan dengan whiplash injury.
Kriteria Diagnostik
A. Nyeri kepala, tidak khas, memenuhi kriteria C dan D.
44
2. Nyeri kepala menetap, tetapi tidak lebih dari 3 bulan setelah whiplash injury. 5.4. Nyeri kepala kronik yang berkaitan dengan whiplash injury.
Kriteria Diagnostik
A. Nyeri kepala, tidak khas, memenuhi kriteria C dan D.
B. Adanya kejadian whiplash secara mendadak disertai timbulnya nyeri leher. C. Nyeri kepala timbul dalam 7 hari sesudah whiplash injury.
D. Nyeri kepala berlangsung lebih dari 3 bulan setelah whiplash injury. 5.5. Nyeri kepala yang berkaitan dengan hematoma intrakranial traumatik. 5.5.1. Nyeri kepala yang berkaitan dengan hematoma epidural.
Kriteria Diagnostik
A. Nyeri kepala akut, nyeri kepala tidak khas, memenuhi kriteria C dan D. B. Imaging menggambarkan adanya hematoma epidural.
C. Nyeri kepala timbul dalam beberapa menit sampai 24 jam setelah terjadinya hematoma.
D. Terdapat satu atau lebih keadaan dibawah ini:
1. Nyeri kepala menghilang dalam 3 bulan setelah hematoma di evakuasi.
2. Nyeri kepala menetap, tetapi tidak lebih dari 3 bulan setelah hematoma di evakuasi.
5.5.2. Nyeri kepala yang berkaitan dengan hermatoma subdural. Kriteria Diagnostik:
A. Nyeri kepala akut / progressive, nyeri kepala tidak khas, memenuhi kriteria C dan D. B. Imaging menggambarkan adanya hermatoma subdural.
C. Nyeri kepala timbul dalam 24 – 72 jam setelah terjadinya hematoma. D. Terdapat satu atau lebih keadaan dibawah ini:
1. Nyeri kepala menghilang dalam 3 bulan, setelah hematoma di evakuasi.
2. Nyeri kepala menetap, tetapi tidak lebih dari 3 bulan setelah hematoma di evakuasi 5.6. Nyeri kepala yang berkaitan dengan trauma kepala dan/atau leher yang lainnya. 5.6.1. Nyeri kepala akut yang berkaitan dengan trauma kepala dan/atau leher yang
lainnya.
Kriteria Diagnostik
A. Nyeri kepala tidak khas, memenuhi kriteria C dan D.
B. Adanya bukti kejadian, trauma kepala dan/atau leher yang lainnya.
C. Nyeri kepala di temporal berhubungan dengan, dan/atau adanya bukti kejadian trauma kepala dan/atau leher yang lainnya.
D. Terdapat satu atau lebih keadaan dibawah ini;
1. Nyeri kepala menghilang dalam 3 bulan setelah trauma kepala dan/atau leher yang lainnya.
2. Nyeri kepala menetap tetapi tidak lebih dari 3 bulan setelah trauma kepala dan/atau leher yang lainnya.
5.6.2. Nyeri kepala kronik yang berkaitan dengan trauma kepala dan/atau leher yang lainnya.
Kriteria Diagnostik
A. Nyeri kepala tidak khas, memenuhi kriteria C dan D.
B. Adanya bukti kejadian, trauma kepala dan/atau leher yang lainnya.
C. Nyeri kepala di temporal berhubungan dengan, dan/atau adanya bukti kejadian trauma kepala dan/atau leher yang lainnya.
D. Nyeri kepala menetap lebih dari 3 bulan setelah trauma kepala dan/atau leher yang lainnya.
5.7. Nyeri kepala pasca kraniotomi