BAB I PENDAHULUAN
1.7. Sistematika Penulisan
2.1.3. Objek Multimedia
Menurut Sutopo (2003: 8), objek multimedia terdiri dari beberapa objek, yaitu: teks, grafik, image, animasi, audio, video, dan link interactive. Namun dalam kasus ini peneliti hanya memakai teks, image, grafik, animasi, audio dan video.
1. Text
Menurut Sutopo (2003: 8), Hampir semua orang yang biasa menggunakan komputer sudah terbiasa dengan text. Text merupakan dasar dari pengolahan kata dan informasi yang berbasis multimedia. Dalam kenyataannya multimedia menyajikan informasi kepada audiens dengan cepat, karena tidak diperlukan membaca secara rinci dan teliti. Jenis-jenis text antara lain :
a. PrintedText
Text hasil cetakan yang akan dimasukkan kedalam sistem multimedia harus ditransformasikan kebentuk yang akan dibaca Komputer. Cara yang biasa digunakan adalah dengan mengetikan text tersebut dengan pengolah kata atau text editor.
Gambar 2.1. Contoh Printed Text (Sumber: Gambar diolah peneliti 2010)
b. ScannedText
Untuk men-scan text yang diinginkan, dapat menggunakan scanner yang tesedia dengan berbagai tipe. Setelah text tersebut kita scan, kita dapat mengeditnya dengan pengolah data atau text editor.
Gambar 2.2. Contoh Scanned Text (Sumber: Gambar diolah peneliti 2010) c. Elektronik Text
Text elektronik adalah text yang dapat dibaca komputer dan dapat ditransmisikan secara elektronik melalui jaringan.
Gambar 2.3. Contoh Elektronik Text (Sumber: Gambar diolah peneliti 2010)
d. Hypertext
Kata hypertext diciptakan oleh Ted Nelson pada tahun 1965 yang berarti text yang telah di-link atau dihubungkan. Bila sebuah hypertext diklik, maka sebuah objek yang telah dihubungkan akan dijalankan oleh komputer.
Gambar 2.4. Contoh Hypertext (Sumber: Gambar diolah peneliti 2010)
2. Image
Menurut Sutopo (2003: 9), secara umum image atau grafik berarti still image seperti foto dan gambar. Manusia sangant berorientasi pada visual dan gambar merupakan sarana yang sangat baik unuk menyajikan informasi. Macam-macam grafik antara lain:
a. Bitmap
Bitmaps adalah sebuah gambar yang disimpan sebagai sekumpulan pixel yang berkorespondensi dengan titik–titik garis pada sebuah layar komputer. Bitmap dapat dibuat dengan menggunakan program Paint, Adobe Photoshop, atau CorelDRAW.
Gambar 2.4. Contoh Gambar Bitmap (Sumber: Gambar diolah peneliti 2010) b. Vektor Image
Vector Image disimpan sebagai sekumpulan persamaan matematika yang disebut algoritma yang mendefinisikan kurva, garis dan bentuk sebuah gambar.
Gambar 2.5. Contoh Gambar Vektor (Sumber: Gambar diolah peneliti 2010)
c. Clip Art
Membuat sendiri sebuah gambar tentunya tentunya akan menghabiskan banyak waktu. Untuk menghemat waktu dapat menggunakan Clip Art yang bisa digunakan dalam membuat sistem multimedia.
Gambar 2.6. Contoh Gambar Clip Art (Sumber: Gambar diolah peneliti 2010) d. Digitizied Pictures
Digitizied pictures adalah gambar yang diperoleh melalui grabbing atau proses penangkapan gambar dari kamera video yang terhubung ke komputer.
Gambar 2.7. Contoh Digitized Picture (Sumber: Gambar diolah peneliti 2010)
e. Hyperpictures
Seperti halnya hypertext, ketika bagian-bagian dari sebuah gambar digunakan untuk memicu terjadinya peristiwa yang lain dari sistem multimedia, gambar-gambar tersebut disebut hyperpicture.
Gambar 2.8. Contoh
Hyperpictures
(Sumber: Gambar diolah peneliti 2010) Beberapa format file grafik yaitu:
PICT Standar grafik pada Apple Mac BMP Standar grafik pada Windows
JPG (JPEG) Standar format foto dan juga popular dalam file format web
GIF Grafik yang sudah di compresse untuk penggunaan internet. Dengan kedalaman 256 warna (16 bit).
TIFF Format filenya uncompressed, umumnya untuk perusahaan percetakan. File TIFF masih dapat diedit. EPS Format yang digunakan oleh photoshop dan dapat
terdiri dari vector maupun bitmap.
PSD Format yang disimpan oleh photoshop saat menyimpan atau memanipulasi grafik.
PNG Hampir sama dengan GIF format untuk tampil di web browser namun tidak mendukung pada beberapa web. Dapat menampilkan gambar 24 bit.
3. Animasi
Menurut Sutopo (2003: 12), animasi adalah gerakan image atau video, seperti gerakan orang yang sedang melakukan suatu kegiatan, dan lain-lain. Konsep dari animasi adalah menggambarkan sulitnya menyajikan informasi dengan suatu gambar saja, atau sekumpulan gambar. Atau animasi adalah objek yang bergerak agar kelihatan hidup. Membuat animasi berarti menggerakkan gambar seperti kartun, lukisan, tulisan dan lain-lain. Animasi mulai dikenal sejak media televisi mulai menyajikan gambar-gambar bergerak yang berasal dari rekaman kamera maupun hasil karya seorang animator. Animasi sangat baik untuk presentasi, pemodelan, dokumentasi, dan lain-lain, (Sutopo 2003: 219).
4. Audio
Menurut Sutopo (2003: 13), penyajian audio atau suara merupakan cara lain untuk lebih memperjelas pengertian suatu informasi. Contohnya, narasi merupakan kelengkapan dari penjelasan yang dilihat melalui video. Suara dapat lebih menjelaskan karakteristik suatu gambar, misalnya musik dansuara efek (sound effect). Salah satu bentuk bunyi yang bisa digunakan dalam produksi multimedia adalah Waveform Audio yang merupakan format file audio yang berbentuk digital. Kualitas produknya bergantung pada sampling rate (banyaknya sampel per detik). Waveform (wav) merupakan standar untuk Windows PC. Jenis-jenis format suara, antara lain:
Format suara ini dapat untuk merekam berbagai suara yang diinginkan. Setiap suara yang direkam dengan format waveform, dapat diperoleh informasi mengenai frekuensi, amplitudo dan harmonisasinya.
b. MIDI
MIDI merupakan singkatan Musical Instrument Digital Interface. MIDI menyediakan cara menyimpan musik dengan efisien dari pada merekam suara berformat waveform yang membutuhkan tempat peyimpanan yang sangat besar dalam penyimpanannya, format MIDI mempunyai ekstensi .mid dan tidak membutuhkan tempat penyimpanan yang besar. c. Audio CD
Audio CD dapat menampung rekaman dengan suara yang sangat jernih. Sampling rate-nya adalah 44100 sample per detik, yang cukup cepat untuk merekam segala macam suara yang dapat didengar oleh manusia. d. CD plus, CD extra dan Enhanced CD
Adalah CD musik yang dapat berfungsi sebagai CD-ROM dengan data komputer yang terdapat dalam sebuah disk musik. Jika sebuah CD plus dimasukkan ke dalam PC (Personal Komputer) multimedia, komputer akan menyajikan tampilan grafis yang menarik dan dapat untuk bernavigasi dan berinteraksi.
e. MP3
Singkatan dari MPEG Audio Layer 3. MP3 adalah format file audio yang menggunakan MPEG audio codec untuk mengencode dan
men-decode musik yang direkam. MP3dapat mengkompres sebuah track CD audio ke dalam sebuah file yang ukurannya kecil.
f. Hyperaudio
Hyperaudio adalah audio yang digunakan untuk menggerakkan obyek-obyek multimedia.
5. Video
Menurut Suyanto (2003: 279), video merupakan elemen multimedia paling kompleks karena penyampaian informasi yang lebih komunikatif dibandingkan gambar biasa. Walaupun terdiri dari elemen-elemen yang sama seperti grafik, suara dan text, namun bentuk video berbeda dengan animasi. Menurut (wikipedia.org), Video adalah teknologi pemrosesan sinyal elektronik mewakilkan gambar bergerak. Aplikasi umum dari teknologi video adalah televisi, tetapi dia dapat juga digunakan dalam aplikasi teknik, saintifik, produksi dan keamanan.
Perbedaan terletak pada penyajiannya. Dalam video, informasi disajikan dalam kesatuan utuh dari objek yang dimodifikasi sehingga terlihat saling mendukung penggambaran yang seakan terlihat hidup. Ada 6 jenis video yang dapat digunakan sebagai obyek hubungan pada aplikasi multimedia, yaitu:
a. Live Video Feeds
Live Video Feeds menyediakan obyek-obyek realtime yang menarik dari sistem multimedia. Beberapa channel TV atau live camera feed dapat menjadi obyek suatu link.
b. Videotape
Videotape merupakan media video yang paling tersebar luas. Hampir semua orang memiliki sebuah VCR (Video Cinematic Recording) dan hampir di setiap pusat perbelanjaan terdapat toko video yang menyewakan film dalam bentuk videotape.
c. Videodisc
Ada 2 format untuk videodisc, yakni CAV (Cinematic Average Video) dan CLV (Cinematic Long Video). CAV disc dapat menyimpan hingga 54000 frame. Sedangkan CLV disc dapat menyimpan video dua kali lebih besar daripada CAV disc.
d. Digital Video
Digital video adalah media penyimpanan yang paling menarik dan menjanjikan. Digital video disimpan dalam bentuk file pada hard disc, CD-ROM atau DVD.
e. DVD
Merupakan singkatan dari Digital Versatile Disc. Gambarnya ditampilkan dengan baik, dengan suara surround dan full color video. Pada DVD selalu ditawarkan pilihan bahasa yang diinginkan
pemakainya, dengan atau tanpa text dan kadang-kadang pemakai dapat melihat alternatif dari akhir sebuah film.
f. Hypervideo
Hypervideo merupakan video yang digunakan untuk menggerakkan obyek multimedia lainnya.
6. Interactive Link
Menurut Sutopo (2002: 220), sebagian dari multimedia adalah interaktif, di mana pengguna dapat menekan mouse atau objek pada screen seperti button atau text dan menyebabkan program melakukan perintah tertentu.
Interactive link dengan informasi yang dihubungkannya sering kali dihubungkan secara keseluruhan sebagai hypermedia. Secara spesifik, dalam hal ini termasuk hypertext (hotword), hypergraphics dan hypersound. Menjelaskan jenis informasi yang dihubungkan.
Interactive link diperlukan bila pengguna menunjuk pada suatu objek atau button agar dapat mengakses program tertentu. Interactive link diperlukan untuk menggabungkan beberapa elemen multimedia sehingga menjadi informasi yang terpadu. Cara peng-aksesan informasi pada multimedia terdapat dua macam, yaitu linier dan non-linier. Informasi linier adalah informasi yang ditampilkan secara sekuansial, yaitu dari atas ke bawah atau halaman demi halaman, sedangkan pada informasi
non-linier (seperti pada Gambar 2.9.) dapat ditampilkan langsung sesuai dengan kehendak pengguna.
2.1.4. Media Komunikatif dan Menarik
Bahasa komunikatif selalu melekat pada berbagai hubungan dengan dunia. Tindakan komunikatif bersandar pada proses kooperatif interpretasi tempat partisipan berhubungan bersamaan dengan sesuatu di dunia objektif, sosial, dan subjektif. Pembicara dan pendengar menggunakan sistem acuan ketiga dunia tersebut sebagai kerangka kerja interpretatif tempat mereka memahami definisi situasi bersama. Mereka tidak secara langsung mengaitkan diri dengan sesuatu di dunia namun merelatifkan ucapan mereka berdasarkan kesempatan aktor lain untuk menguji validitas ucapan tersebut. Kesepahaman terjadi ketika ada pengakuan intersubjektif atas klaim validitas yang dikemukan pembicara. Konsensus tidak akan tercipta manakal pendengar menerima kebenaran pernyataan namun pada saat yang sama juga meragukan kejujuran pembicara atau kesesuaian ucapannya dengan norma.
Proses yang terjadi dalam ucapan komunikasi adalah konfirmasi (pembuktian), pengubahan, penundaan sebagian, atau dipertanyakan secara keseluruhan. Proses defenisi dan redefinisi ini yang terus berlangsung ini meliputi korelasi isi dengan dunia (ditafsirkan secara konsensual dari dunia objektif, sebagai elemen privat dunia subjektif yang hanya bisa diakses oleh orang yang
_____ _____ _____ __ _____ _____ _____ _____ _____ __ _____ __ _____ _____ _____ __ _____ _____ _____ _____ _____ __ _____ _____ ____ __ ____ ____ ____ __ ____ ____ ____ ____ ____ ____ ____ ____ ____ ____ ____ ____ ____ ____
Gambar 2.9. Informasi linier(kiri) dan Non-Linier (kanan)
bersangkutan. Jadi komunikasi terbentuk dalam situasi intersubjektif, dimana “situasi” tidak didefinisikan secara kaku, tapi diselami konteks-konteks relevansinya,
Tindakan komunikatif memiliki 2 aspek, aspek teleologis yang terdapat pada perealisasian tujuan seseorang (atau dalam proses penerapan rencana tindakannya) dan aspek komunikatif yang terdapat dalam interpretasi atas situasidan tercapainya kesepakatan. Dalam tindakan komunikatif, partisipan menjalankan rencananya secara kooperatif berdasarkan definisi situasi bersama. Jika definisi situasi bersama tersebut harus dinegosiasikan terlebih dahulu atau jika upaya untuk sampai pada kesepakatan dalam kerangka kerja definisi situasi bersama gagal, maka pencapaian konsensus dapat menjadi tujuan tersendiri., karena konsensus adalah syarat bagi tercapainya tujuan. Namun keberhasilan yang dicapai oleh tindakan teleologis dan konsensus yang lahir dari tercapainya pemahaman merupakan kriteria bagi apakah situasi tersebut telah dijalani dan ditanggulangi dengan baik atau belum. Oleh karen itu, syarat utama agar tindakan komunikatif bisa terbentuk adalah partisipan menjalankan rencana mereka secara kooperatif dalam situasi tindakan yang didefiniskan bersama. Sehingga mereka bisa menghindarkan diri dari dua resiko, resiko tidak tercapainya pemahaman (ketidaksepakatan atau ketidaksetujuan) dan resiko pelaksanaan rencana tindakan secara salah (resiko kegagalan).
2.1.4. Warna
Dalam komunikasi grafis, penggunaan warna perllu ditata dan disusun dengan tepat sehingga menimbulkan suasana, memperngaruhi luas kehidupan
manusia sekaligus sebagai lambang psikologis. Warna juga bersifat case sensitive meskipun secara universal penggunaan warna-warna di bidang komunikasi grafis telah diakui namun warna erat kaitannya dengan latar belakang budaya sebuah bangsa atau komunitas tertentu yang mungkin memberikan penilaian berbeda untuk penggunaan warna-warna yang berbeda.
Untuk mencapai desain warna yang efektif bisa dimulai dengan memilih warna yang bisa merepresentasikan tujuan daripada media komunikasi grafis yang dibuat. Pallet warna yang dibuat sebaiknya cocok dengan tujuan atau pesan yang ingin disampaikan.
Dalam sebuah disain, komposisi warna sangat penting. Komposisi berarti to compose, yang berarti mengarang, menyusun, atau mengubah. Menurut Itten Johannes (1970: 91), efek sebuah warna dalam komposisinya ditentukan oleh situasi karena warna selalu dilihat dalam hubungannya dengan lingkungannya. Warna yang dikeluarkan dari lingkarannya akan memiliki kekuatan sendiri. Nilai-nilai kepentingan sebuah warna dalam komposisi tidak berdiri sendiri.
A. Pengelompokan Warna
Orang mengenal warna primer dan warna sekunder, Tiryssae Newton (1642-1727) menemukan hubungan antara cahaya matahari dan warna. Ia berhasil menguraikan cahaya matahari menjadi warna merah, jingga, kuning, biru, nila dan ungu. Diatas merah ada warna infra merah dan di bawah ungu ada ultra violet. Uraian warna tersebut dinamakan spectrum. Pengelompokan warna tersebut terdiri dari:
Warna primer adalah warna yang menjadi pedoman setiap orang untuk menggunakannya. Dalam penggunaan warna pokok ada dua macam. Untuk grafis, yang dipakai adalah pigmen yang terdiri dari biru (cyan), merah (magenta), dan kuning (yellow). Pada foto, video, dan grafis computer, warna pokok cahaya terdiri dari red, green dan blue (RGB).
Warna Sekunder
Warna skunder merupakan percampuran anatara warna primer. Merah + biru = ungu/violet
Merah + kuning = oranye/jingga Kuning + biru = hijau
Warna Tersier
Warna tersier merupakan pencampuran antara warna sekunder dengan primer.
Merah + ungu = merah ungu Ungu + biru = ungu biru Biru + hijau = hijau biru Hijau + kuning = kuning hijau Kuning + oranye = oranye kuning
B. Dimensi Warna
Dimensi warna merupakan sifat-sifat dari warna itu sendiri. Menurut The Prang System, warna dapat dibagi menjadi tiga dimensi, yaitu:
Hue, berkait dengan panas-dinginnya warna, termasuk di dalamnya warna primer, sekunder, dan tersier.
Value, berkait dengan terang-gelapnya warna, menunjukan kualitas sinar yang direfleksikan oleh sebuah warna atau menunjukan gelap terangnya warna, dilakukan dengan menambahkan warna atau hitam. Intensity, berkait dengan cerah-suramnya warna, menunjukan kuat
lemahnya warna. Pengurangan intensitas dicapai dengan mencampur atau menambah warna murni dengan warna-warna netral seperti putih, hitam, abu-abu.
C. Fungsi dan Arti Warna
Warna memiliki fungsi dan arti yang berpengaruh secara psikologis terhadap seseorang yang melihatnya. Hal ini dikenal dengan asosiasi warna (simbol). Penyajian grafis dengan warna akan menimbulkan terjadinya sensasi warna bila ada cahaya. Sensasi adalah rasa yang berhubungan dengan mata karena sifatnya yang visual.
2.1.5. Pengertian Editing
Editing berasal dari bahasa Latin editus yang artinya menyajikan kembali. Dalam bidang audio-visual, termasuk film, editing adalah usaha merapikan dan membuat sebuah tayangan film menjadi lebih berguna dan enak ditonton.
Pendapat para ahli mengenai pengertian editing:
Leo Nardi, Ia berpendapat bahwa “editing film adalah merencanakan dan memilih serta menyusun kembali potongan-potongan gambar yang diambil oleh juru kamera untuk disiarkan kepada masyarakat” (Nardi, 1977: 47).
Ayers, et.al. (1990: 174) mengemukakan bahwa “editing is the process by which your video footage is re arranged into an order as fluid, coherent, and concise as possible”. Editing adalah suatu proses dimana panjangnya video ditata ulang atau diatur sehingga menjadi berkesinambungan, bertalian secara logis dan seringkas mungkin. Jos van der Valk menyatakan bahwa “editing berarti mengatur gambar
yang dipilih dalam urutan tertentu” (1993: 34).
Jadi, secara operasional editing adalah suatu proses mengatur dan menyusun rangkaian shot demi shot menjadi satu scene, scene demi scene menjadi satu sequence, yang pada akhirnya menjadi suatu rangkaian shot dari cerita yang utuh. Tujuan utama proses editing adalah memberikan suatu jalan cerita yang jelas kepada penonton.
A. Prinsip-Prinsip Editing
Persyaratan yang penting dalam editing adalah kesinambungan cerita dengan penyajian gambar dan suara sekaligus. Harus diperhatikan pula kesinambungan irama dan adegan, hubungan antara shot yang satu dengan shot berikutnya dengan berbagai macam jenis komposisinya. Editing mempunyai ikatan yang erat dengan hasil pengambilan gambar oleh juru kamera. Untuk itu
berikut dipaparkan jenis perpindahan shot sehingga memudahkan editor melakukan tugas editing khususnya editing program media video pembelajaran (Mahadewi: 2006).
1. Cut
Cut adalah perpindahan langsung dari satu shot ke shot berikutnya secara tajam. Cut berfungsi untuk mempertunjukkan kesinambungan action, detail obyek, peningkatan atau penurunan kejadian (progresi), perubahan tempat dan waktu, menciptakan irama kejadian.
Adapun macam-macam cutting yaitu: a. cut.
jump cut.
cut away, intercut, reaction shot, shot action. cut on direction.
cut on movement. cut rhime.
2. Disolve Mixing
Dissolve adalah perpindahan shot secara berangsur-angsur. Dissolve biasanya digunakan untuk jembatan penghubung atau transisi dari shot action, pergantian tempat dan waktu, dan menunjukkan hubungan yang erat antara dua shot atau gambar.
3. Fade
Fading digunakan pada awal atau akhir adegan. Fade in, suatu shot yang muncul perlahan-lahan dari kegelapan (layar hitam). Fade out, suatu shot
secara perlahan-lahan hilang dalam kegelapan (layar hitam). Fade from black, selalu menunjukkan permulaan adegan akan selesai.
4. Wipe
Wipe adalah suatu efek dimana satu shot disapu oleh shot lain, sehingga shot yang pertama nampak terdorong keluar layar.
5. Split Screen
Special effect dimana layar dibagi menjadi dua bagian atau lebih yang masing-masing bagian menampilkan gambar yang berbeda.
6. Superimpose
Special effect dimana dua gambar saling tindih ditampilkan pada saat yang bersamaan.
7. External Key
Special effect dengan 3 sumber video dimana salah satunya menampilkan gambar tertentu, berfungsi sebagai kunci dalam menampilkan 2 gambar secara bersamaan.
8. Chromakey
Special effect dimana sebuah obyek yang ditempatkan di depan latar belakang dengan warna tertentu dapat dipotong dan dimasukkan ke dalam latar belakang lain.
9. Switching atau Editing Spontan
Switching adalah pergantian shot dari satu sumber video yang satu ke yang lain dengan menggunakan switcher atau video mixer.
10. Render
Rendering digunakan sebagai tahap akhir dari proses editing video yaitu mengekspor video kedalam format keping DVD/VCD. Ada beragam format yang sering digunakan yaitu AVI, MPEG, MOV, Windows Media, dan Real Media.
Prinsip editing yang harus dipahami oleh editor, yakni:
Jangan menyambung gambar dengan cutting, dissolving, panning, atau tracking tanpa motivasi yang cukup jelas.
Jangan menyambung dua shot dari obyek yang sama dalam format yang sama besarnya (jenis shot sama).
Walaupun esensi dari televisi adalah penyajian gambar secara close up, jangan mengabaikan fungsi dari long shot.
Secepat mungkin sesudah berpindah ke adegan baru, berilah sebuah long shot dari adegan tersebut. Begitu juga apabila “tokoh baru” masuk atau “tokoh” yang agak lama tidak muncul, buatlah close updari “tokoh” itu. Jangan menyambung dua shot dari obyek yang sama dalam jarak yang
ekstrim. Hal yang sama akan muncul apabila kita membuat cutting dengan perpindahan sudut pengambilan yang ekstrim, sehingga menyebabkan penonton kebingungan dengan arah pandangan yang berlawanan dari obyek yang sama.
Gerak dengan arah tertentu juga akan membentuk garis axis atau garis action. Garis axis adalah garis imajiner yang menghubungkan dua orang yang saling berhadapan.
Jangan memotong di tengah-tengah shot pada saat kamera bergerak (panning atau zooming). Dan jangan membuat cutting di antara dua kamera yang bergerak, terutama dalam kamera panning, atau di antara satu kamera yang bergerak dalam kamera statis.
Jangan dissolve (mix) di antara dua kamera yang bergerak, khususnya kamera panning, atau dari kamera statis ke kamera yang bergerak atau sebaliknya. Apabila memungkin lakukanlah Cut On Movement (cut bergerak): cutting pada saat obyek dalam gerakan (akting) duduk, bangkit, berbalik, memutar.
Hindari Fast Dissolve (mix). Berilah waktu perpindahan sekitar 2-3 detik sebagai standar Dissolve dari satu gambar ke gambar berikutnya.
Bila membuat Fade In “Caption Pembukaan” pada awal program, jangan biarkan gambar mendahului suara (musik), apabila mungkin tampilan bersama-sama, atau kalau tidak masukkan suara melalui gambar.
Gerakan rolling caption (tulisan) pada kecepatan yang bisa dibaca dengan enak. Jangan menampilkan caption yang mengatakan sesuatu, sementra komentar mengatakan sesuatu yang lain.
Jika membuat superimpose caption pada sebuah background gambar, hendaknya warna tulisan kontras dengan warna background, sehingga tulisan jelas dan bisa dibaca.
Dalam suatu interview, cut biasanya kita lakukan pada akhir pertanyaan atau jawaban. Buatlah cut, dissolve (mix) dan fade, sesuai dengan irama musik, atau komentar.
B. Komputer Video Editing
Komputer video editing merupakan sebuah komputer yang mempunyai spefisikasi dalam pengolah video maupun gambar menjadi sebuah tayangan yang layak dikonsumsi oleh khalayak.
Video dibagi berdasarkan format serta jenis kompresi yang digunakan. Perbedaan format mengakibatkan komputer membutuhkan program yang dapat memainkan video dengan format tertentu. Ada beberapa format video yang popular saat ini. Format-format tersebut adalah sebagai berikut.
1. AVI (Audio Visual Interlaced) merupakan format video tertua. Dukungan resolusi format ini adalah 160 x 120 pixels dengan kecepatan 15 fps. 2. MPEG (Motion Picture Expert Group). MPEG-1 menawarkan resolusi
352 x 228 pixels dengan menggunakan bandwidht yang sangat rendah yaitu 1-1.5 Mbps. MPEG-2 bandwidht sampai 100 Mbps, resolusi lebih tinggi, yaitu 720 x 576 (PAL) dan resolusi 640 x 480 (NTSC).
3. M-JPEG (Motion Joint Expert Group) adalah format lain yang biasanya digunakan untuk card editing. Format gambar JPEG dimodifikasi sebagai format kompresi video. Majalah CHIP (dalam Mohammad Khoiruddin Harahap, 2004) telah melakukan tes terhadap ketiga format file yaitu VCD, SVCD, DVD. Perbandingan antara ketiganya adalah sebagai