Di Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo(KNKG) (Kelvianto, 2018)
A. Objek Penelitian
a. Sejarah Singkat Perusahaan
Di Indonesia, pengadaan tenaga listrik dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bernama PLN atau Perusahaan Listrik Negara. PLN merupakan bagian dari Perusahaan Perseroan di bawah Kementerian BUMN.
Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pembangkit dan pengembangan tenaga listrik, PLN memiliki catatan sejarah yang sangat panjang.
Sejarah ketenagalistrikan di Indonesia dimulai pada akhir abad ke 19, ketika beberapa perusahaan Belanda membangun pembangkit tenaga listrik untuk keperluan sendiri. Berawal dari NV, sebuah perusahaan swasta di Belanda, penggunaan listrik telah berkembang menjadi kepentingan umum. NIGM yang memperluas usahanya dari hanya di bidang gas ke bidang tenaga listrik.. Pada masa Perang Dunia II perusahaan listrik ini dikuasai oleh Jepang, setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 perusahaan listrik tersebut diduduki oleh pemuda Indonesia pada bulan September 1945 dan diserahkan kepada pemerintah Republik Indonesia. Pada 27 Oktober 1945, Presiden Soekarno mendirikan Biro Listrik dan Gas Bumi yang saat itu menghasilkan 157,5 megawatt listrik.
Tanggal 1 Januari 1961, Biro Listrik dan Gas Bumi diubah menjadi BPU PLN (Dewan Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di bidang
(PGN) yang mengelola gas bumi. Pembangkit listrik PLN saat itu berkapasitas 300 megawatt. Pada tahun 1972, pemerintah Indonesia mendirikan perusahaan listrik nasional sebagai Perusahaan Listrik Negara (PLN). Peraturan Pemerintah No. 1990 disahkan., PLN ditetapkan sebagai pemegang listrik dari perusahaan listrik tersebut. Pada tahun 1992, pemerintah memberikan kesempatan kepada swasta Terlibat dalam bisnis penyediaan tenaga listrik. Berdasarkan kebijakan di atas, pada bulan Juni 1994, identitas PLN dialihkan dari perusahaan terbuka menjadi perseroan terbatas (Persero) dan menjabat sebagai pemegang Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK). Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009, PLN bukan lagi PKUK, melainkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang misinya menyediakan listrik untuk kepentingan umum.
PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Paria yang berlokasi di Jl.Ahmad Yani Kelurahan Limpomajang Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo. PT PLN (Persero) ULP Paria adalah unit usaha ketenagalistrikan dibawah naungan PT PLN (Persero). PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Paria di didirikan pada tahun 1982. Pada saat itu wilayah kerjanya meliputi Kecamatan Majauleng, Kecamatan Pitumpanua, Buriko, Peneki, Akkajeng, Kera, Bulete
Gambar 1.2 Foto Tampak Depan Kantor PLN RAYON PARIA di Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo
Bidang usaha pada PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) PARIA adalah usaha penunjang tenaga listrik yang meliputi pengelolaan dan pengendalian pembangunan instalasi tenaga listrik, pembangunan infrakstruktur.
b. Visi, Misi, dan Tujuan Perusahaan
• Visi
Menjadi Perusahaan Pengelola Sistem Distribusi dan Pelayanan Listrik Terkemuka di Asia Tenggara dan #1 Pilihan pelanggan untuk solusi energy di Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara
• Misi
➢ Mengelola kegiatan pendidstribusian tenaga listrik dan pembangkit Isolated dengan jumlah, mutu, dan kendala sesuai dengan standar yang ditetapkan.
➢ Mengelola niaga dan penjualan tenaga listrik untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
➢ Mengelola pelayanan pelanggan memenuhi kebutuhan dan tingkat kepuasan pelanggan.
• Tujuan
Mengelola kegiatan pembangunan jaringan tenaga listrik sesuai dengan lingkup pekerjaan, kualitas, waktu, biaya dan standar yang telah ditetapkan sehingga pembangunan dapat diselesaikan sesuai dengan target yang ditetapkan.
• Motto
Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik.
• Maksud Dan Tujuan Perseroan
Untuk menyelenggarakan usaha penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum dalam jumlah dan mutu yang memadai serta memupuk keuntungan melaksanakan penugasan Pemerintah di bidang ketenagalistrikan dalam rangka menunjang pembangunan dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.
c. Struktur Organisasi dan Uraian Jabatan
Struktur organisasi merupakan salah satu alasan yang mempengaruhi kesuksesan perusahaan. Struktur organisasi ini memegang peranan yang sangat penting dalam proses perkembangan perusahaan, struktur organisasi ini mencerminkan kondisi perusahaan dalam menjalankan tugas atau tanggung jawabnya masing-masing guna mencapai tujuan perusahaan dan dapat membantu pimpinan dalam pengawasan
menunjang aktivitas perusahaan
Dengan struktur organisasi yang baik maka akan meningkatkan efisiensi setiap peran, serta dapat dengan jelas mengidentifikasi dan menjelaskan tanggung jawab masing-masing karyawan. PT PLN (Persero) ULP PARIA berdasarkan fungsi dan struktur organisasinya menganut bentuk struktur garis. Yaitu dalam hal pelimpahan kekuasaan dari atas ke bawah, dengan manajer sebagai pemimpin tertinggi dari PT PLN (Persero) ULP PARIA.
Gambar 1.2 Struktur Organisasi
b. Menganalisa sasaran kerja unit berdasarkan target perusahaan dengan berpedoman pada ketentuan PT. PLN pusat.
c. Memberi petunjuk kepada supervisor layanan pelanggan serta supervisor administrasi.
d. Mengendalikan kegiatan pemeliharaan dan penanganan pencurian penagihan serta supervisor administrasi.
e. Mengendalikan kegiatan pemeliharaan dan penanganan pencurian tenaga listrik secara terpadu sebagai upaya mengurangi susunan KWh (Kilo Watt Hour) teknis maupun non teknis.
f. Mengkaji laporan – laporan yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pelayanan untuk mengetahui hambatan – hambatan dan usaha penyesuaiannya.
g. Memeriksa secara uji mendadak terhadap bukti pengiriman uang penjualan rekening ke bank PLN pusat dan mengecek hasil pencatatan stand meter konsumen untuk kebenaran pelaksana.
h. Megendalikan kegiatan pelanggan.
i. Mengevaluasi data statistik yang berkaitan dengan perkembangan daerah setempat.
j. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya sesuai kewajiban dan tanggung jawab pokoknya.
b. Lingkungan dan keselamatan ketenagalistrikan.
c. Pelayanan teknik.
d. Perencanaan pemeliharaan distribusi.
e. Konstruksi.
f. Logistik.
g. Pengendalian PJU.
h. Penerbitan teknik instalasi.
i. Administrasi P2TL.
j. Pemutusan dan penyambungan 3. Supervisor Transaksi Energi
a. Menyusun rencana kerja bagi pelayanan pelanggan untuk kelancaran tugas.
b. Memberi petunjuk kepada seksi di bagian pelayanan pelanggan untuk kelancaran tugas.
c. Mengkoordinir pemasaran, tata usaha langganan, penyambungan dan pengolahan data.
d. Melakukan penagihan listrik meliputi penagihan data master SIP3 (Sistem Informasi Pelunasan Piutang Pelanggan).
4. Supervisor Pelayanan Pelanggan & Administrasi
perpajakan.
b. Membuat laporan berkala sesuai dengan bidangnya.
c. Menyusun rencana kegiatan, membagi tugas, membimbing bawahan dan mengevaluasi hasil kerja bawahan.
5. Supervisor Administrasi SDM
Tugas pokok Supervisor Administasi SDM adalah mengelola data mengenai kenaikan peringkat/berkala, mutasi, pensiun, mengupdate data pegawai, mengamankan dan memelihara dosir pegawai dan membuat Surat Keputusan mengenai kepegawaian. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut Supervisor Administrasi SDM dibantu oleh staf yang terdiri dari Jabatan Fungsional.
6. PJ Laks K3L (Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan )
a. Unit pengelola/ manajemen resiko Keselamatan, Kesehatan, Keamanan dan Lingkungan (K3L) di PT.PLN (Persero) ULP Paria
b. Mengelola kondisi darurat
c. Mengelola dan Mengawasi Pekerjaan 7. Opdist KP
Opdist KP Akkajeng dan Opdist KP Bulete bertanggung jawab atas kendala gangguan pada listrik
Sesuai Undang-undang RI No.30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan dan berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, rangkaian kegiatan perusahaan adalah :
1. Menjalankan usaha penyediaan tenaga listrik yang mencakup:
a. Pembangkitan tenaga listrik b. Penyaluran tenaga listrik c. Distribusi tenaga listrik
d. Perencanaan dan pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik e. Pengembangan penyediaan tenaga listrik
f. Penjualan tenaga listrik.
2. Menjalankan usaha penunjang listrik yang mencakup : a. Konsultasi ketenagalistrikan
b. Pembangunan dan pemasangan peralatan ketenagalistrikan c. Pemeriksaan dan pengujian peralatan ketenagalistrikan d. Pengoperasian dan pemeliharaan peralatan ketenagalistrikan e. Laboratorium pengujian peralatan dan pemanfaatan tenaga listrik f. Sertifikasi peralatan dan pemanfaatan tenaga listrik
g. Sertifikasi kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan.
3. Kegiatan-kegiatan lainnya mencakup :
a. Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber energi lainnya untuk tenaga listrik
c. Industri perangkat keras, lunak dan lainnya di bidang ketenagalistrikan d. Kerja sama dengan pihak lain atau badan penyelenggara bidang
ketenagalistrikan di bidang pembangunan, operasional, telekomunikasi dan informasi terkait dengan ketenagalistrikan
e. Usaha jasa ketenagalistrikan.
B. Manfaat Penerapan Good Corporate Governance (GCG) pada PT