• Tidak ada hasil yang ditemukan

Objek PPN dan Non Objek PPN

BAB 3. LANDASAN TEORI

3.1 Ketentuan Umum Perpajakan

3.1.2 Objek PPN dan Non Objek PPN

Menurut Pasal 4 UU No.42 Tahun 2009, yang menjadi Objek PPN dan Bukan Objek PPN adalah sebagai berikut :

1. Pajak Pertambahan Nilai dikenakan atas:

a. Penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) di dalam Daerah Pabean yang

dilakukan oleh Pengusaha.

b. Impor Barang Kena Pajak.

c. Penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP) di dalam Daerah Pabean yang

dilakukan oleh Pengusaha.

d. Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar Daerah Pabean di dalam

Daerah Pabean.

e. Pemanfaatan JKP dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean.

f. Ekspor BKP oleh Pengusaha Kena Pajak.

Universitas Indonesia

g. Kegiatan membangun sendiri.

h. Penyerahan aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk

diperjualbelikan.

2. Yang bukan menjadi objek PPN antara lain:

2.1 Barang yang tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai:

a. Barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran, yang diambil

langsung dari sumbernya.

b. Barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat

banyak.

c. Makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan,

warung, dan sejenisnya yang meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat atau tidak, tidak termasuk makanan dan minuman

yang diserahkan oleh usaha jasa boga atau catering.

d. Uang, emas batangan, dan surat-surat berharga.

2.2 Jasa yang tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai:

a. Jasa di bidang pelayanan kesehatan medis.

Pada dasarnya, jasa di bidang kesehatan dibebaskan dari pengenaan PPN, namun pada berbagai kondisi tertentu juga akan terutang PPN. Jasa di bidang pelayanan kesehatan medis yang dibebaskan dari PPN, diantaranya:

1. Jasa dokter umum, dokter spesialis, dan dokter gigi.

2. Jasa dokter hewan.

3. Jasa ahli kesehatan seperti akupuntur, ahli gigi, ahli gizi, dan

fisioterapi.

Universitas Indonesia

4. Jasa kebidanan dan dukun bayi.

5. Jasa paramedis dan perawat.

6. Jasa rumah sakit, rumah bersalin, klinik kesehatan, laboratorium

kesehatan, dan sanatorium

b. Jasa di bidang pelayanan sosial.

1. Jasa pelayanan Panti Asuhan dan Panti Jompo.

2. Jasa pemadam kebakaran kecuali yang bersifat komersial.

3. Jasa pemberian pertolongan pada kecelakaan.

4. Jasa Lembaga Rehabilitasi kecuali yang bersifat komersial.

5. Jasa pemakaman termasuk crematorium.

6. Jasa di bidang olah raga kecuali yang bersifat komersial

c. Jasa di bidang pengiriman surat dengan perangko.

Jasa pengiriman surat dengan perangko yang dilakukan oleh PT Pos Indonesia (Persero) merupakan jasa yang tidak dikenakan PPN. Jasa tersebut merupakan pelaksanaan tugas penyelenggaraan pos oleh negara, yang terdiri dari kegiatan menerima, membawa, atau menyampaikan surat yang merupakan kesatuan kegiatan yang tidak terpisahkan.

d. Jasa perbankan

Kegiatan jasa yang dilakukan oleh perbankan meliputi beberapa kegiatan jasa, seperti:

1. Jasa Consumer Credit, Credit Card, dan Debit Card

Bank, lembaga keuangan non bank, dan perusahaan pembiayaan (finance) diperkenankan melakukan kegiatan usaha kartu kredit

dan pembiayaan konsumen. Jasa consumer credit, credit card, dan

Universitas Indonesia debit card adalah usaha jasa pembiayaan yang dapat digolongkan ke dalam usaha jasa kartu kredit, pembiayaan konsumen, dan sejenisnya, yang termasuk jasa perbankan yang tidak dikenakan PPN. Atas penyerahan BKP/JKP yang harganya dilunasi dengan

menggunakan fasilitas consumer credit atau credit card atau debit

card tetap terutang PPN dan/atau PPnBM.

2. Jasa Settlement

Jasa settlement meliputi beberapa kegiatan berikut, seperti:

a. Penerimaan dan pengiriman sejumlah sekuritas milik

pemodal dari/kepada pihak tertentu.

b. Melakukan atau menerima pembayaran sejumlah uang milik

pemodal dari/kepada pihak tertentu.

c. Melaksanakan transaksi valuta asing dan pembayaran

sehubungan dengan transaksi sekuritas tersebut.

3. Jasa Corporate Actions

Jasa corporate actions meliputi jasa yang diberikan untuk

melindungi hak pemodal atas sekuritas yang dimiliki sehubungan dengan tindakan yang diambil oleh emiten, antara lain pembagian dividen, saham bonus, penawaran terbatas, dan lain-lain. Untuk pelaksanaan tugas ini digunakan jasa perbankan lainnya, seperti lalu lintas giro, remittance, foreign exchange, dan lain-lain.

4. Jasa Registrasi

Jasa registrasi meliputi kegiatan registrasi saham atas permintaan pemodal untuk melindungi hak kepemilikan pemodal atas sekuritas. Pembayaran biaya registrasi kepada Biro Administrasi

Universitas Indonesia Efek (BAE) juga dilakukan melalui lalu-lintas giro. Jasa settlement, jasa corporate actions, dan jasa registrasi (jasa perbankan yang tidak diperkenankan dilakukan oleh lembaga lainnya selain bank) tidak dikenakan PPN.

e. Jasa di bidang asuransi, dan sewa guna usaha dengan hak opsi.

Jasa di bidang asuransi, baik yang berkaitan dengan pembayaran premi maupun klaim serta penyerahan jasa dalam transaksi leasing dengan hak opsi, tidak dikenakan PPN.

f. Jasa di bidang keagamaan.

Jasa bidang keagamaan, seperti jasa berkaitan ibadah, pernikahan, ceramah agama, dan berbagai kegiatan jasa yang berkaitan dengan jasa di bidang keagamaan, tidak dikenakan PPN.

g. Jasa di bidang pendidikan.

Jasa penyelenggaraan pendidikan sekolah, seperti jasa penyelenggaran pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan luar biasa, pendidikan kedinasan, pendidikan keagamaan, pendidikan akademik, dan pendidikan profesional serta jasa penyelenggaraan pendidikan di luar sekolah seperti kursus-kursus, tidak dikenakan PPN.

h. Jasa di bidang kesenian dan hiburan.

Hiburan yang penyelenggaraannya dengan dipungut biaya bayaran adalah obyek pajak daerah, dan tidak termasuk yang tidak dipungut bayaran, seperti hiburan yang diselenggarakan dalam rangka pernikahan upacara adat, kegiatan keagamaan. Jasa di bidang kesenian dan hiburan yang sudah dikenakan pajak daerah tidak dikenakan PPN.

Universitas Indonesia

i. Jasa di bidang penyiaran yang bukan bersifat iklan.

Jasa penyiaran lewat media suara maupun televisi meliputi jasa penyiaran berita dan sejenisnya yang bukan merupakan iklan serta pengadaannya tidak melalui kontrak dengan pihak luar termasuk jasa yang tidak dikenakan PPN.

j. Jasa di bidang angkutan umum di darat dan di air.

Jasa angkutan umum di darat dan di air yang tidak dikenakan PPN adalah:

1. Angkutan umum di darat

Atas penyerahan jasa angkutan umum di darat tidak dikenakan PPN. Penyerahan jasa angkutan umum di darat adalah penyerahan jasa angkutan umum di jalan dengan menggunakan kendaraan angkutan umum.

2. Angkutan umum kereta api

Atas penyerahan jasa angkutan umum di darat tidak dikenakan PPN. Penyerahan jasa angkutan umum di darat adalah termasuk penyerahan jasa angkutan kereta api. Tidak termasuk dalam pengertian jasa angkutan umum Kereta Api adalah dalam hal jasa angkutan menggunakan Kereta Api yang disewa atau yang dicarter.

3. Angkutan umum di air

Kapal adalah kendaraan air dengan bentuk dan jenis apapun yang digerakkan dengan tenaga mekanik, tenaga angin, atau ditunda, termasuk kendaraan yang berdaya dukung dinamis, kendaraan di bawah permukaan air, serta alat apung dan bangunan terapung yang tidak berpindah-pindah. Jasa angkutan umum di air dapat terjadi

Universitas Indonesia pada angkutan umum di laut dan angkutan umum di sungai dan danau.

Jasa angkutan umum di laut adalah setiap kegiatan pemindahan orang dan/atau barang dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan kapal, yang dilakukan oleh pengusaha angkutan laut dalam satu perjalanan atau lebih dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain dengan dipungut bayaran. Atas penyerahan jasa angkutan umum di air tidak dikenakan PPN. Penyerahan jasa angkutan umum di air adalah penyerahan jasa angkutan umum di laut, sungai dan danau, serta penyebrangan.

k. Jasa di bidang tenaga kerja.

Jasa di bidang tenaga kerja dapat dibedakan menjadi :

1. Jasa tenaga kerja

Jasa tenaga kerja adalah jasa yang diberikan oleh perseorangan kepada pemakai jasa dalam bentuk tenaga kerja. Perseorangan atau pemberi jasa bertanggung jawab langsung kepada pemakai jasa atas jasa tenaga kerja yang diserahkan. Atas penyerahan jasa tenaga kerja tersebut, pemberi jasa memperoleh imbalan dalam bentuk upah, gaji, honorarium dan sejenisnya, tidak dikenakan PPN.

2. Jasa Penyedia Tenaga Kerja

Jasa penyedia tenaga kerja adalah jasa yang diberikan oleh perusahaan apabila pengusaha hanya semata-mata menyerahkan jasa tenaga kerja. Penyediaan tenaga kerja yang dimaksud tidak terkait dengan pemberian jasa lainnya, seperti jasa pengurusan, perusahaan, manajemen, konsultasi, bongkar muat, dan lain-lain. Pengusaha penyedia tenaga kerja hanya memperoleh pembayaran karena

Universitas Indonesia jasanya menyediakan tenaga kerja, pengusaha penyedia tenaga kerja tidak bertanggung jawab atas hasil dari kerja tenaga kerja tersebut, dan tenaga kerjalah yang bertanggung jawab langsung kepada pemberi kerja, atas penyerahan jasa penyedia tenaga kerja tidak dikenakan PPN.

l. Jasa di bidang perhotelan.

Jasa perhotelan yang tidak dikenakan PPN, antara lain: 1. Jasa spa

Jasa spa dalam rangka kegiatan hotel tidak dikenakan PPN,

sepanjang merupakan pelayanan yang disediakan khusus untuk tamu hotel.

2. Jasa katering

Berdasarkan PP No.144 tahun 2000, makanan dan minuman yang disajikan di hotel yang dikonsumsi di tempat atau tidak di tempat tidak dikenakan PPN termasuk yang diserahkan oleh jasa boga atau katering.

3. Jasa persewaan ruangan

Jasa persewaan ruangan untuk kegiatan acara atau pertemuan di hotel tidak dikenakan PPN (PP No.144 tahun 2000).

4. Jasa telekomunikasi

Penghasilan yang diterima hotel dari penyerahan jasa telekomunikasi (telepon, faksimili, dan internet) kepada tamu hotel yang menginap, sebagai fasilitas yang terkait dengan kegiatan perhotelan tidak terutang PPN (Surat Dirjen Pajak No.S-187/PJ.53/2004, tanggal 2 April 2004).

Universitas Indonesia

m. Jasa yang disediakan oleh Pemerintah dalam rangka menjalankan

pemerintahan secara umum.

Jasa yang disediakan oleh pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum adalah semua jenis jasa yang berasal dari semua kegiatan pelayanan yang hanya bisa dilakukan oleh Instansi Pemerintah melalui departemen dan lembaga non departemen dan tidak dapat dilakukan oleh bentuk usaha lainnya, tidak dikenakan PPN, tetapi apabila jasa yang disediakan Instansi Pemerintah tersebut juga dapat dilakukan oleh bentuk usaha lain, maka jasa tersebut dikenakan PPN, sepanjang tidak termasuk jasa yang tidak dikenakan atau dibebankan dari pengenaan PPN sesuai ketentuan yang berlaku.

n. Jasa penyediaan tempat parkir

Pengertian jasa penyediaan tempat parkir yaitu jasa penyediaan tempat parkir yang dilakukan oleh pemilik tempat parker dan/atau pengusaha kepada pengguna tempat parkir dengan dipungut bayaran.

o. Jasa telepon umum dengan menggunakan uang logam.

p. Jasa pengiriman uang dengan wesel pos.

q. Jasa boga atau catering.

r. Jasa pelabuhan kapal pelayaran internasional

Jasa pelabuhan kapal pelayaran internasional yang tidak dikenakan PPN:

1. Jasa pelayaran kapal. Seperti: jasa labuh, jasa tambat, jasa pandu, jasa tunda, dan jasa telepon kapal.

2. Jasa pelayanan barang yang terdiri dari jasa penumpukan dan jasa

dermaga.

Universitas Indonesia

3. Jasa pelayanan alat-alat yang terdiri dari jasa kran darat, jasa kran

apung, jasa forklift, jasa head truck, jasa chasis, jasa tongkang, jasa

BKMP (Kapal Motor penggandeng tipe B), jasa towing tractor,

jasa timbangan, dan jasa pemadam kebakaran.

4. Jasa pelayanan terminal, yang terdiri dari: steverdoring,

cargodoring, receiving, deliver, dan overbrengen.

5. Jasa pelayanan peti kemas, yang terdiri dari jasa bongkar muat, jasa

gerakan container, jasa penumpukan, dan jasa mekanis.

6. Jasa pelayanan rupa-rupa, seperti: pas pelabuhan, retribusi

kendaraan, dan telepon extension.

s. Jasa perdagangan

Jasa perdagangan yang tidak dikenakan PPN adalah kegiatan jasa dalam berbagai kegiatan ini, diantaranya:

1. Pengusaha jasa perdagangan dan pembeli barang berada di

dalam Daerah Pabean, sedangkan penjual barang selaku penerima jasa perdagangan berada di luar Daerah Pabean, sepanjang penjual barang tersebut tidak mempunyai BUT di Indonesia dan pembayaran jasa tersebut dilakukan secara langsung oleh penjual barang tersebut kepada pengusaha jasa perdagangan. Pengusaha jasa perdagangan dan penjual barang berada di dalam Daerah Pabean, sedangkan pembeli barang, selaku penerima jasa perdagangan berada di luar daerah Pabean, sepanjang pembeli barang tersebut tidak mempunyai BUT di Indonesia dan pembayaran jasa tersebut dilakukan secara langsung oleh pembeli barang tersebut kepada pengusaha jasa perdagangan.

Universitas Indonesia

2. Pengusaha jasa perdagangan dan penjual barang, selaku

penerima jasa perdagangan berada di luar Derah Pabean, sedangkan pembeli barang berada di dalam Daerah Pabean.

3. Pengusaha jasa perdagangan dan pembeli, selaku penerima jasa

perdagangan berada di luar Daerah Pabean, sedangkan penjual barang berada di dalam Daerah Pabean.

Dokumen terkait