• Tidak ada hasil yang ditemukan

OBLIGASI SUBORDINASI (lanjutan) SUBORDINATED BONDS (continued)

Obligasi II BII Finance Tahun 2013 dengan Tingkat Bunga Tetap

25. OBLIGASI SUBORDINASI (lanjutan) SUBORDINATED BONDS (continued)

Jangka w aktu Suku bunga (bulan)/ per tahun/

Wali amanat/ Peringkat/ Jatuh tempo/ Tenor Interest rate Jumlah/

Trustee*) Rating M aturity (in months) per annum Total

Rupiah Rupiah

Pihak berelasi (Catatan 43) Related parties (Note 43)

Obligasi Subordinasi I PT Bank Mandiri 19 Mei/ Subordinated Bonds I Bank BII

Bank BII Tahun 2011 (Persero) Tbk idAA+ (Pefindo) May 19, 2018 84 10,75% 309.500 Year 2011

Obligasi Subordinasi

Berkelanjutan II PT Bank Mandiri 8 Juli/ Shelf Subordinated Bonds II Bank BII

Bank BII Tahap I Tahun 2014 (Persero) Tbk idAA (Pefindo) July 8, 2021 84 11,35% 1.280.000 Tranche I Year 2014

Sub-jumlah nominal - Pihak berelasi 1.589.500 Sub-total nominal amount - Related parties

Dikurangi: Beban emisi

obligasi yang belum Less: Unamortized bonds'

diamortisasi (6.107) issuance cost

Sub-jumlah nilai tercatat - Pihak berelasi 1.583.393 Sub-total carrying amount - Related parties

Pihak ketiga Third parties

Obligasi Subordinasi I PT Bank Mandiri 19 Mei/ Subordinated Bonds I Bank BII

Bank BII Tahun 2011 (Persero) Tbk idAA+ (Pefindo) May 19, 2018 84 10,75% 1.190.500 Year 2011

Obligasi Subordinasi

Berkelanjutan I PT Bank Mandiri 6 Desember/ Shelf Subordinated Bonds I Bank BII

Bank BII Tahap I Tahun 2011 (Persero) Tbk idAA+ (Pefindo) December 6, 2018 84 10,00% 500.000 Tranche I Year 2011

Obligasi Subordinasi

Berkelanjutan I PT Bank Mandiri 31 Oktober/ Shelf Subordinated Bonds I Bank BII

Bank BII Tahap II Tahun 2012 (Persero) Tbk idAA+ (Pefindo) October 31, 2019 84 9,25% 1.000.000 Tranche II Year 2012

Obligasi Subordinasi

Berkelanjutan II PT Bank Mandiri 8 Juli/ Shelf Subordinated Bonds II Bank BII

Bank BII Tahap I Tahun 2014 (Persero) Tbk idAA (Pefindo) July 8, 2021 84 11,35% 220.000 Tranche I Year 2014

Sub-jumlah nominal - Pihak ketiga 2.910.500 Sub-total nominal amount - Third parties

Dikurangi: Beban emisi

obligasi yang belum Less: Unamortized bonds'

diamortisasi (6.925) issuance cost

Sub-jumlah nilai tercatat - Pihak ketiga 2.903.575 Sub-total carrying amount - Third parties

Jumlah nilai tercatat 4.486.968 Total carrying amount

31 Desember/December 31, 2015 (Diaudit/Audited )

*) Pihak ketiga/Third party

a. Obligasi Subordinasi I Bank BII Tahun 2011 a. Subordinated Bonds I Bank BII Year 2011

Pada tanggal 19 Mei 2011, Bank menerbitkan Obligasi Subordinasi I Bank BII Tahun 2011 dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,75% per tahun dengan nilai nominal sebesar Rp1.500.000.

On May 19, 2011, the Bank issued

Subordinated Bonds I Bank BII Year 2011 that bears fixed interest rate at 10.75% per annum with a nominal value of Rp1,500,000.

Bunga obligasi subordinasi dibayarkan setiap

triwulan. Pembayaran bunga obligasi

subordinasi pertama telah dilakukan pada

tanggal 19 Agustus 2011, sedangkan

pembayaran bunga obligasi subordinasi

terakhir sekaligus jatuh tempo akan dilakukan pada saat jatuh tempo obligasi subordinasi pada tanggal 19 Mei 2018.

The interest of the subordinated bonds is paid on a quarterly basis. The first interest payment was fully paid on August 19, 2011, while the last payment of subordinated bonds interest and due date of the subordinated bonds will be

paid on maturity date, which is on

May 19, 2018.

Per tanggal 30 Juni 2016 dan 31 Desember 2015, peringkat obligasi subordinasi adalah “idAA+” dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (“Pefindo”), dan “AA(idn)” dari PT Fitch Ratings Indonesia (“Fitch”).

As of June 30, 2016 and December 31, 2015,, the rating of the subordinated bonds is “idAA+”

from PT Pemeringkat Efek Indonesia

(“Pefindo”) and “AA(idn)” from PT Fitch Ratings Indonesia (“Fitch”).

195

25. OBLIGASI SUBORDINASI (lanjutan) 25. SUBORDINATED BONDS (continued)

a. Obligasi Subordinasi I Bank BII Tahun 2011 (lanjutan)

a. Subordinated Bonds I Bank BII Year 2011 (continued)

Untuk keperluan perhitungan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM), obligasi subordinasi di atas diperhitungkan sebagai modal pelengkap setelah Bank menerima

surat persetujuan dari Bank Indonesia

No. 13/99/DPB2/TPB2-5 tanggal 23 Juni 2011.

For the purpose of calculating the Capital Adequacy Ratio (CAR), the subordinated bonds are included as supplementary capital after the Bank receives approval letter from Bank Indonesia No. 13/99/DPB2/TPB2-5 dated June 23, 2011.

b. Obligasi Subordinasi Berkelanjutan Bank Maybank Indonesia

b. Shelf Subordinated Bonds Bank Maybank Indonesia

Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank BII Tahap I Tahun 2011

Shelf Subordinated Bonds I Bank BII Tranche I Year 2011

Pada tanggal 6 Desember 2011, Bank

menerbitkan Obligasi Subordinasi

Berkelanjutan I Bank BII Tahap I Tahun 2011 sebesar Rp500.000 dengan tingkat bunga tetap 10,00% per tahun, berjangka waktu 7 (tujuh) tahun sejak Tanggal Emisi.

On December 6, 2011, the Bank issued Shelf Subordinated Bonds I Bank BII Tranche I Year 2011 amounting to Rp500,000 bearing fixed interest rate at 10.00% per annum, with 7 (seven) years tenor since Issuance Date.

Bunga obligasi subordinasi dibayarkan setiap

3 (tiga) bulan sesuai dengan tanggal

pembayaran bunga obligasi subordinasi.

Pembayaran bunga obligasi subordinasi

pertama telah dilakukan pada tanggal

6 Maret 2012, sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo pokok

obligasi akan dilakukan pada tanggal

6 Desember 2018.

The interest of the subordinated bonds is paid on quarterly basis based on interest payment date of the subordinated bonds. The first interest payment of subordinated bonds were fully paid on March 6, 2012, while the last interest payment, which will be made on maturity is on December 6, 2018.

Per tanggal 30 Juni 2016 dan 31 Desember 2015, peringkat obligasi subordinasi adalah “idAA+” dari PT Pemeringkat Efek Indonesia

(“Pefindo”) dan “AA(idn)” dari

PT Fitch Ratings Indonesia (“Fitch”).

As of June 30, 2016 and December 31, 2015, rating of the subordinated bonds is “idAA+”

from PT Pemeringkat Efek Indonesia

(“Pefindo”) and “AA(idn)” from PT Fitch Ratings Indonesia (“Fitch”).

Untuk keperluan perhitungan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM), obligasi subordinasi di atas diperhitungkan sebagai modal pelengkap setelah Bank menerima surat

persetujuan dari Bank Indonesia

No. 14/3/DPB2/TPB2-5 tanggal

31 Januari 2012.

For the purpose of Capital Adequacy Ratio (CAR) calculation, the subordinated bonds have been included as supplementary capital after the Bank receives approval letter from Bank Indonesia No. 14/3/DPB2/TPB2-5 dated January 31, 2012.

25. OBLIGASI SUBORDINASI (lanjutan) 25. SUBORDINATED BONDS (continued)

b. Obligasi Subordinasi Berkelanjutan Bank Maybank Indonesia (lanjutan)

b. Shelf Subordinated Bonds Bank Maybank Indonesia (continued)

Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank BII Tahap II Tahun 2012

Shelf Subordinated Bonds I Bank BII Tranche II Year 2012

Pada tanggal 31 Oktober 2012, Bank

menerbitkan Obligasi Subordinasi

Berkelanjutan I Bank BII Tahap II Tahun 2012 sebesar Rp1.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,25% per tahun, berjangka waktu 7 (tujuh) tahun sejak Tanggal Emisi.

On October 31, 2012, the Bank issued Shelf Subordinated Bonds I Bank BII Tranche II Year 2012 amounting to Rp1,000,000 bearing fixed interest rate at 9.25% per annum, with 7 (seven) years tenor since Issuance Date.

Bunga obligasi subordinasi dibayarkan setiap

3 (tiga) bulan sesuai dengan tanggal

pembayaran bunga obligasi subordinasi.

Pembayaran bunga obligasi subordinasi

pertama telah dilakukan pada tanggal

31 Januari 2013, sedangkan pembayaran bunga obligasi subordinasi terakhir sekaligus jatuh tempo pokok obligasi subordinasi akan dilakukan pada tanggal 31 Oktober 2019.

The interest of the subordinated bonds will be paid on quarterly basis based on interest payment date of the subordinated bonds. The first interest payment of the subordinated bonds was made on January 31, 2013, while the last interest payment of the subordinated bonds and due date will be made on October 31, 2019.

Per tanggal 30 Juni 2016 dan 31 Desember 2015, peringkat yang diberikan untuk obligasi subordinasi adalah “idAA+” dari Pefindo dan “AA(idn)” dari Fitch.

As of June 30, 2016 and December 31, 2015, rating assigned for the subordinated bonds is “idAA+” from Pefindo and “AA(idn)” from Fitch. Untuk keperluan perhitungan rasio Kewajiban

Penyediaan Modal Minimum (KPMM), obligasi subordinasi di atas diperhitungkan sebagai modal pelengkap setelah Bank menerima

surat persetujuan dari Bank Indonesia

No. 14/119/DPB2/PB2-5 tanggal

4 Desember 2012.

For the purpose of Capital Adequacy Ratio (CAR) calculation, the subordinated bonds have been included as supplementary capital after the Bank received approval letter from Bank Indonesia No. 14/119/DPB2/PB2-5 dated December 4, 2012.

Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank BII Tahap I Tahun 2014

Shelf Subordinated Bonds II Bank BII Tranche I Year 2014

Pada tanggal 8 Juli 2014, Bank menerbitkan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank BII Tahap I Tahun 2014 sebesar Rp1.500.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 11,35% per tahun, berjangka waktu 7 (tujuh) tahun sejak Tanggal Emisi.

On July 8, 2014, the Bank issued Shelf Subordinated Bonds II Bank BII Tranche I Year 2014 amounting to Rp1,500,000 bearing fixed interest rate at 11.35% per annum, with 7 (seven) years tenor since Issuance Date.

Bunga obligasi subordinasi dibayarkan setiap

3 (tiga) bulan sesuai dengan tanggal

pembayaran bunga obligasi subordinasi.

Pembayaran bunga obligasi subordinasi

pertama telah dilakukan pada tanggal

8 Oktober 2014, sedangkan pembayaran bunga obligasi subordinasi terakhir sekaligus jatuh tempo pokok obligasi subordinasi akan dilakukan pada tanggal 8 Juli 2021.

The interest of the subordinated bonds will be paid on quarterly basis based on interest payment date of the subordinated bonds. The first interest payment of the subordinated bonds was made on October 8, 2014, while the last interest payment of the subordinated bonds and due date will be made on July 8, 2021.

197

25. OBLIGASI SUBORDINASI (lanjutan) 25. SUBORDINATED BONDS (continued)

b. Obligasi Subordinasi Berkelanjutan Bank Maybank Indonesia (lanjutan)

b. Shelf Subordinated Bonds Bank Maybank Indonesia (continued)

Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank BII Tahap I Tahun 2014 (lanjutan)

Shelf Subordinated Bonds II Bank BII Tranche I Year 2014 (continued)

Pada saat penerbitan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank BII Tahap I Tahun 2014 dengan mengacu kepada ketentuan PBI No. 15/12/PBI/2013 Pasal 19 (1) c tanggal 12 Desember 2013, tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Bank Umum, maka obligasi subordinasi diterbitkan dengan memiliki fitur mekanisme write down. Sehubungan dengan adanya fitur mekanisme write down tersebut, maka dalam hal telah terjadi Peristiwa Terganggu Kelangsungan Usaha sebagaimana ditetapkan oleh OJK, Bank secara tidak dapat ditarik kembali, tanpa

memerlukan persetujuan dari pemegang

obligasi subordinasi atau tanpa memanggil Rapat Umum Pemegang Obligasi Subordinasi (RUPOS), akan melakukan write down.

At the issuance of Shelf Subordinated Bonds II Bank BII Tranche I Year 2014 with reference to with PBI No 15/12/PBI/2013 Article 19 (1) c dated December 12, 2013 on Commercial Bank Capital Adequacy Ratio (CAR), the subordinated bond was issued with write down mechanism feature. In relation to that write down mechanism feature, if there is any Non Viability Event as stipulated by FSA, the Bank irrevocably, without approval from the

subordinated bond holders or calling

Subordinated Bond Holders General Meeting (RUPOS), will conduct write down.

Walaupun Bank akan senantiasa menjaga kelangsungan usahanya, namun di masa yang akan datang Bank dapat dinyatakan terganggu kelangsungan usahanya oleh OJK, dimana kondisi ini akan mengharuskan Bank untuk

melakukan write down atas obligasi

subordinasi yang telah diterbitkan.

Although the Bank will always maintain its viability, in the future the Bank may be stated as non viable by FSA, in which the Bank has to conduct write down of subordinated bonds issued.

Untuk keperluan perhitungan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM), obligasi subordinasi di atas diperhitungkan sebagai modal pelengkap setelah Bank menerima

surat persetujuan dari Bank Indonesia

No. S-87/PB.32/2014 tanggal

11 September 2014.

For the purpose of Capital Adequacy Ratio (CAR) calculation, the subordinated bonds have been included as supplementary capital after the Bank received approval letter from Bank Indonesia No. S-87/PB.32/2014 dated September 11, 2014.

Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank Maybank Indonesia Tahap II Tahun 2016

Shelf Subordinated Bonds II Bank Maybank Indonesia Tranche II Year 2016

Pada tanggal 10 Juni 2016, Bank menerbitkan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank Maybank Indonesia Tahap II Tahun 2016 sebesar Rp800.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,625% per tahun, berjangka waktu 7 (tujuh) tahun sejak Tanggal Emisi.

On June 10, 2016, the Bank issued Shelf

Subordinated Bonds II Bank Maybank

Indonesia Tranche II Year 2016 amounting to Rp800,000 bearing fixed interest rate at 9.625% per annum, with 7 (seven) years tenor since Issuance Date.

25. OBLIGASI SUBORDINASI (lanjutan) 25. SUBORDINATED BONDS (continued)

b. Obligasi Subordinasi Berkelanjutan Bank Maybank Indonesia (lanjutan)

b. Shelf Subordinated Bonds Bank Maybank Indonesia (continued)

Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank Maybank Indonesia Tahap II Tahun 2016 (lanjutan)

Shelf Subordinated Bonds II Bank Maybank Indonesia Tranche II Year 2016 (continued)

Bunga obligasi subordinasi dibayarkan setiap

3 (tiga) bulan sesuai dengan tanggal

pembayaran bunga obligasi subordinasi.

Pembayaran bunga obligasi subordinasi

pertama akan dilakukan pada tanggal

10 September 2016, sedangkan pembayaran bunga obligasi subordinasi terakhir sekaligus jatuh tempo pokok obligasi subordinasi akan dilakukan pada tanggal 10 Juni 2023.

The interest of the subordinated bonds will be paid on quarterly basis based on interest payment date of the subordinated bonds. The first interest payment of the subordinated bonds will be made on September 10, 2016, while the last interest payment of the subordinated bonds and due date will be made on June 10, 2023.

Pada saat penerbitan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank Maybank Indonesia Tahap II Tahun 2016 dengan mengacu kepada ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 11/POJK.03/ 2016 Pasal 19 (1) c tanggal 29 Januari 2016, tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Bank Umum, maka obligasi subordinasi diterbitkan dengan memiliki fitur mekanisme write down. Sehubungan dengan adanya fitur mekanisme write down tersebut, maka dalam hal telah terjadi Peristiwa Terganggu Kelangsungan Usaha sebagaimana ditetapkan oleh OJK, Bank secara tidak dapat ditarik kembali, tanpa

memerlukan persetujuan dari pemegang

obligasi subordinasi atau tanpa memanggil Rapat Umum Pemegang Obligasi Subordinasi (RUPOS), akan melakukan write down.

At the issuance of Shelf Subordinated Bonds II Bank Maybank Indonesia Tranche II Year

2016 with reference to POJK No.

11/POJK.03/2016 Article 19 (1) c dated January 29, 2016 on Commercial Bank‟s

Capital Adequacy Ratio (CAR), the

subordinated bonds was issued with write down mechanism feature. In relation to that write down mechanism feature, if there is any Non Viability Event as stipulated by FSA, the Bank irrevocably, without approval from the

subordinated bonds holders or calling

Subordinated Bonds Holders General Meeting (RUPOS), will conduct write down.

Walaupun Bank akan senantiasa menjaga kelangsungan usahanya, namun di masa yang akan datang Bank dapat dinyatakan terganggu kelangsungan usahanya oleh OJK, dimana kondisi ini akan mengharuskan Bank untuk

melakukan write down atas obligasi

subordinasi yang telah diterbitkan.

Al Although the Bank will always maintain its viability, in the future the Bank may be stated as non viable by FSA, in which the Bank has to conduct write down of subordinated bonds issued.

Per tanggal 30 Juni 2016 dan 31 Desember 2015, peringkat yang diberikan untuk obligasi subordinasi adalah “idAA” dari Pefindo dan “AA(idn)” dari Fitch.

As of June 30, 2016 and December 31, 2015, rating assigned for the subordinated bonds is “idAA” from Pefindo and “AA(idn)” from Fitch.

Obligasi-obligasi subordinasi tersebut tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan Bank baik

barang bergerak maupun barang tidak

bergerak sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1131 dan 1132 Kitab Undang-undang Hukum Perdata.

The subordinated bonds are not guaranteed with specific guarantee, but guaranteed with all assets of the Bank, whether present or future fixed or non-fixed assets in accordance with the provisions of Article 1131 and 1132 of the Civil Laws.