BAB V HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Penelitian
1. Observasi Pendahuluan
Observasi pendahuluan dilaksanakan pada hari Selasa, 30 Oktober 2012 di kelas XI IPS 1 SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu dengan guru mitra Bapak Drs. Al.Candra Widyantara yang merupakan guru bidang studi Akuntansi. Jumlah siswa kelas XI IPS 1 adalah 37 siswa, yang terdiri dari 19 laki-laki dan 18 perempuan. Ada tiga observasi yang dilakukan pada observasi pendahuluan ini, yaitu:
a. Observasi guru (observing teacher)
Kegiatan guru mitra selama proses pembelajaran tampak dalam catatan anekdotal hasil observasi kegiatan guru. Pada awal kegiatan pembelajaran, guru memeriksa apakah siswa sudah lengkap dan siap mengikuti pelajaran. Kemudian guru melakukan apersepsi tetapi tidak menjelaskan standar kompetensi yang ingin dicapai dan rencana kegiatannya. Sebelum mengajak siswa mempelajari dan membahas materi baru tentang jurnal umum, guru melakukan flash back atau mengingat kembali dan mengaitkan materi sebelumnya dengan materi jurnal umum yang akan dipelajari serta meminta siswa bertanya jika masih ada yang kurang jelas dan belum dipahami dalam materi sebelumnya. Dalam penyampaian materinya, guru tidak menggunakan media elektronik (laptop, viewer, dan lain-lain) tetapi guru lebih tertarik melakukan pendekatan individual kepada siswa.
Pada kegiatan inti pembelajaran, guru menjelaskan materi pembelajaran dengan metode ceramah. Dalam proses pembelajaran akuntansi, setiap siswa sudah dibekali dengan buku paket dari sekolah sehingga guru hanya mencatatkan hal-hal penting dan garis besar mengenai materi yang dibahas di papan tulis. Dalam menjelaskan materi pembelajaran, sesekali guru melemparkan beberapa pertanyaan untuk merangsang pengetahuan siswa tetapi hanya beberapa siswa yang aktif menjawab. Kondisi ini menunjukkan bahwa siswa kurang termotivasi untuk mengikuti pembelajaran dan terlihat bosan dengan
metode pembelajaran yang digunakan. Untuk mengatasi itu, dalam sela-sela penjelasan materi ajar guru juga sesekali memberikan banyolan atau candaan kepada siswanya.
Setelah selesai menjelaskan materi tentang jurnal umum, guru memberikan latihan soal kepada siswa. Guru memberikan waktu selama kurang lebih 30 menit untuk mengerjakan latihan soal tersebut. Dalam proses pengerjaan latihan soal guru berkeliling di dalam kelas sambil mengamati siswa mengerjakan latihan soal. Kondisi kelas menjadi kurang kondusif karena banyak siswa yang ribut, berjalan-jalan di kelas, dan lain sebagainya, tetapi hal ini masih mampu dikontrol oleh guru.
Saat mengoreksi latihan soal, guru secara urut memanggil siswa menurut tempat duduknya dan menyuruh siswa tersebut membacakan soal serta jawabannya. Dalam hal ini guru menjelaskan secara rinci antara soal dan jawabannya. Jika ada jawaban siswa yang salah maka guru langsung melakukan koreksi. Secara keseluruhan masih banyak siswa yang kurang aktif bertanya dan menjawab pertanyaan dari guru sehingga dalam proses pengerjaan latihan soalnya masih ada yang tidak selesai. Pada akhir jam pelajaran guru memberikan salam tetapi tidak memberikan refleksi kepada siswa.
Berikut ini disajikan rangkuman awal observasi terhadap perilaku dan aktivitas guru selama proses belajar mengajar berlangsung:
Tabel 5.1
Hasil Observasi Terhadap Aktivitas Guru Sebelum Penerapan Metode Teams-Games-Tournaments
NO ASPEK YANG DIAMATI SKOR
I 1. 2. II 1. 2. III A. 1. 2. 3. 4. B. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. PRA PEMBELAJARAN
Memeriksa kesiapan ruang, alat pembelajaran dan media
Memeriksa kesiapan siswa
MEMBUKA PEMBELAJARAN Melakukan kegiatan apersepsi
Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan rencana kegiatannya
KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN Penguasaan materi pelajaran
Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan
Menyampaikan materi sesuai dengan hierarki belajar
Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan Pendekatan/ strategi pembelajaran
Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai
Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa Melaksanakan pembelajaran secara runtut Melaksanakan pembelajaran yang terkoordinasi Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual
Mengakomodasi adanya keragaman budaya Nusantara
Melaksanakan pembelajaran yang
1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5
8. C. 1. 2. 3. 4. D. 1. 2. 3. 4. 5. 6. E. 1. 2. F. 1. 2. 3. 4. G. 1. 2. 3. IV A. 1.
memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan waktu yang telah dialokasikan
Pemanfaatan media pembelajaran/ sumber belajar
Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan media
Menghasilkan pesan yang menarik
Menggunakan media secara efektif dan efisien Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa
Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran
Merespons positif partisipasi siswa
Memfasilitasi terjadinya interaksi guru-siswa dan siswa-siswa
Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons siswa
Menunjukkan hubungan antarpribadi yang kondusif
Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa dalam belajar
Kemampuan khusus dalam pembelajaran bidang studi
Menumbuhkan sikap ekonomis Menumbuhkan sikap produktif Penilaian proses dan hasil belajar Melakukan penilaian awal
Memantau kemajuan belajar
Memberikan tugas sesuai dengan kompetensi Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi
Penggunaan bahasa
Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar
Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai PENUTUP
Refleksi dan rangkuman pembelajaran Melakukan refleksi pembelajaran dengan
1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5 1 2 4 5
2. B. 1.
2.
melibatkan siswa
Menyusun rangkuman dengan melibatkan siswa Pelaksanaan tindak lanjut
Memberikan arahan, tindakan, atau tugas sebagai bagian remedi
Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai bagian pengayaan
1 2 4 5 1 2 4 5
1 2 4 5 1 2 4 5
Selain melakukan observasi terhadap aktivitas guru mitra di kelas, peneliti juga melakukan wawancara terhadap guru. Dari hasil wawancara diketahui bahwa selama ini guru cenderung menggunakan metode ceramah, diskusi, latihan soal, dan pendekatan personal terhadap siswa. Guru selama ini jarang sekali menggunakan metode-metode pembelajaran dengan memanfaatkan media elektronik dan yang lainnya karena alasan keterbatasan waktu dan guru juga belum begitu yakin implikasi jika menggunakan media pembelajaran lain apakah siswa menjadi lebih memahami materi pelajaran atau tidak. Maka dari itu, guru lebih senang dengan metode ceramah dan pendekatan personal terhadap siswa karena metode ini dianggap metode yang paling efektif dan guru dapat lebih cepat menyelesaikan materi pembelajarannya. Pola pengajaran yang diterapkan guru adalah guru menjelaskan materi pembelajaran kemudian guru memberi latihan soal kepada siswa. Pemberian latihan soal dimaksudkan untuk menguji daya serap siswa terhadap materi yang telah dibahas. Dalam pengerjaan latihan soal tersebut, guru mendampingi atau mengawasi
siswa secara individu sehingga siswa yang masih belum memahami materi pembelajaran dapat bertanya langsung kepada guru.
b. Observasi siswa (observing student)
Perilaku siswa selama proses pembelajaran terangkum dalam catatan anekdotal hasil observasi kegiatan siswa. Saat guru masuk ke dalam kelas sebagian besar siswa sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti pelajaran, tetapi ada juga yang masih di luar kelas dengan alasan ke toilet. Tidak ada siswa yang terlihat bermain handphone karena sudah ada tempat atau yang khusus untuk menyimpan handphone selama proses kegiatan belajar mengajar di kelas. Setiap siswa mempunyai buku paket akuntansi karena sudah disediakan oleh sekolah. Ketika guru menjelaskan materi jurnal umum siswa mendengarkan dengan seksama. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tetapi hanya beberapa siswa saja yang aktif bertanya. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum mempunyai keberanian untuk bertanya atau karena siswa belum begitu mengerti dan paham tentang materi yang diajarkan. Pada saat guru menjelaskan hanya beberapa siswa yang mencatat hal-hal penting dalam materi jurnal umum yang diajarkan, sedangkan siswa yang lain masih banyak yang terlihat pasif.
Ketika guru memberikan latihan soal ada beberapa siswa yang kurang serius mengerjakan dan lebih memilih untuk jalan-jalan di
kelas atau ngobrol dengan teman yang lainnya. Guru Siswa yang masih bingung atau kurang paham tentang latihan soal materi jurnal umum langsung bertanya pada guru yang saat itu juga berkeliling mengamati siswanya mengerjakan latihan soal.
Hingga waktu yang telah ditentukan guru dan siswa membahas latihan soal. Siswa diberi giliran secara berurutan oleh guru menurut tempat duduknya untuk membaca soal dan menjawabnya. Sebagian besar siswa dapat menjawab latihan soal yang diberikan walaupun banyak juga yang masih keliru, terutama siswa-siswa yang duduk di belakang. Hal ini disebabkan mereka lebih asyik ngobrol dengan teman yang lainnya sehingga tidak mampu menyelesaikan latihan soal yang diberikan.
Dalam hal ini guru selalu berupaya membuat suasana kelas menjadi menyenangkan untuk siswanya, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa kadang siswa merasa jenuh dan bosan dengan metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Dari rangkaian kegiatan siswa tersebut, dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 5.2
Hasil Observasi Terhadap Aktivitas Siswa
No Aspek yang diamati Ya Tidak Keterangan 1 Siswa siap mengikuti
proses pembelajaran
√ 80% siswa siap
mengikuti proses pembelajaran, sekitar 20% siswa tidak siap mengikuti pembelajaran 2 Siswa memperhatikan
penjelasan guru
√ Ada beberapa siswa
(30%) yang tidak memperhatikan penjelasan dari guru 3 Siswa menanggapi
pembahasan pelajaran
√ Dilakukan oleh siswa-siswa tertentu saja (20%)
4 Siswa mencatat hal-hal penting
√ Tidak semua siswa mencatat hal-hal penting, hanya sekitar 40% yang terlihat mencatat hal-hal penting
5 Siswa mengerjakan tugas dengan baik
√ Ada yang serius mengerjakan (20%), ada yang
mengerjakan sambil mengobrol dan bercanda (65%), ada pula yang tidak mengerjakan (15%)
c. Observasi kelas
Secara fisik ruang kelas XI IPS 1 sangat memadai untuk kegiatan belajar mengajar. Di dalam kelas ada beberapa fasilitas yang disediakan, antara lain viewer, black board, kipas angin, meja dan kursi guru, meja dan kursi siswa, dan papan absensi. Selain itu, di meja guru disediakan buku kemajuan kelas yang digunakan untuk mencatat kamajuan siswa dalam pembelajaran dan juga buku presensi siswa.
Ruang kelas XI IPS 1 berada di lantai satu dengan kelas yang bersih dan memadai untuk belajar 37 orang siswa. Kelas memiliki beberapa jendela kaca sehingga pencahayaan menjadi sangat baik dan sirkulasi udara juga sangat baik. Lingkungan kelas sudah cukup kondusif untuk kegiatan belajar mengajar. Ada sedikit masalah yaitu letak sekolah dan kelas yang dekat dengan perlintasan kereta api.
Ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung dan ketika itu juga kereta api lewat, maka suaranya akan terdengar sampai ke dalam kelas dan itu mengganggu. Suasana kelas dari awal hingga akhir pembelajaran sudah cukup kondusif. Secara umum dapat dikatakan bahwa sebagian besar siswa merasa nyaman belajar di kelas tersebut.
Berdasarkan hasil observasi pada guru, perilaku siswa dan suasana kelas dapat disimpulkan bahwa selama pembelajaran berlangsung guru cenderung menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan latihan soal. Peneliti menduga bahwa guru menggunakan metode tersebut karena praktis, menghemat waktu dan dapat leluasa untuk mempercepat atau memperlambat pembahasan materi. Selain itu guru beranggapan bahwa dengan menggunakan pendekatan personal terhadap siswa guru akan lebih mudah untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa yang satu dengan yang lainnya. Akan tetapi, kurangnya variasi pembelajaran membuat siswa cenderung jenuh dan bosan. Untuk menutupi hal tersebut siswa lebih memilih melakukan kegiatan lain, seperti bercanda dengan teman yang lain, membuat keributan yang menciptakan suasana kelas yang gaduh sehingga mengganggu teman yang lainnya dan membuat konsentrasi menjadi terpecah. Hal ini menghambat proses belajar dan membuat suasana kelas menjadi tidak kondusif. Pada saat latihan soal, jika ada yang kurang dimengerti guru mempersilahkan siswa untuk bertanya
atau berdiskusi dengan teman satu bangku. Hal ini bertujuan agar siswa lebih mudah memahami dalam pengerjaan soal.
Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa permasalahan pembelajaran yang terjadi adalah rendahnya pemahaman serta keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Hal ini disebabkan kurang aktifnya siswa dalam merespon pembahasan dari guru, baik dalam bertanya, menjawab pertanyaan guru, mengemukakan pendapat, mengerjakan latihan soal dan diskusi mengenai materi pelajaran dengan temannya masih dirasa kurang. Dari beberapa hal tersebut, maka peneliti menduga hal ini disebabkan monotonnya kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru walaupun sebenarnya komunikasi antara guru dan siswa sudah terjalin baik. Dari berbagai permasalahan tersebut, alternatif pemecahan masalahnya adalah perlunya menciptakan suatu metode pembelajaran yang menarik dan inovatif, juga lebih menggali pemahaman siswa dengan pembelajaran yang aktif. Maka dari itu, diharapkan guru mampu menerapkan suatu metode pembelajaran yang inovatif dan menarik bagi siswa sehingga siswa dapat belajar dengan perasaan senang sekaligus menggali pemahaman siswa akan materi pembelajaran.
Berdasarkan kondisi pembelajaran tersebut di atas, maka peneliti bersama dengan guru mitra bermaksud untuk menerapkan metode Teams-Games-Tournaments (TGT) untuk memperbaiki proses
belajar mengajar dalam pembelajaran akuntansi dengan materi jurnal umum dan buku besar. Penerapan metode tersebut dilakukan atas dasar pemikiran bahwa jika siswa dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran yang dikemas secara menarik, maka siswa akan lebih mudah memahami materi yang sedang dipelajari. Penerapan metode TGT dalam pembelajaran akan melibatkan siswa baik secara individu ataupun kelompok dalam memecahkan suatu permasalahan dalam menganalisa transaksi keuangan atau bukti transaksi ke dalam jurnal umum dan memposting ke dalam buku besar. Dengan keterlibatan siswa secara langsung, maka siswa akan lebih mudah untuk mengingat apa yang telah dipelajari.
2. Deskripsi Awal Hasil Belajar Siswa terhadap Jurnal Umum dan Buku