BAB V HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Penelitian
1. Observasi Pra Penelitian
Observasi merupakan salah satu teknik yang cocok digunakan untuk
pengumpulan data kualitatif, yang digunakan untuk mengamati aktivitas
dalam kelas, interaksi yang terjadi di dalam kelas dan lain-lain. Menurut
Zainal (2011: 230-231) observasi merupakan teknik pengumpulan data
yang dilakukan dengan pengamatan dan pencatatan secara sistematik,
logis, objektif, dan rasional mengenai berbagai fenomena, baik dalam
situasi sebenarnya maupun dalam situasi buatan untuk mencapai tujuan
tertentu.
2.
Wawancara
Wawancara dilakukan untuk memperoleh data dan informasi dari
penelitian yang dilakukan secara lebih rinci. Menurut Hopkins (1993:125)
yang dikutip oleh Rochiati (2007:117) wawancara adalah suatu cara untuk
mengetahui situasi tertentu di dalam kelas dilihat dari sudut pandang yang
lain.
3.
Dokumentasi
Dokumentasi merupakan metode untuk memperoleh atau mengetahui
sesuatu dari buku-buku atau arsip yang berhubungan dengan sesuatu yang
sedang diteliti. Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data sekolah,
data siswa, dan hasil belajar siswa, serta rekaman proses penelitian.
4.
Kuesioner
Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan untuk
mengumpulkan data dengan cara membagi daftar pertanyaan kepada
responden agar ia memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan.
Kuesioner ini digunakan untuk memperoleh data tentang motivasi belajar
siswa.
H.
Teknik Analisis Data
Uji validitas digunakan untuk menunjukkan tingkat validitas atau
keabsahan dari tiap item pada kuisioner dengan menggunakan analisis
product moment, yaitu:
∑ ∑ ∑
√ ∑
∑
√ ∑
∑
Keterangan:
r
= Koefisien korelasi antara variabel X dengan variabel Y
Y
= Skor total dari seluruh item
X
= Skor total dari setiap item
n
= Jumlah responden
∑XY = Hasil kali X dan Y
Jika nilai koefisien
lebih besar dari
, maka butir item
tersebut dapat dikatakan valid. Jika
lebih kecil dari
, maka
butir item tersebut dapat dikatakan tidak valid.
2.
Analisis deskriptif
Dari hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti, teknik
analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu dengan
pemaparan tentang informasi/data suatu gejala yang diamati dalam proses
pembelajaran dan tingkat keberhasilan dari penerapan model pembelajaran
kooperatif tipe TGT untuk mengetahui motivasi siswa dalam belajar.
3.
Analisis Komparatif
Analisis komparatif yang dilakukan bertujuan untuk melihat
waktu khususnya pada saat pra penelitian, siklus pertama, dan siklus
kedua.
a.
Motivasi Belajar
Tabel 3. 4
Indikator Keberhasilan Motivasi Belajar
No
Indikator
Pra
Penelitian
Target
Indikator
keberhasilan
Deskriptor
Siklus I
Siklus II
1
Hasrat dan
keinginan
untuk berhasil
27,03%
40,55%
Siswa
mengerjakan
tugas tanpa harus
ditunjuk oleh
guru
2
Dorongan dan
kebutuhan
dalam belajar
16,21%
24,32%
Siswa aktif dalam
diskusi dan
bertanya
3
Harapan dan
cita-cita masa
depan
37,84%
56,76%
Siswa mencatat
hal-hal yang
penting
4
Penghargaan
dalam belajar
13,51%
20,27%
Siswa menjawab
pertanyaan yang
diberikan oleh
guru
5
Kegiatan yang
menarik dalam
belajar
21,62%
32,43%
Siswa
mendengarkan
penjelasan guru
6
Lingkungan
belajar yang
kondusif
21,62%
32,43%
Siswa
mendengarkan
penjelasan guru
Target indikator tingkat keberhasilan motivasi belajar siswa
diperoleh dari hasil diskusi dan hasil pengamatan yang telah dilakukan
peneliti dengan guru mitra. Target diperoleh dari hasil penjumlahan
persentase pada kegiatan pra penelitian ditambah dengan setengah dari
persentase pada kegiatan pra penelitian.
Indikator adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil dapat
diamati dengan melihat jumlah siswa yang mengerjakan tugas tanpa
harus ditunjuk oleh guru. Indikator adanya dorongan dan kebutuhan
dalam belajar dapat diamati dengan melihat jumlah siswa yang aktif
dalam diskusi dan bertanya. Indikator adanya harapan dan cita-cita
masa depan dapat diamati dengan melihat jumlah siswa yang mencatat
hal-hal penting. Indikator adanya penghargaan dalam belajar dapat
diamati dengan melihat jumlah siswa yang menjawab pertanyaan yang
diberikan oleh guru. Indikator adanya kegiatan yang menarik dalam
belajar dapat diamati dengan melihat reaksi siswa yang tertarik dalam
mengikuti kegiatan belajar, reaksi siswa yang tertarik dalam
mengikuti kegiatan pembelajaran ini muncul dari dalam diri siswa
secara alami atau disebut dengan motif intrinsik dan dapat diamati
dengan melihat jumlah siswa yang mendengarkan penjelasan guru.
Indikator adanya lingkungan belajar yang kondusif dapat diamati
dengan melihat ciri-ciri lingkungan belajar yang kondusif. Ciri-ciri
lingkungan belajar kondusif yang dapat diamati adalah adanya
indikator siswa mendengarkan penjelasan guru dan tidak membuat
keributan sendiri di dalam kelas, hal ini termasuk ke dalam motif
ekstrinsik karena adanya rangsangan dari luar sehingga siswa
melakukan hal tersebut. Indikator motivasi belajar terdapat pada
lampiran 10 halaman 161.
b.
Hasil Belajar
Pengukuran hasil belajar siswa dilakukan dengan melakukan pre
test dan post test pada saat penelitian ini dilakukan. Indikator hasil
belajar meningkat jika nilai siswa meningkat dan memenuhi Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan oleh sekolah yaitu
70.
Target indikator keberhasilan hasil belajar siswa tercapai jika
siswa yang memenuhi KKM mencapai 50% dari jumlah siswa yang
ada, hal ini berdasarkan hasil observasi peneliti terhadap nilai siswa
dan hasil diskusi dengan guru mitra. Sebelum penelitian ini kurang
dari 50% siswa yang belum memenuhi KKM sehingga diharapkan
dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT ini
50% dari siswa dapat memenuhi KKM yang telah ditentukan sekolah.
Tabel 3.5
Analisis Komparatif
Target
Pra
Penelitian
Kriteria
Siklus
I
Kriteria
Siklus
II
Kriteria
50%
*) Keterangan:
BMT
: Belum Memenuhi Target
BAB IV
GAMBARAN UMUM SEKOLAH
A.Visi, Misi dan Tujuan SMA Pangudi Luhur Yogyakarta 1. Visi SMA Pangudi Luhur Yogyakarta
SMA Pangudi Luhur Yogyakarta merupakan tempat mewujudkan komunitas iman dengan menempatkan Tuhan Sang Guru Sejati sebagai pusat hidup dalam upaya membangun persaudaraan sejati serta menanggung karya bersama dalam pendampingan kaum muda menuju pribadi dewasa, beriman, berpengetahuan, terampil, bermartabat, berbudi pekerti luhur dan terbuka menghadapi tantangan zaman.
2. Misi SMA Pangudi Luhur Yogyakarta
SMA Pangudi Luhur Yogyakarta mempunyai misi untuk membantu, mendampingi siswa menemukan potensi yang dimiliki untuk dikembangkan secara optimal, serta melatih siswa mandiri, bertanggung jawab, bermartabat, berbudi pekerti luhur, menghargai dan menghormati sesame dan menerima diri sebagai pribadi yang unik sehingga menjadi pribadi dewasa.
3. Tujuan Pendidikan SMA Pangudi Luhur Yogyakarta
a. Menghasilkan peserta didik yang dapat diterima di perguruan tinggi yang bermutu dan mampu menentukan pilihan sesuai dengan bakat dan kemampuan peserta didik.
b. Menghasilkan peserta didik yang beriman dan bersikap professional tanpa membedakan agama, ras, suku dan tingkat nasional.
c. Menghasilkan peserta didik yang mempunyai kemampuan berorganisasi dan bermasyarakat.
d. Menciptakan hubungan baik antara sekolah dengan orang tua, alumni, masyarakat sekitar, sekolah lain dan perguruan tinggi maupun lembaga-lembaga tertentu.
e. Melanjutkan dan mengembangkan sistem pemeliharaan seluruh sarana fisik yang dimiliki sekolah agar tetap terpelihara, bersih dan rapi.
B.Sistem Pendidikan di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta
Sistem Pendidikan yang diterapkan di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta adalah program pengajaran umum dan program pengajaran khusus. Program pengajaran umum dilaksanakan di kelas X, sedangkan program pengajaran khusus diadakan di kelas XI dan XII dengan pilihan program IPA dan program IPS.
Pola hubungan belajar mengajar di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta adalah:
1. SMA Pangudi Luhur Yogyakarta dikelola sebagai “Komunitas Pendidikan Dialogis” yang memberikan suasana saling percaya, saling menghormati, saling memperhatikan, penuh cinta kasih, kemerdekaan untuk berkreasi, bersikap kritis, berani bertanya dan berpendapat secara bertanggung jawab.
2. Strategi pendampingan menekankan perlunya pembiasan untuk mengadakan analisis situasi kehidupan iman, sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang terjadi di masyarakat saat ini.
3. Pendekatan pribadi menekankan kerekanan dalam pelayanan yang berorientasi pada :
a. Pendidik berperan sebagai pendamping, fasilitator, mediator, instruktur, dan motivator kepada subjek didik.
b. Setiap pribadi menampakkan kewibawaannya, yaitu dengan adanya keserasian antara perkembangan diri dan profesionalitasnya, sosialitasnya, dan religiusitasnya.
c. Setiap pribadi dibiasakan untuk mengadakan refleksi validasi (menghargai dan saling membantu dengan teman sejawat, rapat musyawarah dan pengembangan pribadi).
4. Pola interaksi belajar mengajar pendamping-peserta didik dapat bervariasi, antara lain sebagai berikut :
a. Pola pendamping-peserta didik
Isi kegiatan adalah membangun apersepsi, memberikan informasi, memberi tugas, motivasi, memberi umpan balik, membina disiplin kelas dan kelompok kerja, dan sebagainya.
b. Pola peserta didik-pendamping
Isi kegiatan adalah menanyakan, mengusulkan sesuatu, meminta bantuan pendamping, mengkonsultasikan hasil pekerjaan, melaporkan
hasil kerja dan informasi, menjawab pertanyaan pendamping, dan sebagainya.
c. Pola peserta didik
Isi kegiatannya adalah tanya jawab, diskusi, adu argumentasi dalam debat, berdialog dengan tutor sebaya, pemecahan masalah, bereksperimen, merancang suatu penelitian dan sebagainya.
C.Kurikulum SMA Pangudi Luhur Yogyakarta
Pembangunan nasional di bidang pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dalam wujud masyarakat maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang memungkinkan warganya untuk mengembangkan diri menjadi manusia Indonesia yang seutuhnya.
Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan memperhatikan tahap perkembangan siswa dan kesesuaiannya dengan lingkungan pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian sesuai dengan jenis dan jenjang masing-masing pendidikan. Isi kurikulum merupakan susunan bahan kajian dan pelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan SMA dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional.
Kurikulum SMA Pangudi Luhur Yogyakarta saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Berdasarkan kurikulum yang berlaku, ada
pengajaran umum dan program pengajaran khusus. Program pengajaran umum diselenggarakan di kelas X, sedangkan program pengajaran khusus diselenggarakan di kelas XI dan XII dengan program pengajaran IPA dan IPS.
D.Organisasi Sekolah SMA Pangudi Luhur Yogyakarta 1. Sejarah Sekolah
Pada mulanya, SMA Pangudi Luhur Yogyakarta dikenal dengan nama Sekolah Guru Agama Katolik (SGAK), yang didirikan pada bulan April 1942 dan dikelola oleh Pater-pater Yesuit. Namun, pada tanggal 1 Agustus 1942, SGAK diserahkan kepada bruder-bruder FIC, yang pusatnya di Jalan Dr. Sutomo 4 Semarang.
Kehadiran bruder- bruder FIC untuk membaktikan diri pada karya pendidikan, pengajaran, pembinaan Kristiani, namun tetap terbuka terhadap roh yang berhembus kearah yangdikehendaki-Nya. Dalam proses perkembangannya, sekolah-sekolah yang dikelola oleh para bruder FIC bernaung dibawah yayasan Pangudi Luhur yang didirikan pada tanggal 6 Oktober 1954 dengan akta notaries No. 16, oleh Tan A Sioe. Nama Pangudi Luhur sendiri berasal dari dua kata, yaitu Pangudi dan Luhur yang berarti usaha yang baik. Para bruder FIC melihat karya pendidikan sebagai suatu usaha/karya yang baik dan diharapkan orang yang dididiknya juga menjadi orang baik dan mampu berusaha atau mengusahakan haal – hal baik.
Karya pendidikan persekolahan Yayasan Pangudi Luhur per Mei 1997 adalah sebagai berikut :
No. Cabang TK SLB/B SD SMP SMA STM 1 Semarang 9 16 6 2 2 Surakarta 1 4 7 2 1 3 Muntilan (Kedu) 1 1 2 1 4 Yogyakarta 3 8 5 2 1 5 Jakarta 1 1 1 2 2 6 Ketapang 1 6 3 1
Nama-nama sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Pangudi Luhur kebanyakan memakai nama Pangudi Luhur, tetapi ada beberapa sekolah yang memakai nama lain seperti:
a. Van Lith – Muntilan b. Don Bosco – Semarang c. St. Thomas – Semarang d. Bernadus - Semarang e. St. Yusup – Solo f. Bintang laut – Solo g. St. Yohanes – Ketapang
Sekolah tempat praktikan melaksanakan PPL menggunakan nama SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Proses belajar awal mulanya di gedung yang kini digunakan SD Pangudi Luhur. Untuk sasat ini TK, SD, SMA berada dalam satu lokasi. Secara kronologis perubahan-perubahan yang terjadi sebagai berikut:
b. Tahun 1952: SGAK menempati gedung JL. P. Senopati 16, dikelola para bruder FIC (Santa Maria Yang Dikandung Tak Bernoda)
c. Tahun 1965: pengelolaan oleh yayasan Psngudi Luhur secara resmi. d. Tahun 1973: mulai kelas 1 menerima siswa putri, nama menjadi SPG. e. Tahun 1983: menempati gedung di JL. P. Senopati 18 sampai saati ini. f. Tahun 1987: SPG memperoleh status DISAMAKAN.
g. Tahun 1989: SPG beralih fungsi menjadi SMA Pangudi Luhur
h. Tahun 1992: SMA Pangudi Luhur St. Yusuf memperoleh status DISAMAKAN dengan KS No. 476/C/Kep?1991 (akreditasi 1)
i. Tahun 2003: nama SMU diubah lagi menjadi SMA dan digunakan hingga saat ini.
j. Tahun 2005: SMA menerima Akreditasi A dari BAN.
2. Struktur Organisasi SMA Pangudi Luhur
Guru-guru Koordinator BP
Wakasek Urusan Kerja sama masy Wakasek Urusan Sarana-Prasarana Wakasek Urusan Kurikulum Wakasek Urusan Kesiswaan
Dinas Pendidikan & Pengajaran kota Yogyakarta Yayasan Pangudi Luhur cabang Yogyakarta Kepala Sekolah Tata Usaha
3. Wewenang dan Tanggung Jawab Masing – Masing Unsur a. Wewenang dan Tanggung Jawab Kepala Sekolah
Kepala Sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab sebagai berikut
1) Mengevaluasi program tahunan dan program semester berdasarkan kalender pendidikan.
2) Mengawasi pembuatan jadwal pelajaran pertahun, persemester, termasuk penetapan jenis mata pelajaran/ bidang pengembangan/ bidang studi/ bidang pengajaran/ keterampilan dan pembagian tugas guru.
3) Mengawasi pelaksanaan jadwal satuan pelajaran menurut alokasi waktu yang telah ditentukan berdasarkan kalender pendidikan. 4) Mengawasi pelaksanaan ulangan/ test/ hasil evaluasi belajar untuk
kenaikan kelas dan UAN.
5) Mengawasi penyusunan kelompok murid/ siswa berdasarkan norma penjurusan.
6) Mempunyai wewenang untuk mengevaluasi penyusunan norma penilaian.
7) Bertanggung jawab terhadap penetapan kenaikan kelas.
8) Mempunyai tanggung jawab untuk mengatur dan mengawasi administrasi sekolah.
b. Wewenang dan Tanggung Jawab Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan
Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan mempunyai wewenang dan tanggung jawab sebagai berikut:
1) Membantu kepala Sekolah dalam urusan Penerimaan Siswa Baru (PSB).
2) Mengawasi pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler. 3) Membimbing kegiatan pembinaan OSIS.
4) Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tata tertib siswa. 5) Mengatur pelaksanaan upacara bendera dan upacara hari-hari
besar.
6) Membina dan melaksanakan koordinasi keamanan, kebersihan, keindahan, kekeluargaan dan kerindangan.
7) Mengadakan pemilihan siswa untuk mewakili sekolah dalam kegiatan di luar sekolah.
8) Melaksanakan pemilihan calon siswa teladan dan calon siswa penerima beasiswa.
9) Bertanggung jawab pada urusan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). 10)Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan kesiswaan secara berkala. c. Wewenang dan Tanggung Jawab Wakil Kepala Sekolah Urusan
Kurikulum
Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum mempunyai wewenang dan tanggung jawab sebagai berikut:
1) Menyusun program pengajaran.
2) Membuat/ menyusun format kerja: formulir, blangko, dan sebagainya yang diperlukan untuk proses belajar mengajar.
3) Melaksanakan koordinasi dan memantau kelengkapan mengajar para pamong.
4) Menyusun jadwal pelajaran.
5) Mengatur pelaksanaan kenaikan kelas.
6) Mengkoordinasi pengumpulan nilai untuk dituangkan pada rapor dan STTB.
7) Menyusun jadwal penerimaan rapor dan penerimaan STTB.
d. Wewenang dan Tanggung Jawab Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana dan Prasarana
Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana dan Prasarana mempunyai wewenang dan tanggung jawab sebagai berikut:
1) Menyusun inventarisasi semua fasilitas yang dimiliki sekolah. 2) Menginventarisasi barang-barang yang rusak untuk dilaporkan
penghapusannya.
3) Mencatat dan menempatkan barang-barang baru serta menyusun laporannya.
4) Merencanakan dan mendayagunakan semua fasilitas yang ada secara maksimal.
6) Mengatur/ merapikan, merawat semua fasilitas agar rapi, bersih, dan siap pakai.
7) Mengkoordinasikan wali kelas, untuk merawat, merapikan, dan menjaga fasilitas siswa.
8) Mengkoordinasikan para karyawan untuk merawat, merapikan, dan menjaga kebersihan fasilitas sekolah.
9) Bertanggung jawab terhadap kegiatan perpustakaan dan mengkoordinasikan semua petugas perpustakaan untuk melakukan inventarisasi terhadap perangkat yang ada, melaporkan semua sarana dan prasarana yang hilang/ rusak, merencanakan pengadaan buku yang dibutuhkan, melayani peminjaman, menentukan syarat peminjaman dan pengembalian, mengatur semua perangkat yang ada, dan mengatur buku-buku yang tidak terpakai/ penghapusan buku.
10)Mengadakan inventarisasi terhadap semua alat yang ada, semua perangkat yang ada, semua perangkat yang ada, melaporkan semua sarana yang hilang atau rusak, mengadakan kegiatan seperti pemeliharaan, pengamanan, penghapusan, dan menjaga kebersihan ruangan di laboratorium komputer, bahasa, fisika dan biologi. e. Wewenang dan Tanggung Jawab Wakil Kepala Sekolah Urusan
Hubungan Masyarakat
Wakil Kepala Sekolah Urusan Hubungan Masyarakat mempunyai wewenang dan tanggung jawab sebagai berikut
1) Mengatur dan menyelenggarakan hubungan sekolah dengan masyarakat, orang tua atau wali siswa.
2) Menyusun jadwal piket guru dan mengoordinasikan guru piket untuk selalu mengisi guru piket.
3) Membina hubungan antara sekolah dengan POMG, lembaga pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial lainnya.
4) Memberi pengarahan pada siswa untuk melaksanakan kegiatan sosial pada hari besar nasional atau hari besar agama.
5) Mengoordinasi pengumpulan dan penyerahan dana sosial kepada yang berhak menerima.
6) Menyusun laporan pelaksanaan hubungan masyarakat secara berkala.
f. Wewenang dan Tanggung Jawab Guru
Guru mempunyai wewenang dan bertanggung jawab pada kegiatan mengajar sebagai berikut:
1) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. 2) Membuat silabus.
3) Membuat lembar kerja siswa.
4) Melaksanakan kegiatan belajar mengajar. 5) Melaksanakan kegiatan penilaian.
6) Mengisi daftar nilai siswa.
9) Melaksanakan kegiatan membimbing siswa dalam proses belajar mengajar.
10)Membuat alat peraga, 11)Menciptakan karya seni.
12)Mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum.
13)Mengadakan pengembangan setiap bidang studi yang menjadi tanggung jawabnya.
E. Sumber Daya Manusia SMA Pangudi Luhur Yogyakarta
SMA Pangudi Luhur Yogyakarta mempunyai 32 tenaga pengajar yang berkompeten di bidangnya dan mempunyai 10 orang karyawan yang ditempatkan di berbagai unit seperti tata usaha, perpustakaan dan keamanan serta pelaksana harian.
F. Siswa SMA Pangudi Luhur Yogyakarta
Jumlah siswa berdasarkan jenis kelamin dan jumlah kelas dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Jurusan Rombel Kelas X Kelas XI Kelas XII Total
L P Jmlh L P Jmlh L P Jmlh L P Jmlh Umum 6 126 52 178 IPA 3 49 26 75 IPS 3 80 36 116 IPA 2 48 28 76 IPS 3 69 39 108 Total 16 126 52 178 129 62 211 117 67 184 372 181 553
Jumlah siswa berdasarkan kelas paralel dapat dilihat pada tabel berikut:
No Kelas / Jurusan Banyak Kelas Jumlah Siswa Jumlah L P 1 X1 1 22 8 30 2 X2 1 21 9 30
3 X3 1 20 9 29 4 X4 1 22 7 29 5 X5 1 21 9 30 6 X6 1 20 9 29 Jumlah Kelas X 6 126 52 178 1 XI IPA 1 1 17 8 25 2 XI IPA 2 1 16 8 24 3 XI IPA 3 1 16 10 26 4 XI IPS 1 1 26 12 38 5 XI IPS 2 1 28 10 38 6 XI IPS 3 1 26 13 39 Jumlah Kelas XI 6 129 62 191 1 XII IPA 1 1 24 14 38 2 XII IPA 2 1 24 14 38 3 XII IPS 1 1 23 13 36 4 XII IPS 2 1 23 13 36 5 XII IPS 3 1 23 13 36
Jumlah Kelas XII 5 117 67 184
Total 17 372 181 553
G. Kondisi Fisik, Lingkungan dan Fasilitas SMA Pangudi Luhur Yogyakarta
1. Kondisi Fisik dan Lingkungan SMA Pangudi Luhur Yoyakarta
Berdasarkan hasil observasi kondisi bangunan SMA Pangudi Luhur Yogyakarta adalah permanen. Halaman sekolah cukup luas dan dibuat sebagai gedung indoor yang dapat digunakan untuk upacara bendera, olah raga dan kegiatan siswa lainnya (class-meeting).
Penghijauan diletakkan di dekat kantin dan gedung indoor. Pagar sekolah tebuat dari besi dan tembok sehingga keamanan di lingkungan sekolah terjamin. Kamar kecil yang disediakan berbentuk permanen, persediaan air cukup, dan kondisinya bersih. Kantin sekolah berada di
meja dan kursi yang banyak sehingga dapat menampung sebagian besar siswa. Selain itu, makanan yang dijual beraneka ragam, dari makanan kecil hingga makanan berat dengan harga yang terjangkau. Kantin ini buka setiap hari pada hari efektif kegiatan di sekolah dan didatangi siswa maupun guru pada jam istirahat maupun setelah siswa berolahraga.
2. Fasilitas SMA pangudi Luhur Yogyakarta
Kondisi ruang kelas SMA Pangudi Luhur Yogyakarta sangat mendukung proses belajar mengajar. Ukuran ruangan kelas yang cukup besar dengan atap tinggi, pencahayaan cukup sehingga ruangan tidak gelap, dan jendela berukuran besar dan cukup sehingga sirkulasi udara lancar. Selain itu, setiap kelas dilengkapi dengan kipas angin dan pendingin ruangan sehingga keadaan di kelas membuat siswa dan guru menjadi lebih nyaman. Ruang kelas tampak bersih, meja dan kursi tertata dengan rapi dan dalam kondisi yang baik (tidak rusak dan layak pakai). Tiap kelas tersedia dua buah white board sebagai sarana kegiatan pembelajaran. Selain itu pada tiap kelas tersedia pula komputer yang langsung tersambung dengan internet dan viewer yang dapat menunjang kegiatan belajar kegiatan pembelajaran siswa di kelas. Kelas juga dilengkapi dengan papan absensi, kalender akademik, jadwal pelajaran dan jadwal peket siswa.
Kantor kepala sekolah, kantor guru, kantor bimbingan konseling, dan kantor tata usaha dibuat terpisah sehingga kegiatan di tiap-tiap kantor dapat berjalan secara leluasa dan tidak saling mengganggu. Kantor kepala
sekolah terletak di lantai bawah dan terletak di bagian depan dari SMA Pangudi Luhur. Ruang Tata Usaha (TU) terletak disebelah kantor kepala sekolah. Ruang guru terletak di lantai dua. Di dalam ruang guru terdapat beberapa unit komputer dan meja kursi tamu. Ruang BK terletak diantara kelas X1 dan X2. Hal lain yang sangat menunjang kegiatan belajar mengajar adalah tersedianya buku-buku sebagai sumber belajar yang memadahi di perpustakaan, dilengkapi dengan ruang baca dan ruang diskusi yang luas dan mendukung kegiatan belajar siswa. Terdapat pula laboratorium bahasa, laboratorium komputer, dan laboratorium IPA, ruang kesenian, dan ruang karawitan yang merupakan salah satu bentuk sarana untuk menyalurkan bakat siswa, serta ruang doa untuk kegiatan kerohanian. Ada pula beberapa ruangan yang menunjang kegiatan ekstrakulikuler siswa seperti ruang jurnalistik, ruang YOPALA (Yosef Pecinta Alam), gudang penyimpanan alat olah raga, dan gudang penyimpanan perlengkapan tonti dan ruang OSIS yang menunjang pemaksimalan kegiatan siswa di sekolah.
Fasilitas lain yang tidak kalah penting adalah tempat parkir. Tempat parkir di SMA Pangudi Luhur terdiri dari dua lantai yaitu parkiran atas dan parkiran bawah. Tempat parkir ini cukup untuk menampung kendaraan siswa, guru dan karyawan SMA Pangudi Luhur.
H. Proses Belajar Mengajar SMA Pangudi Luhur Yogyakarta 1. Aktivitas guru di kelas
Hasil observasi terhadap aktivitas guru di kelas dapat disampaikan sebagai berikut. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa. Selain itu, guru juga memberi kesempatan