BAB V HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN
1. Observasi Pra Penelitian
Observasi dilakukan pada hari Jumat 06 Januari 2012 jam pelajaran ke lima dan enam. Guru yang mengajar mata pelajaran IPS Ekonomi adalah Bapak Y. Sigit Prasetyo Sp.d. kegiatan belajar mengajar saat ini membahas tentang kebutuhan manusia dan kelangkaan sumber daya. Ada tiga hal yang diobersvasi sebelum penelitian dilaksanakan:
Kegiatan pembelajaran diawali dengan guru mengucapkan salam, memeriksa kesiapan siswa, presensi sambil perkenalan murid baru. Sebelum melanjutkan pembelajaran guru memperkenalkan peneliti dan menyampaikan maksud peneliti berada di kelas selama pembelajaran. Setelah perkenalan guru memulai pembelajaran dengan mengulas kembali materi sebelumnya dan mengkaitkannya dengan materi yang akan disampaikan pada hari itu. Materi yang dibahas pada pembelajaran saat itu adalah tentang ketenagakerjaan. Guru melakukan apersepsi dengan cara tanya jawab dengan siswa. Hal ini dilakukan oleh guru dengan tujuan untuk mengingatkan kembali pelajaran yang telah lalu dan juga merangsang perhatian siswa untuk memasuki materi yang akan dipelajari. Guru belum memulai penjelasan materi karena kondisi kelas belum kondusif untuk belajar, ini disebabkan masih ada beberapa siswa yang bicara dengan temannya sehingga mengganggu ketenangan kelas. Guru berusaha untuk mengendalikan kelas dengan cara menyapa dan menjelaskan kepada mereka bahwa kegiatan pembelajaran akan segera dimulai. Saat kondisi kelas telah kondusif, guru memasuki pelajaran dengan pembahasan materi menggunakan metode ceramah.
Selama pembelajaran berlangsung, guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mencatat materi yang penting di buku catatannya masing-masing dan memberikan pertanyaan untuk merangsang
pengetahuan meraka namun siswa pasif untuk menjawab, hanya beberapa siswa menjawab dan siswa yang lain menunggu ditunjuk oleh guru. Kondisi tersebut menunjukan bahwa guru kurang memotivasi untuk terlibat aktif pada saat pembelajaran berlangsung sehingga kebanyakan siswa terlihat bosan. Guru telah berusaha mengaktifkan siswa namun pembelajaran cenderung monoton menyebabkan siswa memiliki motivasi rendah untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Pada akhir pembelajaran, guru merangkum pembelajaran, siswa menulis refleksi dibuku refleksi, refleksi yang ditulis tidak menyangkut pembelajaran di kelas tetapi refleksi secara umum yang dilakukan bersama-sama dimasing-masing kelas yang dipandu oleh guru piket. Setelah menulis refleksi, siswa berdoa bersama yang masih dipimpin oleh guru piket, setelah itu guru mengucapkan salam penutup dan mengingatkan siswa untuk mempelajari materi berikutnya.
Metode ceramah dan Tanya jawab saat pelajaran membuat siswa tidak terlibat aktif sehingga suasana pembelajaran kurang menarik dan menyenangkan. Kerjasama dan diskusi dalam kelompok tidak nampak saat pelajaran sehingga siswa banyak yang bicara dan kurang memperhatikan penjelasan guru. Berikut ini disajikan rangkuman observasi terhadap perilaku dan aktivitas guru selama proses belajar mengajar berlangsung:
Tabel 5.1
Hasil Obervasi Kegiatan Guru dalam Proses Pembelajaran
b. Observasi Siswa (Observing Student)
Saat pelajaran akan dimulai, masih ada beberapa siswa yang sibuk dengan dirinya sendiri dan beberapa siswa masih bicara dengan temannya. Setelah guru mengucapkan salam, siswa mulai memperhatikan dan mempersiapkan buku pelajaran ekonomi, namun pada saat guru menjelaskan materi ada siswa yang memperhatikan dengan baik tetapi masih ada pula siswa yang tidak meperhatikan. Selama pembelajaran siswa pasif, ini terlihat jelas bahwa siswa merasa
No Deskripsi Ya Tidak Keterangan 1 Guru menggunakan metode
belajar yang bervariasi √ Metode yang digunakan ceramah dan tanya jawab 2 Guru memberikan tugas √
3 Guru memunculkan rasa ingin tahu
√
4 Guru menggunakan simulasi dan permainan
√
5 Guru meminta siswa untuk mengerjakan tugas di depan kelas
√ Guru menunjuk siswa untuk
mengerjakan soal di depan
6 Guru berinteraksi dengan siswa
√
7 Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja dalam kelompok
jenuh dan bosan dengan metode pembelajaran yang dipakai guru. Saat guru memberi pertanyaan kepada siswa, hanya beberapa siswa yang berkemauan menjawab pertanyaan. Sedangkan siswa yang lain menunggu guru yang menunjuk mereka. Pada pertengahan pembelajaran, guru meminta siswa untuk mengerjakan soal-soal latihan dan siswa maju menuliskan jawaban pada whiteboard. Tetapi tidak semua siswa menjawab menanggapi dengan antusias jawaban atas soal yang dituliskan teman mereka di whiteboard. Keadaan ini menunjukkan bahwa siswa tidak memiliki keinginan untuk lebih aktif belajar dan tidak mau memiliki pengetahuan yang didapat dari penjelasan guru. Peneliti menduga hal ini terjadi karena tidak ada kegiatan yang menarik selama proses pembelajaran di kelas. Situasi ini dapat dirangkum dalam tabel di bawah ini:
Tabel 5.2
Kegiatan/Aktivitas Siswa dalam Proses Pembelajaran
No Butir-Butir Sasaran Ya Tidak Keterangan 1 Siswa siap mengikuti
proses pembelajaran
√ Ada beberapa siswa yang tidak siap mengikuti pelajaran 2 Siswa memperhatikan
penjelasan guru
√ Masih banyak siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru 3 Siswa menanggapi pembahasan √ Hanya 2-3 siswa yang menanggapi
c. Observasi Kelas (Observing Class)
Secara fisik ruang kelas cukup memadai untuk proses belajar mengajar. Kekurangannya adalah ruangan kelas kurang luas dan agak bising dengan kendaraan di jalan karena tata letak kelas dekat jalan
pembelajaran pembahasan pelajaran
4 Siswa mencatat hal-hal
penting √ Semua mencatat karena siswa diberi waktu dan kesempatan untuk mencatat 5 Siswa mengerjakan tugas/latihan soal dengan baik √ Kebanyakan siswa meminta bantuan teman 6 Siswa mendapat
teguran dari guru √ Saat kelas ramai dan beberapa siswa bicara sendiri 7 Ada persaingan yang
sehat dari diri siswa
√ Kurang aktif dan antusias dalam pembelajaran 8 Siswa aktif dalam
proses pembelajaran √ Pembelajaran monoton dan tidak bervariasi 9 Siswa menjawab pertanyaan guru √ Hanya beberapa siswa yang menjawab pertanyaan guru 10 Siswa mendapat
penghargaan dari guru baik verbal maupun non verbal
√ Penghargaan verbal diberikan guru saat
anak menjawab pertanyaan 11 Siswa mendiskusikan materi/tugas dalam kelompok √ Tidak ada kesempatan berdiskusi dalam kelompok
raya. Dengan ruangan yang sempit membuat ruang gerak siswa dan guru di kelas menjadi sangat terbatas dan karena bising maka guru harus mengusahakan suara yang keras saat mengajar.
Secara umum fasilitas yang disediakan relatif lengkap. Fasilitas yang disediakan di kelas tersebut adalah whiteboard, LCD, meja guru, kursi guru, kursi siswa, meja untuk siswa, papan pengumuman dan kipas angin dan sound. Dalam ruang kelas tersedia ventilasi dan jendela yang memadai sehingga sirkulasi udara ke dalam kelas lancar. Pencahayaan kelas cukup baik, kebersihan dan kerapian kelas sudah baik.
Pada saat pembelajaran berlangsung, beberapa siswa terlihat belum siap mengikuti pembelajaran. Hal ini mengakibatkan suasana kelas kurang kondusif untuk belajar. Ketidaksiapan siswa mengikuti pembelajaran juga mengakibatkan siswa membuat kegaduhan dengan cara mengajak temannya bicara. Guru memberi teguran kepada siswa yang mengganggu proses belajar. Situasi ini terjadi karena peneliti menduga tidak ada kegiatan yang menarik selama proses pembelajaran, metode yang dipakai adalah ceramah dan tanya jawab. Penghargaan verbal diberikan untuk siswa yang menjawab pertanyaan yang diberikan guru. Tabel dibawah ini disajikan sebagai rangkuman kondisi siswa dalam proses belajar mengajar sebelum penerapan pembelajaran kooperatif TGT:
Tabel 5.3
Kondisi Kelas dalam Proses Pembelajaran
Berdasarkan hasil observasi terhadap guru, perilaku siswa, kondisi kelas dan wawancara guru, dapat disimpulkan bahwa selama pembelajaran guru cenderung menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan latihan soal. Keadaan ini dilakukan oleh guru karena peneliti menduga bahwa guru menghemat waktu dan materi dapat disampaikan
No Deskripsi Ya Tidak Keterangan 1 Fasilitas di dalam kelas
mendukung proses pembelajaran
√ Papan tulis, meja, kursi, lemari
2 Kondisi kelas mendukung proses pembelajaran √ 3 Siswa membuat keributan/kegaduhan √ Tidak memperhatikan teman pada saat menjawab pertanyaan 4 Siswa mengerjakan latihan
soal
√ Secara bersama-sama
5 Siswa aktif bertanya pada guru jika mengalami kesulitan
√
Hanya 2-3 siswa yang bertanya 6 Guru memberikan
penghargaan verbal dan non verbal
√ Guru memberi pujian kepada
siswa 7 Adanya kegiatan yang
menarik dalam proses pembelajaran
√
8 Adanya sumber belajar dalam kelas yang mendukung proses pembelajaran
√ Buku paket
9 Siswa terlibat dalam belajar kelompok di kelas
dengan mudah. Situasi kelas saat proses pembelajaran ini kurang kondusif dikarenakan pemilihan metode yang kurang bervariasi. Kurangnya variasi dalam metode pengajaran membuat siswa kurang aktif dalam mengikuti pelajaran, hal ini dapat dilihat bahwa selama pembelajaran masih ada siswa yang sering berbicara dengan teman, siswa terlihat mendengar dan mencatat materi yang disampaikan guru, kurang ada kesempatan siswa untuk bekerjasama, berdiskusi, dan pada saat guru bertanya hanya beberapa siswa yang berani menjawab dan mengungkapkan pendapat. Keadaan ini dapat menghambat proses kegiatan belajar mengajar. Secara keseluruhan proses pembelajaran masih didomonasi oleh guru dibanding dengan siswa, peran aktif siswa selama pembelajaran sangat kurang, seharusnya dalam proses belajar di kelas lebih dipentingkan keaktifan siswa baik diskusi, tanya jawab, berpendapat maupun berinteraksi dalam kegiatan pembelajaran
Uraian di atas menunjukkan bahwa permasalahan pembelajaran yang terjadi adalah rendahnya keaktifan siswa dan kegiatan pembelajaran kurang menarik yang berdampak pada rendahnya prestasi belajar mereka. Hal ini dapat dilihat pada proses belajar mengajar, baik dari cara siswa memperhatikan penjelasan guru, berdiskusi, mengemukakkan pendapat, menjawab pertanyaan, berinteraksi maupun menanggapi jawaban dari teman masih kurang. Akar permasalahan ini adalah kurangnya variasi metode yang digunakan guru dalam pembelajaran. Sebagai alternatif
pemecahan masalah tersebut di atas adalah perlunya diciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan agar siswa lebih bersemangat dan aktif dalam mengikuti pembelajaran maka keaktifan siswa tersebut dapat membantu siswa untuk lebih memahami materi, memiliki kemampuan untuk bertanya, berdiskusi, menjawab pertanyaan dan berpendapat. Maka dari itu, guru diharapkan mampu menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi.
Berdasarkan kondisi tersebut, maka selanjutnya guru dan peneliti berkolaborasi untuk menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT. Dalam metode ini, guru bertindak sebagai fasilitator saat permaianan (games) dan turnamen dan siswa lebih berperan aktif serta bekerjasama dengan siswa lain di dalam kelompok sehingga mereka dapat saling mengungkapkan pendapat dan berdiskusi. Siswa dibagi dalam kelompok diskusi untuk permainan dan turnamen. Dalam permaianan siswa dituntut untuk bisa berdiskusi dengan teman untuk bersama-sama memahami materi, dan pada turnamen siswa dituntut untuk bekerjasama dengan baik serta dapat menumbuhkan persaingan yang sehat dengan kelompok lain selama turnamen.
Dengan menerapkan metode pembelajaran TGT ini, siswa diharapkan lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran dan dapat lebih berani untuk bertanya, mengungkapkan pendapat dan dapat mengungkapkan kesulitan yang mereka alami. Dengan kebaranian yang
dimiliki oleh siswa maka secara tidak langsung siswa terdorong untuk mempelajari dan memahami materi pelajaran. Suasana pembelajaran seperti ini, dengan sendirinya akan menjadi suasana pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan semua siswa lebih aktif untuk mengikuti pelajaran.