BAB III METODE PENELITIAN
3.4 Teknik Pengumpulan Data
3.4.1 Observasi
Menurut Masidjo (2010: 59), observasi adalah suatu teknik pengamatan yang dilaksanakan secara langsung atau tidak langsung dan secara teliti terhadap suatu gejala dalam suatu situasi di suatu tempat. Observasi ini bertujuan untuk mengetahui proses belajar-mengajar di kelas. Peneliti melakukan observasi langsung (tanpa instrumen pengamatan) pada saat pembelajaran mata pelajaran IPS. Melalui observasi ini, peneliti dapat mengumpulkan data-data yang terjadi di kelas, dan untuk mengetahui sikap siswa pada saat mengikuti pelajaran di kelas. Selain itu, observasi ini sebagai langkah awal dalam menentukan kualitas proses yang perlu untuk ditingkatkan untuk siswa yang telah diobservasi, yaitu kelas V SD Kanisius Condongcatur.
3.4.2 Wawancara
Esterberg (dalam bukunya Sugiyono 2010), mendefinisikan interviewsebagai berikut,
“a meeting of two pearsons to exchange information and idea through question and responses, resulting in communication and joint construction of meaning about particular topic”. Wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide
melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu.
Ada tiga macam wawancara, yaitu (1) wawancara terstruktur; (2) wawancara semiterstruktur; dan (3) wawancara tak berstruktur. Dalam penelitian ini menggunakan wawancara semiterstruktur, di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis, tetapi hanya berupa garis-garis besar tentang hal-hal yang ditanyakan, seperti proses pembelajaran IPS di dalam kelas, cara guru mengatasi siswa yang ramai, dan cara guru memberikan pembelajaran IPS. Peneliti melakukan wawancara pada salah satu guru kelas V, dan 4 siswa kelas V. Wawancara tersebut peneliti gunakan sebagai data awal.
3.4.3 Kuesioner
Kuesioner adalah suatu daftar pernyataan tertulis yang terinci dan lengkap yang harus dijawab oleh responden tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahuinya (Masidjo, 2010: 70). Tujuan kuesioner ini adalah untuk mengetahui motivasi kelas V SD Kanisius Condongcatur. Peneliti membuat kuesioner ini, dengan berpedoman pada tiga indikator motivasi yang telah peneliti susun dari tiga ahli. Ketiga indikator tersebut yaitu: (1) memiliki keinginan belajar; (2) ulet menghadapi tugas; dan (3) memiliki tujuan belajar. Indikator-indikator tersebut kemudian peneliti susun dalam bentuk pernyataan-pernyataan.
3.4.4 Dokumen
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu (Sugiyono, 2010: 329). Dokumen-dokumen yang digunakan oleh peneliti adalah hasil nilai-nilai pada tahun yang lalu, kemudian nilai pada saat semester gasal (I), dan hasil nilai pada akhir siklus. Hasil nilai-nilai pada tahun lalu, digunakan untuk melihat prestasi belajar IPS siswa dari tahun ke tahun, kemudian nilai pada saat semester gasal (I) digunakan sebagai kondisi awal, dan hasil pada akhir siklus digunakan untuk melihat ketercapaian prestasi belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran IPS dengan menggunakan media visual. Instrumen pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti, secara ringkas dapat dilihat pada tabel 2:
Tabel 2. Instrumen Pengumpulan Data
No. Variabel Kriteria Jenis Penilaian Instrumen Penelitian Teknik Pengumpulan Data
1. Motivasi Motivasi belajar siswa yang akan diukur terdiri dari 3 indikator yaitu: a. Memiliki keinginan belajar b. Ulet menghadapi tugas c. Memiliki tujuan belajar
Non tes Lembar kuesioner Penyebaran Kuesioner sebelum penelitian (sebagai kondisi awal), dan sesudah penelitian (sebagai hasil penelitian) 2. Prestasi Belajar a. Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM = 60
Tes Tes tertulis (pilihan ganda) Dokumentasi berupa: nilai 1 tahun sebelum, nilai semester gasal (sebagai kondisi awal), dan tes soal evaluasi (sebagai hasil penelitian).
Tabel 2 menunjukkan bahwa penelitian ini digunakan untuk mengukur motivasi dan prestasi belajar siswa. Motivasi belajar diukur dengan berpatokan pada 3 indikator, kemudian untuk prestasi belajar diukur dengan berpatokan pada nilai yang mencapai KKM. Instrumen pengumpulan yang digunakan oleh peneliti berupa lembar kuesioner untuk mengukur motivasi belajar siswa, dan tes tertulis (pilihan ganda) digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa.
3.5 Instrumen Penelitian
Menurut Sugiyono (2005: 148), instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun fenomena sosial. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan 2 jenis instrumen penelitian, yaitu non tes dan tes. Penelitian non tes digunakan untuk mengukur motivasi siswa dan tes untuk mengukur prestasi belajar siswa.
3.5.1 Non tes
Instrumen penelitian non tes digunakan untuk mengukur tingkat motivasi siswa. Dalam penelitian ini tingkat motivasi siswa diukur melalui pengamatan dan kuesioner. Pada penelitian ini, instrumen pertama yaitu pengamatan yang dilakukan untuk memperoleh tambahan informasi motivasi siswa dalam belajar mata pelajaran IPS.
Instrumen kedua yang digunakan oleh peneliti adalah kuesioner. Kuesioner adalah suatu daftar pertanyaan tertulis yang terinci dan lengkap yang harus dijawab oleh responden tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahuinya (Masidjo, 2010: 70). Pada penelitian ini, peneliti menggunakan jenis kuesioner tertutup atau berstruktur. Kuesioner tertutup atau berstruktur adalah kuesioner yang disusun sedemikian rupa, dan responden hanya memilih jawaban yang sudah tersedia. Oleh karena itu, peneliti menyusun pertanyaan-pertanyaan beserta pilihan jawaban yang sesuai dengan indikator motivasi peneliti susun dari para ahli (bab II halaman 18). Kisi-kisi kuesioner motivasi dapat dilihat pada tabel 3.
Tabel 3. Kisi-kisi Kuesioner Motivasi
No. Indikator Nomor Pernyataan Jumlah
1. Memiliki keinginan
belajar 1, 3 2
2. Ulet menghadapi tugas 6, 7, 10 3
3. Memiliki tujuan
belajar 11, 12, 14, 17, 18, 20 6
Total Peryataan 11
Tabel 3 menunjukkan bahwa kuesioner untuk indikator pertama dengan 2 pernyataan yang terdapat pada nomer 1 dan 3. Indikator kedua dengan 3 pernyataan yang terdapat pada nomer 6, 7, dan 10. Indikator ketiga dengan 6 pernyataan yang terdapat pada nomer 11, 12, 14, 17, 18, dan 20. Jadi terdapat 11 pernyataan kuesioner yang digunakan untuk mengukur motivasi. Pernyataan-pernyataan kuesioner tersebut dapat dilihat pada tabel 4.
Tabel 4. Kuesioner Motivasi
No. Pernyataan pernahTidak Kadang Sering Selalu 1. Saya bertanya kepada guru dan
teman ketika saya menghadapi kesulitan belajar IPS
2. Saya belajar setiap hari walaupun besok tidak ada ulangan
3. Saya berusaha mencari buku/ sumber lain untuk mempelajari materi IPS yang diberikan oleh guru 4. Saya berusaha menyelesaikan tugas
yang sulit sampai selesai
5. Saya ingin memperbaiki nilai IPS saya yang belum baik
6. Saya belajar giat supaya mendapat hadiah dari guru dan orangtua 7. Saya belajar giat supaya tidak
dimarahi orang tua
8. Saya belajar giat supaya menjadi juara kelas
9. Saya merasa senang ketika mendapat nilai baik
10. Saya belajar untuk memperoleh pengetahuan baru
11. Saya merasa senang ketika saya bisa mendapat informasi baru
Tabel 4 terdapat 11 pernyataan yang siap untuk diberikan kepada siswa kelas V SD Kanisius Condongcatur. Kuesioner tersebut diberikan pada awal sebelum pembelajaran IPS menggunakan media visual. Hasil kuesioner tersebut digunakan sebagai data awal motivasi siswa. Selanjutnya, peneliti juga menggunakan kuesioner untuk mengetahui motivasi siswa setelah diberi tindakan menggunakan media visual. 3.5.2 Tes
Menurut Masidjo (2010: 39) tes adalah suatu alat pengukur yang berupa serangkaian pertanyaan yang harus dijawab secara sengaja dalam suatu situasi yang distandardisasikan, dan yang dimaksudkan
untuk mengukur kemampuan dan hasil belajar individu atau kelompok. Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dengan bentuk objektif. Tes objektif adalah suatu tes yang telah menyediakan sejumlah jawaban, sehingga siswa tinggal memilih satu jawaban benar dari sejumlah jawaban yang tersedia dari sejumlah besar item (Masidjo, 2010: 47). Bentuk tes objektif yang digunakan dalam penelitian ini adalah pilihan ganda/ multiple-choice. Pilihan ganda/ multiple-choice yaitu suatu pernyataan atau pertanyaan dan sejumlah pilihan atau alternatif jawaban. Pilihan jawaban yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 4 (empat), yaitu a, b, c, dan d. Kisi-kisi soal evaluasi sebelum dan sesudah validasi dapat dilihat pada tabel 5.
Tabel 5. Kisi-Kisi Soal Evaluasi Sebelum dan Sesudah Validasi
Indikator Nomor Soal
Sebelum Sesudah Menyebutkan peristiwa sebelum
kemerdekaan 3, 25, 35 25, 35
Menyebutkan salah satu pahlawan di Surabaya
1, 2, 26, 28, 36,
37 1, 2, 26, 36 Menyebutkan peristiwa 10
November 6, 24 24
Menyebutkan perjuangan rakyat
di Semarang 9, 11, 32 32 Menjelaskan pertempuran di Ambarawa 4, 5, 15, 39, 40 4, 5 Menjelaskan pertempuran Di Medan 7, 8, 17, 18,20,21 7, 8 Menjelaskan pertempuran di Bandung 10, 12, 23, 29, 38 10, 12, 29 Menyebutkan pertempuran di Bali 13, 22, 27, 30 13, 22 Menyebutkan pertempuran di Palembang 14, 31, 33, 34 14 Menyebutkan pertempuran di Cirebon 16, 19 16, 19
Tabel 5 menunjukkan bahwa terdapat 20 soal objektif yang dapat digunakan untuk penelitian dari jumlah soal sebelumnya yaitu 40. Pada indikator pertama terdapat 3 soal, menjadi 2 soal yang valid. Indikator kedua terdapat 6 soal, menjadi 4 soal yang valid. Indikator ketiga terdapat 2 soal, menjadi 1 soal yang valid. Indikator keempat terdapat 3 soal, kemudian menjadi 1 soal yang valid. Indikator kelima terdapat 5 soal, menjadi 2 soal yang valid. Indikator keenam terdapat 6 soal, menjadi 2 soal yang valid. Indikator ketujuh terdapat 5 soal, menjadi 3 soal yang valid. Indikator kedelapan terdapat 4 soal, kemudian menjadi 2 soal yang valid. Indikator kesembilan terdapat 4 soal, kemudian menjadi 1 soal yang valid. Indikator kesepuluh terdapat 2 soal dan dapat digunakan semuanya. Dari kisi-kisi 20 soal evaluasi yang sudah divalidasi dapat digunakan untuk penelitian karena, sudah mencakup semua indikator yang direncanakan.