Skripsi
Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kehutanan pada Fakultas Kehutanan
Institut Pertanian Bogor
DEPARTEMEN HASIL HUTAN
FAKULTAS KEHUTANAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
Plybamboo Made From Bambu Tali (Gigantochloa apus. [J.A. & J.H Schultes] Kurz) with the Difference Treatment on End
Jointing and Adhesives Type.
1)
Rama Octara, 2)Ir. Jajang Suryana, M.Sc
INTRODUCTIONS: Nowadays the availability of high quality wood was getting decrease. The Ministry of Forestry (2009) stated that the production of Indonesia’s round timber in 2008 was 31.98 million m3, while the demand of round timber at the same year has already reached 46.32 million m3. Therefor, it needs an effort to produce an alternative wood substitute raw material to ensure and meet the people necessity. Bamboo is a fast growing plant which has a relatively short cycle (3-4 years). Furthermore, Bamboo is a potential natural resources as a wood substitute raw material. The drawbacks that occurred in bamboo utilization was its limited shape and dimension. Therefor, it needs to conduct an applicable research to the society to increase bamboo’s value-added. This study aims to determine the affect of joint length and adhesives to the plybamboo’s physical and mechanical properties, respectively to acquire information which is the best plybamboo.
MATERIALS AND METHOD: Bambu Tali was treated with an end-jointing using Polivinil Acetat (PVAc) and epoxy adhesive to produce plywood Bamboo. These factors were considered as the treatment in this research. The resulted product was plybamboo consisting of three veneer layers. The product testing were composed physical and mechanical properties using SNI 01-5008.2-2000.
RESULTS AND DISCUSSION: The physical properties of ply bamboo consists of moisture content, density, swelling and shrinkage of dimension. Average value of them were 10.81%, 0.72 g/cm3, 0.61% (length); 0.67% (width); 5.17% (thick), 0.21% (length); 0,33% (width); 5,13% (thick) respectively. The mechanical properties of ply bamboo consists of MOE, MOR, bonding strength. Average value of them were 53.045,75 kg/cm² (parallel to face grain); 22.100,84 kg/cm² (perpendicular to grain), 369,67 kg/cm2 (parallel to face grain); 345,64 kg/cm2 (perpendicular to grain), 14,88 kg/cm2 (parallel to face grain), 6,65 kg/cm2 (perpendicular to grain). Based on the result of this study, it is concluded that jointing in ply bamboo generally meets the standar of SNI 01-5008.2-2000 and SNI 01-5008.7-1999. The utilization of Bamboo as ply bamboo’s raw material has a potency to substitute plywood’s necessity.
Keywords: Bamboo, Gigantochloa verticillata,Gigantochloa robusta, Mechanical Property.
1).Student of Forest Product Departement, Faculty of Forestry IPB; 2).
Lecturer of Forest Product Departement, Faculty of Forestry IPB E / THH
RAMA OCTARA. Sifat Fisis dan Mekanis Bambu Lapis dari Bambu Tali (Gigantochloa apus (J. A. & J. H. Schultes) Kurz) dengan Perlakuan Perbedaan Jarak Sambungan dan Jenis Perekat. Di bawah bimbingan Ir. Jajang Suryana, M.Sc.
Jumlah ketersedian kayu berkualitas tinggi pada saat ini semakin sedikit. Departemen Kehutanan mencatat bahwa produksi kayu bulat di Indonesia pada tahun 2008 sebesar 31,98 juta m3, sedangkan kebutuhan kayu bulat pada tahun yang sama mencapai 46,32 juta m3. Oleh karena itu dibutuhkan suatu upaya untuk menghasilkan bahan baku alternatif pengganti kayu yang dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan masyarakat. Bambu merupakan tanaman cepat tumbuh dan mempunyai daur yang relatif pendek (3-4 tahun). Selain itu, bambu merupakan salah satu sumber daya alam yang cukup menjanjikan sebagai bahan penunjang kayu atau bahan pengganti kayu. Masalah yang timbul dalam pemanfaatan bambu adalah keterbatasan bentuk dan dimensinya. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang dapat diaplikasikan oleh masyarakat secara umum dan meningkatkan nilai tambah bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jarak sambung dan perekat terhadap sifat fisis dan mekanis bambu lapis serta memperoleh informasi bambu lapis terbaik sebagai bahan subtitusi kayu lapis.
Penelitian ini menggunakan bambu tali yang diberikan perlakuan sambungan ujung serta perekat PVAc dan Epoxy untuk menghasilan bambu lapis. Faktor sambungan dan perekat dijadikan sebagai perlakuan. Produk yang dihasilkan berupa bambu lapis dengan tiga lapisan finir bambu. Pengujian produk meliputi sifat fisis dan mekanis, masing-masing mengacu pada SNI 01-5008.2- 2000.
Sifat fisis bambu lapis meliputi kadar air, kerapatan, serta pengembangan dan penyusutan dimensi. Nilai rata-rata kadar air dan kerapatan berturut-turut 10,81% dan 0,72 g/cm3. Nilai rata-rata pengembangan dan penyusutan dimensi berturut-turut 0,61% (panjang); 0,67% (lebar); 5,17% (tebal) dan 0.21% (panjang); 0,33% (lebar); 5,13% (tebal). Sifat mekanis bambu lapis meliputi nilai MOE, MOR, dan keteguhan rekat. Nilai rata-rata MOE dan MOR berturut-turut 53.045,75 kg/cm² (sejajar lapisan permukaan); 22.100,84 kg/cm² (sejajar inti) dan 369,67 kg/cm2 (sejajar lapisan permukaan); 345,64 kg/cm2 (sejajar inti). Nilai rata-rata keteguhan rekat sebesar 14,88 kg/cm2 (sejajar permukaan) dan 7,74 kg/cm2 (sejajar inti).
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa sambungan pada bambu lapis pada umumnya memenuhi SNI 01-5008.2-2000 tentang Kayu Lapis Penggunaan Umum dan SNI 01-5008.7-1999 tentang Kayu Lapis Struktural. Penggunaan bambu untuk keperluan bahan bambu lapis memiliki potensi untuk dapat mensubstitusi kayu untuk keperluan kayu lapis.
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul “Sifat Fisis dan Mekanis Bambu Lapis dari Bambu Tali (Gigantochloa apus (J. A. & J. H. Schultes) Kurz) dengan Perlakuan Perbedaan Jarak Sambungan dan Jenis Perekat “ adalah benar-benar hasil karya saya sendiri dengan bimbingan dosen pembimbing dan belum pernah digunakan sebagai karya ilmiah pada perguruan tinggi atau lembaga manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun yang tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.
Bogor, Juli 2012
Rama Octara NRP E24062349
Judul Penelitian : Sifat Fisis dan Mekanis Bambu Lapis dari Bambu Tali (Gigantochloa apus (J. A. & J. H. Schultes) Kurz) dengan Perlakuan Perbedaan Jarak Sambungan dan Jenis Perekat
Nama : Rama Octara
NIM : E24062349
Menyetujui Dosen Pembimbing
Ir. Jajang Suryana, M.Sc. NIP. 19581018 198403 1 001
Mengetahui,
Ketua Departemen Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
Dr. Ir. I Wayan Darmawan, M.Sc.F NIP : 19660212 199103 1 002
Penulis dilahirkan di Bogor, Jawa Barat pada tanggal 31 Oktober 1988. Penulis merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara dari ayah Gussanto Susandhy dan Ibu Sri Rejeki.
Pada tahun 2006 penulis lulus dari Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Bogor dan pada tahun yang sama penulis diterima di Institut Pertanian Bogor melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Tahun 2006 penulis mengambil jurusan Teknologi Hasil Hutan, Departemen Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan sebagai bagian Major dan mengambil Minor Komunikasi sebagai kuliah penunjang. Pada tahun 2009 penulis memilih Bio-Komposit sebagai bidang keahlian.
Penulis telah mengikuti Praktek Pengenalan Ekosistem Hutan (PPEH) di Cilacap-Baturaden tahun 2008, Praktek Pengelolaan Hutan (P2H) di Hutan Pendidikan Gunung Walat tahun 2009, Praktek Kerja Lapang (PKL) di PT. Kutai Timber Indonesia di Probolinggo tahun 2010. Kegiatan kemahasiswaan yang pernah diikuti penulis, antara lain, anggota Himpunan Mahasiswa Hasil Hutan (HIMASILTAN) tahun 2008-2009 dan kepanitian KOMPAK tahun 2008.
Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kehutanan di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, penulis melaksanakan penelitian dalam bidang Bio-komposit dengan judul “Sifat Fisis dan Mekanis Bambu Lapis dari Bambu Tali (Gigantochloa apus (J. A. & J. H. Schultes) Kurz) dengan Perlakuan Perbedaan Jarak Sambungan dan Jenis Perekat” dibawah bimbingan Ir. Jajang Suryana, M.Sc.
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya yang telah dilimpahkan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya penulis sampaikan kepada:
1. Bapak Ir. Jajang Suryana, M.Sc selaku dosen pembimbing yang telah membimbing, mengarahkan, dan memberikan banyak ilmu serta wawasan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini.
2. Bapak Prof. Dr. Ir. Hardjanto, M.S selaku dosen penguji yang telah memberikan saran dan kritikan yang membangun dalam sidang komprehensif. 3. Bapak Prof. Dr. Ir. Fauzi Febrianto, M.S selaku ketua sidang komprehensif. 4. Seluruh dosen dan staf Fakultas Kehutanan IPB.
5. Orang tua tercinta, Bapak dan Ibu atas semua dukungan dan kasih sayang yang diberikan, baik moril maupun materil serta doa yang selalu mengalir tanpa henti kepada penulis.
6. Kakak penulis, atas semangat dan dukungan serta doa yang telah diberikan kepada penulis.
7. Awak Bocore (Bogor Corat-coret) Clothing : Galang, Iedo, dan Mamat atas semangat dan dukunganya yang telah diberikan kepada penulis.
8. Teman-teman angkatan 43 Departemen Hasil Hutan: Abet, Indra Imam, Chandra, Ammar, Ferry, Elang, Didint, Devil, Ricky, Emma, Syifa, Achi, Jule, dita, Sulis, Poppy, Nanaz, Ervina, dan teman-teman Fahutan IPB yang tidak dapat penulis sebutan satu persatu terimakasih atas perhatian, dukungan, dan kesetiakawanan yang kalian berikan.
9. Semua pihak yang telah membantu kelancaran studi penulis baik selama kuliah maupun dalam penyelesaian skripsi ini.
Bogor, Juli 2012
Syukur alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Ilahi rabbi Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini, yang merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kehutanan pada Departemen Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor. Penelitian dengan judul “Sifat Fisis dan Mekanis Bambu Lapis dari Bambu Tali (Gigantochloa apus (J. A. & J. H. Schultes) Kurz) dengan Perlakuan Perbedaan Jarak Sambungan dan Jenis Perekat” bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai pengaruh penguat sambungan dan jenis perekat pada sifat fisis dan mekanis bambu lapis dari bambu tali. Melalui penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengolahan bahan baku bambu sebagai substitusi bahan kayu dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap kayu.
Penelitian ini penulis harapkan dapat memberi informasi yang berguna dalam pemanfaatan bambu. Tiada gading yang tak retak, penulis menyadari bahwa tulisan ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu segala kritik dan saran sangat penulis hargai. Semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi pembaca dan masyarakat pada umumnya.
Bogor, Juli 2012
Halaman
DAFTAR ISI ... i
DAFTAR TABEL ...ii
DAFTAR GAMBAR ...iv
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ...1 1.2 Tujuan ...2 1.3 Manfaat ...2 1.4 Hipotesis ...2