BAB III PERANCANGAN
3.3 Perancangan Software
3.3.2 Diagram Alir (Flowchart) Panggil Proses Tombol
Gambar 3. 10 menunjukan diagram alir (flowchart) proses panggil tombol untuk mengatur perubahan waktu Tdefault.
Gambar 3.10 Flowchart Panggil Proses Tombol
Diagram alir panggil proses tombol dapat dilihat pada gambar 3. 19. Pertama pengeceken apakah tombol up ditekan, jika ya maka waktu Tdefault ditambah 1 (satu).
Perubahan waktu tersebut disimpan pada alamat yang sudah ditentukan. Waktu yang sudah berubah akan ditampilkan pada seven segment. Jika tombol up tidak ditekan, maka akan mengecek apakah tombol down ditekan. Jika tombol down ditekan, maka waktu Tdefault dikurangi 1 (satu). Lalu perubahan waktu tersebtu disimpan pada alamat yang sudah ditentukan dan ditampilkan pada seven segment. Jika tombol down tidak ditekan, maka akan mengecek apakah tombol start ditekan. Jika ya maka, aliran led dijalankan sesuai waktu T yang ditampilkan pada seven segment. Jika waktu aliran led sudah selesai, maka akan kembali ke pengaturan awal.
3.3.3 Diagram Alir (flowchart) Penampil Waktu pada Seven Segment.
Diagram alir (flowchart) pada gambar 3.11 pertama menampilkan angka 30 pada seven segment dan simpan pada alamat yang sudah ditentukan. Lalu pengecekan apakah ada perubahan waktu. Jika tidak, maka tetap menampilkan angka 30. Jika ada perubahan, maka perubahan tersebut akan dikurangi 10 dan simpan hasil pengurangan pada alamat yang sudah ditentukan.. Lalu melakukan pengecekan apakah ada sisa dari pengurangan tersebut. Jika ya, maka sisa hasil pengurangan ditambah 10 dan simpan pada alamat yang sudah ditentukan. Jika tidak, maka tampilkan hasil pengurangan pada seven segment pertama dan tampilkan angka 0 pada seven segment kedua. Pada saat menampilkan waktu, antara seven segment pertama dan kedua diberi tunda. Sehingga seven segment pertama dan kedua menyala secara bergantian (scanning). Untuk lebih jelasnya lihat gambar 3.11.
Gambar 3.11 Flowchart Penampil Waktu pada Seven Segment
3.3.4 Diagram Alir (flowchart) Pemberian Tunda Pada Aliran Led
Pada gambar 3.12 menunjukan diagram alir (flowchart) pemberian tunda pada aliran led
Gambar 3.12 Flowchart Pemberian Tunda Waktu pada Aliran Led
Pada diagram alir pemberian tunda pada aliran led pertama menyimpan T pada alamat yang sudah ditentukan. Lalu bagi T dengan angka 5, karena aliran led ada 5 baris. Simpan hasil pembagian pada alamat yang sudah ditentukan. Lalu kalikan sisa hasil pembagian dengan angka 12, karena 0.2 dari 60 adalah 12. Lalu pengecekan apakah hasil pembagian adalah 0. Jika tidak, maka isi tunda dengan 1 detik. Setelah itu ulangi tunda sampai 60 kali (proses tunda1 = 1menit). Lalu ulangi tunda1 sampai sebesar hasil pembagian. Jika hasil pembagian adalah 0, maka akan melakukan pengecekan apakah hasil perkalian dari sisa pembagian adalah 0. jika tidak, isi tunda3 dengan 1 detik. Lalu ulangi tunda3 sampai sebesar hasil perkalian dari sisa hasil pembagian. Jika hasil perkalian dari sisa pembagian adalah 0 maka lompat ke selesai. Untuk lebih jelasnya lihat gambar 3.12.
4.1. Prinsip Kerja.
Prinsip kerja dari jam pasir digital adalah jika sakelar on, maka semua led akan menyala dan seven segment menampilkan angka 30. Angka 30 berarti, led baris 6, 7, 8, 9, 10 akan menyala semua dalam waktu 30 menit. Led akan menyala jika pada mikrokontroler port 1 bit 1 sampai bit 5 berlogika rendah dan akan mati jika port 2 bit 1 sampai bit 5 berlogika tinggi. Jam pasir digital dilengkapi dengan 4 tombol, yaitu tombol start, up down, dan reset. Dapat dilihat pada gambar 4.1.
Gambar 4.1 Layout Jam Pasir Digital
48
Tombol start berfungsi sebagai tombol untuk menjalankan perpindahan aliran led. Tombol up berfungsi untuk menambah tunda waktu perpindahan aliran led.
Setiap ditekan 1 kali, maka tunda waktu bertambah 1 menit. Tombol down berfungsi untuk mengurangi tunda waktu perpindahan aliran led. Setiap ditekan 1 kali, maka tunda waktu berkurang 1 menit. Tombol reset berfungsi untuk mengatur ulang, jika pengaturan waktu salah. Jika perpindahan led sudah berjalan, maka tombol up dan down tidak berfungsi lagi.
4.2 Pengamatan Perpindahan Aliran Led
Pengamatan aliran led berfungsi untuk mengetahui apakah aliran dapat mengalir dengan benar. Tunda waktu perpindahan aliran led dapat diatur dari rentang waktu 00 menit sampai 60 menit. Jika jam pasir digital diatur dengan tunda waktu 00 menit, maka bila tombol start ditekan led bagian bawah (baris 6, 7, 8, 9, 10) langsung menyala semua.
Gambar 4.2 Perpindahan Aliran Led dengan Tunda Waktu 3 menit.
Jika tunda waktu aliran led diatur dari 1 menit sampai 60 menit, maka baris led 6, 7, 8, 9, 10 langsung mati. Tetapi akan menyala kembali setelah tunda waktu selesai berjalan.
Jika perpindahan aliran led sudah selesai sesuai dengan tunda yang sudah ditentukan, maka akan kembali pada pengaturan awal yaitu led menyala semua dan seven segment menampilkan angka 30. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 4.2.
4.3 Pengamatan Tunda Waktu
Tunda waktu berfungsi untuk menentukan tunda pada perpindahan led. Data tunda waktu diperoleh berdasarkan perhitungan waktu pada stopwatch. Tabel 4.1 adalah data pengamatan tunda waktu dari 1 menit sampai 60 menit dan tabel 4.2 adalah data tunda waktu tiap baris led.
Tabel 4.1 Data Pengamatan Tunda Waktu
Data Seven
Lanjutan tabel 4.1
Perhitungan untuk error pada tabel 4.1 sebagai berikut:
%
Contoh untuk error pada tunda waktu 1 menit:
Data seven segment = 1 menit = 60 detik
Tabel 4.2 Data Pengamatan Tunda waktu Tiap Baris Led
Tunda Waktu
Lanjutan tabel 4.2
Lanjutan tabel 4.2
Perhitungan untuk error pada tabel 4.2 dihitung tiap baris. perhitungannya sebagai berikut:
Contoh untuk error tunda waktu1 menit baris led 1:
Tunda waktu 1 menit (60 detik), berarti tunda waktu untuk tiap barisnya adalah 5 12
Dari data tabel 4.1 dan 4.2 terdapat error yang masih dalam batas toleransi error yaitu 5 % [4], kecuali pada baris 1 dan 3 tunda waktu 1 menit. Error tersebut
dikarenakan tunda waktu hanya 1 menit atau 12 detik tiap barisnya. Sehingga presentase error-nya menjadi besar. Tetapi, error untuk keseluruhan baris adalah 3.33
% sehingga masih dalam toleransi error.
4.4 Pengamatan Tiap Rangkaian
Pengamatan data diambil berdasarkan pengukuran setiap blok rangkaian.
Rangkaian tersebut antara lain adalah
4.4.1 Rangkaian tombol.
Berdasarkan data pada tabel 4.3, maka tombol akan berfungsi jika mikrokontroler berlogika aktif rendah. Berlogika rendah, karena jika tombol ditekan tegangan pada tombol ’0’ Volt, jika tidak ditekan tegangannya 3.35 Volt.
Jika dibandingkan dengan dasar teori, jika salah satu port pada mikrokontroler dihubungkan dengan ground, maka akan berlogika ’0’. Karena setiap tombol dihubungkan dengan ground, maka masing-masing tombol dapat digunakan sebagai masukan.
Tabel 4.3 Data Pengamatan Rangakain Tombol Tombol Tidak ditekan Ditekan
Start 3.35 Volt 0 Volt Up 3.35 Volt 0 Volt Down 3.35 Volt 0 Volt Reset 3.30 Volt 0 Volt 4.4.2 Rangkaian Led
Rangkaian led berfungsi untuk menyalakan dan memadamkan led dengan menggunakan transistor sebagai sakelar.
Tabel 4.4 Pengamatan tegangan pada transistor
Berdasarkan tabel 4.4 led akan menyala, jika transistor dalam keadaan saturasi dan led akan mati, jika transistor cut off. Tegangan pada transistor saat saturasi dan cut off dapat dilihat pada tabel 4.4.
Arus yang masuk ke mikrokontroler dapat diketahui dengan berdasarkan data pada tabel 4.4. Jika VRB pengamatan diketahui, maka arus yang masuk ke mikrokontroler adalah sebagai berikut :
IB = B diserap mikrokontroler, yaitu sebesar 1.6 mA. Nilai IB yang tidak sesuai dengan batas maksimal tersebut disebabkan karena R
B
RB = 2362.5 Ω B RB = 2.4 kΩ B
Jadi nilai RB yang seharusnya digunakan sebesar 2.4 kΩ. Dapat disimpulkan bahwa R
B
BB sebesar 300 Ω tidak dianjurkan dalam pembuatan jam pasir digital ini, karena dapat merusak mikrokontroler. Tetapi dengan menggunakan RB sama dengan 300 Ω alat masih bisa bekerja seperti yang diharapkan. Untuk lebih amannya disaran memakai R
B
B sama dengan 2.4 kΩ
Adanya error tegangan pada transistor tidak mempengaruhi kinerja dari alat ini. Karena error masih dalam rentang toleransi error [4].
Perhitungan error didapat dari :
% VRBperancangan = 3.85 Volt
%
4.4.3 Rangkaian Seven Segment
Rangkaian seven segment berfungsi untuk menampilkan data tunda waktu pada perpindahan aliran led. Seven segment akan menyala, jika pada IC BCD diberi masukan dari mikrokontroler dan VCC sebesar 5 Volt. Dalam penelitian ini digunakan 2 buah seven segment. Maka cara penyalaannya dilakukan dengan cara scanning.
IC BCD akan bekerja, jika mendapat tegangan sebesar 5 Volt. Data masukan dan keluaran IC BCD dapat dilihat pada tabel kebenaran datasheet.
4.5 Pembahasan Program
Setiap subroutine akan dibahas sendiri-sendiri, sehingga dapat mempermudah dalam menganalisa. Subroutine tersebut antara lain :
4.5.1 Subroutine Pengaturan Tunda Waktu.
Subroutine Pengaturan tunda waktu berfungsi untuk mengatur tunda waktu setiap baris perpindahan aliran led. Tiap masukan tunda waktu akan dibagi ’5’.
Dibagi ’5’ karena ada 5 perpindahan aliran led. Jika terdapat sisa pembagian, maka akan dikalikan ’12’. Perkalian ini dilakukan karena 0.2 dari 60 adalah 12. Untuk menjalankan program tersebut, berikut penggalan program tersebut:
dataPROSES equ 4bh ;simpan dataPROSES ke alamat 4bh dataMENIT equ 10h ;simpan dataMENIT ke alamat 10h dataDETIK1 equ 1ah ;simpan dataDETIK1 ke alamat 1ah dataDETIK2 equ 1bh ;simpan dataDETIK2 ke alamat 1bh
;
mov A,dataPROSES ;salin isi lokasi memori dataPROSES ke A mov B,#05h ;Isi register B dengan nilai 05h
div AB ;data pada seven segment dibagi 5 mov dataMENIT,A ;Salin A ke lokasi memori dataMENIT
mov dataDETIK1,B ;Salin register B ke lokasi memori dataDETIK1 mov B,#12 ;Isi register B dengan nilai 12
mov A,dataDETIK1 ;salin lokasi memori dataDETIK1 ke A
mul AB ;sisa pembagian dari data 7segment dikali 12 mov dataDETIK2,A ;Salin A ke lokasi memori dataDETIK1
4.5.2 Penyalaan Led
Led akan menyala, jika port 1 dan port 2 pada mikrokontroler berlogika rendah. Tabel 4.5 adalah data masukan untuk port 1 dan port 2
Tabel 4.5. Data Masukan untuk Port 1 dan Port 2.
Port 1 Port 2
Data
Heksa Biner Heksa Biner
Barid Led
Tabel 4.6. Hubungan antara Data Biner dengan Led
Port 1 Port 2
Penyalaan led dapat dilakukan dengan menentukan data pada port 1 dan 2, dapat dilihat pada tabel 4.5. Data dimulai dari bit ke ‘1’ sampai bit ke ‘5’. Data tersebut digunakan untuk menentukan penyalaan led tiap baris led pada port 1. Misalnya jika port 1 dan port 2 diberi masukan data ke ‘1’, maka baris led yang menyala adalah baris 1, 2, 3, 4, 5 dan baris led yang mati adalah 6, 7, 8, 9, 10. Setiap data akan diberi tunda waktu, agar dapat diatur waktu perpindahannya. Tabel 4.6 adalah hubungan
antara data biner dengan baris led. Baris led hanya menggunakan bit ke ‘0’ sampai bit ke ‘4’, jadi bit ke ‘5’ sampai bit ‘7’ tidak digunakan dan selalu berlogika ’1’.
Dalam pengujian listing program penyalaan led, led dapat menyala sesuai dengan listing program. Pertama-tama semua led menyala, selanjutnya led akan bergeser dari atas ke bawah. Setiap pergeseran led dapat diatur tunda waktunya.
Untuk lebih jelasnya proses penyalaan led dapat dilihat pada penggalan program di bawah:
led1 equ p1 ;Inisialisasi port 1 led2 equ p2 ;Inisialisasi port 2
mov led1,#0e0h ;nyalakan led baris 1,2,3,4,5 mov led2,#0e0h ;nyalakan led baris 6,7,8,9,10 mulai:
mov led1,#0e0h ;nyalakan led baris 1, 2, 3, 4, 5 mov led2,#0ffh ;padamkan led baris 6, 7, 8, 9,10 acall tunda4 ;beri tunda waktu
mov led1,#0e1h ;padamkan led baris 1 mov led2,#0feh ;nyalakan led baris 10 acall tunda4 ;beri tunda waktu
mov led1,#0e3h ;padamkan led baris 1, 2 mov led2,#0fch ;nyalakan led baris 9, 10 acall tunda4 ;beri tunda waktu
mov led1,#0e7h ;padamkan led baris 1, 2, 3 mov led2,#0f8h ;nyalakan led baris 8, 9, 10 acall tunda4 ;beri tunda waktu
mov led1,#0efh ;padamkan led baris 1, 2, 3, 4 mov led2,#0f0h ;nyalakan led baris 7, 8, 9, 10 acall tunda4 ;beri tunda waktu
mov led1,#0ffh ;padamkan led baris 1, 2, 3, 4, 5 mov led2,#0e0h ;nyalakan led baris 6, 7, 8, 9, 10 acall tunda3 ;beri tunda waktu
sjmp awal ;kembali ke settingan awal
4.5.3 Subroutine Cek Tombol
Subroutine cek tombol berfungsi untuk menjalankan jam pasir digital dan mengatur tunda waktu perpindahan led. Jika tombol start ditekan, maka jam pasir bekerja. Jika tombol up ditekan, maka tunda waktu perpindahan aliran led bertambah
’1’ menit. Jika tombol down ditekan, maka tunda waktu perpindahan aliran led berkurang ’1’ menit. Karena semua port yang terhubung dengan tombol dihubungkan dengan ground, maka setiap penekanan tombol berarti berlogika aktif rendah. Jika tombol start, maka tombol up dan tombol down tidak akan berfungsi lagi. Agar masing-masing tombol berfungsi, berikut penggalan program tersebut:
up equ p3.5 ;Inisialisasi tombol up (p3.5) down equ p3.6 ;Inisialisasi tombol down (p3.6) start equ p3.7 ;Inisialisasi tombol start (p3.7) data7s equ 30h ;Simpan data7s ke alamat 30h
dataPB equ 4ah ;Simpan dataPB ke alamat 4ah dataPROSES equ 4bh ;Simpan dataPROSES ke alamat 4bh cektombol:
mov A,dataPB ;salin lokasi memori dataPB ke A subb A,#60 ;rentang tunda waktu
jc tambah ;
jmp selesai ;
tambah:
inc dataPB ;tunda waktu ditambah 1
jmp selesai ;
turun:
jb down,jalankan ;apakah tombol down ditekan ?
jnb down,$ ;jika ditekan, tunggu sampai dilepas!
acall tunda2 ;beri tunda
mov A,dataPB ;salin lokasi memori dataPB ke A cjne A,#00,kurang ;bandingkan dengan batas bawah
jmp selesai ;
mov dataPROSES,dataPB ;salin dataPB ke lokasi dataPROSES ret ;kembali ke program utama
;
selesai:
mov data7s,dataPB ;salin dataPB ke lokasi memori data7s acall tampilan ;panggil ‘tampilan’
sjmp cektombol ;lompat ke ‘cektombol’
4.5.4 Subroutine Tampilan pada seven segment.
Fungsi dari subroutine tampilan seven segment adalah untuk menampilkan tunda waktu. Setiap perubahan tunda waktu akan ditampilkan pada seven segment.
Langkah pertama dalam menampilkan tunda waktu pada seven segment adalah menentukan nilai tiap seven segment. Setelah itu seven segment dinyalakan secara bergantian mulai dari angka satuan, kemudian angka puluhan. Perbandingan antara data tunda waktu dengan seven segment dapat dilihat pada tabel 4.7.
Tabel 4.7 Data Perbandingan Tunda waktu dengan Seven Segment Data Tunda waktu Data Tunda waktu
Desimal Heksa
Seven
segment Desimal Heksa
Seven
Berikut penggalan program scanning seven segment
BCD equ p0 ;inisialisasi BCD (port 0) scan7s1 equ p1.6 ;inisialisasi scan7s1 (p1.6) scan7s2 equ p1.5 ;inisialisasi scan7s2 (p1.5) 7s1 equ 31h ;simpan 7s1 pada alamat 31h 7s2 equ 32h ;simpan 7s2 pada alamat 32h
pengurang equ 40h ;simpan pengurang pada alamat 40h tampilan:
mov 7s1,#00h ;salin nilai 00 pada lokasi memori 7s1 mov A,data7s ;salin data7s ke akumulator
lagi10:
clr C ;buat C menjadi 0
subb A,pengurang ;nilai 7segment pertama dikurangi 10 jc angka1 ;lompat ke ‘angka1’, jika ada carry inc 7s1 ;nilai pada 7segment ditambah 1 sjmp lagi10 ;
angka1:
add A,pengurang ;nilai 7segment kedua ditambah 10
mov 7s2,A ;
mov BCD,7s2 ;masukan data 7segment kedua ke IC BCD clr scan7s2 ;padamkan 7segment kedua
acall tunda1 ;beri tunda
setb scan7s1 ;nyalakan 7segment pertama setb scan7s2 ;nyalakan 7segment kedua
mov BCD,7s1 ;masukan data 7segment pertama ke IC BCD clr scan7s1 ;padamkan 7segment pertama
acall tunda1 ;beri tunda
setb scan7s1 ;nyalakan 7segment pertama setb scan7s2 ;nyalakan 7segment kedua clr A ;buat A menjadi 0
ret ;kembali ke program utama
4.5.5 Subroutine Tunda Waktu
Ada beberapa routine tunda waktu pada subroutine tunda waktu. Routine tunda waktu tersebut adalah :
1. Routine Tunda Waktu pada Cek Tombol
Routine tunda waktu pada cek tombol berfungsi untuk untuk menghilangkan efek bounching. Efek bounching adalah efek dimana tombol up atau down saat ditekan satu kali, maka hasil pertambahan atau pengurangan pada pengaturan tunda
waktu akan lebih dari satu akibat pantulan dari tekanan pada tombol. Tunda waktu pada cek tombol ini bernilai 20000 µdetik
2. Routine Tunda Waktu pada Scanning Seven Segment
Routine tunda waktu pada scanning seven segment berfungsi menyalakan dua seven segment secara bergantian. Cara menyalakan dua seven segment secara bergantian disebut proses scanning. Nilai dari tunda waktu scanning seven segment adalah 500 µdetik.
3. Routine Tunda Waktu Perpindahan Led
Routine tunda waktu perpindahan led berfungsi untuk memberi tunda waktu pada perpindahan aliran led. Langkah selanjutnya menentukan tunda perpindahan aliran led. Pertama menentukan tunda waktu dengan memasukkan data pada timer.
Fungsi ini untuk mengubah dari data mikrodetik menjadi detik. Selanjutnya mengubah data dari detik menjadi menit. Lalu memasukkan data seven segment pada timer mikrokontroler untuk menentukan tunda waktu perpindahan aliran led.
Hitungan untuk mengubah data dari mikrodetik menjadi detik kemudian menjadi menit. Nilai dari tunda waktu perpindahan aliran led tergantung dari data pada seven segment Karena hitungan timer pada mikrokontroler adalah mikrodetik, maka hitungannya sebagai berikut:
hitung = 10000 µdetik
1detik = 100 ; untuk menjadikan tunda waktu 1 detik 1menit = 60 ; untuk menjadikan tunda waktu 1 menit data seven segment ; jika data seven segment = 30
maka :
tunda waktu = hitung x 1detik x 1menit x data seven segment
= 10000 µdetik x 100 x 60 x 30
= 1800000000 µdetik
= 1800 detik
= 30 menit
Penggalan program untuk subroutine tunda waktu sebagai berikut :
dataPROSES equ 4bh ;simpan ‘dataPROSES’ pada alamat 4bh dataMENIT equ 10h ;simpan ‘dataMENIT’ pada alamat 10h dataDETIK1 equ 1ah ;simpan ‘dataDETIK1’ pada alamat 1ah dataDETIK2 equ 1bh ;simpan ‘dataDETIK2’ pada alamat 1bh 1detik equ 100 ;data ‘1detik’ bernilai 100
1menit equ 60 ;data ‘imenit’ bernilai 60 5detik equ 500 ;data ‘5detik’ bernilai 500 hitung equ -10000 ;data ‘hitung’ bernilai -10000 tunda1: mov th0,#high(-20000) ;isi timer 0 high sebesar 20000 µdetik
setb tr0 ;nyalakan timer 0
mov th1,#high hitung ;isi timer 1 high sebesar 10000 µdetik mov tl1,#low hitung ;isi timer 1 low sebesar 10000 µdetik setb tr1 ;nyalakan timer 1
tunggu:
acall tampilan ;nyalakan seven segmnet
jnb tf1,tunggu ;
cjne r5,#00h,lagi2 ;bandingkan apakah r5 = 0, jika tidak
acall tampilan ;nyalakan seven segment jnb tf1,tunggu1 ;
clr tf1 ;matikan tf1
clr tr1 ;matiakn timer 1
djnz r7,lagi ;timer diulangi sebesar 100 kali djnz r6,lagi1 ;timer diulangi sebesar 60 kali
djnz r5,lagi2 ;timer diulangi sebesar data 7segment
;
tunda5:
mov r4,dataDETIK2 ;salin dataDETIK2 ke register r4
cjne r4,#00h,lagi4 ;bandingkan apakah r4 = 0, jika tidak
;lompat ke lagi4
sjmp terus ;jika r4 = 0, tunda5 diabaikan lagi4:
mov r3,#1detik ;salin nilai ’1detik’ ke register r3 lagi3:
mov th1,#high hitung ;isi timer 1 high sebesar 10000 µdetik mov tl1,#low hitung ;isi timer 1 low sebesar 10000 µdetik setb tr1 ;nyalakan timer 1
tunggu2:
acall tampilan ;nyalakan seven segment jnb tf1,tunggu2 ;
clr tf1 ;matikan tf1
clr tr1 ;matikan timer 1
djnz r3,lagi3 ;timer diulangi sebesar 100 kali djnz r4,lagi4 ;timer diulangi sebesar data pada r4 terus:
clr C ;buat C menjadi 0
ret ;kembali ke program utama
BAB V PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan dan pengujian yang telah dilakukan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1. Alat jam pasir digital yang telah dikerjakan dapat bekerja sesuai dengan batasan masalah dan perancangan.
2. Alat jam pasir digital ini memiliki error 0 % sampai 4 %.
5.2. Saran
Saran untuk pengembangan jam pasir digital ini antara lain :
1. Menggunakan mikrokontroler yang memiliki timer yang tepat sesuai dengan hitungan stopwatch.
2. Untuk mengetahui output dari tunda waktu, sebaiknya ditambah 2 buah seven segment untuk menmpilkan perhitungan tunda waktu
66
[1] Agfianto Eko Putra, “Belajar Mikrokontroler”, Gava Media, Yogyakarta, Desember 2003.
[2] Prof. Dr. Zuhal M.Sc.EE., dan Ir. Zhanggischan “Prinsip Dasar Elektroteknik”, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2004
[3] Robert Boylestad, and Louis Nashelsky., “Electronic Devices and Circuit Theory, 6th Ed”., Prentice Hall Inc., A Simon & Schuster Company, Englewood Cliffs, New Jersey, USA, 1996
[4] Ogata.K, 1996, Teknik Kontrol Automatik, Edisi kedua, Erlangga [5] www.innovativeelectronics.com
[6] www.DatasheetCatalog.com
67
LAMPIRAN
DATASHEET
© 2000 Fairchild Semiconductor Corporation DS009817 www.fairchildsemi.com
to 7-Segment Decoder/Driver with Open-Collector Outputs
BCD to 7-Segment Decoder/Driver with Open-Collector Outputs
General Description
The DM74LS47 accepts four lines of BCD (8421) input data, generates their complements internally and decodes the data with seven AND/OR gates having open-collector outputs to drive indicator segments directly. Each segment output is guaranteed to sink 24 mA in the ON (LOW) state and withstand 15V in the OFF (HIGH) state with a maxi-mum leakage current of 250 µA. Auxiliary inputs provided blanking, lamp test and cascadable zero-suppression func-tions.
Features
■Open-collector outputs
■Drive indicator segments directly
■Cascadable zero-suppression capability
■Lamp test input
Ordering Code:
Devices also available in Tape and Reel. Specify by appending the suffix letter “X” to the ordering code.
Logic Symbol
Order Number Package Number Package Description
DM74LS47M M16A 16-Lead Small Outline Integrated Circuit (SOIC), JEDEC MS-012, 0.150 Narrow DM74LS47N N16E 16-Lead Plastic Dual-In-Line Package (PDIP), JEDEC MS-001, 0.300 Wide
Pin Names Description
A0–A3 BCD Inputs
RBI Ripple Blanking Input (Active LOW) LT Lamp Test Input (Active LOW) BI/RBO Blanking Input (Active LOW) or
Ripple Blanking Output (Active LOW) a –g Segment Outputs (Active LOW) (Note 1)
www.fairchildsemi.com 2
Note 2: BI/RBO is wire-AND logic serving as blanking input (BI) and/or ripple-blanking output (RBO). The blanking out (BI) must be open or held at a HIGH level when output functions 0 through 15 are desired, and ripple-blanking input (RBI) must be open or at a HIGH level if blanking or a decimal 0 is not desired. X = input may be HIGH or LOW.
Note 3: When a LOW level is applied to the blanking input (forced condition) all segment outputs go to a HIGH level regardless of the state of any other input condition.
Note 4: When ripple-blanking input (RBI) and inputs A0, A1, A2 and A3 are LOW level, with the lamp test input at HIGH level, all segment outputs go to a HIGH level and the ripple-blanking output (RBO) goes to a LOW level (response condition).
Note 5: When the blanking input/ripple-blanking output (BI/RBO) is OPEN or held at a HIGH level, and a LOW level is applied to lamp test input, all segment outputs go to a LOW level.
Functional Description
The DM74LS47 decodes the input data in the pattern
The DM74LS47 decodes the input data in the pattern