• Tidak ada hasil yang ditemukan

Olah Imaji Digital dalam pembuatan karya yang disesuaikan dengan tema

Dalam dokumen MODUL 7 PELATIHAN SERTIFIKASI KOMPETENSI (Halaman 42-50)

OLAH DIGITAL LANJUT

2. Membuat Suatu Karya Tematik Olah Imaji Digital 1 Pemilihan Kualitas Data

2.2. Olah Imaji Digital dalam pembuatan karya yang disesuaikan dengan tema

Maka olah foto saya bagi dalam dua kategori yaitu Digital Enhancement dan Digital Manipulation. Digital Enhancement terdiri dari :

1) Memperbaiki exposure & warna secara keseluruhan: level, curve, brightnees/contrast, hue/saturation dan white balance.

Langkah pertama olah digital dasar yaitu membaca histogram foto. Memang terasa rumit pada awalnya, tapi jika sudah mengerti prinsipnya, anda akan sangat terbantu nanti.

Histogram memberi petunjuk tentang exposure foto yang bermanfaat ketika hendak melakukan koreksi pada saat memotret atau mengolah foto di komputer. Pada histogram Level di Photoshop misalnya, terdapat tiga titik yang masing-masing menunjuk

pada shadow (sebelah kiri), midtone (tengah) dan highlight (sebelah kanan). Hasil pemotretan yang baik (untuk sebagian besar pemotretan) umumnya menunjukkan pola histogram berupa gunung dengan lembah di kiri dan kanan dengan ujung yang bisa berakhir mendekati atau tepat pada titik shadow dan highlight. Foto yang baik akan menjaga detail shadow di sebelah kiri grafik dan highlight di sebelah kanan grafik; bukan memotong data-data tersebut. Perhatikan contoh foto dan histogram foto dibawah:

Namun, tidak semua bacaan histogram harus seperti itu. Kondisi pemotretan tidak semuanya ideal dan kadang fotografer justru sengaja membuatnya tidak ideal dengan tujuan tertentu. Perhatikan dua gambar berikut untuk foto dengan kontras tinggi dan kontras rendah. Bacaan histogramnya sudah baik, jika anda melakukan koreksi lagi dengan menggeser titik shadowatau highlightnya justru bisa merusak foto.

Pola histogram foto kontras rendah dimana gunungan tampak dominan dan hampir terpotong di sebelah kanan.

Pola histogram foto kontras tinggi dimana gunungan tampak dominan dan terpotong ke kiri.

Pada dua contoh diatas, tidak dilakukan koreksi lagi. Pada Gambar 2, kondisi pemotretan memang kontrasnya rendah. Begitu pula dengan Gambar 3, kontras shadow dan highlightnya memang tinggi. Dengan pencahayaan yang hampir menyerupai spot light tersebut, diambil metering dari area highlight untuk memastikan detail penting area ini terjaga. Diutamakan highlight karena memang poin of interest foto ada dibagian itu. Akibatnya, area shadow disekitarnya semakin kuat, walau demikian, efek dramatik dari kontras tinggi tersebut memang diharapkan. Diluar pengecualian pola

histogram seperti contoh gambar 2 dan 3. Pola histogram sebagian besar foto walau sebenarnya sudah cukup baik kadang masih tampak kurang akurat. Ruang ketidakakuratan terjadi karena variabel pemotretan yang berubah-ubah. Butuh kondisi pemotretan yang sempurna dan terkontrol untuk mendapatkan exposure yang seakurat mungkin. Dengan kenyataan seperti itu, dalam batas tertentu kita masih bisa melakukan koreksi exposure di komputer. Untuk dilapangan, bacaan histogram bisa membantu kita melakukan koreksi langsung dengan memotret ulang.

Langkah kedua adalah adjusment level. Untuk mengkoreksi tone warna, anda bisa menggeser segitiga highlight di sebelah kanan secara perlahan kekiri sambil memperhatikan perubahan pada kontras foto. Jika anda mau, ada bisa juga bereksperimen dengan menggeser titik midtone ditengah ke kanan atau kekiri untuk memperoleh mood yang diinginkan. Langkah selanjutnya adalah adjusment saturasi.

Untuk besaran saturasi tergantung selera. Namun untuk koreksi dasar biasanya anda tetap ingin foto terlihat wajar atau natural. Dengan natural, akan mudah bagi anda untuk melakukan perubahan-perubahan apapun nantinya.

2) Memperbaiki tampilan foto secara keseluruhan: croping, sharpening & dodge/ burning.

Crop terbaik memang sebaiknya dilakukan ketika memotret, karena piksel tidak berkurang dan kualitas foto terjaga. Namun kondisi dilapangan tidak selamanya memungkinkan. Keputusan crop justru kadang baru bisa kita tentukan setelah membuka foto di komputer. Sharpening hanya dilakukan ketika butuh output foto (mencetak, upload internet, dsb), tidak pada saat pengolahan. Karena proses sharpening berkali-kali bisa memunculkan artefak yang membuat foto cacat.

Pada Digital Manipulation beberapa teknik yang bisa dilakukan diantaranya : 1) Clone Stamp tool

Clone Stamp tool bekerja dengan mengganti piksel yang tidak diinginkan atau rusak dengan piksel yang baik yang Anda targetkan. Ini adalah tools populer yang relatif mudah digunakan dan memberikan hasil yang akurat dalam proses retouching foto Clone Stamp tool memungkinkan Anda untuk menentukan titik sampel (di mana piksel yang baik yang akan Anda gunakan), dan kemudian di duplikat ke daerah yang jelek (untuk menutupi

kerusakan atau cacat). Teknik ini dapat menggunakan brush lembut, yang dapat memperhalus tepi stamp, membuat stroke lebih bisa dipercaya karena akan terlihat menyatu dengan baik. Pada prinsipnya Clone Stamp Tool akan bekerja seperti tool brush, sehingga kita dapat menyesuaikan ukuran brush yang dibutuhkan. Biasakan memulai dengan ukuran brush kecil, karena semakin besar brush maka area sampel yang diambil juga akan besar. Prinsip kerjanya adalah menyamarkan sebuah area menggunakan sampel dari area lain. Semakin kecil ukuran brush memang membutuhkan effort yang lebih besar, namun hasilnya akan lebih rapih.

2) Menambah filter

Salah satu filter yang banyak digunakan adalah filter graduated neutral density (ND). Filter graduated neutral density (ND) dapat membantu meningkatkan keseimbangan eksposur cahaya antara langit dan tanah. Hal ini memungkinkan Anda untuk menyeimbangkan tingkat cahaya antara langit yang cerah dan tanah gelap, memberikan foto yang tersingkap baik dan penuh detail di semua bidang. Efek filter ND bisa dibuat dengan mengatur highlight, mengatur shadows, mengatur dan mengunci adjusment layers, menambahkan gradient, dan mengatur kontras secara keseluruhan. Menerapkan filter graduated neutral density filter secara digital adalah cara yang ampuh untuk memperbaiki masalah exposure di foto Anda.

Rangkuman

Unit ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam melakukan olah digital, meliputi pemanfaatan efek khusus, teknis penggabungan imaji, dan manipulasi gambar. Pekerjaan yang dilakukan adalah menidentifikasi pengetahuan imaji digital dan membuat suatu karya tematik olah imaji digital.

Soal Latihan Pilihan Ganda

1. Apakah perbedaan file PNG dan JPEG ketika menyimpan foto/gambar pada aplikasi Photoshop ?

A. JPEG memiliki kelebihan membuat gambar menjadi transparan B. PNG memiliki kelebihan membuat gambar menjadi transparan C. Tidak ada perbedaan

D. JPEG lebih umum dibandingkan PNG

2. Jumlah titik persatuan luas yang mempengaruhi ketajaman dan detail file bitmap adalah A. Vektor

B. Resolusi C. Crop D. Intensitas

3. Teknik yang menggabungkan dua atau lebih potongan fenomena imaji-imaji visual fotografi yang berbeda ke dalam satu imaji-imaji visual fotografi disebut?

A. Metode sandwiching B. Metode masking C. Metode asembling D. Metode montase

4. Kelebihan penggunaan file RAW dibandingkan dengan JPEG adalah?

A. Kualitas foto secara keseluruhan lebih baik, ini berkaitan dengan adanya kompresi jika memakai JPEG

B. Ukuran file lebih kecil C. Terdapat kompresi resolusi D. Lebih ringan dalam proses editing

5. Yang dapat memberi petunjuk tentang exposure foto yang bermanfaat ketika hendak melakukan koreksi pada saat memotret atau mengolah foto di komputer adalah?

A. Clone stamp B. Histogram C. Brush tool D. Laso tool

Studi Kasus

Anda diminta untuk melakukan Olah Digital Lanjut pada sebuah hasil foto

Praktikum

Dalam proses olah imaji digital lanjut, proses yang harus dikuasai adalah Digital Enhancement dan Digital Manipulation. Digital Enhancement. Untuk menunjang hal tersebut, berikut panduan praktikum untuk olah imaji digital lanjut!

1) Pilihlah foto mentah dari hasil foto anda dalam format RAW.

2) Pilihlah salah satu aplikasi editing foto yang anda kuasai dan import file foto anda ke aplikasi tersebut.

3) Perbaikiliah exposure & warna secara keseluruhan dengan mengatur level, curve, brightnees/contrast, hue/saturation dan white balance

4) Lakukan cropping seperlunya untuk memperkuat point of view.

5) Tambahkan digital manipulation seperlunya untuk finishing.

6) Eksport foto sehingga siap untuk dicetak.

Peralatan dan perlengkapan yang diperlukan : 1. Peralatan

2. Perangkat pengolah data 3. Printer

4. Perlengkapan 5. Card reader 6. Software

Dalam dokumen MODUL 7 PELATIHAN SERTIFIKASI KOMPETENSI (Halaman 42-50)

Dokumen terkait