BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Ganbar 3.28 Operasi Counter pada Mitsubishi
digunakan. Terdapat dua tipe counter, yaitu : up-counter (pencacah maju) dan
down-counter (pencacah mundur). Up-down-counter melakukan perhitungan maju dari nilai nol
hingga mencapai suatu nilai yang ditetapkan. Sedangkan down-counter melakukan perhitungan mundur dari harga yang telah ditetapkan sampai nilai nol.
Ganbar 3.28 Operasi Counter pada Mitsubishi
Dari gambar 3.27, dapat dilihat bahwa ketika input diaktifkan, maka input ini akan mengaktifkan counter C0. Output kontak ini akan aktif (mulai menghitung) bila koilnya diaktifkan selama harga yang telah ditetapkan yaitu 25 kali. Ketika nilai 25 ini tercapai, maka kontak C0 akan mengaktifkan output Y000. Counter dapat direset pada saat input X001 diaktifkan.
47
PERANCANGAN PROTOTYPE LIFT 4 LANTAI
YANG DIKONTROL PLC
4.1.Perancangan Perangkat Keras 4.1.1 Input
a. Limit Switch Lantai
Pada setiap lantai digunakan satu Limit switch. Limit switch lantai 1, lantai 2, lantai 3 dan lantai 4 berturut-turut berada pada alamat X000, X001, X002, X003. Limit switch ini berfungsi sebagai saklar untuk motor lift. Apabila ada permintaan untuk berhenti pada satu lantai maka motor lift akan berhenti jika menyentuh limit switch. Jika tidak ada permintaan maka limit switch akan diabaikan.
b. Tombol-Tombol
Tombol-tombol adalah seluruh tombol yang ada di dalam lift dan juga tombol yang ada di setiap lantai yang jumlah keseluruhannya 12 tombol. Untuk tombol yang ada di dalam lift berjumlah 6 tombol yaitu 4 buah tombol permintaan untuk setiap lantai, tombol untuk menutup pintu dan tombol untuk membuka pintu.
Tombol yang ada di setiap lantai adalah tombol permintaan naik pada lantai 1, tombol permintaan naik dan turun pada lantai 2 dan 3 serta tombol permintaan turun pada lantai 4 yang semua berjumlah 6 tombol.
Karena keterbatasan input pada PLC, tombol-tombol ini dikodekan menjadi 4 bit kode biner. 4 bit kode biner ini berada pada alamat X004, X005, X006, X007. Daftar pengkodean dapat dilihat pada tabel 4.1
48
Tabel 4.1 Pengkodean Tombol-tombol
NO Tombol-tombol
Alamat
X007 X006 X005 X004
1 Tombol lantai 1 di lift 0 0 0 1
2 Tombol lantai 2 di lift 0 0 1 0
3 Tombol lantai 3 di lift 0 0 1 1
4 Tombol lantai 4 di lift 0 1 0 0
5 Tombol tutup di lift 0 1 0 1
6 Tombol buka di lift 0 1 1 0
7 Tombol naik di lantai 1 0 1 1 1
8 Tombol turun di lantai 2 1 0 0 0
9 Tombol turun di lantai 3 1 0 0 1
10 Tombol turun di lantai 4 1 0 1 0
11 Tombol naik di lantai 3 1 0 1 1
X004 X006 X005 X007 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Gambar 4.1 Pengkodean Tombol-tombol c. Input Pintu
Input pintu terdiri dari limit switch pintu terbuka, limit switch pintu tertutup dan sensor yang masing-masing beralamat X010, X011, X12
50
Limit switch pintu terbuka berfungsi sebagai saklar ketika motor penggerak pintu bergerak membuka agar berhenti pada keadaan membuka penuh begitu juga sebaliknya limit switch pintu tertutup berfungsi sebagai saklar ketika motor penggerak pintu bergerak menutup agar berhenti pada keadaan menutup penuh. Sensor digunakan untuk menunda pintu untuk tertutup. Apabila ada orang yang masuk atau keluar dari lift maka sensor akan memberi sinyal ke PLC agar menunda pintu untuk tertutup. Sensor yang digunakan adalah photo transistor.
4.1.2 Output a. 7 segmen
7 segmen digunakan sebagai indikator dimana lift berada. 7 segmen dikodekan dari 3 bit output PLC yang menggunakan IC 7447.
Tabel 4.2 Pengkodean 7 segmen
Indikator
Alamat
Y002 Y001 Y000
Lantai 1 0 0 1
Lantai 2 0 1 0
Lantai 3 0 1 1
7447 a b c d e f g C B a b c d e f g Y 002 Y 001 Y 000 A
Gambar 4.2 Rangkaian 7 segment b. Motor
Ada dua motor yang digunakan pada rancangan ini. Kedua motor itu yaitu motor buka tutup pintu dan motor lift. Motor yang digunakan adalah motor DC 12 volt.
Pada motor buka tutup pintu ada dua alamat yang digunakan yaitu Y003 dan Y004. Apabila Y003 ON maka motor akan hidup dan sebaliknya apabila Y003 OFF maka motor akan mati. Y004 digunakan sebagai saklar arah pintu. Apabila Y004 OFF maka motor membuka begitu juga sebaliknya apabila Y004 ON maka motor menutup.
M Y 003
Y 004
12 V
52
Motor lift digunakan sebagai penggerak utama rancangan ini. Motor yang digunakan adalah motor DC 12 Volt yang mempunyai torsi besar untuk mengangkat beban dan juga putaran yang lambat. Ada 2 alamat untuk mengontrol motor lift ini yaitu Y005, Y006. Y005 sebagai saklar arah motor lift. Apabila Y005 ON maka lift arah naik sebaliknya Y005 OFF arah lift turun. Apabila Y006 ON maka motor lift akan hidup sedangkan apabila Y006 OFF maka motor akan mati.
M 12 V Y 005 Y 006 47 K 2K7 27 K
Gambar 4.4 Rangkaian Motor Lift c. Indikator LED
Indikator LED dihubungkan dengan alamat Y010, Y011, Y12. Y010 digunakan indikator LED untuk mengindikasikan lift sedang bergerak naik. Sedangkan Y011
digunakan untuk mengindikasikan lift sedang bergerak turun. Y012 digunakan sebagai indikator brake. Indikator brake digunakan menggantikan rem brake pada
motor lift sebenarnya. Indikator brake hidup menandakan bahwa motor dalam keadaan berhenti. Tabel 4.3 memperlihatkan daftar input-output yang digunakan.
Tabel 4.3 Daftar Input-output yang Digunakan
Input Output
Peralatan Alamat Peralatan Alamat
Limit Switch lantai 1 X000 Decoder 7 segment A Y000 Limit Switch lantai 2 X001 Decoder 7 segment B Y001 Limit Switch lantai 3 X002 Decoder 7 segment C Y002 Limit Switch lantai 4 X003 Motor pintu ON Y003
D0 X004 Arah motor pintu Y004
D1 X005 Arah motor lift Y005
D2 X006 motor lift ON Y006
D3 X007 LED indikasi naik Y007
Limit Switch buka pintu X010 LED indikasi turun Y010 Limit Switch tutup pintu X011 LED indikasi brake Y011
Sensor X012
4.2.Perancangan Perangkat lunak (Ladder Diagram)
Perancangan perangkat lunak atau ladder digramnya mengikuti syarat-syarat berikut:
1. Pada saat start awal lift berada pada lantai 1.
2. Apabila tidak ada perintah maka lift tetap berada di lantai 1.
3. Lift akan bergerak jika pintu sudah tertutup penuh. Apabila lift sedang bergerak pintu tidak dapat di buka.
4. Pada saat lift bergerak keatas apabila ada permintaan turun pada lantai yang lebih kecil dari pada lantai yang dituju maka permintaan diabaikan. Sebaliknya apabila
54
permintaan turun berada pada lantai yang lebih besar dari pada lantai yang di tuju maka lift menuju lantai tersebut.
5. Pada saat lift bergerak turun apabila ada permintaan naik pada lantai yang lebih besar daripada lantai yang dituju maka permintaan diabaikan. Apabila permintaan naik berada pada lantai yang lebih kecil daripada lantai yang di tuju maka lift menuju lantai tersebut.
6. Secara default pintu terbuka selama 5 detik. Pintu dapat ditutup lebih cepat jika ditekan tombol tutup. Pintu lebih lama dibuka jika ada yang menekan tombol buka atau sensor pintu aktif. Penambahan waktu membuka pintu adalah 5 detik.
55
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. PLC dapat menangani lebih banyak input daripada terminal inputnya dengan cara pengkodean. Konsekuensinya membutuhkan banyak memori sehingga memperlambat kinerja PLC itu sendiri.
2. Perancangan sebuah proses kontrol dengan menggunakan Programmable Logic
Control (PLC) relatif lebih mudah dipahami karena menggunakan bahasa
pemrograman yang bersifat visual (ladder diagram), sehingga dapat menggambarkan keadaan wiring sistem seperti yang terlihat pada penggunaan relai kontaktor manual.
3. Prototype merupakan produk pendekatan dari suatu sistem atau peralatan, yang
dapat menggambarkan keadaan sebenarnya dari sistem atau peralatan tersebut. Oleh karena itu, dengan beberapa penyesuaian, dari prototype ini dapat dibangun sistem atau peralatan dalam ukuran dan keadaan yang sebenarnya.
5.2.Saran
1. Masih dapat dikembangkan lift yang lebih dari 4 lantai dengan menggunakan PLC yang memiliki input-output yang lebih banyak pula.
2. Untuk pengembangan lebih lanjut dapat digunakan lebih banyak sensor seperti sensor pintu, sensor kebakaran, sensor overload.
56
DAFTAR PUSTAKA
1. Achmad, Balza, “Pemograman PLC Menggunakan Simulator”, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2007.
2. Bolton, William, 2004, “Programmable Logic Controller (PLC) Edisi Ketiga”, Erlangga, Jakarta.
3. Jackman, Hugh, “Automating Manufacturing System with PLCs”, http: // claymore.engineering.gvsu.edu/∼jackh/books.html
4. Manual Hand Book of PLC mitsubishi Fxos-30MR-ES. , 2004
5. Malvino, Albert paul, “Prinsip-Prinsip Elektronika”, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1986
6. Setiawan, Iwan, “Programmable Logic Control (PLC) dan Teknik Perancangan
Sistem Kontrol”, Penerbit Andi, Semarang, 2005
7. Suhendar, ”PLC Dalam Dasar-Dasar Sistem Kendali Motor Listrik Industri”, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2005.
8. Tarigan, Pernantin, ”Rangkaian Digital Logika Digital Edisi Kedua”, USU Press, Medan,2001.
9. Wijaya, Mochtar, ”Dasar-Dasar Mesin Listrik”, Penerbit Djambatan, Jakarta, 2001.
57
Gambar Koneksi rangkaian lift 4 Lantai pada PLC
X 17 X1 X6 X5 X4 X3 X2 X0 S/ S S/ S X7 N L X 16 X 15 X 14 X 13 X 12 X 11 X 10 INPUT OUTPUT PLC MITSUBISHI MELSEC Fxos – 30 MR - ES Y 15 COM 1 COM 2 Y5 Y4 Y3 Y2 Y1 COM 0 Y 0 Y 6 0 V DC 24V Y7 Y 14 Y 13 Y 12 COM 3 Y 11 Y 10 F1 2A LS Lnt 1 LS Lnt 2 LS Lnt 3 LS Lnt 4 D0 D1 D2 D3 LS Buka Pintu LS Tutup Pintu Sensor LED Naik LED Turun LED Brake M 47 K O2K7 O 27 K O 100 O M 7 4 4 7 a b c d e f g C B A 470 O 470 O 27 K O 27 K O 27 K O 5 K 6 O 24 V 12 V 12 V 470 O 330 K O 27 K O BC 547 5 K 6 O 5 K 6 O 4 K 7 O 220 V