BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN
4.1 Gambaran Umum Kota Jambi
4.1.1 Sejarah Singkat Kota Jambi
Kota Jambi berdiri bertepatan pada 28 Mei 1401 serta dibangun sebagai pemerintah wilayah otonom kotamadya bersumber pada ketetapan Gubernur Sumatra no 1093 atau 1946 , bertepatan pada 17 Mei 1956 mengenai pembuatan daerah otonom kota besar pada area wilayah provinsi Sumatra Tengah. Lalu setelah itu Kota Jambi sah menjadi Ibu Kota Provinsi Jambi bertepatan tanggal 6 Januari 1957 bersumber pada undang – undang no 61 tahun 1958. Kota Jambi merupakan sebuah Ibu Kota di Indonesia dan Ibu Kota Provinsi Jambi, Kota Jambi dipisahkan oleh sebuah sungai yang disebut Batanghari dan kedua wilayah tersebut dihubungkan melalui sebuah jembatan yang disebut Jembatan Aur Duri. Luas wilayah Kota Jambi kurang lebih 205,38 km², dan jumlah penduduk pada tahun 2020 adalah 606.200.
Lambang Kota Jambi berupa perisai dengan bagian yang meruncing dibagian bewah dikelilingi 3 garis dengan warna luar bagian bercorak putih.
Garis hijau yang mengitari lambang di bagian atas lebih luas serta di dalamnya tertera tulisan "Kota Jambi" yang menandakan julukan wilayah serta diapit oleh 2 bintang bersudut 5 bercorak putih, itu menandakan dimana situasi kehidupan sosial warga Jambi yang terdiri atas bermacam kaum serta agama, mempunyai keagamaan pada Tuhan Yang Maha Esa. Semboyan kota Jambi ialah Tanah Pilih Pesako Betuah, dan sebagai falsafah, kota Jambi menjadi pusat pemerintahan kota dan pusat sosial, ekonomi, dan budaya, selaku duta besar individu, pendekatan kelembagaan yang lebih berpedoman ada dan terikat oleh nilai-nilai adat yang konsisten dan peraturan perundang- undangan adat yang berlaku.
41
4.1.2 Letak Geografis Kota Jambi
Bersumber pada Undang- undang no 6 tahun 1986, besar area administratif pemerintah kota Jambi merupakan 205,38km2 dengan cara geomorfologis kota ini terdapat pada bagian barat cekungan Sumatera bagian selatan yang dikenal sub.-cekungan Jambi yang ialah dataran rendah pada Sumatera bagian timur.
Kota Jambi pada umumnya dikelilingi oleh Kabupaten Muaro Jambi, dimana bagian Utara, Barat, Selatan serta timur berbatasan langsung dengan Kabupaten Muaro Jambi. Kota Jambi ter dapat pada ketinggian rata - rata 10 hingga 60 m di atas tanah laut. Posisi geografis Kota Jambi terdapat di:
010302,98"-01040' 1,07" Lintang Selatan serta 10340' 1,67"-10340' 0,22"
bujur timur. Bagian bergelombang terletak di utara serta selatan kota, sebaliknya wilayah rawa mengitari Sungai Batanghari, sungai terpanjang di Pulau Sumatera, dengan keseluruhan panjang sekitar 1. 700 km, dari Danau Atas-Danaubawa (Sumatera Barat) sampai Berhala. Selat (11 kilometer) di Kota Jambi mempunyai luas sekitar 500 meter. Sungai Batanghari yang membelah Kota Jambi menjadi 2 bagian ialah utara serta selatan. Kota Jambi beriklim tropis dengan temperatur pada umumnya minimal berkisar diantara 22,1-23,3°C serta Temperatur maksimal antara 30,8-32,6°C, dengan kelembaban udara berada diantara 82- 87%. Sedangkan curah hujan terjadi selama tahun sebesar 2,296,1 mm atau tahun (pada umumnya 191,34 milimeter/bulan) dengan masa penghujan terjalin antara Oktober-Maret dengan pada umumnya 20 hari hujan/bulan, sebaliknya masa gersang terjalin antara April-September dengan pada umumnya 16 hari hujan/bulan. Lebar keseluruhan kota jambi ialah 20.538 hektar. Terdiri dari 11 kecamatan serta 62 kelurahan. Guna lebih jelasnya perihal orientasi kawasan Kota Jambi serta batasan administrasinya bisa diamati pada dibawah ini.
42
Tabel 4. 1 Luas Wilayah dan Pembagian Daerah Administrasi Menurut Kecamatan di Kota Jambi Tahun 2020
Kecamatan Luas (km2 ) Banyaknya Desa/Kelurahan
Persentase terhadap Luas
Kota
Kota Baru 36,11 5 17,56
Alam Barajo 41,67 5 20,27
Jambi Selatan 11,41 5 5,55
Paal Merah 27,13 5 13,2
Jelutung 7,92 7 3,85
Pasar Jambi 4,02 4 1,96
Telanaipura 22,51 6 10,95
Danau Sipin 7,88 5 3,83
Danau Teluk 15,70 5 7,64
Pelayangan 15,29 6 7,44
Jambi Timur 15,94 9 7,75
Kota Jambi 205,38 62 100
Sumber: BPS Kota Jambi Tahun 2020
4.1.3 Demografi Penduduk Kota Jambi
Berdasarkan survey Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk kota Jambi di tahun 2020 ialah sebanyak 606.200 penduduk. Dan untuk provinsi Jambi sendiri jumlah penduduk pada tahun 2020 sebanyak 3.677 juta dan jumlah penduduk diproyeksikan akan terus bertambah hingga 4.249 juta jiwa pada tahun 2045, dengan sekitar 33% penduduk tinggal pada wilayah perkotaan. Penduduk kota Jambi di tahun 2020 didominasi oleh usia produktif dengan usia antara 15-64 tahun dengan jumlah mencapai 473.153 jiwa (78%) melampaui jumlah penduduk usia muda (0-14 tahun) sebanyak 104.007 jiwa (17%) dan penduduk lanjut usia (65 tahun keatas) sebanyak 29.040 jiwa (5%).
Penduduk laki- laki dan perempuan di kota Jambi memiliki selisih yang sangat keeil yaitu 305.407 penduduk laki-laki (50,38%) serta 300.793 penduduk perempuan (49,62%). Pada tahun 2025 kota Jambi di proyeksikan memiliki rasio ketergantungan sebesar 41,55% yang bermakna setiap 100 penduduk usia produktif akan menanggung 41 usia tidak produktif.
43
Tabel 4. 2 Jumlah Penduduk, Distribusi Persentase Penduduk, Kepadatan Penduduk, Rasio Jenis Kelamin Penduduk Menurut Kecamatan di Kota Jambi Tahun 2020
Kecamatan Penduduk (Orang)
Persentase Penduduk (%)
Kepadatan Penduduk per
(Orang/Km2)
Rasio Jenis Kelamin
Kota.Baru 80.062 13,21 2,217 102,3
Alam.Barajo 108.196 17,85 2,603 101,7
Jambi.Selatan 56.929 9,39 4,989 100,4
Paal.Merah 105.906 17,47 3,904 102,6
Jelutung 59.442 9,81 7,505 99,6
Pasar.Jambi 11.193 1,85 2,784 97,5
Telanaipura 49.212 8,12 2,186 100,8
Danau.Sipin 43.375 7,16 5,504 101,5
Danau.Teluk 12.822 2,12 817 102,4
Pelayangan 12.939 2,13 846 103,5
Jambi.Timur 66.124 10,91 4,148 102,2
Kota.Jambi 606.200 100,00 2,952 101,5
Sumber: BPS Kota Jambi Tahun 2020
Dapat dilihat pada tabel diatas bahwa kecamatan dengan jumlah penduduk paling paling banyak pada Kecamatan Alam Barajo sejumlah 108.196 jiwa dengan persentase sebesar 18% serta kepadatan penduduk sebesar 2.603 penduduk per km2. Dan kecamatan dengan kepadatan penduduk per km2 terbesar adalah Kecamatan Jelutung sejumlah 7.505 penduduk per km2, jelutung sendiri memiliki jumlah penduduk sebanyak 59.422 (10%). Kota Jambi memiliki angka rasio jenis kelamin sebesar 101,5 yang berarti terdapat 101 penduduk laki-laki untuk setiap 100 perempuan.
4.1.4 Potensi Wisata Kota Jambi
Selaku ibukota Provinsi Jambi schingga Kota Jambi jadi pusat pemerintahan, perdagangan serta jasa pelayanan penting di Provinsi Jambi.
Sclaku pusat aktivitas ekonomi schingga masyarakat Kota Jambi hadapi kenaikan setiap tahunnnya. Kemajuan masyarakat Kota Jambi yang lumayan besar ialah potensi dasar serta diproyeksikan hendak berkembang selaku kota bisnis.
44
Perihal ini ditunjukkan dengan kemajuan perckonomian Kota Jambi yang bersumber pada Badan Pusat Statistik dalam sebagian tahun ini lumayan bagus dengan laju perkembangan ekonomi yang selalu hadapi kenaikan. Perkembangan Ekonomi Kota Jambi yang Jumayan signifikan ini disumbangkan oleh zona perdagangan besar serta eceran, reparasi mobil, serta sepeda motor dan industri pengolahan, dengan nilai masing-masing 32,70% serta 11,02% (BPS 2021).
Tabel 4. 3 Distribusi PDRB Lapangan Usaha berdasarkan Sub Sektor 2021
SEKTOR PDRB DISTRIBUSI PERSENTASE PDRB
LAPANGAN USAHA (Persen)
A. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 0,06
B. Pertambangan dan Penggalian 01.50
C. Industri Pengolahan 11.02
D. Pengadaan Listrik dan Gas 00.24
E. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang
00.26
F. Konstruksi 09.49
G. Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
32.70
H. Transportasi dan Pergudangan 0,35
I. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 02.22
J. Informasi dan Komunikasi 05.09
K. Jasa Keuangan dan Asuransi 06.33
L. Real Estate 0,12
M.N. Jasa Perusahaan 03.05
O. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib
08.41
P. Jasa Pendidikan 0,21
Q. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 0,13
R.S.T.U. Jasa lainnya 0,04
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 100.00
Sumber: BPS Kota Jambi Tahun 2021
Kota Jambi turut menjadi sentra bidang usaha untuk potensi ekonomi unggulan Yang terdapat di Provinsi Jambi antara lain minyak bumi, gas bumi, batu bara serta sebagian barang perkebunan yang lain.
45