• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENGARUH OBJEK WISATA DANAU SIPIN TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT SEKITAR DANAU SIPIN KOTA JAMBI SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ANALISIS PENGARUH OBJEK WISATA DANAU SIPIN TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT SEKITAR DANAU SIPIN KOTA JAMBI SKRIPSI"

Copied!
109
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENGARUH OBJEK WISATA DANAU SIPIN TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT SEKITAR

DANAU SIPIN KOTA JAMBI SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Oleh:

RAIHAN ARYA KUSUMA C1A018150

PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN JURUSAN ILMU EKONOMI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS JAMBI

2022

(2)

i

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH

Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Raihan Arya Kusuma NIM : C1A018150

Jurusan : Ekonomi Pembangunan

Judul Skripsi : Analisis Pengaruh Objek Wisata Danau Sipin Terhadap Pendapatan Masyarakat Sekitar Danau Sipin Kota Jambi Dengan ini menyatakan :

1. Skripsi ini adalah karya asli penulis, selama proses penulisan, penulis tidak melakukan kegiatan plagiat atas karya ilmiah orang lain, semua petikan yang saya ajukan dalam skripsi ini sesungguhnya ada dan disiapkan dengan kaidah ilmiah penulisan.

2. Bila dikemudian hari didapati ketidaksesuaian sebagaimana pada poin (1) maka saya siap menerima sanksi berupa pencabutan gelar sarjana yang telah saya peroleh.

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Jambi, Desember 2022 Yang membuat pernyataan

Raihan Arya Kusuma NIM. C1A018150

(3)

ii

TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI

Dengan ini Pembimbing Skripsi dan Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi, menyatakan bahwa skripsi yang disusun oleh:

Nama : Raihan Arya Kusuma NIM : C1A018150

Jurusan : Ilmu Ekonomi

Prodi : Ekonomi Pembangunan Fakultas : Ekonomi dan Bisnis

Judul : Analisis Pengaruh Objek Wisata Danau Sipin Terhadap Pendapatan Masyarkat Sekitar Danau Sipin Kota Jambi

Telah disetujui dan disahkan sesuai prosedur, ketentuan dan kelaziman yang berlaku dalam Ujian Komperehensif dan Skripsi pada tanggal seperti tertera di bawah ini.

Jambi, 2022

Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Hj. Zulfanetti, S.E., M.Si Parmadi, S.E., M.E.

NIP. 196307121988032002 NIP.196905061993031003

Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan Jurusan Ilmu Ekonomi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Dr. Hj. Etik Umiyati, S.E., M.Si NIP. 196807091993032002

(4)

iii

TANDA PENGESAHAN SKRIPSI

Skripsi ini telah dipertahankan dihadapan tim penguji skripsi Program Studi Ekonomi Pembangunan Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi Pada:

Hari :

Tanggal :

Jam :

Tempat :

TIM PENGUJI SKRIPSI

JABATAN NAMA TANDA TANGAN

Ketua Dr. H. Muhammad Safri, S.E.,M.Si Penguji Utama Dr. Hj. Etik Umiyati, S.E., M. Si

Sekretaris Nurhayani, S.E., M.Si Anggota Dr. Hj. Zulfanetti, S.E., M.Si Anggota Parmadi., S.E., M.E

Disahkan Oleh,

Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Dr.Drs. H. Zulgani, M.P Dr. H. Junaidi, S.E., M.Si

NIP. 196205161987031018 NIP.196706021992031003

(5)

iv

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul : Analis Pengaruh Objek Wisata Danau Sipin Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Sekitar Danau Sipin Kota Jambi. Skripsi ini dibuat dan diajukan sebagai salah satu syarat kelulusan guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Jambi. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kelemahan dan kekurangan dalam penyajian dan pembahasan materi masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kritik dan saran bersifat membangun bagi skripsi ini akan diterima dengan senang hati dari pembaca demi kemajuan pendidikan di masa yang akan datang.

Dalam penyusunan skripsi ini, penulis telah banyak menerima bantuan, bimbingan pengarahan dan sumbangan pemikiran, dukungan moral dan doa, yang besar sekali artinya bagi penulis. Pada kesempatan ini pula, penulis mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Allah SWT, atas rahmat, petunjuk dan ridho-nya yang telah diberikan kepada saya selaku penulis.

2. Teristimewa untuk kedua orang tuaku tercinta Ayah Jaya Kusuma Edy,S.E, M.Si, CDM dan Ibu Vera Mayarati, S.PT untuk Adik Jihan Puja Kusuma, beserta keluarga besar yang senantiasa memberikan Doa yang tulus dan ikhlas, kasih sayang, semangat tiada henti, motivasi dan inspirasi kepada penulis selama menuntut ilmu.

3. Bapak Prof. Drs. H.Sutrisno, M.Sc., Ph.D.. Selaku Rektor Universitas Jambi 4. Bapak Dr. H. Junaidi, S.E., M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi Dan

Bisnis Universitas Jambi.

5. Bapak Dr. Drs. Zulgani, M.P selaku Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi.

6. Ibu Dr. Etik Umiyati, SE., M.M selaku Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi.

(6)

v

7. Ibu Dr. Hj. Zulfanetti,S.E, M.Si selaku pembimbing skripsi I saya yang penuh kesabaran telah memberikan bimbingan, nasehat, motivasi serta saran-saran yang membangun bagu penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

8. Bapak Parmadi, S.E., M.Si selaku pembimbing skripsi II saya yang banyak memberikan masukan, serta saran-saran bagi penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

9. Bapak Drs. Adi Bakti, M.Si selaku pembimbing akademik saya selama masa perkuliahan

10. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan yang luas dan membangun baik penulis selama masa perkuliahan.

11. Partner saya Putri Anjeli Nopana Indriyanti yang telah memberikan semangat, motivasi, tenaga, perhatian dan pengertian yang diberikan kepada penulis

12. teruntuk Malio, Okky, Aldi, Ambo, Rafif, Grace, April dan Natasya yang yang telah mendukung memberikan semangat, masukan dan bantuan sejak awal penulis masuk universitas hingga pada proses menulis skripsi ini. Serta teman-teman seperjuangan R-004 ekonomi pembangunan 2018,

13. Seluruh pihak yang turut membangun dengan sabar dan memahami penulis dalam proses penyelesaian skrisi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu- persatu.

Semoga atas segala jasa-jasa bantuan, bimbingan yang telah diberikan kepada penulis mendapatkan berkat dan karuniaNya Tuhan Yang Maha Esa, sebagai akhir dari ucapan terima kasih ini, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan mahasiswa/I, khusunya jurusan S1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Jambi, 2022 Penulis

Raihan Arya Kusuma

(7)

vi

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Objek Wisata Danau Sipin Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Sekitar Danau Sipin Kota Jambi”. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk menganalisis karakteristik sosial ekonomi masyarakat di kawasan Objek Wisata Danau Sipin; (2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan para pedagang UMKM yang bersangkutan dengan objek wisata Danau Sipin; (3) Untuk mengetahui dampak apa saja yang dapat mempengaruhi pendapatan pedagang UMKM di kawasan objek wisata Danau Sipin. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan kuesioner. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 40 Pedagang UMKM di Kawasan Objek Wisata Danau Sipin. Tekhnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik sensus. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 40 Sampel dikarenakan populasi yang diteliti kurang dari 100 populasi yakni 40 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini analisis deskriptif dan analisis kuantitatif menggunakan alat analisis yaitu regresi linier berganda berbasis Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menujukkan bahwa Pendapatan yang dipengaruhi modal, jam kerja dan jumlah pengunjung memiliki pengaruh signifikan secara simultan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan dan berdampak terhadap masyarakat sekitar objek wisata Danau Sipin Kota Jambi sesudah adanya Objek Wisata.

Kata Kunci : Pendapatan, Objek Wisata, UMKM, Danau Sipin, Jambi

(8)

vii

ABSTRACT

This research is entitled "Analysis of the Influence of Sipin Lake Tourism Object on the Welfare of Communities Around Sipin Lake, Jambi City". This study aims to (1) To analyze the socio-economic characteristics of the people in the Sipin Lake Tourism Object area; (2) To find out the factors that affect the income of MSME traders concerned with the Sipin Lake tourist attraction; (3) To find out what impacts can affect the income of MSME traders in the Sipin Lake tourist area.

The types of data used in this research are primary data and secondary data. Data collection techniques were carried out by observation, interviews, and questionnaires. The total population in this study was 40 MSME traders in the Sipin Lake Tourism Object Area. The sampling technique in this study was to use a census technique. The number of samples in this study was 40 samples because the population studied was less than 100 populations, namely 40 respondents. The analytical method used in this study is descriptive analysis and quantitative analysis using an analytical tool, namely multiple linear regression based on Ordinary Least Square (OLS). The results of the study show that income, which is influenced by capital, working hours and the number of visitors, has a partially significant effect.

The results of the study showed that there were differences and had an impact on the community around the Sipin Lake tourist attraction in Jambi City after the existence of the Tourism Object.

Keywords: Income, Tourist attraction, MSME, Sipin Lake , Jambi

(9)

viii

DAFTAR ISI

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH ... i

TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI ... ii

TANDA PENGESAHAN SKRIPSI ... iiii

KATA PENGANTAR ... ivv

ABSTRAK ... vii

ABSTRACT ... viii

DAFTAR ISI... viii

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 3

1.3 Tujuan Penelitian ... 4

1.4 Manfaat Penelitian ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 5

2.1 Landasan Teori ... 5

2.1.1 Konsep Pariwisata ... 5

2.1.2 Teori dan Konsep Pendapatan ... 10

2.1.2.1 Konsep Pendapatan ... 10

2.1.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan ... 13

1. Faktor Modal Usaha ... 13

2. Faktor Jam Kerja ... 15

3. Faktor Kunjungan ... 15

2.1.4 Pengertian Pedagang ... 16

2.1.5 Teori dan Pengertian Kesejahteraan ... 17

2.1.6 Pengertian Masyarakat ... 18

2.2 Studi Sebelumnya ... 18

2.3 Kerangka Pemikiran ... 26

(10)

ix

2.4 Hipotesis Penelitian ... 27

BAB III METODE PENELITIAN ... 28

3.1 Jenis Data dan Sumber Data ... 28

3.2 Teknik Pengumpulan Data ... 29

3.3 Teknik Analisis Data ... 30

3.4 Metode Penarikan Data ... 31

3.5 Metode Analisis Data ... 31

3.6 Uji Parametrik Regresi ... 34

3.7 Uji Asumsi Klasik ... 36

3.8 Operasional Variabel ... 39

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN ... 40

4.1 Gambaran Umum Kota Jambi... 40

4.1.1 Sejarah Singkat Kota Jambi ... 40

4.1.2 Letak Geografis Kota Jambi ... 41

4.1.3 Demografi Penduduk Kota Jambi ... 42

4.1.4 Potensi Perekonomian Kota Jambi ... 43

4.2 Gambaran Umum Objek Wisata Danau Sipin ... 45

BAB V PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN ... 47

5.1 Analisis Karakteristik Sosial Ekonomi Pedagang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di sekitar Objek Wisata Danau Sipin ... 47

5.1.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 47

5.1.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur ... 48

5.1.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 49

5.1.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Status Perkawinan ... 49

5.1.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Tanggungan ... 50

5.1.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Jam Kerja ... 51

5.1.7 Karakteristik Responden Berdasarkan Tenaga Kerja... 52

5.1.8. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Usaha ... 53

5.1.9. Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Pengunjung... 53

5.1.10. Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Usaha ... 54

5.1.11. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan ... 55

5.1.12. Karakteristik Responden Berdasarkan Modal Usaha ... 55

5.2 Analisis Estimasi dan Interprestasi Data ... 56

(11)

x

5.2.1 Pengujian Pengaruh Variabel Bebas Terhadap Variabel Terikat ... 56

5.2.2 Uji Asumsi Klasik ... 58

5.2.3 Uji Hipotesis ... 61

5.2.4 Koefisien Determinasi (R2) ... 63

5.2.5 Pengaruh Jam Kerja Terhadap Pendapatan Pedagang UMKM di Objek Wisata Danau Sipin ... 64

5.2.6 Pengaruh Modal Terhadap Pendapatan Pedagang UMKM di Objek Wisata Danau Sipin ... 64

5.2.7 Pengaruh Jumlah Pengunjung Terhadap Pendapatan Pedagang UMKM di Objek Wisata Danau Sipin ... 65

5.3 Dampak dari pembangunan wisata Danau Sipin terhadap masyarakat sekitar Kawasan Objek Wisata Danau Sipin ... 65

5.3.1 Implementasi Hasil Penelitian ... 69

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ... 70

6.1 Kesimpulan ... 70

6.2 Saran ... 71

DAFTAR PUSTAKA ... 73

LAMPIRAN... 75

(12)

xi

DAFTAR TABEL

Tabel 3. 1 Kriteria Pengambilan Keputusan Autokorelasi ... 38

Tabel 5. 1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin... 47

Tabel 5. 2 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur ... 48

Tabel 5. 3 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 49

Tabel 5. 4 Karakteristik Responden Berdasarkan Status Perkawinan ... 50

Tabel 5. 5 Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Tanggungan ... 51

Tabel 5. 6 Karakteristik Responden Berdasarkan Jam Kerja ... 52

Tabel 5. 7 Karakteristik Responden Berdasarkan Tenaga Kerja ... 52

Tabel 5. 8 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Usaha ... 53

Tabel 5. 9 Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Pengunjung ... 54

Tabel 5. 10 Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Usaha ... 54

Tabel 5. 11 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan ... 55

Tabel 5. 12 Karakteristik Responden Berdasarkan Modal Usaha ... 56

Tabel 5. 13 Tabel Hasil Estimasi Regresi Linier Berganda ... 57

Tabel 5. 14 Tabel Uji Multikolinieritas ... 59

Tabel 5. 15 Tabel Uji Autokorelasi ... 60

Tabel 5. 16 Tabel Uji t ... 61

Tabel 5. 17 Tabel Uji F ... 63

Tabel 5. 18 Tabel Koefisien Determinasi (R2) ... 63

(13)

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1 Kerangka Pemikiran ... 26

Gambar 4. 1 Peta Lokasi dan Wilayah Danau Sipin ...45

Gambar 5. 1 Uji Normalitas ...58

Gambar 5. 2 Uji Heteroskedastisitas ... 61

(14)

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Permohonan Survei ... 75

Lampiran 2 Kuesioner ... 76

Lampiran 3 Tabulasi Data ... 83

Lampiran 4 Data Olahan Variabel... 87

Lampiran 5 Hasil Olahan Data... 87

Lampiran 6 Dokumentasi ... 87

(15)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pemerintah saat ini sedang menggalakkan pengembangan industri pariwisata. Hal ini karena pariwisata sangat penting bagi pembangunan Indonesia, terutama sebagai salah satu sumber utama devisa negara.

Pariwisata di Indonesia merupakan salah satu sektor ekonomi penting. Di samping sebagai mesin penggerak ekonomi, pariwisata adalah wahana yang menarik untuk mengurangi angka pengangguran. Dalam perekonomian nasional, pariwisata merupakan salah satu sektor yang diharapkan mampu memberikan peningkatan pendapatan melalui penerimaan devisa. Sektor pariwisata memberi dampak yang sangat besar bagi masyarakat, terutama masyarakat yang berada di kawasan atau lokasi yang menjadi tujuan wisatawan. Sesuai dengan tujuan pembangunan kepariwisataan Indonesia, upaya negara mengembangkan industri pariwisata merupakan salah satu bentuk kontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan bangsa serta kesejahteraan masyarakat luas. Di samping itu, pengembangan kepariwisataan juga bertujuan untuk memperkenalkan keindahan alam dan kebudayaan Indonesia (Iwan Supranata Rudin, 2021)

Upaya untuk melihat objek wisata di Provinsi Jambi juga menunjukkan pergantian peristiwa yang sangat meyakinkan, hal ini terlihat dari semakin banyaknya wisatawan ke Provinsi Jambi. Meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Kota Jambi akan berdampak pada berbagai daerah, terutama kawasan penginapan, rumah makan, angkutan dan perempatan, serta administrasi, pengalihan dan hiburan. Salah satu industri wisata yang ada di Kota Jambi adalah Kawasan Objek Wisata Danau Sipin(Qorina, 2014).

Kawasan Danau Sipin akan diubah menjadi kawasan wisata ekonomi berkelanjutan sebagai tujuan wisata utama Kota Jambi. Pemerintah akan

(16)

2

mengedepankan konsep wisata modern dengan tetap menjaga kekhasan, kearifan lokal, budaya, dan tradisi masyarakat Kota Jambi. Daerah dan masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Sipin mendapatkan banyak keuntungan dari objek wisata ini. Danau Sipin merupakan salah satu tempat wisata di Kota Jambi. Kawasan Danau Sipin terletak di kecamatan Telanaipura dan Danau Sipin. Wisata Danau Sipin merupakan danau yang khas dan sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Kota Jambi. Danau Sipin ini sering disebut oleh masyarakat Kota Jambi sebagai "Solok Sipin" (Solok = Danau) dengan pemandangan yang luar biasa, dengan angin yang bertiup kencang membuat para tamu betah di sana. Dapat kita lihat peta di bawah sini. Dalam pengelolaan wilayah objek wisata terbagi menjadi dua pengurusan dari pemerintah provinsi dan pemerintah kota, yaitu : pemerintah provinsi mengelola wilayah objek wisata yang berada di Kecamatan Telanaipura dan pemerintah kota mengelola wilayah objek wisata yang berada di kecamatan Danau Sipin. (Pak Nanang, Disparbud Kota Jambi).

Danau ini di padati pengunjung pada sore hari pada hari-hari akhir pekan, banyak pengunjung perlu menikmati angin sore sambil melihat keindahan suasana matahari terbenam. Sebagian besar pengunjung Danau Sipin, penduduk Kota Jambi adalah remaja, sehingga relatif sedikit orang dewasa baik yang bersama teman maupun bersama keluarga untuk menghilangkan kelelahan dan stres karena mereka bekerja seharian. Sejak di bangunnya Kawasan Objek Wisata Danau Sipin dimanfaatkan sebagai destinasi wisata populer di Kota Jambi seperti Ketek Wisata, Bebek Air, dan Perahu Dayung tersedia di Obyek Wisata Danau Sipin, sebuah wisata buatan yang berbentuk wisata taman air dan menampilkan keindahan alam danau.

Taman pejalan kaki dengan arena olahraga seperti Skateboard Arena dan Panjat Tebing juga tersedia di kawasan Danau Sipin untuk kegiatan wisata air dan acara olahraga. Terdapat toilet, mushola, dan food court sebagai fasilitas di objek wisata ini. Banyak nya antusias warga sekitar kawasan Objek Wisata Danau Sipin sehingga banyak nya pedagang yang mulai berdagang di

(17)

3

sepanjang jalan objek wisata terdiri dari Kuliner khas daerah sampai kuliner masa kini. Bagaimanapun, sejak berkembangnya wisata Danau Sipin, masyarakat setempat memanfaatkan Danau Sipin untuk membuka suatu lapangan pekerjaan. Jadi, bisa dilihat bahwa dengan dibangunnya wisata Danau Sipin ini menimbulkan dampak positif dan dampak negatif bagi masyarakat sekitar (Ketua RT.05 Kel.Sei Putri).

Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ANALISIS PENGARUH OBJEK WISATA DANAU SIPIN TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT SEKITAR DANAU SIPIN KOTA JAMBI“

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian dalam latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Bagaimana karakteristik sosial ekonomi pedagang di sekitar Kawasan Objek Wisata Danau Sipin?

2. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pendapatan pedagang di sekitar Kawasan Objek Wisata Danau Sipin?

3. Apa dampak dari pembangunan wisata Danau Sipin terhadap pedagang di sekitar Kawasan Objek Wisata Danau Sipin?

(18)

4

1.3 Tujuan Penelitian

1. Untuk menganalisis karakteristik sosial ekonomi masyarakat di kawasan Objek Wisata Danau Sipin.

2. Untuk menganalisis pengaruh yang di berlakukan terhadap pendapatan para pedagang di Kawasan Objek Wisata Danau Sipin.

3. Untuk menganalisis dampak apa saja yang terhadap pedagang di Kawasan Objek Wisata Danau Sipin.

1.4 Manfaat Penelitian

Berdasarkan penjelasan latar belakang diatas, dapat di simpulkan manfaat dari penelitian ini sebagai berikut:

1. Akademis

Dalam sisi akademis diharapkan bermanfaat sebagai ilmu pengetahuan, referensi ataupun informasi khususnya Analisis Pengaruh Objek Wisata Danau Sipin Terhadap Pendapatan Masyarakat Sekitar Danau Sipin Kota Jambi. Diharapkan bahwa hasil penelitian ini akan menginformasikan akademisi dan peneliti yang melakukan penelitian terkait atau tindak lanjut..

2. Praktis

Diharapkan mahasiswa lain, pedagang umkm, stakeholder terkait, pengunjung objek wisata serta pemerintah daerah, kota, provinsi, atau pejabat pemerintah pusat akan menggunakan hasil studi sebagai bahan masukan dan evaluasi.

(19)

5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori

2.1.1 Konsep Pariwisata A. Objek Wisata

Salah satu elemen kunci sektor pariwisata dan penggerak utama Objek Wisata adalah keberadaan atraksi wisata (something to see).

Atraksi wisata adalah objek yang digunakan dalam pariwisata, dimana istilah “objek wisata” lebih umum digunakan. Dengan kata lain, pariwisata adalah jenis kegiatan perjalanan di mana seorang individu atau sekelompok individu melakukan perjalanan ke lokasi tertentu untuk bersantai, pertumbuhan pribadi, atau untuk meneliti kekhasan atraksi wisata yang dikunjungi selama periode waktu tertentu. Atraksi wisata adalah wujud fisik dari penemuan manusia, cara hidup, seni, dan budaya, serta sejarah negara dan lokasi yang menarik orang di sana.

Menurut definisi yang diberikan di atas, objek wisata adalah lokasi atau fitur alam yang memiliki sumber daya pariwisata yang dibangun dan dikembangkan untuk tujuan menciptakan daya tarik dan mengolahnya sebagai tujuan bagi wisatawan.

Istilah "pariwisata" terkait erat dengan gagasan "perjalanan", yang didefinisikan sebagai perubahan tempat tinggal sementara seseorang di luar tempat tinggalnya karena alasan selain untuk terlibat dalam kegiatan yang menghasilkan upah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perjalanan wisata adalah perjalanan yang dilakukan oleh satu orang atau lebih dengan tujuan antara lain mencari kesenangan dan memuaskan rasa ingin tahu. Ini juga dapat disebabkan oleh minat dalam kegiatan atletik untuk kesehatan, konvensi, keyakinan agama, atau tujuan komersial lainnya.

(20)

6 B. Jenis - Jenis Pariwisata

Menurut sedarmayanti, gumelar.S dan Lia Afriza (2018) jenis jenis pariwisata adalah sebagai berikut:

1. Menurut Letak Geografis a. Pariwisata di daerah

Pariwisata lokal atau pariwisata dengan audiens kecil memiliki beberapa batasan. Contohnya adalah Wisata Kota Denpasar dan Wisata Kota Padang.

b. Pariwisata daerah Pariwisata yang tumbuh di suatu lokasi atau wilayah dengan fokus yang lebih luas daripada pariwisata nasional. Ambil contoh Pariwisata Sumbar, NTB.

c. Pariwisata dalam negeri

pertumbuhan pariwisata di tanah negara. Ide ini sama dengan

"pariwisata domestik," yang menekankan baik penduduk lokal maupun pengunjung yang melakukan perjalanan di dalam negara mereka sendiri.

d. Perjalanan dan pariwisata luar negeri

Selain "pariwisata regional-internasional" dan "pariwisata nasional", pariwisata dunia mengacu pada pariwisata yang tumbuh di mana-mana di dunia, termasuk di dalamnya.

Pariwisata, baik dalam negeri maupun luar negeri.

C. Bentuk Usaha Pariwisata

Perusahaan kecil, menengah, atau besar yang memberikan jasa pada sektor pariwisata dapat dianggap sebagai usaha yang bergerak di sektor tersebut. Manajer perusahaan ini dapat dibagi menjadi manajer bisnis jasa, manajer bisnis fasilitas, dan manajer bisnis layanan atraksi berdasarkan sifat produknya. Berikut ini adalah daftar berbagai jenis bisnis jasa:

(21)

7 a. Usaha Jasa Wisata

Industri jasa pariwisata meliputi usaha-usaha yang memberikan jasa yang berkaitan dengan pariwisata, seperti yang mendukung kegiatan pariwisata sebagai berikut:t:

1) Usaha Jasa Perjalanan

2) Usaha Jasa Penyelenggaraan Perhasil 3) Usaha Jasa Pramuwisata

4) Usaha Jasa Konsultasi 5) Usaha Jasa Informasi b. Usaha Jasa Perhotelan

Wisatawan terkadang memanfaatkan hotel sebagai pengganti rumah atau tempat tinggal mereka saat bepergian, sehingga mereka memiliki harapan yang tinggi untuk lingkungan yang ramah dan rasa aman.

c. Usaha Jasa Transportasi

Transportasi dari lokasi asal ke daerah tujuan, atau di dalam daerah tujuan, dari hotel ke tempat wisata, dari tempat wisata ke bandara atau pelabuhan laut, dan kembali ke hotel atau ke bandara, adalah layanan pariwisata yang paling umum. . Karakteristik jalur ini membutuhkan penggunaan moda transportasi lokal, udara, darat, dan laut.

d. Usaha Jasa Kuliner

Sejak satu dekade terakhir, skala jasa kuliner berkembang pesat dari pedagang kaki lima hingga food court di berbagai mall dan rest area, hingga ke warung makan, restoran, kantin, dan kafe. Layanan ini tersedia secara luas sehingga menginspirasi pengembangan industri wisata kuliner baru di berbagai mal, tujuan wisata, dan tempat peristirahatan lainnya di sepanjang rute perjalanan jarak jauh.

(22)

8 e. Usaha Jasa Biro Perjalanan

Jasa perjalanan wisata adalah usaha yang memasarkan bantuannya dalam menciptakan pengaturan perjalanan wisata yang diminati wisatawan. Bentuk organisasi yang memasarkan layanan ini adalah:

1) Tour Operator

2) Biro Perjalanan Wisata

3) Agen Perjalanan f. Usaha Jasa Kawasan Wisata

Suatu kawasan atau kawasan yang memiliki jasa dan daya tarik wisata dikenal sebagai kawasan wisata. Bisnis kawasan wisata adalah bisnis yang kegiatannya mencakup menciptakan dan memelihara kawasan kawasan tertentu yang dibuat atau disediakan untuk mendukung dan melayani wisatawan. Sarana, prasarana, dan atraksi wisata diciptakan di kawasan tersebut. Pengelolaan tempat- tempat wisata dan artefak saat ini adalah apa yang dilakukan perusahaan ini.

g. Usaha Jasa Hiburan dan Cenderamata

Keanekaragaman barang seni yang dijual merupakan cerminan dari kehidupan budaya, tradisi, dan pertumbuhan seni suatu daerah, yang terkait langsung dengan layanan hiburan dan suvenir. Produk seni rupa meliputi seni pahat, aksesoris, lukisan, pakaian jadi, dan kerajinan, sedangkan seni panggung (segala bentuk hiburan di atas panggung seperti tari, drama dan seni pertunjukan lainnya).

(23)

9 D. Pengembangan Pariwisata

Pembangunan, dalam pandangan Yeoti, adalah proses memperbaiki dan memperluas sesuatu yang sudah ada. Manfaat dan manfaat bagi masyarakat lokal akan selalu menjadi pertimbangan dalam mengembangkan pariwisata di suatu kawasan wisata.

Pengembangan pariwisata menurut Barreto dan Giantari (2015), merupakan upaya untuk meningkatkan atau memajukan daya tarik wisata agar lebih baik dan lebih menarik dari segi lokasi dan hal-hal yang ada di dalamnya sehingga dapat menarik orang untuk berkunjung.

.

E. Dampak Pengembangan Pariwisata 1. Dampak Sosial Pariwisata

Tentunya masyarakat yang sadar akan kelebihan dan kekurangan potensi wisata ini harus bekerjasama dan menawarkan bantuan dalam pengembangan produk-produk pariwisata. adanya pemberdayaan masyarakat yang ikut serta dalam penciptaan daya tarik wisata dengan menciptakan lapangan kerja atau memulai usaha. Menurut Inskeep (1994), pertumbuhan wisatawan harus dikendalikan dengan baik sehingga dapat mengamati kehidupan sosial dan berkontribusi pada pelestarian budaya daerah. Menurut Pendit (2009), kehadiran pariwisata di suatu kawasan wisata cenderung mengubah masyarakat dan budayanya.

2. Dampak Ekonomi

terjadinya perjumpaan antara pengunjung dengan penduduk setempat yang mempengaruhi bagaimana kebiasaan perilaku suatu hal baru dalam masyarakat berubah. Pertumbuhan pariwisata akan membawa peluang ekonomi baru yang diciptakan oleh masyarakat dan dikaitkan dengan elemen kehidupan masyarakat lainnya, yang akan berdampak pada perekonomian kota juga. Efek ekonomi dari pariwisata dibagi menjadi tiga kategori, menurut Santosa (2011): efek langsung,

(24)

10

efek tidak langsung, dan efek yang diinduksi. Cara hidup masyarakat yang tinggal di sekitar Objek Wisata Danau Sipin sangat menentukan pengelolaan pertumbuhan industri pariwisata di kawasan yang dapat dikatakan sebagai daerah tujuan wisata. Mayoritas warga sekitar adalah pembudidaya keramba, yang biasanya memiliki status keuangan yang genting, dan wisatawan, yang memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan pariwisata Danau Sipin.

2.1.2 Teori dan Konsep Pendapatan 2.1.2.1 Konsep Pendapatan

Nababan (2009) menegaskan bahwa orang mencari nafkah dengan menjual input produksinya ke sektor produksi, yang kemudian membelinya untuk digunakan sebagai input dalam proses produksi dengan harga yang ditentukan pasar untuk input produksi.

Pendapatan yang bukan berasal dari kontribusi investasi didefinisikan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (2007) sebagai arus masuk keuntungan ekonomi bruto yang dihasilkan dari operasi reguler perusahaan sepanjang waktu. Hanya arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang disimpan korporasi untuk dirinya sendiri yang merupakan pendapatan.

Ekonomi mendefinisikan pendapatan sebagai sebagian besar yang dapat dibelanjakan seseorang sambil mengantisipasi bahwa situasinya akan tetap tidak berubah pada akhir istilah. Definisi ekonomi tentang pendapatan menekankan nilai statis total pada akhir periode sementara juga memperhitungkan perubahan potensial dalam total aset entitas bisnis pada awal periode.

(25)

11

Pendapatan dari orang atau kelompok rumah yang digunakan untuk mendukung kebutuhan rumah tangga sehari-hari dan bulanan dikenal sebagai pendapatan masyarakat. Penghasilan dari usaha sampingan adalah uang tambahan, atau uang yang diperoleh dari sumber selain dari kegiatan utama atau pekerjaan utama. Peningkatan pendapatan Dorong atau segera profit Meningkatkan pendapatan dasar.

Setiap orang aktif dalam berbagai bentuk pekerjaan, termasuk pekerjaan di sektor informal atau perdagangan, seperti yang dapat Anda lihat dari contoh di atas. Akibatnya, kami terus berusaha untuk meningkatkan pendapatan dari hasil perusahaan kami. digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya., Penghasilan yang didapat bisa dinaikkan sebanyak-banyaknya Kehidupan keluarganya. Dengan kata lain, pendapatan adalah jumlah kenaikan harta kekayaan karena perubahan penilaian yang bukan diakibatkan perubahan modal dan hutang. Harga ini ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan pasar produksi. Konsep penghasilan antara jumlah output yang dijual.

Dengan tingkat harga tertentu secara sistematis dirumuskan sebagai berikut (Rosyidi, 1998).

Gambar 1. 1 Kurva Total Revenue

(26)

12

Konsep penghasilan antara jumlah output yang dihasilkan dengan tingkat harga tertentu dirumuskan sebagai berikut:

TR= P x Q Dimana:

TR = total pendapatan dari hasil pendapatan pada tingkat harga tertentu (total revenue)

P = Harga barang yang di hasilkan

Q = Jumlah Barang yang mampu di hasilkan

jika dikaitkan dengan produk atraksi wisata khususnya wahana air. Berdasarkan hipotesis di atas, semakin banyak pemilik bisnis dan pedagang di tujuan wisata Danau Sipin menghasilkan lebih banyak uang, semakin banyak orang datang untuk naik wahana dan makan makanan ringan di sana setiap hari. Oleh karena itu, dapat ditulis sebagai TR = P X Q, di mana P adalah Rata-Rata Tingkat Perjalanan dan Q untuk Jumlah Pengunjung.

2.1.2.2 Teori Pendapatan

Jumlah uang yang diterima orang, bisnis, dan organisasi lain dalam bentuk upah, gaji, sewa, bunga, komisi, biaya, dan keuntungan disebut sebagai pendapatan mereka. Penghasilan, yang sering dikenal sebagai upah, adalah uang yang dibayarkan majikan kepada karyawan sebagai imbalan atas jasa mereka sesuai dengan kontrak. Kemampuan komunitas untuk memperoleh komoditas dan uang tergantung pada tingkat pendapatannya.

Salah satu indikator kesehatan ekonomi masyarakat adalah tingkat pendapatan komunal di daerah tersebut. Selisih antara pendapatan dengan semua biaya yang dikeluarkan ketika melakukan operasi bisnis, menurut Soekartawi (1995)

(27)

13

inilah yang dikenal dengan pendapatan. Selain itu, Soekartawi mencatat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisis pendapatan, antara lain:

1. Pendapatan dihitung dengan mengalikan volume barang atau jasa yang dihasilkan oleh suatu kegiatan perusahaan dengan harga jual yang berlaku.

2. Semua biaya moneter yang dikenakan untuk menghasilkan suatu produk disebut sebagai biaya produksi.

3. Laba bersih dihitung sebagai penjualan kotor dikurangi biaya variabel dan biaya tetap, atau sebagai penjualan kotor dikurangi total biaya produksi.

Menurut Sadono Sukirno (2000), pendapatan dapat dihitung melalui 3 cara yaitu:

1. Metode pengeluaran. Dengan cara ini, nilai pengeluaran untuk produk dan jasa ditambahkan untuk menentukan pendapatan.

2. Proses produksi. Dengan cara ini, nilai barang dan jasa yang dihasilkan ditambahkan bersama-sama untuk menentukan pendapatan.

3. Bagaimana cara menghasilkan uang. Jumlah total pendapatan yang diterima dijumlahkan untuk menentukan pendapatan untuk perhitungan ini.

Analisis pendapatan para pedagang usaha dapat digunakan sebagai pengukur keuntungan atau kerugian mereka, serta seberapa besar kerugian yang mereka alami..

2.1.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan 1. Faktor Modal Usaha

Semua bentuk kekayaan yang dapat diterapkan secara langsung atau tidak langsung pada proses manufaktur untuk meningkatkan output dianggap sebagai modal. Dalam menjalankan bisnis, khususnya perdagangan, modal sangatlah penting. Segala bentuk kekayaan yang dapat diterapkan secara langsung atau tidak

(28)

14

langsung pada proses manufaktur untuk meningkatkan output disebut sebagai modal (Hentiani, 2011).

Modal sendiri adalah ekuitas pemilik, menurut Syafri (2005), dan ekuitas pemilik adalah hak residual atas aset lembaga setelah dikurangi kewajibannya.

Ekuitas adalah modal pemilik dalam sebuah perusahaan. Keuntungan dan kerugian menggunakan uang Anda sendiri tercantum di bawah ini.:

A. Kelebihan modal sendiri adalah :

1. Bebas dari pihak ketiga, artinya uang diperoleh dari titipan yang dilakukan oleh pemilik modal orang lain.

2. Tidak ada kewajiban untuk mengembalikan modal, yang berarti bahwa apa yang telah diinvestasikan oleh pemilik akan tumbuh untuk waktu yang sangat lama dan tidak menjadi masalah jika mereka ingin mentransfernya kepada orang lain.

3. Tidak ada beban, seperti bunga atau biaya administrasi, sehingga pemilik modal tidak terbebani.

4. Tidak memiliki kebutuhan yang kompleks dan menggunakan modalnya untuk keperluan bisnis agak lambat..

B. Kekurangan modal sendiri adalah :

1. Menyakinkan pemilik baru yang potensial untuk memberikan sejumlah uang mereka sendiri dapat menjadi tantangan karena mereka akan mempertimbangkan kesuksesan dan prospek perusahaan mereka.

(29)

15

2. Istilah "jumlah terbatas" mengacu pada jumlah modal yang sangat kecil yang sangat tergantung pada pemiliknya.

2. Faktor Jam Kerja

Komponen paling khas yang harus ada dalam suatu kegiatan usaha adalah jam kerja. Pemimpin perusahaan biasanya memutuskan jam kerja karyawan tergantung pada tuntutan organisasi, undang-undang yang berlaku, dan kemampuan mereka. Jumlah waktu yang dihabiskan untuk aktivitas kerja disebut sebagai jam kerja. Pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan yang menghasilkan pendapatan. Menurut Herlambang (2002), bisnis perdagangan menghasilkan lebih banyak uang ketika karyawan mereka bekerja lebih keras.

Keseluruhan waktu kerja atau jam kerja yang digunakan oleh seorang pedagang dalam perdagangan juga termasuk jam kerja atau waktu kerja mereka. Kemungkinan bahwa pedagang akan mendapatkan keuntungan meningkat dengan jumlah jam atau waktu yang dialokasikan untuk membuka bisnis. Hal ini meningkatkan kemungkinan bahwa kesejahteraan pedagang akan lebih terjaga dan mereka dapat menafkahi keluarga mereka. Saat menghitung jumlah jam kerja pedagang objek wisata, waktu yang dihabiskan untuk perjalanan dari rumah ke tempat tujuan dan kembali ke rumah dikurangi dengan jumlah jam kerja.

3. Faktor Kunjungan

Menurut Clawson dan Knetch menyatakan bahwa berwisata merupakan suatu kegiatan untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan ditinjau dari psikologis ataupun fisik. Sedangkan menurut Brockman mengartikan berwisata adalah bentuk penggunaan waktu senggang secara menyenangkan.

Sementara itu menurut Douglass dalam Mathisen dan Wall (1982) mendefenisikan bahwa berwisata adalah aktivitas yang disamakan dengan bermain, dan merupakan kebutuhan yang mendasar dan diharapkan bagi setiap

(30)

16

orang serta merupakan bagian dari kehidupan seseorang Chafid Fandeli (1995:37).

Pariwisata dapat dikatakan berkembang apabila banyak terdapat wisatawan yang melakukan wisata perjalanan kesuatu daerah tertentu dengan tujuan berwisata. Wisatawan menginginkan ketenangan dan kenyamanan pada saat sedang melakukan wisata. Kunjungan bisa dikatakan bepergian kesuatu tempat yang sudah direncanakan untuk berlibur ataupun untuk mencari suasana baru yang sifatnya sementara.

Faktor yang mempengaruhi kunjungan wisatawan biasanya terjadi karena adanya waktu luang dan juga adanya pendapatan yang masuk dan memungkinkan melakukan kunjungan dan ada juga kunjungan terjadi karena kepentingan sekolah atau dinas yang mengakibatkan terjadinya kunjungan ke lokasi tersebut. Seseorang yang tidak berwisata biasanya karena ada beberapa hal yang belum terpenuhi untuk melaksanakan kegiatan berwisata. Apabila persyaratan misalnya waktu ada dan dana telah tersedia pasti suatu saat seseorang akan melakukan perjalanan wisata. Selama itu belum bisa maka pastinya sesorang bekerja agar bisa mendapatkan pendapatan dan bisa menabung agar bisa melakukan kunjungan atau berwisata kesuatu tempat yang diinginkannya.

2.1.4 Pengertian Pedagang

Pedagang adalah mereka yang melakukannya untuk menghasilkan uang dengan menukarkan komoditas yang belum mereka produksi. Dalam Darmani (2016), Pratama mendefinisikan pedagang sebagai individu atau organisasi yang melakukan perdagangan langsung atau tidak langsung barang atau produk dengan konsumen. Perorangan atau organisasi yang memperdagangkan barang atau produk secara langsung maupun tidak langsung kepada konsumen dianggap sebagai pedagang dalam dunia

(31)

17

perdagangan. Saluran distribusi yang digunakan oleh pedagang dapat dikategorikan ke dalam kategori berikut dalam ekonomi:

a. Pedagang profesional adalah mereka yang hanya mengandalkan aktivitas perdagangan mereka untuk dukungan keuangan keluarga mereka.

b. Pedagang semi-profesional adalah mereka yang memahami bahwa mereka dapat menghasilkan uang dari perdagangan tetapi juga menggunakannya untuk menambah penghasilan keluarga mereka.

c. Pedagang subsisten adalah pedagang yang mencari nafkah dengan menghidupi keluarganya dengan menjual barang atau barang yang dihasilkan melalui kegiatan subsisten. Pedagang ini adalah petani yang menjual hasil pertanian ke pasar desa atau kelurahan di wilayah pertanian.

d. Pedagang palsu adalah orang yang melakukan perdagangan sebagai hobi, untuk mengalami lingkungan yang berbeda, atau untuk mengisi waktu.

Pedagang seperti ini tidak diharapkan menggunakan perdagangan sebagai cara untuk menghasilkan uang; sebaliknya, kemungkinan dia akan mengalami kerugian perdagangan.

2.1.5 Teori dan Pengertian Kesejahteraan

Untuk menjalani kehidupan yang aman dan tenteram secara fisik dan mental, seseorang harus bebas dari kemiskinan, kebodohan, ketakutan, dan kekhawatiran. Dengan kata lain, kesejahteraan mengacu pada situasi di mana seseorang dapat memenuhi kebutuhan dasar, seperti sandang, pangan, papan, dan pekerjaan yang diinginkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Sebuah pembangunan mengarah pada kemakmuran. Secara umum, pertumbuhan sektor pariwisata mempengaruhi tiga faktor: ekonomi, sosial, dan budaya.

Kesejahteraan sosial adalah "kondisi keadaan kesejahteraan manusia," menurut Madgley (2000). Keadaan kesejahteraan terjadi ketika kebutuhan dasar orang akan makanan, kesehatan, pendidikan, perumahan,

(32)

18

dan uang terpenuhi, ketika kehidupan orang-orang aman dan menyenangkan, dan ketika orang-orang dilindungi dari bahaya besar bagi kelangsungan hidup mereka.

2.1.6 Pengertian Masyarakat

Dengan kata ilmiah, masyarakat adalah sekelompok orang yang bergaul satu sama lain dan terlibat satu sama lain. Komunitas manusia dapat memiliki sistem yang memungkinkan anggotanya untuk berkomunikasi satu sama lain. Cara lain untuk mendefinisikan masyarakat adalah sebagai agregat dari semua kehidupan manusia yang berinteraksi sesuai dengan seperangkat kebiasaan yang berkelanjutan yang dihubungkan oleh perasaan identitas bersama. Komunitas terdiri dari empat unit komunitas yang berbeda. yaitu :

(1) Interaksi antara warga dan warga lain (2) Adat istiadat bermasyarakat

(3) Kontinuitas waktu;

(4) Rasa identitaas yang kuat mengikat semua warga

Manusia mengembangkan hubungan dengan komunitas yang berbeda, yang mengarah pada situasi di mana semua warga negara adalah manusia yang hidup berdampingan atau hidup dalam suatu tatanan sosial (Koentjaraningrat, 2009)..

2.2 Studi Sebelumnya

Sebagai bahan perbandingan dan acuan dalam melakukan penelitian ini, maka peneliti menelaah isi penelitian para peneliti terdahulu, yaitu sebagai berikut :

(33)

19

NO NAMA DAN JUDUL VARIABEL HASIL PENELITIAN

1. Mohammad Ihsan, Garry Yuesa Rosyid, Ade Perdana Siregar

“Strategi Positioning Citra Objek Wisata Danau Air Sipin Kota Jambi”,

X = Strategi Positioning

Y = Citra Destinasi Y2 = Keputusan Berkunjung

Hasil menunjukkan bahwa strategi positioning

berpengaruh signifikan terhadap citra destinasi, strategi positioning berpengaruh signifikan terhadap citra destinasi, dan strategi positioning dan citra destinasi berpengaruh signifikan terhadap keputusan kunjungan.

2. Ajeng Sartika

Rakasiwi, Zulfanetti, Etik Umiyati

“Analisa Pendapatan UMKM di Kawasan Candi Muaro Jambi (sebelum dan semasa pandemi covid-19)”, 2020

Y = Pendapatan UMKM

X = Modal

X2 = Tenaga Kerja X3 = Lama Usaha X4 = Jam Kerja

Tenaga kerja dan durasi perusahaan merupakan dua faktor yang secara

signifikan mempengaruhi penelitian ini. Faktor usia dan jenis kelamin juga tidak berbeda nyata.

3. Bagus Prasetyo, Suryoko Sri “Dampak Pengembangan Pariwisata Terhadap Perkembangan UMKM Pada Kawasan Wisata Dieng”, 2018

Y = promosi tempat wisata

X = kesejahteraan masyarakat

X2 = Kunjungan Wisatawan

Pengembangan pariwisata di Dien dikelola dengan baik, peningkatan pada objek wisata terus dilakukan dengan digali potensi wisata terus dilakukan dan digali potensi wisata baru untuk meningkatkan kunjungan wisatawan hasilnya pengembangan pariwisata yang berhasil

mengakibatkan

meningkatnya kunjungan wisatawan ke Dieng.

(34)

20 4. Eman Sukmana,

Himawan Brahmantyo, Adhi Trirachmadi Mumin

“Kesejahteraan Masyarakat Desa Wisata Cibuntu dan Citundun: Pengaruh Partisipasi Masyarakat, Pemerintah Desa, Volume Kunjungan Wisatawan, dan Pendapatan Desa”, 2018

Y = partisipasi masyarakat

X = Pendapatan Asli Daerah

X2 = kesejahteraan masyarakat

Hasil analisis di Desa Citundun menunjukkan bahwa meskipun kuantitas kunjungan wisatawan dan pendapatan dari industri pariwisata tidak memiliki dampak yang nyata terhadap kesejahteraan masyarakat, keterlibatan masyarakat dan peran pemerintah desa. 21,6 persen kesejahteraan masyarakat dipengaruhi oleh variabel yang diteliti, dan sisanya 78,1 persen dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak tercakup dalam penelitian ini.

Dibandingkan dengan Citundun yang sebesar 16,6%, faktor lain yang tidak tercakup dalam penelitian ini berdampak pada sisanya sebesar 83,4 persen.

5. Adi Sutojo, Hernowo Novi Yanto

“Kesejahteraan Masyarakat Pesisir Kota Bengkulu:

Pengaruh

Pengembangan Wisata Pantai Panjang”, 2017

Y = dampak pembangunan pariwisata X = Pendapatan masyarakat X2 = Tingkat Pendidikan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pertumbuhan pariwisata Pantai Panjang memberikan pengaruh yang baik terhadap sosial budaya masyarakat pesisir Kota Bengkulu sehingga berdampak pada

peningkatan pendapatan masyarakat dan tingkat pendidikan masyarakat.

Karena adanya

keterlibatan masyarakat yang cukup besar dalam kegiatan yang

berhubungan dengan pariwisata, pertumbuhan pariwisata Pantai Panjang memiliki dampak yang

(35)

21

sangat menguntungkan bagi perekonomian lokal.

6. Muhammad Nur Arif, Rudi Latief, Rusneni Ruslan

“Pengaruh

Pengembangan Kebun Raya Massenrempulu Sebagai Daya Tarik Wisata Terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Desa Batu Mila Kabupaten Enrekang” , 2020

Y = Mata Pencaharian masyarakat

X = Tingkat Pendapatan

X2 = Peluang Usaha

Hasil analisis mata

pencaharian menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang mata pencahariannya berubah dan memperoleh mata pencaharian baru, bahwa pendapatan masyarakat meningkat seiring dengan perubahan mata pencaharian tersebut, dan bahwa analisis

peluang usaha juga menunjukkan bahwa masyarakat diuntungkan dengan munculnya mata pencaharian. jenis bisnis baru. memberikan kesempatan kepada anggota masyarakat untuk bergabung dengan tenaga kerja di industri yang terkait dengan pariwisata.

(36)

22 7. Mona Erythrea Nur

Islami, Umiyati

“Pengaruh Objek Wisata Tebing Breksi Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Di

Prambanan Kabupaten Sleman Desa

Sambirejo” , 2020

Y = Kegiatan Wisata X = Dampak Sosial dan Ekonomi

Hasil menunjukkan bahwa keberadaan Taman Tebing Breksi memberikan dampak positif bagi perkembangan sosial dan ekonomi warga Desa Sambirejo. Prospek bisnis dan pekerjaan yang bagus, pendapatan masyarakat yang meningkat,

manajemen berbasis CBT, dan percepatan

pembangunan infrastruktur adalah semua aspek

ekonomi. Dari segi sosial membawa perubahan nilai yang baik serta

pembentukan struktur mata pencaharian baru di industri pariwisata.

8. Dewi Anggraini, Winda Diana

“Bagaimana

Pengembangan Atraksi Wisata Harau

Berdampak Pada Peningkatan Pendapatan Masyarakat di Sekitarnya” , 2022

Y = Pendapatan masyarakat X = Jumlah

Pengunjung wisata X2 = Atraksi Wisata X3 = Sarana dan prasarana wisata

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pertumbuhan kawasan pariwisata Lembah Harau telah mempengaruhi

perekonomian lokal. Hasil penelitian ini

menunjukkan bahwa kuantitas atraksi wisata di Lembahharau, jumlah pengunjung, dan sarana prasarana yang lebih lengkap merupakan unsur- unsur yang mempengaruhi pendapatan masyarakat di sekitar Objek Wisata Lembah Harau.

(37)

23 9. Lilian Sarah Hiariey

“Pengaruh Pariwisata Terhadap Pendapatan dan Kesejahteraan Pedagang Usaha di Kawasan Obyek Wisata Pantai Natsepa Pulau Ambon” , 2013

Y = lokasi perusahaan yang mempengaruhi pendapatan

masyarakat X: Variabel yang mempengaruhi tingkat pendapatan

masyarakat X2 = tingkat

kesejahteraan rumah tangga masyarakat

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah anggota keluarga, tingkat pengeluaran, dan lama bekerja merupakan unsur-unsur yang

mempengaruhi pendapatan kelompok rumah tangga.

Sebagian besar rumah tangga yang

memanfaatkan objek wisata pantai Natsepa memiliki tingkat

kesejahteraan sedang yang diwakili oleh persentase 75%, diikuti oleh tingkat kesejahteraan tinggi dengan persentase 22%, dan terakhir tingkat kesejahteraan rendah dengan persentase 3 %.

10. Sani Alim Irhamna

“Pengaruh Ekonomi Pembangunan Pariwisata Terhadap Masyarakat Dekat Tempat Wisata Di Dieng Kabupaten Wonosobo” , 2017

Y = Kondisi Pariwisata

X = Dampak yang di timbulkan

X2 = Kondisi Perekonomian Masyarakat

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keadaan pariwisata dan untuk mengetahui bagaimana pertumbuhan industri mempengaruhi perekonomian lokal. Hasil penelitian ini

menunjukkan bahwa setelah pembangunan, ada peningkatan fasilitas dan layanan untuk tempat wisata, tetapi ada penurunan di bidang kebersihan dan keamanan.

Skala Likert menunjukkan persentase pendapatan masyarakat meningkat dari 53,3 persen menjadi 68,5 persen, sedangkan tingkat penyerapan tenaga kerja rendah, hanya 29,5 persen.

(38)

24 11. Marinko Skare,

Domingo Riberio, Malgorzata Porada

“Covid-19's effects on the travel and tourism sector” , 2021

Y = DampakPandemi Covid-19

X = perjalanan pariwisata

According to COVID-19, pandemic outbreaks have a far more damaging effect on the travel and tourist sector than prior research has suggested. In order to address the situation, tourism managers must thoroughly evaluate the effects of epidemics on the industry. Additionally, in order to maintain pre- COVID-19 functioning levels of the tourism and travel sector in 2020–

2021, private and public policy support must be coordinated.

12. Christian M. Rogerson, Jayne M. Rogerson

“Covid-19 Tourism Impacts In South Africa: Government And Industry Responses”, 2020

Y = Dampak Pandemi Covid-19

X = Sektor industri Pariwisata

Findings show a hollowing out of the South African tourism industry is taking place at an accelerating tempo with the most severely impacted being tourism small and micro- enterprises. The study highlights the occurrence of conflicts between key stakeholders and

especially the frustrations of the tourism industry about the chaotic and changing policy

regulations towards the sector as well as the weakness of government support interventions.

13. Santus Kumar Deb, Shohel Md. Nafi

“Influence of Covid-19 Pandemic on

Bangladeshi Tourist Attitude” , 2020

Y = Pandemi Covid-19 X = Kunjuangan Pariwisata

It is anticipated that COVD-19's amplification will have a negative long- term effect on

Bangladesh's tourism industry. In order for businesses to survive the pandemic, the Bangladeshi government has

(39)

25

announced an incentive program for an early economic recovery. For a better understanding of the COVID-19 pandemic and to help future researchers solve issues facing the tourist industry, this review offers a theoretical cognitive model and tourism-related literature.

14. Asyraf Aftanorhan, Zainudin, Sharifah Fazella “In

Terengganu, Malaysia, perceptions on the impact of tourism and support for its

development” , 2017

Y = Gender pengunjung

X = Pengembangan Pariwisata

The respondents concur that the Social Exchange Theory model has been recognized as having a major impact on positive perception, negative impression, and tourist impact on support for tourism development.

Additionally, the results showed that gender may be able to mitigate the causal effect of tourism on tourist development.

Residents are aware that the tourism industry has the potential to boost the country's economy, but they also believe that natural resources should be conserved.

15. M Makmun, C Muryani, Wijayanti

“The effect of tourism on the social and economic climate of the population of Karanganyar Regency's Ngargoyoso

Subdistrict”, 2019

Y = Aktifias Sosial Ekonomi

X = Dampak Perekonomian Masyarakat

The findings show that the livelihoods of the

community are shifting from agricultural to the tourist sector, including those of dealers

(restaurants, stalls, traveler merchants, and souvenir traders), parking

attendants, and managers of tourism-related objects.

However, during the time when the land is being processed and harvested,

(40)

26

the community tends to prioritize agriculture above tourists. An increase in income of 33% after working in the tourism sector is the result of tourism activities' effects on the local economy. The wellbeing of the

neighborhood can be enhanced. It is because so many people are traveling and engaging in

commercial activity.

2.3 Kerangka Pemikiran

Pembangunan objek wisata danau sipin terdapat beberapa faktor penting yang mempengaruhinya yaitu Penjelasan alur pemikiran dalam Penelitian ini menjelaskan bahwa karakteristik pelaku umkm yang berdampak terhadap pendapatan umkm di kawasan objek wisata yang di pengaruhi oleh modal, jam kerja, dan Jumlah Pengunjung. Berikut kerangka teori dilampirkan dalam gambar 2.1 :

Gambar 2. 1Kerangka Pemikiran

(41)

27

2.4 Hipotesis Penelitian

Berdasarkan uraian di atas, peneliti mencoba mengambil kesimpulan sementara dari penelitian ini: Diharapkan faktor independen yang terdiri dari modal usaha, jam kerja, dan jumlah pengunjung berpengaruh dan signifikan. pada variabel terikat (pendapatan) masyarakat sekitar Danau Sipin Kota Jambi.

(42)

28

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Data dan Sumber Data

Subjek dari mana data dapat dikumpulkan adalah sumber data. data adalah informasi yang diberikan sebagai bahan mentah. Semua informasi yang telah diubah untuk tujuan penelitian dan disajikan sebagai dasar pengambilan keputusan. Berikut ini adalah beberapa sumber data yang digunakan dalam penelitian ini:

1. Data Primer

Data primer ialah Informasi dikumpulkan dari informan yang pelaksanaannya hanya berdasarkan wawancara atau observasi terhadap informan yang diobservasi. Atau dikatakan juga bahwa data utama adalah untuk secara eksplisit menjawab masalah penelitian. Dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) yang berpola dan terstruktur serta sesuai dengan kebutuhan, peneliti menggunakan metode survei untuk mengumpulkan informasi dan data dari responden yang telah dijadikan sampel.

2. Data Sekunder

Data informasi yang dikumpulkan melalui metode yang melengkapi data primer atau, menurut sudut pandang yang berbeda, data sekunder yang mengacu pada informasi yang diperoleh dari pihak ketiga, biasanya individu, orang lain, atau dokumen yang didokumentasikan secara alami. Sumber data sekunder biasanya disusun dalam bentuk makalah, buku, jurnal ilmiah, laporan, buku harian, surat kabar, makalah, artikel dari internet, dan lain-lain.

(43)

29

3.2 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah cara untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan penulis untuk menanggapi rumusan masalah penelitian. Penulis penelitian ini menggunakan metode berikut untuk mengumpulkan data:

3.2.1 Riset Lapangan

Penelitian ini merupakan contoh penelitian lapangan (Field Research). Penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakukan di lapangan atau di lokasi penelitian, suatu lokasi yang telah dipilih untuk mempelajari gejala-gejala tertentu yang terjadi di sana. Di sekitar Obyek Wisata Danau Sipin adalah tempat objek penelitian tersebut berada.

1. Wawancara (Interview)

Wawancara adalah suatu bentuk pengumpulan data yang digunakan dengan penyelidikan awal untuk mengidentifikasi masalah yang memerlukan studi lebih lanjut dan untuk memperoleh informasi dari responden secara lebih mendalam (Sugiyono, 2012). Meminta informasi atau pendapat tentang sesuatu dilakukan selama sesi tanya jawab antara pewawancara dan yang diwawancarai. Penulis langsung melakukan sesi tanya jawab dengan pengelola danau, pemilik usaha lokal di sekitar danau, dan nelayan keramba sebagai bagian dari proses pendataan dengan melakukan wawancara. Tujuan mereka adalah untuk mengajukan pertanyaan dan mendapatkan jawaban yang akurat. berkaitan dengan penelitian

2. Dokumentasi

Dokumentasi adalah metode pengumpulan data di mana banyak informasi dicatat dalam bahan dalam bentuk dokumentasi.

Beberapa sumber data meliputi file, nama kontributor dan kesediaan mereka untuk berpartisipasi dalam wawancara, foto, dan media lainnya. Penggalian sumber dan informasi yang berkaitan dengan

(44)

30

masyarakat dilakukan dengan menggunakan metodologi penelitian ini.

3. Kuesioner

Memberi kuesioner responden daftar pertanyaan atau pernyataan tertulis untuk ditanggapi adalah cara peneliti mengumpulkan data kuesioner (Sugiyono, 2012). survei terbuka yang diformat agar jawaban dapat diberikan sesuai dengan keadaan awal data. Survei dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang faktor pendapatan, dan modal.

3.2.2 Riset Kepustakaan

Mempelajari literatur dan publikasi, termasuk buku, jurnal, dan artikel online tentang penelitian, merupakan salah satu cara untuk memperoleh data (Sugiyono, 2012). Teknik ini sangat membantu karena dapat diterapkan tanpa mengganggu subjek penelitian. Secara umum, penelitian ini juga memanfaatkan berbagai referensi tertulis dan referensi tulisan.

3.3 Teknik Analisis Data

Analisis data kuantitatif adalah mengolah data dan mengatur, memecah bagian yang dapat dikelola dan memilih apa yang signifikan dan dapat diputuskan masalahnya.

Teknik analisis statistik yang dikenal sebagai analisis data kuantitatif menekankan pada pengukuran objektif data numerik atau data yang berbentuk angka. Dalam penelitian ini, pendekatan kuantitatif digunakan untuk menganalisis pengaruh modal awal, jumlah angkatan kerja, dan jam kerja terhadap pendapatan di kawasan wisata Danau Sipin Kota Jambi.

(45)

31

Analisis deskriptif memungkinkan peneliti untuk melihat bagaimana pembangunan Kawasan Obyek Wisata Danau Sipin berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

3.4 Metode Penarikan Data 3.4.1 Populasi

Sugiyono (2017) mendefinisikan bahwa istilah "populasi"

mengacu pada area generalisasi yang terdiri dari item atau orang dengan parameter dan sifat tertentu yang dipilih oleh peneliti untuk dipelajari, dan ditarik kesimpulan. Kasus Kota Jambi digunakan dalam penelitian ini dan masyarakat sekitar di kawasan wisata Danau Sipin Kota Jambi menjadi responden penelitian.

Terdapat 40 pedagang yang menjadi populasi penelitian.

3.4.2 Sampel

Menurut Sugiono (2014), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel merupakan bagian yang berguna bagi tujuan penelitian populasi dan aspek – aspeknya. Tekhnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik sensus. Arikunto (2006) yang menyatakan bahwa pada populasi dengan anggota dibawah 100 maka seluruh anggota populasi diambil semua menjadi sampel.

Oleh karena itu, sampel penelitian ini ada 40 pedagang yang di ambil dari 40 populasi.

3.5 Metode Analisis Data

1. Untuk menjawab pertanyaan pertama digunakan metode analisis deskriptif data yang digunakan untuk memberikan informasi mengenai Karakteristik sosial ekonomi para pedagang di Objek wisata Danau Sipin Kota Jambi. Guna mendukung hasil dari analisa kuantitafif serta analisa statistik untuk

(46)

32

mengetahui keterkaitan antar hasil perhitungan yang menggunakan teori mendukung yang berhubungan dengan masalah masalah terkait yang bersumber dari literatur.

Metode deskriptif menurut (Sugiyono,2013) menentukan nilai satu variabel atau beberapa variabel bebas (independen) tanpa perbandingan atau keterikatan dengan data variabel pengaruh masyarakat sekitar di Kawasan objek wisata Danau Sipin Kota Jambi.

2. Untuk menjawab pertanyaan kedua yaitu dalam penelitian ini regresi linier berganda digunakan sebagai teknik analisis data kuantitatif. Pengaruh variabel terikat yaitu pendapatan umkm, dan beberapa variabel bebas seperti modal, jam kerja, dan Jumlah Pengunjung, diuji dengan teknik statistik yang dikenal dengan analisis regresi berganda. Rata-rata pengaruh modal awal, jam kerja, dan jumlah kunjuangan terhadap pendapatan di kawasan objek wisata Danau Sipin Jambi dihitung dengan menggunakan analisis regresi berganda dan metode kuadrat terkecil (OLS). Hasil analisis disajikan sebagai data numerik, yang kemudian dijelaskan menggunakan alat analisis regresi berganda di SPSS. Informasi berikut dapat digunakan untuk menentukan fungsi persamaan dalam model persamaan regresi berganda.

Y= f (X1,X2,X3,)... (3.2) Dimana : Y : Pendapatan UMKM Pariwisata Danau Sipin Kota

Jambi X1 : Modal X2 : Jam Kerja

X3 : Jumlah Pengunjung

(47)

33

Sugiyono (2017) mendefinisikan metode kuantitatif sebagai teknik penelitian berbasis positivis yang digunakan untuk mengeksplorasi populasi atau sampel tertentu, mengumpulkan data menggunakan instrumen penelitian, dan kemudian menganalisis data tersebut secara kuantitatif atau statistik untuk mengevaluasi hipotesis yang diajukan. Karena data rasio harus dianalisis untuk penelitian ini, prosedur kuantitatif digunakan untuk memastikan sejauh mana hubungan antara variabel yang diteliti. Berikut Model estimasi penelitian ini.

Y = β0 + β1X1 + β2X2 + β3X3 + e... (3.3) Keterangan :

Yi = Pendapatan Usaha β0 = Konstanta

β 1,2,3 = Koefisien regresi X1 = Modal

X2 = Jam Kerja

X3 = Jumlah Pengunjung e = error term

3. Untuk menjawab pertanyaan ketiga yaitu menggunakan metode analisis deskriptif ini yang digunakan untuk memberikan informasi mengenai Dampak pembangunan objek wisata Danau Sipin terhadap masyarakat di Kawasan objek wisata Danau Sipin Kota Jambi. Selain untuk mendukung hasil dari analisa kuantitafif serta analisa statistik untuk mengetahui keterkaitan antar hasil perhitungan yang memanfaatkan teori pendukung dari literatur yang berhubungan dengan masalah terkait.

(48)

34

3.6 Uji Parametrik Regresi A. Koefisien Determinasi (R2)

Kekuatan modal untuk mempengaruhi variabel independen pada dasarnya diukur dengan koefisien determinasi (R2). Koefisien determinasi berkisar antara 0 sampai 1. Nilai R2 yang rendah menunjukkan luasnya jangkauan kemampuan variabel bebas untuk menjelaskan variabel terikat. Ketika nilainya mendekati 1, variabel independen hampir seluruhnya menawarkan pengetahuan yang diperlukan untuk meramalkan variabel dependen (Sugiyono, 2002). Rentang nilai untuk R² adalah 01 atau 0% hingga 100%.

Semakin mendekati nilai 1 atau 100% maka besar dari pengaruh variabel bebas semakin besar pada variabel terikat. Rekomendasi dari penggunaan nilai adjusted R2 dilakukan peneliti karena pada kelemahannya secara mendasar dari penggunaan koefisien determinasi sebagai bias untuk jumlah variabel bebas dalam suatu model. Tiap kali penambahan variabel independen yang anda lakukan, perlu Anda meningkatkan R2 , terlihat pada Apakah variabel tersebut ada pengaruh secara signifikan pada variabel dependen (Ghozali, 2016).

B. Uji Signifikan Statistik Secara Parsial (Uji t)

Tujuan dari uji t ini adalah untuk memastikan dampak statistik yang dimiliki setiap variabel independen terhadap variabel dependen. Masing-masing variabel independen dalam uji-t secara individual memiliki pengaruh yang sangat signifikan secara statistik terhadap variabel dependen ketika nilai probabilitasnya kurang dari 10%. (Sugiyono, 2002).

𝑡 =𝛽ₗ − 𝛽 𝑆𝑏 Dimana:

βi = Koefisien variabel independen ke-i

Referensi

Dokumen terkait

Hasil regresi menunjukan variabel sektor wisata dan jumlah pengunjung memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan asli daerah, sedangkan jumlah

tinggkat hunian hotel, Dan variabel terikat yaitu Pendapatan Asli Daerah. Dengan pengujian hipotesa dengan menggunakan analisis regresi linear berganda di peroleh

Berdasarkan hasil dari uji regresi berganda dan uji f variabel kualitas produk wisata, kualitas pelayanan dan promosi terhadap kepuasan pengunjung, menunjukkan bahwa

Model analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda (SPSS). Hasil penelitian menunjukan bahwa 1). variabel bantuan modal usaha berpengaruh terhadap

Berdasarkan hasil regresi linier berganda dapat disimpulkan bahwa secara parsial hanya variabel modal operasional lama usaha dan jumlah tanggungan yang berpengaruh

Berdasarkan hasil regresi linear berganda dapat disimpulkan bahwa secara persial variabel luas lahan, jumlah produksi dan biaya modal berpengaruh signifikan

Implikasi Penelitian berdasarkan hasil regresi linier berganda dapat di ketahui hubungan antara umur, jam kerja, modal usaha, dan tenaga kerja terhadap pendapatan

Regresi Linier Berganda Regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat, yaitu pendapatan dan suku bunga terhadapkeputusan