• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab III Metodologi Penelitian

E. Operasionalisasi Konsep

Operasionalisasi konsep merupakan suatu proses untuk menjabarkan pengertian suatu konsep yang abstrak dengan menurunkannya pada tingkat yang lebih konkret dengan menggunakan beberapa indikator yang dapat menunjukan dan mengukur konsep tersebut.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penelitian ini melibatkan motif dan kepuasaan program ramadan di televisi nasional sebagai variable independen dan analisis uses and gratifications pada mahasiswa KPI sebagai variable dependen.

Metode pengukuran merupakan salah satu masalah penting dalam meneliti kepuasaan khalayak. Sebagai suatu hal yang abstrak sifatnya,, pengukuran kepuasan perlu memperoleh perhatian lebih agar menghasilkan perhitungan yang akurat. Katz, Blumer, dan Gurevitch menyatakan bahwa pengukuran kepuasan merupakan salah satu masalah yang paling rumit dihadapi dalam penelitian empirik mengenai kepuasan khalayak dari media massa (Becker, 1979 seperti dikutip Dewanti, 1999).15

Lebih lanjut Katz, Blumer, dan Gurevitch menyebutkan 3 cara untuk mengoperasionalisasikan kepuasan khayalak, yaitu:

1. Peneliti menduga kepuasan apa yang dicari oleh khalayak dari media massa. Dugaan ini didasarkan pada pengukuran terhadao beberapa variabel lain yang berhubungan. Cara ini digunakan oleh Klinem Miller, dan

15

Cut Triana Dewi, Kompetisi Antar Stasiun Televisi Di Indonesia (Analisis dan Aplikasi Teori Niche dan Uses and Gratification Dalam Penelitian Tentang Kompetisi Antara RCTI, SCTV, dan Indosiar), (Tesis. S2 Pasca Sarjana Program Studi Ilmu Komunikasi, Kekhususan Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Unversitas Indonesia, Depok. 2001) h.46

Morrison (1974). Kesimpulannya adalah kebutuhan dan harapan khalayak diperoleh dari variabel tetap yakni umur dan jenis kelamin.

2. Kepuasan diukur berdasarkan tanggapan dari khalayak, cara ini paling sering digunakan dalam mengukur kepuasan khalayak. Dalam jenis pengukuran kepuasan ini khalayak diminta untuk memilih apa yang paling sesuai menurut mereka dari daftar kepuasan yang disusun berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu.

3. Pengukuran kepuasan melalui penciptaan kondisi tertentu di lapangan atau dalam laboratorium, di mana terdapat beberapa subjek kepuasan dari berbagai pesan komunikasi.16

Dalam penelitian ini, pengukuran kepuasan yang dipergunakan adalah cara yang kedua yaitu berdasarkan tanggapan responden. Meskipun sering digunakan, cara ini mempunyai kelemahan yaitu responden diasumsikan harus mampu menjawab kepuasan mana yang penting, atau kalaupun responden mengetahuinya, terkadang mereka tidak mampu menyampaikannya secara verbal.

Variabel operasional adalah sebuah konsep yang mempunyai variasi nilai yang diterapkan dalam suatu penelitian. Adapun beberapa konsep yang perlu diukur dalam penelitian ini yaitu kosep penggunaan media (media use), kosep

Gratifications Sought (GS) dan Gratifications Obtained dijadikan tolak ukur untuk mengetahui perbandingan antara kepuasaan yang di harapkan (GS) dan

16

Cut Triana Dewi, Kompetisi Antar Stasiun Televisi Di Indonesia (Analisis dan Aplikasi Teori Niche dan Uses and Gratification Dalam Penelitian Tentang Kompetisi Antara RCTI, SCTV, dan Indosiar), (Tesis. S2 Pasca Sarjana Program Studi Ilmu Komunikasi, Kekhususan Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Unversitas Indonesia, Depok. 2001) h.47

kepuasan yang di dapatkan (GO). Pengukuran konsep ini didasarkan pada penelitian sebelumnya yang sudah dilakukan oleh Cut Triana Dewi tentang Kompetisi Antar Stasiun Televisi Di Indonesia.

Table 3.1

Operasionalisasi Konsep

Konsep Variabel Dimensi Indikator Skala

Media Use

- Exposure to media

- Media Content

- Melihat tingkat terpaan media dengan melihat curahan waktu menonton

- Tingkat perhatian responden terhadap jenis program acara di televisi. Ada 4 jenis program yang akan dilihat yaitu: tausiah, sinetron,

talkshow, variety show dan feature

Ordinal Interval Gratifications Sought Tingkat kepuasan yang di cari - Cognitive - Afective - Personal Integrative - Sosial Intergrative - Tension Relase -Ingin memperoleh pengetahuan lebih mengenai suatu hal -Ingin mendapatkan

hikmah sebagai pembelajaran diri -ingin

mengaplikasikan Ilmu Agama dalam membina hubungan kepada orang lain di kehidupan sehari-hari -ingin menjadikan materi yang di tonton di TV sebagai bahan pembicaraan sehari-hari -ingin mendapatkan hiburan dan ingin menghilangkan kebosanan

1) Media Use17

Telah disebutkan sebelumnya bahwa pada pendekatan Uses and Gratifications, individu menggunakan media massa secara aktif, goal oriented, dan selektif dalam memilih media/isi media, sehingga media massa harus bersaing dengan sumber-sumber lainnya, serta khalayak sadar akan alasan mereka menggunakan media.

17

Cut Triana Dewi, Kompetisi Antar Stasiun Televisi Di Indonesia (Analisis dan Aplikasi Teori Niche dan Uses and Gratification Dalam Penelitian Tentang Kompetisi Antara RCTI, SCTV, dan Indosiar), (Tesis. S2 Pasca Sarjana Program Studi Ilmu Komunikasi, Kekhususan Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Unversitas Indonesia, Depok. 2001) h.48 Gratifications Obtained Tingkat kepuasan yang diperoleh - Cognitive - Afective - Personal Integrative - Sosial Intergrative - Tension Relase -Ingin memperoleh pengetahuan lebih mengenai suatu hal -Ingin mendapatkan

hikmah sebagai pembelajaran diri -ingin

mengaplikasikan Ilmu Agama dalam membina hubungan kepada orang lain di kehidupan sehari-hari -ingin menjadikan materi yang di tonton di TV sebagai bahan pembicaraan sehari-hari -ingin mendapatkan hiburan dan ingin menghilangkan kebosanan

Penggunaan media massa secara sadar dan aktif sedikit banyak mempengaruhi tingkat harapan dan kepuasan yang diperoleh dari media massa, seperti apa yang dikatakan oleh pendekatan law and effect bahwa perilaku yang tidak mendatangkan kesenangan tidak akan siulangi (Dewanti, 1999 dalam Tesis Cut Triana Dewi, 2001).

Dalam model uses and gratifications yang ditampilkan oleh Katz, Gurevitch, dan Haas, konsep penggunaan media ada 4 yaitu: jenis media yang digunakan (media type), isi media yang diperhatikan (media contents), keterpaan media itu sendiri (exposure to media), dan konteks sosial dari terpaan media (social context of media exposure). Dalam penelitian ini, hanya keterpaan media dan tingkat perhatian terhadap isi media yang akan dijadikan indikator dari variabel penggunaan media. Keterpaan media berkaitan dengan jumlah waktu yang dihabiskan individu (frekuensi dan durasi) dalam menggunakan media yang akan diukur dengan melihat curahan waktu rata-rata menonton.

Curahan waktu adalah waktu rata-rata yang diberikan responden terhadap masing-masing medium dalam 1 hari yang dinyatakan dalam satuan menit. Ada dua jenis pertanyaan yang akan diberikan yaitu berapa hari rata-rata menonton dalam satu minggu dan beberapa lama rat-rata perhari. Atas dasar itu kemudian responden akan di kelompokkan dalam 3 kelas yaitu light viewers, media viewers, dan

Penggunaan juga dilihat dari segi tingkat perhatian responden terhadap jenis program acara di televisi. Ada 4 jenis program yang akan dilihat yaitu: tausiah, sinetron, talkshow, variety show dan feature. skala untuk menghitung tingkat perhatian terbagi 2 yaitu tidak ada yang menonton dan ada yang menonton.

Berikut 4 jenis program Ramadan yang akan di berikan penyataan kepada responden :

1. Program Tausiyah, yaitu:

 Kultum Bersama Kang Rashied di RCTI yang tayang menjelang buka puasa selama bulan Ramadan.

 Hafiz Indonesia adalah program unggulan RCTI lomba menghafal dan melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an untuk anak-anak selama bulan Ramadan.

 Mutiara Hati Bersama Quraish Shihab, tayang menjelang azan Subuh, Zuhur dan Asar selama bulan Puasa yang di tayangkan SCTV.

 Kisah Hati Bersama Umi Pipik yang di tayangkan oleh Global TV, Program Ramadan yang berisi sharing session bersama Ummi Pipik yang tayang selama bulan Ramadan pukul 16:00 WIB.

2. Sinetron Ramadan yang tayang hanya selama bulan Ramadan yaitu sinetron Para Pencari Tuhan Jilid 8, Para Pencari Tuhan adalah sinetron kuis (sinekuis) Ramadan berdurasi 1,5 jam yang

ditayangkan setiap hari selama bulan Ramadan 1428 H di stasiun televisi SCTV saat waktu sahur, mulai pukul 2:30 WIB.

3. Variety Show :

 Pesbuker, tayangan menjelang buka puasa selama bulan Ramadan. Pesbukers adalah sketsa realita yang digawangi oleh Olga Syahputra, Raffi Ahmad, Jessica Iskandar, Denny Cagur, Opie Kumis, dan Sapri. Guyonan segar mereka seperti pantun jenaka dan rayuan gombal akan menemani pemirsa setia antv.

 Ngabuburit, menampilkan berbagai macam hiburan yang dikemas secara komedi, dan games interaktif yang berhadiah jutaan rupiah serta akan melibatkan penonton di rumah dan di studio, yang tayang selama bulan Ramadan, serta terdapat tausiah dari Ustadz Maulana

4. Feature :

 Berita Islami Masa Kini, berisi tentang berita perkembangan Islam terkini.

 Muslim Travelers, program dokumenter yang akan membahas kehidupan muslim yang tinggal di negara non muslim yang tayang di bulan Ramadan.

2) Gratifications Sought

Motivasi atau alasan seseorang menggunakan media. Motivasi di pandang sebagai gratifications sought karena seseorang menggunakan

media karena didorong oleh keinginannya untuk memenuhi kebutuhan tertentu.

Ada lima kelompok jenis kebutuhan yang diuraikan dalam item pertanyaan. Kelima kelompok kebutuhan itu adalah:

cognitive needs : ingin mengetahui berbagai peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan lingkungan masyarakat terdekat, ingin mencari bimbingan dan pendapat yang menyangkut berbagai masalah, dan ingin memperoleh pengetahuan lebih mengenai suatu hal.

Afective needs : ingin menemukan penunjang nilai-nilai yang berkaitan dengan pribadi penonton itu sendiri, ingin mengidentifikasikan diri dengan nilai-nilai lain dalam media, dan ingin memperoleh nilai lebih sebagai penonton.

Personal integrative needs : memperkuat kredibilitas, rasa percaya diri, stabilitas dan status.

Social integrative needs : ingin memperoleh pengetahuan yang berkenaan dengan empati sosial, ingin menemukan bahan percakapan dan interaksi sosial dengan orang lain disekitarnya, keinginan untuk dekat dengan orang lain, dan keinginan untuk dihargai dengan orang lain.

Tension release needs : ingin melepaskan diri dari permasalahan, ingin bersantai, ingin mengisi waktu luang, ingin menyalurkan emosi, dan mendapatkan hiburan dan kesenangan.

Kepada responden akan diberikan ke pertanyaan tersebut yang merupakan indikator dari masing-masing dimensi kebutuhan di atas. Tingkat gratifications sought akan diukur dengan 4 skala, yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju.

Pernyataan ini menunjukkan seberapa tinggi derajat kepentingan satu jenis kebituhan yang ditanyakan bagi responden. Sangat setuju berarti jenis kebutuhan ini sangat dicari oleh responden dari kegiatannya menggunakan media massa. Demikian juga kebalikannya, sangat tidak setuju berarti jenis kebutuhan ini sangat tidak dicari oleh responden dalam menggunakan media massa.18

3) Gratifications Obtained

Item pertanyaan pada gratifications sought akan ditanyakan kembali pada responden sebagai pernyataan kepuasan responden dengan menggunakan skala pengukuran yang sama. Pertanyaan tersebut dihubungkan dengan kemampuan media memenuhi kebutuhan sebagai indikator akan kepuasan yang dipandang responden terpenuhi dari masing-masing medium yang diteliti.

Skala pengukuran dari gratifications obtained adalah sangat setuju, setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Bila responden menjawab sangat setuju , artinya mediun tersebut sangat membantu responden dalam memenuhi kebutuhan tertentu. Demikian juga sebaliknya.

18

Cut Triana Dewi, Kompetisi Antar Stasiun Televisi Di Indonesia (Analisis dan Aplikasi Teori Niche dan Uses and Gratification Dalam Penelitian Tentang Kompetisi Antara RCTI, SCTV, dan Indosiar), (Tesis. S2 Pasca Sarjana Program Studi Ilmu Komunikasi, Kekhususan Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Unversitas Indonesia, Depok. 2001) h.49

Dokumen terkait