METODE PENELITIAN
D. Operasionalisasi Variabel Penelitian
Adapun variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi :
1) Produktivitas sekolah (Y) adalah Produktivitas sekolah (Y) adalah berkaitan deugan keseluruhan proses perencanaan, penataan, dan pendayagunaan sumber daya untuk merealisa-sikan tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Ditinjau dari dimensi (a) kebermaknaan proses belajar mengajar; (b) manajemen sekolah; (c) efektivitas budaya sekolah (iklim sekolah yang kondusif); (d) kepemimpinan kepala sekolah yang kuat; (e) out put sekolah (hasil prestasi); (f) out come (benejii); (g) the Administrator Production Function yaitu rungsi manajerial (administrasi) (h) the Psychologist's Production Function (PPF); yaitu fungsi sikap produktif; dan (i) the Economic Production Function yaitu fungsi ekonomi (ekonomis).
2) Kepemimpinan kepala sekolah (X1) adalah pemimpin sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan (a) edukator (b) manajer;(c) administrator; (d) supervisor; (e) leader; (f) inovator; dan (g) motivator dengan strategi untuk meningkatkan profesionalisme gurunya.
3) Budaya sekolah (X2) adalah pola dasar yang ditemukan atau dikembangkan oleh sekelompok sekolah, seperti mempelajari penanggulangan masalah yang diadaptasi dari luar maupun integrasi dari dalam, yang berjalan cukup baik, diakui secara sah dan oleh karena itu perlu dipikirkan anggota-anggota sekolah sebagai cara yang benar untuk disadari, dipikirkan dan dirasakan
dalam hubungannya dengan masalah-masalah sekolah. Ada dua nilai yaitu (a) nilai primer dan (b) nilai sekunder
4) Kinerja mengajar guru (X3) adalah merupakan tingkat profesional guru dalam proses belajar mengajar selama periode tertentu yang diwujudkan melalui : (a) Kemampuan merencakan pembelajaran , (b) Kemampuan melaksanakan pembelajaran dan (c) Kemampuan penilaian pembelajaran
5) Pendanaan Sekolah (X4) merupakan dasar empiris untuk memberikan gambaran karakteristik keuangan sekolah. Indikator dalam penelitian ini adalah (a) Jenis dan Sumber pembiayaan dan (b) program pembiayaan.
Variabel penelitian tersebut, apabila penulis uraikan secara operasional sebagai berikut :
Tabel 3.1
Kisi-kisi Instrumen Variabel Penelitian
Variabel Dimensi Indikator-indikator
Kepemimpinan Kepala
Sekolah (X1)
Achievement-oriented leadership
a. Melibatkan guru dengan ekspektasi Tinggi
b. Kepala sekolah menekankan pelaksanaan dan keunggulan
c. Guru diberi tanggung jawab dan menampilkan standar kinerja yang tinggi
d. Melakukan perbaikan kinerja
e. Memiliki kepercayaan diri sehingga guru akan mampu mencapai tujuan yang tinggi
Directive/incremental Leadership
a. Mendelegasikan wewenang yang jelas kepada guru
b. Memberikan motivasi yang jelas kepada guru
c. Memberikan arahan kepada guru nya melalui pengorganisasian,
Variabel Dimensi Indikator-indikator
pekerjaan.
d. Memberikan bimbingan khusus kepada guru dan menjelaskan harapannya.
e. Guru dilibatkan dalam aspek perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, dan pengendalian oleh kepala sekolah
Participative Leadership
a. Memberikan kesempatan kepada guru untuk berpartisipasi dalam
pembuatan keputusan yang
dilakukan oleh kepala sekolah, sehingga diharapkan dapat meningkatkan motivasi.
b. Kepala sekolah menjadi konsultan bagi gurunya.
c. Kepala sekolah mengumpulkan
masukan dari guru dan
mempertimbangkannya secara serius sebelum membuat keputusan
Supportive Leadership
a. Mempertimbangkan kebutuhan guru, menunjukkan perhatian hak guru, b. Menciptakan iklim organisasi yang
menyenangkan.
c. Kepala sekolah memelihara lingkungan yang kondusif
d. Kepala sekolah menunjukkan perhatiannya terhadap kebutuhan guru seperti menunjukkan perilaku empati.
Budaya Sekolah (X2)
1.Nilai-nilai Budaya Primer.
a. Nilai tujuan organisasi,
b. Nilai pengambilan keputusan secara konsensus,
c. Nilai keunggulan,
d. Nilai kesatuan kepentingan,
e. Nilai imbalan berdasarkan prestasi, f. Nilai empiris,
g. Nilai keakraban, h. Nilai integritas. 2.Nilai-nilai Budaya
Sekunder
a. Nilai yang berfokus pada pelayanan, b. Nilai pengendalian yang disiplin,
Variabel Dimensi Indikator-indikator
d. Nilai pengambilan keputusan yang cepat,
e. Nilai pengendalian strategik, f. Nilai teknologi unggul. Kinerja mengajar Guru (X3) 1. Kemampuan merencakan pembelajaran
a. Menentukan Bahan Pembelajaran dan Merumuskan Tujuan
b. Memilih dan mengorganisasikan Materi/Media/Sumber
c. Merancang Skenario Pembelajaran d. Merancang Pengelolaan Kelas
e. Merancang Prosedur dan
mempersiapkan alat Penilaian 2. Kemampuan
melaksanakan pembelajaran
a. Mengelola ruang, waktu dan fasilitas b. Menggunakan strategi pembelajaran c. Mengelola interaksi kelas
d. Bersikap terbuka, luwes serta mengembangkan sikap positif siswa
e. Kemampuan khusus dalam
pembelajaran salah satu mata pelajaran
3. Kemampuan penilaian pembelajaran
a. Melaksanakan penilaian proses b. Melaksanakan penilaian akhir Pendanaan
sekolah (X4)
Jenis dan Sumber pembiayaan
a. Sekolah mengalokasikan biaya pendidikan untuk biaya investasi (penyediaan sarana prasarana, pengembangan SDM & modal kerja tetap), biaya operasi (gaji pendidik dan tenaga kependidikan),bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, biaya operasi pendidikan tak langsung) dan biaya personal (biaya pendidikan dari peserta didik)
b. Sekolah mengoptimalkan sumber-sumber pembiayaan pendidikan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pendidikan secara mandiri
Program pembiayaan a. Adanya program dan upaya sekolah menggali dan mengelola serta memanfaatkan dana dari berbagai sumber (orang tua peserta didik, masyarakat, pemerintah dan donatur
Variabel Dimensi Indikator-indikator
rasional dan menyampaikan laporan pertanggung-jawaban secara akuntabel dan transparan
b. Sekolah memiliki pedoman
pengelolaan biaya investasi dan operasional yang mengacu pada standar pendidikan Produktivitas Sekolah (Y) a. the administrator production function
a. Mutu mengajar guru
b. Kelancaran layanan belajar mengajar sesuai dengan jadwal
c. Layanan keseharian guru terhadap siswa
d. Kepuasaan siswa terhadap layanan mengajar guru pada khususnya dan layanan sekolah pada umumnya e. Kenyamanan ruang kelas sebagai
tempat belajar.
f. Ketersediaan fasilitas belajar
g. Kesempatan siswa menggunakan berbagai fasilitas sekolah
b. the psychologist productin function
a. Fungsi pelayanan yang dapat mengubah perilaku peserta didik dalam kemampuan kognitif,
b. Fungsi pelayanan yang dapat mengubah perilaku peserta didik dalam kemampuan sikap
c. Fungsi pelayanan yang dapat mengubah perilaku peserta didik dalam kemampuan perilaku
c. the economic productin function
a. Prosentase daya serap lulusan oleh dunia usaha
b. Prosentase lulusan yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi
1. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen a. Uji Validitas
diukur. Berkaitan dengan pengujian validitas instrumen menurut Riduwan (2007:109-110) menjelaskan bahwa validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keandalan atau kesahihan suatu alat ukur. Alat ukur yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. Untuk menguji validitas alat ukur, terlebih dahulu dari harga korelasi antara bagian-bagian dari alat ukur secara keseluruhan dengan cara mengkorelasikan setiap butir alat ukur dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor butir. Untuk menghitung validitas alat ukur digunakan rumus Pearson Product Moment adalah.
rhitung =
2 1 2 1 2 2 1 1 1 1 . . . . Y n X X n Y X Y X n i i Keterangan :r hitung = Koefisien korelasi
Xi = Jumlah skor item
Yi = Jumlah skor total (seluruh item) n = Jumlah responden.Selanjutnya dihitung dengan Uji-t dengan rumus :
t hitung = 2 r 1 2 n r Keterangan : t = Nilai
r = Koefisien korelasi hasil r n = Jumlah responden.
Distribusi (Tabel t) untuk = 0,05 dan derajat kebebasan (dk = n-2) Kaidah keputusan : Jika t hitung > t tabel berarti valid sebaliknya
Jika instrumen itu valid, maka dilihat kriteria penafsiran mengenai indeks korelasinya (r) sebagai berikut:
Antara 0,800 - 1,000 : sangat tinggi Antara 0,600 - 0,799 : tinggi
Antara 0,400 - 0,599 : cukup Antara 0,200 - 0,399 : rendah
Antara 0,000 - 0,199 : sangat rendah (tidak valid).
b. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dilakukan untuk mendapatkan tingkat ketepatan (keterandalan atau keajegan) alat pengumpul data (instrumen) yang digunakan. reliabilitas instrumen dilakukan dengan rumus alpha. Metode mencari reliability internal yaitu menganalisis reliabilitas alat ukur dari satu kali pengukuran, rrumus yang digunakan adalah Alpha sebagai berikut:
Langkah-langkah mencari nilai reliabilitas dengan metode Alpha sebagai berikut :