METODE PENELITIAN
3.4 Operasionalisasi Variabel Penelitian .1 Variabel Penelitian .1 Variabel Penelitian
Sangat Tidak Setuju dengan nilai 1, (2) Tidak Setuju dengan nilai 2, (3) Ragu-Ragu/Tidak tahu/Netral dengan nilai 3, (4) Setuju dengan nilai 4, dan (5) Sangat Setuju dengan nilai 5. Untuk menghindari keraguan responden terhadap berbagai pertanyaan yang mungkin dianggap sensitif, maka dalam surat permohonan juga diterangkan bahwa informasi dalam responden akan dijaga kerahasiaannya.
3.4 Operasionalisasi Variabel Penelitian 3.4.1 Variabel Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah yang diteliti dan dijelaskan di bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ini hanya mempunyai variabel eksogen dan variabel endogen, variabel eksogen 1 (X1) Komitmen Tujuan, variabel eksogen 2 (X2) Sumber Daya Manusia, variabel eksogen 3 (X3) Akuntabilitas publik , dan variabel endogen (Y) Kinerja Pelaporan Keuangan.
3.4.2 Definisi Operasional
3.4.2.1 Kinerja Pengelolaan Keuangan
Tingkat pencapaian hasil dari suatu kegiatan/program dalam sebuah instansi mulai dari perencanaan anggaran, pelaksanaan kegiatan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban sampai pengawasan sehubungan dengan penggunaan dana sesuai dengan kuantitas dan kualitas terukur dengan menggunakan prinsip efisiensi dan efektifitas.
Indikator unit kerja menurut LAN RI (2003) atau elemen dan alat ukur yang digunakan kinerja dengan melihat inputs, process, outputs, outcomes, benefit, dan impacts.
Indikator Kinerja PTN-BLU dari aspek keuangan yaitu (1) rasio Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) terhadap Biaya operasional. Pendapatan PNBP merupakan pendapatan yang diperoleh sebagai imbalan atas barang/jasa yang diserahkan kepada masyarakat termasuk pendapatan yang berasal dari hibah, hasil kerjasama dari pihak lain, sewa, jasa lembaga keuangan, dan
lain pendapatan yang tidak berhubungan dengan Pelayanan BLU tidak termasuk pendapatan yang berasal dari APBN; Biaya Operasional merupakan seluruh biaya yang langsung terkait dengan pelayanan kepada masyarakat termasuk Belanja Pegawai, biaya bahan, biaya jasa layanan, biaya pemeliharaan, biaya daya dan jasa, serta biaya langsung lainnya yang berkaitan langsung dengan layanan BLU, baik yang dananya bersumber dari rupiah murni APBN maupun pendapatan operasional BLU; (2) Jumlah Pendapatan BLU yaitu, jumlah nominal realisasi PNBP BLU tahun yang bersangkutan; (3) Pendapatan BLU yang berasal dari pengelolaan aset, maksudnya jumlah realisasi PNBP BLU yang bersumber dari pengelolaan aset sebagaimana diatur oleh Peraturan Menteri Keuangan 136/PMK.05/2016 tentang pengelolaan aset pada badan layanan umum;(4) Modernisasi pengelolaan keuangan BLU, yaitu persentase penyelesaian pengembangan informasi sebagaimana dimaksud pasal 21 dan 22 peraturan Dirjen Perbendaharaan nomor: Per53/PB/2016 tentang pedoman penggunaan aplikasi Badan Layanan Umum Integrated Online System (BIOS) minimal 70 % ; (5) rasio afirmasi mahasiswa S1 dan diploma (UKT golongan 1 dan 3 serta Bidik Misi) dibandingkan dengan jumlah seluruh mahasiswa S1 dan diploma;
(6) persentase alumni yang langsung bekerja dengan masa tunggu pekerjaan kurang dari enam bulan dibandingkan dengan jumlah alumni; (7) persentase program studi terkareditasi A dan B dibandingkan dengan seluruh program studi; (8) peningkatan peringkat nasional BLU oleh Kemristekdikti; (9) persentase jumlah dosen tetap dengan kualifikasi S3 dibandingkan jumlah seluruh dosen ; (10) jumlah publikasi dosen yang dipublikasi secara internasional dan terideks scopus maupun lembaga non scopus;
(11) jumlah Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang didaftarkan di Dirjen Hak Kekayaan Intelektual; dan (12) jumlah produk inovasi hasil penelitian dan pengembangan telah diproduksi dan di manfaatkan pengguna.
3.4.2.2 Komitmen Tujuan
Menurut Erwati (2009), penerapan anggaran berbasis kinerja disadari memerlukan komitmen organisasi yang kuat. Seorang individu akan melakukan usaha yang maksimal untuk mencapai tujuan yang ditetapkan jika individu tersebut mempunyai komitmen terhadap tujuan anggaran. Karyawan yang memiliki komitmen pada tujuan anggaran termotivasi untuk berinteraksi dengan pimpinan dan rekan kerja yang dapat memberikan wawasan tentang lingkungan kerja, tujuan kinerja, dan hal lain yang memiliki dampak penting pada kinerja karyawan. Jika individu sudah memiliki komitmen pada sebuah tujuan, akan memengaruhi tindakan individu dan pada akhirnya meningkatkan kinerja individu (Ndiwalana, 2009). Semakin tinggi komitmen terhadap tujuan anggaran organisasi maka kinerja para individu anggota organisasi dalam kegiatan-kegiatan manajerial akan semakin meningkat (Yusfaningrum, 2005).
Husin (2012) juga menemukan bahwa semakin tinggi komitmen untuk mencapai sasaran anggaran maka semakin meningkatkan kinerja pimpinan karena komitmen para pimpinan sangat dibutuhkan untuk mencapai sasaran anggaran yang telah ditetapkan. Studi empiris yang dilakukan oleh Locke (1988) menunjukkan terdapat hubungan kausal antara komitmen tujuan dan kinerja. Locke (1988) menyatakan bahwa penetapan tujuan merupakan proses kognitif dari beberapa utilitas praktis, sehingga keinginan dan tujuan individu merupakan determinan perilaku yang utama. Komitmen tujuan diperkirakan memiliki cara berbeda dalam memengaruhi kinerja organisasi. Semakin kuat suatu tujuan akan menghasilkan tingkat kinerja yang tinggi jika tujuan ini diterima oleh individu. Komitmen tujuan diharapkan dapat meningkatkan fokus karyawan terhadap tujuan yang akan dicapai dan meningkatkan usaha, serta ketekunan perilaku kerja karyawan.
3.4.2.3 Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor internal yang memegang peranan penting bagi berhasil tidaknya suatu
organisasi dalam mencapai tujuan sehingga perlu diarahkan melalui manajemen sumber daya manusia yang efektif dan efisien (Izzaty, 2011). Widyantoro (2009) mengemukakan bahwa faktor penting yang menjadi penentu keberhasilan implementasi penganggaran berbasis kinerja adalah upaya pengembangan sumber daya manusia.
Sumber daya terbukti memengaruhi tahap implementasi dalam pemanfaatan indikator kinerja (Julnes dan Holzer, 2001).
Selanjutnya, Asmadewa (2007) mendapatkan hasil penelitian bahwa terdapat pengaruh positif pada faktor sumber daya terhadap implementasi anggaran berbasis kinerja. Hasil penelitian Asmadewa (2007) dipertegas oleh Putra (2007) dan Dara (2010) yang mendapatkan hasil penelitian bahwa sumber daya memiliki pengaruh positif terhadap efektivitas implementasi anggaran berbasis kinerja. Achyani (2011) mendapatkan hasil bahwa variabel sumber daya terbukti memengaruhi secara positif terhadap efektivitas anggaran berbasis kinerja pemerintah dan Izzaty (2011) menemukan bahwa kualitas sumber daya manusia juga memiliki pengaruh positif terhadap penerapan anggaran berbasis kinerja badan layanan umum (BLU). The people who are ready, willing and able to contribute to organizational goals. Tingkat pengetahuan, kemampuan, dan kemauan yang dapat ditunjukkan oleh sumber daya manusia. Indikator atau elemen dan alat ukur yang digunakan untuk mengukur akuntabilitas publik dikembangkan oleh Matutina (2001:205) adalah skala interval yakni knowledge, skill, dan abilities.
3.4.2.4 Akuntabilitas Publik
Akuntabilitas merupakan hubungan dalam suatu organisasi berupa “Giving and demanding of reasons for conducts” (Roberts
& Scapens, 1985). Namun bila dikaitannya dengan konsep anggaran mengandung arti suatu hubungan antara pemberi dan penerima tanggung jawab yang membuat pemberi tanggung jawab mempunyai hak atau kekuatan untuk meminta atau memaksa
penerima untuk memberikan pertanggungjawaban atas wewenang yang diberikan. Di sisi lain penerima tanggung jawab mempunyai keinginan atau kewajiban untuk patuh terhadap persyaratan yang diberikan oleh pemberi (Messner, 2009).
Prinsip yang menjamin bahwa setiap kegiatan penyelenggaraan pengelolaan keuangan dapat dipertanggung jawabkan secara terbuka oleh pelaku kepada pihak-pihak yang yamg berkepentingan terhadap penerapan kebijakan. Indikator atau elemen dan alat ukur yang digunakan untuk mengukur akuntabilitas publik dikembangkan oleh Krina (2003:9) adalah skala interval yakni akuntabilatas hukum, akuntabilitas proses, akuntabilitas program dan akuntabilitas kebijakan.
Tabel 3.1 Indikator-indikator variabel
Variabel Indikator Sumber No
Pertanyaan
1. Rasio PNBP terhadap Biaya Operasional,
2. Jumlah Pendapatan BLU,
3. Jumlah Pendapatan BLU bersumber dari Pengelolaan aset,
4. Modernisasi pengelolaan keuangan BLU,
5. Rasio mahasiswa Afirmasi,
6. Persentase Lulusan perguruan tinggi yang langsung bekerja,
7. Persentase prodi terakreditasi unggul, 8. Peningkatan peringkat Nasional BLU, 9. Persentase dosen berkualifikasi S3, 10.Jumlah publikasi internasional,
1. visi dan misi universitas,
2. Peningkatan ketrampilan pegawai, 3. Diklat berkelanjutan pegawai, 4. Pengembangan budaya integritas.
5. Partisipasi unit-unit kerja universitas.
6. Capaian hasil kerja,
7. Memelihara lingkungan kerja yang kondusif,
9. Menjaga nama baik organisasi dan pimpinan, 8. Perencanaan dan evaluasi pengelolaan keuangan
1. prinsip ekonomis, efektif, dan efisien, 2. orientasi Good University
Governance,
3. Pengawasan secara rutin, 4. Informasi masa lalu (historis), 5. Eveluasi rencana dan realisasi, 6. Pengumuman/publikasi laporan
3.5 Teknik Analisis Data