• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2011

NO INDIKATOR KINERJA SASARAN TARGET REALISASI %

2) Opini Audit BPK

Untuk mencapai target WTP Inspektorat Jenderal melakukan berbagai kegiatan pengawasan dalam bentuk audit, reviu, evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lainnya (antara lain asistensi dan advokasi), yang sesuai dengan peran baru APIP sebagai ”agen of Quality Assurence” kegiatan pengawasan Itjen lebih memiliki unsur pembinaan sehingga lebih dititik beratkan pada pengawasan yang bersifat preventif (pencegahan) dan direktif (pengawalan) dari pada yang bersifat reaktif/represif (penindakan). Kebijakan ini dipandang lebih efektif untuk meningkatkan kinerja Satker secara keseluruhan.

Seluruh kegiatan pengawasan itjen pada dasarnya dqapat memberi pengaruh yang positif terhadap upaya pencapaian target WTP, namun demikian memeng terdapat beberapa kegiatan yang secara khusus terarah kepada upaya peningkatan kualitas Laporan Keuangan Satker dan Kementerian beserta keseluruhan hal yang terkait, dimana hal tersebut dapat mempengaruhi Opini BPK-RI. Kegiatan tersebut antara lain :

- Wasgram (Pengawasan Program)

- Reviu Laporan Keuangan Satker Semester I / Tahunan - Reviu laporan Keuangan Kementerian

B A B III

- Monitoring Piutang BHP Frekuensi dan piutang lainnya, Detail Keseluruhan kegiatan Itjen adalah sebagai berikut :

a. Kegiatan Inspeksi Umum dalam rangka pembinaan Satker/UPT di lingkungan Kemkominfo agar melaksanakan fungsinya secara hemat, efisien dan efektif.

Dalam tahun 2011 Itjen melakukan kegiatan Inspeksi Umum sebagai bentuk pembinaan terhadap satuan-satuan kerja/UPT di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kegiatan Inspeksi Umum direncanakan terhadap 28 Satker/UPT dan terealisir sebanyak 30 Satker/UPT.

Kegiatan ini secara kuantitas telah melampaui target (yaitu 107,14 %) dan dalam setiap kegiatan-kegiatan Inspeksi Umum yang dilakukan memiliki nilai tambah (value added) karena dalam kegiatan tersebut senantiasa juga sekaligus dilakukan peninjauan secara intensif ke proyek-proyek bantuan Kominfo di daerah (seperti bantuan PLIK, M-PLIK, CAP, M-CAP, dan Media Center).

Capaian yang dihasilkan adalah berupa rekomendasi bagi Satker/UPT yang di-inspeksi mengenai perlunya dilakukan pembenahan/perbaikan sesuai ketentuan/peraturan yang berlaku atas permasalahan/kondisi yang ditemu-kenali pada saat dilakukan inspeksi terhadap Satker/UPT tersebut. b. Kegiatan evaluasi terhadap Program Kerja Eselon I Kemkominfo.

Bentuk kegiatan yang dilaksanakan dalam hal ini adalah Pengawasan Program (Wasgram) yang merupakan salah satu upaya Inspektorat Jenderal untuk melakukan evaluasi terhadap program kerja yang akan dilakukan oleh Satuan Kerja. Hasil dari Pengawasan Program akan menjadi pedoman bagi Inspektorat Jenderal dalam melakukan pengawasan selanjutnya.

Kegiatan Pengawasan Program Tahun 2011 adalah kegiatan untuk memeriksa dan menilai kembali rancangan program kerja dan kegiatan tahun 2012 dari seluruh Satker di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam strukturnya yang baru, apakah sudah sesuai dengan tupoksi masing-masing, tidak terjadi tumpang tindih program/kegiatan di antara Satker, serta didukung dengan penganggaran yang mencerminkan unsur 3 E (ekonomis, efisien, dan efektif). Wasgram ini bertujuan menyiapkan program dan rencana teknis kegiatan seluruh Satker yang selain sesuai dengan tupoksi masing-masing, tidak tumpang tindih dan didukung dengan rencana penganggaran yang lebih realistis, juga telah mengakomodir rencana-rencana pengembangan di sektor komunikasi dan informatika, khususnya dikaitkan dengan pencapaian visi-misi Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam struktur yang baru. Capaian yang dihasilkan adalah berupa rekomendasi bagi tiap-tiap Satker untuk melakukan perbaikan-perbaikan program kerja tahun 2012, antara lain melalui mekanisme revisi anggaran.

B A B III c. Kegiatan Pemeriksaan, Monitoring, Evaluasi, dan Reviu terhadap

Satuan Kerja/UPT di lingkungan Kemkominfo.

Bentuk kegiatan yang dilaksanakan dalam hal ini adalah seluruh kegiatan pengawasan (audit, monitoring, reviu, konsultansi, evaluasi, dll) yang dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal, diluar Inspeksi Umum dan Pengawasan Program.

Hingga akhir tahun 2011, Itjen pada dasarnya telah melaksanakan seluruh kegiatan ini berdasarkan program kerja yang telah disusun namun dalam pelaksanaannya terdapat juga pengalihan kegiatan dari yang direncanakan ke kegiatan pengawasan yang dianggap penting dan menjadi fokus perhatian pimpinan (diluar yang diprogramkan) yang perlu disikapi sebagai dinamika dari kegiatan Itjen. Dari segi kuantitas (frekuensi) kegiatan, capaian yang dihasilkan rata-rata telah melebihi target yang ditetapkan. Beberapa di antara kegiatan tersebut dapat dijelaskan sbb :

(1) Monitoring Perangkat Penelitian

Kegiatan Monitoring Perangkat Penelitian semula direncanakan 5 kali kegiatan namun dalam realisasinya hanya dapat dilaksanakan sebanyak 4 kali. Monitoring Perangkat Penelitian yang belum dilaksanakan yaitu di Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi (BBPPT). Hal ini dikarenakan kegiatan Monitoring Perangkat Penelitian BBPPT telah diperiksa di kegiatan Reguler. Namun demikian, alokasi anggaran yang tersisa telah dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan pengawasan lainnya.

(2) Pemeriksaan Kinerja Layanan Publik

Kegiatan Pemeriksaan Kinerja Layanan Publik yang semula akan dilaksanakan di Pusat maupun di Daerah dialihkan menjadi kegiatan Monitoring Piutang, yang dianggap lebih penting dan merupakan salah satu fokus perhatian pimpinan mengingat berdampak langsung terhadap opini BPK atas LK Kementerian

(3) Monitoring Piutang BHP Frekuensi

Kegiatan ini berasal dari pengalihan kegiatan Monitoring Penyelenggaraan Ujian Amatir Radio, Ujian SKOR, Ujian REOR dan Pemeriksaan Layanan Publik Daerah (Balai Uji) yang totalnya ditargetkan 10 lokasi. Dari ke-10 lokasi tersebut, 6 lokasi digunakan untuk kegiatan Pemeriksaan Layanan Publik di daerah serta Monitoring Piutang BHP Frekuensi, sedangkan 4 lokasi lainnya untuk kegiatan Monitoring Piutang BHP Frekuensi.

Kegiatan monitoring piutang BHP Frekuensi merupakan salah satu kegiatan yang amat penting (menjadi fokus perhatian) dalam rangka membantu percepatan pencapaian target WTP Kementerian Komunikasi dan Informatika.

(4) Pemeriksaan Khusus

Meskipun selaku APIP Itjen lebih mengedepankan kegiatan pengawasan yang bersifat preventif dan direktif, namun Itjen juga harus tetap committed untuk menjalankan tugas pemeriksaannya

B A B III yang bersifat represif. Untuk itu, dalam tahun 2011 Itjen selain

melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Reguler Komprehensif terhadap seluruh Satker, juga telah melaksanakan beberapa pemeriksaan yang bersifat khusus (investigatif) terkait adanya beberapa permasalahan (kasus) di beberapa satker/UPT seperti : Riksus di Balmon Jayapura dan Pekanbaru terkait dengan masalah Kepegawaian/ SDM, Riksus di Balmon Merauke terkait dengan progress pembangunan pagar keliling, Riksus di BP3TI terkait dengan Proses Pengadaan Penyedia Jasa PLIK dan Pelaksananya, serta Riksus terhadap proses tender Program NIX (Nusantara Internet Exchange).

(5) Monitoring Desa Berdering, Desa Pinter, dan PLIK

Kegiatan ini seluruhnya terealisir di sebanyak 55 (lima puluh lima) lokasi. Jumlah ini jauh melebihi rencana/target semula di sebanyak 22 (duapuluh dua) lokasi karena dinilai menjadi fokus perhatian pimpinan. Dari ke-55 lokasi kegiatan yang telah dilaksanakan, 11 (sebelas) lokasi diantaranya adalah pemeriksaan PLIK yang merupakan tendem dari kegiatan pemeriksaan ICT di Yogya.

(6) Monitoring PSO

Dalam tahun 2011 kegiatan monitoring PSO yang semula direncanakan di sebanyak 5 (lima) lokasi tidak dilaksanakan dan dialihkan untuk melaksanakan kegiatan yang lebih penting serta menjadi fokus pimpinan (seperti Monitoring PLIK).

(7) Pemeriksaan Tidak Terprogram

Beberapa kegiatan yang sebelumnya tidak terprogram telah dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal berdasarkan pertimbangan urgensinya (menjadi fokus Kementerian) sehingga dianggap penting untuk dilakukan pemeriksaan, di antaranya adalah :

 Pemeriksaan fisik M-PLIK dan pemanfaatannya;

 Survey pendahuluan atas pelaksanaan Program NIX (Nusantara Internet Exchange) oleh BP3TI.

(8) Monev atas pelaksanaan Bantuan Kegiatan Operasional Penyeberan Informasi Publik (BKOPIP) dan Bantuan Pembangunan/Penguatan Media Center

(a) Monev pelaksanaan BKOPIP

Ini adalah kegiatan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan dan pemanfaatan pemberian bantuan BKOPIP yang dilaksanakan oleh Badan Informasi Publik di tahun 2009-2010 kepada instansi pengelola infomasi publik di daerah-daerah. Dana BKOPIP tersebut dialokasikan untuk kegiatan-kegiatan penyebaran informasi publik berupa dialog interaktif radio, dialog interaktif di TV, pertunjukan rakyat, forum tatap muka, pembuatan spanduk, dan penyebaran informasi publik melalui media on-line.

B A B III Ini juga merupakan kegiatan monitoring dan evaluasi atas

pelaksanaan dan pemanfaatan bantuan pembangunan / penguatan Media Center yang dilaksanakan oleh Badan Informasi Publik kepada daerah dalam rangka memperkuat sarana pengelolaan komunikasi dan informasi publik berbasis teknologi yang (harus) dimiliki oleh daerah. Perangkat Media Center ini digunakan untuk menghimpun, mengelola, dan menyebarluaskan informasi dari Pemerintah Pusat maupun pemerintah Provinsi/Kab/Kota kepada masyarakat serta menampung umpan balik dari masyarakat atas kebijakan pemerintah.

(9) Monev atas pemanfaatan bantuan Community Access Point (CAP)

Ini merupakan kegiatan dalam rangka me-monitor dan meng-evaluasi pelaksanaan serta pemanfaatan pemberian bantuan perangkat Community Access Point yang dilaksanakan oleh Ditjen Aptel (sekarang Ditjen Aptika) kepada dinas-dinas infokom di daerah. Perangkat ini ada yang diinstall di satu tempat (CAP) dan ada juga yang di-install di kendaraan CAP (yaitu : M-CAP, singkatan dari Mobile Community Access Point). Seperti kepanjangannya, M-CAP difungsikan sebagai titik akses komunitas atau community access point yang sifatnya bergerak (mobile). Wujudnya adalah sebuah mobil dengan fasilitas :

- Layanan internet mobile (Warnet) - Layanan telpon (Wartel)

- Layanan Fax (kirim dan terima) - Billing system Wartel dan Warnet

- Public Announcement (Pengeras suara/sound system) - Pemutaran video melalui LCD TV (Format, VCD, DVD dll)

(10) Monev atas Pemanfaatan Bantuan ICT untuk IDC dan Sekolah-sekolah di Yogyakarta

Untuk mendukung pelaksanaan program nasional dalam pemanfaatan mutu pendidikan dibidang Teknologi Informasi Komunikasi (TIK), Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta melalui Dinas Pendidikan dan Pemuda Olah Raga (Dikpora) telah mencanangkan program Pemanfaatan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) untuk Peningkatan dan Pemerataan Mutu Pendidikan di Provinsi DI Yogyakarta atau dikenal dengan Information and Communication Technology Utilization for Educational Quality Enhancement Program (ICT-EQEP), program ini akan diimplementasikan di 500 sekolah yang terdiri 300 SD dan 200 SMP. Program ini meliputi penyediaan perangkat TIK, konten pembelajaran dan pelatihan bagi para guru untuk pengoperasian dan peningkatkan kompetensinya dalam bidang TIK .

Program ini termasuk strategis dan menjadi fokus Kementerian. Oleh karena itu Inspektorat Jenderal sebagai unsur pengawasan internal

B A B III memandang perlu melakukan “pengawalan” atas pelaksanaannya

dalam bentuk kegiatan monitoring dan evaluasi. (11) Monev Rumah Kreatif

Ini adalah kegiatan dalam rangka memonitor dan meng-evaluasi pemanfaatan atas program “Rumah Kreatif” yang dilaksanakan oleh Ditjen IKP dan Aptika berupa pembangunan gedung dan pengisiannya dengan perangkat TIK sebagai wadah pelatihan atau sosialisasi bagi komunitas masyarakat agar terbiasa menggunakan bisnis secara online.

(12) Evaluasi GPOBA

Global Partnership for Output Based Aid (GPOBA) atau “Bantuan dalam rangka Hubungan Mitra Global Berbasis Keluaran” adalah Pilot Project Pembangunan Pangkalan Akses Masyarakat (community access point) yang pendanaannya berasal dari hibah Bank Dunia. Proyek ini termasuk menjadi fokus Kementerian dalam rangka peningkatan akses komunikasi masyarakat khususnya di wilayah perdesaan, sehingga menjadi fokus kegiatan pengawasan Itjen untuk memastikan terlaksananya proyek ini dengan baik.

(13) Evaluasi AKIP

Dalam rangka pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Surat Keputusan MENPAN Nomor KEP-135/M-PAN/2004 Tentang Pedoman Umum Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Surat Menteri Negara PAN No. B /No.B/1.3001/M-PAN04/2009 Perihal Kebijakan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, maka Inspektorat IV pada bulan Maret 2011 telah melakukan evaluasi atas Akuntabilitas Kinerja Tahun 2010 unit Eselon I, yaitu Sekretariat Jenderal, Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, dan Inspektorat Jenderal dengan tujuan :

 Memperoleh informasi tentang implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Unit Eselon I Kementerian Komunikasi dan Informatika.  Menilai Akuntabilitas Kinerja Unit Eselon I Kementerian Komunikasi

dan Informatika.

 Menilai Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Unit Eselon I Kementerian Komunikasi dan Informatika.

 Memberikan saran tindak, rekomendasi dan perbaikan untuk peningkatan Unit Eselon I Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Evaluasi dilaksanakan terhadap 5 (lima) komponen besar manajemen kinerja, yang meliputi : Perencanaan Kinerja; Pengukuran Kinerja; Pelaporan Kinerja; Evaluasi Kinerja; dan Capaian Kinerja.

Hasil evaluasi yang dituangkan dalam bentuk nilai dengan kisaran mulai dari 0 s/d 100 adalah sebagai berikut:

B A B III Tabel 31. Komponen Penilaian INSPEKTORAT JENDERAL

No. Komponen Yang Dinilai Bobot Nilai 2010

1. Perencanaan Kinerja 35 12 2. Pengukuran Kinerja 20 11,59 3. Pelaporan Kinerja 15 6,7 4. Evaluasi Kinerja 10 6 5. Pencapaian Kinerja 20 15

Nilai Hasil Evaluasi 100 51,29

Predikat Penilaian CC

Tabel 32

Penilaian Terhadap Unit Kerja Eselon 1 BADAN LITBANG SDM

No. Komponen Yang Dinilai Bobot Nilai 2010

1. Perencanaan Kinerja 35 17.07 2. Pengukuran Kinerja 20 10.76 3. Pelaporan Kinerja 15 6.15 4. Evaluasi Kinerja 10 7.60 5. Pencapaian Kinerja 20 10.005

Nilai Hasil Evaluasi 100 51.69

Predikat Penilaian CC