• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Penyajian data dan analisa

4.2.2 Opini Masyarakat Surabaya Tentang Pemberitaan

Pada bagian ini akan di uraikan opini masyarakat Surabaya tentang berita adanya Liga Primer Indonesia(LPI) di media jawa pos

1. Opini Masyarakat Surabaya Jika Liga Primer Indonesia(LPI) disebut PSSI sebagai Liga Pengacau

Rekapitulasi jawaban para responden yang diperoleh dari penyebaran kuisioner kepada para responden yaitu masyarakat yang ada di Surabaya untuk mengetahui opini mereka jika Liga Primer Indonesia(LPI) disebut PSSI sebagai liga pengacau terangkum dalam tabel sebagai berikut :

Tabel 4

Liga Primer Indonesia(LPI) disebut PSSI sebagai Liga Pengacau

No Jawaban Jumlah Prosentase

1 Sangat Setuju 13 13%

2 Setuju 9 9%

3 Tidak setuju 59 59%

4 Sangat Tidak Setuju 19 19%

Total 100 100%

Sumber : Kuesioner III No. 1

Dari tabel diatas sebanyak 13 responden atau 13% menjawab sangat setuju jika Liga Primer Indonesia(LPI) disebut PSSI sebagai liga pengacau, menurut responden; Liga Primer Indonesia(LPI) digelar tanpa rekomendasi dari PSSI yang merupakan asosiasi sepak bola tertinggi di Indonesia. Kemudian sebanyak 9 responden atau 9%

Liga Primer Indonesia(LPI) disebut PSSI sebagai liga pengacau.

Sedangkan 59 responden atau 59% menjawab tidak setuju atau menilai bahwa LPI merupakan liga yang profesional, dan responden menilai bahwa LPI digelar sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja PSSI yang tidak baik. Sebanyak 19 responden atau 19% menjawab sangat tidak setuju atau menilai Liga Primer Indonesia(LPI) bukan liga pengacau melainkan liga pembaharuan bagi Indonesia.

2. Opini Masyarakat Surabaya Mengenai Struktur Saham di Liga Primer Indonesia(LPI) yang Dialokasikan 100% Kepada Klub Peserta

Rekapitulasi jawaban para responden yang diperoleh dari penyebaran kuisioner kepada para responden yaitu masyarakat yang ada di Surabaya untuk mengetahui opini mereka mengenai struktur saham di Liga Primer Indonesia(LPI) yang dialokasikan 100% kepada klub peserta dalam tabel sebagai berikut :

Tabel 5

Struktur Saham di Liga Primer Indonesia(LPI)

No Jawaban Jumlah Prosentase

1 Sangat Setuju 51 51%

2 Setuju 36 36%

3 Tidak Setuju 8 8%

4 Sangat tidak setuju 5 5%

Total 100 100%

68

Berdasarkan tabel diatas sebanyak 51 responden atau 51% menjawab sangat setuju mengenai struktur saham di Liga Primer Indonesia(LPI) yang dialokasikan 100% kepada klub peserta, masyarakat menilai bahwa itu semua dapat menjadikan klub lebih mandiri dan professional. Kemudian sebanyak 36 responden atau 36% menjawab setuju, masyarakat Surabaya menilai strutur saham tersebut dapat dikelola sendiri oleh klub tanpa mengandalkan dana dari APBD sehingga menjadikan klub lebih mandiri untuk kedepannya.

Sedangkan 8 responden atau 8% menjawab tidak setuju atau menilai struktur saham di Liga Primer Indonesia(LPI) yang dialokasikan 100% kepada klub peserta seharusnya ada pembagian yang pantas, tidak 100% dan sebanyak 5 responden atau 5% menjawab sangat tidak setuju dengan alasan, mereka tidak suka adanya liga tandingan PSSI.

3. Opini Masyarakat Surabaya Mengenai Klub Peserta Kompetisi Liga Primer Indonesia(LPI) yang Tidak Diperbolehkan Menggunakan Dana APBD, Tetapi Diberikan Investasi Sebesar Rp. 20 miliar

Rekapitulasi jawaban para responden yang diperoleh dari penyebaran kuisioner kepada para responden yaitu masyarakat yang ada di Surabaya untuk mengetahui opini mereka mengenai klub peserta kompetisi Liga Primer Indonesia(LPI) yang tidak diperbolehkan

miliar dalam tabel sebagai berikut : Tabel 6

Klub Peserta Kompetisi Liga Primer Indonesia(LPI) Tidak Diperbolehkan Menggunakan Dana APBD, Tetapi Diberikan

Investasi Sebesar Rp. 20 miliar

No Jawaban Jumlah Prosentase

1 Sangat Setuju 52 52%

2 Setuju 30 30%

3 Tidak setuju 11 11%

4 Sangat Tidak Setuju 7 7%

Total 100 100%

Sumber : Kuesioner III No. 3

Dari tabel diatas ada sebanyak 52 responden atau 52% menjawab sangat setuju mengenai klub peserta kompetisi Liga Primer Indonesia(LPI) yang tidak diperbolehkan menggunakan dana APBD, tetapi diberikan investasi sebesar Rp. 20 miliar, responden menganggap bahwa klub yang professional tidak akan mengandalkan dana dari APBD. Kemudian sebanyak 30 responden atau 30% menjawab setuju, responden menilai bahwa dana APBD mempunyai fungsi yang lain juga, sehingga mempermudah klub dalam mengelola keuangan tanpa dana APBD.

Sedangkan 11 responden atau 11% menjawab tidak setuju atau menilai dana APBD itu digunakan juga untuk kepentingan sepak bola dan sebanyak 7 responden atau 7% juga menjawab sangat tidak setuju

70

atau menilai bahwa APBD itu memang digunakan untuk kpentingan olahraga terutama sepak bola.

4. Opini Masyarakat Surabaya Tentang 100% Keuntungan Sponsor Utama Liga Primer Indonesia(LPI) yang Diberikan Kepada Klub Peserta Kompetisi

Rekapitulasi jawaban para responden yang diperoleh dari penyebaran kuesioner yang diberikan kepada para responden yaitu untuk mengetahui opini masyarakat Surabaya tentang 100% keuntungan sponsor utama Liga Primer Indonesia(LPI) yang diberikan kepada klub peserta kompetisi, terangkum pada tabel berikut ini :

Tabel 7

Keuntungan Sponsor Utama Liga Primer Indonesia(LPI)

No Jawaban Jumlah Prosentase

1 Sangat Setuju 43 43%

2 Setuju 41 41%

3 Tidak Setuju 12 12%

4 Sangat tidak setuju 4 4%

Total 100 100%

Sumber : Kuesioner III No. 4

Dari tabel di atas ada sebanyak 43 responden atau 43% menjawab sangat setuju mengenai 100% keuntungan sponsor utama Liga Primer Indonesia(LPI) diberikan kepada klub peserta kompetisi, karena masyarakat menilai sebagai wujud kepedulian LPI terhadap klub di Indonesia yang sebelumnya masih bergantung pada APBD.

diasumsikan masyarakat Surabaya menilai 100% keuntungan sponsor utama Liga Primer Indonesia(LPI) yang diberikan kepada klub peserta kompetisi sangatlah membantu keadaan finansial klub di Indonesia menjadi lebih baik yang sebelumnya hanya bergantung pada dana APBD saja.

Sedangkan 12 responden atau 12% menjawab tidak setuju atau menilai 100% keuntungan sponsor utama Liga Primer Indonesia(LPI) yang diberikan kepada klub peserta komeptisi seharusnya tidak 100%, namun harus ada pembagian yang rata dengan pihak penyelenggara kompetisi, dan sebanyak 4 responden atau 4% menjawab sangat tidak setuju atau menilai 100% keuntungan sponsor utama Liga Primer Indonesia(LPI) yang diberikan kepada klub peserta kompetisi hanyalah siasat agar banyak klub peserta Indonesia Super League(ISL) yang bergabung dengan LPI.

5. Opini Masyarakat Surabaya Tentang 100% Keuntungan Hak Siar Televisi yang Diberikan Kepada Klub Peserta Kompetisi Liga Primer Indonesia(LPI)

Rekapitulasi jawaban para responden yang diperoleh dari penyebaran kuesioner yang diberikan kepada para responden yaitu untuk mengetahui opini mereka tentang 100% keuntungan hak siar

72

televisi yang diberikan kepada klub peserta kompetisi Liga Primer Indonesia(LPI), terangkum pada tabel berikut ini :

Tabel 8

Keuntungan Hak Siar Televisi Kompetisi Liga Primer Indonesia(LPI)

No Jawaban Jumlah Prosentase

1 Sangat Setuju 45 45%

2 Setuju 40 40%

3 Tidak Setuju 11 11%

4 Sangat tidak setuju 4 4%

Total 100 100%

Sumber : Kuesioner III No. 5

Dari tabel diatas ada sebanyak 45 responden atau 45% menjawab sangat setuju dan mendukung terhadap berita tentang 100% keuntungan hak siar televisi yang diberikan kepada klub peserta kompetisi Liga Primer Indonesia(LPI), kemudian sebanyak 40 responden atau 40% menjawab setuju, dapat diasumsikan masyarakat Surabaya menilai berita tentang 100% keuntungan hak siar televisi yang diberikan kepada klub peserta kompetisi Liga Primer Indonesia(LPI) sangatlah menguntungkan klub peserta kompetisi LPI karena bisa menambah nilai finansial klub.

Sedangkan 11 responden atau 11% menjawab tidak setuju atau menilai berita tentang 100% keuntungan hak siar televisi yang diberikan kepada klub peserta kompetisi Liga Primer Indonesia(LPI) seharusnya ada pembagian yang rata antara pihak yang terkait, dan sebanyak 4 responden atau 4% menjawab sangat tidak setuju atau

diberikan kepada klub peserta kompetisi Liga Primer Indonesia(LPI) terlalu berlebihan.

6. Opini Masyarakat Surabaya Tentang Keputusan PSSI Melarang Pemain yang Mengikuti Liga Primer Indonesia(LPI) Untuk Bermain di TIMNAS Indonesia

Rekapitulasi jawaban para responden yang diperoleh dari penyebaran kuesioner yang diberikan kepada para responden yaitu untuk mengetahui opini mereka terhadap berita tentang keputusan PSSI melarang pemain yang mengikuti Liga Primer Indonesia(LPI) untuk bermain di TIMNAS Indonesia, terangkum pada tabel berikut ini:

Tabel 9

Keputusan PSSI Melarang Pemain yang Mengikuti Liga Primer Indonesia(LPI) Untuk Bermain di TIMNAS Indonesia

No Jawaban Jumlah Prosentase

1 Sangat Setuju 7 7%

2 setuju 13 13%

3 Tidak setuju 50 50%

4 Sangat Tidak Setuju 30 30%

Total 100 100%

Sumber : Kuesioner III No. 6

Dari tabel diatas ada sebanyak 7 responden atau 7% menjawab sangat setuju dan mendukung terhadap berita tentang keputusan PSSI melarang pemain yang mengikuti Liga Primer Indonesia(LPI) untuk

74

bermain di TIMNAS Indonesia, masyarakat menilai keputusan itu tepat karena LPI tidak masuk dalam naungan PSSI, kemudian sebanyak 13 responden atau 13% menjawab setuju dengan keputusan tersebut karena suatu kompetisi profesional yang digelar di Indonesia harus mendapat rekomendasi dari badan pembina sepak bola tertinggi PSSI.

Sedangkan 50 responden atau 50% menjawab tidak setuju terhadap berita tentang keputusan PSSI melarang pemain yang mengikuti Liga Primer Indonesia(LPI) untuk bermain di TIMNAS Indonesia, responden menilai bahwa siapapun pemain Indonesia yang terbaik dan memang layak masuk Timnas tentu boleh bermain di Timnas untuk membela negaranya, dan sebanyak 30 responden atau 30% menjawab sangat tidak setuju terhadap berita tentang keputusan PSSI melarang pemain yang mengikuti Liga Primer Indonesia(LPI) untuk bermain di TIMNAS Indonesia, responden menilai bahwa PSSI tidak punya alasan untuk melarang pemain yang membela Timnas, siapapun pemainnya yang terbaik dalah pemain yang berhak membela Timnas Indonesia.

7. Opini Masyarakat Surabaya Jika Kompetisi Liga Primer Indonesia(LPI) Dipimpin Oleh Wasit Dari Luar Negeri

Rekapitulasi jawaban para responden yang diperoleh dari penyebaran kuesioner yang diberikan kepada para responden yaitu

Liga Primer Indonesia(LPI) dipimpin oleh wasit dari luar negeri, terangkum pada tabel berikut ini :

Tabel 10

Kompetisi Liga Primer Indonesia(LPI) Dipimpin Oleh Wasit Dari Luar Negeri

No Jawaban Jumlah Prosentase

1 Sangat Setuju 51 51%

2 setuju 33 33%

3 Tidak setuju 10 10%

4 Sangat Tidak Setuju 6 6%

Total 100 100%

Sumber : Kuesioner III No. 7

Dari tabel di atas yang ada sebanyak 51 responden atau 51% menjawab sangat setuju mengenai berita jika kompetisi Liga Primer Indonesia(LPI) dipimpin oleh wasit dari luar negeri, responden menilai kepemimpinan wasit luar negri memiliki kejelihan dan ketegasan dalam memimpin suatu pertandingan, kemudian sebanyak 33 responden atau 33% menjawab setuju, dapat diasumsikan masyarakat Surabaya mendukung jika kompetisi Liga Primer Indonesia(LPI) dipimpin oleh wasit dari luar negeri, karena mereka memiliki pengalaman dan kualitas yang lebih baik dari wasit dalam negri.

Sedangkan 10 responden atau 10% menjawab tidak setuju atau menilai jika kompetisi dipimpin wasit dari luar negri akan berdampak buruk terhadap kinerja wasit dalam negri, dan sebanyak 6 responden atau 6% menjawab sangat tidak setuju atau menilai penggunaan wasit

76

dari luar negri akan membuat wasit dalam negri banyak yang tidak terpakai tenaganya.

8. Opini Masyarakat Surabaya Tentang Keputusan PSSI yang Mencabut Rekomendasi Izin Tinggal Pemain dan Pelatih Asing yang Berlaga di Liga Primer Indonesia(LPI), Serta Berkoordinasi Dengan Dirjen Imigrasi Kementrian Hukum dan HAM Untuk Mendeportasi Mereka

Rekapitulasi jawaban para responden yang diperoleh dari penyebaran kuesioner yang diberikan kepada para responden yaitu untuk mengetahui opini mereka tentang keputusan PSSI yang mencabut rekomendasi izin tinggal pemain dan pelatih asing yang berlaga di Liga Primer Indonesia(LPI), Serta berkoordinasi dengan dirjen imigrasi kementrian hukum dan HAM untuk mendeportasi mereka, terangkum pada tabel berikut ini :

Tabel 11

Keputusan PSSI Mencabut Rekomendasi Izin Tinggal Pemain dan Pelatih Asing yang Berlaga di Liga Primer Indonesia(LPI)

No Jawaban Jumlah Prosentase

1 Sangat Setuju 6 6%

2 Setuju 25 25%

3 Tidak Setuju 46 46%

Sangat tidak setuju 23 23%

Total 100 100%

sangat setuju apabila pemain dan pelatih asing dideportasi oleh kementrian hukum dan HAM karena responden menilai mereka telah berkhianat terhadap PSSI dengan mengikuti kompetisi ilegal LPI, kemudian sebanyak 25 responden atau 25% menjawab setuju dengan keputusan pendeportasian tersebut karena menilai LPI adalah liga ilegal yang digelar tanpa mendapat rekomendasi PSSI dan wajar apabila PSSI bertindak seperti itu.

Sedangkan 46 responden atau 46% menjawab tidak setuju apabila pemain dan pelatih asing dideportasi oleh kementrian hukum dan HAM yang dilaporkan oleh PSSI, responden menilai bahwa yang dilakukan PSSI tidak pantas karena PSSI sendiri saja juga dipimpin oleh seorang narapidana, dan sebanyak 23 responden atau 23% menjawab sangat tidak setuju atau menilai PSSI tidak selayaknya mengganggu LPI yang digelar menggunakan uang konsorsium sponsor dan sudah mendapat rekomendasi dari pemerintah.

9. Opini Masyarakat Surabaya Tentang Sikap PSSI yang Terus Mengganggu dan Ingin Menjatuhkan Liga Primer Indonesia(LPI)

Rekapitulasi jawaban para responden yang diperoleh dari penyebaran kuesioner yang diberikan kepada para responden yaitu untuk mengetahui opini mereka terhadap berita tentang sikap PSSI

78

yang terus mengganggu dan ingin menjatuhkan Liga Primer Indonesia(LPI), terangkum pada tabel berikut ini :

Tabel 12

Sikap PSSI yang Terus Mengganggu dan Ingin Menjatuhkan Liga Primer Indonesia(LPI)

No Jawaban Jumlah Prosentase

1 Sangat Setuju 7 7%

2 setuju 8 8%

3 Tidak Setuju 58 58%

4 Sangat tidak setuju 27 27%

Total 100 100%

Sumber : Kuesioner III No.9

Dari tabel di atas yang ada, sebanyak 7 responden atau 7% menjawab sangat setuju terhadap berita tentang sikap PSSI yang terus mengganggu dan ingin menjatuhkan Liga Primer Indonesia(LPI), responden menilai bahwa LPI adalah liga ilegal yang digelar diluar naungan PSSI, kemudian sebanyak 8 responden atau 8% menjawab setuju dengan sikap PSSI yang ingin menjatuhkan LPI karena responden berpendapat hanya kompetisi dibawah naungan PSSI yang diakui oleh FIFA.

Sedangkan 58 responden atau 58% menjawab tidak setuju terhadap berita tentang sikap PSSI yang ingin menjatuhkan LPI, responden menilai bahwa LPI merupakan liga pembaharuan bagi kompetisi profesional di Indonesia, dan sebanyak 27 responden atau 27% menjawab sangat tidak setuju atau menilai kinerja PSSI saja

untuk memajukan persepak bolaan Indonesia.

10. Opini Masyarakat Surabaya Tentang Adanya Liga Primer Indonesia(LPI)

Rekapitulasi jawaban para responden yang diperoleh dari penyebaran kuesioner yang diberikan kepada para responden yaitu untuk mengetahui opini mereka terhadap berita tentang adanya Liga Primer Indonesia(LPI), terangkum pada tabel berikut ini :

Tabel 13

Adanya Liga Primer Indonesia(LPI)

No Jawaban Jumlah Prosentase

1 Sangat Setuju 59 59%

2 setuju 25 25%

3 Tidak Setuju 6 6%

4 Sangat tidak setuju 10 10%

Total 100 100%

Sumber : Kuesioner III No. 10

Dari tabel di atas ada sebanyak 59 responden atau 59% menjawab sangat setuju terhadap adanya Liga Primer Indonesia(LPI) karena LPI digelar untuk memajukan persepak bolaan Indonesia yang sebelumnya morat-marit dibawah naungan PSSI, kemudian sebanyak 25 responden atau 25% menjawab setuju, dapat diasumsikan masyarakat Surabaya mendukung adanya Liga Primer Indonesia(LPI) yang merupakan liga pembaharuan bagi Indonesia.

80

Sedangkan 6 responden atau 6% menjawab tidak setuju atau menilai adanya Liga Primer Indonesia(LPI) hanya akan mengacau liga di tanah air karena tidak mendapat rekomendasi dari PSSI, dan sebanyak 10 responden atau 10% menjawab sangat tidak setuju atau menilai adanya Liga Primer Indonesia(LPI) merupakan liga tandingan PSSI yang digelar secara ilegal.

Dokumen terkait