KAJIAN PUSTAKA
2.1. Landasan Teori
2.1.3. Surat Kabar Sebagai Media komunikasi Massa
Komunikasi massa pada dasarnya merupakan penggunaan saluran (media) yang mempunyai proses melibatkan beberapa komponen . dua komponen berinteraksi ( sumber dan penerima) terlibat , pesan yang diberi kode oleh penerima , disalurkan oleh sebuah saluran dan diberi kode oleh penerima , tanggapan yang diamati penerima merupakan umpan balik yang memungkinkan interaksi berlanjut antara sumber dan penerima (Winarto,2008:18-20).
Jadi pada hakekatnya komuikasi massa sebernarnya sama seperti bentuk komunikasi lain , yaitu memiliki unsure-unsur komunikasi seperti sumber pesan , saluran, gangguan, tujuan, efek, umpan balik dan konteks.
24
Namun beberapa hal yang membedakanya terutama adalah sifat komunikasinya yang umum, cepat dan selintas.
Komunikasi massa dapat diartikan sebagai satu proses dimana komunikator secara professional menggunakan media massa didalam menyebarkan pesanya untuk mempengaruhi khalayak banyak.
Surat kabar menurut Sutisna (2003:289) merupakan salah satu media penyampai pesan yang mempunyai daya jangkau yang luas dan missal. Surat kabar berfungsi sebagai penyampai berita kepada para pembacanya.
Pada intinya surat kabar menjadi hal yang tidak terpisahkan dalam era informasi dan komunikasi yang semakin berkembang pesat .Dimana pada saat ini kebutuhan akan informasi sangat dibutuhkan sebanyak-banyaknya oleh pemirsa .surat kabar juga dapat mempengaruhi opini seseorang terhadap sesuatu yamg diberitakan di surat kabar tersebut.
2.1.4. Opini
Menurut Rahmat (2006, p.10) opini adalah tanggapan aktif terhadap rangsangan, tanggapan yang disusun melalui inteprestasi personal yang diturunkan dan turut membentuk citra. Setiap opini merekflesikan organisasi yang kompleks yang terdiri atas tiga komponen yaitu: kepercayaan, nilai dan pengharapan.
Opini menghubungkan kepercayaan, nilai dan pengharapan, biasanya tanggapan terhadap suatu obyek tersendiri. Tanggapan demikian umumnya bukan reaksi acak terhadap segala sesuatu yang diperhitungkan, melainkan tertanam dalam koheren kepercayaan, nilai, dan pengharapan yang pantas (Rahmat, 2006).
Asal mula opini tentang kebanyakan masalah yang terletak dalam perselisihan atau perdebatan yang memiliki potensi untuk berkembang menjadi isu yang akan menangkap perhatian banyak orang.
Opini masyarakat tidak semata-mata dipengaruhi oleh berita tunggal yang dikeluarkan pada hari itu, melainkan dipengaruhi juga dengan berita-berita yang muncul dan beredar dalam beberapa tahun belakangan secara kontinyu. Semua itu akan mempengaruhi sikap masyarakat di masa depan terhadap sesuatu, dan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh masyarakat berkaitan dengan semua elemen yang membentuk opini mereka (Kasali, 2003)
Opini adalah cara individu menginterpretasikan informasi yang diperoleh berdasarkan pemahaman individu sendiri sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan yaitu individu menyadari adanya kehadiran suatu stimulus, namun individu itu menginterprestasikan stimulus tersebut.
Menurut Deddy mulyana dalam bukunya Ilmu Komunikasi suatu pengantar (2001, p.171), pada dasarnya opini atau cara pandang terbagi menjadi dua yaitu :
26
1. Opini terhadap obyek
Opini tiap orang dalam menilai suatu obyek atau lingkungan fisik tidak selalu sama terkadang dalam mengoptimalkan lingkungan fisik seseorang dapat melakukan kekeliruan, sebab terkadang indera seseorang menipu diri orang tersebut.
2. Opini terhadap manusia atau persepsi sosial
Opini sosial adalah proses menangkap arti obyek-obyek sosial dan kejadian-kejadian yang dialami seseorang dalam lingkungan orang tersebut. Menurut Brehm dan Kassin opini sosial adalah penilaian-penilaian yang terjadi dalam upaya manusia memahami orang lain.
Opini sosial merupakan sumber penting dalam pola interaksi antar manusia, karena opini sosial seseorang menentukan hubungan dengan orang lain .
Pengukuran opini dalam penelitian ini yaitu dengan mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mengenai obyek penelitian. Pada pengukuran opini ini responden diminta untuk menanyakan kesetujuan atau tidaknya tentang pemberitaan adanya Liga Primer Indonesia(LPI) di media JawaPos, dari jawaban tersebut dapat disimpulkan bahwa
Apabila kategori jawaban menyatakan setuju terhadap adanya Liga Primer Indonesia(LPI) yang diberitakan melalui media JawaPos, maka dapat disimpulkan bahwa opini pembaca adalah “opini positif”.
Apabila kategori jawaban menyatakan antara setuju dan tidak setuju (ragu-ragu) terhadap adanya Liga Primer Indonesia(LPI) yang
diberitakan melalui media JawaPos, maka dapat disimpulkan bahwa opini pembaca adalah “opini netral”.
Apabila kategori jawaban menyatakan tidak setuju terhadap adanya Liga Primer Indonesia(LPI) yang diberitakan melalui media JawaPos, maka dapat disimpulkan bahwa opini pembaca adalah “opini negatif”.
2.1.5. Berita
Berita adalah laporan tercepat mengenai fakta atau ide terbaru yang benar, menarik, dan atau penting bagi sebagian besar khalayak, melalui media berkala seperti surat kabar, radio, televisi, atau media on-line internet. Berita berasal dari bahasa sansekerta, yaitu urit yang dalam bahasa Inggris disebut write, yang berarti sebenarnya adalah ada atau terjadi. Sebagian ada yang menyebut dengan Writta, artinya kejadian atau yang telah terjadi. Dalam kamus besar bahasa Indonesia karya Poerwadarminto, berita diperjelas menjadi laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat.
Berita adalah laporan dari kejadian yang penting atau peristiwa hangat, dapat menarik minat atau perhatian para pembaca. Berita merupakan gudang informasi, dan berita merupakan bagian terpenting dari tabloid atau surat kabar.
28
Menurut Effendi (1993) berita adalah sebuah laporan yang berisi opini yang sangat penting dan berkaitan mengenai suatu fakta yang mengandung minat bagi sejumlah penduduk.
Menurut Frank Buther Moot dalam bukunya “news survey journalism” dinyatakan bahwa ada 8 konsep berita yaitu :
1. Berita sebagai laporan tercepat
Konsep berita ini menitik beratkan pada segi terjadinya berita sebagai faktor terpenting dari sebuah berita, akan tetapi dengan adanya radio dan televisi yang menayangkan dan menyiarkan berita sehingga faktor ini menjadi relatif.
2. Berita sebagai rekaman
Berita yang tercetak pada surat kabar merupakan bahan dokumentasi sehingga sering menjadi catatan sejarah yang sangat berharga.
3. Berita sebagai fakta obyektif
Sebuah berita harus faktual dan obyektif, tetapi nilai obyektif untuk suatu fakta sangat membingungkan karena tidak mungkin obyektifitas bisa menjadi mutlak.
4. Berita sebagai interprestasi
Dalam penyajian berita diperlukan kepandaian dan kejujuran sehingga timbulah faktor prasangka terhadap suatu soal atau seseorang.
5. Berita sebagai sensasi
Disini terdapat unsur subyektif yakni bahwa suatu yang mengejutkan dan mengharukan bagi pembaca yang satu dengan pembaca yang lain
6. Berita sebagai minat insani
Menariknya suatu berita bukan karena pentingnya peristiwa yang terjadi tetapi karena sifatnya yang menyentuh perasaan insan sehingga menimbulkan perasaan iba, terharu, gembira, dan sebagainya
7. Berita sebagai ramalan
Pada umumnya yang diharapkan pada berita adalah kejadian pada saat ini dan ramalan yang masuk akal mengenai masa depan, sehingga banyak berita yang menampilkan kejadian yang telah terjadi berikut dengan analisisnya mengenai dampak berikutnya dari kejadian ini.
8. Berita sebagai gambaran
Gambar-gambar yang disajikan dalam halaman surat kabar jumlahnya semakin banyak. Ilustrasi pada halaman surat kabar sifatnya semata-mata hiburan yang mengandung berita, banyak kejadian yang ditampilkan dalam bentuk gambar karena lebih efektif daripada diterangkan dengan kata-kata.
30