• Tidak ada hasil yang ditemukan

OPINI PUBLIK (Y) (diukur melalui komponen sikap)

3. Opini Publik

Opini publik adalah dugaan, perkiraan, harapan, dan pilihan yang diungkapkan oleh khalayak perusahaan, dapat diukur dengan:

1. Affect (perasaan atau emosi) merupakan komponen yang berkaitan dengan rasa senang, suka, sayang, takut, benci, sedih dan kebanggaan hingga muak atau bosan terhadap aktivitas Public Relations Telkom, sebagai akibat telah merasakannya atau timbul setelah melihat dan mendengarkannya. Pengukuran menggunakan skala ordinal dengan empat kategori, berdasarkan apa yang dirasakan terhadap Telkom sebagai akibat dari aktivitas Public Relations.

a. Tidak setuju, skor 1 b. Kurang setuju, skor 2 c. Setuju, skor 3

d. Sangat setuju, skor 4

Jumlah pertanyaan untuk variabel affect berjumlah 5 pertanyaan dari keseluruhan indikator kekuatan rancangan pesan. Akumulasi skor dikategorikan menjadi tinggi, sedang, dan rendah.

Interval = Nilai Tertinggi – Nilai Terendah

Jumlah Interval Jumlah interval

24

b. Sedang jika akumulasi skor 10 - 14 (Kode 2) c. Tinggi jika akumulasi skor 15 - 20 (Kode 3)

2. Cognition (pengertian atau nalar) merupakan komponen yang berkaitan dengan penalaran publik untuk menilai suatu informasi, pesan fakta dan pengertian yang berkaitan dengan pendiriannya yang muncul setelah dilaksanakan aktivitas Public Relations Telkom. Komponen ini menghasilkan penilaian atau pengertian dari seseorang berdasarkan rasio atau kemampuan penalarannya. Pengukuran menggunakan skala ordinal dengan empat kategori, berdasarkan apa yang diketahui atau dimengerti tentang Telkom sebagai akibat dari aktivitas Public Relations.

a. Tidak setuju, skor 1 b. Kurang setuju, skor 2 c. Setuju, skor 3

d. Sangat setuju, skor 4

Jumlah pertanyaan untuk variabel cognition berjumlah 5 pertanyaan dari keseluruhan indikator kekuatan rancangan pesan. Akumulasi skor dikategorikan menjadi tinggi, sedang, dan rendah.

Interval = Nilai Tertinggi – Nilai Terendah

Jumlah Interval Jumlah interval

a. Rendah jika akumulasi skor 5 - 9 (Kode 1) b. Sedang jika akumulasi skor 10 - 14 (Kode 2) c. Tinggi jika akumulasi skor 15 - 20 (Kode 3)

3. Behaviour (tingkah laku) merupakan komponen yang menampilkan tingkah laku atau perilaku publik Telkom, misalnya bereaksi untuk menerima, menolak, mengambil, dan membeli. Jadi merupakan komponen untuk menggerakkan publik secara aktif (active element) untuk melakukan “tindakan atau berperilaku” atas suatu reaksi yang sedang dihadapinya. Pengukuran menggunakan skala ordinal dengan empat kategori, berdasarkan apa yang dilakukan responden terhadap Telkom sebagai akibat dari aktivitas Public Relations.

a. Tidak setuju, skor 1 b. Kurang setuju, skor 2 c. Setuju, skor 3

d. Sangat setuju, skor 4

Jumlah pertanyaan untuk variabel behaviour berjumlah 5 pertanyaan dari keseluruhan indikator kekuatan rancangan pesan. Akumulasi skor dikategorikan menjadi tinggi, sedang, dan rendah.

Interval = Nilai Tertinggi – Nilai Terendah

Jumlah Interval Jumlah interval

a. Rendah jika akumulasi skor 5 - 9 (Kode 1) b. Sedang jika akumulasi skor 10 - 14 (Kode 2) c. Tinggi jika akumulasi skor 15 - 20 (Kode 3)

Jumlah pertanyaan untuk variabel opini publik berjumlah 15 pertanyaan dari keseluruhan indikator opini publik. Akumulasi skor dikategorikan menjadi positif dan negatif.

25 Interval = Nilai Tertinggi – Nilai Terendah

Jumlah Interval Jumlah interval

a. Negatif jika akumulasi kode 3 – 4 b. Netral jika akumulasi kode 5 – 6 c. Positif jika akumulasi kode 7 – 9

26

PENDEKATAN LAPANGAN

Objek Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada sejumlah UMKM (Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro) di wilayah Surabaya, Jawa Timur yang menjadi mitra binaan CDC (Community Development Center) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. divisi regional V Jawa Timur. Waktu yang dibutuhkan pada penelitian ini yakni enam bulan, terhitung dari bulan Februari 2014 sampai dengan Juni 2014 (Lampiran 4).

Objek penelitian ditentukan secara purposive (sengaja) dengan pertimbangan UMKM merupakan sektor vital perekonomian nasional dan Telkom memiliki aktivitas-aktivitas Public Relations dan tanggung jawab sosial yang mendukung pengembangan UMKM berbasis pengembangan teknologi informasi disamping alasan Telkom adalah perusahaan terbesar penyedia produk dan jasa layanan komunikasi di Indonesia yang memiliki banyak kelompok binaan. Selain itu, Telkom memiliki satu divisi khusus yang menjalankan fungsi serta peranan Public Relations, yaitu Divisi Corporate Communications.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode survai, yaitu dengan menggunakan pertanyaan terstruktur atau sistematis yang sama kepada banyak orang (kuesioner), untuk kemudian seluruh jawaban yang diperoleh dicatat, diolah, dan dianalisis. Hal ini sesuai dengan konsep penelitian survei dari Singarimbun dan Effendi (2008) bahwa penelitian survei dilakukan dengan mengambil sampel dari populasi serta menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data primer. Sedangkan pendekatan kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam dengan informan dan observasi lapang serta analisis SWOT (Strength Weakness Opportunities and Threats) untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail tentang bagaimana aspek – aspek eksternal seperti kesempatan (opportunities) dan ancaman (threats) dapat disikapi lebih lanjut untuk disesuaikan dengan kondisi internal perusahaan seperti kekuatan (strength), dan kelemahan (weakness) (Putra 2008). Output dari analisis SWOT yang digunakan adalah usulan strategi yang nantinya akan menjadi masukan bagi perusahaan terkait penerapan yang paling efektif dan menguntungkan perusahaan dan bermanfaat bagi publik perusahaan.

Teknik Pemilihan Responden dan Informan

Responden pada penelitian ini merupakan responden yang dipilih dengan teknik sensus, yakni sebuah sampel yang diambil keseluruhan dari populasi. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pengelola UMKM binaan Telkom area Surabaya, Jawa Timur yang mengetahui secara pasti keberadaan program IndiPreneur Telkom (Mitra Telkom). Kemudian kerangka sampling dibuat untuk

27 menentukan rincian unsur sampling yang akan menjadi responden penelitian. Kerangka sampling dalam penelitian ini adalah pengelola yang mengikuti program IndiPreneur Telkom Divisi V Jatim, dimana unit analisisnya adalah satuan unit usaha. Kerangka sampling dibuat dengan mendata seluruh populasi. Informan diambil dari divisi Corporate Communications sebagai divisi yang menjalankan fungsi dan peranan Public Relations sejumlah empat orang.

Berdasarkan perincian tersebut, didapatkan total jumlah sampel penelitian sebanyak 30 responden dan empat informan yang diselesaikan dalam jangka waktu 4 minggu.

Teknik Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh melalui wawancara terstruktur dengan menggunakan kuesioner kepada 30 responden dan empat informan. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi atau jawaban atas pertanyaan – pertanyaan yang relevan dengan tujuan penelitian. Selain wawancara terstruktur melalui kuesioner, data primer juga diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan menggunakan panduan pertanyaan wawancara untuk mendapatkan informasi tentang strategi Public Relations yang digunakan serta identifikasi bersama peluang, ancaman, kelebihan, dan kelemahan perusahaan.

Data sekunder yang digunakan dalam penilitian ini diperoleh dari dokumen perusahaan (profil, strategi, aktivitas Public Relations, laporan pertanggungjawaban kegiatan perusahaan, dll). Sealin itu, data sekunder juga ditunjang dengan sejumlah literatur dari hasil penelitian terdahulu yang sejenis, buku, jurnal ilmiah, skripsi/tesis/disertasi, dan internet.

Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Data primer yang telah diperoleh selanjutnya dilakukan pengolahan data. Data kuantitatif diolah dengan menggunakan Microsoft Excel 2010 dan SPSS for Windows versi 20, dianalisis dengan metode yang sesuai dalam mengukur tingkat ragam aktivitas, frekuensi aktivitas, kekuatan rancangan pesan, dan opini publik perusahaan.

Uji statistik yang digunakan berupa Uji Korelasi Rank Spearman. Uji Korelasi Rank Spearman merupakan uji statisitik yang digunakan untuk melihat hubungan antara data – data yang berbentuk ordinal. Penyajian data dilakukan dengan tabulasi frekuensi, tabulasi silang, grafik dan diagram yang disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan data.

Data – data kualitatif terkait strategi dan aktivitas Public Relations Telkom yang didapatkan saat wawancara menjadi informasi tambahan untuk mendukung dan memperkuat data kuantitatif yang diperoleh. Setelah opini publik berhasil dianalisis, langkah selanjutnya adalah penggunaan analisis SWOT untuk merumuskan strategi Public Relations yang efektif sesuai dengan elemen peluang, ancaman, kelebihan, dan kekurangan untuk dapat digunakan oleh manajemen Telkom.

28

Dokumen terkait