4.2.1 Manajemen proyek
Dalam kegiatan proyek dapat dibagi dalam 3 tahap pelaksanaan yaitu : a. Perencanaan (Planning)
Pada tahap ini dilakukan suatu penjabaran pekerjaan yang umum disebut sebagai
Work Breakdown Structure (WBS). Selain itu pada tahap ini juga dilakukan
perhitungan-perhitungan lainnya yaitu
- Kebutuhan akan tenaga kerja, material dan peralatan. - Estimasi biaya dan durasi masing-masing item pekerjaan. b. Penjadwalan (scheduling)
Penjadwalan adalah melakukan pengaturan item-item pekerjaan berbasis waktu dimana pekerjaan itu dilaksanakan. Pada tahap ini dapat ditentukan jumlah sumber daya yang dibutuhkan dalam suatu waktu dalam pelaksanaan. Dan waktu yang diharapkan untuk menyelesaikan pekerjaan juga ditentukan pada phase ini. c. Pengendalian (Control)
Tahap ini dilakukan pada saat pelaksanaan sedang berlangsung atau akan berlangsung, dengan tujuan agar pelaksanaan di lapangan dapat sesuai atau diusahakan sesuai dengan kedua tahap di atas apabila terjadi penyimpangan25. Ketiga faktor tersebut di atas sangat menentukan apakah suatu proyek dapat berlangsung dengan baik sehingga berhasil dengan baik pula atau sebaliknya. Sebelum dilakukan analisa optimasi terlebih dahulu dilihat ciri-ciri atau karakteristik kegiatan-kegiatan yang pada umumnya ada pada metode Bottom-up. Sehingga dapat diramalkan kegiatan-kegiatan apa saja yang dapat dioptimasi. Secara garis besar dapat disebutkan bahwa pada umumnya kegiatan-kegiatan dalam pelaksanaan basement dengan metode Bottom-Up adalah :
1. Pekerjaan persiapan (mobilisasi peralatan. 2. Pelaksanaan pondasi tiang
3. Pelaksanaan dinding penahan tanah (sheet pile). 4. Exkavasi (penggalian) dan pembuangan tanah. 5. Dewatering.
6. Poer pondasi.
25
Hendrickson, Chris Au, Tung "Project Management For Construction", Prentice Hall, New Jersey, 1989.
107 7. Waterproofing.
8. Tie beam dan Pondasi rakit.
9. Dinding basement dan strukstur bertahap keatas.
10. Lantai basement bertahap ke atas.
4.2.2 Hasil Penelitian
Data yang dikumpulkan melibatkan 5 ahli yang sudah berpengalaman pada proyek konstruksi bangunan bertingkat sebagai nara sumber. Para nara sumber tersebut sebagai berikut :
1. Ir. Asiyanto, MBA, IPM (Staf Ahli)
Bekerja di PT. Waskita Karya selama 38 tahun
Memiliki pengalaman dibidang pembangunan Basement Gedung Bertingkat dan Jalan Raya
2. Ir. Yauhar AS,CES
Bekerja di Departemen PU selama 25 tahun
Memiliki pengalaman dibidang pembangunan Basement Gedung Bertingkat, Jalan Raya dan Jembatan
3. Ir. Handri Sarosa, MT
Bekerja di Departemen PU selama 17 tahun
Memiliki pengalaman dibidang pembangunan Basement Gedung Bertingkat, Jalan Raya dan Bendungan
4. Ir. Achmad Subkhi, MT
Bekerja di Departemen PU selama 15 tahun
Memiliki pengalaman dibidang pembangunan Basement Gedung Bertingkat dan Jalan Raya
5. Bhima Dhananjaya, ST
Bekerja di Departemen PU selama 2 tahun
Memiliki pengalaman dibidang pembangunan Basement Gedung Bertingkat
108
4.2.2.1 Pendapat Nara Sumber
1. Pekerjaan persiapan (mobilisasi peralatan, acces road, site plan dan pengukuran)
a. Nara sumber 1.
- Buat site plan agar tidak terlalu mengganggu kegiatan pelaksanaan proyek
- Pikirkam masak-masak pembuangan tanah galian basement.
b. Nara sumber 2.
- Harus ada blok plant
- Pemilihan lokasi keluar masuk kendaraan
c. Nara sumber 3.
- Lay out harus direncanakan
- Jalan angkutan dipilih pada lokasi yang tepat.
d. Nara sumber 4.
- Site plan harus benar-benar direncanakan secara tepat sesuai kondisi lingkungan sekitarnya
- Akses road harus benar-benar tepat dipilih untuk akomodasi.
e. Nara sumber 5.
- Persiapkan pembuangan tanah galian
- Persiapkan aliran air bila terjadi hujan saat penggalian. - Penentuan titik level tanah yang akan digali
2. Pekerjaan Pondasi tiang. a. Nara sumber 1.
- Data tentang tanah harus diyakini benar untuk menetapkan metode pelaksanaan fondasi yang tepat. - Tetapkan sistem dewatering yang sesuai dengan kondisi
109 b. Nara sumber 2.
- Data kondisi tanah secara akurat
- Lakukan pengeringan air dengan metode yang tepat.
c. Nara sumber 3.
- Periksa kondisi tanah
- Metode pengeringan disesuaikan MAT.
d. Nara sumber 4.
- Lengkapi data penelitian kondisi tanah secara akurat - Lakukan metode dewatering yang tepat sesuai MAT yang
ada.
e. Nara sumber 5.
- Perlu tes kekuatan dan sifat tanah
- Sesuaikan jenis/metode pondasi dengan hasil tes sifat dan kekuatan tanah.
3. Pekerjaan dinding penahan tanah (sheet pile). a. Nara sumber 1.
- Bila mungkin gunakan ground anckour agar pelaksanaan basement tidak ada gangguan.
- Bila tidak mungkin gunakan tanah sekeliling dinding untuk membantu menahan sementara sheet pile yang ada.
b. Nara sumber 2.
- Gunakan angkur ke tanah.
- Yakinkan sheet piles sampai lantai 3
c. Nara sumber 3.
- Menggunakan anckur bawah tanah
- Dinding penahan tanah precase / baja sampai dengan lantai 3
110 - Bisa digunakan ground anchour atau sheet pile bila
sampai dengan lantai 2
e. Nara sumber 5.
- Sheet pile dapat dibangun langsung pada semua sisi basement, bila tidak memungkinkan dapat dibangun pada bagian yang paling beresiko.
4. Pekerjaan exkavasi (penggalian) dan pembuangan tanah. a. Nara sumber 1.
- Penggalian menggunakan alat berat (excavator) dan sisakan ramp untuk naik turun alat (dump truck)
- Ramp digali terakhir
b. Nara sumber 2.
- Sediakan jalan masuk angkutan yang efisien..
c. Nara sumber 3.
- Tersedia jalan angkutan yang lancar
d. Nara sumber 4.
- Sediakan jalan keluar masuk dengan leluasa (detour)
e. Nara sumber 5.
- Persiapkan sarana dan lokasi pembuangan. - Persiapkan aliran air agar tidak terjadi genangan - Perlu pagar pengaman.
5. Pekerjaan deawatering. a. Nara sumber 1.
- Sesuaikan dengan kondisi lingkungan yang ada seperti MAT, debit rembesan (seepage), dampak penurunan MAT pada lingkungan, dan tersedia tidaknya saluran pembuangan.
111 - Pilih tiga metode yang ada: open pumping, predrainage
atau cut off.
b. Nara sumber 2.
- Teliti permukaan air tanah - Waspadai rembesan air tanah
c. Nara sumber 3.
- Lihat MAT dilokasi
- Debit air rembesan dilokasi bangunan
d. Nara sumber 4.
- Dewatering dilaksanakan sesuai dengan kondisi MAT dan debit rembesan air tanah sekelilingnya.
e. Nara sumber 5.
- Perlu informasi tentang MAT dan kerapatan tanah - Aliran air yang ada perlu dikonservasi (jangan dirusak)
6. Pekerjaan raft fondation (poer fondasi) a. Nara sumber 1.
- Rencanakan tahapan pengecoran sesuai dengan kemampuan volume pengecoran.
b. Nara sumber 2.
- Harus diketahui kebutuhan beton cor yang tepat. - Gunakan pompa beton dengan tekanan tinggi
c. Nara sumber 3.
- Hitung beton cor secara tepat
- Gunakan concrete pump tekanan tinggi - Gunakan vibrator.
d. Nara sumber 4.
112 - Gunakan alat cor dengan concrete pump yang memadai.
e. Nara sumber 5.
- Laksanakan bila kondisi tanah sudah benar-benar stabil
7. Pekerjaan waterproofing atau waterstop a. Nara sumber 1.
- Rencanakan dengan baik batas-batas pemberhentian pengecoran untuk basement, dan pasang waterstop yang sesuai dengan struktur basement (ukuran waterstopnya)
b. Nara sumber 2.
- Survey sesuai dengan kebutuhan konstruksi dilapangan, bandingkan dengan bahan dan alat yang tersedia di pasar.
c. Nara sumber 3.
- Sesuaikan dengan konstruksi basement
d. Nara sumber 4.
- Sesuaikan dengan kebutuhan konstruksi basement
e. Nara sumber 5.
- Pekerjaan waterproofing disesuaikan dengan sheet pile - Pekerjaan waterproofing harus benar-benar rapat,
perhatikan bila ada kebocoran-kebocoran.
8. Pekerjaan tie beam dan pondasi rakit. a. Nara sumber 1.
- Gunakan formwork dari pasangan batu bata untuk tie beam agar tempat kerja bersih dan lebih cepat.
b. Nara sumber 2.
- Usahakan gunakan bekisting yang dipakai seterusnya (pabrikan).
113 c. Nara sumber 3.
- Gunakan bekisting pabrikan
- Pada pondasi rakit teliti kondisi tanah dasarnya
d. Nara sumber 4.
- Gunakan formwork dari bahan permanen (knock down) dengan penggunaan tenaga yang terlatih agar efisien dan hemat bahan-bahan atau alat kerja.
- Untuk pondasi rakit teliti dulu kondisi tanahnya.
e. Nara sumber 5.
- Kekuatan tie beam, begisting dan umur beton
9. Pekerjaan Dinding basement dan struktur bertahap keatas.
a. Nara sumber 1.
- Pengecoran dinding basement harus sesuai antara kecepatan tinggi pengecoran dengan struktur formwork dinding.
b. Nara sumber 2.
- Bekisting yang akan digunakan sudah diketahui kemampuannya.
- Gunakan pompa beton dengan tekanan yang tinggi dan fibrator.
c. Nara sumber 3.
- Gunakan bekesting dengan kekuatan dan perkuatan yang sudah diperhitungkan dan pakai concrete pump tekanan tinggi
d. Nara sumber 4.
- Gunakan bekisting dinding dengan bahan yang sudah diperhitungkan kekuatannya dan perkuatannya seperlunya.
114 - Gunakan concrete pump dengan tekanan yang memadai
e. Nara sumber 5.
- Pekerjaan dinding dan struktur dapat dilakukan bila pondasi/struktur dibawahnya sudah benar-benar kuat dan siap
10. Pekerjaan Lantai basement bertahap ke atas. a. Nara sumber 1.
- Gunakan steel scafolding agar pekerjaan rapi, cepat dan mengurangi limbah konstruksi.
b. Nara sumber 2.
- Untuk acuan cor lantai digunakan perancah atau scafolding.
c. Nara sumber 3.
- Untuk acuan lantai cor beton harus diperkuat dengan scafolding
d. Nara sumber 4.
- Untuk landasan lantai cor gunakan scafolding
e. Nara sumber 5.
117 117
No Data Pertanyaan Pendapat Para Nara Sumber Rangkuman
5
Pekerjaan deawatering. a. Nara sumber 1.
- Sesuaikan dengan kondisi lingkungan yang ada seperti MAT, debit penurunan MAT pada lingkungan, dan tersedia tidaknya saluran pembu - Pilih tiga metode yang ada: open pumping, predrainage atau cut off. b. Nara sumber 2.
- Teliti permukaan air tanah - Waspadai rembesan air tanah c. Nara sumber 3.
- Lihat MAT dilokasi
- Debit air rembesan dilokasi bangunan d. Nara sumber 4.
- Dewatering dilaksanakan sesuai dengan kondisi MAT dan debit rem
N b 5
e. Nara sumber 5.
- Perlu informasi tentang MAT dan kerapatan tanah - Aliran air yang ada perlu dikonservasi (jangan dirusak)
rembesan (seepage), dampak angan.
besan air tanah sekelilingnya.
- Sesuaikan dengan kondisi lingkungan yang ada seperti MAT, debit rembesan (seepage), dampak penurunan MAT pada lingkungan, dan tersedia tidaknya saluran pembuangan.
- Pilih tiga metode yang ada: open pumping, predrainage atau cut off.
6
Pekerjaan raft fondat (poer fondasi)
ion a. Nara sumber 1.
- Rencanakan tahapan pengecoran sesuai dengan kemampuan volum b. Nara sumber 2.
- Harus diketahui kebutuhan beton cor yang tepat. - Gunakan pompa beton dengan tekanan tinggi c. Nara sumber 3.
- Hitung beton cor secara tepat - Gunakan concrete pump tekanan tinggi - Gunakan vibrator.
d. Nara sumber 4.
- Hitung kebutuhan beton cor yang sesungguhnya - Gunakan alat cor dengan concrete pump yang memadai. e. Nara sumber 5.
- Laksanakan bila kondisi tanah sudah benar-benar stabil
e pengecoran. - Rencanakan tahapan pengecoran sesuai dengan kemampuan volume pengecoran.
- Harus diketahui kebutuhan beton cor yang tepat. - Gunakan pompa beton dengan tekanan tinggi
119 119 i
No Data Pertanyaan Pendapat Para Nara Sumber Rangkuman
9
Pekerjaan Dinding basement dan strukt bertahap keatas
ur
a. Nara sumber 1.
- Pengecoran dinding basement harus sesuai antara kecepatan tinggi formwork dinding.
b. Nara sumber 2.
- Bekisting yang akan digunakan sudah diketahui kemampuannya. - Gunakan pompa beton dengan tekanan yang tinggi dan fibrator. c. Nara sumber 3.
- Gunakan bekesting dengan kekuatan dan perkuatan yang sudah dip pump tekanan tinggi
d. Nara sumber 4.
- Gunakan bekisting dinding dengan bahan yang sudah diperhitungk seperlunya.
G k t d t k d i
- Gunakan concrete pump dengan tekanan yang memada e. Nara sumber 5.
- Pekerjaan dinding dan struktur dapat dilakukan bila pondasi/struktu kuat dan siap
pengecoran dengan struktur
erhitungkan dan pakai concrete
an kekuatannya dan perkuatannya
- Pengecoran dinding basement harus sesuai antara kecepatan tinggi pengecoran dengan struktur formwork dinding.
- Gunakan pompa beton dengan tekanan yang tinggi dan fibrator.
r dibawahnya sudah benar-benar
10
Pekerjaan Lantai bas bertahap ke atas
ement a. Nara sumber 1.
- Gunakan steel scafolding agar pekerjaan rapi, cepat dan mengurang b. Nara sumber 2.
- Untuk acuan cor lantai digunakan perancah atau scafolding. c. Nara sumber 3.
- Untuk acuan lantai cor beton harus diperkuat dengan scafolding d. Nara sumber 4.
- Untuk landasan lantai cor gunakan scafolding e. Nara sumber 5.
- Sama dengan no.9 diatas.
i limbah konstruksi. - Gunakan steel scafolding agar pekerjaan rapi, cepat dan mengurangi limbah konstruksi.