When I look down from lofty mountain grandeur And hear the brook fand feel the gentle breeze
Mazmur 92:13-16 Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam dibait
Tuhan akan bertunas dipelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa Tuhan itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan padaNya.
Sebagai umat percaya, menjadi semakin tua seharusnya berarti lebih menyadari akan kasih Tuhan dan persekutuan denganNya, sama juga dengan semakin berguna dalam pelayanan Kristiani. Tahun-tahun emas ini haruslah menjadi tahun-tahun keberhasilah melebihi tahun-tahun sebelumnya. Persekutuan seumur hidup bersama Kristus sudah harus menghasilkan kehidupan yang telah ramun dan lunak dengan roh kasih karunia seperti Kristus. Hidup ini penuh dengan banyak tuntutan dan tekanan, maka orang Kristen yang lanjut usia sudah harus memiliki kesempatan untuk pelayanan yang efektif yang mungkin belum pernah ia usahakan dan alami sebelumnya.
Tidak ada yang lebih tragis lagi bila melihat seorang Kristen dimasa tuanya menjadi seorang yang tidak memiliki kepuasan dan hanya memusatkan perhatian pada diri sendiri. Memang benar bahwa hidup kita ini adalah hasil pembawaan hidup sebelumnya ketika masih dalam pertumbuhan, remaja, masa muda dan kemudian masa menjelang hari tua. Kalau kita memiliki sikap positif dan produktif dalam tahun-tahun emas ini kita sudah harus mengembangkan ciri pembawaan sejak masih muda.
Pengarang dan penggubah lagu ini adalah Ny. Leila Morris, seorang pekerja aktif gereja Methodist. Ia telah menulis lagu-lagu gospel selama 15 tahun bahkan setelah ia kemudian menjadi buta, karangan dan gubahannya tidak pernah ia hentikan. Lagu “Sweeter as the Years Go By” ditulis ketika ia menjadi buta pada umur 50-an. Diceritakan bahwa Ny. Morris menggunakan papan tulis sepanjang 6 meter dengan baris-baris musik diatasnya untuk menolongnya mengisi baris-baris tersebut dengan kata-kata naskah lagu. Walaupun demikian, Leila Morris telah menulis sebanyak 1000 naskah hymne demikian pula nadanya. Cacat tubuhnya tidak pernah menghalanginya untuk menjadi efektif dan produktif bagi Tuhan. Bahkan selama masa butanya ia dapati bahwa Tuhan semakin manis ketika tahun-tahun berlalu. Hormatilah orang tua. Pelajari kepuasan dan rahasia kegunaan hidup mereka bagi Tuhan.
Of Jesus’ love that sought me, when I was lost in sin
Of wondrous grace that brought me back to His fold again Of heights and depths of mercy, far deeper that the sea And higher that the heavens, my thene shall ever be.
Chorus: Sweeter as the years go by, Sweeter as the years go by. Richer
Fuller, deeper, Jesus’ love is sweeter Sweeter as the years go by.
He trod in old Judea life’s fpathway long ago
The people thronged about Him, His saving grace to know He healed the briken hearted, and caused the blind to see And still His great heart yearneth in love for even me. ‘Twas wondrous love which led Him for us to suffer loss To bear without a murmur the anguish of the cross With saints redeemed in glory let us our voices raise Till heaven and earth re-echo with our Redeemer’s prase. Bacaan tambahan : Amsal 16:31; Yohanes 15:10,11
(NO. 130)
WHEN WE ALL GET TO HEAVEN Pengarang Naskah : Eliza E. Hewitt, 1851-1920
1 Tesalonika 4:16-18 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-selamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.
Bagi anak Tuhan, akhir hidup pengembaraan di dunia ini hanyalah suatu persediaan untuk memasuki hidup baru penuh kemuliaan saat Yesus datang di awan-awan.
Pengharapan yang mulia menyegarkan keberanian dalam perjalanan Bila masing-masing dalam hidup ini merindukan pengharapan Dari kesusahan, kerja keras, penderitaan dan dosa akan dibebaskan Kasih sempurna dan sukacita memenuhi hati sepanjang kekekalan.
John Fawcett
Liturgi dan pelayanan perbaktian kita harus sudah sejak sekarang merasakan hari sukacita itu ketika mereka yang datang dari berbagai suku, bangsa, bahasa dan kaum akan bersama-sama melihat Tuhan kita dan mengangkat suara “nyanyikan dan sorakkan kemenangan.”
Eliza E. Hewitt, pengarang naskah lagu ini adalah seorang guru sekolah di Philadelphia. Dia seorang Kristen setia yang dengan sepenuhnya mendedikasikan waktu dan talentanya bagi gerakan sekolah Minggu pada pertengahan hingga akhir abad XIX. Sebagaimana umumnya kebanyakan penulis lagu gospel ketika itu, Eliza menulis naskah-naskahnya dengan tujuan menjangkau dan mengajar anak-anak dengan kebenaran Injil. Dia banyak kali menghadiri perkemahan-perkemahan gereja Methodist di Ocean Grove, New Jersey. Di sinilah ia bergabung dengan Emily Wilson, isteri seorang pemimpin distrik gereja Methodist, Philadelphia. Lagu ini telah menarik perhatian anak-anak dan sedemikian pula orang tua dan pertama kali diterbitkan tahun 1898.
Antisipasi terhadap Surga seringkali dijelaskan sebagai napas bagi jiwa manusia. 1 Yohanes 3:3 setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. Ijinkan pikiran anda tertuju kepada hari mulia itu, ketika seluruh keluarga besar Allah berkumpul untuk
merayakan puji dan puja bagi Tuhan kita selama-lamanya. Biarlah pengharapan ini menyinari dan menerangi hari-hari kita di dunia agar senantiasa tekun, setia, berharap dan melayani dengan semangat tinggi.
Sing the wondrous love of Jesus, Sing His mercy and His grace In the mantions bright and bellssed He’ll prepare for us a place Chorus: When we all get to heaven,
What a day of rejoicing that will be
When we all see Jesus, we’ll sing and shout the victory. While we walk the pilgrim pathway
Clouds will over-spread the sky
But when trav’ling days are over not a shadow, not a sigh Let us then be true and faithful, trusting, serving ev’ry day Just one glimpse of Him in glory will the toils of life repay Onward to the prize before us. Son His beauty we’ll behold Soon the pearly gates will open, We shall tread the street of gold. Bacaan tambahan: Amsal 16:31; Yohanes 15:10,11