MENANGANI KRISIS PANGAN DI SURIAH
1.5. Landasan Konsep
1.5.2. Organisasi Internasional
Menggunakan konsep Organisasi Internasional sangan lah penting dalam penelitian ini mengapa demikian? Karena Definisi Organisasi Internasional menurut Teuku May Rudy dalam bukunya: “Administrasi dan Organisasi Internasional”
menegaskan bahwa:
Organisasi Internasional adalah pola kajian kerjasama yang melintasi batas–
batas Negara dengan didasari struktur organisasi yang jelas dan lengkap serta diharapkan atau diproyeksikan untuk berlangsung serta melaksanakan fungsinya secara berkesinambungan dan melembaga guna mengusahakan tercapainya tujuan yang diperlukan serta disepakati bersama, baik antara pemerintah dengan pemerintah maupun antar sesama kelompok non pemerintah pada Negara yang berbeda.
Peran organisasi internasional sepeerti yang di jelaskan, maka FAO yang merupakan salah satu organisasi yang turun langsung menangani dan mengurus permaslahan krisis pangan di Sudan guna untuk memeberikan kelancaran maupun kebutuhan bagi masyarakat yang mengalami kerisis pangan di Negara Sudan khususnya dalam bidang pangan. Hal ini juga bekerja sama dalam bidang kemanusiaan.
Menurut Teuku May Rudy dalam bukunya: Administrasi dan Organisasi Internasional menegaskan bahwa
26
“Peran Organisasi Internasional adalah sebagai wadah atau forum untuk menggalang kerjasama serta untuk mengurangi intensitas konflik antar sesama anggota.” .34
Sedangkan fungsi Organisasi Internasional menurut T. May Rudy adalah:
1. Tempat berhimpun bagi Negara – Negara anggota bila Organisasi Internasional itu IGO (antar Negara/Pemerintah) dan bagi kelompok masyarakat atau lembaga swadaya masyarakat apabila Organisasi Internasional masuk kategori INGO (Non Pemerintah)
2. Untuk menyusun atau merumuskan agenda bersama (yang menyangkut kepentingan semua anggota) dan memprakarsai berlangsungnya perundingan untuk menghasilkan perjanjiaan – perjanjian Internasional.
3. Untuk menyusun dan menghasilkan kesepakatan mengenai aturan/norma atau rejim – rejim Internasional.
4. Penyediaan saluran untuk berkomunikasi di antara sesama anggota dan ada kalanya merintis akses komunikasi bersama dengan non anggota bisa dengan negara lain yang bukan Negara anggota dan bisa dengan Organisasi Internasional lainnya
5. Penyebarluasan informasi yang bisa dimanfaatkan sesama anggota.35
34 Course Hero, Peranan Organisasi Internasional Menurut Clive Archer, Https://Www.Coursehero.Com/File/P1nagl6/Peranan-Organisasi-Internasional-Menurut-Clive-Archer-1983-136-137-Adalah/ , (12/10/2018 15:23)
35 Ibid
27
Secara umum pun Organisasi internasional adalah suatu organisasi yang dibuat oleh anggota masyarakat internasional secara sukarela atau atas dasar kesamaan yang bertujuan menciptakan perdamaian dunia dalam tata hubungan internasional.
Organisasi internasional sendiri memiliki kapasitas dalam menjalankan peran yang sudah tersusun dalam organisasi internasional, Seperti yang sudah di jelaskan organisasi internasional merupakan actor yang penting dalam menangani suatu isu serta masalah Hubungan Internasional. Organisasi- organisasi yang berkembang ini memiliki tujuan dalam bidang tersendiri, seperti Food and Agriculture Organization yang merupakan organisasi intenasional di bawah naungan PBB khususnya menangani masalah pangan.
Keberadaan FAO yang merupakan organisasi internasional dibawah naungan PBB juga semakin penting dalam permasalah pangan di Dunia. Kerja sama suatu Negara dengan badan non-Negara yang bisa menjadikan permasalahan pangan bisa teratasi melalui program serta bantuan yang di terapkan oleh FAO sebagai anggota dari sebuah organisasi yang berfungsi dalam bidang ketahanan pangan guna meningkatkan kestabilan pangan. Kewenangan FAO diantaranya adalah merangkum informasi dari staf ahli guna mengumpulkan, menganalisis dan menyebarkan informasi data, dana pembangunan, menerapkan keahlian dalam menjalankan proyek, membantu Negara menyusun strategi dalam isu pangan dan agrikultur, dan melakukan pertemuan dengan negara-negara untuk membahas hal tersebut.36 Pada hakikatnya organisasi internasional memiliki arti luas dan sempit.
36 Desiana Nurwanti, Food And Agriculture Organization, diakses dalam https://id.scribd.com/doc/128230157/Food-and-Agriculture-Organization, (22/6/2021,10:10)
28
- Secara luas, organisasi internasional meliputi organisasi publik (public international organization), organisasi privat (privat international organitation), organisasi regional, organisasi subregional, dan organisasi bersifat universal (organization of universal character).
- Secara sempit hanya meliputi organisasi internasional publik.37
Seperti yang sudah di jelaskan Organisasi internasional merupakan aktor yang penting dalam menangani suatu isu serta masalah Hubungan Internasional. Organisasi- organisasi yang berkembang ini memiliki tujuan dalam bidang tersendiri, seperti FAO yang merupakan organisasi intenasional di bawah naungan PBB khususnya menangani masalah pangan. Keberadaan FAO juga semakin penting dalam masalah pangan di Dunia. Kerja sama suatu Negara dengan badan non-Negara yang bisa menjadikan permasalahan pangan bisa teratasi melalui program serta bantuan yang di terapkan oleh FAO sebagai anggota dari sebuah organisasi yang berfungsi dalam bidang ketahanan pangan guna meningkatkan kestabilan pangan. Dalam ke organisasian internasional saat ini merupakan peran penting dalam suatu permasalahan di Negara. Hal yang dilakukan oleh organisasi dalam menyelesaikan hal- hal penting dan mendesak, ini berkaitan dalam bidang perdamaian dan keaamanan. Selain itu organisasi internasional juga berkontribusi dalam pengaturan internasional yang menjadikan sebuah organisasi sebagai wadah bagi anggotanya untuk menentukan karakter dalam suatu Negara.38
37 Ahmad Jay, 2017, Apa Yang Dimaksud Dengan Organisasi Internasional, Https://Www.Dictio.Id/T/Apa-Yang-Dimaksud-Dengan-Organisasi-Internasional/4058 , (13/10/2018, 20:25)
38 Andre Pareira, ed. 1999, Perubahan Global dan Perkembangan Studi Hubungan Internasional, Bandung: PT Citra adityabhakti, Hal 133
29
Peran organisasi yang dikemukakan oleh Andre H Pareira dengan judul perubahan global dan perkembangan studi hubungan internasional yang mengelompokan sebuah organisasi internasional sebagai inisiatator, fasilitator, mediator, rekosilator dan determinator.39 Dalam perkelompokan ini terdapat konsep peranan yang ada pada FAO dalam menangani krisis pangan saat pandemic COVID-19 terjadi yakni mediator, fasilitator, inisitator, dan determinator. Mengenai rekonsilitator, mediator, dan determinator disini tidak terlalu relevan karena batasan materi penulis hanya pada kasus menangani FAO terhadap krisis pangan di Negara Sudan.
Inisitator, Fasilitator, mediator/ rekonsilitator, determinator disini dijabarkan sebagai:40
- Inisitator: memberikan Bentuk kerjasama yang dilakukan organisasi untuk anggotannya yang mengalami permasalahan
- Fasilitator: Upaya yang di berikan oleh organisasi internasional untuk menyediakan fasilitas yang dibutuhkan oleh onggotanya.
- Determinator: Sebagai organisasi yang memberikan keputusan yang terjadi dalam suatu permasalahan yang ada di dalam anggota.
- Mediator/ rekonsilitator: kedua peran sebagai penegah dari suatu permasalahan maupun konflik yang terjadi
39 Ibid hal 135
40 Leny Marlina, 2019, Peran IOM Dalam Menangani Pengungsi Di Kepulauan Riau Tahun 2015-2017, diakses dalam http://scholar.unand.ac.id/17921/2/Bab%20I.pdf, (3/7/2021, 10:10)
30
Seperti yang di bahas di atas FAO yang berperan penting dalam krisis pangan di Negara Sudan tepatnya disaat pandemi COVID-19 tahun 2020 peran FAO dalam mediator/rekosilator menjadikan peranan sebagai wadah untuk penyelesaian permasalahan yang terjadi. Permasalahan yang terjadi di Negara Sudan yang saat ini terjadi saat pandemic COVID-19 kekurangan pangan hingga bencana banjir, hingga hama yang terus bertebaran di persawahan Sudan. Dimana FAO sendiri memberikan bantuan baik dari segi material maupun non material guna untuk mengatasi permaslahan pangan yang semakin krisis di saat pandemi ini. Dari segi fasilitator peranan organisasi internasional yakni brupaya menyediakan pasilitas guna untuk menyelesaikan permaslahan.
FAO memberikan fasilitas seperti pemprograman jangka panjang seperti penyuluhan perikanan, memproduksi dan memasarkan ternak, selain itu FAO juga mengembangkan sebuah FRP untuk mengatasi masalah langsung dalam permasalhan bencana banjir hingga hama yang terjadi. Selain fasilitas tadi FAO juga membantu dalam penyediaan dana guna memberikan fasilitas yang memadai. Di dalam Inisiator peran FAO sebagai organisasi internasonal yakni sebuah kerjasama yang di lakukan FAO untuk menyelesaikan permasalahan di Sudan saat pandemi COVID-19. FAO bekerjasama dengan WFP, IPC, OCHA, kemudian dengan pemerintah setempat.
Dalam hal ini organisasi internasional memiliki beberapa konteks peran dalam menangani krisis pangan pandemic COVID-19, ialah sebagai keanggotaan dimana FAO sebagai anggota dari PBB memberikan bantuan ke sebuah Negara yaitu Negara Sudan, FAO yang merupakan naungan dari PBB sendiri yang bertugas mengatur
31
ketahanan pangan untuk keanggotaan negaranya, salah satu nya Negara Sudan yang mengalami 9, 3 juta masyrakat mengalami krisis pangan yang sangat akut.
Peran FAO sendiri sebagai orgnisasi yang berstruktur untuk menjadikan bantuan untuk Negara Sudan lebih tersusun dari segi beberapa program sebagai upaya bantuan, pada saat pandemic ini berlangsung. Kemudian peran FAO sebagai bentuk susunan forum untuk bisa terlaksana semestinya. Kemudian adanya peran FAO, yang bertujun untuk mendapatkan bantuan serta penanggulangan maupun fasilitas yang di berikan baik dari segi material maupun non material, dikarenakan terbatasnya fasilitas saat COVID- 19 ini terjadi. Serta meminta sumbangan kebeberapa Negara, agar selain ketahanan pangan Negara Sudan juga mendapat fasilitas kesehatan baik dari anak- anak hingga dewasa.
Peran organisasi internasional seperti yang di jelaskan, maka FAO yang merupakan salah satu organisasi yang turun langsung menangani dan mengurus permaslahan krisis pangan di Sudan guna untuk memeberikan kelancaran maupun kebutuhan bagi masyarakat yang mengalami kerisis pangan di Negara Sudan khususnya dalam bidang pangan.
1.6. Metode Penelitian