IV.1 Profil Proyek Indarung VI PT. Semen Padang
IV.1.1 Organisasi Proyek Indarung VI
Proyek Indarung VI PT. Semen Padang memiliki struktur Organisasi sebagai berikut :
Gambar IV.1 Struktur Organisasi Proyek Indarung VI
Proyek Idarung VI dipimpin oleh Deputy Project Director dan dibatu oleh 2 (dua) General Manager yaitu GM Enginering dan GM procurement & Suppurting Function. General Manager memiliki unit kerja dibawahnya dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Berikut adalah kewajiban dan tanggung jawab masin-masing unit kerja Proyek Indarung VI :
a. Project Director
Bertanggung jawab penuh terhadap implementasi Sistem Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan di segala aspek kegiatan dan terhadap seluruh personel yang berada di Proyek Pembangunan Indarung VI serta dalam penyediaan sumber daya yang dibutuhkan untuk berjalannya Sistem Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Kerja yang aman, efisien dan produktif.
b. Deputi Project Director
1. Menciptakan Sistem Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Kerja yang terintegrasi dalam mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK) serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif;
2. Memastikan semua aktivitas dan prosedur memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan peraturan dan/ atau perundang-undangan yang berlaku;
3. Memberi saran dan usulan kepada Project Director mengenai langkah-langkah yang perlu diambil guna ditaatinya peraturan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan;
4. Memantau kinerja SHE dan bertanggungan jawab kepada Project Director.
c. General Manager Engineering & Construction
1. Membantu Deputy Project Director dalam Pengelolaan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan di unit kerja yang menjadi tanggung jawabnya;
2. Memastikan aktivitas pekerjaan konstruksi berjalan sesuai dengan Prosedur (SOP), peraturan dan/atau perundang-undangan yang berlaku;
3. Memberi saran dan usulan kepada Deputy Project Director mengenai langkah-langkah yang perlu diambil guna ditaatinya peraturan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan;
4. Memastikan telah dilakukan investigasi dan laporan terhadap kecelakaan yang terjadi kepada Deputy Project Director;
5. Berwenang untuk menghentikan kegiatan/aktivitas yang dilakukan jika dinilai membahayakan terhadap personel danatau peralatan danatau lingkungan;
6. Berwenang untuk memutuskan sanksi terhadap pelanggaran terhadap keselamatan dan keamanan yang dilakukan oleh personelkontraktor atau sub kontraktor seperti kasus pencurian , keamanan dan susila.
d. General Manager Procurement & Supporting Function
1. Membantu Deputy Project Director dalam Pengelolaan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan di area yang menjadi tanggung jawabnya;
2. Memastikan aktivitas pekerjaan Procurement berjalan sesuai dengan Prosedur (SOP), peraturan dan/atau perundang-undangan yang berlaku;
3. Memberi saran dan usulan kepada Deputy Project Director mengenai langkah-langkah yang perlu diambil guna ditaatinya peraturan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan;
4. Memastikan telah dilakukan investigasi dan laporan terhadap kecelakaan yang terjadi kepada Deputy Project Director;
5. Berwenang untuk menghentikan kegiatan/aktivitas yang dilakukan apabila dinilai membahayakan terhadap personel danatau peralatan danatau lingkungan;
6. Berwenang untuk memutuskan sanksi terhadap pelanggaran terhadap keselamatan, kesehatan dan lingkungan kerja oleh Supplier atau Rekanan dalam memasok kebutuhan barang dan jasa proyek Indarung VI.
e. Senior Manager
1. Mengawasi implementasi kebijakan Project Director dalam bidang keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan;
2. Memberi dukungan dan memantau pelaksanaan serta peningkatan keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan serta kesiapan tanggap darurat di area/unit kerjanya;
3. Meningkatkan pengetahuan, menumbuhkan kesadaran dan peran serta seluruh karyawan/ pekerja di area/unit kerjanya;
4. Mengkoordinir dalam pelaksanaan investigasi dan laporan terhadap kecelakaan yang terjadi;
5. Memberi izin kerja berbahaya di area/unit kerjanya;
6. Mengadakan pertemuan dan inspeksi secara berkala sekurang-kurangnya 1(satu) bulan sekali;
7. Melaporkan pelaksanaan keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan secara berkala 3(tiga) sekali kepada General Manager selaku penanggung jawab, tembusannya ke Senior Manager Safety, Health, Enviroment and Security;
8. Menjadi Koordinator tim K3LH/PKTD yang dibentuk di area/unitnya dan memimpin rapat tim K3LH/PKTD minimal satu kali sebulan;
9. Sebagai Koordinator tim K3LH/PKTD bertanggung jawab kepada General Manager selaku Penanggung Jawab.
1. Mengimplementasikan kebijakan Project Drector dalam bidang keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan di area yang menjadi tanggung jawabnya;
2. Menyusun dan melaksanakan program-program keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan di area/unitnya;
3. Memberi saran kepada Senior Manager yang ditunjuk selaku Koordinator Pelaksana bila terjadi penyimpangan dan atau pelanggaran terhadap prinsip-prinsip keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan di area/unit kerjanya;
4. Membuat laporan investigasi terhadap kecelakaan yang terjadi; 5. Melakukan identifikasi dan inventarisasi kondisi tidak aman dan
tindakan tidak aman serta sumber bahaya dilingkungan kerja serta mengusulkan perbaikannya kepada Senior Manager;
6. Menjaga dan memelihara kondisi lingkungan, proses dan peralatan kerja sesuai persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja;
7. Memberi izin kerja biasa di area/unit kerjanya;
8. Mengadakan pertemuan secara berkala sekurang-kurangnya 2 ( dua ) kali dalam 1 ( satu ) bulan dengan personel, kontraktor dan sub kontraktor yang bekerja di area/unit kerjanya untuk membahas mengenai pelaksanaan SHE;
9. Melaporkan pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di area/unit kerjanya secara berkala 1(satu) bulan sekali kepada Senior Manager selaku Koordinator Pelaksana, tembusan ke Senior Manager Safety, Health, Environment and Security ( SHES ). g. Supervisor
1. Membantu Manager dalam mengimplementasikan kebijakan Project Drector dalam bidang keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan;
2. Memantau pelaksanaan program-program keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan di area/unitnya;
3. Melaporkan kepada Manager bila terjadi penyimpangan dan/atau pelanggaran terhadap prinsip-prinsip keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan di area/unit kerjanya;
4. Membantu Manager dalam melakukan identifikasi dan inventarisasi kondisi tidak aman dan tindakan tidak aman serta sumber bahaya dilingkungan kerja serta mengusulkan perbaikannya;
5. Menjaga dan memelihara kondisi lingkungan, proses dan peralatan kerja sesuai persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja;
6. Mengajukan izin kerja berbahaya yang dilakukan di unit kerja; 7. Membantu koordinasi dengan safety officer di tiap
kontraktor/supplier/vendor dalam penerapan keselamatan & kesehatan dan lingkungan kerja, sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1(satu) bulan;
8. Menyiapkan laporan pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di area kerja yang menjadi tanggung jawabnya secara berkala 1 (satu) bulan sekali kepada Manager.
h. Kontraktor, Supplier dan Vendor
1. Menyiapkan minimal 1 (satu) orang safety officer sebagai penanggung jawab implementasi kebijakan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan yang ditetapkan;
2. Melakukan identifikasi dan inventarisasi kondisi tidak aman dan tindakan tidak aman serta sumber bahaya di area kerja yang menjadi tanggung jawabnya serta mengusulkan tindakan pencegahan dan penanggulangannya;
3. Menjaga dan memelihara kondisi lingkungan, proses dan peralatan kerja sesuai persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja;
4. Berkoordinasi dengan supervisor area kerja dan atau SHE Inspector dalam penerapan keselamatan & kesehatan dan lingkungan kerja, sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1(satu) bulan;
5. Menyiapkan laporan pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di area kerja yang menjadi tanggung jawabnya secara berkala 1 (satu) bulan sekali;
i. Seluruh Proyek Personil
Seluruh personel yang berada di area proyek Indarung VI bertanggung jawab untuk bekerja sesuai dengan kebijakan, prosedur SHE serta peraturan perundang – undangan yang berlaku. Setiap personel harus menerapkan disiplin diri, meningkatkan kesadaran terhadap aspek SHE, mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat mengakibatkan cedera pada diri sendiri, orang lain atau kerusakan peralatan dan bahan.
IV.1.2 Sistem Manajemen PT. Semen Padang area Proyek Indarung VI