C. Pengolahan Data
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
5. Organoleptik
Uji organoleptik penting dilakukan untuk mengetahui penilaian konsumen terhadap batasan mutu buah manggis yang masih diterima dari setiap perlakuan selama penyimpanan. Penilaian visual terhadap buah adalah faktor utama dalam pengambilan keputusan pembelian konsumen. Uji organoleptik (hedonik) meliputi warna, kesegaran kulit, kesegaran sepal, warna daging buah, rasa, dan tekstur (Soekarto, 1981). Dalam analisisnya, skala hedonik ditransformasikan menjadi skala numerik dengan skala naik menurut tingkat kesukaan yang dilakukan dengan menggunakan bantuan panca indera panelis (Azhar, 2004).
Uji organoleptik yang dilakukan pada penelitian ini meliputi warna kulit buah, warna daging buah, penampakan sepal, rasa, dan aroma buah. Analisis statistik menggunakan uji friedman menunjukkan bahwa pada pengamatan hari ke-5 perlakuan pelapisan dan adaptasi suhu serta suhu penyimpanan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kesukaan warna kulit, warna daging dan rasa buah, sedangkan untuk parameter penampakan sepal dan aroma buah tidak berbeda nyata. Pada pengamatan hari ke-15 perlakuan berpengaruh nyata terhadap hampir semua parameter yaitu warna kulit, warna daging, rasa dan aroma, kecuali parameter penampakan sepal. Pada pengamatan hari ke-35, perlakuan berpengaruh nyata terhadap penampakan sepal, sedangkan untuk parameter lain tidak berbeda nyata.
Pada uji organoleptik berdasarkan warna kulit buah dapat terlihat bahwa pada awal-awal penyimpanan buah manggis yang disimpan pada suhu ruang memiliki tingkat kesukaan yang cukup tinggi, namun seiring lamanya penyimpanan, tingkat kesukaan pada buah manggis pada suhu dingin meningkat (Lampiran 3). Hal ini mungkin disebabkan penampakan luar buah manggis terutama kulit manggis yang disimpan pada suhu dingin lebih segar dan lebih stabil selama penyimpanan. Begitu
27 juga pada parameter lain yang diujikanseperti warna daging buah, penampakan sepal, rasa dan aroma buah, pada awal-awal penyimpanan semua perlakuan menunjukkan tingkat kesukaan yang relatif tinggi, namun seiring lamanya penyimpanan dan kerusakan yang terjadi pada buah manggis, maka tingkat kesukaan menurun pada beberapa perlakuan.
28 V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Pemberian pelapis dan adaptasi suhu pada manggis sebelum proses penyimpanan dapat mempertahankan mutu dan daya simpan buah manggis. Buah manggis yang mendapatkan perlakuan pelapisan dan adaptasi suhu dan disimpan pada suhu dingin menunjukkan penurunan mutu, seperti penampakan sepal, susut bobot, tingkat kekerasan dan warna yang relatif lebih kecil dibandingkan perlakuan lainnya. Berdasarkan uji organoleptik buah manggis dengan pelapisan dan adaptasi suhu yang disimpan pada suhu dingin juga cenderung lebih disukai panelis.
Umur simpan buah manggis yang disimpan pada suhu ruang (29-31)°C hanya bertahan selama 15 hari, sedangkan manggis yang disimpan pada suhu (8-10)°C bisa mencapai 35 hari. Persentase perubahan karakteristikbuah manggis pada masing-masing bahan pelapis terdapat pada manggis dengan perlakuan adaptasi suhu (15°C) yang disimpan pada suhu dingin (8-10)°C.
B. SARAN
Proses penyimpanan buah manggis dalam rak maupun lemari bertingkat dianjurkan untuk meminimalisir terjadinya kerusakan manggis akibat penumpukan.
Benturan-benturan fisik yang terjadi antar buah manggis juga dapat menurunkan mutu manggis dari segi penampakan luar.
29 DAFTAR PUSTAKA
Akamine, E.K., H. Kitagawa, H. Subramanyam, dan P.G. Long. 1986. Kegiatan-Kegiatan Dalam Gudang Pengemasan. Hal. 421-445. Dalam: E. R. B.
Pantastico (Ed.) Fisiologi Pasca Panen Penanganan dan Pemanfaatan Buah-buahan dan Sayur-sayuran Tropika dan Subtropika. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.
Anonim. 2008. Benomyl. Online.en.wikipedia.org/wiki/Benomyl. 28 Januari 2009.
Arisamita, J.H., I. Kusumawardani dan L.T. Jahjani. 1997. Ekstraksi dan Karakterisasi Zat Warna Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L).
Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pangan. Denpasar. Bali.
Arteca, R.N. 1996. Plant Growth Substances, Principles and Application. Chapman and Hall.
Ashari, S. 2006. Edisi Revisi Hortikultura Aspek Budi Daya. Universitas Indonesia Press. Jakarta. 476 hal.
Azhar, K. S. 2004. Pengkajian Bahan Pelapis, Kemasan, dan Suhu Penyimpanan untuk Memperpanjang Masa Simpan Buah Manggis (Garcinia mangostana L). Tesis Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Chotimah, A.Q. 2008. Perlakuan Uap Panas dan Pelapisan Lilin Untuk Mempertahankan Mutu Buah Alpukat (Persea americana, Mill). Skripsi.
Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Dewandari, K. T., Ira M., dan Dondy A. S. 2009. Konsep SOP Untuk Penanganan Pascapanen Mangga Cv. Gedong Untuk Tujuan Ekspor. Laporan Penelitian.
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian. Bogor.
Hutching, JB. 1994. Food Colour and Appereance. Bedford: Blackie Academy and Profesional.
Jung, H.A., Su B.N., W.J. Kelle, R.G. Mehta dan A.D. Kinghorn. 2006. Antioksidant Xanthones from Pericarp of Garcinia. J.Agric Food Chem Mar 22:54(6):2277-82.
Kader, A.A. 1992. Postharvest Biology and Technology of Horticultural Crops.
University of California, Davies.
Muchtadi, T.R. dan Sugiyono. 1992. Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
30 Mujiono. 1997. Kajian Pelapisan Lilin dan Kondisi Penyimpanan Buah Alpukat (Persea americana, Mill) Varietas West Hindia. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. Insitut Pertanian Bogor. Bogor.
Nakasone, H.Y. dan R.E. Paull. 1998. Tropical Fruits. CAB Internasional. New York.
Nio, O.K. 1992. Daftar Analisis Bahan Makanan. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.
Nurhayati, A. 2009. Pelapisan Manggis Segar (Garcinia Mangostana L.) Dengan Lilin Lebah, Hormon Giberelin, dan Benomil. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. Institiut Pertanian Bogor.
Pantastico, E.B. 1986. Fisiologi Pasca Panen, Penanganan dan Pemanfaatan Buah-buahan dan Sayuran Tropika dan Subtropika. Gajah Mada University Press.
Yogyakarta.
Priyanto, G. 1988. Teknik Pengawetan Pangan. PAU Pangan Gizi. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. 244 h.
Riza, I.D. 2004. Kajian Pelilinan Dalam Penyimpanan Buah Manggis Segar (Garcinia mangostana L.). Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Santoso, B.B. dan B.S. Purwoko. 1995. Fisiologi dan Teknologi Pasca Panen Tanaman Hortikultura. Indonesia Australia Eastern Universities Project.
Setyadjit dan Syaifullah. 1994. Penyimpanan Buah Manggis dalam Suhu Dingin. J.
Hort. 4(1): 64-76.
Sitompul, S.M. dan B. Guritno. 1995. Analisa Pertumbuhan Tanaman. Gajah Mada University Press. 376 hal.
Sobir dan R. Purwanto. 2007. Mangosteen Genetic and Improvement. International Journal of Plant Breeding 1 (2) : 105-111.
Standar Nasional Indonesia. 1992. Persyaratan Mutu Buah Manggis. SNI 01-3211-1992.
Soekarto, T. 1981. Penilaian Organoleptik. PUSBANGTEPA. Ilmu Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Sunarti. 1995. Pengaruh Pelilinan terhadap Sifat Fisiologi dan Fisikokimia Manggis (Gracinia mangostana L.) Selama Penyimpanan pada Kondisi Dingin dan Kondisi Ruang. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
31 Suyanti, Y. 1993. Penanganan dan Pengolahan Buah. PT Penebar Swadaya. Depok.
Verheij, E.W.M. 1997. Garcinia mangostana L. hal. 220-225. Dalam: E.W.M.
Verheij dan R.E. Coronel (eds). Buah-buahan yang dapat dimakan. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara (PROSEA).
Wattimena. 1988. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. PAU Bioteknologi IPB. Bogor.
Widiastuti, R. 2006.Studi Memperpanjang Daya Simpan Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) dengan Pelilinan. Skripsi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Wills, R.B.H., T.H. Lee, D. Graham, W.B. Mc. Glasson dan E.G. Hall. 1981.
Postharvest and Introducction to The Physiology and Handling of Fruits and Vegetable. The AVI Pub. Co. Inc. Westport., Connecticut.
Winarno, F.G. dan A. Wirakartakusumah. 1981. Fisiologi Lepas Panen. PT Sastra Husada. Jakarta. 187 hal.
32
LAMPIRAN
33 Lampiran 1. Prosedur Analisa
1. Kesegaran Sepal (Penampakan Sepal)
Sepal diamati secara visual, Kemudian diberikan penilaian atau skor 1 sampai dengan 4. Nilai 1 untuk sepal manggis dengan tingkat kesegaran 25% (berwarna coklat layu), nilai 2 untuk sepal dengan tingkat kesegaran 50% (berwarna coklat keras), nilai 3 untuk sepal dengan tingkat kesegaran 75% (berwarna hijau layu), nilai 4 untuk sepal dengan tingkat kesegaran 100% (setelah pemetikan).
Perubahan sepal (%) = 100 – {[(P1 - Pn) / P1]*100}
2. Susut bobot
Pengukuran susut bobot dilakukan dengan menggunakan timbangan. Buah manggis yang belum dipisahkan daging buah dengan kulitnya ditimbang. Catat bobot manggis setiap 5 hari sekali.Susut bobot merupakan selisih dari bobot awal dengan bobot akhir. Persamaan yang digunakan sebagai berikut:
Susut bobot (%) = W1 - W2 *100%
Kekerasan buah dapat diukur dengan menggunakan penetrometer merk precision. Penusukan dilakukan sebanyak 3 kali pada 3 titik untuk masing-masing sampel. Waktu diukur dengan stopwatch (10 detik). Angka yang diperoleh dirata-ratakan dan satuan yang digunakan adalah mm per 10 detik dengan beban 150 g.
4. Warna (Hutching, 1994)
Parameter warna ini diukur dengan menggunakan alat chromameter merk Minolta CR 300. Pengukuran dilakukan dengan menempelkan sampel pada permukaan datar alat. Bagian datar alat pembaca harus tertutup secara sempurna.
Apabila ada cahaya masuk dari sisi samping optik, maka nilai pembacaan alat
34 menjadi tidak akurat. Dari hasil pengukuran diperoleh nilai L, a, dan b yang terbaca pada layar. Nilai L menunjukan tingkat kecerahan (0 = hitam sampai 100 = putih).
Nilai a positif menunjukan kecenderungan warna merah dan nilai a negatif menunjukan warna hijau.Nilai b positif menunjukan kecenderungan warna kuning dan nilai b negatif menunjukan warna biru. Setelah diperoleh nilai L, a, dan b maka dilakukan penghitungan nilai chroma (C) dan derajat hue dengan menggunakan persamaan berikut:
C = √a2+b2
0Hue = Tan-1 (b/a)
Nilai chroma menunjukkan intesitas warna atau kejelasan warna. Nilai hue menunjukkan kecenderungan warna, warna lebih mendekati warna merah, kuning, hijau atau biru.
5. Uji Organoleptik (Soekarto, 1981)
Uji organoleptik dilakukan dengan uji kesukaan. Uji dilakukan dengan menggunakan 5 skala numerik yaitu 1 (tidak suka), 2 (agak suka), 3 (netral), 4 (suka), 5 (sangat suka). Jumlah panelis yang digunakan sebanyak 10 orang.
Parameter uji organoleptik meliputi warna buah, warna daging buah, penampakan sepal, rasa dan aroma buah.
35 Lampiran 2. Data Hasil Pengamatan Fisik Buah Manggis
Perlakuan Sepal (%) Susut
36
37
38 Lampiran 3. Data Hasil Uji Organoleptik Buah Manggis
a. Warna kulit buah
Panelis Hari ke-5 Hari ke-10 Hari ke-15 Hari ke-20 Hari ke-25 Hari ke-30 Hari ke-35
453 243 317 146 592 453 243 317 146 592 453 243 317 146 592 453 243 592 453 243 453 243 453 243 1 3,0 3,5 5,0 5,0 3,5 3,0 3,5 4,0 4,0 3,0 3,5 3,5 2,5 2,5 4,0 2,5 3,5 3,0 2,0 2,0 2,0 2,0 2,0 2,0 2 4,5 3,0 3,5 4,0 4,0 3,0 2,0 2,0 2,0 2,5 3,5 3,0 2,0 2,0 4,0 1,5 2,0 2,0 2,0 2,0 3,0 4,0 2,0 3,0 3 3,5 3,5 4,0 4,5 3,0 3,0 2,5 1,5 1,5 2,0 4,0 4,0 3,0 3,0 3,5 1,5 2,5 1,5 3,0 3,0 4,0 4,0 1,5 3,0 4 4,0 2,5 5,0 5,0 4,0 3,5 2,5 3,5 4,0 3,5 3,5 3,5 3,0 3,0 3,5 4,0 3,0 2,5 2,0 3,0 4,0 4,0 2,0 3,0 5 2,0 2,5 4,5 4,0 1,5 2,5 4,5 1,5 1,5 2,0 3,0 4,0 3,0 3,0 2,5 2,5 2,0 3,0 2,0 3,0 2,5 2,5 2,0 2,0 6 3,5 3,0 4,0 4,0 4,5 3,0 4,0 4,0 4,0 2,0 3,0 3,5 2,0 2,0 2,5 1,5 2,0 2,5 2,0 2,0 2,0 3,0 2,0 3,0 7 3,0 3,5 4,5 4,5 3,0 4,0 4,0 3,0 2,0 3,0 3,5 2,5 2,0 2,0 2,5 3,0 3,5 4,0 3,0 3,0 2,5 2,5 2,5 2,5 8 3,5 3,0 4,0 4,5 3,5 2,5 2,0 3,0 3,0 1,5 2,0 2,0 1,5 1,5 3,0 1,5 3,5 2,0 2,5 2,0 2,0 2,0 2,5 2,5 9 2,0 3,5 4,0 3,5 3,0 3,5 4,5 4,0 4,0 2,0 1,5 3,0 2,0 2,0 2,0 3,0 3,5 1,5 2,0 2,5 1,5 3,5 1,5 3,0 10 2,5 3,5 3,5 3,5 2,5 4,0 3,5 4,5 4,5 4,0 4,0 4,0 2,0 2,0 3,0 4,0 3,0 2,5 2,5 2,5 2,5 2,5 4,0 2,0 Jumlah 31,5 31,5 42,0 42,5 32,5 32,0 33,0 31,0 30,5 25,5 31,5 33,0 23,0 23,0 30,5 25,0 28,5 24,5 23,0 25,0 26,0 30,0 22,0 26,0 Rataan 3,2 3,2 4,2 4,3 3,3 3,2 3,3 3,1 3,1 2,6 3,2 3,3 2,3 2,3 3,1 2,5 2,9 2,5 2,3 2,5 2,6 3,0 2,2 2,6
Keterangan :
453 : Tanpa adaptasi suhu (Dingin) Hari ke-20 : sampel 317 dan 146 rusak 243 : Adaptasi suhu (Dingin) Hari ke-25, ke-30, ke-35 : sampel 317, 146, 592 rusak 317 : Adaptasi suhu (Ruang)
146 : Tanpa adaptasi suhu (Ruang) 592 : Tanpa pelapisan
39 Lampiran 3. (Lanjutan)
b. Warna daging buah
Panelis Hari ke-5 Hari ke-10 Hari ke-15 Hari ke-20 Hari ke-25 Hari ke-30 Hari ke-35
453 243 317 146 592 453 243 317 146 592 453 243 317 146 592 453 243 592 453 243 453 243 453 243 1 2,0 4,0 4,0 4,5 1,0 4,0 2,5 4,0 4,5 4,5 4,0 4,0 1,5 2,5 3,0 3,5 3,5 3,0 3,0 3,0 4,0 1,0 3,0 2,5 2 4,0 4,5 4,5 4,5 4,0 3,0 3,0 4,0 4,0 2,5 3,5 3,5 2,5 2,0 2,5 1,5 2,5 1,5 3,0 0,5 4,0 1,0 3,0 1,0 3 4,0 4,5 5,0 4,5 4,0 4,0 3,0 3,5 4,5 2,0 3,0 2,5 2,5 2,5 2,5 4,0 3,5 1,5 3,0 4,0 0,0 2,5 0,0 2,0 4 3,5 2,5 5,0 5,0 3,0 4,5 4,5 4,5 4,5 3,0 2,5 2,5 2,0 2,0 3,5 3,0 1,0 1,5 4,0 2,0 0,0 3,0 0,0 2,5 5 4,0 3,5 4,0 4,5 1,5 2,0 2,0 4,5 5,0 1,5 4,5 4,0 2,0 2,5 3,0 3,5 3,5 1,5 2,0 3,0 4,0 3,0 3,0 3,0 6 3,5 4,5 4,0 5,0 4,0 4,0 3,5 3,5 3,0 2,0 4,5 3,5 1,5 2,5 3,0 2,0 4,5 1,5 3,0 4,0 0,0 4,0 0,0 4,0 7 4,5 3,5 4,5 4,5 2,0 4,5 4,0 4,0 3,0 3,0 3,0 3,5 1,0 2,0 2,0 2,5 0,5 2,0 4,0 1,0 4,0 4,0 3,0 3,0 8 4,5 4,5 4,5 4,5 3,5 4,5 4,0 5,0 4,0 3,5 3,0 3,0 2,0 2,0 3,0 3,0 3,5 1,0 0,5 2,0 4,0 4,0 3,0 3,0 9 4,5 4,5 4,5 3,5 2,5 3,5 4,0 4,5 4,0 4,5 3,0 3,0 2,0 1,5 2,5 4,0 2,0 3,0 0,5 3,0 3,0 2,5 3,0 1,0 10 4,0 4,0 4,5 4,0 3,0 3,5 3,5 5,0 4,5 2,0 3,0 4,0 2,0 2,0 3,0 3,0 4,0 3,0 2,0 3,0 4,0 2,5 4,0 2,0 Jumlah 38,5 40,0 44,5 44,5 28,5 37,5 34,0 42,5 41,0 28,5 34,0 33,5 19,0 21,5 28,0 30,0 28,5 19,5 25,0 25,5 27,0 27,5 22,0 24,0 Rataan 3,9 4,0 4,5 4,5 2,9 3,8 3,4 4,3 4,1 2,9 3,4 3,4 1,9 2,2 2,8 3,0 2,9 2,0 2,5 2,6 2,7 2,8 2,2 2,4 Keterangan :
453 : Tanpa adaptasi suhu (Dingin) Hari ke-20 : sampel 317 dan 146 rusak 243 : Adaptasi suhu (Dingin) Hari ke-25, ke-30, ke-35 : sampel 317, 146, 592 rusak 317 : Adaptasi suhu (Ruang)
146 : Tanpa adaptasi suhu (Ruang) 592 : Tanpa pelapisan
40 Lampiran 3. (Lanjutan)
c. Penampakan sepal
Panelis Hari ke-5 Hari ke-10 Hari ke-15 Hari ke-20 Hari ke-25 Hari ke-30 Hari ke-35
453 243 317 146 592 453 243 317 146 592 453 243 317 146 592 453 243 592 453 243 453 243 453 243 1 4,5 2,5 4,0 4,0 4,0 3,5 3,5 2,0 2,5 3,0 2,5 2,5 2,0 2,0 3,0 2,5 2,5 2,5 2,0 3,0 2,0 2,0 1,5 1,5 2 4,0 3,5 4,0 4,0 3,5 2,5 3,0 2,0 2,0 3,0 3,5 3,0 3,0 2,0 3,5 1,5 1,5 2,0 2,5 1,5 3,0 3,0 2,0 2,0 3 3,5 3,0 3,5 4,0 4,0 2,0 2,0 1,0 1,5 1,5 2,5 2,0 3,0 3,0 3,0 1,5 1,5 2,0 2,0 1,5 2,5 2,5 1,5 2,0 4 4,5 3,0 4,5 4,5 4,0 3,5 2,5 3,5 3,5 3,5 3,0 3,0 3,0 4,0 4,5 2,5 2,5 3,0 3,0 2,5 3,0 3,0 2,0 2,0 5 3,0 3,0 2,0 3,5 3,0 2,5 3,5 2,5 2,5 3,5 3,0 3,0 2,0 2,0 3,0 2,5 2,5 3,0 2,5 3,0 2,5 2,5 2,0 2,0 6 3,5 3,0 3,0 2,5 4,5 4,0 2,0 3,0 2,0 4,5 3,5 3,5 3,0 5,0 3,0 3,0 4,0 2,0 2,0 2,5 2,0 3,5 2,0 2,5 7 1,5 3,5 2,5 2,5 4,0 3,0 3,5 2,5 2,0 2,5 3,5 3,5 3,0 4,0 3,5 3,0 2,5 4,0 3,0 3,0 1,5 2,0 1,5 2,0 8 4,5 2,5 3,5 2,0 3,5 1,5 3,5 2,5 2,0 3,0 1,5 2,0 2,0 2,0 3,0 4,0 3,0 2,0 2,0 2,0 2,0 2,0 1,5 2,0 9 1,5 2,5 2,5 3,5 3,0 3,0 3,5 3,0 3,0 3,0 2,0 2,0 2,0 2,0 2,5 4,0 2,5 2,5 1,0 1,5 1,5 2,0 1,0 1,0 10 3,0 3,0 2,5 3,5 2,5 3,0 3,0 3,0 2,5 3,5 3,5 4,0 4,0 3,0 3,5 2,5 3,5 2,5 3,0 3,0 2,0 2,0 1,5 2,0 Jumlah 33,5 29,5 32,0 34,0 36,0 28,5 30,0 25,0 23,5 31,0 28,5 28,5 27,0 29,0 32,5 27,0 26,0 25,5 23,0 23,5 22,0 24,5 16,5 19,0 Rataan 3,4 3,0 3,2 3,4 3,6 2,9 3,0 2,5 2,4 3,1 2,9 2,9 2,7 2,9 3,3 2,7 2,6 2,6 2,3 2,4 2,2 2,5 1,7 1,9 Keterangan :
453 : Tanpa adaptasi suhu (Dingin) Hari ke-20 : sampel 317 dan 146 rusak 243 : Adaptasi suhu (Dingin) Hari ke-25, ke-30, ke-35 : sampel 317, 146, 592 rusak 317 : Adaptasi suhu (Ruang)
146 : Tanpa adaptasi suhu (Ruang) 592 : Tanpa pelapisan
41 Lampiran 3. (Lanjutan)
d. Rasa buah
Panelis Hari ke-10 Hari ke-15 Hari ke-20 Hari ke-25 Hari ke-30 Hari ke-35
453 243 317 146 592 453 243 317 146 592 453 243 317 146 592 453 243 592 453 243 453 243 453 243 1 2,0 3,5 3,5 3,5 1,0 3,5 2,5 3,5 3,0 4,0 4,5 4,5 4,0 5,0 4,0 4,0 4,0 3,0 3,0 4,0 4,0 1,0 3,0 2,0 2 3,5 4,5 4,5 4,5 4,0 3,0 3,0 3,5 4,0 4,0 1,0 4,0 4,0 4,0 3,5 2,0 2,0 1,5 2,0 0,5 4,0 4,0 3,0 3,0 3 3,5 4,0 3,5 3,0 4,0 3,5 2,0 2,0 2,0 2,0 4,0 3,5 5,0 5,0 2,0 3,5 4,0 1,5 3,5 3,5 0,0 2,0 0,0 1,0 4 0,5 0,5 4,0 2,0 2,5 5,0 4,0 3,5 4,5 3,0 2,0 3,5 4,0 5,0 3,0 1,0 3,5 2,0 4,0 3,0 0,0 2,0 0,0 1,0 5 2,5 3,0 3,0 4,0 2,5 4,5 2,5 4,5 4,0 3,0 3,5 4,5 4,0 4,0 3,0 4,0 3,0 2,0 3,5 3,5 4,0 4,0 2,0 3,0 6 2,0 4,5 3,0 2,5 4,5 3,5 5,0 4,0 3,0 2,5 3,5 4,0 4,0 4,0 2,5 1,5 1,0 2,0 5,0 5,0 0,0 5,0 0,0 3,0 7 3,0 3,0 4,0 4,0 2,5 3,5 3,5 4,0 3,0 4,0 2,0 4,5 4,0 4,0 1,5 1,0 1,5 2,0 3,0 1,0 4,0 4,0 3,0 3,0 8 2,5 3,0 4,0 4,0 2,0 2,5 4,5 3,5 3,0 3,5 1,5 4,0 4,0 4,0 3,0 3,5 3,5 0,5 0,5 2,5 4,0 4,0 3,0 3,0 9 3,0 1,0 4,0 3,5 2,5 3,5 4,0 4,5 4,0 4,5 2,5 3,5 4,0 1,0 3,5 4,0 4,0 1,5 0,0 2,0 3,0 3,0 3,0 3,0 10 4,5 3,5 4,5 4,0 3,0 4,0 3,5 5,0 5,0 3,0 4,0 3,0 4,0 4,0 4,5 3,0 3,5 3,0 2,0 3,0 4,0 1,0 3,0 2,0 Jumlah 27,0 30,5 38,0 35,0 28,5 36,5 34,5 38,0 35,5 33,5 28,5 39,0 41,0 40,0 30,5 27,5 30,0 19,0 26,5 28,0 27,0 30,0 20,0 24,0 Rataan 2,7 3,1 3,8 3,5 2,9 3,7 3,5 3,8 3,6 3,4 2,9 3,9 4,1 4,0 3,1 2,8 3,0 1,9 2,7 2,8 2,7 3,0 2,0 2,4 Keterangan :
453 : Tanpa adaptasi suhu (Dingin) Hari ke-20 : sampel 317 dan 146 rusak 243 : Adaptasi suhu (Dingin) Hari ke-25, ke-30, ke-35 : sampel 317, 146, 592 rusak 317 : Adaptasi suhu (Ruang)
146 : Tanpa adaptasi suhu (Ruang) 592 : Tanpa pelapisan
42 Lampiran 3. (Lanjutan)
e. Aroma buah
Panelis Hari ke-5 Hari ke-10 Hari ke-15 Hari ke-20 Hari ke-25 Hari ke-30 Hari ke-35
453 243 317 146 592 453 243 317 146 592 453 243 317 146 592 453 243 592 453 243 453 243 453 243 1 4,5 1,0 4,0 4,0 1,5 3,5 2,5 3,5 4,0 4,0 3,5 4,0 4,0 4,0 3,0 4,0 3,5 2,5 3,0 1,0 2,0 1,0 1,0 2,0 2 4,5 3,5 4,5 4,0 3,5 2,0 3,0 3,0 4,0 2,5 1,0 4,0 4,0 4,0 3,5 1,5 1,5 1,5 2,5 3,0 3,0 3,0 2,0 2,0 3 4,0 4,0 4,0 4,0 3,5 3,0 3,0 3,5 3,5 1,5 3,5 3,0 5,0 5,0 3,0 3,5 3,0 2,0 3,0 3,5 0,0 3,0 0,0 3,0 4 1,5 3,5 3,5 3,0 3,0 4,5 4,5 4,0 4,5 3,5 1,5 3,0 3,0 3,0 3,5 1,0 4,0 1,5 3,0 3,0 0,0 1,0 0,0 2,0 5 2,5 3,5 3,0 4,0 2,5 2,5 2,5 4,0 4,0 3,0 3,5 4,5 4,0 3,0 3,0 3,0 2,5 1,0 2,5 2,5 4,0 3,0 3,0 3,0 6 4,5 2,5 3,0 3,5 4,0 5,0 4,5 3,5 3,5 3,0 3,0 3,5 4,0 4,0 2,5 1,5 1,5 2,0 3,5 3,0 0,0 4,0 0,0 1,0 7 3,5 4,0 4,0 4,0 2,0 3,5 4,0 4,0 3,5 3,5 2,0 4,0 2,0 4,0 3,0 1,0 2,0 2,0 3,5 2,0 4,0 4,0 2,0 3,0 8 3,0 3,0 3,5 4,0 3,5 2,0 2,0 5,0 3,5 3,0 1,5 4,0 4,0 4,0 3,0 4,0 3,0 0,5 0,5 1,0 4,0 3,0 2,0 2,0 9 2,0 4,0 4,0 3,5 2,5 3,0 4,5 4,5 4,0 3,5 2,0 3,0 4,0 1,0 3,5 3,5 4,0 2,5 0,0 2,5 3,0 3,0 3,0 3,0 10 2,5 4,5 4,0 4,0 3,0 3,5 4,0 5,0 5,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 4,5 2,0 3,0 3,0 2,0 3,0 4,0 2,0 3,0 1,0 Jumlah 32,5 33,5 37,5 38,0 29,0 32,5 34,5 40,0 39,5 30,5 24,5 36,0 37,0 35,0 32,5 25,0 28,0 18,5 23,5 24,5 24,0 27,0 16,0 22,0 Rataan 3,3 3,4 3,8 3,8 2,9 3,3 3,5 4,0 4,0 3,1 2,5 3,6 3,7 3,5 3,3 2,5 2,8 1,9 2,4 2,5 2,4 2,7 1,6 2,2 Keterangan :
453 : Tanpa adaptasi suhu (Dingin) Hari ke-20 : sampel 317 dan 146 rusak 243 : Adaptasi suhu (Dingin) Hari ke-25, ke-30, ke-35 : sampel 317, 146, 592 rusak 317 : Adaptasi suhu (Ruang)
146 : Tanpa adaptasi suhu (Ruang) 592 : Tanpa pelapisan
43 Lampiran 4. Analisis Statistik Uji Organoleptik Menggunakan Uji Friedman Pada
Buah Manggis
44 Lampiran 5. Rincian Tambahan Biaya Untuk Pelapisan Buah Manggis
Bahan yang digunakan untuk pelapisan ± 800 kilogram buah manggis:
- Emulsi lilin 5 liter : Rp. 600.000,00
- Giberelin (GA3) 10 ppm untuk 5 liter 0,05 gram : Rp. 2.200.000,00 - Benomil (kadar 50 %) untuk 5 liter 10 gram : Rp. 2.800,00 Total biaya untuk pelapisan per 800kilogram : Rp. 2.802.800,00
Biaya pelapisan per kilogram : Rp. 3.503,50