BAB VI PENDEKATAN ACUAN PERANCANGAN
B. Pendekatan Acuan Perancangan Mikro
9. Penataan Tempat Parkir
Dengan mengacu pada sifat dan fungsi bangunan sebagai sarana pusat hiburan malam, maka pertimbangan terhadap sarana parkir ditentukan pada:
a. Kepentingan pengunjung
b. Kepentingan pengelola/pegawai c. Kepentingan servis
Berdasarkan pada dasar petimbangan pelayanan, tempat parkir dapat dibedakan:
a. Parkir khusus (private parking)
Parkir khusus yang merupakan fasilitas parkir kendaraan pengelola atau pegawai;
b. Parkir umum (public parking)
Parkir umum yang merupakan fasilitas parkir untuk kendaraan pengunjung.
c. Parkir servis (service parking)
Parkir servis yang merupakan fasilitas parkir untuk kendaraan yang sifatnya sebagai servis.
Dalam pendekatan terhadap perencanaan sarana parkir ini, pertimbangan khusus terhadap pola perletakannya, adalah:
1) Waktu penggunaan tempat parkir;
2) Daya tampung yang dikaitkan dengan kondisi tapak yang ada;
3) Ukuran dan jenis kendaraan yang akan ditampung;
4) Keleluasaan dalam memarkir kendaraan serta masuk dan keluar dari area parkir;
5) Kemudahan terhadap pencapaian dari parkir bangunan;
6) Sirkulasi dalam tapak dan bangunan;
7) Faktor keamanan dan kenyamanan;
8) Memungkinkan cara parkir kendaraan servis terisolir dari area sirkulasi pengunjung
d. Penentuan Satuan Ruang Parkir (SRP)
Penentuan ini dibagi atas tiga (3) jenis kendaraan dan berdasarkan penentuan SPR untuk mobil penumpang diklasifikasikan menjadi tiga golongan seperti pada tabel berikut ini:
Tabel 6. 5: Penentuan Satuan Parkir (SRP) Kendaraan
No. Jenis Kendaraan SRP (Satuan Ruang Parkir) (m2) 1. a. Mobil penumpang golongan I 2,3 x 5
b. Mobil penumpang golongan II 2,5 x 5 c. Mobil penumpang golongan III 3 x 5
2. Bus/truk 3,4 x 12,5
3. Sepeda motor 0,75 x 2
Sumber: Bab7_Parkir.pdf (SECURED) PHK TIK K1, UN-Widyagama Malang, 2012
Dari ketiga jenis kendaraan yang telah disebutkan pada tabel sebelumnya, maka analisa tiap jenis kendaraan diuraikan sebagai berikut:
1) Mobil penumpang
Tabel 6.6: Satuan Ruang Parkir (SRP) Mobil Penumpang (dalam dimensi centimeter (cm))
Golongan L + A1, A2 Lp dan Bp
I
B = 170 A1= 10
Bp = 230 = B + O + R O = 55
L = 470
Lp = 500 = L + A1 + A2 R = 5
A2 = 20
II
B = 170 A1 = 10
Bp = 250 = B + O + R O = 75
L = 470
Lp = 500 = L + A1 + A2 R = 5
A2 = 20
III
B = 170 A1 = 10
Bp = 300 = B + O + R O = 80
L = 47-
Lp = 500 = L + A1 + A2 R = 50
A2 = 20 Keterangan :
B : Lebar total kendaraan L : Panjang total
A1, A2 : Jarak bebas
R : Jarak bebas arah lateral Bp : Lebar SRP
Lp : Panjang SRP
O : Lebar bukaan pintu arah longitudinal
Sumber: Bab7_Parkir.pdf (SECURED) PHK TIK K1, UN-Widyagama Malang, 2012
Gambar 6. 22: Satuan Ruang Parkir Mobil Penumpang
Sumber: PHK TIK K1, UN-Widyagama Malang, 2012, Try Pascakurniawan, 2017
2) Bus atau truk
Tabel 6. 7: Satuan Ruang Parkir (SRP) untuk Bus/Truk (dalam dimensi centimeter (cm))
Golongan L + A1, A2 Lp dan Bp
Bus/Truk Kecil
B = 170 A1 = 10
Bp = 300 = B + O + R O = 80
L = 470
Lp = 500 = L + A1 + A2 R = 30
A2 = 20
Bus/Truk Sedang
B = 200 A1 = 800
Bp = 320 = B + O + R O = 80
L = 20
Lp = 500 = L + A1 + A2 R = 40
A2 = 20
Bus/Truk Besar
B = 250 A1 = 30
Bp = 380 = B + O + R O = 80
L = 1200
Lp = 500 = L + A1 + A2 R = 50
A2 = 20
Sumber: Bab7_Parkir.pdf (SECURED) PHK TIK K1, UN-Widyagama Malang, 2012
3) Tempat parkir kendaraan mempunyai beberapa bentuk, yaitu : a) Parkir tegak lurus (perpendicular)
b) Parkir parallel (sejajar)
Gambar 6. 23: Sistem Parkir Tegak Lurus
Sumber: Hakim dan Utomo, 2002:49
Gambar 6. 24: Sistem Parkir Pararel
Sumber: Hakim dan Utomo, 2002:49
c) Parkir susdut (angel)
Gambar 6. 25: Sistem Parkir Sudut
Sumber: Joseph, 1978
500
500
250
500
600 600
d) Parkir khusus penderita cacat.
Gambar 6. 26: Bentuk Parkir Mobil Untuk Penderita Cacat
Sumber: Hakim dan Utomo, 2002: 49
Gambar 6. 27: Proses Penderita Cacat Memasuki Mobil pada Area Parkir
Sumber: Hakim dan Utomo, 2002: 159,160 dan 164
e) Parkir kendaraan roda dua (sepeda motor)
Satuan Ruang Parkir (SRP) untuk motor dapat di gambarkan sebagai berikut:
Gambar 5. 28: Sistem Parkir Kendaraan Roda Dua
Sumber: Data Arsitek Jilid 2, 2005: 100
DAFTAR PUSTAKA
Skripsi
Amiruddin, 2017. Redesain Pasar Terong Sebagai Pasar Tradisional Modern Di Kota Makassar. Acuan perancangan Tugas Akhir Arsitektur, Universitas Bosowa.
Mutmainna, 2018. Tinjauan Khusus Redesain Pusat Grosir Butung Kota Makassar. Acuan Perancangan Tugas Akhir Arsitektur, Universitas Bosowa.
Internet
Wordpress.com, 2019. Macam-macam Pasar menurut Barang yang
Diperjualbelikan. diakses dari :
http://www.wordpress.com/2012/06/05macam-macam-pasar.menurut-batrang-yang-diperjualbelikan.
Ekonomi.kompas.com, 2019. Ini Fasilitas Pasar Ikan Modern Di Muara Baru
Jakarta yang Diresmikan Susi. Diakses dari :
https://ekonomi.kompas.com/read/2018/02/08/155313126/ini-fasilitas-pasar-ikan-modern-di-muara-baru-jakarta-yang-diresmikan-susi.
L A M P I R A N 1
UKURAN TUBUH MANUSIA SESUAI DENGAN KEBUTUHAN TEMPAT
L A M P I R A N 2
UKURAN TUBUH MANUSIA SESUAI DENGAN KEBUTUHAN TEMPAT
L A M P I R A N 3
DAERAH VISUAL MANUSIA
L A M P I R A N 4
JARAK PANDANG OPTIMAL KE VITRIN
L A M P I R A N 5
DIMENSI LAVATORY DAN WC
L A M P I R A N 6
DIMENSI LAVATORY DAN WC
L A M P I R A N 7
RUANG SIRKULASI VERTIKAL
L A M P I R A N 8
STANDAR RUANG PENIMBANGAN
L A M P I R A N 9
DIMENSI ALAT ANGKUT
L A M P I R A N 10
RUANG PARKIR
L A M P I R A N 11
RUANG PARKIR
L A M P I R A N 12
RUANG PARKIR
L A M P I R A N 13
RUANG PARKIR
L A M P I R A N 14
JENIS DAN UKURAN TANAMAN PADA LANSEKAP
L A M P I R A N 15
JENIS DAN UKURAN TANAMAN PADA LANSEKAP
REDESAIN PASAR TRADISIONAL MODERN DI KOTA MAKASSAR ( PASAR LELONG )
LAPORAN PERANCANGAN
Sebagai Persyaratan Untuk Ujian Akhir Sarjana Arsitektur
Disusun Oleh:
REYNOLD PAPULING 45 13 043 028
PROGRAM STUDI ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BOSOWA MAKASSAR
2019/2020
HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN PERENCANAAN
REDESAIN PASAR TRADISIONAL MODERN DI KOTA MAKASSAR ( PASAR LELONG )
Disusun dan Diajukan Oleh
REYNOLD PAPULING 45 13 043 028
Menyetujui : DOSEN PEMBIMBING
Pembimbing I Pembimbing II
M. Awaluddin Hamdy, ST. M.Si Syam Fitriani Asnur, ST.M.Sc NIK/NIDN : D.0907087002 NIK/NIDN : D.0931087602
Mengetahui :
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi Perancangan Tugas Akhir dengan judul “Redesain Pasar tradisional modern kota makassar / Pasar lelong. Skripsi Perancangan ini disusun sebagai
langkah penulis untuk menyelesaikan pendidikan di Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Bosowa Makassar.
Penulis menyadari bahwa dalam proses penyusunan Skripsi Perancangan Tugas Akhir ini terdapat berbagai kekurangan yang belum sempat terkoreksi mengingat keterbatasan fasilitas dan kapasitas penulis. Penulis tetap mengharapkan masukan, kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak guna perbaikan selanjutnya.
Pada kesempatan ini, dengan penuh rasa hormat penulis mengucapkan terima kasih, yaitu kepada :
1. Keluarga Besar saya yang telah banyak membantu dan memotifasi agar dapat menggapai cita-cita yang saya impikan dari dulu.
2. Ibu Syam Fitriani Asnur, ST.,M.sc selaku Ketua Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Bosowa Makassar.
3. Bapak M.Awaluddin Hamdy, ST.,M.Si selaku Dosen Pembimbing I, dan Ibu Syam Fitriani Asnur, ST.,M.sc selaku Dosen Pembimbing II, atas segala bimbingan, ilmu, dan saran kepada penulis dalam penyusunan Tugas Akhir ini.
4. Bapak M. Awaluddin Hamdy, ST.M.Si. selaku penasehat akademik, serta Bapak Syahril Idris, ST. MSP yang selalu memberikan bimbingan moral dan motivasi kepada saya.
5. Seluruh Dosen dan Staf Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Bosowa Makassar yang telah membantu dan memberikan ilmunya selama penulis belajar di Jurusan Arsitektur Universitas Bososwa Makassar.
6. Serta seluruh pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan Skripsi Perancangan Tugas Akhir ini.
Dengan teriring doa yang tulus, ungkapan terima kasih yang tak
terhingga dan menyadari sepenuhnya akan keterbatasan Skripsi Perancangan Tugas Akhir ini, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Mengharapkan kritik dan saran yang membangun sebagai bahan yang berarti untuk perbaikan di masa mendatang, karena kami sadar bahwa Tugas akhir ini masih jauh dari kesempurnaan. Akhir kata, semoga Skripsi Perancangan Tugas Akhir ini dapat membawa manfaat yang banyak bagi semua pihak, dan semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat dan karunia-Nya dalam segala aktivitas keseharian kita dan menilainya sebagai suatu amal ibadah di sisi-Nya. Aamiin
Makassar, 15 Maret 2019 Penulis
REYNOLD PAPULING 45 13 043 028
DAFTAR ISI
Halaman HALAMAN JUDUL ... i HALAMAN PENGESAHAN... ... ii KATA PENGANTAR ... iii DAFTAR ISI ... v BAB I PENDAHULUAN ...
B. Latar Belakang ... 1 C. Rumusan Masalah ... 2 D. Tujuan Penulisan ... 2 E. Metode dan Sistematika Pembahasan ... 3 1. Metode Penulisan ... 3 2. Sistematika Pembahasan ... 4 BAB II RINGKASAN PROYEK ... 6 a. Data Fisik ... 6 b. Pengertian Proyek ... 6 c. Jenis Kegiatan ... 6 d. Rencana Redesain Tempat Pelelangan Ikan Rajawali ... 7 1. Redesain Bagunan ... 8 2. Redesain Pasar Rajawali ... 7 3. Pasar Tradisional Modern Rajawali ... 9 BAB III PERANCANGAN FISIK PASAR TRADISIONAL MODERN DI
KOTA MAKASSAR (PASAR LELONG) ... 10 A. Acuan Perencanaan Makro ... 10 1. Lokasi ... 10 2. Tapak ... 10 3. Bentuk dan Penampilan Bangunan ... 11 4. Tata Massa ... 13 5. Sistem Sirkulasi ... 14 6. Penempatan Entrance ... 14
7. Perzonaan ... 15 8. Orientasi Bangunan ... 16 B. Acuan Perancangan Mikro ... 17 1. Program Ruang ... 17 C. Besaran Ruang ... 20 D. Bentuk dan Penampilan Bangunan ... 24
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pasar tradisional merupakan pasar yang berperan penting dalam memajukan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan memiliki keunggulan bersaing secara alamiah. Pasar jenis ini ksusunya di Kota Makassar masih sangat diminati oleh masyarakat selain harga yang terjangkau juga dari keberadaannya yang mudah dijumpai. Selain itu, pertumbuhan ekonomi di kalangan masyarakat tertentu juga dibantu dari sektor dagang khusunya bagi pelaku dagang (jual beli). Pasar pada umumnya memiliki pandangan tersendiri dari masyarakat bahwa kesan pasar ialah cenderung kumuh, kotor, becek, tidak terawat, tempat kriminal (copet, pungli), minimnya lahan parkir dan mempunyai tingkat kualitas hunian yang rendah.
Program revitalisasi terhadap pasar tradisional yang dicanangkan oleh pemerintah, meskipun bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pasar tapi pada kenyataanya tidak sepenuhnya menunjukkan keberhasilan. Sebagian besar pasar yang terbangun dari program revitalisasi ini sepenuhnya belum berfungsi optimal. Perancangan fisik bangunan menjadi salah satu penyebab pasar tradisional yang terbangun akhirnya sepi (Sitompul, 2012: 143-144).
Selain itu, upaya mewujudkan pasar-pasar tradisonal khusunya pasar ikan menjadi pasar ikan modern (adanya revitalisasi) ini untuk mengubah anggapan masyarakat bahwa pasar ikan selalu kumuh dan
kotor. Berdasarkan kutipan wawancara Ibu Susi Pudjiastuti selaku Menteri Kelautan dan Perikanan "Kalau kita bersihkan pasar, masyarakat akan senang makan ikan. Dengan pasar ikan modern, saya yakin akan bisa meningkatkan kesukaan minat dan masyarakat untuk datang dan beli," ujar beliau di Pasar Ikan Muara Baru, Jakarta, Kamis (8/2/2018). Lanjutnya,
"Saya lebih senang, kalau banyak pasar begini angka konsumsi ikan lebih naik". Pembangunan pasar ikan modern ini tidak hanya dibangun di Jakarta saja, tetapi akan dibangun di seluruh kota di Indonesia. Hal ini menandakan bahwa keberadaan pasar ikan modern khususnya di Makassar adalah impian semua pihak.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah saya jabarkan, maka permasalahan yang akan dikaji adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana merencanakan tata massa bangunan pada TPI Rajawali?
2. Bagaimana menentukan kebutuhan ruang yang didasari oleh aktivitas di dalamnya?
3. Bagaimana menentukan pola tata ruang yang menciptakan suasana nyaman, bersih dan memberikan kesan komunikatif bagi pedagang dan pembeli?
C. Tujuan Penulisan
Untuk menyusun suatu acuan perancangan Pusat Pelelangan Ikan di Kota Makassar, yang hasilnya berupa rumusan konsep perancangan pada tata masa bangunan, ruang-ruang yang sesuai dengan kebutuhan PPI serta
menciptakan suasana nyaman, bersih dan komunikatif bagi pengguna bangunan dan bisa merancang bangunan fisik sesuai dengan kebutuhan bangunan.
D. Metode dan Sistemtika Pembahasan 2. Metode Penulisan
Metode pembahasan dilakukan dengan metode deskriptif dan eksploratif, yaitu menguraikan dan menjelaskan data kualitif dan kata kuantitatif. Kemudian dianalisa untuk memperoleh suatu kesimpulan.
Ada berbagai cara yang dilakukan untuk pengumpulan data. Guna mendukung penyusunan laporan ini, data dan informasi di peroleh melalui:
b. Studi Lapangan
Tinjauan ke lokasi yang akan dibangun objek rancangan.
Mempelajari karakteristik dan potensi dari lokasi site yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam perancangan objek, seperti:
1) Melakukan survey lapangan
2) Mengamati lokasi Pasar Lelong secara langsung sebagai objek perancangan.
e. Studi Literatur
Mempelajari hal-hal yang terkait dengan objek rancangan melalui buku-buku dan website di internet yang menyangkut tentang Pasar Ikan dan Pusat Pelelangan Ikan (PPI)
f. Studi Banding
Melakukan perbandingan dan pengamatan pada objek-objek yang sejenis, mengamati kegiatan yang berhubungan dengan objek rancangan, kebutuhan ruang, dan sistem operasional.
g. Wawancara
Melakukan tanya jawab dengan pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan objek rancangan.
2 Sistematika Pembahasan
Kerangka bahasan laporan perencanaan dan perancangan Tugas Akhir Mahasiswa Arsitektur dengan judul Redesain Pasar Lelong di Kota Makassar adalah sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Berisikan latar belakang, tema proyek, tujuan dan sasaran, metode penulisan dan sistematika bahasan yang mengungkapkan permasalahan secara garis besar serta alur pikir dalam menyusun Landasan Program Perencanaan dan Perancangan.
BAB II TINJAUAN UMUM
Pada bab 2 ini berisi tentang Tinjauan umum, Landasan Teori, dan study banding berdasarkan kepada data dan referensi yang ada.
BAB III TINJAUAN KHUSUS
Menguraikan mengenai kondisi fisik dan non fisik Kota Makassar, kondisi Pasar Lelong sebagai Pusat Pelelangan Ikan di Kota Makassar.
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
Menyimpulkan dan menguraikan mengenai batasan dan anggapan yang digunakan untuk Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur
BAB V ACUAN PERANCANGAN
Menguraikan entang acuan dasar perancangan sebagai acuan dalam desain fisik bagunan pasar.
BAB VI PENDEKATAN ACUAN
PERANCANGAN
Membahas mengenai pendekatan secara menyeluruh Program Perencanaan dan Perancangan, yaitu pendekatan aspek fungsional, pendekatan aspek kinerja, pendekatan aspek teknis, pendekatan aspek kontekstual, pendekatan aspek arsitektural serta penekanan desain.
BAB II
RINGKASAN PROYEK A. DATA FISIK
Nama Proyek : REDESAIN
PASAR TRADISIONAL
MODERN DI KOTA MAKASSAR (PASAR LELONG)
Lokasi Proyek : Kota Makassar Kecamatan Mariso Kelurahan Panambungan
Pemilik Proyek : Pihak PEMKOT Makassar Luas Stapak : 4.237 m²
B. PENGERTIAN PROYEK
Pasar pelelangan ikan Rajawali atau lebih dikenal dengan sebutan Pasar Lelong yang bersal dari kata lelang adalah salah satu dari dua pasar ikan atau tempat pelelangan ikan di Kota Makassar selain Tempat Pelelangan Ikan.
C. JENIS KEGIATAN
Di pasar ini terdapat 150 pedagang kurang lebih yang masih aktif. Ruang pedagang berjualan adalah terletak pada bangunan bagian belakang sebagai tempat pelelangan ikan (Gedung pasar) dan di pelatara-pelataran pasar.
Beberapa di antaranya bahkan menjual di tempat parkir.
D. RENCANA REDESAIN TEMPAT PELELANGAN IKAN RAJAWALI
1. Redesain Bangunan
Redesain bangunan dalam hal ini dimaksudkan adalah mengubah desain bentuk, ukuran, struktur dan mekanikal dan elektrikal. Bentuk bangunan bisa berubah secera total ataupun ada beberapa bagian yang tetap dipertahankan berdasarkan beberapa pertimbangan. Sama halnya dengan bentuk, ukuran bangunan pun akan berubah sesuai dengan pertimbangan kebutuhan dan tingkat kunjungan masyarakat ke Psar Lelong berdasarkan studi kasus di lapangan.
Selain itu, kondisi pasar yang masih terkesan kumuh akan dilakukan beberapa penyegaran secara fisik pada bangunan. Serta beberapa penambahan beberapa fasilitas yang diperlukan guna menunjang aktivitas pasar sebagai Pasar Ikan dan Tempat Pelelangan Ikan di Kota Makassar.
2. Redesain Pasar Rajawali
Di mana akan ada penambahan atau penggabungan antara pasar ikan dan sayur yang akan di satukan dalam satu pasar, sehingga kompleks perumahan kokolojia akan bersih dari pedagang yang berjualan di sepanjang jalan kompleks perumahan. pasar lelong akan lengkap oleh tempat perbelanjaan untuk makanan. Desain yang akan di terapkan adalah pasar tradisional modern yaitu bangunan yang berbentuk klasik namun material yang di gunakan modern. Acuan atau parameter Pasar Rajawali ialah Pasar ikan muara baru, di mana pasar ikan ini seperti pasar ikan
Tsukiji Jepang selain itu pasar ikan ini di lengkapi kios, foodcourt, dan masjid, oleh sebab itu berikut dasar-dasar pertimbangan pembangunan : Dasar pertimbangan redesain Pasar Lelong adalah sebagai berikut:
a. Site
1. Luas tapak 4.237 m² atau 0,4Ha 2. Topografi tanah yang relatif datar
3. Berdampingan langsung dengan laut/pulau reklamasi b. Sirkulasi Luar Bangunan
Sirkulasi pada pasar ini tergolong mudah. Terdapat dua jalur yaitu jalur masuk dan jalur keluar. Akan tetapi pada pagi hari khususnya di hari ahad yang aktivitas masyarakat di sekitar tapak adalah ibadah gereja bagi umat Kristen ataupun dilakukan penutupan jalan di Jalan Nusantara (car free day) menyebabkan lajur di depan tapak tersendak sehingga terjadi penumpukan kendaraan. Dan hal ini secara tidak angsung mempengaruhi terhadap akses sirkulasi luar bangunan.
Selain itu, pemanfaatan trotoar di depan pasar pun berganti menjadi lapak-lapak pedagang kaki lima, sehingga trotoar tidak berfungsi sebagamana mestinya. Secara tidak langsung hal ini berpengaruh terhadap akses pengunjung pejalan kaki. Oleh sebab itu, selain pemindahan dan penambahan lapak pedagang kaki lima ke dalam area pasar, juga dilakukan penyegaran atau penambahan pedestrian.
c. Sirkulasi Dalam Bangunan
Pola sirkulasi dalam bangunan Pasar Lelong cenderung terganggu oleh aktivtas pedagang yang tidak taat aturan pasar. Contoh, tempat parkir dijadikan lahan lapak, yang seharusnya sirkulasi pejalan kaki justru dipersempit oleh lapak-lapak pedagang.
3. Pasar Tradisonal Modern Rajawali
Beberapa hal yang digunakan sebagai acuan atau parameter dalam merancang sebuah pasar tradisional modern, anatara lain: (Suardana, 2017)
1. Ruang kegiatan jual beli berdasarkan kelompok pedagang;
2. Mewujudkan sirkulasi yang efektif;
3. Terlindung dari pengaruh cuaca, hujan, panas, dan bau;
4. Mewujudkan ruang emergency bagi publik;
5. Manfaatkan pemasukan cahaya alami;
6. Memaksimalkan sirkulasi udara secara maksimal;
7. Struktur rangka ruang bersifat fleksibel;
8. Ruang parkir yang cukup dan berpeluang untuk dikembangkan;
9. Menyelesaikan secara teknis dan arsitektural sanitasi lingkungan;
10. Mewujudkan rancangan yang memberi rasa aman dan nyaman.
Dari ke sepuluh parameter acuan rancang sebuah pasar tradisional modern di atas oleh I Nyoman Gede Suardana, dapat disederhanakan lagi menjadi poin utama yang harus dipenuhi dalam mewujudkan pasar tradisional moder melalui teknologi bangunan.
BAB III
PERANCANGAN FISIK PASAR TRADISIONAL MODERN DI KOTA MAKASSAR (PASAR LELONG)
A. Acuan Perancangan Makro 1) Lokasi
Lokasi puasat pasar grosir berada di Kec.Wajo, Kel. Butung, lokasi ini sesuai dengan RTRW Kota Makassar tahun 2010, dengan pembangunan perdangangan berada pada pusat kota atau kota lama di kota Makassar, 2) Tapak
Gambar 1.1: Kondisi Tampak Depan Pasar Lelong Sumber: Google Earth, 2019
Kegiatan pada suatu tapak tidak terlepas dari pengaruh timba balik dari kegiatan-kegiatan dan fasilitas lainnya baik kegiatan yang mendukung ataupun kegiatan yang tidak mendukung terhadap fungsi bangunan atau kondisi tapak itu sendiri.
Berikut adalah tinjauan kondisi awal (existing condition):
a. System Lingkungan
1. Sebelah utara adalah area pertokoan;
2. Sebelah timur adalah jalan raya Rajawali dan daerah permukiman;
3. Sebelah selatan adalah daerah kantor dan pertokoan;
4. Sebelah barat adalah laut dan reklamasi d. System Sanitasi
System sanitasi tidak baik dan tidak ramah lingkungan karena pembuangan limbah dan air hujan dialirkan langsung ke laut sehingga menyebabkan laut jadi kumuh.
e. Pola Jalan
Gambar 1.2: Kondisi Tampak Depan Pasar Lelong Sumber: Google Earth, 2019
1. Arus transportasi yang padat;
2. Kondisi jalan utama yaitu Jalan Rajawali yang satu arah ke arah utara.
3) Bentuk dan Penampilan Bangunan
Bentuk dan penampilan bangunn didesain berdasarkan beberapa pertimbangan sebagai berikut:
a) Disesuaikan dengan kondisi tapak
b) Disesuaikan dengan fungsi banguanan sebagai pasar ikan c) Bentuk bangunan akan mengikuti sifat pasar yang modern d) Mengambil unsur tradisional budaya Makassar
e) Selaras dengan lingkungan iklim setempat
Konsep bentuk bangunan merupakan bentuk bangunan modern dengan tampilan yang terkesan tidak monoton dan bebas.
Akan tetapi, unsur tradisional pada bangunan akan tetap ada dengan mengadopsi unsur tradisional khas dari budaya setempat yaitu Bugis Makassar. Beberapa contoh bangunan di bawah yang terkenal di Kota Makassar adalah bangunan yang tetap mempertahankan arsitektur tradisonal dengan menonjolkan timpa laja sebagai aksen sentuhan arsitektur tradisional pada bangunan tersebut. Jadi pada TPI Rajawali nantinya akan mengunsung konsep yang sama.
Gambar 1.3: Timpa laja Sumber: Google, 2019
Gambar 1.4: Timpa laja – Gedung Gubernur Sul-Sel Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2019
Gambar 1.5: Timpa laja – Gedung DPRD Sul-Sel Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2019
4) Tata Massa
A. Tata Massa Luar
Tata ruang luar berfungsi sebagai elemen penunjang arsitektural dan estetika bagi tapak, sehingga memberikan karekteristik pada bangunan serta menunjang penampilan bagunan
1. Ruang tangkap visual 2. Memperluas sosok banguan 3. Pedestrian
4. Ruang interaksi sosial 5. Area hijau
Gambar 1.6: Tata Massa TPI Rajawali Sumber: Penulis, 2019
5) Sistem Sirkulasi
Sistem sirkulasi yang digunakan bertujuan untuk menciptakan efisiensi dan efektivitas dalam koordinasi hubungan dan fungsi ruang.
Sistem sirkulasi yang dipakai adalah sistem memusat, dan linier.
Adapun sirkulasi pada pasar dapat dibedakan menjadi beberapa bagian, antara lain:
a) Sirkulasi pengunjung b) Sirkulasi pengelola c) Sirkulasi barang 6) Penempatan Entrance
Dasar pertimbangan:
a) Capaian terhadap bangunan dirancang dengan akses yang lebih dari satu
b) Pencapaian melalui akses utama adalah pencapaian langsung dengan mempertimbangkan aspek kemudahan dalam mengenali akses utama.
Gambar 1.7: Penempatan Entrance TPI Rajawali Sumber: Penulis, 2019
Penempatan main entrance berada tepat Jalan Rajawali. Selain kondisi site, juga merupakan alternative paling tepat dalam penempatan jalur masuk keluarnya kendaraan ataupun pengunjug Tempat Pelelangan Ikan Rajawali.
7) Penzonaan
Pengaturan zonasi pada pasar merupakan hal yang harus diperhatikan karena akan mempengaruhi tingkat kenyamanan pembeli dan tingkat pendapatan penjual. Pengelompokkan jenis dagangan pada area tertentu akan mempermudah pembeli untuk menemukan barang yang dicari.
8) Orientasi Bangunan
Dasar penentuan orientasi bangunan adalah:
1. Orientasi terhadap iklim (matahari dan angin)
Gambar 1.8: Kondisi Tampak Depan Pasar Lelong Sumber: Penulis, 2019
Site yang mengarah tepat pada bagian timur sehingga site akan menerima cahaya ataupun panas matahari langsung. Hal ini bias memberikan keuntungan tersendiri pada site atau bangunan nantinya atau bahkan justru berdampak negatif jika tidak dikelola dengan baik seperti rasa panas oleh pengunjung nantinya.
Gambar 1.9: Arah Angin Sumber: Penulis, 2019
Site yang langsung berada langsung pada bagian dari laut reklamasi sehingga memberikan keuntungan tersendiri dari segi
penghawaan nantinya yaitu anngin yang bertiup langsung dari laut ke Arah site.
2. Orientasi terhadap system sirkulasi (penataan pohon sebagai filter untuk melembutkan hembusan angin dan menyaring sinar matahari langung pada bangunan).
B. Acuan Perancangan Mikro 1. Program Ruang
Kebutuhan ruang diperlukan berdasarkan atas:
a. Berdasarkan aktivitas yang diwadahi, yaitu sebagai berikut:
1. Kebutuhan ruang jual beli berupa ruang penjualan dan ruang pelayanan jasa;
2. Kebutuhan ruang untuk kegiatan sirkulasi berupa ruang selasar, plasa atau ruang terbuka untuk istirahat;
3. Kebutuhan ruang untuk kegiatan penunjang berupa kantor pengelola pasar, ATM Centre, mushola, kantin, restoran dan ruang keamanan.
b. Berdasarkan jenis materi dagangan yang diperjualbelikan:
1. Ruang penjualan barang kebutuhan sehari-hari;
2. Ruang penjualan barang kebutuhan berkala;
3. Ruang penjualan barang kebutuhan khusus;
4. Ruang untuk pelayanan jasa