Penelitian yang berfokus pada kompetensi professional dan implikasinya terhadap kinerja guru Pendidikan Agama Islam bukanlah suatu penelitian yang baru, akan tetapi sudah pernah dilakukan sebelumnya, sehingga peneliti mencantumkan penelitian sebelumnya sebagai media perbandingan bagi orisinalitas penelitian, dapat dijelaskan bahwa posisi penelitian ini adalah tindak lanjut dari penelitian sebelumnya. Penelitian ini akan mengkaji tentang kompetensi professional dan implikasinya terhadap kinerja guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 3 Malang dan SMK Nasional Malang. Perbedaan mendasar penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian terdahulu terletak pada kompetensi professional guru Pendidikan Agama Islam di sekolah umum.
Terkait dengan orisinalitas penelitian, ada beberapa hasil studi penelitian terdahulu yang penulis anggap mempunyai relevansi dengan penelitian ini, dan bisa dijadikan acuan untuk memberikan sentuhan baru atau pandangan baru dengan penelitian yang akan dilakukan.
Munji Jakfar 2014, “Kompetensi Kepemimpinan Guru Agama Islam di Madrasah Aliyah Negeri Se-Kulon Progo Yogyakarta”. Master Thesis, 2014, UIN Sunan Kalijaga.Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field Research), pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi.Analisis data dilakukan dengan
kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan, (1) kompetensi kepemimpinan guru agama Islam Madrasah Aliyah Negeri se-Kulon Progo termasuk dalam kategori baik., (2) pengembangan kompetensi kepemimpinan guru agama Islam, yang telah dilakukan guru agama Islam sendiri, serta pengembangan kompetensi yang telah dilakukan oleh Kepala Madrasah terhadap guru agama Islam termasuk dalam kategori baik., (3) faktor-faktor yang mendukung dalam pengembangan kompetensi kepemimpinan guru agama Islam adalah adanya motivasi guru agama Islam itu sendiri, keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan keagamaan di madrasah, adanya perpustakaan dengan buku-buku yang lengkap, adanya program pengembangan diri dalam bentuk diklat fungsional. Sedangkan faktor penghambatnya antara lain: adanya ketrbatasan waktu dan alokasinya dalam mengikuti program pengembagan diri tersebut, kurangnya sarana/fasilitas di madrasah tersebut dalam menunjang
kompetensi guru, dan kurangnya diklat fungsional bagi guru agama Islam.9
Syukri Indra 2016, “Pengaruh Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Profesional Guru PAI terhadap Prestasi Belajar PAI pada Siswa di SMK Farmako Medika Plus Caringin – Bogor”. Master Thesis, IAIN Surakarta.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalampenelitian ini adalah angket, wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisa data menggunakan regresi
9
Jakfar, Munji. Kompetensi Kepemimpinan Guru Agama Islam di Madrasah Aliyah
berganda.Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang positif dancukup signifikan dari kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru PAIterhadap prestasi belajar pada siswa di SMK Farmako Medika Plus Caringin Bogor,sehingga semakin baik kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru makaakan semakin baik pula
prestasi belajar siswa.10
Mis‟al 2014,“Pengaruh Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMAN 1 Pemalang”. Master Thesis, STAIN Pekalongan. Penelitianinimenggunakanpendekatan kuantitatif, teknikpengumpulan data meliputiinstrumen, wawancara, danstudidokumentasi, dan teknikanalisa data menggunakanteknikproduct moment. Hasil penelitian menghasilkan data akhir dengan Rxy sebesar = 0,397 yang berarti terdapat hubungan kompetensi profesional guru terhadap prestasi belajar siswa walaupun hubungan positif itu hanya pada tingkat rendah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternative (Ha) diterima dan hipotesis nihil (Ho) ditolak, ini mengandung pengertian bahwa kompetensi professional guru berhubungan dengan prestasi belajar siswa dalam bidang Pendidikan Agama Islam meskipun
hanya pada taraf rendah.11
10
Indra, Syukri. Pengaruh Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Profesional Guru PAI
terhadap Prestasi Belajar PAI pada Siswa di SMK Farmako Medika Plus Caringin – Bogor,
Surakarta: Tesis, 2016.
11Mis‟al. Pengaruh Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap
Muhammad Yusuf 2016, “Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kompetensi Guru Terhadap Kinerja Guru serta Implikasinya pada Prestasi Belajar Siswa di SMP Negeri 1 Batujajar”. Master Thesis,UNPAS. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan verifikatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur. Seluruh hipotesis yang diuji seluruhnya berpengaruh signifikan. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru 49,6%, pengaruh kompetensi guru terhadap kinerja guru 32%, pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan kompetensi guru terhadap kinerja guru secara keseluruhan sebesar 81,2% dan pengaruh kinerja guru terhadap prestasi belajar siswa adalah sebesar 82,0%. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah dan kompetensi guru berpengaruh terhadaptinggi rendahnya kinerja guru dan berimplikasi
terhadap rendahnya prestasi belajar siswa.12
Lisa Handayani 2014,“Evaluasi Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Negeri Kabupaten Klaten yang Mengimplementasikan Kurikulum 2013”. Master Thesis,UNY.Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan menggunakan model evaluasi kesenjangan (discrepancy).Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru PAI dan BP di SMPN Kabupaten Klaten yang mengimplementasikan Kurikulum 2013 berdasarkan tugas utama termasuk dalam kategori baik.
12 Yusuf, Muhammad.Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kmpetensi Guru
Terhadap Kinerja Guru serta Implikasinya pada Prestasi Belajar Siswa di SMP Negeri 1 Batujajar,UNPAS: Thesis, 2016.
Hal ini didasarkan pada penilaian kepala sekolah, rekan sejawat, dan peserta didik terhadap kinerja guru PAI dan BP di SMPN Kabupaten Klaten termasuk kategori sangat baik dan baik. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ada perbedaan rerata skor kinerja guru pada tugas utama (mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, serta menilai dan mengevaluasi) antara hasil penilaian kepala sekolah, rekan sejawat, dan peserta didik. 1) Pada tugas mendidik, melatih, serta menilai dan mengevaluasi terdapat perbedaan penilaian antara peserta didik dengan kepala sekolah. 2) Pada tugas mengajar terdapat perbedaan penilaian antara peserta didik dengan kepala sekolah, maupun peserta didik dengan rekan sejawat. 3) Pada tugas mengarahkan terdapat perbedaan penilaian antara rekan sejawat dengan kepala sekolah. 4) Pada tugas membimbing tidak terdapat perbedaan penilaian yang diberikan oleh peserta didik, rekan sejawat, maupun kepala sekolah. Kepala sekolah memberikan nilai paling tinggi dibandingkan dengan penilai lainnya pada
seluruh tugas utama.13
13Handayani, Lisa. Evaluasi Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di
SMP Negeri Kabupaten Klaten yang Mengimplementasikan Kurikulum 2013, Yogyakarta:Tesis,
Lebih rinci orisinalitas penelitian dapat dilihat pada table dibawah ini: Table 1.1