• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

F. ORISINALITAS PENELITIAN

Orisinalitas Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang hubungan penelitian yang diajukan dengan penelitian sejenisnya yang pernah dilakukan terdahulu, sehingga menghindari adanya keterulangan dalam pengkajian materi yang akan di teliti.

Sesuai dengan informasi yang didapatkan, terdapat beberapa

tulisan Tentang pemikiran Nurcholish Madjid yang ditinjau

dariberbagaiaspek,diantaranya sebagai berikut:

1. Edi Susanto; Pemikiran Nurcholish Madjid tentang Pendidikan Agama Islam Multikultural Pluralistik (Perspektif Sosiologi Pengetahuan); Penelitian ini bermaksud mendeskripsikan konsep Pendidikan Agama (Islam) dalam perspektif Nurcholish Madjid, background gagasan Nurcholish Madjid tentang Pendidikan Agama (Islam) multikultural pluralistik dan aplikasi perspektif Nurcholish Madjid tentang konsep Pendidikan Agama Islam multikultural pluralistik. Penelitian ini merupakan studi kombinatif antara studi pustaka dan penelitian lapangan, dengan menggunakan perspektif sosiologi pengetahuan. Sumber data menggunakan karya-karya Nurcholish Madjid dan data hasil observasi, wawancara dan data dokumenter. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, Konsep pendidikan agama (Islam) multikultural-pluralistik yang digagas Nurcholish Madjid bertitik tolak dari konsep filosofis-antropologis manusia sebagai „Abd Allah dan khalifah Allah yang kualitas kemanusiaannya berproses sehingga memerlukan mujahadah dalam menyempurnakannya. Mujahadah itu diproses melalui medium

pendidikan agama (Islam) yang menekankan pada tercapainya nilainilai akhlak terpuji. Sebagai sebuah konsep filosofis, pemikiran Nurcholish Madjid masih bersifat umum dan berupa mozaik pemikiran yang memerlukan konstruksi yang lebih sistematis. Dalam konteks ini, Nurcholish membuka kesempatan kepada generasi penerusnya untuk memberi muatan terhadap konsep-konsep filosofis abstraktif tersebut sesuai dengan dinamika dan tuntutan zamannya. Kedua, Gagasan Nurcholish Madjid tentang Pendidikan agama (Islam) berwawasan multikultural dilatarbelakangi oleh beragam faktor. Latar belakang keluarga, lingkungan sosial, teman pergaulan, riwayat pendidikan yang diterima Nurcholish Madjid dan cara bacanya terhadap realitas dinamika sosial politik umat Islam Indonesia merupakan sekian banyak faktor yang mempengaruhi secara adequatifsimultantif terhadap refleksi pemikiran Nurcholish. Ketiga, gagasan Nurcholish Madjid tentang Pendidikan Agama (Islam) berwawasan multikultural-pluralistik diaplikasikan secara nyata melalui kegiatan Yayasan Paramadina dan Yayasan Madania dengan segala amal usahanya yang secara konsisten dan ekstensif mempraktikkan nilai-nilai pluralisme, inklusivisme dan keterbukaan dalam ber-Islam. Praktik nilai-nilai di atas dicobatanamkan melalui konstruksi dan muatan kurikulum Pendidikan Agama Islam yang lebih

bernuansa toleran, terbuka dan alergi pada truth claim.20

20

Edi Susanto; Pemikiran Nurcholish Madjid tentang Pendidikan Agama Islam Multikultural

Pluralistik Perspektif Sosiologi Pengetahuan. (Surabaya: IAIN Sunan Ampel Program

2. Khusnul Itsariyati, Konsep Pembaharuan Pendidikan Islam Nurcholish Madjid (Tinjauan Filosofis dan Metodologis). Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan filosofis, dengan filsafat pendidikan Progressivisme sebagai kerangka teoretiknya. Karena penelitian ini bersifat kualitatif, maka metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif-analitik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam menurut Nurcholish Madjid harus dapat memberikan arah pengembangan dua dimensi bagi peserta didik, yakni dimensi ketuhanan dan dimensi kemanusiaan. Jika diklasifikasikan, maka konsep pembaharuan pendidikan Islam Nurcholish Madjid merupakan sebentuk corak pendidikan progressif plus spiritualitas. Hal ini dibuktikan dengan memperhatikan dua orientasi pendidikan di atas

dan prinsip-prinsip pemikiran Nurcholish Madjid yang kerap

menekankan sikap terbuka, fleksibel, kritis dalam berpikir; gagasan tentang demokrasi; desakralisasi atau sekularisasi; atau cita-cita masyarakat madani yang toleran dan plural. Kesemua modalitas ini kemudian diwujudkan sebagai agenda pembaharuan pendidikan Islam melalui seperangkat metodologi yang beberapa di antaranya telah penulis identifikasi sebagai metode berpikir rasional, metode pemecahan masalah, eksperimen, kontemplasi, diskusi, dan penguasaan bahasa

asing.21

21

Khusnul Itsariyati, Konsep Pembaharuan Pendidikan Islam Nurcholis Madjid (Tinjauan Filosofis dan Metodologis) (Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2011)

3. Narisan, Sistem Pendidikan Pesantren Menurut Nurcholish Madjid. Dalam penelitian ini diungkap berbagai kontribusi pemikiran Nurcholish Madjid terhadap sistem pendidikan pesantren di Indonesia. Penelitian literer yang bersifat deskriptif dengan sumber primer karya-karya Nurcholish Madjid yang berkaitan dengan tema penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan hermeneutik dengan metode analisa interpretasi lingustik dan sosial background yang melingkupinya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Nurcholish Madjid secara umum menyoroti tiga aspek dalam sistem pendidikan pesantren ini, yaitu; pertama, segi metodologi pengajaran pesantren yang masih sentralistik pada satu kekuasaan tertinggi kiai. Kedua, segi tujuan dari pendidikan terlalu melulu mengurus akhirat sedangkan dunia selalu terabaikan, dan ketiga, adalah segi kurikulum, dimana materi pengajaran pesantren hanya berkutat di bidang agama dan moral. Modernisasi yang diusung lebih bertujuan agar pesantren yang notabene sangat kuat keagamaannya sangat cocok untuk menerapkan sistem pendidikan modern, dimana manusia liberal yang lebih mengedepankan akal akan terimbangi dengan kuatnya segi keagaman yang didapat di pesantren. Nurcholish Madjid melihat potensi pesantren Indonesia bisa menjadi solusi bagi sistem pendidikan nasional dengan syarat harus membenahi sedikitnya tiga aspek di atas. Yaitu dengan memaknai kembali pemahaman pembaharuan pesantren, memiliki jiwa kepemimpinan yang legitimate dan mempunyai skill dalam proses

perubahan dan visi pendidikan pesantren harus dipertegas dan

dikembangkan.22

4. Kurniawan, Fakultas Ushuluddin, yang berjudul “Pluralisme dan Dialog Agama Studi atas Pemikiran Nurcholish Madjid”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengenal pemikiran Nurcholish Madjid tentang pluralisme dan dialog antar agama, memberi pemahaman kepada masyarakat secara luas atau pada umumnya bahwa sikap benar sendiri bukan hanya bertentangan dengan agama, melainkan bertentangan juga dengan hati nurani. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan teknik penelitian kepustakaan. Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa, Menurut Nurcholish Madjid dialog agama bukan saja dimungkinkan, melainkan harus dan diperlukan. Kesimpulan penelitian ini adalah pluralisme agama hanyalah entitas yang berbeda dalam level eksoteris, sedang dalam level esoteris, agama-agama saling bertemu atau mencapai quot;titik temu quot;. Sebagai hukum Allah, pluralisme adalah niscaya. Begitu juga dengan kemajemukan agama. Masing-masing umat harus melihat perbedaan bukan sebagai ajang perpecahan dan menuai penderitaan, melainkan harus dengan sikap rendah hati, terbuka dan toleran untuk menjalin persahabatan, mencapai

kata mufakat, dan mencapai kedamaian yang dijanjikan Tuhan.23

22

Narisan, Sistem Pendidikan Pesantren Menurut Nurcholish Madjid. (Yogyakarta: UIN Suka Fakultas Tarbiyah, PAI, 2009)

23

Kurniawan, Pluralisem dan Dialog Agama Studi atas Pemikiran Nurcholish Madjid, Tesis (Yogyakarta: UIN Suka Fakultas Ushuluddin, 2003)

Secara keseluruhan penelitian-penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya berbeda dari penelitian ini. Hal itu setidaknya jika diamati dari segi tujuan penelitiannya. Tujuan dari penelitian-penelitian sebelumnya ialah menemukan gagasan-gagasan Nurcholish Madjid mengenai pendidikan Islam (Pemikiran Nurcholish Madjid tentang pendidikan Agama Islam multikultural karya Edi Susanto, konsep pembaruan pendidikan Islam Nurcholish Madjid karya Khusnul Itsariyati, sistem pendidikan pesantren Menurut Nurcholish Madjid karya Narisan, Pluralisme dan Dialog Agama Studi atas Pemikiran Nurcholish Madjid karya Kurniawan). Sedangkan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk menemukan gagasan, konsep, ide Islam liberal Nurcholish Madjid, untuk dikembangkan dalam pendidikan Islam di Indonesia.