• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

B. Pelatihan Keterampilan Otomotif

3. Otomotif

Otomotif adalah ilmu yang mempelajari tentang alat-alat transportasi darat yang menggunakan mesin, terutama mobil. Otomotif mulai berkembang sebagai cabang ilmu seiring dengan diciptakannya mesin mobil. Dalam perkembangannya, mobil semakin menjadi alat transportasi yang kompleks yang terdiri dari ribuan komponen yang tergolong dalam puluhan sistem dan subsistem.43

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia otomotif adalah sesuatu yang berhubungan dengan sesuatu yang berputar dengan sendirinya.

43

PROFIL PERUSAHAAN

A. Sejarah Mercedes-Benz Indonesia

Pada tahun 1970, pemerintahan Orde Baru (1968-1998) mendorong dilakukannya perakitan (assembling) mobil di dalam negeri, yang dimulai dengan mengambil ancang-ancang untuk melarang dimasukkannya mobil dalam keadaan utuh, atau completely built-up (CBU). Dengan kata lain, mobil harus dimasukkan dalam keadaan terurai atau completely knocked-down (CKD) dan dirakit di dalam negeri.

Dalam kaitan itulah, H.M. Joesoef Abdillah bermitra dengan Ibnu Sutowo melobi dan membujuk Daimler-Benz AG sebagai perusahaan pembuat mobil Mercedes-Benz untuk membuka Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) dan mendirikan pabrik perakitan di Indonesia. Upaya H.M. Joesoef Abdillah itu ditanggapi positif oleh Daimler-Benz AG, dan langkah-langkah persiapan pun dimulai. Termasuk, menjajaki kerja sama dengan Volkswagen dalam merakit kendaraan di Indonesia.

Pada tanggal 8 Oktober 1970, keagenan Mercedes-Benz di Indonesia secara resmi diambil alih oleh PT Star Motors Indonesia, sebagai ATPM Produk Daimler-Benz AG untuk Indonesia. PT Star Motors Indonesia merupakan perusahaan patungan (joint venture) antara Daimler-Benz AG dan PT Gading Mas (tahun 1983 menjadi PT Lima Satrya Nirwana).

Pada saat yang sama, didirikan juga PT German Motor Manufacturing sebagai Pabrikan dan Perakitan Produk Daimler-Benz di Indonesia. PT German

Motor Manufacturing, yang merupakan perusahaan patungan antara Daimler-Benz AG, DEG-Jerman Barat, dan PT Gading Mas, berkantor di Jalan Sulawesi 1, Tanjung Priok. Dalam kesempatan itu pula, ditetapkan bahwa Mercedes-Benz akan bekerja sama dengan Volkswagen dalam merakit kendaraan di Indonesia.

Berdirinya PT Star Motors Indonesia, sebagai ATPM Mercedes-Benz di Indonesia, dan PT German Motor Manufacturing, secara resmi menandai dimulainya era Mercedes-Benz Group di Indonesia di bawah kepemimpinan H.M. Joesoef Abdillah. Sejak saat itu, H.M. Joesoef Abdillah dikenal sebagai Pendiri Mercedes-Benz Group di Indonesia.

Dan, pada tahun berikutnya, tahun 1971, kendaraan niaga Mercedes-Benz Tipe 911 mulai dirakit di Tanjung Priok. Iklan PT Star Motors Indonesia muncul dengan ukuran setengah halaman di harian Kompas, 11 November 1971. Melalui iklan tersebut diumumkan kehadiran truk diesel Mercedes-Benz 4-5-6 ton dan bus diesel dengan 20-50 tempat duduk mulai Januari 1972.

Pada tahun 1973, satu tahun setelah PT German Motor Manufacturing merakit kendaraan niaga Mercedes-Benz, seperti bus dan truk di Tanjung Priok maka mulai dirakit juga sedan Mercedes-Benz W115 Tipe 200, 240D (diesel), dan Tipe 280.

Sedan-sedan Mercedes-Benz hasil rakitan PT German Motor Manufacturing, yang masuk ke pasar pada paruh kedua tahun 1974, langsung diserbu konsumen, khususnya Tipe 200 dan Tipe 280. PT Star Motors Indonesia dan PT German Motor Manufacturing pun kewalahan melayani jumlah pesanan yang terus meningkat. Sampai-sampai ada pemesan harus menunggu lebih dari satu tahun. Persoalannya, kapasitas produksi PT German Motor Manufacturing

pada saat itu baru 7 mobil per hari, atau 210 mobil per bulan. Padahal larangan impor mobil dalam bentuk CBU telah mulai diberlakukan pada tanggal 22 Januari 1974.

Pada tahun 1977, Kantor Layanan Purna Jual Mercedes-Benz pindah ke Jalan RE Martadinata Kilometer 7, Ciputat, Tangerang. Dan, tahun berikutnya, tahun 1978, Kantor Pusat Layanan Purna Jual ini diresmikan. Kantor Pusat Layanan Purna Jual di Ciputat itu juga mencakup Pusat Pendidikan dan Latihan Kejuruan (PPLK)

Mobil yang bagus dan berkualitas tinggi saja tidak cukup untuk meningkatkan penjualan. Diperlukan layanan purna jual yang prima untuk mendukungnya, yang mencakup penyediaan suku cadang yang mencukupi dengan harga jual yang terjangkau, dan tenaga mekanik yang andal.

Pusat Pendidikan dan Latihan Kejuruan (PPLK) di Ciputat itu merupakan kawah Candra Dimuka bagi calon-calon teknisi Mercedes-Benz. Di sana, mereka dididik dan dilatih selama tiga tahun penuh, dengan komposisi 20 persen pengetahuan teori dan 80 persen latihan praktik, yang dimulai dari pekerjaan yang mudah sampai dengan pekerjaan yang memerlukan ketelitian yang sangat tinggi.

Di samping latihan praktik, para calon teknisi juga mengikuti proses magang, antara lain di dealer-dealer, pemilik armada, atau perusahaan yang memiliki kegiatan dan proses kerja yang dapat memberikan kesempatan untuk beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang sesungguhnya serta meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kejuruan.

Pelaksanaan program pendidikan dan latihan mengadopsi kurikulum pemagangan di Jerman, yang disesuaikan dengan pelatihan nasional di Indonesia,

dan telah mendapatkan akreditasi dari Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Sampai dengan tahun 2009, atau tahun yang ke-31, sudah lebih dari 750 teknisi Mercedes-Benz dihasilkan oleh PPLK di Ciputat. Para teknisi itu siap memberikan pelayanan dengan kualitas premium dan dijamin mempunyai standar kualitas yang tinggi.

Pada tahun 1978, Mercedes-Benz juga membangun pabrik di Desa Wanaherang, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, 45 kilometer dari Jakarta. Pabrik ini kemudian diresmikan pada tahun 1982, sebagai lokasi baru menggantikan lokasi lama di Tanjung Priok. Pada tahun itu kerja sama dengan Volkswagen diakhiri, dan PT German Motor Manufacturing pindah lokasi ke Wanaherang.

Pada tahun 1983, di Wanaherang, Gunung Putri, didirikan PT Star Engines Indonesia sebagai perakit mesin, bak persneling dan as roda Mercedes-Benz.

Sejalan dengan perjalanan waktu, dilakukanlah penyesuaian perusahaan. Pada tanggal 1 Februari 1992, PT German Motor Manufacturing menjadi Agen Tunggal dan Pemegang Merk Mercedes-Benz untuk Indonesia dengan status Agen Tunggal, Pabrikan dan Perakit Produk-produk Daimler-Benz untuk Indonesia, sedangkan PT Star Motors Indonesia, selanjutnya hanya menjadi Distributor Utama Mercedes-Benz untuk Indonesia.

Prinsip untuk mengejar yang terbaik dari yang baik, serta ”the best or nothing”, yang diletakkan oleh Karl Benz dan Gottlieb Daimler lebih dari 100 tahun yang lalu itu dipegang teguh oleh Mercedes-Benz Group di Indonesia dalam menjalankan pekerjaannya sehari-hari. Tidak mengherankan apabila pada tahun 1996, perusahaan-perusahaan tersebut mendapatkan sertifikasi ISO 9001, dan

merupakan grup perusahaan otomotif pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikasi ini.

Pada tanggal 17 November 1998, Daimler-Benz AG merger dengan Chrysler Corporation menjadi DaimlerChrysler AG. Namun, struktur organisasi Mercedes-Benz Group di Indonesia tetap dipertahankan.

Dan, atas pertimbangan kepraktisan, pada tahun 1998 itu pula, Divisi Pemasaran dan Penjualan dipindahkan dari Wanaherang ke Gedung Deutsche Bank, Jalan Imam Bonjol 80, Jakarta Pusat. Peresmian kantor baru di Gedung Deutsche Bank itu dilangsungkan pada tahun 1999.

Dua tahun setelah merger Chrysler Corporation dan Daimler-Benz AG, Mercedes-Benz Group di Indonesia pada bulan Juni 2000 memasuki suatu era dengan bergantinya nama PT German Motors Manufacturing menjadi PT DaimlerChrysler Indonesia dan PT Star Motors Indonesia menjadi PT DaimlerChrysler Distribution Indonesia.

Namun, merger Chrysler Corporation dan Daimler-Benz AG ini pada tanggal 1 Oktober 2007 berakhir, dan nama DaimlerChrysler AG berganti menjadi Daimler AG. Dan, pada akhir Januari 2008, PT DaimlerChrysler Indonesia dan PT DaimlerChrysler Distribution Indonesia berganti nama menjadi PT Mercedes-Benz Indonesia dan PT Mercedes-Mercedes-Benz Distribution Indonesia.

Dalam sejarah Indonesia, tercatat beberapa kali mobil-mobil Mercedes-Benz bersama-sama mobil-mobil papan atas lainnya didatangkan secara khusus untuk kepentingan penyelenggaraan acara penting pemerintah, seperti pada penyelenggaraan Asian Games tahun 1962 dulu. Atau pada penyelenggaraan

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gerakan Nonblok di Jakarta pada tahun 1992, di mana sebanyak 110 mobil Mercedes-Benz 300SEL didatangkan secara khusus.

Demikian pula pada penyelenggaraan Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC di Jakarta dan Bogor pada tahun 1994, di mana didatangkan sebanyak 14 mobil Mercedes-Benz 600SE dan 25 mobil Mercedes-Benz Viano. Terakhir, pada KTT Informal ASEAN 30 November 1996, di mana didatangkan 14 mobil Mercedes-Benz S600 V12 dan 25 mobil Mercedes-Benz Viano V230.

Selain itu, perhatian diberikan secara khusus kepada para pemilik Mercedes-Benz dengan adanya penyelenggaraan tahunan seperti MercedesTrophy golf tournament dan Mercedes-Benz Driving Experience.

B. Ringkasan Sejarah Mercedes-Benz di Indonesia

31 Jan 2008 PT DaimlerChrysler Indonesia berganti nama menjadi PT Mercedes-Benz Indonesia

PT DaimlerChrysler Distribution Indonesia berganti nama

menjadi PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia Jun 2000 PT Star Motors Indonesia berganti nama menjadi PT

DaimlerChrysler Distribution Indonesia

PT German Motor Manufacturing berganti nama menjadi PT

DaimlerChrysler Indonesia

March 2000 Pengambil alihan PT Star Engine Indonesia oleh PT German Motor Manufacturing

17 Nov 1998 Penggabungan DaimlerChrysler Indonesia Daimler-Benz AG dengan Chrysler Corp. USA

1996 Memperoleh sertifikasi ISO 9001 menjadi perusahaan manufacturing pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi

1985 Dimulainya perakitan mesin Mercedes-Benz oleh PT Star Engine Indonesia

1983 Pendirian PT Star Engines Indonesia di Wanaherang

1982 Peresmian PT German Motor Manufacturing di Wanaherang 1981 Dimulainya perakitan truck

1979 Berakhirnya kerja sama antara Perakitan Bus di Wanaherang dengan Volkswagen

1978 Pendirian Pabrik Perakitan di Wanaherang Bogor (50 km dari Jakarta)

Pembukaan resmi Apprentice Training Center dan After

1973 Dimulainya perakitan kendaraan sedan di Tanjung Priok 1970 Kerja sama antara Mercedes-Benz dan Volkwagen dalam

perakitan kendaraan di Jakarta

Dimulainya perakitan kendaraan niaga Mercedes-Benz di

Tanjung Priok

Pendirian PT Star Motor Indonesia sebagai agen tunggal

Daimler-Benz AG di Indonesia, berlokasi di Jl. Cik Ditiro, Jakarta

• Pendirian PT German Motor Manufacturing sebagai pabrik pembuat dan perakit produk Daimler-Benz di Indonesia, berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara

1907 Kendaraan pertama Daimler-Britse Daimler (4 cylinder 45 hp) di Indonesia, yang dimiliki oleh Susuhunan Solo 1894 Kendaraan pertama Mercedes-Benz vehicle di Indonesia,

Benz-Model Phaeton (2000 cc 1 cylinder 5 hp for eight people), yang dimiliki oleh Susuhunan Surakarta

C. Visi dan Misi Misi

Menjadi nomor 1 dalam hal Mutu, Citra dan Keuntungan dalam sector Automotive di Indonesia

Misi

1. Melampaui kepuasan pelanggan dalam segala hal yang kita lakukan

2. Secara terus menerus meningkatkan efektivitas Sistem Management Mutu dan Proses Bisnis

3. Secara terus menerus meningkatkan mutu produk dan layanan

4. Mempunyai kultur perusahaan yang berorientasi pada team dan keterbukaan dengan melibatkan seluruh karyawan melalui kepemimpinan dan penerima delegasi tanggung jawab

6. Menjalin hubungan professional dengan pasangan bisnis

D. Mercedes-Benz di Indonesia

Mercedes-Benz Group Indonesia (MBGI) adalah perusahaan yang merupakan kerja sama gabungan (joint venture) antara pemodal Jerman (Daimler AG) dan pemodal Indonesia. Perudahaan ini bergerak di bidang otomotip dengan aktivitas utama produksi, pemasaran dan layanan purna jual bagi kendaraan penumpang dan kendaraan niaga dengan jumlah keseluruhan karyawan sekitar 700 orang.

Dalam menjalankan aktivitas bisnisnya Mercedes-Benz Group Indonesia (MBGI) mempunyai 3 (tiga) bagian perusahaan sebagai berikut:

1. PT Mercedes-Benz Indonesia

2. PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia 3. PT Star Engines Indonesia

Ketiga bagian perusahaan memiliki aktivitas yang satu sama lain mempunyai keterkaitan dan merupakan mata rantai proses yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain mulai Bagian Personaliaan, Keuangan, Logistic, Produksi Kendaraan, Pemasaran Produk dan Layanan Purna Jual.

Dengan pengalaman yang cukup panjang dalam menjalankan bisnis otomotip di Indonesia, Mercedes-Benz Group Indonesia telah memberikan peran yang cukup besar dalam perkembangan perekonomian di Indonesia, antara lain melalui penyerapan dan pendaya gunaan Sumber Daya Manusia (SDM) serta aktivitas sosial yang merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan

(CSR) bagi pengembangan masyarakat secara umum dan khususnya bagi yang berada di lingkungan sekitar perusahaan.

1. PT Mercedes-Benz Indonesia

PT Mercedes-Benz Indonesia Perusahaan mempunyai aktivitas yang bersifat umum serta kegiatan produksi kendaraan penumpang dan kendaraan niaga serta beberapa aktivitas pendukung lainnya.

Perusahaan berlokasi di Desa Gunung Putri, Wanaherang – Kabupaten Bogor, mempekerjakan sekitar 450 karyawan yang terbagai dalam berbagai departemen mulai jajaran manajemen sampai dengan operator/pelaksana produksi.

2. PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia

PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia menjalankan aktivitas dan fungsi Pemasaran serta Layanan Purna Jual bagi produk yang diproduksi oleh PT Mercedes-Benz Indonesia dalam bentuk Complete Knock Down (CKD) serta kendaraan yang di impor dalam bentuk utuh atau Complete Built Up (CBU) dari luar Indonesia.

Sebagai perusahaan yang berbentuk Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), PT Mercedes-Benz Distributor Indonesia tidak melakukan aktivitas Penjualan maupun Layanan Purna Jual secara langsung kepada pelanggan, Aktivitas bisnis dalam memberikan pelayanan bagi pelanggan dilaksanakan melalui dealer sebagai perusahaan ritel yang tersebar di wilayah Indonesia.

Secara keseluruhan Mercedes-Benz di Indonesia mempunyai 20 dealer yang merupakan kepanjangan tangan PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia

dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Operasi masing-masing dealer terbagi menurut area geografis dan jenis kendaraan yang dipasarkannya. Secara rinci jaringan dealer Mercedes-Benz di Indonesia terbagi sebagai berikut:

1. PT. Bintang Cosmos, Jl. Sisingamangaraja Km. 7 PO Box 1588 Medan

2. PT. Bintang Wirabens, Jl. Jenderal Sudirman No. 203 EFG Pekanbaru

3. PT. Mass Sarana Motorama, Jl. Jend. Sudirman No. 8 Jakarta Pusat 10220

4. PT. Dipo Angkasa Motor, Jl. Pluit Selatan No. 1 C Jakarta Utara 14440

5. PT. Dipo Service, Jl. Jend. A. Yani Kav. 87 Jakarta 13210 6. PT. Hartono Raya Motor, Jl. Daan Mogot Km. 1 No. 99 Jakarta

11510

7. PT. Mercindo Autorama, Jl. Buncit Raya No. 70 – 72 Jakarta 12790 8. PT. Panji Rama Otomotip, Jl. Teuku Nyak Arif 14 Simprug Jakarta

Selatan 12220

9. PT. Adedanmas, Jl. TB. Simatupang Kav. 5 Jakarta 12430 10. PT. Cakrawala Automotif Rabhasa, Jl. Denpasar Raya Blok D-2

Kav. 8 Jakarta 12940

11. PT. Citrakarya Pranata, Jl. Soekarno-Hatta No. 727 Km. 6 Bandung 40286

12. PT. Hartono Raya Motor, Jl. Jend. Sudirman No. 291 Semarang 50149

13. PT. Kalimas AI, Jl. Raya Yogya-Solo Km. 9 Yogyakarta 55282 14. PT. Hartono Raya Motor, Jl. Demak 166 – 170 Surabaya 60172 15. PT. Kedaung Satrya Motor, Jl. Mayor Jend. Sungkono 85 Surabaya

60224

16. PT. Hartono Raya Motor, Jl. Raya By Pass, I Gusti Ngurah Rai No. 14 – 16 Tuban Denpasar 80362

17. PT. Bintang Kutai Motor, Jl. Soekarno-Hatta Km. 2,5 Balikpapan 76126

18. PT. Bintang Barito Motor, Jl. Jend. A. Yani Km. 9,2 No. 38 Banjarmasin 70654

19. PT. Timur Permai, Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 9.200 Ujung Pandang 90245

20. PT. Kobexindo Tractors, Gedung Kobexindo Jl. Raya Bekasi – Karawang Km. 58 Cikarang Timur – Bekasi 17823

3. PT Star Engines Indonesia

PT Star Engines Indonesia bertanggung jawab atas pembuatan dan perakitan komponen utama kendaraan yang terdiri dari mesin, transmisi, gardan dan beberapa komponen utama lainnya. Material untuk perakitan komponen utama tersebut sebagian besar di impor dari Jerman untuk kendaraan penumpang dan dari Brazil untuk kendaraan niaga khususnya bus.

Mengingat fungsi komponen utama sebagai bagian yang vital bagai kendaraan, untuk menjamin kualitas dan jaminan ketahanan serta keselamatan kendaraan beserta penumpangnya, maka komponen lokal tidak dipergunakan pada bagian ini.

E. ORGANISASI PERUSAHAAN

Dalam menjalankan bisnisnya sebagai PT (Perusahaan Terbatas) dengan skala internasional PT Mersedes-Benz di Indonesia mempunyai struktur organisasi yang solid dengan menempatkan personil yang tepat sesuai dengan tuntutan unit bisnis yang dijalankan dengan susunan sebagai berikut:

a. President Director, sebagai pimpinan tertinggi dalam manajemen perusahaan menentukan arah dan kebijakan perusahaan dalam operasi bisnis dan pengembangan perusahaan secara keseluruhan.

b. Director, terdiri dari Direktur Teknik, Direktur Keuangan, Direktur Pemasaran, Direktur Layanan Purna Jual dan Direktur Personalia. Direktur bertanggung jawab untuk menyurun konsep bisnis pada masing-masing divisi yang menjadi tanggung jawabnya dan secara langsung bertanggung jawab kepada President Director.

c. Deputy Director, adalah wakil direktur sebagai penanggung jawab operasional masing-masing divisi dengan tanggung jawab sesuai dengan unit bisnisnya masing-masing yang dalam pelaksanaan fungsi hariannya dibantu oleh Department Manager.

d. Department Manager, adalah penanggung jawab operasional lapangan yang melaksanakan tugas dan tanggung jawab operasi harian dalam bidangnya masing-masing. Dalam operasi hariannya Department Manager dibantu oleh para Section Manager sebagai pelaksana dan pengawas lapangan dalam aktivitas masing-masing unit kerja.

e. Staff operasional, adalah pekerja langsung yang melaksanakan tugas-tugas detail harian dalam masing-masing departemen terkait.

Susunan organisasi selanjutnya disusun dalam bentuk sebuah bagan dan struktur organisasi perusahaan seperti ditunjukkan pada skema berikut:

STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN Director Human Resources Director Finance Director Sales & Mar keting

Director After Sales Secretary Deputy Directors Department Managers Department Managers Staff - Operational

F. Program-program Central Training Department

Dalam kaitannya dengan bisnis perusahaan di bidang penjualan dan layanan purna jual, Central Training Department menjalankan berbagai kegiatan pelatihan yang bersifat pelatihan teknisi tingkat lanjutan maupun tingkat dasar dengan rincian kegiatan sebagai berikut:

1. Pelatihan Produk (Product Training)

Product training adalah pelatihan tingkat lanjutan yang ditujukan bagi para teknisi di jaringan dealer resmi Mercedes-Benz di seluruh Indonesia. Pelatihan ini merupakan pelatihan wajib bagi para teknisi guna meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya di bidang perbaikan kendaraan Mercedes Benz dengan cakupan materi seperti diuraikan dibawah ini.

a. Pelatihan tentang pembaharuan teknologi produk baik untuk kendaraan sedan maupun kendaraan niaga.

b. Pelatihan mengemudi/penanganan kendaraan baru bagi para pemilik armada angkutan bus dan truk.

c. Sertifikasi dengan standard internasional bagi personil dalam jaringan dealer resmi Mercedes-Benz.

2. Pelatihan Pemagangan (Apprentice Training)

Pelatihan Pemagangan 3 tahun Jurusan Automotive Mechatronik adalah pelatihan fundamental yang dijadikan sebagai persyaratan dasar untuk tingkat

program pengembangan karir teknisi dalam jaringan Mercedes-Benz di Indonesia. Artinya, bahwa semua jabatan teknis yang berhubungan dengan layanan purna jual Mercedes-Benz harus melalui program pelatihan pemagangan ini.

Didalam program pelatihan pemagangan 3 tahun inilah selanjutnya kegiatan CSR perusahaan dimasukkan sebagai upaya untuk mendapatkan manfaat timbal balik bagi perusahaan maupun masyarakat dengan konsep sebagai berikut: 1. Pelatihan pemagangan merupakan komitmen perusahaan dalam

memperkuat jaringan layanan purna jual dalam upayanya guna mencapai kepuasan pelanggan terhadap produk dan layanan Mercedes-Benz.

2. Peserta pelatihan adalah para lulusan SMU/SMK atau sederajat dengan strata ekonomi yang berada di kalangan menengah kebawah, dalam hal ini para calon siswa pelatihan yang berasal dari kalangan ekonomi bawah akan lebih diperhatikan.

3. Upaya pemenuhan kebutuhan perusahaan akan tenaga teknisi dan sekaligus memberikan kesempatan belajar untuk selanjutnya tersalurkan sebagai karyawan dalam jaringan perusahaan akan sekaligus mengangkat citra perusahaan di masyarakat.

Dalam menjalankan kegiatan Pelatihan Produk (Product Training) dan Pelatihan Pemagangan (Apprentice Training), Central Training Department mempunyai struktur organisasi seperti pada diagram berikut. Seluruh personil dalam jajaran Central Training Department terbagi menurut spesialisasi keahliannya masing-masing dengan bidang yang tercantum pada struktur organisasi.

TEMUAN LAPANGAN DAN ANALISA DATA

A. Tahapan Pelaksanaan Pemerdayaan Masyarakat PT. Mercedes-Benz Distribution Indonesia di Ciputat dalam Program Pelatihan dan Keterampilan Otomotif

Berdasarkan teori Isbandi Rukminto Adi yang digunakan penulis untuk melihat tahapan pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat melalui program Pelatihan Keterampilan Otomotif digambarkan sebagai berikut:

1. Pengumpulan Fakta

Sebagai tahap awal perumusan program maka dalam hal ini PT. Mercedes-Benz Distribution Indonesia – Central Training Department di Ciputat tentunya harus menentukan langkah dan program berdasarkan hasil analisa yang dilakukan secara menyeluruh mencakup kebutuhan jaringan perusahaan dan kesenjangan/ kebutuhan bantuan pada satu daerah/wilayah.

Analisa kebutuhan jaringan perusahaan dilakukan guna menjamin adanya nilai tambah positip yang nantinya akan diperoleh jaringan perusahaan, artinya bahwa perusahaan sekaligus melakukan kegiatan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak yaitu perusahaan sebagai pemberi dan penerima dan demikian juga sebaliknya.

Disampaikan oleh Deputy Director – Central Training Department dalam salah satu wawancara: 1

1

”Kebutuhan dalam jaringan perusahaan terbagi atas dua kelompok utama; yaitu: kebutuhan internal di dalam perusahaan PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia dan kebutuhan dalam jaringan dealer yang tersebar di seluruh Indonesia”.

”pada saat ini PT Mercedes-Benz Indonesia mempunyai karyawan tetap dan tidak tetap sebanyak ± 700 orang dan ± 200 orang diantaranya bertugas di bagian yang secara langsung berhubungan dengan teknik otomotip. Dalam jaringan dealer di seluruh Indonesia jumlah teknisi adalah ± 200 orang”.

Dengan fluktuasi per tahun sebesar 5%, berarti perusahaan setiap tahunnya membutuhkan 10 orang sebagai pengganti karyawan yang berhenti pada tahun bersangkutan (internal) dan 10 orang lagi untuk jaringan dealer Dari angka tersebut berarti dalam seluruh jaringan PT Mercedes-Benz di Indonesia membutuhkan tenaga teknisi otomotif sebanyak 20 orang. Angka ini bervariasi tergantung pada kondisi bisnis di sektor otomotif.

Dengan pertimbangan angka kebutuhan tersebut diatas dan juga dengan tetap memberikan kesempatan bagi anggota masyarakat lain di luar jangkauan Pusat Pelatihan PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia di Ciputat, maka Central Training Department memutuskan untuk melatih 16 orang pada setiap tahunnya. Dengan program Diklat selama 3 tahun, maka setiap tahunnya Central

Dokumen terkait