• Tidak ada hasil yang ditemukan

Capaian target indikator sasaran Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian tercermin dari terealisasinya indikator kinerja berupa outcome yang menujukkan keberhasilan pembangunan melalui pelaksanaan program- program dan kegiatan - kegiatan yang mendukungnya dalam tahun 2014.

Tabel 2.65

Capaian Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian

Kabupaten Semarang Tahun 2013 - 2014

NO URAIAN SAT CAPAIAN

2013

2014

TARGET REALISASI %

1 Sistem Informasi

Manajemen Pemda Buah 10 11 11 100

2 Jumlah pajak daerah Jenis 11 10 12 120

3 Jumlah Retribusi

Daerah Jenis 23 19 22 115,79

4 Penegakan Perda Kasus 337 182 607 333,5

5 Sistem Informasi Pelayanan Perijinan dan Administrasi pemerintah

Paket 1 1 4 400

Sumber : Bagian PDE Setda, DPPKAD, BPMPPTSP, dan Satpol PP, 2014

Keberhasilan pembangunan Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian dapat dilihat dari realisasi tahun 2014 sebagai berikut:

20.1) Penyelenggaraan Pemerintahan Umum

a) Untuk mencapai penyelenggaraan pemerintahan yang baik, salah satu diantaranya adalah reformasi kelembagaan daerah, dengan hasil tersusunnya Peraturan Daerah, kegiatan tahun 2013 dan 2014 sebagaimana terlihat pada Tabel berikut:

Tabel 2.66

Capaian Bidang Kelembagaan Daerah Kabupaten Semarang Tahun 2013 - 2014

NO URAIAN SAT CAPAIAN 2013 2014

TARGET REALISASI %

1 Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan A. Penyusunan Laporan

Capaian Kinerja dan Keuangan SKPD

NO URAIAN SAT CAPAIAN 2013 2014

TARGET REALISASI %

2 Program Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah/Wakil KDH A. Rapat Koordinasi Forum

komunikasi

Pendayagunaan Aparatur Daerah (FORKOMPANDA)

Keg/

laporan 1 1 1 100

3 Program Penataan Kelembagaan, ketatalaksanaan dan Pendayagunaan Aparatur Daerah A. Penyusunan Pedoman Ketatalaksanaan Dok 2 3 3 100 B. Penyusunan Pedoman Pendayagunaan Aparatur Daerah Dok 1 1 1 100 C. Penyediaan Informasi Pendayagunaan Aparatur Daerah Aplikasi 1 1 1 100 D. Fasilitasi Ketatalaksanaan

Pelayanan Publik Dok 3 3 3 100

E. Koordinasi, Monitoring dan

Evaluasi Bagian Organisasi Laporan 3 3 3 100

Sumber : Bagian Organisasi Setda Kabupaten Semarang, 2014

b) Hal yang tak kalah pentingnya dalam reformasi birokrasi adalah sumberdaya manusia yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dengan manajemen kepegawaian yang baik diharapkan diperoleh aparatur pemerintah daerah yang profesional, sehingga efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dari masing - masing SKPD dapat dicapai. Jumlah pegawai per 31 Desember 2014 sebanyak 10.252 orang PNS/CPNS. Bila dilihat berdasarkan jenjang kepangkatan PNS/CPNS Tahun 2014 sebagian besar terdapat pada golongan IV (3.742 orang), golongan III (4.056 orang), golongan II (2.132 orang) dan golongan I (322 orang). Sedangkan bila dilihat berdasarkan tingkat pendidikan PNS/CPNS sebagaimana Tabel berikut:

Tabel 2.67

Jumlah PNS/CPNS Berdasarkan Tingkat Pendidikan Kabupaten Semarang Tahun 2013 – 2014

NO TINGKAT PENDIDIKAN 2013 2014 1 SD 211 204 2 SLTP 355 373 3 SLTA 1.919 1.915 4 D1 134 101 5 D2 1.254 1.035 6 D3 776 747 7 D4 37 54 8 S1 4.840 5.287 9 S2 478 536

Sumber : BKD Kabupaten Semarang, 2014

Dari Tabel di atas, terlihat bahwa terjadi kenaikan jumlah pegawai pada tingkat pendidikan S1 dan S2, dan pegawai dengan tingkat pendidikan D3/D4 ke bawah menjadi berkurang. Hal tersebut menunjukkan bahwa SDM PNS semakin bertambah dari segi

pendidikan, sehingga diharapkan kinerjanya juga semakin meningkat.

Gambar 2.6

Jumlah PNS/CPNS Berdasarkan Jenjang Jabatan Kabupaten Semarang Tahun 2014

Sumber : BKD Kabupaten Semarang, 2014

Bila dilihat jenjang jabatannya PNS/CPNS Kabupaten Semarang per 31 Desember 2014 terdiri dari jabatan eselon dan non eselon. Pejabat yang menduduki jabatan eselon terdiri dari eselon II (25 orang), eselon III (143 orang), eselon IV (549 orang), eselon V (55 orang). Untuk jabatan non eselon yaitu fungsional tertentu sejumlah 6763, dan fungsional umum sejumlah 2717 orang.

Untuk mewujudkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan pegawai dalam rangka meningkatkan profesionalisme telah diberikan pendidikan dan latihan pegawai baik melalui penyelenggaraan sendiri maupun pengiriman, seperti terlihat dalam Tabel berikut:

Tabel 2.68

Capaian Indikator Kepegawaian Kabupaten Semarang Tahun 2013 - 2014

NO NAMA DIKLAT 2013 2014

1 Diklatpim Tingkat II 5 5

2 Diklatpim Tingkat III 17 15

3 Diklatpim Tingkat IV 10 20 4 Diklat Teknis 126 143 5 Diklat Fungsional 98 86 6 Prajabatan: 4 57 a. Golongan I 8 191 b. Golongan II 0 247 c. Golongan III 6 1 7 Tugas Belajar 6 1 Jumlah 274 765

Sumber : BKD Kabupaten Semarang, 2014

Jumlah PNS yang mengikuti diklat pada tahun 2014 sebanyak 765, bila dibandingkan tahun 2013 terdapat kenaikan sebesar 279%, hal ini disebabkan karena formasi honorer K2 dapat diselesaikan pada tahun 2014 dan ketersediaan anggaran untuk diklat prajabatan bagi

Eselon II Eselon III Eselon IV Eselon V Funsional Tertentu Fungsional Umum

tenaga honorer K2 yang telah diangkat menjadi CPNS sehingga diklat prajabatan bertambah (melebihi target RPJMD).

c) Guna lebih memantapkan hubungan dan keterikatan daerah satu dengan daerah yang lain dalam kerangka NKRI, serta dalam rangka menyerasikan pembangunan daerah dan mensinergikan potensi daerah dengan pihak ketiga serta meningkatkan pertukaran pengetahuan, teknologi dan kapasitas fiskal, telah dilaksanakan kerja sama yang saling menguntungkan baik antar daerah maupun dengan pihak ketiga seperti Tabel berikut:

Tabel 2.69

Realisasi Kerjasama Daerah

Kabupaten Semarang Tahun 2013 - 2014

NO URAIAN SAT CAPAIAN 2013 TAHUN 2014

TARGET REALISASI

I Kerjasama antar Daerah 2 5 5

1. Kesepakatan Bersama

(MoU) Buah 1 3 3

2. Perjanjian Kerjasama Buah 1 2 2 II Kerjasama dengan Pihak

Ketiga 14 16 16

1. Kesepakatan Bersama

(MoU) Buah 7 8 8

2. Perjanjian Kerja Sama Buah 4 5 5

3. Nota Kesepakatan Buah 2 3 3

4. Kerangka Acuan

Kerjasama Buah 1 - -

Sumber : Bagian Tapem Setda Kabupaten Semarang, 2014

d) Pembangunan Hukum di Kabupaten Semarang secara umum telah dilaksanakan dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih. Pembangunan hukum yang dilaksanakan pada tahun 2014 dititikberatkan untuk melaksanakan pembentukan beberapa produk hukum daerah dalam rangka penjabaran lebih lanjut Peraturan Perundang-undangan yang lebih tinggi sebagaimana telah dituangkan dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda). Capaian penyelenggaraan pemerintahan dalam bidang pembangunan hukum tahun 2013 dan 2014 seperti terlihat pada Tabel berikut:

Tabel 2.70

Capaian Bidang Pembangunan Hukum Kabupaten Semarang Tahun 2013 - 2014

NO URAIAN SAT CAPAIAN 2013 2014

TARGET REALISASI %

1 Penyusunan Raperda Raperda 13 15 15 100,00 2 Penyusunan

Peraturan Bupati Perbup 20 20 20 100

3 Penyusunan

Keputusan Bupati Keputusan 80 80 80 100

4 Evaluasi Raperda Raperda 3 3 3 100,00

5 Evaluasi Peraturan

Desa Kegiatan 8 20 20 100,00

6 Evaluasi perda Produk

hukum 10 10 10 100,00

7 Peraturan

NO URAIAN SAT CAPAIAN 2013 2014

TARGET REALISASI %

8 Himpunan Lembaran

Daerah Buku 85 85 85 100,00

9 Himpunan

Keputusan Bupati Buku 80 80 80 100,00

10 Lembaran Daerah

Lepas Eksplr 2500 2500 2500 100,00

11 Fasilitasi Pembinaan

Kelompok Kegiatan/klpk 19/1 19/1 19/1 100,00

Sumber : Bagian Hukum Setda Kabupaten Semarang, 2014

e) Dalam rangka pelayanan kepada masyarakat, melalui Program Pelayanan Masyarakat Tingkat Kecamatan dan Program Pelimpahan Kewenangan kepada Kecamatan, seluruh kecamatan (19 kecamatan) telah melaksanakan fasilitasi dan koordinasi Bidang Tata Pemerintahan, Pembangunan, Kesejahteraan Sosial/ Kemasyarakatan, Keamanan, Ketentraman, Ketertiban Umum, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa/Kelurahan serta Pelayanan Umum Lainnya.

f) Kelurahan sebagai salah satu unsur SKPD yang membantu Bupati dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor 18 Tahun 2007 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Bupati Semarang Kepada Lurah di Kabupaten Semarang, dengan anggaran yang terbatas melalui Program Pelayanan Masyarakat Tingkat Kelurahan telah melaksanakan pelayanan Bidang Tata Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat, Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat.

20.2) Pengawasan Daerah

Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan yang efisien, efektif, transparan dan akuntabel, maka dilakukan pengawasan yang obyektif dan profesional sesuai Norma dan Standar Audit Pemerintah, dengan realisasi indikator seperti terlihat pada Tabel berikut:

Tabel 2.71

Temuan Hasil Kinerja Audit APIP Kabupaten Semarang Tahun 2014

NO SUB KELOMPOK TEMUAN KEJAJML DIAN

SEL

ESAI % NILAI (RP) I Temuan Ketidakpatuhan Terhadap Peraturan

1 Kerugian negara/daerah atau kerugian negara/daerah yang terjadi pada perusahaan negara/daerah.

151 147 97,35 219.103.569

2 Potensi kerugian negara/daerah atau kerugian negara/daerah yang terjadi pada perusahaan milik negara/daerah.

2 2 100,00 -

3 Kekurangan penerimaan

negara/daerah atau perusahaan milik negara/daerah.

65 62 95,38 35.369.467

4 Administrasi 181 168 92,82 -

5 Indikasi tindak pidana 0 0 0,00

NO SUB KELOMPOK TEMUAN KEJAJML DIAN

SEL

ESAI % NILAI (RP) II Temuan Kelemahan Sistem Pengendalian Intern

1 Kelemahan sistem pengendalian

akuntansi dan pelaporan 55 48 87,27

-

2 Kelemahan sistem pengendalian pelaksanaan anggran

pendapatan dan belanja

8 8 100,00

3 Kelemahan struktur

pengendalian intern 13 12 92,31

Sub Total Kejadian 76 68 -

III Temuan 3 E 1 Ketidakhematan/pemborosan/k etidakekonomisan 0 0 0,00 2 Ketidakefisienan 0 0 0,00 3 Ketidakefektifan 7 7 100,00

Sub Total Kejadian 7 7

Total Kejadian 482 454 94,19 254.473.036 Sumber : Inspektorat Kabupaten Semarang, 2013

Tabel 2.72

Temuan Hasil Kinerja Audit Kabupaten Semarang Tahun 2013

NO SUB KELOMPOK TEMUAN KEJADIAN JML SELESAI % NILAI (RP) I Temuan Ketidakpatuhan

Terhadap Peraturan

1 Kerugian negara/daerah atau kerugian negara/daerah yang terjadi pada perusahaan negara/daerah.

36 33 91,67 48.970.283

2 Potensi kerugian

negara/daerah atau kerugian negara/daerah yang terjadi pada perusahaan milik negara/daerah. 1 1 100 3 Kekurangan penerimaan negara/daerah atau perusahaan milik negara/daerah. 17 16 94,12 10.707.402 4 Administrasi 64 61 95,31 -

5 Indikasi tindak pidana 0 0 0,00

SubTotal Kejadian 118 111 94 59.677.685 II Temuan Kelemahan Sistem

Pengendalian Intern

1 Kelemahan sistem

pengendalian akuntansi dan pelaporan

26 21 80,77 -

2 Kelemahan sistem pengendalian pelaksanaan anggran pendapatan dan belanja 6 6 100 - 3 Kelemahan struktur pengendalian intern 3 3 100 - Subtotal Kejadian 35 30 - III Temuan 3 E 1 Ketidakhematan/pemborosan /ketidakekonomisan 0 0 0,00 - 2 Ketidakefisienan 0 0 0,00 - 3 Ketidakefektifan 3 3 100 - Subtotal Kejadian 156 144 92,31 59.677.685 Sumber : Inspektorat Kabupaten Semarang, 2014

Berdasarkan pada Temuan dan Tindak Lanjut Pengawasan tahun 2014, ditemukan 482 temuan dan telah ditindaklanjuti sejumlah 454 temuan. Jumlah temuan tersebut mengalami peningkatan jika

dibandingkan dengan tahun 2013. Pada Tahun 2013 jumlah temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan dan kelemahan Sistem Pengendalian Intern sejumlah 153 temuan dan telah terselesaikan semua sejumlah 141 temuan.

20.3) Fasilitasi Kegiatan Legislatif

Capaian kinerja dalam rangka Fasilitasi Kegiatan DPRD tahun 2014 dibandingkan tahun 2013 digambarkan secara jelas pada Tabel berikut:

Tabel 2.73

Fasilitasi Kegiatan DPRD

Kabupaten Semarang Tahun 2013 - 2014

NO URAIAN SAT CAPAIAN

2013

2014

TARGET REALISASI %

1 Pembahasan rancangan

Peraturan Daerah Raperda 17

15 6 40

2 Hearing/dialog dan koordinasi dengan pejabat pemerintah daerah dan tokoh masyarakat/tokoh agama

Kali 9 12 6 50

3 Rapat-rapat alat kelengkapan DPRD

a. Rapat Pimpinan Kali 2 8 2 25

b. Rapat Badan Musyawarah Kali 7 12 10 83 c. Rapat Konsultasi 0 0 2 2 100 d. Rapat Komisi Internal Kali 12 16 6 38 e. Rapat Komisi Eksternal Kali 96 120 71 59 f. Rapat Badan

Anggaran Internal Kali 2

4 0 0

g. Rapat Badan

Anggaran Eksternal Kali 8

9 9 100

h. Rapat Pansus

Raperda Kali 6

18 6 33,33

i. Rapat Pansus Non

Raperda Kali 3 2 1 50 j. Rapat Badan Kehormatan Kali 3 6 1 17 k. Rapat Kerja/Dengar Pendapat Kali 2 4 4 100 l. Rapat Badan Legislasi Kali 2 3 3 100 4 Rapat-rapat Paripurna

a. Rapat Paripurna Kali 13 14 14 100

b. Rapat Paripurna istimewa Kali 3 5 5 100 c. Rapat Paripurna internal Kali 3 3 3 100 5 Penjaringan aspirasi masyarakat pada masa Reses

0K 42 45 41 91,1

6 Kunjungan kerja pimpinan dan anggota DPRD dalam daerah

a. Pimpinan DPRD OH 6 40 1 3

b. Anggota DPRD OH 4 30 11 37

c. Komisi-komisi OH 23 28 8 28,57

NO URAIAN SAT CAPAIAN 2013 2014

TARGET REALISASI %

7 Peningkatan kapasitas pimpinan dan anggota DPRD

Kali

a. Ketua Ok 9 3 3 100

b. Wakil Ketua 3 orang Ok 27 1 1 100

c. Anggota 41 orang Ok 359 1 1 100

8 Penyediaan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan pimpinan dan anggota DPRD

163 180 157 87,2

9 Kunjungan kerja pimpinan dan anggota DPRD luar daerah

171 100 58,5

Kunker ke Luar Jawa

Pimpinan Ok 10 12 11 92 Anggota Ok 0 3 1 33 Komisi-komisi Ok 4 8 8 100 Badan Musyawarah Ok 1 1 1 100 Badan Anggaran Ok 1 1 1 100 Badan Legislasi Ok 1 1 1 100 Badan Kehormatan Ok 1 1 1 100 Kunjungan ke DKI/Jabar/Jatim Pimpinan Ok 6 24 14 58 Anggota Ok 5 16 10 63 Komisi-komisi Ok 24 12 12 100 Badan Musyawarah Ok 3 3 3 100 Badan Anggaran Ok 4 3 3 100 Badan Legislasi Ok 3 3 3 100

Pansus non Raperda Ok 1 1 1 100

Badan Kehormatan Ok 3 2 2 100 Kunjungan kerja ke Jateng/DIY Pimpinan Ok 13 8 1 13 Anggota Ok 21 12 4 33 Komisi-komisi Ok 12 8 8 100 Badan Musyawarah Ok 0 2 0 0 Badan Anggaran Ok 1 2 0 0 Badan Legislasi Ok 1 2 1 50 Badan Kehormatan Ok 1 2 1 50

Kota Semarang/ Kota salatiga

Pimpinan Ok 4 20 6 30

Anggota Ok 1 20 7 35

Badan Kehormatan Ok 0 4 0 0

Sumber: Sekretariat DPRD Kab. Semarang, Tahun 2014 20.4) Pengelolaan Keuangan Daerah

Capaian kinerja dalam bidang Pengelolaan Keuangan tahun 2014 adalah sebagai berikut:

a) Saat ini sudah terpasang software agen konsolidator pada komputer yang terhubung dengan server SIPKD dan terhubung pula pada Master Agen Konsolidator di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sebagai tindak lanjut Nota Kesepahaman antara BPK-RI dan Pemerintah Kabupaten Semarang Nomor 174/NK/X-XIII.2/5/2011-415.4/06/KJS/2011 tanggal 6 Mei 2011 tentang Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Informasi untuk Akses Data pada Pemerintah

Kabupaten Semarang Dalam Rangka Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, yang selanjutnya ditindaklanjuti dengan Keputusan Bersama antara Kepala Perwakilan BPK RI Jateng dan Bupati Semarang Nomor 02/Kb/XVIII/Smg/09/2012-415.4/15/Kjs/2012 tanggal 25 September 2012 Tentang Petunjuk Teknis Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Informasi Untuk Akses Data Pada Pemerintah Kabupaten Semarang Dalam Rangka Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara; b) Pada pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD)

tahun anggaran 2013 oleh BPK yang penilaiannya dilakukan pada tahun 2014, Pemerintah Kabupaten Semarang telah mampu menyajikan LKPD secara baik sesuai ketentuan Peraturan Perundang - Undangan yang berlaku, sehingga mendapatkan opini tertinggi yaitu “Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)”;

c) Disusun Analisis Standar Belanja (ASB) yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam penyusunan RAPBD, melalui Peraturan Bupati Semarang Nomor 90 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Semarang Nomor 162 Tahun 2012.

Dokumen terkait