Factor Loading (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) Standard Error (STERR) T Statistics (|O/STERR|)
X1.1 <- KUALITAS PESAN IKLAN 0.291952 0.293984 0.027823 0.027823 10.493304
X1.2 <- KUALITAS PESAN IKLAN 0.342534 0.344846 0.029376 0.029376 11.660408
X1.3 <- KUALITAS PESAN IKLAN 0.297029 0.296819 0.027777 0.027777 10.693461
X1.4 <- KUALITAS PESAN IKLAN 0.295831 0.296658 0.026753 0.026753 11.057655
X2.1 <- FREKUENSI PENAYANGAN IKLAN 0.425201 0.427399 0.026003 0.026003 16.351984 X2.2 <- FREKUENSI PENAYANGAN IKLAN 0.395314 0.395162 0.021386 0.021386 18.484518 X2.3 <- FREKUENSI PENAYANGAN IKLAN 0.371957 0.373305 0.023625 0.023625 15.743983 Y1 <- EFEKTIVITAS IKLAN 0.283698 0.285494 0.023348 0.023348 12.150721 Y2 <- EFEKTIVITAS IKLAN 0.327966 0.327812 0.020975 0.020975 15.635898 Y3 <- EFEKTIVITAS IKLAN 0.304670 0.306540 0.016760 0.016760 18.178176 Y4 <- EFEKTIVITAS IKLAN 0.285683 0.286043 0.016909 0.016909 16.895765
4.3.2.3. Inner Model (Pengujian Model Struktural)
Pengujian terhadap model struktural dilakukan dengan melihat
nilai R-Square yang merupakan uji goodness-fit model.Pengujian inner
model dapat dilihat dari nilai R-square pada persamaan antar variabel
latent.Nilai R2 menjelaskan seberapa besar variabel eksogen
(independen/bebas) pada model mampu menerangkan variabel endogen
(dependen/terikat)
4.13. Tabel Inner Weight
Results for Inner Weights
Path Coefficients (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) Standard Error (STERR) T Statistics (|O/STERR|)
KUALITAS PESAN IKLAN ->
EFEKTIVITAS IKLAN
0.224072 0.227259 0.095105 0.095105 2.356041
FREKUENSI PENAYANGAN
IKLAN -> EFEKTIVITAS IKLAN
0.682115 0.680911 0.083614 0.083614 8.157940
Sumber : Data diolah
1. Kualitas Pesan Iklan berpengaruh terhadap Efektivitas Iklan dengan
koefisien path sebesar 0,224072, dapat diterima dimana nilai T-
Statistic = 2,356041 lebih besar dari nilai Z α = 0,10 (10%) = 1,645 ,
2. Frekuensi Penayangan Iklan berpengaruh terhadap Efektivitas Iklan
dengan koefisien path sebesar 0,682115, dapat diterima dimana nilai
T-Statistic = 8,157940 lebih besar dari nilai Z α = 0,10 (10%) = 1,645
, maka Signifikan (positif).
4.4 Pembahasan
4.4.1 Pengaruh Kualitas Pesan Iklan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil
bahwa kualitas pesan iklan berpengaruh positif terhadap efektivtas iklan
di Honda Absolute Revo di Kec-Sawahan Surabaya, dapat diterima. Hasil
penelitian ini menunjukan bahwa hipotesis yang diajukan yaitu Diduga
faktor Kualitas Pesan Iklan berpengaruh positif dan signifikan terhadap
Efektivitas Iklan terdukung dan juga sesuai dengan penelitian yang
dilakukan (Arifin, 2005) Ketika masyarakat mampu memahami dan
merespon baik struktur pesan yang ada pada iklan yang ditayangkan maka
iklan tersebut termasuk iklan yang efektif .
Menurut Kotler (2005) efektivitas iklan bergantung pada struktur
isi pesan. Suatu iklan tidak perlu secara memaksa menjejalkan banyak
pesan atau informasi mengenai suatu produk. Cukup dengan satu atau
beberapa unsur atau beberapa unsur dari iklan tersebut dirancang untuk
memberikan impact yang mendalam sehingga membuat para pemirsa
mengidentifikasi informasi – informasi lain yang ditampilkan kepada
Hal ini menyimpulkan bahwa semakin baik kualitas pesan iklan
Honda Absolute Revo maka semakin baik efektivtas iklan iklan tersebut..
Selain itu berdasarkan Outer Loading (Model Pengukuran dan Validitas
Indikator) bahwa indikator yang memiliki pengaruh lebih besar pada
variabel Kualitas Pesan Iklan yaitu ketertarikan (interrest), artinya dengan
penyampaian pesan iklan yang dapat menimbulkan ketertarikan pemirsa
pada iklan Honda Absolute Revo.
4.4.2 Pengaruh Frekuensi Penayangan Iklan terhadap Efektivtas Iklan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil
bahwa Frekuensi Penayangan Iklan terhadap Efektivtas Iklan Honda
Absolute Revo di Kec-Sawahan Surabaya. Hasil penelitian ini
menunjukan bahwa hipotesis yang diajukan yaitu Diduga faktor Frekuensi
Penayangan Iklan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Efektivtas
Iklan terdukung dari Sihombing (2010) Suatu iklan baru akan efektif jika
dilihat rata-rata tiga kali. Jika hanya satu atau dua kali dianggap belum
memberi dampak signifikan karena tingkat perhatian pemirsa masih
rendah atau belum terbentuk.
Akan tetapi terlalu banyak pengulangan dapat menimbulkan efek
yang merugikan, yaitu sesudah jumlah tertentu pengulangan maka
pengulangan tambahan mungkin mengurangi keefektifan iklan (Indriyanti
& Ihalauw, 2002). Hal ini menyimpulkan bahwa frekuensi penayangan
iklan dengan waktu jam tayang yang sudah tepat tidak perlu ditambah
. Selain itu berdasarkan Outer Loading (Model Pengukuran dan
Validitas Indikator) bahwa indikator yang memiliki pengaruh lebih besar
pada variabel Frekuensi Penayangan Iklan yaitu Bagian penayangan iklan .
Bahwa bagian penayangan iklan Honda Absolute Revo tidak perlu
dilakukan terlalu banyak , karena semakin banyak iklan Honda Absolute
Revo yang ditayangkan dapat membuat pemirsa yang melihat menjadi
bosan akibat seringnya iklan Honda Absolute Revo ditayangkan dan dapat
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan analisis PLS untuk menguji Pengaruh Kualitas Pesan Iklan dan Frekuensi
Penayangan Iklan Terhadap Efektivitas Iklan Honda Absolute Revo Di
Kec-Sawahan Surabaya , maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. 1. Kualitas Pesan Iklan memepengaruhi Efektivitas Iklan Honda Absolute
Revo DI Kec-Sawahan Surabaya. Karena semakin baik kualitas pesan iklan yang di berikan semakin baik pemirsa menangkap isi dari iklan Honda Absolute Revo di Kec-Sawahan Surabaya.
2. Frekuensi Penayangan Iklan mempengaruhi Efektivitas Iklan Honda Absolute Revo Di Kec-Sawahan Surabaya
Karena penayangan iklan yang baik dan pada waktu yang tepat akan menimbulkan keefektivitsan iklan Honda Absolute Revo yang baik .
5.2. Sara n
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka ada beberapa saran yang di berikan untuk di jadikan bahan pertimbangan oleh konsumen, antara lain : 1. Bagi perusahaan Honda hendaknya lebih memperjelas penyampaian pesan iklan agar dapat membuat pemirsa lebih tertarik untuk melihat iklan Honda Absolute Revo yang selama ini iklan tersebut dinilai kurang menarik bagi pemirsa. Sehingga pemirsa dapat menangkap iklan Honda Absolute Revo dengan baik serta bisa membuat pemirsa untuk lebih tertarik untuk melihat iklan Honda Absolute Revo selanjutnya.
2. Bagian penayangan iklan Honda Absolute Revo lebih ditingkatkan agar pemirsa dapat melihat iklan Honda Absolute Revo lebih sering serta waktu penayangan disesuaikan dengan waktu yang tepat. Sehingga pemirsa dapat mengetahui produk Honda Absolute Revo lebih detail.
Pendekatan Global”. Jakarta: Erlangga.
Cannon, et al 2009. Dalam jurnal Faela Sufa, 2012, “Analisi Pengaruh Daya
TarikIklan,Kualitas Pesan Iklan, dan Frekuensi Penayangan Iklan Terhadap Efektivitas iklan Mie Sedap”, h.26.
Chin, W. W. (1998), “The partial least squares approach to structural equation
modelling”, dalam Modern methods for business research, eds.Marcoulides,
Chin, W.W., 2000. Partial Least Squaresfor Researcher : An Overview and Prosentation of Recent Advances Using the PLS approach. <http://disc- nt.cba.uh.edu/chin/icis2000plstalk.pdf.
Durianto, D. Dan C. Liana (2004), “ Analisa Efektivitas Iklan Televisi Softener Soft & Fresh di Jakarta dan Sekitarnya dengan Menggunakan Consumen Decision Model.” Jurnal Ekonomi Perusahaan, 11 (1): 35-55.
Ferdinand, Agusty. 2006. Metode Penelitian Manajemen. Semarang : Badan Penerbit Uiversitas Diponegoro.
Gefen D. 2000. SEM and Regression: guidelines for researchpartice.Communication of AIS. Vol. 4, article 7.
Indiarto, Fidelis.2006. “Studi Mengenai Faktor Kekhawatiran dalam Proses Penyampaian Pesan Iklan”. Jurnal Sains Pemasaran Indonesia. No. 3, hal 234-268.
Indrayanti,I . Satya dan J.J.O. I, Ilhalauw. 2002. Pengulangan Pesan Suatu Iklan dalam Proeses Pembelajaran Konsumen: Studi Terhadap Iklan Pasta Gigi Pepsodent. Jurnal Ekonomi & Bisnis, Vol.8, No. 1,pp.36-52.
Kotler, Philip and Lee, Nancy. 2005. Corporate Social Responsiblity : Doing the
Most Good for Your Company and Your Cause, New Jersey: John Wiley
& Sons, Inc.
Kotler, 1996. Dalam jurnal Faela Sufa, 2012, “Analisi Pengaruh Daya Tarik
Iklan,Kualitas Pesan Iklan, dan Frekuensi Penayangan Iklan Terhadap Efektivitas iklan Mie Sedap”, h.26.
Kuncoro, Mudrajad. 2001. Metode Kualitatif :Teori dan Aplikas untuk Bisnis dan
Manajemen Universitas Diponegoro.
Arifin, Ali. 2005. “Seni Menjual”. Yogyakarta: Andi.
Riduan, 2004. Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Shimp, 2003. Dalam jurnal Faela Sufa, 2012, “Analisi Pengaruh Daya Tarik
Iklan,Kualitas Pesan Iklan, dan Frekuensi Penayangan Iklan Terhadap Efektivitas iklan Mie Sedap”, h.22-23
Sihombing, Indra Jaya. 2010 . Frekuensi, Jumlah Audiens, dan Masa Beriklan. Suara Merdeka, 8 Mei 2010, h.1.
Sumarsono. 2002. Manajemen Koperasi Teori dan Praktek. Edisi Pertama. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Sutherland, Max and Alice K. Sylvester. 2007. Advertising and The Mind of The
Consumer. Jakarta: PPM.
Stone, M. 1990. Continuum regression: cross-validated sequentially constructed
prediction embracing ordinary least squares, partial least squares and principal components regression. Journal of the Royal Statistical Society,
Series B (Methodological).
Wold, Herman 1996. System Under Indirect Observation, Part II, Nort Holland. Amsterdam.
www.topbrandindex.com.
Diajukan Oleh :
BAGUS KURNIAWAN 0912010118/FEB/EM
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIOANAL “VETERAN” J AWA TIMUR