dosen LPPM Mewajibkan setiap doktor membuat
minimal 3 proposal untuk skema simlitabmas
16 Kinerja Penelitian LPPM 1. Menambah jumlah peneliti dari
mahasiswa S2 yang baru lulus.
2. Satu profesor 1 buku ajar baru tiap tahun
3. Meningkatkan jumlah forum ilmiah di UNAIR dan mewajibkan dosen berpartisipasi
17 Kinerja Kemahasiswaan Direktorat
Kemahasiswaan 1. Meningkatkan persentase mahasiswa penerima beasiswa (D3 dan D4/S1
2. Meningkatkan iklim wirausaha mahasiswa antar fakultas melalui ormawa fakultas (minimal 1 fakultas 1 jenis usaha)
3. Pendampingan intensif terhadap mahasiswa yang unggul agar dapat dipersiapkan mengikuti ajang -ajang student exchange, summer camp, ataupun short course 4. Penentuan target prestasi
mahasiswa per prodi minimal 15%
dari total mahasiswa. (total prestasi dalam satu tahun adalah
>3.000 prestasi) Pendampingan finalis PKM, ONMIPA, POMNAS, MTQMN, dan Mawapres Nasional
31
NO INDIKATOR PIC PROGRAM PENINGKATAN
18 Kinerja Inovasi Badan
Pengembangan Bisnis Rintisan
& Inkubasi
1. Hasil-hasil penelitian yang sudah ada diharapkan segera melakukan pengajuan hak paten
2. Merancang sebuah terapan inovasi hasil penelitian agar menjadi teknologi yang tepat guna 3. Mengembangkan unit bisnis hasil
riset (masing2 fakultas minimal 2 riset untuk dijadikan bisnis) 4. Membuat penelitian yang
bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam pengembangan teknologi tepat guna 19 Presentase lulusan yang
memperoleh pekerjaan dalam waktu 6 bulan
Dit.PKKA 1. Gencar menyelenggarakan webinar atau seminar Perusahaan BUMN/BUMS (untuk menambah pengetahuan & informasi terkait kondisi lapangan kerja saat ini bagi mahasiswa).
2. Mendorong mahasiswa yang memiliki bisnis start-up untuk mengasah pengtahuannya melaui workshop yang diadakaan PPKK bersama perusahaan start-up yang unggul.
20 Jumlah sitasi per dosen LIPJPHKI Membangun dan menciptakan Academic social networking atau komunitas untuk saling mensitasi di lingkungan Unair.
21 Jumlah Paten per dosen LIPJPHKI Mendirikan taman IPTEK serta memfasilitasi dosen khususnya pada prodi Kesehatan atau sains untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki dalam menciptakan teknologi tepat guna yang berdampak pada masyarakat luas (sehingga dapat meningkatkan HKI)
22 Kinerja Pengabdian kepada
masyarakat LPPM 1. Mengadakan seminar/pameran
hasil pengabdian kepada masyarakat
2. Mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dapat
menghasilkan tulisan/artikel di media masa serta menghasilkan teknologi tepat guna
3. Melaksanakan program kerja berkelanjutan di program KKN 4. Memperbanyak kkn kebangsaan di
berbagai pelosok negeri
33
1. Apa itu THE Impact Ranking?
Times higher education impact ranking mengukur keberhasilan universitas dunia dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) United Nation. Tujuan dari perangkingan ini meliputi:
• Memahami bagaimana universitas memberikan dampak positif pada dunia
• Menunjukkan bagaimana sektor perguruan tinggi berkomitmen mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (the UN SDGs)
• Menilai kinerja universitas yang tidak masuk dalam pemeringkatan THE yang lain.
2. Mengapa menggunakan SDGs untuk mengukur dampak?
Sustainable Development Goals (SDGs) yang diadopsi oleh seluruh anggota PBB pada tahun 2015 merupakan seruan untuk bertindak bagi semua negara (miskin dan kaya) pada kerjasama global. PBB menyadari bahwa pengentasan kemiskinan harus berjalan seiring dengan strategi yang meningkatkan Kesehatan dan pendidikan, mengurangi ketimpangan, memacu pertumbuhan ekonomi sekaligus mengatasi perubahan iklim dan melestarikan lautan dan hutan dunia.
Meskipun SDGs tidak berfokus pada perguruan tinggi, pencapaian SDGs pada tahun 2030 tetap memerlukan peran semua pihak. THE Impact merupakan upaya global untuk mengukur kemajuan universitas khususnya terkait SDGs. Terdapat 17 UN SDGs yang akan dievaluasi oleh THE, meliputi:
• SDG 1 – no poverty
• SDG 10 – reduced inequalities
• SDG 11 – sustainable cities and
Pemeringkatan telah dirancang untuk mengijinkan sebanyak mungkin partisipasi universitas. Untuk itu, THE membatasi jumlah data yang dibutuhkan untuk berpartisipasi. Ini merupakan fitur utama dari pendekatan ini-tidak semua universitas memiliki kapasitas untuk menyediakan data dengan cara yang sama. THE juga mendorong partisipasi dari universitas yang tidak masuk dalam peringkat WUR. Oleh karena itu THE IMPACT bersifat universal.
4. Bagaimana cara berpartisipasi?
THE IMPACT RANKING terbuka untuk universitas mana pun yang mengajar di tingkat sarjana atau pascasarjana. Meskipun kegiatan penelitian merupakan bagian dari metodologi, tidak ada persyaratan penelitian minimum untuk partisipasi. THE berhak untuk mengecualikan universitas yang mereka yakini telah memalsukan data, atau yang tidak lagi bereputasi baik.
5. Mekanisme
Metodologi THE IMPACT diambil dari masing-masing SDGs. Universitas akan mendapatkan skor dan peringkat terkait aktivitas mereka di setiap SDG setelah data masing-masing universitas dikirimkan dalam portal THE IMPACT. Partisipasi dalam pemeringkatan THE IMPACT mengharuskan universitas untuk mengirimkan data minimal 4 SDGs, dimana SDG 17 (Partnership for the Goals) bersifat wajib dan sisanya bersifat opsional tergantung masing-masing universitas.
Skor keseluruhan dihasilkan dari skor SDG 17 (bernilai 22%) ditambah 3 SDG lainnya yang memiliki skor terbaik (masing-masing bernilai 26%). Skor untuk setiap SDG didasarkan pada serangkaian metrik. setiap metrik memiliki tema dan dapat terdiri dari indicator individual.
6. Informasi Umum
ü Sumbit data dilakukan pada bulan September 2021 hingga November 2021 ü Tahun data yang digunakan untuk THE
IMPACT 2022 adalah tahun 2019 dan 2020
ü Bahasa yang digunakan dianjurkan menggunakan Bahasa Inggris. Namun jika
bukti kebijakan universitas tidak menggunakan Bahasa Inggris, diperbolehkan menggunakan berbahasa Indonesia.
7. Penilaian dalam THE IMPACT a. Research
Semua metrik riset diukur menggunakan pencarian keyword pada Scopus. Daftar keyword untuk setiap SDG dapat diakses menggunakan tautan berikut ini:
Metrik keyword telah dikembangkan oleh Elsevier (mitra bibliometric THE) dan metrik yang digunakan didasarkan pada Scopus. Secara total, skor maksimum dalam indikator THE IMPACT bernilai sekitar 27%
dari skor untuk setiap SDG.
b. Bukti
Bukti dinilai berdasarkan pendekatan kalkulasi sederhana. Ketika metrik membutuhkan bukti, serangkaian pertanyaan akan diajukan dan poin diberikan sesuai dengan jawabannya. THE akan melakukan evaluasi terhadap bukti dengan melihat apakah bukti menjawab pertanyaan sepenuhnya (satu poin), menjawab sebagaian (setengah poin) atau tidak menjawab pertanyaan (nol poin).
c. Koreksi kebijakan dan pengembangan peringkat
THE Impact Rankings telah dibuat dengan hati-hati dan upaya terbaik. Namun, THE mengakui bahwa pemeringkatan membawa bias tertentu dan THE ingin mengembangkan pemeringkatan lebih lanjut untuk memastikan bahwa hal tersebut sesuai dengan peran Perguruan Tinggi dalam memberikan SDGs (dengan penekanan khusus pada perbedaan budaya dan sistem di seluruh dunia). Jika THE membuat kesalahan perhitungan, THE akan memperbaiki peringkat sesuai dengan kebijakan koreksi yang ada.
THE akan menerima masukan yang membantu memperjelas pertanyaan untuk edisi mendatang, atau saran tambahan pertanyaan baru, dan berpotensi menghapus pertanyaan yang kurang relevan.
d. Menilai Impact Ranking Keseluruhan Selain membuat peringkat individu untuk setiap SDG, THE juga membuat peringkat keseluruhan. Agar memenuhi syarat untuk peringkat keseluruhan, universitas harus menyediakan data untuk SDG 17 dan tiga SDG lainnya. Jika sebuah universitas telah menyediakan data untuk lebih dari tiga SDG lainnya, THE akan menggunakan tiga SDG yang kinerjanya paling kuat.
e. Membandingkan SDG
Besaran skor tiap SDG berbeda karena pertanyaan setiap SDG juga berbeda. THE akan menggunakan tiga skor SDG tertinggi.
Adapun proporsi yang digunakan dalam perhitungan skor keseluruhan adalah:
a. SDG 17: 22%
b. Top 3 SDG: masing-masing 26%
SDG 1: NO POVERTY