DESA SALIPOLO
6. KOMPONEN IV: Memperkuat Kapasitas dan Dukungan Para Pemangku Kepentingan melalui Pengelolaan Pengetahuan
6.1. Outcome 4.1. Penguatan Kapasitas dan Pemahaman Pemangku Kepentingna melalui Proses Diseminasi dan Sistem Peringatan Dini untuk Adaptasi Perubahan
4.1.1. Output: Terdiseminasikannya Seluruh Komponen Program untuk Menguatkan dan Mendorong Kebijakan serta Keberpihaka
Pencapaian keluaran (Output) terdiseminasikannya seluruh komponen program untuk memperkuat dan mendorong kebijakan serta keberpihakan dilakukan dengan berbagai media. Ada empat produksi bahan diseminasi yaitu film dokumenter, buku best praktis dan hasil pembelajaran, artikel jurnal ilmiah, dan berita artikel terkait kegiatan-kegiatan program. Seluruh produksi diseminasi itu juga dimuat di media website dan media sosial.
Pembuatan Film Dokumenter
Untuk bulan Oktober 2021, PMU Tim Knowledge Management dan Diseminasi berfokus untuk memfinalisasi dan editing video untuk dijadikan film dokumenter. Beberapa footage kemudian dilengkapi kembali untuk menghasilkan film yang lebih banyak menampilkan secara clear kondisi kondisi lapangan, dan apa yang telah dilakukan KAPABEL selama 1 tahun berjalannya program ini. Footage yang diambil diantranya berupa kegiatan-kegiatan peningkatan kapasitas (pelatihan dan pertemuan-pertemuan rutin kelompok), serta aktivitas dalam operasionalisasi nursery.
Sampai pada bulan Oktober 2021, proses editing dan merging video untuk film masih dilakukan, dan Content Dissemination Officer sebagai penanggung jawab untuk finalisasi film dokumenter ini melaporkan bahwa saat ini dalam proses editing seluruh komponen audio dari footage-footage yang telah dikumpulkan. Untuk penguatan script film akan dilakukan pada bulan November 2021 melalui konsultasi dengan pendamping ahli.
Sebagai tambahan, telah dibuat video dokumentasi program before and after project sampai pada akhir bulan September 2021 yang ditayangkan pada saat kunjungan monitoring dan evaluasi Kemitraan pada 23 Oktober 2021.
Penyusunan Buku
Selama Quartal 3, tahapan aktivitas ini adalah pengambilan data untuk kebutuhan penulisan buku dan jurnal adaptasi perubahan iklim. Sebelum memulai kegiatan observasi dan pengumpulan data lapangan, maka PMU perlu melakukan konsultasi sekaligus coaching dalam proses pengumpulan data pada 29 Juni 2021 di Journal of Forest and Society Writing Corner, Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin.
Nurhady Sirimorok sebagai konsultan ahli penulisan buku dan jurnal memberikan materi penyusunan instrumen penelitian terkait dengan kebutuhan data dengan menggali pertanyaan-pertanyaan yang lebih mendalam untuk memperoleh data lapangan yang lebih maksimal. Peserta pelatihan adalah PO dan PM yang terlibat dalam tim penulisan buku dan jurnal.
Keesokan harinya, pada 30 Juni 2021 materi dilanjutkan di Ruang Seminar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin. Peserta pelatihan adalah para enumerator atau tim pengambil data lapangan terkait teknik-teknik wawancara mendalam dan coaching langsung terkait bagaimana menggunakan instrumen penelitian yang telah disusun sebelumnya.
Kegiatan penulisan buku dan penulisan jurnal merupakan satu bagian proses yang tidak terpisahkan. Perbedaannya hanya pada penyajian produk akhirnya. Sampai pada akhir bulan Oktober 2021, database yang digunakan merupakan database dengan sistem yang dibuat dari penulisan buku. Oleh karena itu progress penulisan buku akan bergantung dengan proses penyusunan jurnal ilmiah, mulai dari data-data dan infromasi dari lapangan yang telah dikumpulkan, serta apa saja tujuan-tujuan program yang telah dicapai untuk mengetahui pembelajaran apa saja yang dapat dipetik dan dituliskan dalam buku.
Penyusunan Jurnal
Kegiatan penulisan buku dan penulisan jurnal merupakan satu bagian proses yang tidak terpisahkan. Perbedaannya hanya pada penyajian produk akhirnya. Sampai pada akhir bulan Juni 2021, database yang digunakan merupakan database dengan sistem yang dibuat dari penulisan buku. Aktivitas yang serupa seperti update database, konsultasi via zoom, coaching lapangan, sampai evaluasi akan dilakukan beriringan oleh dua kegiatan ini.
Saat ini artikel jurnal yang telah di drafting berjumlah 7 artikel. Jurnal masing-masing dikerjakan pada platform Google Docs yang dapat dilihat pada kolom link google docs jurnal pada link writing course berikut:
https://docs.google.com/document/d/1gR16A4_WSBM17fwipbw8ECbKUS1CTAvo/edit?pl i=1
Selain PMU ikut membuat tulisan jurnal, PMU melibatkan dua penulis luar PMU yaitu Ir. Naufal, S.Hut, M.Hut, IPM, merupakan seorang akademisi/tenaga pengajar di Jurusan Kehutanan, Universitas Muhammadiyah Makassar, dengan mengangkat teman Adaptasi dan Maladaptasi dengan studi kasus yang diambil yaitu di lokasi program Adaptasi Perubahan Iklim Masyarakat Ekosistem DAS Saddang Berbasis Pangan Hutan. Kedua yaitu Andi Vika Faradiba, S.Hut, M.Hut, merupakan seorang akademisi/tenaga pengajar di Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin yang akan meneliti terkait Peran Gender dalam pengelolaan HKm, dengan studi kasus di desa intervensi program.
Pembuatan Leaflet, Poster, dan Banner
Pembuatan leaflet, poster, dan banner saat ini dalam proses editing. Tim Diseminasi per bulan Oktober 2021 belum dibuat karena menumpuknya proses editing film dan video podcast. Hasil brainstorming untuk ide pembuatan leaflet, poster, dan banner dapat dilihat pada narasi berikut:
Leaflet
Untuk leaflet, sebelumnya desain leaflet telah dibuat dan dicetak pada kegiatan kick-off meeting, dimana poinnya adalah mengenai ringkasan program. Selanjutnya akan dibuat kembali desain leaflet dengan konsep yang menggambarkan bagaimana upaya adaptasi perubahan iklim akan dilakukan dengan mengadopsi gagasan program KAPABEL.
Poster:
Poster yang akan dibuat yaitu berupa pembelajaran-pembelajaran yang dapat diterapkan bagi kelompok penerima manfaat, misalkan poster/infografis alur pengusulan PS berdasarkan aturan baru PermenLHK No.9 Tahun 2021, infografis budidaya pangan hutan,
infografis budidaya tambak, dll. (berdasarkan diskusi dengan PMU). Poster akan dicetak dan dibagikan kepada masing-masing kelompok penerima manfaat
Banner
Roadmap yang akan dibuat yaitu mengenai gagasan adaptasi perubahan iklim di DAS Saddang. Rencana bentuk yang akan diproduksi yaitu X-Banner dan akan dipajang di kantor instansi-instansi terkait.
Pengelolaan Website
Website KAPABEL telah dapat diakses melalui alamat http://adaptasi.tlkm.or.id.
Proses pengunggahan artikel akan dibebankan kepada Field Officer of Dissemination, dan saat ini sedang dalam proses penulisan seluruh artikel yang berkaitan dengan aktivitas program serta lesson learned hasil kegiatan program di lapangan.
Pengelolaan Media Sosial
Platform dan akun sosial media yang dikelola oleh PMU Kapabel yaitu:
Adaptasi Perubahan Iklim DAS Saddang Instagram
@adaptasi.kapabel Youtube
Tim Layanan Kehutanan Masyarakat LinkdIn
Yayasan Tim Layanan Kehutanan Masyarakat
Website KAPABEL telah dapat diakses melalui alamat http://adaptasi.tlkm.or.id. Proses pengunggahan artikel akan dibebankan kepada Field Officer of Dissemination, dan saat ini sedang dalam proses penulisan seluruh artikel yang berkaitan dengan aktivitas program serta lesson learned yang didapatkan dari lapangan.
Sampai pada akhir bulan Desember 2021, Instagram KAPABEL mencapai 129 followers sejak dibuat pada tanggal 29 Januari 2021 yang lalu dengan jumlah postingan sebanyak 26 item.
Diantaranya terdiri dari 16 foto kegiatan yang berlangsung di lokasi kegiatan, 2 postingan poster, 6 IG Reels, dan 2 postingan IGTV.
Untuk akun Facebook, kami mengasumsikan bahwa insightnya akan berbanding lurus dengan Instagram, atau tidak berbeda signifikan, karena telah disinkronisasi seluruh publikasi di Instagram dengan Facebook. Namun, audience di Facebook dan Instagram ternyata memiliki karaketeristik yang cukup berbeda dalam mencari konten yang ingin dikonsumsi.
Untuk akun youtube, saat ini baru dua video yang dapat diupload. PMU khususnya tim diseminasi masih dalam tahap penguatan kapasitas dalam pembuatan video. PMU telah dilatih dasar-dasar dalam membuat konten video yang baik.
Podcast
Salah satu konten diseminasi, khususnya video yang akan diunggah ke platform Youtube adalah video podcast. Pada bulan Oktober 2021 telah diunggah 1 video podcast yang
diunggah pada platform Youtube Kanopi Hijau (salah satu anggota Konsorsium KAPABEL) yaitu: Dante Pine: Berawal dari Inisiati Event Grass Track | Tak Didunga Ono Membangun Cafe dalam Hutan https://www.youtube.com/watch?v=aC9Ba2W86bg
Activity 4.1.2.2. Pembuatan aplikasi dan perangkat pendukung sistem peringatan dini tanggap bencana
Konsep platform sistem peringatan dini Climate Smart Community untuk Adaptasi Perubahan Iklim ini dapat digunakan oleh para pemangku kepentingan telah disusun sebagai sarana untuk memfasilitasi pemantauan, dan memastikan penyebaran informasi tentang situasi dan kondisi iklim di DAS Saddang dalam konteks Adaptasi Perubahan Iklim dimasa depan. Elemen sistem peringatan dini ini meliputi informasi mengenai curah hujan, prediksi hujan, temperatur, kelembapan udara, peringatan cuaca, pemberian informasi debit air sungai, informasi buka-tutup pintu air bendungan di wilayah DAS Saddang, dan kondisi land-use, tutupan hutan dan Mangrove di kawasan DAS Saddang. Platform teknologi dibangun dengan sistem yang lebih mudah diakses oleh berbagai pihak, oleh karena itu akan dibuat dalam 3 (tiga) platform yaitu melalui: (1) WebGIS; (2) Mobile Apps; dan (3) SMS Gateway.
Dalam perencanaan pembuatan platform ini, program ini juga akan mengadakan 1-2 unit weather station di area hulu DAS Saddang untuk mensupport data iklim mikro yang dapat dipantau secara real-time dan akan ditempatkan di Kantor Desa pilihan dari desa dampingan program.
Untuk dapat membangun platform sistem peringatan dini di DAS Saddang ini, PMU membutuhkan input-input dari berbagai pihak yang berwenang dalam konteks isu perubahan iklim, dan penanggulangan bencana. Input yang dimaksud baik berupa saran, rekomendasi, data dan informasi lainnya yang dapat menunjang keberhasilan pembuatan sitem peringatan dini di DAS Saddang ini. Selain itu juga diperlukan kesepahaman bersama terkait konsep sistem peringatan dini yang akan dibuat nantinya, apa yang perlu ditambahkan atau apa yang perlu dihilangkan. Sistem peringatan dini di DAS Saddang ini membutuhkan kerja-kerja multipihak secara kolektif, sehingga upaya awal kami dalam
membangun ini adalah dengan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Kami bermaksud untuk meminta kesediaan berbagai pihak dari instansi untuk memberikan support secara teknis dan juga jika ada masukan-masukan yang diperlukan dalam penyelenggaraan pembuatan platform EWS Climate Smart Community System. Instansi yang akan dilibatkan dalam hal ini diantaranya:
- BMKG Stasiun Meterologi Kelas IV Pongtiku Tana Toraja -
Berdasarkan hasil survey dan audiensi multipihak pertama yang dilakukan pada tanggal 20 Agustus dengan BMKG Toraja, pihak instansi telah memberikan tim PMU KAPABEL list weather station yang dimiliki oleh BMKG di wilayah hulu DAS Saddang yaitu sejumlah 9 stasiun di Toraja Utara, dan 21 stasiun di Tana Toraja dengan, serta 3 di wilayah lainnya dengan rincian sebagai berikut:
Kabupaten Weather Station
Berdasarkan informasi dari pihak BMKG, stasiun iklim yang dimiliki berlokasi di Kantor Camat atau Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Kami menemukan bahwa pada dasarnya data-data iklim dari stasiun iklim BMKG dapat diakses di website BMKG, namun untuk stasiun-stasiun iklim di Toraja saat ini datanya belum dapat diakses secara langsung, dan dihubungkan ke aplikasi lainnya menggunakan API Key. Oleh karena itu untuk di BMKG Stasiun Meteorologi Kelas IV Pongtiku Tana Toraja, PMU akan melakukan koordinasi dengan pihak BMKG Toraja untuk meminta kesediaannya bekerjasama atau berkontribusi dalam sistem peringatan dini Climate Smart Community yang akan dibuat.
- BPSDA Wil. Sungai Saddang
Berdasarkan hasil survey dan audiensi multipihak pertama yang dilakukan pada tanggal 23 Agustus dengan BPSDA Wil. Sungai Saddang, pihak instansi telah memberikan informasi kepada tim PMU KAPABEL mengenai kendala-kendala dalam penyebarluasan informasi mengenai kondisi pintu air Bendungan Benteng yang dikelola oleh BPSDA Wilayah Saddang, apakah posisinya saat ini terbuka atau tertutup.
Salah satu persoalan yang coba akan diselesaikan oleh sistem EWS-CSC ini adalah penginformasian mengenai terbuka atau tertutupnya pintu air di bendungan Benteng kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Pinrang secara cepat. Oleh karena itu audiensi dengan BPSDA perlu dilakukan untuk dapat dilakukan kerjasama dalam penginformasian ini. Rencananya di BPSDA Saddang akan diadakan alat berupa panel/tuas sesuai dengan kondisi pintu air, dimana panel tersebut akan langsung mengirimkan informasi ke sistem mengenai kondisi pintu air yang informasinya dapat diakses langsung melalui webGIS atau mobile Apps dan jika informasi tersebut cukup penting akan disebarkan melalui SMS Blast.
Setelah dilakukan diskusi dengan Kemitraan (Partnership) selaku NIE program pada kegiatan Monev tanggal 23 Oktober 2021, diperlukan beberapa modifikasi dalam usulan rencana pembangunan sistem peringatan dini ini. Beberapa catatan bahwa PMU perlu melakukan rapat internal terlebih dahulu untuk menentukan apakah benar-benar akan membangun Early Warning yang tentunya perlu advokasi yang kuat kepada pihak BMKG selaku yang memiliki wewenang di dalam negeri untuk memberikan informasi siaga bencana, atau memilih untuk membangun Climate Smart Community dalam hal ini penyadaran isu iklim kepada masyarakat, untuk meningkatkan kapasitas adaptif, atau bahkan keduanya.
Konsep platform sistem peringatan dini Climate Smart Community untuk Adaptasi Perubahan Iklim ini dapat digunakan oleh para pemangku kepentingan telah disusun sebagai sarana untuk memfasilitasi pemantauan, dan memastikan penyebaran informasi tentang situasi dan kondisi iklim di DAS Saddang dalam konteks Adaptasi Perubahan Iklim dimasa depan. Elemen sistem peringatan dini ini meliputi informasi mengenai curah hujan, prediksi hujan, temperatur, kelembapan udara, peringatan cuaca, pemberian informasi debit air sungai, informasi buka-tutup pintu air bendungan di wilayah DAS Saddang, dan kondisi land-use, tutupan hutan dan Mangrove di kawasan DAS Saddang. Platform teknologi dibangun dengan sistem yang lebih mudah diakses oleh berbagai pihak, oleh karena itu akan dibuat dalam 3 (tiga) platform yaitu melalui: (1) WebGIS; (2) Mobile Apps; dan (3) SMS Gateway.
Dalam perencanaan pembuatan platform ini, program ini juga akan mengadakan 1-2 unit weather station di area hulu DAS Saddang untuk mensupport data iklim mikro yang dapat dipantau secara real-time dan akan ditempatkan di Kantor Desa pilihan dari desa dampingan program.
Per bulan Desember 2021 telah dilakukan koordinasi dengan Kemitraan (Partnership) selaku National Implementing Entity (NIE) project Adaptation Fund untuk melakukan diskusi bersama untuk pengembangan platform Climate Smart Community ini. Rencana diskusi akan dilakukan pada awal bulan Januari 2022.