KETUA RAPAT: Silakan
F- P.NASDEM (ROBERTH ROUW): Saya
KETUA RAPAT:
Interupsi Pak ya?
F-P.NASDEM (ROBERTH ROUW):
Iya Pimpinan, mohon maaf. Saya kira Pimpinan kami dari Dapil Papua, karena kami dengan Otsus yang baru dan masih banyak hal-hal yang perlu menjadi perhatian Pemerintah Pusat, maka izinkan saya untuk menyampaikan tadi ada aspirasi yang dibawa oleh masyarakat tadi untuk bisa disampaikan kepada Pemerintah.
Teman-teman yang saya hormati, Para Menteri, mitra yang saya hormati.
Terutama Pak Menteri PUPR tadi saya dapat aspirasi dari masyarakat dari Intan Jaya Pak Menteri. Kami tahu Pak Menteri, Bapak Presiden harusnya berangkat malam nanti ke Papua, tapi tiba-tiba keberangkatan Bapak Presiden dibatalkan. Berarti kita tidak tahu apakah ini batal karena apa, karena situasi keamanan dan sebagainya. Apa memang ada hal penting yang Presiden tidak bisa tinggalkan Ibu Kota, tapi kalau bicara Papua berarti indikasinya ada di faktor keamanan.
Pak Menteri tadi aspirasi yang saya terima adalah kita tahu Intan Jaya kemarin merupakan satu daerah terjadi eksodus pengungsian di Intan Jaya ke daerah Nabire ya, Paniai itu sangat besar dan dampak dari pengungsian itu kan akibat dari ada kejadian yang penembakan yang ada di sana. Untuk itu Pak Menteri mungkin kasus kerusuhan kemarin juga di Yalimo, mungkin kalau Yalimo saya dapat info sudah ada penganggarannya untuk penanganan kerusuhan di Yalimo, tapi Intan Jaya mungkin belum masuk Pak Menteri. Salah satu adalah jembatan penghubung antara Intan Jaya dan Paniai itu ada di Distrik Wandai Pak Menteri, Jembatan Budigimai itu yang menghubungkan Kabupaten Intan jaya dan Kabupaten Paniai ini-ini sangat penting Pak Menteri. Mungkin harapan saya ini bisa masuk untuk bisa mengurangi angka kemahalan yang ada di sana. Karena transportasi darat ini sangat perlu karena selama ini tanpa jembatan ini maka transportasi melalui udara. Ini sudah pasti tingkat kemahalannya akan tinggi Pak Menteri.
Yang berikut Pak Menteri, saya sangat setuju dengan tadi Pak Menteri sampaikan ada program untuk bantuan pembangunan desa itu dibentuk dengan berbasis kawasan. Saya kira ini untuk kami di Papua ini sangat perlu Pak Menteri, kami mendukung, karena kita tahu bahwa Papua kampung kami itu rumahnya jauh-jauh. Jadi kalau kita bantu satu tidak kelihatan Pak Menteri. Jadi alangkah baiknya kita buat kawasan perkampungan, maka dari semua instansi yang bertanggung jawab untuk bisa meningkatkan apa yang tadi Pak Menteri sampaikan, kami Anggota Dewan khususnya yang dari Papua kami sangat mendukung itu, kalau bisa itu segera bisa kami lakukan. Karena memang kami sudah berkonsultasi juga dengan teman-teman kami yang ada di daerah, mereka juga sangat setuju kalau ada pembangunan seperti itu. Agar kita tata kampung-kampung kita yang selama ini belum tertata dengan baik begitu, agar fasilitas itu bisa diberikan bisa dirasakan oleh masyarakat kami yang ada di sana, karena kita tahu masyarakat kami ya sangat tertinggal Pak Menteri ya. Mereka kalau kita bilang miskin sumber daya alamnya besar Pak Menteri untuk bisa membuat mereka semua kaya, tapi ini kan belum, maka Pemerintah wajib untuk memberikan mereka layak bukan kaya tapi layak untuk bisa hidup layak di daerahnya.
Dan yang berikut Pak Menteri, khusus untuk semua. Saya kira melihat RKA yang ada semua ini, saya belum lihat di dalam RKA ini ada catatan-catatan Pak Menteri semua mitra kami yang ada di sini bahwa setiap kali kami RDP, kami rapat dengan mitra kami, itu usulan-usulan yang kami lakukan. Pak Menteri catat tapi para Dirjen ini tidak menjabarkan itu di dalam program-program RKA ini. Tolong kalau bisa ini dijabarkan dan disampaikan. Ini adalah hasil RDP tanggal sekian yang diusulkan oleh teman dari mana, Kalimantan misalnya, dari Papua, dari Jawa Tengah. Maka kita tahu oh iya
hasil RDP itu ada tergambarkan di dalam program RKA yang disampaikan oleh kementerian sebagai mitra kita sama-sama, nah ini yang belum.
Kalau saya lihat khusus Menteri PUPR, kemarin kita rapat dan itu saya sampaikan untuk Jalan Jayapura-Wamena, saya lihat ada tergambar di sini Mamberamo jalan itu ada jembatan itu dan itu satu gambarkan bahwa ada satu adalah dari situ. Nah saya harapkan yang hal-hal seperti ini harus ada bahwa ada kunjungan kerja kita Komisi itupun harus ada terjabarkan di dalam RKA karena itu resmi kami kunjungan, disampaikan di dalam RKA bahwa ini hasil kunjungan kerja Komisi yang di masuk di dalam RKA tahun anggaran ini. Jadi kemitraan kita itu tergambar betul ya.
Saya kira itu yang perlu kami sampaikan, ya harapan saya para Dirjen ini ya jangan kita rapat dengan Pak Menteri, Pak Menteri catat semua tapi tidak diimplementasi oleh para Dirjen. Para Dirjen saya mohon maaf, tolong kalau bisa kita ini mitra para Dirjen, jadi harus ada tergambarkan di sana ya, minimal ada dari produk rapat RDP-RDP yang ada di sini. Saya kira itu yang perlu kami sampaikan kami tambahkan, terima kasih banyak Pimpinan atas waktu yang diberikan dan para mitra mohon maaf atas perkataan mungkin yang kurang berkenan kami mohon maaf.
Terima kasih Pimpinan, kami kembalikan. KETUA RAPAT:
Terima kasih, Pak Roberth.
Pak Menteri ini privilege untuk Papua, Pak. Saya pun tidak tegur sampai selesai Pak.
Kemudian dari meja Pimpinan saya persilakan Pak Ridwan. WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (Ir. RIDWAN BAE/F-PG):
Terima kasih Pimpinan.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh. Yang saya hormati Pak Ketua,
Teman-teman Wakil Ketua, Teman-teman Anggota Komisi V,
Yang saya hormati Pak Menteri PUPR, Pak Menteri Desa,
Kemudian Pak Sekjen dari Kementerian Perhubungan tentu dengan seluruh jajarannya.
Saya cuma satu Pak, Pak Menteri PUPR ada pesannya, saya tadi malam ketemu Pak Gubernur Kepri, iya mantan Anggota Komisi V, dia titip pesan dia bilang ya Batam-Bintan, Pak. Jembatan Batam-Bintan kalau bisa
misalnya ini adalah progress-nya bisa lebih aktif kira-kira seperti itu. Itu saja pesannya Pak Menteri.
Terima kasih.
Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Baik. Pak Syarif silakan.
WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (H. SYARIEF ABDULLAH ALKADRIE, S.H., M.H./F-P.NASDEM):
Ya, terima kasih.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Selamat sore Pimpinan,
Bapak Menteri yang saya hormati.
Tentunya berkaitan dengan yang terjadi kita sekarang ini, saya kira kita juga mengetahui dengan kondisi yang ada ya, berkaitan dengan masalah pandemi ini tentunya ini cuma memang harus kita ini harus ada batasan juga refocusing ini ya. Kemarin juga kita sudah sampaikan pada waktu di Banggar, terkait dengan ini kan persoalannya sudah 1 tahun lebih ini ya, seharusnya sudah bisa diprediksi kaitan dengan ini. Ya sehingga ini kan akhirnya sampai sejauh mana ini yang mau harus kita refocusing gitu. Kalau seharusnya kan keperluan vaksin kan sudah kita ketahui berapa ya yang harus kita target vaksinnya berapa.
Nah sehingga kemudian kepentingan-kepentingan lain. Nah ternyata umpamanya ya maaf saja saya, ada juga yang apa, timbul tanda tanya kaya PCR, setelah ditekan ternyata bisa turun kok, tentunya dengan harga yang sedemikian rupa. Ini salah satu gitu. Jadi memang ini hal-hal seperti ini perlu untuk kita ketahui, sehingga perlu menjadi patokan kita. Jangan sampai hal-hal ini malahan tidak terprediksi gitu. Nah ini juga juga masalah bagi kita.
Kemudian yang lain-lain saya kira sama dengan teman-teman, artinya begini padahal kan kita sudah punya kesepakatan ada tiga kriteria ya. Yang pertama kan berkaitan dengan Instruksi Presidenlah kebijakan. Yang kedua, berkaitan dengan Reses atau aspirasi dari pada Komisi teman-teman Komisi. Nah ini saya kira perlu menjadi perhatian sama dengan teman-teman yang lain, walaupun kita menyadari tetapi mungkin supaya juga teman-teman Komisi, kami Reses ke daerah-daerah itu sehingga ada ada ada ini ada ada realisasinya gitu Pak. Nah jadi karena memang ada memang hal-hal yang ternyata memang sangat perlu. Saya kira itu beberapa hal tentu kami tidak akan mengulangi, nanti kita akan teman-teman juga sudah menyadari nanti kita akan bahas secara mendetail berkaitan dengan di Eselon I.
Saya kira terima kasih, sekian. KETUA RAPAT:
Pak Iwan silakan.
WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (H. ANDI IWAN DARMAWAN ARAS, S.E., M.Si./F-P.GERINDRA):
Terima kasih.
Pimpinan dan Anggota Komisi V yang kami hormati,
Bapak Menteri PUPR, Bapak Menteri Desa PDT dan Pak Sekjen mewakili Menteri Perhubungan beserta jajaran yang hadir,
The Dream Team of Commission Five kata Pak Menteri, ahlan wa sahlan Pak Menteri.
Pertama-tama, kami mengucapkan apresiasi, mengapresiasi atas capaian predikat Wajar Tanpa WTP yang diterima oleh seluruh mitra kerja Komisi V. Kalau mitranya mantap tentu Komisi V-nya juga pasti mantap Pak, ya.
Kemudian tadi saya juga sangat menghargai apa yang Pak Menteri sampaikan menyangkut masalah aspirasi Almarhum teman kami yang di Komisi V agar tetap bisa menjadi perhatian. Walaupun mungkin tidak seluruhnya, tapi setidaknya hal-hal yang menjadi prioritas buat beliau Almarhum ini tetap dipertahankan dan kemudian selain dari pada itu tentu ada Anggota Komisi V kita juga yang sebelumnya menjadi Anggota sekarang mendapat penugasandi Komisi yang lain mungkin juga bisa terus mendapat perhatian Pak Menteri, terutama Pak Sungkono, beliau menitipkan kepada kami Pak bahwa menyangkut masalah Lumpur Lapindo sudah 16 tahun katanya dengan hasil putusan pengadilan yang sudah beliau pegang dan serta rombongannya, mudah-mudahan ada political will dari Pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan itu.
Kemudian selanjutnya menyangkut masalah refocusing, kita paham benar bahwa dengan adanya refocusing yang beberapa kali empat kali ini membuat kita akan banyak backlog, mungkin akan banyak kegiatan-kegiatan yang seharusnya dilaksanakan menjadi tidak terlaksanakan. Namun mungkin ada ruang fiskal di wilayah sisa lelang Pak Menteri, kan kalau kita berasumsi bahwa total belanja modal yang Bapak miliki kurang lebih 90 triliun mungkin di tahun ini. Kalau dalam proses pelelangannya misalkan membuang 20 sampai 25%, saya kira mungkin itu bisa dipakai untuk menutupi kekurangan anggaran atau refocusing yang dilakukan.
Selanjutnya kemudian untuk Pak Menteri Perhubungan, Pak Sekjen, saya agak sedikit mempertanyakan menyangkut masalah pola KIP. APBN kita yang masuk ke pembangunan pelabuhan ataupun bandara itu cukup besar, lantas kemudian memiliki potensi memberikan hasil. Kenapa kemudian tidak kita kelola sendiri dengan cara meningkatkan pola manajemen, pola
manajemen pengelolaan di pelabuhan tersebut. Lantas kemudian yang sudah bisa dikomersilkan lantas kita serahkan kepada BUMN-BUMN atau operator yang kemudian dengan alasan mampu memberikan keuntungan atau PNBP yang lebih optimal. Saya pikir teman Kakanpel atau teman-teman...(rekaman suara kurang jelas) juga bisa lebih ditingkatkan kemampuannya dalam upaya peningkatan PNBP di wilayah-wilayah itu. Itu mungkin saya mau tanya dari sisi ekonomisnya apabila dikelola sendiri apakah tidak bisa lebih optimal, dibandingkan dengan diserahkan kepada BUMN tertentu untuk mengelola. Namun kemudian yang menjadi pertanyaan kok bisa yang profit oriented itu bisa menghasilkan hasil yang lebih maksimal dibandingkan kalau kita mau sendiri. Itu hanya pertanyaan awam saja Pak Sekjen.
Nah kemudian menyangkut masalah Pak Menteri Desa, saya meminta Bapak mungkin bisa lebih fokus di wilayah transmigrasinya, karena selama ini kita lebih banyak membahas tentang desa, tapi kadang-kadang melupakan tentang transmigrasi. Nah kemudian untuk di daerah kami di Provinsi Sulawesi Selatan dan sekitarnya itu sebagian besar adalah wilayah transmigrasi yang kemudian masih banyak program-program yang kemudian lokasi transmigrasi ini masih terisolir sampai dengan saat ini. Entah itu karena jembatannya atau apanya, kalau misalkan Menteri Kementerian Desa anggarannya masih terbatas, siapa tahu bisa dibantu diskresi dari Pak Menteri PUPR di wilayah itu. Jadi agar supaya penempatan transmigran di tempat tersebut bisa terlaksana dengan baik dan kemudian para transmigran ini tidak bisa bertahan di tempat itu dan kemudian program kita atau investasi kita tidak berjalan sebagaimana mestinya. Mungkin itu saja Pak Menteri eh Pak, kami akan lebih melakukan pendalaman lagi nanti dengan teman-teman Eselon I.
Pimpinan terima kasih atas waktunya.
Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Baik. Selesai semua, dari meja pimpinan juga sudah selesai.
Saya sedikit saja Pak. Mudah-mudahan saya berharap apa yang Pak Syarief tadi sampaikan ya tahun depan kita tidak mengalami refocusing berulang-ulang ya. Saya sudah complaint ini Pak, karena di Komisi ini terasa sekali Pak kita di Komisi V ini,...(suara kurang jelas).. dan kami juga memahami kesulitan Bapak-bapak yang secara teknis memegang anggaran ini. Sudah dibuat dari single year menjadi multiyears sampai akhirnya hilang sama sekali ya kan. Ini kan kita juga di Dapil Pak, kan pasti kita sampaikan ketika satuan tiga kami terima Pak, tentu kita sampaikanlah dengan suka cita dengan senang kita sampaikan kepada Dapil masing-masing, terutama Dapil, kemudian kepada Fraksi dan seterusnya.
Nah dalam proses perjalanan kita kan kena refocusing berkali-kali Pak, ya kan dari multiyears eh dari apa singleyear, ke multiyears sampai ke sama
sekali tidak ada. Nah ini saya kemarin sudah ingatkan juga dengan teman Banggar yang ada di Komisi V ini, untuk tahun ini kalau bisa sebetulnya ini kan sesuatu yang bisa diprediksi semua ya kan. Seperti Pak Syarief tadi bilang kita keperluan vaksin Pak Hamka kan sudah tahu kita, sudah tahu, sudah bisa dihitung, kok. Kemudian irama memang peningkatan dan penurunan tingkat sebaran Covid ini memang sesuatu yang tidak mudah ya, tapi sebetulnya tidak sejauh itu juga mestinya harusnya bisa mengganggu irama penganggaran kita yang akhirnya kita di masyarakat juga harus menjelaskan ini berulang-ulang. Nah ketika kita sampaikan sudah ada, kemudian tiba-tiba fisiknya tidak muncul sampai selesai, ya memang ini kendala Pak di kita dan saya berharap mudah-mudahan tahun ini ya ini bisa kita atur dengan baik. Ini teman-teman yang ada di Banggar di Komisi ini juga peranannya sangat penting, karena kita sangat merasakan di sini ketika refocusing ini berkali-kali dilakukan.
Saya sedikit saja Pak dari daerah pemilihan. Terima kasih Pak Menteri Jembatan Sambas sudah Pak, mulai. Kemudian duplikasi Jembatan Kapuas I ini kelihatannya memang perlu kita pikirkan, Pak. Beberapa waktu lalu macet sampai 6 jam loh Kota Pontianak itu Pak ya Pak Syarief ya? Sampai 6 jam tidak gerak loh Pak. Rumah saya itu normalnya Pak kalau dari, kan kebetulan rumah saya di Siantan namanya. Kalau dari Kota Pontianak itu normal 10 menitlah Pak, hari itu Pak betul-betul 6 jam saya baru bisa tembus rumah. Nah jadi itu gambaran gituloh Pak Roberth eh Pak Roberth Rouw, saya di Kota Pontianak juga, ya nggak senyaman-nyaman ini jugalah seperti Bapak bilang di Papua kan. Cuma kita orang Pontianak agak sabar Pak kita. Ya sabar kita. Jadi saya rasa duplikasi Jembatan Kapuas I ini mendesak, karena itu berada di jantung kotanya Pontianak ya, itu betul-betul di tengah-tengah Kota Pontianak.
Pak Jarot juga di Kapuas Hulu kemarin saya kan kebetulan izin dengan Pak Menteri kemarin ngajak teman-teman Balai kemarin ya waktu pas Reses keliling ya ke Dapil dan semua Kepala Balai mendampingi terima kasih, Pak. Penguatan tebing di Kapuas Hulu Pak sekarang dikerjakan sudah, saya pikir itu harus dituntaskan Pak, karena supaya kalau kalau tidak nanti yang sudah pun rusak lagi Pak. Nah kalau tidak dituntaskan, sekarang ada pekerjaan tebing itu di jalan itu ada satu kampung di situ memang kalau ini tidak dikerjakan, kampung ini pasti kena dan jalan ini pasti putus. Nah kalau jalan ini putus, akses satu kecamatan pasti tidak ada mereka Pak, harus lewat sungai sudah dialihkan. Itu yang sedang dikerjakan tahun kemarin dan mudah-mudahan itu bisa dilanjutkan sama yang sekarang kan teman-teman menggunakan OP di sana Pak, dana OP-nya dari apa namanya, dari Balai Air untuk mengerjakan tebing jalan yang di tepi Sungai Kapuas sudah kena jalan nasional. Kemarin kami juga tinjau di situ dan jalan menuju untuk Bina Marga jalan menuju era Batas Kaltim itu Pak, saya lihat juga diprioritas ini tidak ada. Ini kami kemarin juga meninjau menurut saya itu juga harus di kita selesaikan, karena waktu datang ke Pontianak kemarin Presiden juga menyampaikan bahwa ini akan diselesaikan Pak. Ini kami pasti ditagih ini ya. Ini 70% Pak saya harus bertanggung jawab ini di sini ya, tapi nanti detail saya akan sampaikan kepada kementerian nanti catatan-catatan yang akan diusulkan karena nanti kami lagi masih lanjut dengan para Dirjen.
Saya rasa demikian Bapak/Ibu sekalian ya. Untuk mempersingkat waktu, Pak Arwani silakan. Sudah ya? Pak Sekjen ini sudah anu Pak, sebentar lagi jadi Menteri ya. Apa namanya Pak Menteri mungkin singkat saja Pak, tidak usah yang terlalu jelimet nanti tertulis saja mana yang dianggap penting saja dijawab, yang lain bisa dijawab tertulis nanti kami akan lanjutkan dengan para Dirjen. Silakan Pak Menteri PU dulu.
Oh tidak, ini, ini kayanya ini kompornya Pak Basoeki ini merk Jerman punya Pak, buatan Jerman Pak.
Silakan Pak Basoeki.
MENTERI PUPR RI (Ir. MOCHAMAD BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc., Ph.D.):
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Ada beberapa hal Bapak yang ingin kami tanggapi. Pertama, kami ucapkan terima kasih atas apresiasi Pak Komisi V DPR RI tentang capaian WTP di Kementerian PUPR.
Yang ke dua, tentang program prioritas. Kami akan pegang betul padat karya, yang tadi disebutkan oleh Pak detailnya oleh Pak Bakri dan itu saya serahkan kepada Bapak-bapak untuk nanti mengalokasikan untuk para Anggota DPR Komisi V ini.
Kemudian tentang konsep kawasan untuk penyusunan program BSPS, PAMSIMAS dan SANIMAS, saya mohon terima kasih Pak Iwan, Pak Roberth atas dukungannya. Semua ini untuk pengentasan kemiskinan dan stunting seperti yang diharapkan oleh Pak Wapres dan Pak Menko PMK.
Yang terakhir tentang kondisi Yahukimo Pak Roberth, memang sudah ada anggarannya, namun kami belum bisa bekerja sebelum ada perintah dari Pangdam atau Kapolri tentang kondusifitas lokasinya. Nah yang Yalimo juga sudah kita siapkan, tapi kami belum bisa masuk karena masih, apalagi sekarang ada dua orang yang kena lagi. Nanti Pak Wamen kan tahu persis dan juga dengan Intan Jaya dan Paniai, nanti di dalam RDP termasuk yang lainnya Batam-Bintan, kemudian Duplikasi Jembatan Kapuas I dan lain-lainnya di Riau, serta Jalan Maros Watampone dan Bone Wajo tadi nanti di RDP bisa kita programkan, kita detailkan pembahasannya untuk Bapak-bapak sekalian.
Saya kira itu yang bisa kami sampaikan Pak, terima kasih. Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Terima kasih Pak Menteri, khusus untuk program kerakyatan bolehlah kita kasih applause untuk Pak Menteri ini ya.
Ya, nanti kalau Mendes harus berdiri juga, iya dong. Baik, terima kasih Pak Menteri PU.
Saya persilakan sekarang dari Menteri Desa PDT Transmigrasi.
MENTERI DESA PDT DAN TRANSMIGRASI R.I. (Drs. A. HALIM ISKANDAR, M.Pd.):
Terima kasih.
Pertama, terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh para Pimpinan dan Anggota Komisi V kepada Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Mudah-mudahan ke depan kita terus tetap bisa mempertahankan Wajar Tanpa Pengecualian di dalam Laporan Penggunaan atau Pemanfaatan Keuangan.
Yang ke dua, terkait dengan BUMDes, betul jadi sudah kami tegaskan sejak lama bahwa BUMDes itu sebanyak-banyaknya atau semaksimal mungkin untuk kesejahteraan rakyat, sehingga tidak boleh BUMDes membuat unit usaha yang sudah dilakukan oleh warga masyarakat desa, itu sudah kita tegaskan berkali-kali. Bahkan ini segera kita masukkan dalam regulasi, karena memang sangat tidak layak kalau BUMDes berdiri, kemudian usaha-usaha yang sudah berjalan di masyarakat menjadi berhenti karena kalah dengan BUMDes dan pasti kalah. Karena itu dikelola oleh daerah eh oleh