DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
RISALAH RAPAT
RAPAT KERJA KOMISI V DPR RI DENGAN
MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT RI, MENTERI PERHUBUNGAN RI DAN MENTERI DESA PEMBANGUNAN
DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI RI Tahun Sidang : 2021-2022
Masa Persidangan : I
Rapat ke- : 4
Jenis Rapat : Rapat Kerja Sifat Rapat : Terbuka
Hari, Tanggal : Kamis, 26 Agustus 2021 Waktu : Pukul 10.40 s.d. 14.30 WIB
Tempat : Ruang Rapat Komisi V DPR RI (KK V) Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta
Ketua Rapat : Lasarus, S.Sos., M.Si./Ketua Komisi V DPR RI/F-PDIP
Sekretaris Rapat : Nunik Prihatin Budiastuti, S.H.
Acara : 1. Membahas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat APBN TA 2020;
2. Realisasi APBN TA 2021 sampai dengan bulan Agustus 2021;
3. Membahas RKA K/L TA 2022 dalam Nota Keuangan RAPBN TA 2022.
Hadir Anggota : 50 Anggota hadir dari 53 Anggota DPR RI dengan rincian sebagai berikut:
A. Anggota DPR RI: PIMPINAN :
1. Lasarus, S.Sos, M.Si/Ketua Komisi V DPR RI/F-PDIP
2. Ir. Ridwan Bae/Wakil Ketua Komisi V DPR RI/F-PG
3. H. Andi Iwan Darmawan Aras, S.E., M.Si./Wakil Ketua Komisi V DPR RI/F-GERINDRA
4. H. Syarif Abdullah Alkadrie, S.H., M.H./Wakil Ketua Komisi V DPR RI/F-NASDEM
5. H. Moh Arwani Thomafi/Wakil Ketua Komisi V DPR RI/F-PPP
FRAKSI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN:
7 orang Anggota dari 9 Anggota: 1. Bob Andika Mamana Sitepu.,S.H. 2. Mochamad Herviano
3. Hj. Sadarestuwati, S.P., M.MA. 4. Sukur Nababan, S.T.
5. Sarce Bandaso Tandiasik, S.H. 6. Sri Rahayu
7. H. Irmadi Lubis
FRAKSI PARTAI GOLKAR: 7 orang Anggota dari 7 Anggota: 1. Drs. Hamka B Kady, M.S. 2. Cen Sui Lan
3. Ir. H. Anang Susanto, M.Si. 4. H. Tubagus Haerul Jaman, S.E. 5. Ilham Pangestu
6. Bambang Hermanto, S.E. 7. Muhammad Fauzi, S.E. FRAKSI PARTAI GERINDRA: 6 orang Anggota dari 6 Anggota: 1. Sudewo, S.T., M.T.
2. Iis Edhy Prabowo, S.Hum., M.M. 3. Ir. Eddy Santana Putra, M.T. 4. Drs. H. Mulyadi, M.MA
5. Hj. Novita Wijayanti, S.E., M.M. 6. Ir.Sumail Abdullah
FRAKSI PARTAI NASIONAL DEMOKRAT: 4 orang Anggota dari 4 Anggota:
1. Drs. H. Soehartono, M.Si. 2. Drs. H. Tamanuri.,M.M. 3. Sri Wahyuni
4. Roberth Rouw
FRAKSI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA : 6 orang Anggota dari 6 Anggota:
1. Ruslan M. Daud
2. Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, S.Th. I. 3. Sofyan Ali, S.H.
4. H. Syafiuddin, S.Sos. 5. H. Sukamto, S.H.
FRAKSI PARTAI DEMOKRAT: 5 orang Anggota dari 5 Anggota: 1. Dr. H. Irwan, S.IP., M.P.
2. Willem Wandik, S.Sos.
3. drh. Jhonni Allen Marbun, M.M. 4. Lasmi Indaryani, S.E.
5. Ir. H. Ishak Mekki, M.M.
FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA: 4 orang Anggota dari 5 Anggota:
1. H. Suryadi Jaya Purnama, S.T. 2. Ir. H. Sigit Sosiantomo
3. H. Syahrul Aidi Maazat, Lc., M.A. 4. Drs. Hamid Noor Yasin, M.M.
FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL: 5 orang Anggota dari 5 Anggota:
1. H. A. Bakri H.M., S.E. 2. Athari Ghauthi Ardi 3. Hj. Hanna Gayatri, S.H. 4. H. Boyman Harun, S.H. 5. Mesakh Mirin, S.KM.
FRAKSI PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN: 1 orang Anggota dari 1 Anggota:
1. Dr. H. Muh. Aras, S.Pd., M.M. B. UNDANGAN:
1. Menteri PUPR RI (Dr. Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc)
2. Menteri Perhubungan RI (Ir. Budi Karya Sumadi) 3. Menteri Desa PDT dan Transmigrasi RI (Dr. (HC)
Drs. Abdul Halim Iskandar, M.Pd.)
4. Dr. Ir. Djoko Sasono (Sekjen Kementerian Perhubungan RI)
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si./KETUA KOMISI V DPR RI/F-PDIP):
Mohon izin Pamdal yang tidak berkepentingan diminta keluar Pak, karena kita masih PPKM level 3 supaya beban ruangan ini tidak terlalu berat, karena kita diatur oleh kapasitas maksimal, karena rapat akan segera saya mulai.
Mohon izin Pak Rahmat Gobel. Bisa kita mulai Pak Ketua. Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua.
Yang terhormat Pimpinan DPR RI, Pak Rahmat Gobel yang berkenan hadir, Pimpinan dan Anggota Komisi V yang saya cintai dan saya banggakan,
Yang terhormat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat beserta seluruh jajarannya,
Menteri Perhubungan beserta seluruh jajarannya,
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi beserta seluruh jajarannya,
Serta Hadirin yang berbahagia.
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat dan rahmat-Nya sehingga kita dapat hadir pada rapat hari ini sesuai jadwal yang sudah kita sampaikan. Rapat ini dihadiri baik secara fisik maupun secara virtual.
Sebelum dilanjutkan, perkenankan kami memperkenallkan Anggota baru, ada tambahan anggota baru atau pergantian Anggota di Komisi V dari Fraksi Partai Amanat Nasional. Saya mohon berdiri saudara Mesakh Mirin, ya tepuk tangan buat Beliau, Nomor Anggota A-521 dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Daerah Pemilihan Papua, menggantikan.
ANGGOTA KOMISI V DPR RI: Dari Jawa Barat itu. ANGGOTA KOMISI V DPR RI:
Jawa Tengah, Jawa Tengah. KETUA RAPAT:
Menggantikan Saudara Sungkono yang pindah ke Komisi IX. Kami juga ingin menyampaikan berita duka, beberapa waktu yang lalu Anggota dari Fraksi PDI Perjuangan, Anggota Komisi V DPR RI saudara Jimmy Demianus Ijie Dapil Papua Barat telah meninggal dunia wafat dan terkonfirmasi. Oleh karena itu marilah kita sejenak menundukkan Kepala seraya berdoa untuk Almarhum sesuai agama dan kepercayaan kita masing-masing, semoga Almarhum mendapat tempat yang baik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Berdoa mulai.
(BERDOA) Selesai.
Menurut laporan dari Sekretariat Komisi V DPR RI, saat ini Rapat Komisi V DPR RI telah ditandatangani oleh 33 orang Anggota, hadir secara fisik ya 26 orang orang dan virtual 17 orang dari 33 Anggota. Hadir secara fisik 26 orang dan virtual 7 orang jumlah 7, jumlah Fraksi 9.
Maka sesuai dengan ketentuan Pasal 281 Peraturan DPR RI tentang Tata Tertib, izinkan kami membuka rapat pada hari ini dan sesuai ketentuan Pasal 276 Ayat (1) Rapat Kerja Komisi V DPR RI pada hari ini saya nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum.
(RAPAT DIBUKA PUKUL 10.40 WIB)
Terima kasih dan penghargaan kami sampaikan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Perhubungan, dan Menteri Desa PDT dan Transmigrasi beserta jajarannya yang telah memenuhi undangan kami pada hari ini.
Ketua, Wakil Ketua DPR RI, Pimpinan Komisi V dan seluruh Hadirin yang berbahagia.
Berdasarkan Surat Badan Anggaran mengenai Pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun 2020 dan Pembahasan RUU tentang APBN Tahun 2022, maka hari ini Komisi V DPR RI melaksanakan Raker dengan para Menteri dengan agenda Membahas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat APBN Tahun 2020 dan Realisasi APBN Tahun 2021 sampai dengan bulan Agustus Tahun 2021 dan RKA K/L Tahun 2022, baik dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi dalam Nota Keuangan RAPBN Tahun 2022.
Sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Undang-undang Nomor 42 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD Pasal 98 Ayat (2) dan Ayat (3) serta Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib Pasal 59 Ayat (2) dinyatakan bahwa “Tugas Komisi dalam bidang anggaran meliputi diantaranya membahas dan menetapkan alokasi anggaran untuk fungsi dan program kementerian atau lembaga yang menjadi mitra kerja komisinya dan mengadakan pembahasan Laporan Keuangan Negara dengan Pelaksanaan APBN”.
Oleh karena itu pada kesempatan ini perlu kami sampaikan bahwa Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2020 serta Realisasi Anggaran masing-masing kementerian adalah sebagai berikut:
Yang pertama, berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK terhadap LKPP Tahun 2020, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mendapat opini “Wajar Tanpa Pengecualian”. Kita tepuk tangan. Selamat kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atas opini “Wajar Tanpa Pengecualian”. Sedangkan Realisasi Anggaran Tahun 2021 sampai dengan Agustus 2021 sebesar 49,10%.
Yang kedua, berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK terhadap LKPP Tahun 2020 Kementerian Perhubungan mendapatkan opini Wajar
Tanpa Pengecualian. Kita beri apresiasi. Sedangkan Realisasi Anggaran Tahun 2021 sampai dengan Agustus sebesar 50,06%.
Yang ketiga, berdasarkan Hasil Pemeriksaan BPK terhadap LKPP Tahun 2020 Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi juga mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian. Sedangkan Realisasi Anggaran Tahun 2021 sampai dengan Agustus 2021 sebesar 47,15%.
Terkait dengan agenda berikutnya yaitu pembahasan RKA K/L masing-masing kementerian pada Tahun Anggaran 2022, perlu kiranya kita bangun kesepahaman bersama bahwa Rapat Kerja pada hari ini merupakan satu rangkaian yang tidak terpisahkan dengan Pembicaraan Pendahuluan RAPBN Tahun 2022 yang telah kita laksanakan pada bulan Juni 2021 yang lalu. Pimpinan, Anggota Komisi V DPR RI,
Wakil Ketua DPR RI yang kami hormati, Para Hadirin yang berbahagia.
Dalam RAPBN Tahun 2022, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memperoleh anggaran sebesar 100,597 triliun yang akan digunakan untuk melanjutkan kegiatan prioritas dan strategis yang sudah terbangun melalui optimalisasi pemeliharaan, operasi dan rehabilitasi. Adapun rincian kegiatan rencana kegiatan prioritas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat antara lain sebagai berikut:
Yang pertama, lanjutan pembangunan 38 bendungan dan pembangunan 6 bendungan baru. Yang kedua, pembangunan jalan sepanjang 286 KM. Yang ketiga, pembangunan duplikasi jembatan sepanjang 5.620 Meter. Yang keempat, peningkatan kualitas pemukiman kumuh perkotaan seluas 796 Hektar, dan yang kelima, pembangunan Rusun sebanyak 3.501 unit.
Kemudian dalam rangka mitigasi dampak Covid-19 terhadap penurunan pendapatan dan lapangan kerja, pelaksanaan kegiatan di tahun 2022 diupayakan melalui mekanisme padat karya yang mendukung kegiatan pengembangan infrastruktur berbasis masyarakat.
Selanjutnya Kementerian Perhubungan dalam RAPBN Tahun 2022 memperoleh anggaran sebesar 32,938 triliun yang akan digunakan untuk melanjutkan kegiatan prioritas dan strategis, utamanya di bidang infrastruktur transportasi. Kegiatan prioritas tahun 2022 tersebut dilaksanakan melalui program infrastruktur konektivitas dan output prioritas antara lain:
Yang pertama, pembangunan tahap awal dan penyelesaian jalur kereta api sepanjang 267,45 Kilo Meter. Yang kedua, pembangunan pelabuhan baru 2 lokasi. Yang ketiga, penyelesaian pembangunan pelabuhan non-komersial 23 lokasi. Yang keempat, rehabilitasi fasilitas pelabuhan 22 lokasi, dan yang kelima pembangunan bandara baru 9 lokasi.
Berikutnya Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi dalam RAPBN Tahun 2022 memperoleh anggaran sebesar 3,102 triliun. Komposisi anggaran tersebut sebesar 23% digunakan untuk program mendukung manajemen dan yang 77% untuk program daerah tertinggal kawasan perbatasan, pedesaan dan transmigrasi.
Terkait dengan kegiatan di tahun 2022, Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi akan melanjutkan kegiatan prioritas untuk mendorong roda perekonomian masyarakat, terutama dalam menghadapi tatanan kehidupan normal baru. Kegiatan prioritas tersebut diantaranya:
Yang pertama, peningkatan ekonomi melalui pengembangan usaha BUMDes dan BUMDes Bersama. Yang kedua, pengembangan desa wisata. Yang ketiga, peningkatan akuntabilitas sosial dan desa inklusi serta peningkatan kompetensi masyarakat mendukung desa digital. Yang keempat, pengembangan produk unggulan pedesaan dan yang kelima, pengawalan penggunaan prioritas dana desa.
Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR RI yang kami hormati, Bapak Wakil Ketua DPR RI yang kami hormati.
Demikianlah Pengantar Rapat kita pada hari ini. Untuk mempersingkat waktu saya persilakan secara bergantian untuk menyampaikan paparannya. Mohon izin Pak Menteri PU karena Pak Menteri Perhubungan tadi sudah minta izin kepada saya mau duluan, ada agenda dengan Presiden.
Saya persilakan dulu Pak Menteri Perhubungan untuk menyampaikan paparannya.
MENTERI PERHUBUNGAN R.I. (Ir. BUDI KARYA SUMADI): Terima kasih, Pak Ketua.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Yang saya hormati Bapak Rahmat Gobel, selaku Wakil Ketua DPR RI bidang Korenbang,
yang saya hormati Bapak Ketua Komisi V dan para Wakil yang saya banggakan,
Para Anggota Komisi V yang saya banggakan,
Saudara Ketua, Pak Menteri PU, ini senior saya guru saya, guru apa-apa gitu, Pak Menteri Desa yang selalu tersenyum ya Pak Kyai ya,
Dan Hadirin yang saya banggakan.
Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kita bisa hadir dan saya menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya saudara kita yang tercinta Pak Jimmy Demianus Ijie. Beliau adalah sosok yang menyenangkan, semoga diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, Aamiin.
Saya juga menyampaikan selamat datang Pak...(rekaman suara kurang jelas), welcome Papua, kita selalu care Papua. Minggu lalu eh kemarin dulu saya kirim, kita kirim lebih dari 400 pieces ke sana untuk PON ya.
Bapak Ketua, Wakil Ketua dan Hadirin sekalian.
Dari Laporan Keuangan yang kita sampaikan sesuai dengan Undang-undang Nomor 1 dan Peraturan Pemerintah, maka kita melakukan suatu upaya-upaya yang tentu disesuaikan dengan apa yang sudah kita diskusikan. Saya merasa kalau di DPR ini adalah teman-teman yang selalu memperjuangkan Kementerian Perhubungan, selalu memberikan kritik-kritik positif dan kita bisa diskusi secara terbuka. Oleh karenanya saya mengapresiasi rekan-rekan dari Komisi V dan saya berusaha untuk sebagai partner dari Komisi V untuk agar visi misi Presiden itu bisa dijalankan dengan baik.
Bapak Ibu yang saya hormati.
Bahwa kali ini kami akan melaporkan tiga hal. Pertama, adalah Laporan Realisasi Anggaran. Yang kedua adalah melaporkan Neraca Laporan Operasional dan juga melaporkan berkaitan dengan perubahan ekuitas ya dan catatan-catatan Keuangan.
Sebagai suatu entitas yang memiliki kewajiban untuk menyampaikan laporan dan kami secara undang-undang wajib melakukan pelaporan ini kepada Bapak Ibu sekalian, sudah menyampaikan laporan lengkap dan tepat waktu dan selanjutnya penelitian dan pemeriksaan dari laporan-laporan itu harus berdasarkan surat BPK di Nomor 30 Tahun 2021 ini, ya Alhamdulillaah seperti yang disampaikan Pak Ketua kita mendapatkan Wajar Tanpa Pengecualian.
Tapi benar bahwa Wajar Tanpa Pengecualian itu bukan segalanya, tetap kita harus menjadikan itu, saya selalu sampaikan kepada Ketua BPK bahwa BPK juga partner dan memberikan banyak masukan-masukan agar mata dan telinga kita itu lebih tajam. Jadi apa yang menjadi temuan BPK dan kritik-kritik dan masukan dari Ibu Bapak sekalian menjadi masukan untuk melakukan improvement.
Kami memang jauh dari sempurna dan oleh karenanya kami berusaha untuk melakukan improvement dari evaluasi BPK dan banyak temuan-temuan yang diperoleh dan juga masukan dari Bapak-bapak, karena aspirasi Bapak Ibu sekalian di daerah itu sangat mewarnai apa yang kami lakukan, mendampingi visi misi Presiden.
Bapak Ibu Ketua, Wakil Ketua, Bapak Gobel dan Anggota yang saya banggakan.
Selanjutnya sedikit berkaitan dengan Laporan Keuangan. Kita memang menyampaikan bahwa Laporan Realisasi 2020 itu cukup berwarna. Berwarna
dari laporan ini ditandai dengan makin berkurangnya alokasi yang diberikan kepada kami, tetapi kami mengerti bahwa upaya dari Kementerian Keuangan yang tentunya sudah diarahkan oleh Presiden bahwa alokasi itu memang segitu dan banyak tugas-tugas dari Pemerintah untuk menyelesaikan masalah Covid.
Oleh karenanya dengan anggaran yang relatif berkurang, kami memaknai itu sebagai suatu tantangan, ditandai dengan kami berusaha untuk meningkatkan PNBP. Jadi PNBP tahun lalu sudah naik 10% jadi 7,7 triliun dan kami berjanji tahun ini akan kami tingkatkan lagi, karena dengan PNBP itu kami bisa memberikan suatu ruang fiskal baru bagi kami untuk membangun juga.
Jadi Bapak-bapak yang merupakan Dapil-dapil yang berpotensi memberikan PNBP seperti Kaltim, Sulawesi Tenggara Pak Wakil ya, Sumatera Selatan, di mana banyak tambang, Kalimantan Selatan, ya itu kita mendapatkan banyak sekali PNBP dari beberapa daerah itu, tapi bukan tidak mungkin daerah lain juga akan kita lakukan seperti di Kepulauan Riau Bu ya. Kepulauan Riau itu kita banyak ada kenaikan-kenaikan yang kita peroleh dari laut.
Nah apa yang dilakukan ini sejalan dengan kami juga melakukan PPV project yang secara intensif kita lakukan untuk menambah ruang fiskal atau mengurangi kewajiban kita untuk spending terhadap apa-apa yang harus kita keluarkan. Kalau dibandingkan 2019 kita itu turun ya, jadi kami selalu memaknai bahwa kekurangan anggaran itu dengan satu effort yang lebih dari ruang-ruang kemungkinan income, income yang bisa kita peroleh atau mengurangi biaya-biaya yang harus dikeluarkan APBN untuk tempat-tempat kita. Sebagai contoh beberapa waktu yang lalu kita melepas 5 bandara kepada AP II, berarti kita bisa mendapatkan kurang lebih 500 miliar, sehingga saya bisa membangun di Sulawesi Selatan ya. Dari Sulawesi Selatan, perwakilan dari Sulawesi Selatan kita bisa membangun di Pak Wakil di Toraja, itu hasil kita melakukan penghematan di beberapa tempat kita punya ruang fiskal yang baru dengan itu. Nah oleh karenanya saya terima kasih sekali spirit yang diberikan oleh Bapak Ibu sekalian berkaitan dengan itu.
Nah berkaitan dengan neraca dan ekuitas, ini teknis sekali ya jadi terjadi peningkatan, tentu terjadi peningkatan karena memang kita melakukan suatu investasi dan jumlah ekuitas itu membesar di tahun 2020 dari 513 ke 517. Juga berkaitan dengan Laporan Operasional Kementerian Perhubungan, kami laporkan kita mengoperasikan sebanyak 34 triliun dan itu mewarnai bahwa kegiatan-kegiatan itu dilakukan, baik itu untuk operasional maupun non-operasional.
Terakhir, catatan atas Laporan Keuangan Kementerian Perhubungan. Setelah dilakukan peninjauan oleh BPK, Kementerian Perhubungan telah melakukan koreksi atas penyajian dan pengungkapan Laporan Keuangan terdiri atas; Realisasi Anggaran, Neraca, Ekuitas dan Laporan Operasional. Bapak Ibu yang saya hormati dan saya banggakan.
Terkait dengan Realisasi 2021 sampai bulan Agustus, memang 2021 ini diwarnai oleh tekanan, karena adanya Covid dan adanya satu refocusing yang cukup intensif, tapi kami maknai itu sebagai satu tantangan bahwa kami harus tetap bekerja dan dana-dana 31,9 31,3 triliun itu harus deliver dan harus menciptakan beberapa capaian-capaian yang berguna pada masyarakat. Memang ada beberapa luncuran SBSN, PHLN ada PEN, sehingga pada akhirnya kita mendapatkan suatu anggaran 34,24 triliun.
Dari apa yang sudah kita lakukan kami laporkan kami mencapai 50% dan ini lebih tinggi dari tahun lalu. Berarti prognosa kami yang kita rencanakan di akhir tahun 95,87 InshaAllah tercapai kalau mungkin bahkan kita lakukan lebih dan untuk ini kami lakukan koordinasi setiap 2 minggu pada Satker-satker yang tidak mencapai, kami secara khusus panggil dan saya minta juga Kepala Daerah untuk ikut serta dalam kegiatan itu.
Bapak/Ibu sekalian.
Tentu anggaran itu untuk pegawai, untuk barang dan belanja modal dan memang pesan dari Bapak Presiden agar belanja modal itu harus ditingkatkan dan harus disegerakan, karena kita tahu bahwa dengan adanya belanja modal, maka kita mendapatkan suatu dorongan kekuatan ekonomi dan kita harus bangga Pemerintah bisa menciptakan suatu pertumbuhan 7%, ini berkat diantaranya adalah Saudara Ketua ini yang luar biasa melakukan kegiatan di daerah-daerah ya, jadi sangat ngetop ya.
Jadi Bapak Presiden sangat minta kepada kami setiap kali mengatakan lakukan secepat mungkin penyerapan anggaran. Nah oleh karenanya Bapak Ibu juga kritiklah kami kalau kami lambat melakukan. Seperti Pak Eddy Santana mengatakan tadi Tanjung Api-api, kami mengaku salah Pak karena desainnya terlambat ya Pak Dirjen Darat, ini perhatian untuk kita. Jadi lelang tidak mengikat seperti Pak Menteri PU ini keren banget selalu melakukannya cepat ya. Jadi kami harus meniru sesuatu yang hal yang baik dan kritikan dari Pak Eddy Santana kami terima dan InshaAllah kalau tidak kita lakukan sebagian tahun ini, tahun depan kita lakukan.
Di tempat-tempat lain juga kritikan-kritikan dari Bapak-bapak Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat ya, Riau ya, Jambi dan sebagainya, kita berdiskusi keras tetapi untuk tujuan yang baik.
Bapak/Ibu sekalian.
Memang refocusing dan efisiensi ini mewarnai ruang fiskal yang ada di Kementerian Perhubungan dan kami dikhususkan pada proyek-proyek mandatori dan prioritas nasional. Nah sehingga keterbatasan inilah kami justru menimbulkan suatu upaya-upaya kreativitas untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan. Banyak kegiatan-kegiatan yang tidak berlangsung kami mengundang swasta.
Saya tadi bicara sama Pak Bakri, Ujung Jabung kita undang swasta saja di sana karena APBN tidak mungkin ya, karena kalau APBN masuk di sana tidak terjadi, kalau swasta dia sudah menghitung. Oleh karenanya kita mengundang.
Tadi pagi kami rapat dengan Organda, kita banyak terminal, saya persilakan Anggota Organda untuk mengelola agar APBN yang harus dikeluarkan di setiap terminal itu dipikul oleh mereka-mereka. Karena terjadi suatu penyimpangan bahwa terminal ada tetapi para angkutan bus berangkat dari pool-nya masing-masing. Sekarang silakan kelola, sehingga kita berkurang juga.
Nah oleh karenanya saya mendapat banyak masukan dari Bapak Ibu, dari Lampung, dari Jabar, dari Jateng, Jatim dan semuanya, tidak terkecuali juga Papua yang selalu memberikan masukan, tetapi ini justru menjadi suatu hal yang baik.
Bapak/Ibu sekalian.
Untuk mengambil langkah-langkah percepatan, kita melakukan konsisten berkaitan dengan protokol kesehatan dan WFH dan WFO. Kita melakukan monitoring, kita melakukan koordinasi dan intens dengan stakeholders. Kita juga melakukan upaya-upaya membuka blokir ya atas DIPA, melakukan lelang tidak mengikat. Kalau ini saya belajar dari Pak Menteri PU ya, ini dia jago banget ini. Melakukan pengawasan intensif, mengawal rencana penarikan dana secara ketat, hindari deviasi negatif, mendorong Satker untuk melakukan penagihan dan menggiatkan realisasi. Bapak Ketua, Pak Gobel dan Wakil Ketua dan Anggota yang saya hormati dan saya banggakan.
Dapat saya sampaikan juga bahwa Bapak Presiden secara khusus selalu mengilustrasi kepada kita. Presiden mengatakan bahwa masa pandemi ini harus kita jadikan momentum untuk berbenah dan melakukan transformasi anggaran, transformasi digital dan fokus pada program pada kegiatan yang langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Nah inilah yang menginspirasi dan ini mendapat dukungan dari Bapak/Ibu sekalian dengan kritik-kritik yang sangat konstruktif.
Bapak Ibu yang saya hormati.
Sesuai dengan RKP 2022 antara lain adalah melanjutkan pengembangan infrastruktur konektivitas yang produktif dan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah serta...(rekaman suara kurang jelas) dan berdampak langsung kepada masyarakat, itu adalah misi yang kita lakukan.
Oleh karenanya beberapa hal yang kita lakukan karena anggarannya terbatas, kita buat multiyears ya, kita buat program itu pro rakyat. Kita berusaha mendukung meningkatkan SDM di transportasi. Kami punya sekolah, punya 22 sekolah dan tahun ini kami membuat S2 transportasi
bekerja sama dengan universitas terkenal, ada 4 universitas ada jurusan darat, laut, udara dan kereta api. Sehingga SDM dari Kementerian Perhubungan dan Daerah ditampung untuk bekerja di sana dan kami juga membuat sekolah S2 transportasi vokasi yang baru kita resmikan tahun ini. Pertama kali ada S2 Transportasi Vokasi.
Mendukung penanganan Covid, jadi secara intensif kami selalu mengadakan vaksinasi ya. Mendukung pemerataan pembangunan nasional, jadi dari Aceh sampai ke Papua kita take care secara intensif. Melakukan inovasi, terutama creative financing karena PNBP harus ditingkatkan, bagaimana kita melakukan Project PVP ya dan kami sangat intensif dengan beberapa pihak untuk melakukan seperti Patimban, seperti di Anggrek, ada juga yang di Sulawesi Garonggong, ada juga perencanaan di Bau-bau, kita akan lakukan PVP agar APBN tidak tersedot pada pengelolaan-pengelolaan yang tidak efisien.
Kami juga melakukan angkutan masal ya pada kota-kota besar, terutama di Jabodetabek, Medan, Bandung, Surabaya, Makassar dan Bali dan mendorong pemanfaatan energi baru dan terbarukan dan ini kita lakukan dengan mengintegrasikan antarmoda dan Smart Transportation.
Bapak/Ibu yang saya hormati.
Kami sampaikan bahwa dengan anggaran 32,9 triliun, kami berasal dari rupiah murni 19 triliun, PNBP 3,4 triliun, BLU 1,5 triliun, dari luar negeri itu 1,2 triliun dan SBSN sebanyak 7 triliun dan itu tersebar di berbagai tempat di Eselon I di Sekjen, di Irjen ya. Memang kami berusaha melakukan balancing ya, darat tetap kita pertahankan menjadi 5,4 triliun, Hubla itu 8,9, Hubud itu 7 triliun, kereta api 6,7, Litbang dan BPSDM 3,8 dan BPTJ.
Jadi itu semua adalah pagu-pagu yang sudah kita optimasikan secara detail dan beberapa adalah aspirasi yang disampaikan dalam diskusi kami dengan Bapak/Ibu sekalian.
Bapak Ketua, Pak Gobel Wakil Ketua dan Anggota Komisi V yang saya banggakan.
Dalam kesempatan ini kami mohon persetujuan apa yang kami usulkan ini, kami selalu membuka diri untuk berdiskusi terhadap proyek-proyeknya karena saya yakin Bapak Ibu juga memiliki satu visi misi terhadap daerahnya masing-masing.
Apa yang kita butuh dukungan yaitu pembagian kalau dari program, kalau berkaitan dengan manajemen itu 8 triliun menjadi 8,8 triliun, infrastruktur konektivitas itu 21,6 triliun dan riset itu 96 miliar.
Bapak/Ibu yang saya hormati.
Prioritas dari pelaksanaan ini adalah pelaksanaan program pembangunan RPJMN dalam rangka peningkatan konektivitas nasional.
Melaksanakan KPI yang penting ya, seperti membangun menyelesaikan Patimban, menyelesaikan kereta api Makassar-Pare-pare, mengoptimalkan operasionalisasi dari pada Kertajati, melakukan improvement terhadap Kuala Tanjung dan membangun New Ambon dengan New Palembang Tanjung Carat ya. Melanjutkan program membuka aksesibilitas daerah terpencil dan Papua. Jadi ke daerah Papua dan NTT secara khusus kami tambahkan tol laut, supaya beras yang dari Merauke itu bisa disebar ke NTT. Meningkatkan keselamatan transportasi, melakukan program vokasi, mendukung PEN dan membangun konektivitas x ya. Nah ini dibantu Pak Basoeki untuk menghubungkan dari satu tempat ke tempat yang lain.
Bapak/Ibu yang saya hormati.
Sebelum mengakhiri sambutan saya, izinkan saya melaporkan dalam forum yang terhormat ini bahwa sesuai dengan arahan Bapak Presiden, agar kita semua kementerian lembaga seluruh komponen bangsa bersama harus bahu membahu bersinergi membantu Pemerintah menghadapi pandemi Covid-19. Untuk itu Kementerian Perhubungan telah turut serta aktif mengambil peran mengoperasikan kegiatan kemanusiaan ini dengan padat karya, menyediakan isolasi mandiri, balai-balai kita sediakan seperti di Bali kurang lebih ada lebih dari 200 orang dan kita juga membangun isolasi kapal terapung di 6 lokasi di Makassar, Bitung, Lampung, Medan, Sorong, Jayapura dan kapal-kapal yang di Papua juga akan digunakan sebagai tempat menginap pada saat PON nanti.
Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini bermanfaat untuk masyarakat dan bisa menyelesaikan masalah Covid di negara kita yang tercinta. Sekali lagi saya berterima kasih atas dukungan Bapak/Ibu sekalian yang memberikan dukungan dan juga memberikan support dan kritik yang membangun. Semoga Allah SWT memberikan jalan yang baik pada kita semuanya.
Terima kasih.
Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Wa'alaikumsalam.
Terima kasih Menteri Perhubungan.
Silakan Pak Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
MENTERI PUPR RI (Ir. MOCHAMAD BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc., Ph.D.):
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Shaloom,
Selamat pagi.
Bapak Wakil Ketua DPR RI yang saya banggakan,
Bapak-bapak Pimpinan Komisi V dan Ibu Bapak Anggota Komisi V yang terhormat dan saya hormati.
Kami atas nama Kementerian PUPR keluarga besar Kementerian PUPR menyampaikan bela sungkawa juga kepada rekan kita Bapak Jimmy, dua minggu sebelumnya saya kira beliau nemuin saya pesan untuk dibikinkan sumur bor di Sorong dan InshaAllah 5 sumur bor itu sudah kami kerjakan.
Kemudian juga kepada Pak Mesakh, welcome to join the dream team Pak. Komisi V ini the dream team Pak.
Ibu Bapak sekalian yang kami hormati.
Mendetailkan apa yang disampaikan oleh Bapak Ketua Komisi V tadi dalam pembukaannya, kami melaporkan tiga hal. Pertama adalah tentang Audit Laporan Keuangan Kementerian PUPR Tahun 2020, Realisasi APBN 2021 dan RKA K/L Tahun 2022.
Yang pertama, Laporan Keuangan Kementerian PUPR Tahun 2020. Dalam penyusunan Laporan Keuangan ini Kementerian PUPR melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
Perbaikan dan koreksi pencatatan hasil revaluasi PMN 2017 sampai 2019 dan telah disajikan dalam Laporan Keuangan Kementerian PUPR 2020 dengan total aset sebesar 1.940 triliun atau naik sebesar 2,4% dari aset tahun 2019.
Yang kedua, inventarisasi dan verifikasi dokumen untuk mempercepat proses hibah langsung ke pemerintah daerah maupun masyarakat, maupun yang melalui Kementerian Keuangan.
Yang ketiga, pencatatan dan penyajian aset tanah proyek strategis nasional yang dibiayai dari Lembaga Manajemen Aset Nasional LMAN sebesar 40,16 triliun, serta melakukan kapitalisasi aset konstruksi dalam pengerjaan KDP senilai 7,1 triliun dan aset tak berwujud sebesar 564 miliar ke dalam aset induknya.
Keempat, penyajian aset dan kewajiban konsesi jasa pada Catatan atas Laporan Keuangan atau CaLK sebesar 454 triliun yang selanjutnya sesuai dengan PMK tanggal 1 Juli 2021 tentang Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah berbasis akrual Nomor 16 Perjanjian Konsesi Jasa Pemberi Konsesi. Aset Konsesi Jasa akan disajikan dalam Laporan Keuangan Kementerian PUPR Tahun 2022.
Pengungkapan realisasi atas penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional berbasis PEN sebesar 11,6 triliun yang
dilaksanakan melalui kegiatan padat karya dan penyediaan prasarana sarana dalam CaLK Kementerian PUPR Tahun 2020.
Kelima, eh keenam, penyajian realisasi program percepatan pencegahan stunting melalui pembangunan infrastruktur permukiman bidang air minum dan sanitasi dalam bentuk kegiatan PAMSIMAS dan SANIMAS sebesar 375 miliar yang dijelaskan dalam CaLK Kementerian PUPR Tahun 2020.
Tujuh, sesuai surat Ketua BPK RI Nomor 89 Tahun 2020 Tanggal 10 Agustus dan surat Dirjen Perbendaharaan Nomor 189 Tahun 2021 tanggal 13 Juli 2021 untuk keterbukaan informasi publik, maka Laporan Keuangan Kementerian PUPR Tahun 2020 audited telah dipublikasikan pada surat kabar harian Media Indonesia tanggal 16 Agustus Tahun 2021.
Yang kedua, Temuan dan Rekomendasi LHP atas Laporan Keuangan Kementerian PUPR Tahun 2020 adalah sebagai berikut: Jumlah temuan dan rekomendasi dalam LHP BPK RI atas LK Kementerian PUPR Tahun 2020 sebanyak 33 temuan, terdiri dari 126 rekomendasi dengan nilai 66,8 miliar dan Euro 1.143 Euro atau sekitar 0,06% dari Pagu Kementerian PUPR 2020 sebesar 107,1 triliun.
Tindak lanjut hasil temuan dan rekomendasi atas Sistem Pengendalian Intern (SPI) dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan adalah dengan diterbitkannya, karena ini baru saja Juli jadi baru diterbitkan Instruksi Menteri PUPR Nomor 0501 tanggal 6 Agustus dengan muatan pokok sebagai berikut:
Satu, menyampaikan tindak lanjut atas LHP selama periode pada 10 September 2021 kepada Setjen Kementerian PUPR. Memberikan teguran kepada KPA dan Satker atas temuan-temuan yang 33 temuan tadi dan memerintahkan Unit Kepatuhan Intern untuk melakukan pendampingan dan pengawalan proses tindak lanjut.
Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan LHP BPK RI atas Laporan Keuangan Kementerian PUPR Tahun 2020, tanggal 24 Mei yang diserahkan oleh Anggota IV BPK RI pada tanggal 5 Agustus, Kementerian PUPR Alhamdulillaah memperoleh opini WTP.
Yang kedua, Bapak/Ibu sekalian yang kami hormati adalah Laporan tentang Realisasi APBN Tahun 2021 hingga bulan Agustus Tahun 2021 ini. Yang pertama, Pagu Awal Kementerian PUPR Tahun 2021 sebesar 149,81 triliun, mengalami penyesuaian pagu untuk mendukung penanganan Covid-19 secara nasional melalui 4 tahap refocusing. Tahap I sebesar 18 triliun, Tahap II 0,2 triliun, Tahap III 3,23 triliun dan Tahap IV 4,23 triliun. Penyesuaian Pagu juga dilakukan karena tambahan sebesar 4,99 dari BA.999 untuk penanganan cuaca ekstrim, longsoran, penanganan Covid-19, dan pemulihan ekonomi nasional. Luncuran SBSN 2020 sebesar 300 miliar, serta percepatan PHLN sebesar 8,37 triliun. Dengan demikian Pagu akhir saat ini adalah 137,81 triliun.
Kementerian PUPR telah melakukan mid-term review pada tanggal 25 Juni untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi secara komprehensif kegiatan tahun 2021, sehingga optimalisasi sasaran Renstra penugasan Presiden, program strategis nasional, penanganan bencana alam di Sulbar, Kalsel, NTT dan NTB, serta kebutuhan mendesak lainnya antara lain; pembayaran lahan eks-proyek strategis nasional, pemenuhan eskalasi, pembayaran tunggakan dan dukungan penanganan Covid-19 dapat dipenuhi melalui kegiatan atau langkah-langkah sebagai berikut:
Satu, penghematan biaya belanja pegawai yang bersumber dari gaji dan belanja tunjangan kinerja; Penghematan belanja barang berupa honorarium, perjalanan dinas, paket meeting, belanja jasa, belanja operasional dan non-operasional lainnya; Penundaan kegiatan swakelola kontraktual lainnya yang belum atau sedang dilelangkan; Penghematan dari sisa lelang dan proses lelang yang telah selesai; dan pemanfaatan kembali sisa pagu yang berpotensi tidak terserap. Jadi artinya yang tidak terserap biasanya penyerapan sekitar 93-94 sehingga yang 6% itulah yang kami review di dalam mid-term review untuk bisa dipakai sebagai refocusing, sehingga tidak terlalu banyak menunda pekerjaan-pekerjaan yang sudah diprogramkan.
Yang ketiga, dampak refocusing dapat kami laporkan sebagai berikut. Pertama, refocusing tahap 1 dan 2 sebesar 18,2 triliun, jadi tadi yang pertama 18, yang kedua 0,2 dengan penyesuaian antara lain pada gaji dan belanja tunjangan kinerja yang berpotensi tidak terserap; Dua, pengalihan sumber dana dari beberapa aset rupiah murni menjadi SBSN; Ketiga, relaksasi kegiatan yang tidak bisa diselesaikan 2021 pada beberapa kegiatan di kawasan industri Batang dan pengembangan food estate untuk dilanjutkan penyelesaiannya pada tahun 2022, karena masalah lahan, Amdal dan sebagainya di Kawasan Industri Batang. Kemudian keempat, penghematan bea belanja modal berupa pengadaan lahan PSN yang sudah dibiayai dengan LMAN, Bendungan Sepaku Semoi, SPAM IKK Siborong-borong adanya penghematan bukan ditunda; Kemudian kelima, penundaan sebagian kegiatan di Kawasan Industri Subang, karena masih ada pembebasan lahan yang diperlukan oleh Kementerian BUMN dan Kawasan Industri Batang, sebagian kegiatan food estate, singkong estate di Kalimantan Tengah dan Sumut, di Rusun Kawasan Industri Subang karena belum bisa dikembangkan, PSU rumah umum bagi MBR dan rumah khusus.
Yang kedua, refocusing tahap III dan IV sebesar 7,46 triliun dengan penyesuaian antara lain pada penghematan belanja barang lagi yang bersumber dari honorarium yang masih belum terserap, perjalanan dinas, paket meeting-meeting dan belanja jasa, belanja operasional dan non-operasional lainnya. Penghematan sisa Pagu yang berpotensi tidak terserap, karena makin ke sini makin banyak yang sudah dilelang dan yang masih ada sisa-sisa lelang. Relaksasi kegiatan single years menjadi multiyears dan rekomposisi kegiatan multiyears, kemudian ini yang di jereng. Kalau yang di rekomposisi berarti diperpanjang; Kemudian pengurangan alokasi pembayaran rasionalisasi tarif tol; Penundaan beberapa kegiatan Bendung
Gerak, beberapa kegiatan seperti Bendung Gerak Karangnongko yang masih membutuhkan pembebasan lahan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Food estate di Kalteng, Bendung Daerah Rawa Telake di Kalimantan Timur dan Rusun Asrama Pendidikan Tinggi dan Pendidikan Keagamaan.
Yang keempat, Realisasi Pagu Anggaran per 24 Agustus adalah sebesar 67,66 triliun atau sebesar 49,10% dari total anggaran dengan progress fisik sebesar 51,38%.
Lima, Realisasi Keuangan Program Padat Karya Tunai sebesar 14,37 triliun atau 61,83% dari total 23,24 triliun, dengan progress fisik sebesar 58,7% serta progress serapan tenaga kerja sebesar 899.031 orang atau 72,93% dari total target serapan 1,2 juta 1,23 juta orang pekerja.
Upaya Percepatan Realisasi Anggaran Tahun 2021 antara lain mempercepat penyelesaian administrasi dan revisi anggaran. Jadi adanya refocusing ini perlu adanya revisi-revisi. Kemudian relokasi anggaran antar paket untuk mempercepat pembayaran paket MWC dengan progress tinggi. Jadi progress kegiatan-kegiatan yang progress-nya lambat kita cut kita bayarkan pada progress yang lebih cepat. Dan yang ketiga mempercepat pelaksanaan pekerjaan sesuai target dan batas waktu penyelesaian. Mempercepat pelaksanaan kegiatan padat karya sesuai dengan target dan sasaran sehingga seperti yang disampaikan oleh Pak Menteri Perhubungan tadi supaya uang supaya juga terdistribusi ke masyarakat. Yang kelima, mempercepat pelaksanaan dukungan penanganan Covid dan penanganan bencana.
Bapak Wakil Ketua DPR, Bapak Pimpinan Komisi V, Ibu Bapak Anggota Komisi V yang terhormat dan kami hormati.
Yang ketiga adalah ingin kami laporkan RKA K/L Program Tahun 2022 Kementerian PUPR. Kebijakan program 2022, tema seperti yang disampaikan juga oleh rekan kami Pak Menteri Perhubungan, temanya adalah Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural dengan 7 Prioritas Nasional, diantaranya program prioritas nasional kelima tadi adalah meneruskan pembangunan infrastruktur, terutama untuk infrastruktur pelayanan dasar bagi masyarakat.
Pagu Anggaran Tahun 2022 Kementerian PUPR sesuai Surat Menteri, Surat bersama Menteri Keuangan dan Menteri Bappenas Nomor 634 Tahun 20021 dan Nomor 516 Tahun 2021, tanggal 23 Juli sebesar 100,59 triliun, meliputi belanja operasional pegawai 3,31 triliun; belanja operasional barang 2,51 triliun; anggaran pendidikan 4,59%; belanja non operasional 90,40 triliun.
Dari Pagu Anggaran 100,59 triliun dialokasikan untuk masing-masing sektor yang dicerminkan dalam unit organisasi Eselon I di Ditjen Sumber Daya Air sebesar 41,23 triliun. Untuk mempercepat waktu mohon izin mungkin tabelnya ada di Bapak-Bapak, mungkin tidak perlu kami bacakan satu persatu.
Di Ditjen Bina Marga sebesar 39,70 triliun, ini usulan Bapak-bapak, nanti dalam RDP pasti akan dibahas oleh Bapak-bapak sekalian dengan para Eselon I-nya. Kemudian di Ditjen Cipta Karya sebesar 12,51 triliun. Di Ditjen Perumahan sebesar 5 triliun, ini selain di APBN untuk Perumahan 5 triliun masih ada nanti untuk pembiayaan perumahan sebesar 28,2 triliun.
Ibu/Bapak sekalian, untuk program perumahan ini izinkan saya melaporkan juga perkembangan yang terakhir tentang pembangunan perumahan dilakukan dengan pendekatan kawasan yang mengintegrasikan penyediaan perumahan dengan prasarana dan sarana permukiman. Artinya Bapak-bapak sekalian, kami kemarin juga rapat dengan Pak Menteri Desa di bawah Pimpinan Bapak Wapres, terutama tujuannya adalah untuk pengentasan kemiskinan ekstrim dan penurunan stunting. Berdasarkan kajian Bapak Menko PMK pengentasan kemiskinan tidak bisa hanya dilakukan dengan Bansos.
Jadi ada dua program untuk pengentasan kemiskinan, subsidi dan pemberdayaan. Subsidi ini Bansos-bansos, nanti beliau ini akan menjelaskan itu pasti. Yang pemberdayaan ini adalah dengan penyediaan prasarana dasar, bisa perumahan, air minum air atau air bersih, sanitasi. Nah itu yang ditugaskan pada kami. Untuk itu kami mohon izin kepada Bapak sekalian, nanti dalam pembahasan RDP, pembahasan misalnya di Dapil-dapilnya Bapak-bapak tapi tidak ada kawasan-kawasan kantong-kantong kemiskinan, terutama yang di Desil 1 yang 10 juta keluarga yang sangat miskin itu.
Nah seperti biasa tahun-tahun sebelumnya kalau BSPS kan Bapak-bapak punya aspirasi di Dapil-nya, tolong lokasinya jangan nyebar, mungkin ada yang difokuskan di kawasan, sisanya bisa baru di tempat lain-lain, supaya mentes hasilnya dalam satu kawasan itu bisa BSPS-nya, PAMSIMAS-nya, SANIMAS-nya, nanti beliau pemberdayaannya. Jadi semua akan di situ termasuk untuk stunting. Jadi kami sudah bekerja sama dengan Mensos, nanti dengan Mendes dan BKKBN yang ditugasi untuk menurunkan stunting. Saya kira itu Bapak yang mungkin pendekatan yang mungkin lebih kita bisa mohon bisa dapat mendapat dukungan dari Bapak-bapak sekalian.
Kemudian untuk dukungan manajemen dan tugas teknis lainnya di Bina Konstruksi, pembiayaan infrastruktur PU dan Perumahan, BPSDM, BPIW, Setjen dan Itjen sebesar 2,15 triliun.
Yang keempat Kementerian PUPR juga melaksanakan program pembiayaan perumahan dengan total anggaran 28,2 triliun. Jadi selain APBN 5 triliun tadi, untuk perumahan terutama MBR, ada pembiayaan perumahan 28,2 trilliun berupa Fasilitasi Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) 23 triliun; subsidi selisih bunga 4,39 triliun dan subsidi bantuan uang muka dengan anggaran 0,81 triliun.
Padat Karya Tunai. Pelaksanaan Padat Karya Tunai di Tahun 2022 dilakukan secara pemberdayaan masyarakat, swakelola dan kontraktual dengan pergerakan penyerapan tenaga kerja sebesar 665.000 orang dengan total Pagu Anggaran sebesar 13,64 triliun, dengan rincian sebagai berikut:
Bidang Sumber Daya Air senilai 4,85 triliun; Bidang Jalan dan Jembatan 4,50 triliun; Bidang Permukiman senilai 1,84 triliun dan Bidang Perumahan senilai satu koma 2,45 triliun.
Potensi tambahan kegiatan PKT dan paket-paket kontraktual yang melalui APBN maupun BPJT yang dilaksanakan pada Padat Karya. Ada beberapa catatan pada Padat Karya ini Pak, yang kami juga mendapatkan masukan dari Bapak/Ibu sekalian. Pertama adalah tentang Padat Karya di bidang jalan dan jembatan. Mungkin ini nanti kami akan evaluasi pelaksanaannya sehingga memudahkan Bapak-bapak untuk mengalokasikan di Dapil-nya masing-masing.
Yang kemudian sebisanya nanti ini saya kira untuk tahun-tahun 2022-2023 Padat Karya Tunai akan tetap kami amankan dari refocusing if kalau ada di depannya nanti, sehingga program Bapak-bapak di Dapil untuk melayani masyarakat masih bisa kita laksanakan dengan baik.
Saya kira itu Bapak laporan kami dari ketiganya tadi yang di Laporan Keuangan Kementerian 2020, Realisasi APBN 2021 dan RKA K/L 2022. Kurang lebihnya saya mohon maaf mohon masukan dalam rangka RDP yang akan kita laksanakan minggu depan ini.
Terima kasih.
Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Wa'alaikumsalam.
Terima kasih Pak Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Selanjutnya silakan Menteri Desa PDT dan Transmigrasi.
MENTERI DESA PDT DAN TRANSMIGRASI R.I. (Drs. A. HALIM ISKANDAR, M.Pd.):
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Selamat siang dan salam sejahtera untuk kita semua, Shaloom,
Om Swastyastu, Salam kebajikan.
Yang saya hormati Pak Wakil Ketua DPR RI,
Para Ketua dan Anggota, para Pimpinan dan Anggota Komisi V.
Pertama, kami juga atas nama Keluarga Besar Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya sahabat kita Pak Jimmy dan juga dengan iringan doa, mudah-mudahan seluruh amal baiknya diterima
dan segala kekhilafannya diampuni oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kami juga mengucapkan ahlan wa sahlan Pak Mesakh. Jadi kalau Pak Menteri PUPR tadi welcome, saya ahlan wa sahlan saja.
Bapak/Ibu sekalian yang saya hormati.
Mungkin saya singkat sekali karena sesuai dengan besaran anggaran. Kalau Pak Menhub panjang, Pak PUPERA juga panjang karena memang harus panjang. Sama kita juga akan melaporkan tiga hal. Yang pertama, Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dalam hal ini adalah Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Di APBN Tahun 2020. Kemudian yang kedua Realisasi APBN Tahun 2021 sampai dengan Agustus. Dan yang ketiga adalah Rencana Kerja Anggaran Kementerian Tahun Anggaran 2022.
Bapak/Ibu sekalian yang saya hormati.
Yang pertama, terkait dengan Laporan Keuangan, Alhamdulillah sama dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal di Tahun 2020 juga mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian, yang semua ini kita raih juga atas dukungan pengawasan dan kritik, serta saran dari Bapak/Ibu para Pimpinan dan Anggota Komisi V. Di halaman 5 kita tampilkan perbandingan antara Tahun 2019 dengan Tahun 2020 untuk anggaran di Kementerian Desa yang memang mengalami penurunan.
Kemudian Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2020 mencapai 96%, setara dengan Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2019. Neraca per 31 Desember Tahun 2020 juga kita laporkan sebagaimana sudah kita sampaikan kepada Bapak/Ibu sekalian.
Kemudian terkait dengan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK, tanggal 20 Mei kita terima LHP dengan 12 temuan dan 47 rekomendasi senilai 1,3 miliar atau 0,05% dari Pagu Kementerian Tahun Anggaran 2020 yang sebesar 2,56 triliun. Tanggal 12 Juli kita terima Laporan Hasil Pemeriksaan dari BPK dan 28 Juli sudah kita tindaklanjuti dengan menerbitkan Memorandum Menteri Desa PDTT Nomor 14 sampai dengan Nomor 62, 49 memorandum. Sedangkan Rekapitulasi Temuan Hasil Pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan Tahun 2020, di sisi pendapatan ada satu temuan, 6 rekomendasi. Kemudian di sisi belanja ada 9 temuan dengan 30 rekomendasi dan di sisi aset ada 2 temuan dengan 11 rekomendasi, total 12 temuan dan 47 rekomendasi.
Strategi penyelesaian tindak lanjut yaitu; penyusunan regulasi yang lebih ketat untuk mencegah terjadinya temuan berulang dan penyimpangan lainnya. Yang kedua, perbaikan dan peningkatan akuntabilitas kinerja dan reformasi birokrasi. Dan yang ketiga perbaikan dan peningkatan sistem pengendalian intern yang efektif. Ini langkah-langkah yang akan kita tempuh agar di tahun 2021 temuannya semakin menurun.
Selanjutnya kami akan laporkan realisasi APBN Tahun 2021 sampai dengan bulan Agustus Tahun 2021.
Pertama, Pagu Anggaran yang tersedia untuk Kementerian Desa di tahun 2021 adalah 3,87586. Kemudian, DIPA Awal 3,689 809 142 sesuai dengan surat Menteri Keuangan Nomor S-325/MK.02/2020. Kemudian refocusing tahap pertama sudah diambil 130 miliar 823.636 Kemudian refocusing tahap kedua 18 miliar 448 470 rupiah. Refocusing tahap ketiga 250 miliar 183 960 Kemudian refocusing tahap keempat sebesar 254 419 685 rupiah Dengan demikian yang semula 3,689 menjadi 3,087 586 106 rupiah.
Sedangkan sumber refocusing dan realisasi belanja anggaran Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi Tahun Anggaran 2021 bersumber dari jenis belanja yaitu belanja Perdin, belanja honorarium, paket meeting, belanja jasa, bantuan kepada masyarakat atau Pemda yang bukan arahan Presiden, pembangunan gedung kantor, pengadaan kendaraan dan peralatan mesin, sisa dana lelang dan seterusnya. Nah khusus ini yang sedang kita perjuangkan yang terkait dengan bantuan kepada masyarakat yang bukan arahan Presiden, ini juga kita akan berupaya aspirasi Bapak/Ibu sekalian yang sudah masuk tetap kita perjuangkan untuk utuh. Kemarin sudah kita sampaikan kepada Dirjen yang bersangkutan, lebih baik kita tunda apa bantuan-bantuan lain, tetapi jangan dipangkas bantuan yang sudah ditetapkan. Dengan demikian tetap misalnya desa wisata angkanya kita upayakan tetap 500 juta untuk yang menjadi aspirasi Bapak/Ibu sekalian. Bapak/Ibu sekalian yang saya hormati.
Kemudian Pagu Anggaran Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Tahun Anggaran 2021 setelah refocusing itu Inspektorat Jenderal 33 miliar; Dirjen Pembangunan Desa dan Pedesaan sampai seterusnya sudah kita kirim kepada Bapak/Ibu sekalian dengan total 3,087 586 106.000 rupiah, dengan rincian Pagu Anggaran: belanja pegawai 8,42%; belanja modal 1,46%; belanja barang 90,12%.
Kemudian Realisasi Anggaran Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi Tahun Anggaran 2021 mencapai 47,15%, terdapat selisih gap antara rencana penarikan dana yang sebesar 51,05% dengan realisasi yang dilakukan 47,15% sehingga selisih atau gap-nya ada 3,90%. Untuk itu kita terus berupaya percepatan realisasi anggaran 2021 sesuai dengan rencana penarikannya dengan melakukan percepatan penyelesaian kelengkapan administrasi dalam pemberian bantuan kepada desa BUMDes dan masyarakat; percepatan penyelesaian kelengkapan administrasi dalam pelaksanaan lelang atau kontraktual; koordinasi intensif dengan lender atau Bank Dunia dan IFAD dalam percepatan pelaksanaan pekerjaan yang bersumber dari PHLN; koordinasi dengan DJA Kementerian Keuangan dalam percepatan pelaksanaan revisi-revisi anggaran.
Selanjutnya kami laporkan Rencana Kerja dan Anggaran RKA Kementerian pada Tahun Anggaran 2022. Rincian Pagu Anggaran Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Tahun 2022 terkait dengan program dukungan manajemen yang operasional 491 juta 121.687 non operasional 213 miliar 862 242; kemudian program daerah tertinggal kawasan perbatasan perdesaan dan transmigrasi 2 triliun 397 404 117 total 3,102388046 ini Pagu Anggaran yang sudah disepakati di Tahun 2022 dengan rincian sebagaimana tersebut di setiap Eselon 1 terdiri dari: Inspektorat Jenderal, kemudian Dirjen Pembangunan Desa dan Pedesaan, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal itu ada 82 miliar, Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi ada 313 miliar, kemudian Pengembangan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ada 1,804 triliun, Sekretariat Jenderal 220 miliar dan Badan Pengembangan dan Informasi Desa Daerah Tertinggal ada 99 miliar. Dengan rincian Pagu Anggaran Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi per jenis belanja, ada belanja pegawai 297 miliar; belanja barang 2 triliun 766 miliar; dan belanja modal 38 miliar.
Sedangkan output program teknis pada Rencana Kerja Pagu Anggaran Tahun 2022 sebagaimana tersebut, dan ini sudah kita kirim nanti mohon dicermati betul dalam RDP, termasuk lokusnya juga sudah kita kirim rencana lokus yang tentu nanti juga akan dijadikan bahan untuk diskusi lebih lanjut di dalam Rapat Dengar Pendapat.
Bapak/Ibu sekalian yang saya hormati.
Saya pikir itu yang bisa kami laporkan pada kesempatan ini. Terima kasih atas waktunya.
Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Wa'alaikumsalam.
Baik, terima kasih Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Desa PDT dan Transmigrasi, atas paparan yang telah disampaikan.
Untuk mempersingkat waktu karena ini penanya banyak Pak ya, ini sudah mendaftar kurang lebih 30 orang ini. Sekarang sudah jam, sudah hampir jam 12.00 WIB, menurut saya kita ishoma sekalian shalat Dhuhur dulu sekalian ya, kita kurang lebih 45 menit, nanti kita masuk lagi jam 12.45 WIB. Setuju ya? Karena kalau kita nahan lapar pun tidak selesai juga ini ya. Rapat saya skors selama 45 menit, nanti kita masuk lagi jam 12.45 WIB.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si./ KETUA KOMISI V DPR RI/F-PDIP):
Pak Sekjen Kementerian Perhubungan silakan Pak, ya silakan ke depan.
Skors saya cabut.
(SKORS RAPAT DICABUT) Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua.
Bapak Ibu sekalian, Pak Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang saya hormati,
Pak Menteri Desa PDT dan Transmigrasi yang saya hormati dan Pak Sekjen Kementerian Perhubungan, tadi Menteri Perhubungan mohon izin karena acara dengan Presiden,
Bapak Ibu sekalian.
Sesuai dengan hasil Rapat Internal tadi ya, saya akan memberikan kesempatan bicara kepada masing-masing Poksi ya untuk mewakili cukup satu Poksi satu orang kalau ada yang perlu disampaikan, kalau dirasa sudah cukup pun tidak apa-apa ya.
Saya persilakan dulu dari Fraksi PDIP Perjuangan, Bu Sri Rahayu atau Pak Irmadi Lubis mewakili?
Silakan Pak Irmadi. F-PDIP (H. IRMADI LUBIS): Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh. Yang saya hormati Pimpinan,
Rekan-rekan Anggota Komisi V,
Saudara Menteri Perhubungan dan jajarannya,
Saudara Menteri PUPR beserta jajarannya dan Pak Menteri Desa beserta jajarannya.
Pertama-tama, izinkan saya Pimpinan untuk mengucapkan selamat atas perolehan predikat tadi WTP tadi, karena apa? Apakah itu pantas diapresiasi? Ya itu saya kira pantas diapresiasi. Apa itu Wajar Tanpa Pengecualiannya artinya pengelolaan keuangan negara yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Desa telah memenuhi apa, unsur-unsur yang diinikan diamanatkan di Pasal 3 Ayat (1) Undang-undang 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yaitu; “Pengelolaan keuangan negara dilaksanakan secara tertib, taat
perundang-undangan, transparan, efisien, efektif, bertanggung jawab, serta memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan” itu banyak aspeknya. Jadi selamat bahwa Bapak-bapak telah lolos daripada yang dipersyaratkan oleh pengelolaan keuangan negara.
Dan yang ke dua, saya kira mungkin tadi dari ada ini mungkin ada di dalam laporan audited 2020 Kementerian apa Perhubungan itu ada di apa, di neracanya itu ada ekuitas sebesar 513 triliun koma 9 sekian-sekian-sekian-sekian, kami dari Fraksi PDI Perjuangan mohon diberikan ininya perinciannya disusulkan saja ininya.
Dan ke dua, untuk apa saya kira untuk Kementerian Desa, kita lihat di Kementerian Desa untuk anggaran setiap tahun anggaran itu tetap pada hampir semua provinsi mendapatkan apa untuk bantuan mengenai Badan Usaha Milik Desa. Saya kira kita artinya betul-betul apanya harus berlandaskan kepada, saya coba mengingatkan bagaimana Undang-Undang Desa dulu kita terbit apanya, hiruk-pikuk diterbitkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, karena pada waktu itu ada yang menginikan seolah-olah desa ini akan dia yang menjadi daerah otonom menjalankan menjalankan otonomi daerahnya, padahal Pemerintah telah jelas menolak itu.
Kemudian di dalam konsideran menimbangnya kita rubah paradigma desa itu di dalam apa konsideran ke sosiologis keduanya, itu dikatakan bahwa dalam perjalanan ketatanegaraan kita bahwa desa telah berkembang dalam berbagai bentuk, sehingga perlu dibantu dan diberdayakan sehingga menjadi desa yang kuat, maju, mandiri dan demokratis.
Oleh karena itu di dalam untuk mencapai yang empat ini ada tiga apa komponen yang utama dari pada desa. Satu, kepala desa dengan perangkat desanya. Kedua, musyawarah desa dan menjadi Badan Musyawarah Desa, dan ketiga Badan Usaha Milik Desa. Badan Usaha Milik Desa ini adalah bukan seperti badan usaha yang pada umumnya yang harus memberikan kontribusi, memberikan ini kepada pemiliknya. Kontribusi di dalam pasal di dalam Undang-Undang Desa itu di Pasal 89 dikatakan cuma 2 saja. Satu untuk memperbesar usahanya, kedua untuk menjadi trigger kepada perkembangan usaha-usaha desa, terutama dan juga memberikan donasi, memberi kepada masyarakat miskin, membuat dana bergulir. Akan tetapi di dalam Pasal 30-nya saya melihat bahwa Pemerintah kurang dalam hal apa bantuannya sudah tetapi dalam di Pasal 90 Ayat (2) itu, Pemerintah wajib memberikan bimbingan dan bimbingan teknis terhadap terhadap kepada pasar.
Apa yang kita lihat terjadi sekarang di desa, Badan Usaha Milik Desa ini mengambil jalan apanya pintas saja, mereka mendirikan Supermarket, mendirikan apa Pom Bensin ini, yang pada ujungnya mematikan masyarakat-masyarakat ini. Setiap Mini Market itu di dalam hasil penelitian umpamanya Hero apa itu, paling tidak membunuh 10 sampai 15 usaha-usaha kecil, warung-warung kecil. Jangan sampai begitu, karena itu ya itulah perlunya bimbingan Pemerintah janganlah anggaran kita kasih saja seolah-olah cek
kosong, sehingga terserah kepada desa dia mau buat apa, karena di dalam Pasal 90 ini ada kewajiban dari pada Pemerintah untuk menginikan itu.
Yang ke dua, mohon maaf ke tiga terakhir Ketua. Kami di Komisi V diinikan ditugaskan untuk ini Undang-Undang BUMDes, yang tadi waktu saya tanyakan di luar secara informal kepada Pak ini, Pak Menteri mengatakan, wah saya tidak tahu ini...(rekaman suara kurang jelas) kita semua sama-sama karena...(rekaman suara kurang jelas) tahun 2021 dan Permendes Nomor 3 Tahun 2021, itulah yang mengatur turunan dari pada Pasal 879 sampai dengan 90 Undang-Undang Desa. Jadi materi muatannya itu bukan materi muatan undang-undang. Kalau ada yang kurang cocok mana kurang ini, Pemerintahlah...(rekaman suara kurang jelas) bagaimana bisa lebih gampang dalam perkembangannya mengaturnya dengan ini dengan apa PP atau dengan Permendes.
Apa yang kita jalankan sekarang sudah cukup, sebab nanti ada dua-dua undang-undang yang nanti langsung justru undang-undang yang terakhir ini kita takut menegasi Undang-Undang Desa, padahal itu undang-undang induknya, padahal dalam undang kita sekarang semua undang-undang sama kedudukannya. Nah itu kita takutkan, tapi saya kalau menurut ini kita Pemerintah harus tegas menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Desa ini bukan seperti BUMN. Di dalam BUMN itu sudah apanya tujuannya adalah mengejar keuntungan, memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya kepada pemiliknya. Ini bukan, Badan Usaha Milik Desa itu tugasnya cuma dua, memperluas usaha, menjadi trigger dari pada perkembangan program...(rekaman suara terputus).
KETUA RAPAT:
Baik, terima kasih Pak...(rekaman suara terputus) ini Pak, ini DPD membuat usul inisiatif oleh DPR disampaikan ke Presiden dan Presiden sudah membuat Supres untuk supaya dibahas bersama DPR, tapi kan Naskah Akademik, kemudian apa namanya termasuk Draft RUU-nya kan semua diolah oleh DPD tanpa melalui Baleg di sini. Nah ini yang kami masih sementara Pak mungkin sebagai informasi juga, saya masih konsolidasi di internal kami DPR dulu, saya koordinasi sama Baleg dulu, koordinasi sama Pimpinan DPR dulu karena kalau menyangkut badan usaha kan bukan domain-nya kami sebetulnya di Komisi V, Pak. Badan Usaha itu ada di Komisi VI. Komisi V ini kan kita hanya bicara pembangunan desa Pak, tidak bicara badan usaha.
Nah kemudian terkait nanti penganggaran harus ada Komisi XI. Ini kan kemudian pemerintah struktur pemerintahan desa itu ada di Komisi II. Jadi saya harus koordinasi dulu dengan teman-teman Komisi lain, apakah nanti ini Panja apa Pansus gituloh. Mungkin kami cenderung nanti mengarahkan ini ke Pansus Pak kalaupun harus dibahas, karena memang harus kami akui juga DPD itu punya punya celah memang dalam aturan untuk bisa mengusulkan dan ini kan kami menghormati juga Supres Surat Presiden sudah dibuat dan Pimpinan DPR juga sudah membuat surat ke kami, tapi biarlah kami sementara dulu nanti konsolidasi di internal dulu, tadi kami juga sudah ada
Rapat Internal Pak Mendes, membahas hal ini setelah nanti kami konsultasi dengan Pimpinan DPR dan Pimpinan Fraksi apa Komisi-komisi yang ada, nanti baru kami sampaikan kapan kita mulai membahas ini untuk didahulu dengan Raker dulu.
Demikian sekarang dari Fraksi Golkar atau Poksi Golkar. Tadi ditunjuk Pak Ilham, silakan Pak Ilham.
Terima kasih Pimpinan. F-PG (ILHAM PANGESTU):
Terima kasih Pimpinan.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua. Yang terhormat Pimpinan dan Anggota Komisi V, Yang terhormat Menteri PUPR beserta jajaran, Menteri Perhubungan dan beserta jajarannya,
Menteri Desa PDT dan Transmigrasi beserta jajarannya.
Pertama-tama, kami memberikan apresiasi kepada Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Desa atas perolehan opini Wajar Tanpa Pengecualian pada LKPP Tahun 2020. Menurut kami opini WTP ini layak diberikan, karena ketiga kementerian ini memang mendapat sambutan baik di mata masyarakat atas pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat selama ini. Selain itu walaupun di tengah pandemi Covid-19 capaian kinerja dan realisasi anggaran tahun 2021 pun cukup maksimal, misalnya Realisasi Anggaran Kementerian PUPR Tahun 2021 sampai dengan Agustus sebesar 49,10%. Kementerian Perhubungan sebesar 50,6%, dan Kementerian Desa sebesar 47,15%. Artinya kinerja ke tiga kementerian ini telah berada pada jalur yang benar.
Terkait dengan agenda pembahasan RKA Kementerian Lembaga pada Tahun Anggaran 2022, kami berpandangan bahwa APBN memiliki peran sentral sebagai motor pengungkit pemulihan ekonomi nasional. Oleh karena itu program dan kegiatan yang kita susun di Tahun 2022, ini harus memberikan efek kemajuan yang dampaknya bukan hanya pada peningkatan produktivitas daya saing investasi dan ekspor, tapi juga pada penciptaan lapangan kerja yang berkualitas dan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.
Mungkin ini saja saran dari Poksi Golkar Pimpinan. Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Selanjutnya dari Gerindra silakan Mas Dewo. F-P.GERINDRA (SUDEWO, S.T., M.T.):
Terima kasih Pimpinan.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Yang saya hormati Pimpinan, Pak Menteri PUPR, Pak Menteri Desa, Pak Sekjen dengan seluruh jajarannya.
Hasil konsultasi kami bersama-sama dengan Anggota Komisi V dari Fraksi Partai Gerindra, ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan kepada jajaran.
Pertama kepada Pak Menteri PUPR, Pak Menteri PUPR ada satu titipan dari kawan untuk pembangunan Jalan Jalur Puncak 2, barangkali bisa didalami oleh Kementerian PUPR. Apakah itu layak untuk dibangun atau tidak, kami serahkan sepenuhnya kepada Menteri PUPR dilihat dari berbagai macam aspek. Kalau dari pihak kami itu melihatnya itu sangat layak, tapi perlu ada satu koordinasi dengan Pak Menteri PUPR.
Yang ke dua, mohon dari Pak Menteri mungkin melalui Pak Dirjen-dirjennya itu memberikan arahan kepada Kepala Balai untuk terbuka ruang koordinasi dengan kami Anggota Komisi V di masing-masing daerahnya. Supaya ada satu semacam sinkronisasi program ya. Kami memahami ada satu mekanisme yang berjalan di internal Kementerian PUPR, tetapi karena kami juga ada amanat undang-undang untuk kami perjuangkan di daerah pemilihan, kalau ada satu koordinasi antara kami dengan Kepala Balai-Kepala Balai dalam menyusun program khususnya untuk Tahun Anggaran 2022 itu akan lebih bagus. Jadi antara Kementerian dengan Komisi V itu terjalin suatu kerja sama yang riil, tidak hanya di ruangan ini, tapi betul-betul sampai di lapangan.
Yang ke tiga, ada aturan Permen PU Nomor 35 Tahun 2006 tentang tentang Pemanfaatan Aspal Beton ya, karena ini memang karena ini memang menjadi kebanggaan kita dan ini sumber daya alam kita yang memang harus mendapatkan perhatian kepada Bapak-bapak yang punya kewenangan untuk menggunakan ini, tapi kami cermati sampai dengan sekarang Permen PU Nomor 35 ini belumlah berjalan secara efektif, mohon dilakukan evaluasi.
Kemudian kepada Pak Menteri Perhubungan. Di sini ada Pak Sekjen dengan seluruh jajarannya, juga tolong dibukakan ruang untuk kami berkoordinasi dengan Kepala Bandara-Kepala Bandara yang ada di daerah itu ya. Kemudian Kepala Pelabuhan-Kepala Pelabuhan, pokoknya unit kerja Kementerian Perhubungan yang ada di daerah, misalnya juga Balai Perhubungan Darat supaya terjadi sinkronisasi penyusunan program juga.
Yang berikutnya kepada Pak Menteri Desa ya Alhamdulillah sudah diluruskan dari yang semula 500 juta, kemudian ada refocusing-refocusing
usulan dari bawah berubah menjadi 300 juta, kemudian atas pengertian Pak Menteri, Pak Menteri juga pernah menjadi Anggota Dewan sehingga dari 300 juta berubah lagi menjadi 500 juta. Terima kasih, berubah lagi jadi kembali ke semula, terima kasih Pak Menteri.
Ada masukan nanti kepada Pak Menteri Desa ya dari kawan yang lain, tapi tidak saya sampaikan di sinilah ya, saya kira nanti langsung. Saya kira itu Pak Pimpinan yang kami sampaikan.
Terima kasih.
Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Terima kasih Mas Dewo.
Selanjutnya dari Nasdem, silakan Pak Soehartono. F-P.NASDEM (Drs. H. SOEHARTONO):
Terima kasih, Ketua.
Yang saya hormati Ketua dan Anggota Komisi V, Yang saya hormati Pak Menteri,
Menteri Perhubungan atau yang mewakili,
Pak Menteri PUPR dan Mendes, serta jajarannya.
Dalam kesempatan ini, saya ingin menyuarakan yang umum-umum saja karena nanti akan disampaikan saat RDP dengan para Dirjen, terutama yang menyangkut kepentingan Dapil masing-masing. Di saat Covid yang merajalela seperti saat ini, refocusing ini macam-macam, termasuk refocusing anggaran juga penting, tapi yang sangat penting menurut pendapat saya adalah proyek-proyek yang bersifat padat karya. Karena apa? Karena kita ingin mengungkit ekonomi pedesaan atau rakyat yang sekarang ini sedang menjerit, sedang menderita betul, sehingga proyek padat karya ini perlu di-refocusing-kan sebanyak-banyaknya dari semua kementerian, baik PUPR, Mendes. Mendes ada Pak, jalan desa itu kan ada itu ya. Kemudian Perhubungan, Perhubungan banyak Pak, Perhubungan itu ada Darat, ada Kereta Api, ya macam-macamlah.
Refocusing padat karya itu penting di seputar kereta api jalur misalnya. Wah itu banyak orang yang sangat menjerit, ekonominya sangat berat. Saya kira itu Pak dari saya. Jadi nanti untuk aspirasi Dapil akan disampaikan saat ada RDP dengan para Dirjen.
Saya kira demikian, terima kasih.
KETUA RAPAT: Wa'alaikumsalam.
Terima kasih Pak Soehartono.
Kemudian dari Fraksi Partai Demokrat, Pak Irwan ada yang mau disampaikan?
F-PD (drh. JHONNI ALLEN MARBUN, M.M.): Ketua, bisa interupsi sedikit?
KETUA RAPAT: Hah, boleh.
F-PD (drh. JHONNI ALLEN MARBUN, M.M.):
Ya. Saya kira kita harus normal dalam rapat ini. Saya kira ini tidak orang yang bicara silakan ya toh, tapi karena menghemat waktu ya toh kita sepakat 1 orang saja. Jadi tidak mengatasnamakan Kapoksi karena nanti beda karena terbuka untuk umum, nanti apa yang kemarin kok tidak, tapi karena ada permintaan dengan mitra kerja kita untuk percepat ya toh diwakili 1 orang. Silakan 1 orang misalnya Pak Irwan, tapi dia tidak boleh mengatakan Kapoksi, kita rela saja gituloh untuk mempersingkat supaya diluruskan ini dan ya jadi kan orang tidak pada Kapoksi, apa begitu mekanismenya dalam undangan kita kan tidak.
Jadi perlu saya luruskan, silakan Pak Irwan tetapi untuk hal mempersingkat waktu saya kira itu mempersingkat waktu untuk kepentingan mitra kita, karena ada kinerja yang akan lebih cepat dalam juga kepentingan kita mempercepat proses kinerja mitra Komisi V.
Saya kira itu Pimpinan, terima kasih, mohon maaf. KETUA RAPAT:
Setuju, setuju, setuju. Harusnya tadi di internal kita dikasih masukan ya.
Silakan Pak Irwan.
F-PD (Dr. H. IRWAN, S.IP., M.P.): Ya, terima kasih, Pimpinan. Pimpinan Komisi V yang saya hormati,