DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
RISALAH RESMI RAKER/RDP KOMISI V DPR RI
DENGAN MENTERI PUPR, MENTERI PERHUBUNGAN, MENTERI DESA PDTT DAN RAPAT DENGAR PENDAPAT KOMISI V DPR RI DENGAN
KEPALA BMKG, KEPALA BNPP, DAN KEPALA BAPEL BPWS Tahun Sidang : 2020-2021
Masa Persidangan : I Rapat ke- : -
Jenis Rapat : Rapat Kerja Sifat Rapat : Terbuka
Hari, Tanggal : Selasa, 15 September 2020 Waktu : Pukul 10.20 s.d. 11.45 WIB
Tempat : Ruang Rapat Komisi V DPR RI (KK V) Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta
Ketua Rapat : Lasarus, S.Sos., M.Si. Ketua Komisi V DPR RI / F- PDIP
Sekretaris Rapat : Nanik Sulistyawati, S.A.P.
Acara : Penetapan Hasil Pembahasan Alokasi Anggaran Menurut Fungsi dan Program K/L TA 2021 Masing-Masing Unit Eselon I Mitra Kerja Komisi V DPR RI Dalam Nota Keuangan RAPBN TA 2021
Hadir Mitra : 1. Menteri PUPR RI.
2. Menteri Perhubungan RI 3. Menteri Desa dan PDTT RI 4. Kepala BMK.
5. Kepala BNPP.
6. Kepala Bapel- BPWS
Hadir : 27 orang Anggota hadir dari 53 orang Anggota DPR RI dengan rincian sebagai berikut:
Anggota DPR RI: PIMPINAN :
1. Lasarus, S.Sos, M.Si 2. Ir. Ridwan Bae
4. H. Syarif Abdullah Alkadrie, S.H., M.H.
1. FRAKSI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN:
8 orang Anggota dari 11 Anggota: 1. H. Herson Mayulu.,S.IP
2. H. Sadarestuwati.,SP.,MMA 3. Ir. Sudjadi
4. Sarce Bandaso Tandiasik, SH 5. H.M. Rifqinizamy Karyasuda 6. Jimmy Demianus Ijie
7. Bambang Suryadi.,SH.,MH 8. H. Irmadi Lubis
2. FRAKSI PARTAI GOLKAR: 2 orang Anggota dari 7 Anggota: 1. Drs. Hamka B Kady, MS
2. Dr. H. Gatot Sudjito.,M.Si 3 FRAKSI PARTAI GERINDRA: 1 orang Anggota dari 6 Anggota: 1. Drs. H. Mulyadi.,M.Ma
4 FRAKSI PARTAI NASIONAL DEMOKRAT: 1 orang Anggota dari 4 Anggota:
1. Drs. H. Tamanuri, M.M.
5 FRAKSI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA : 4 orang Anggota dari 6 Anggota:
1. Ruslan M.Daud
2. Sofyan Ali.,S.Ag.,SH.,M.Pd 3. H. Dedi Wahidi.,S.Pd
4. H. Syafiuddin.,S.Sos
6 FRAKSI PARTAI DEMOKRAT: 3 orang Anggota dari 5 Anggota: 1. Willem Wandik.,S.Sos
2. H. Irwan.,S.IP.,MP
3. Drh. Jhoni Allen Marbun
7 FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA: 0 orang Anggota dari 4 Anggota:
8 FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL: 3 orang Anggota dari 4 Anggota:
1. H.A.Bakri H.M.,SE 2. H.Boyman Harun.,SH 3. Athari Ghauthi Ardi
9 FRAKSI PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN: 1 orang Anggota dari 1 Anggota:
1. H. Muh Aras, S.Pd,MM
A. LEMBAGA NEGARA/ PEMERINTAH:
1. Kementerian PU PR RI (Dr. Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono, M.Sc.)
2. Kementerian Perhubungan RI (Budi Karya Sumadi)
3. Kementerian Desa dan PDTT RI (Abdul Halim Iskandar)
4. BNPP (Bagus Purhito)
5. BMKG (Dwikorita Karnawati)
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.): Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Selamat pagi; dan
Salam sejahtera bagi kita semua.
Om swastiastu, Namo Budhaya, Salam Kebajikan.
Yang terhormat Saudara Pimpinan dan segenap Anggota Komisi V DPR RI baik yang hadir secara fisik maupun secara virtual dari tempatnya masing-masing. Yang terhormat Saudara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat beserta seluruh jajarannya;
Saudara Menteri Perhubungan beserta seluruh jajarannya;
Saudara Menteri dan Wakil Menteri Desa PDT dan Transmigrasi beserta seluruh jajarannya;
Saudara Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika; Saudara Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan; Saudara Kepala Badan Pengembangan Wilayah Suramadu. Hadirin sekalian yang berbahagia.
Di awal pertemuan ini marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena berkat rahmat dan kasih-Nya kita dapat menghadiri rapat sesuai dengan jadwal atau undangan yang telah kami sampaikan dalam keadaan sehat wal’afiat baik secara fisik maupun secara virtual dari tempat masing-masing. Berdasarkan informasi dari Sekretariat, telah hadir 27 Anggota dari 9 unsur fraksi yang berbeda. Oleh karena itu sebagaimana ketentuan yang diatur dalam Pasal 281 Peraturan DPR RI tentang Tata Tertib, izinkan kami membuka rapat pada hari ini dan sesuai dengan Ketentuan Pasal 276 ayat (1) Raker dan RDP Komisi V DPR RI pada hari ini dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum.
(RAPAT DIBUKA PUKUL 10.20 WIB)
Sebelumnya Komisi V DPR RI telah menerima surat dari Fraksi PAN Nomor 01.058/PLH.K10-S/FPAN/DPRRI/IX/2020 tertanggal 10 September 2020 mengenai Perpindahan Keanggotaan Komisi, yaitu Saudara H. Sungkono Nomor Anggota A-504 Dapil Jatim I, semula dari Komisi VIII pindah ke Komisi V. Harap berdiri Pak Sungkono. Ya, kita tepuk tangan untuk Pak Sungkono. Beliau ini
Anggota Komisi V baru tetapi pemain lama Pak, terkhusus Lumpur Sidoardjo. Mudah-mudahan nanti Pak Sungkono disini periode ini lumpur selesai ya Pak ya. Para Menteri dan Para Kepala Badan, Pimpinan dan Anggota Komisi V yang kami hormati.
Berdasarkan dengan ketentuan Pasal 179 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2014 dan Peraturan Tata Tertib DPR RI Pasal 59 ayat (2) huruf c serta sesuai dengan jadwal Pembahasan RUU tentang RAPBN Tahun Anggaran 2021 yang disusun oleh Badan Anggaran DPR RI, maka Komisi V DPR RI bersama dengan Pemerintah telah melaksanakan serangkaian Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat dalam rangka pembahasan RKAKL dalam Nota Keuangan RAPBN Tahun 2021 yaitu:
1. Tanggal 2 September 2020, Rapat Kerja dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Perhubungan, dan Menteri Desa PDT dan Transmigrasi.
2. Tanggal 3 September 2020, Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala BMKG dan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dan Kepala Bapel BPWS.
3. Tanggal 7, 8, 9, 10 dan 14 September 2020, dilanjutkan dengan Rapat Dengar Pendapat dengan Para Pejabat Eselon I dari masing-masing Kementerian/Lembaga, Mitra Kerja Komisi V DPR RI dalam rangka pembahasan program dan alokasi masing-masing anggaran untuk organisasi Eselon I.
Sebagai lanjutan dalam rangkaian pembahasan anggaran Tahun 2021, maka agenda Raker dan RDP kita pada hari ini adalah Penetapan Hasil Pembahasan Rincian Program dan Alokasi Anggaran Kementerian dan Lembaga Badan Mitra Kerja Komisi V DPR RI dalam RAPBN Tahun Anggaran 2021 yang hasilnya akan segera disampaikan kepada Badan Anggaran DPR RI.
Untuk itu, Rapat kita pada hari ini semata-mata kita hanya mengesahkan saja dan tidak ada tanya jawab. Ya mengesahkan anggaran, nanti kita dengar ada tambahan atau tidak, kemudian kita masih ada masa sinkronisasi yang diatur lagi oleh Badan Anggaran mulai tanggal 22 sampai dengan 24 dan menurut jadwal yang disampaikan kepada kami pula, APBN ini nanti akan disahkan pada tanggal 1 Oktober 2020.
Itu saya mohon persetujuan dulu terkait dengan jadwal ini. Rapat kita pada hari ini apakah kita setujui berjalannya rapat demikian?
F- PDIP (H. HERSON MAYULU, S.IP.):
Interupsi. Terima kasih Pak Ketua. Saya rasa kami para Anggota diberikan kesempatan untuk sedikit menyampaikan apa-apa yang perlu kami anggap perlu selain daripada apa yang kita jadi agenda pada hari ini karena ya kita tidak ketemu terus sama para Menteri ini. Jadi kesempatan ini adalah kesempatan yang terbaik guna untuk menyampaikan segala yang baik atau yang tidak baik di lapangan. Terima kasih.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Pak, Saya rasa kan kita sudah melaksanakan rapat ini panjang Pak. Kalau itu kita lakukan lagi kan kita ulang-ulang lagi yang kemarin saja. Tidak maju-maju jadwal kita. Hari ini memang agendanya kita mengesahkan Pak. Kalau kita buka forum lagi itu namanya kita buka materi lagi, bukan mengesahkan hari ini.
Jadi saya, kelaziman di kita kan memang begini schedule pembahasan yang ada di kita. Kita nanti masih ada waktu Pak ya, tadi saya sampaikan dari tanggal 22 sampai dengan 24 nanti masih ada sinkronisasi, kita rapat dengan satu-satu dari menteri-menteri ini, tidak digabung jadi satu begini Pak. Bapak tolong perhatikan jadwal kita. Ya forum itu ada Pak, nanti ada forum kita dengan masing-masing menteri lagi untuk sinkronisasi. Sekarang, kita mengesahkan dulu pagu yang sudah ada. Silakan Pak Jhoni.
F- PD (DRH. JHONI ALLEN MARBUN, MM):
Barangkali perlu dijelaskan Pimpinan, bahwa sebelumnya itu RDP daripada mitra kerja ketiga menteri ini yang menyangkut evaluasi dari hal-hal yang di lapangan itu sudah dilakukan bahkan sudah ditampung, bahkan sudah ada semacam katakanlah koordinasi antara mitra kerja dengan kita.
Barangkali perlu itu sampaikan kepada teman-teman. Sehingga oleh karena itu hari ini adalah untuk pengesahan dari apa yang kita sudah bahas dari kemarin Eselon I untuk bisa disahkan untuk dibawa ke Banggar.
Saya kira itu, sehingga jadi barangkali karena ini banyak yang tidak juga mengikuti akibat dari situasi PSBB ini kan perlu barangkali Pimpinan jelaskan sehingga hari ini adalah untuk mengesahkan daripada angka-angka yang sudah
kita bahas beberapa hari yang lalu bersama dengan Eselon I. Terima kasih Pimpinan.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Baik terima kasih Pak Jhonni. Ya saya coba release kembali apa yang Pak Jhonni sampaikan. Kita kan sudah dapat nih kemarin pagu indikatif masing-masing kementerian sudah kita baca. Kemudian teman-teman sudah membuat usulan semua, dikasih kesempatan untuk menyampaikan usulan sesuai dengan kondisi dapil masing-masing dan teman-teman sudah mengikuti Raker, kemudian RDP dengan para Pejabat Eselon I, sudah menyampaikan usulannya. Sekarang, yang minta ini Banggar ini.
Jadi jadwal hari ini jadwal siklus Banggar, yang saya yakin seluruh Anggota pasti sudah menerima. Coba Pak Hamka mungkin sebagai Banggar dijelaskan dulu supaya kita nanti on the track ini jadwal rapatnya.
F- PARTAI GOLKAR (Drs. HAMKA B. KADY, MS):
Terima kasih Pimpinan. Jadwal rapat memang seperti apa adanya yang sudah disampaikan oleh Pak Ketua. Apabila ada hal-hal yang masih perlu disampaikan nanti kita ketemu lagi satu kali pada waktu sinkronisasi lagi satu kali dengan Dirjen masing-masing, karena pada tanggal 22 nanti itu sudah harus selesai. Ini kita ditunggu Pak.
Sampai hari ini transfer daerah sudah selesai Pak Ketua. Transfer daerah TKDD itu sudah selesai, sisa menunggu belanja pusat Pak, karena postur juga sudah selesai kemarin. Oleh karena itu, kalau persetujuan kita tidak kirim ke Banggar itu akan menghambat lagi jadwal Banggar untuk pengesahan APBN Tahun 2021. Saya kira demikian Pak Ketua.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.): Baik. Masih ada yang mau bicara? F- PAN (H. SUNGKONO):
Pak Ketua, mohon maaf. Pak Ketua sedikit. KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
F- PAN (H. SUNGKONO): Terima kasih Pak Ketua.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Ini yang baru mudah-mudahan ingat yang lama jangan ingat yang baru. F- PAN (H. SUNGKONO):
Inggih. Terima kasih Pimpinan. Saya hormati dengan apa yang Pak Ketua sampaikan mengenai prosedur rapat hari ini agendanya. Tapi karena bagaimana pun juga saya punya aspirasi yang sangat penting yang perlu saya sampaikan, mungkin mudah-mudahan tidak mempengaruhi dari rapat hari ini.
Kalau diberikan waktu sedikit, saya ingin memberikan penyampaian yang mungkin perlu karena ini menyangkut kebijakan yang sangat mendasar menyangkut hal yang sangat fundamental bagi penyelamatan UMKM yang ada di Sidoardjo barangkali Pak Ketua. Kalau diberikan waktu, saya sedikit mungkin tidak lebih dari 5 menit Pak Ketua.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Pak Sungkono. Jadi nanti, saya kalau mesti kasih Bapak mesti kasih semua Pak. Begitu lho. Jadi saya tidak ada pembedaan terhadap Anggota baru lama masuk di Komisi V ya Anggota Komisi V. Nanti Bapak monggo silakan Pak, kita masih ada hari, Bapak punya usul nanti silakan dibikin, sampaikan seperti Anggota yang lain.
Silakan nanti ada waktu mulai besok Pak, masih ada untuk kita ketemu lagi nanti satu kali Pak, sinkronisasi. Hari ini, kita perlu cepat kirim ini ke Banggar. Begitu kita selesai rapat, kita kirim ini hari, jadwalnya memang begitu. Begitu loh. Kirim ke Banggar, selesai begitu, contoh ini saya dapat informasi Basarnas ada tambahan kan begitu informasi. Tapi kan katanya begitu. Kan kita belum bisa tahu, kan nanti tahap berikutnya. Nah ini kan nanti kita bahas lagi, yang tidak ada tambahan tinggal sinkronisasi seluruh usulan pendapat dan saran yang kemarin kita sudah sampaikan. Pak Bakri silakan.
F- PAN (H.A. BAKRI, HM., S.E Ya terima kasih Pak Ketua. Pak Menteri yang saya hormati.
Jadi kalau saya bisa mewakili suara hati kawan-kawan semua ini, sebenarnya intinya satu Pak Menteri, Pak Ketua, bagaimana apa yang disampaikan, apa yang diserahkan. Sebagai contoh saya hari ini pun terpaksa harus menyerahkan ini Pak. Harapan saya, apa yang saya usulkan ini betul-betul bisa terealisasi. Ini yang menjadi pemikiran kawan-kawan. Saya yakin hari ini kawan-kawan bertanya itu pada intinya ingin menanyakan bagaimana aspirasi mereka, apakah masuk atau tidak.
Nah mungkin pada kesempatan yang baik ini, kita mohon dengan sangat kepada Pak Menteri mungkin bisa nanti disampaikan kepada para Dirjen untuk betul-betul berkomunikasi kepada Anggota. Jangan sampai harapan kawan-kawan karena sekali 5 tahun ini Pak Menteri, Pak Dirjen. Kalau hari ini tidak masuk usulan kawan-kawan tunggu 5 tahun lagi Pak, tahun depan, mohon maaf nunggu 1 tahun lagi. Jadi intinya itu sebenarnya Pak Ketua ingin penegasan saja, keluar dari suara Pak Menteri bahwa Insya Allah mudah-mudahan usulan kawan-kawan sesuai dengan aturan dan persyaratan. Kalau memenuhi syarat akan ditampung dan dilaksanakan. Itu saja Pak Ketua. Terima kasih.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Baik. Saya rasa semua Menteri waktu Raker pernah saya dengar menyampaikan hal ini. Nah kan untuk nanti apakah masuk atau tidak, ini kan kemarin terakhir kita baru dengan Bina Marga. Di Pemerintah pasti punya waktu untuk sinkronisasi juga dengan program-programnya mereka. Kita sudah kasih ruang Pak.
Itulah yang nanti akan kita selesaikan, rupanya maaf tadi bukan 23 ke 22 ke 25 Pak tetapi di info yang baru kami dapat dari 18 sampai 23 Pak Menteri. 18 September sampai dengan 23 September untuk sinkronisasi untuk melihat seluruh usulan, pendapat dan saran.
Nah pertemuan itulah nanti kita tanya Pak begitu loh. Itu forumnya untuk Pak Bakri dan saya juga Pak sama. Ya Pak Bakri, saya juga tenteng map persis sama dengan Bapak, persis Pak kita. Jadi jangan khawatir, sama Ketua ini. Pak Ridwan pun sama juga.
F-PD (DRH. JHONI ALLEN MARBUN, MM):
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Semua kesimpulan juga sudah mengikat kan. Setuju ya kita ya? Baik. (RAPAT: SETUJU)
Tidak apa-apa, itu tugas Ketua untuk menjelaskan sejelas-jelasnya. Tapi Pak Bakri ini memang Pak teman lama saya dia, saya hapal betul Beliau ini. Baik.
Para Menteri, Para Kepala Badan, Pimpinan dan Anggota Komisi V yang saya hormati.
Berdasarkan hasil rapat-rapat pembahasan RKA K/L Kementerian/Lembaga Mitra Kerja Komisi V, dalam RAPBN Tahun Anggaran 2021 beberapa waktu yang lalu maka rincian program dan alokasi anggaran untuk masing-masing mitra kerja Komisi V DPR RI dalam RAPBN Tahun Anggaran 2021 dalam ribuan adalah sebagai berikut. Coba tampilkan.
Tolong Pak Menteri data ada pada kami, saya hanya mohon izin dari masing-masing Kementerian untuk melihat menyesuaikan apakah angka-angka ini sama, ada perubahan. Kalau sudah sama, kita segera selesaikan. Kalau salah ada perbedaan, dimana ada perbedaan. Baik. Secara berurutan saja saya akan menanyakan Kementerian Perhubungan, apakah angka-angka ini sudah sesuai? Sorry, PUPR dulu. Baik, PUPR?
MENTERI PUPR RI (Dr. Ir. MOCHAMAD BASUKI HADIMULJONO, M.Sc.): Mohon maaf. Terima kasih. Bapak Ketua dan seluruh Anggota Komisi V DPR RI.
Data yang ada pada kami, saya kira sama dengan apa yang sudah ditayangkan oleh Komisi V DPR RI dengan total 149.811.139.618. Terima kasih.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Baik, dari Menteri PUPR sudah cocok. Sekarang, saya mau ke Menteri Perhubungan. Pak Menteri Perhubungan, di data di kami ada yang berbeda ini Pak ya. Di BPTJ ini, di Pagu Kebutuhan. Itu Rp.1.546.273.914.000,-. Terus di Lapsing kita kemarin waktu kita bahas terakhir memang tidak signifikan, tapi angkanya beda Pak Rp1.546.792.516.000,-. Ini yang benar yang mana Pak? BPTJ.
MENTERI PERHUBUNGAN RI (BUDI KARYA SUMADI):
Mengingat BPTJ itu adalah bukan pagu yang akan disampaikan, tetapi kalau yang di sisi kanan itu angkanya sudah cocok 45.664.041.141 dan juga untuk alokasi dari BPTJ sama 350 milyar 587.093. Jadi sudah cocok Pak.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Baik, tolong disesuaikan ya. Baik. Sekarang ke Menteri Desa PDT dan Transmigrasi. Silakan.
MENTERI DESA PDTT (ABDUL HALIM ISKANDAR): Terima kasih Pak Ketua.
Pak Wakil Ketua, dan Anggota Komisi V.
Untuk angka Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, data yang ada di layar dengan yang ada di kami sudah sama persis dengan rincian per UKE I dengan total 3.689.809.142. Terima kasih.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Cocok ya? Baik, kita ketok dulu angkanya ini. Setuju ya semua? Baik, ini kan hanya penyamaan data saja tetapi tetap masih kita setujui. Setuju? Baik.
(RAPAT: SETUJU)
Baik, sekarang kita minta pandangan fraksi dulu. Berdasarkan tabel rincian program dan pengalokasian anggaran untuk masing-masing Kementerian Lembaga Mitra Kerja Komisi V DPR RI dalam RAPBN Tahun Anggaran 2021, kami minta dahulu tanggapan sekaligus persetujuan dari Anggota Komisi V mewakili fraksinya masing-masing. Saya persilakan pertama dari PDI Perjuangan, Adinda Rifqi.
F- PDIP (H.M. RIFQINIZAMI KARSAYUDA): Terima kasih Ketua.
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Pimpinan dan Anggota Komisi V yang kami hormati,
Para mitra kerja, Para Menteri dan Para Kepala Badan beserta seluruh Pejabat Eselon I.
Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mempersetujui apa yang menjadi pembahasan-pembahasan kita dalam minggu-minggu ini sebagaimana angka yang telah tertera bersama di Ruang Rapat Komisi V ini.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Pak Rifqi, sebentar-sebentar, ada kelupaan saya ini. Kita kan ada badan di belakang, sebentar nanti dulu, nanti saya sekaligus. Saya mohon maaf sebagai Pimpinan. Ini biasanya rapat kita tidak biasa, kita mesti menyesuaikan. Baik, tolong badan dulu, nanti sekaligus. Kepala BNPP (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan).
KEPALA BNPP (BAGUS PURHITO): Terima kasih Bapak Pimpinan.
Pimpinan Rapat, Wakil Ketua, dan Anggota Komisi V DPR RI yang terhormat.
Untuk Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas, apa yang kami usulkan sudah sama dengan apa yang ditampilkan di layar dari Komisi V. Terima kasih.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Baik. Terima kasih Kepala Badan BNPP. Silakan BMKG.
KEPALA BMKG (DWI KORITA KARNAWATI): Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Para Pimpinan Dewan dan Anggota yang kami hormati serta Bapak-bapak Menteri dan Kepala Badan.
Terima kasih. Apa yang sudah disampaikan pada tayangan, sama persis dengan apa yang ada pada data kami. Terima kasih.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.): Baik, terima kasih. Dari BPWS.
KEPALA BPWS (ACHMAD HERRY MARZUKI):
Terima kasih Bapak Pimpinan. Bahwa sesuai dengan yang ditayangkan ini memang sama dengan rencana pagu kita yaitu 156.377.732. Terima kasih. KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Baik, terima kasih. Saya harus ketok lagi ini Pak. Anggota setuju ya? (RAPAT: SETUJU)
Baik. Sekarang silakan dilanjutkan Adinda Rifqi tanggapan dari mewakili fraksi.
F- PDIP (H.M. RIFQINIZAMI KARSAYUDA):
Baik, tadi baru latihan pidato kanda. Sekarang, kita ulang. Ini karena didengar rakyat, jadi kita harus dari awal.
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Selamat pagi dan;
Salam sejahtera untuk kita semua.
Pimpinan dan Anggota Komisi V yang kami hormati dan muliakan.
Para Menteri, Para Kepala Badan dan Pejabat Eselon I yang hadir pada kesempatan hari ini.
Atas nama Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, kami dapat mempersetujui apa yang telah kita bahas dalam waktu-waktu terakhir ini terkait dengan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2021 di Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi, Basarnas, BMKG dan BPWS dengan catatan bahwa aspirasi-aspirasi yang disampaikan oleh Komisi V terutama dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
untuk dapat ditampung dan dialokasikan dengan sebaik-baiknya, karena itu merupakan bagian dari amanah rakyat yang kami emban sebagai wakil rakyat yang diamanahkan di dalam konstitusi negara.
Billahi Taufiq Wal Hidayah, Wa Ridho Wal Hinnayah,
Wallahumma Fiq Illa Aquamitoriq,
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Selamat Pagi;
Salam Sejahtera untuk kita semuanya. Merdeka!
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Baik, terima kasih Adinda Rifqi dari PDI Perjuangan. Berikutnya dari Fraksi Partai Golkar.
F- PARTAI GOLKAR (Drs. HAMKA B. KADY):
Izin. Sebelum saya mulai, teman-teman heran hari ini saya pakai jas, kenapa, karena ada tamu dari Bangka.
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Pimpinan dan seluruh Anggota yang saya hormati dan saya banggakan.
Pak Menteri dan seluruh jajarannya, Kepala Badan dan seluruh jajarannya yang saya hormati dan saya banggakan pula.
Saya pada prinsipnya Partai Golkar menyetujui apa yang telah kita putuskan pada hari ini. Hanya catatannya saja, mohon Pak Menteri, Pak Dirjen, Kepala Badan untuk tetap memberi peluang mengenai program aspirasi dari Anggota. Kenapa? Karena? Setiap undang-undang, setiap tahun Undang-Undang APBN yang disahkan oleh DPR beserta Nota Keuangannya di Pasal 12 ayat (2) yang menyatakan aspirasi Anggota wajib dianggarkan apabila seluruh anggaran itu memungkinkan untuk itu tanpa keluar dari program strategis nasional.
Itu bunyi undang-undang yang akan kita putuskan pada Bulan Depan 1 Oktober yang akan datang. Nah oleh karena itu, menjadi stressing point di sini adalah bagaimana pembicaraan-pembicaraan pendahuluan kemarin itu menjadi catatan dan diharapkan dapat dimasukkan.
Kemudian catatan saya yang kedua Pak Menteri Desa dan Daerah Tertinggal, di Badan Anggaran kemarin itu Pak Taufiq saya kira hadir walaupun saya tidak hadir karena saya hadir fisik di sini, masih banyak pertentangan antara job Menteri Desa dengan Kementerian Dalam Negeri.
Muncul persoalan di situ di Badan Anggaran bagaimana, siapa sih yang berhak mengawasi dana desa itu. Oleh karena itu, Pak Menteri nanti koordinasikan dengan baik antara Kementerian Dalam Negeri dengan kementerian bapak agar terjadi sinkronisasi dan tidak terjadi overlapping di dalam memberikan juklak kepada pimpinan atau kepala desa dalam hal penggunaan anggaran dana desa. Saya kira ini yang bisa saya sampaikan. Terima kasih.
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Terima kasih Pak Hamka mewakili Fraksi Partai Golkar. Selanjutnya dari Fraksi Partai Gerindra, silakan siapa yang mewakili. Gerindra, ada yang virtual ada yang hadir dari Gerindra, silakan. Ya Gerindra yang virtual, persilakan dari Gerindra untuk menyampaikan persetujuannya. Coba angkat tangan dari Gerindra yang mau bicara. Gerindra, ada yang hadir virtual? Baik sementara kita lewat dulu Gerindra. Dari Fraksi Partai Nasdem. Silakan Pak Tamanuri.
F- PARTAI NASDEM (Drs. TAMANURI, M.M.): Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Pak Pimpinan yang terhormat, Para Anggota yang kami hormati,
Bapak-bapak Menteri, Wakil Menteri, Para Kepala Badan yang kami muliakan. Pertama-tama, tentunya kita mengucapkan syukur Alhamdulillah bahwa sampai saat ini kita dalam keadaan sehat wal’afiat. Mudah-mudahan kondisi kita terus bisa ikut serta membangun negara kita ini.
Kemudian pada prinsipnya dari apa yang sudah ditayangkan rencana anggaran ini ya memang ada dinamika ada yang nambah, ada yang kurang, tapi yang sudah jelas ini menjadi garis bawah kami adalah mengenai pengurangan dana perumahan, bikin perumahan, karena inilah merupakan bendera kami di
lapangan. Nah ini untuk secara keseluruhan, kami dapat menyetujui. Terima kasih.
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Baik. Terima kasih Pak Tamanuri mewakili Fraksi Partai Nasdem. Selanjutnya Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa. Saya persilakan siapa yang mewakili. PKB.
F- PKB (RUSLAN M. DAUD):
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Yang saya hormati Bapak Ketua, Pimpinan dan Seluruh Anggota DPR RI Komisi V yang saya banggakan.
Para Menteri, Para Kepala Badan, dan seluruh jajaran yang kami hormati.
Alhamdulillah, secara prinsip Fraksi PKB apa yang sudah dibahas selama ini oleh teman-teman, para mitra kami, secara prinsip kami dapat menyetujui tetapi dengan catatan seluruh apa yang sudah kita bahas bersama-sama ya tentunya aspirasi teman-teman Komisi V secara khusus Fraksi PKB dapat diakomodir secara menyeluruh. Itu harapan kami semua.
Terima kasih.
Wallahumma Fiq Illa Aqwamithariq,
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Merdeka!
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Selanjutnya dari Fraksi Partai Demokrat. Silakan Demokrat, ya Pak Willem Wandik.
F- PARTAI DEMOKRAT (WILLEM WANDIK, S.Sos.): Baik.
Pak Ketua, Bapak/Ibu Anggota Komisi V dan juga Pak Menteri PUPR, Pak Menteri Perhubungan dan juga Menteri Desa PDT dan Transmigrasi dan Wamen serta seluruh jajaran yang kami hormati.
Segala puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya hingga kesempatan yang indah ini kita diperkenankan kembali dalam keadaan sehat wal’afiat dalam menjalankan tugas-tugas konstitusional kita.
Dari kami sebelum memberikan dukungan persetujuan, kami ingin menyampaikan sedikit pandangan bahwa terkait dengan situasi kita bernegara. Di sepanjang 2020 ini kita dihadapkan pada banyak tantangan yang serius. Mulai dari mewabahnya virus Covid 19 dan juga semakin meningkatnya tingkat pengangguran dan juga semakin menurunnya pendapatan negara dan juga semakin meningkatnya angka kemiskinan dan ancaman resesi dan juga depresi ekonomi dan juga munculnya sentimen antar golongan.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa tentunya tantangan ini membutuhkan atensi kita semua dalam menjalankan fungsi parlemen dan juga konstitusi Republik Indonesia. Oleh karena itu, kami mengharapkan sejumlah program dan kebijakan yang tidak memberikan dampak yang berarti bagi penanggulangan pandemi Covid-19 terutama dalam penyelamatan nyawa warga negara dan juga penyelamatan atau menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi Indonesia tentunya patut dihindari.
Namun kami ingin memberikan catatan bahwa program dan juga usulan daripada Anggota dan lebih khusus kepada Pimpinan dari Wakapoksi tentunya menjadi perhatian dari mitra kita Komisi V. Oleh karena itu, kami dari Fraksi Partai Demokrat memberikan dukungan kepada Pagu Anggaran yang telah dibahas hari ini. Sekian dan terima kasih.
Tuhan Memberkati kita sekalian.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Terima kasih Pak Willem mewakili Fraksi Partai Demokrat menyampaikan persetujuannya. Selanjutnya dari Fraksi PKS. Silakan Pak Syahrul.
F- PKS (H. SYAHRUL AIDI MAAZAT, Lc. MA.): Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Pimpinan dan Anggota Komisi V yang saya hormati;
Bapak Menteri PU, Bapak Menteri Perhubungan, Bapak Menteri Desa, Kepala Basarnas, BPWS dan BMKG.
Hadirin/Hadirat yang berbahagia.
Mewakili Fraksi PKS dalam kesempatan ini menyampaikan bahwasanya Fraksi PKS menyetujui apa yang kita bahas pada hari ini yang diminta persetujuannya untuk ditindaklanjuti pada Badan Anggaran dengan catatan:
1. Tidak hanya terpaku anggaran kita kepada wilayah yang termasuk program strategis nasional tetapi juga harus memperhatikan prinsip keadilan, prinsip prioritas dan juga sebagaimana yang sering disampaikan prinsip keadilan yang berbasis kepada sumbangan daerah terhadap negara ini, di antaranya Riau.
2. Kemudian terkhusus untuk beberapa Menteri, pertama Menteri PU. Demi terwujudnya konektivitas antar wilayah, Fraksi PKS meminta agar anggaran untuk jembatan gantung ditambah.
3. Kemudian demi terwujudnya pemulihan ekonomi, Fraksi PKS meminta agar tambahan anggaran untuk PKT, kemudian menambah anggaran untuk pembelian karet.
4. Selanjutnya untuk Menteri Desa agar Program Desa Wisata tidak saja berdasarkan kepada destinasi wisata yang sudah menasional tetapi harus juga mendapat porsi desa yang punya potensi wisata yang belum tergali.
Kemudian untuk Menteri Perhubungan dan Badan lainnya, kami anggap itu sudah cukup.
Terima kasih.
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Baik. Terima kasih Pak Syahrul dari Fraksi PKS. Selanjutnya dari Fraksi Partai Amanat Nasional. Siapa yang mewakili? Pak Bakri silakan.
F- PAN (H.A. BAKRI, HM., S.E.):
Bapak Ketua Komisi V yang saya banggakan beserta Wakil Ketua;
Saudara-saudara saya Anggota Komisi V yang saya banggakan, yang saya cintai.
Pak Menteri PU, Menteri Perhubungan, Menteri Desa Tertinggal dan Wakil Menteri Desa Tertinggal, Bapak Kepala Badan Basarnas, Ibu BMKG yang saya hormati dan seluruh tentunya.
Kami dari Partai Amanat Nasional mungkin tidak terlalu banyak menyampaikan hal. Pada prinsipnya, dari Partai Amanat Nasional tentunya kami ada 4 orang nambah ini Pak, baru beberapa, hari ini nambah jadi 5, Pak Sungkono ini. Sungkono yang sudah diperkenalkan tadi barang baru stok lama. Juga tadi minta waktu kepada saya supaya mungkin bisa menyampaikan 1 menit, baik Pak Sungkono nanti dipersilakan.
Ada beberapa hal yang perlu kami sampaikan. Tadi kami melihat tambahan-tambahan anggaran terutama dari Kementerian PU yang cukup signifikan, tentu harapan kami dari Fraksi Partai Amanat Nasional mudah-mudahan anggaran yang sebesar bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Tapi juga perlu ada catatan ke Pak Menteri PU. Apa yang disampaikan oleh teman-teman terutama menyangkut Program Padat Karya ini kalau bisa, kalau toh masih bisa digeser-geser sedikit tolong Padat Karya ini betul-betul bisa ditingkatkan Pak.
Pertama adalah masalah pembelian karet. Nah ini pembelian karet yang menjadi bintang kami di Sumatera dan di Kalimantan. Terus yang kedua program-program bedah rumah, BSPS, ini saya lihat juga dananya tidak ada tambahan, teman-teman kiri kanan membisikan kepada saya supaya disampaikan termasuk juga program-program lainlah yang sifatnya bisa menyentuh langsung. Nah ini supaya Kementerian PUPR bisa mempertimbangkan hal ini supaya betul-betul yang kita tahu bahwa Program Padat Karya yang paling banyak ini di Kementerian PUPR. Ini harapan kami untuk Menteri PUPR.
Terus di Menteri Perhubungan, sedih juga kami melihat ini Pak. Saya hari ini bangga melihat Bapak pakai topi Bugis, Pak. Wah saya juga termasuk orang Jambi yang asli sana ini, jadi lihat topi ini bangga Pak. Cuman melihat angka yang ditampilkan tadi itu agak kecil hatinya Pak. Ya minus-minus semua, tidak ada tambahan. Tapi walaupun demikian, kami menaruh perhatian yang besar kepada Pak Menteri Perhubungan bahwa kita tahu bahwa Menteri Perhubungan memang agak sedikit kesulitan dalam rangka membuat kegiatan-kegiatan yang padat karya, karena dalam beberapa kali pembahasan akhir-akhir ini selalu mendapatkan sorotan, seakan-akan dipaksakan. Saya pikir tidak. Nah mudah-mudahan ke depan Kementerian Perhubungan bisa ikut semaksimal mungkin melakukan gerakan-gerakan, program-program yang sifatnya kerakyatan.
Terus Kementerian Desa Tertinggal, sama Pak Menteri saya perihatin juga Pak bahwa harapan saya sebenarnya saya terus terang saja kalau
kunjungan-kunjungan ini yang paling enak turun itu bersama adik-adik pendamping desa, tenaga ahli desa karena ketemu langsung. Masuk di desa itu ketemu semua program Pak disana, macam-macam program Pak, bukan hanya program mitra Komisi V tetapi mitra komisi lain pun juga.
Nah tapi sangat disayangkan saya tidak tahu apa pertimbangan-pertimbangan Pemerintah karena banyak sekali sorotan-sorotan terutama pada saat pembahasan kemarin, ada keinginan kawanan-kawanan itu lebih besarlah gajinya pendamping daripada anggaran untuk desa. Nah ini juga saya pikir tidak bicara itu, saya pikir ada sesuatu hal bagaimana menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas daripada pendamping desa. Tidak sekarang mungkin, mungkin ke depan nanti akan kita rasakan.
Mungkin itu. Dari Basarnas juga tidak ada catatan, bagi saya cukup bagus, juga BMK. Hanya itu saja mungkin yang perlu disampaikan dan sekali lagi saya mengingatkan bahwa mohon sesuai dengan pada Undang-Undang MD3 Pasal 12 ayat (2) kata Pak Gatot bahwa kita punya tanggung jawab untuk menyampaikan, memperjuangkan aspirasi daerah pemilihan yang kita wakili. Oleh sebab itu, saya dari Fraksi Partai Amanat Nasional bukan hanya bicara tentang fraksi saya tetapi seluruh daripada kawan-kawan yang ada ini tentu satu kata bahwa tolong diperjuangkan bahwa tolong dialokasikan anggaran untuk aspirasi kawan-kawan. Terima kasih. Lebih kurang, mohon maaf.
Wabillahi Taufiq Wal Hidayah,
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Baik. Terima kasih dari PAN. F-PAN (H. SUNGKONO):
Terima kasih Pak Bakri saya diberikan waktu sedikit. Pak Ketua yang kami hormati.
Karena waktunya terbatas, mungkin saya harus cepat. Saya melihat kondisi negara yang hari ini ada pandemi, krisis negara berupaya untuk menyelamatkan UMKM kita. Itu cukup bagus, luar biasa, maka saya juga berharap UMKM yang dimaksud bukan hanya yang terkena dampak Covid ini saja tapi juga lebih baik atau alangkah baiknya kalau para Pengusaha Korban Lumpur yang sudah 15 itu masih dalam rangka UMKM untuk diselamatkan.
Artinya, mereka harus mohon dengan sangat melalui rapat ini supaya negara ini memberikan kepeduliannya untuk hadir dalam rangka menyelesaikan persoalan Lumpur Lapindo yang jelas-jelas payung hukumnya sudah ada, kebijakan politiknya sudah jelas, beberapa arah komisi periode yang lalu DPR sudah memberikan dukungan untuk menyelesaikan masalah ini.
Jadi saya mohon dengan sangat hormat dan sangat dalam, dari saya Pak 15 tahun itu mungkin pengusahanya bisa-bisa mati semua nanti Pak. Saya kira itu anggaran negara yang sudah tidak terlalu besar tapi mampu menyelamatkan mereka dan mereka itu sangat berharap dari Bapak. Hari inilah kesempatan saya menyampaikan, karena waktu terbatas. Terima kasih.
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Terima kasih Pak Sungkono dari PAN menyampaikan persetujuannya. Kemudian dari Fraksi PPP. Silakan Pak Aras.
F- PPP (DR. H. MUH. ARAS, S.Pd., MM.): Terima kasih Pimpinan.
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Selamat Pagi; dan
Salam sejahtera untuk kita semuanya.
Yang terhormat Pak Ketua, dan Wakil Ketua serta Kawan-Kawan Anggota Komisi V;
Yang saya hormati Pak Menteri Perhubungan, Pak Menteri Menteri PUPR, Pak Menteri Desa dan Wamen, Pak Kepala Basarnas, Kepala BMKG dan seluruh jajaran yang saya hormati dan banggakan.
Pada prinsipnya, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan menyetujui apa yang telah disampaikan oleh Pimpinan kepada kita semua melalui pembahasan yang cukup panjang, yang cukup alot. Tentu kawan-kawan sudah memberikan masukannya semua kepada lembaga/kementerian untuk bisa dilaksanakan dengan baik, Insya Allah. Tentu kami melihat bahwa kementerian ini sudah sangat serius untuk memberikan pemaparan yang maksimal kepada kita semua dan teman-teman juga sudah sangat maksimal untuk memberikan masukan dan
tentu aspirasi-aspirasi dari daerah pemilihan masing-masing dan dari fraksi masing-masing. Tentu ini menjadi penting agar ini semua menjadi perhatian oleh mitra kita.
Kemudian yang kedua, tentu dengan aspirasi yang telah kita masukan, kami berharap bahwa program-program padat karya ini betul-betul bisa dilaksanakan Insya Allah Tahun 2021 yang akan datang. Kemudian ada beberapa permintaan juga teman-teman tadi terkait dengan beberapa aspirasi yang memang langsung menyentuh kepada masyarakat, ya kita tahu bahwa hari ini masyarakat ini sangat kesulitan apalagi dalam posisi pandemi masih terus berlangsung sehingga berharap bahwa program-program Pemerintah dan sebagai mitra Komisi V betul-betul bisa menyentuh mereka agar tentu sedikit demi sedikit permasalahan atau penderitaan masyarakat itu bisa sedikit terobati.
Dan yang terakhir, tentu harapan yang terbaik kita adalah Kementerian/Lembaga bisa melaksanakan seluruh program dengan baik dan bertanggung jawab. Tentu kita harapkan output dan outcome-nya yang bisa menyentuh dan bisa memberikan efek positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Barangkali itu Pak Ketua dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan. Terima kasih atas segalanya dan semuanya.
Wallahumma Fiq Illa Aqwamithaariq,
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Terima kasih Pak Aras mewakili Fraksi Partai Persatuan Pembangunan menyampaikan persetujuannya. Selanjutnya, kami persilakan dari Gerindra yang terakhir Pak Mulyadi, silakan Pak dari virtual.
F- PARTAI GERINDRA (Drs. MULYADI, M.M.A.): Baik.
Bismillahirrahmanirrahim.
Terima kasih Pimpinan.
Rekan-rekan Anggota Komisi V dan tentu Pimpinan yang saya hormati, Mitra Kerja Komisi V yang saya banggakan.
Prinsipnya, Fraksi Partai Gerindra dapat menyetujui apa yang sudah kita bahas dengan sangat intens beberapa waktu yang lalu. Tetapi tentu dengan beberapa catatan terutama tentang pentingnya setiap program kementerian itu harus memiliki dampak dan nilai tambah terhadap peningkatan kegiatan masyarakat. Kemudian harus tepat sasaran.
Artinya, di situasi pandemi seperti ini kita yakin bahwa pendapatan asli daerah pun sebenarnya walaupun tetap mengacu kepada aturan main tetap dilibatkan stakeholder di daerah supaya pembangunannya tadi tepat sasaran. Kemudian kami berharap ada koordinasi yang semakin masif, semakin maksimal terutama terkait dengan program-program kerja yang tentunya harus ada koordinasi di lintas kementerian.
Sebagai contoh misalnya seperti pembangunan Bandara Kertajati ternyata koordinasinya kurang maksimal misalnya dengan Kementerian PUPR sehingga daya dukung terhadap infrastruktur dan operasional Kertajati menjadi tidak maksimal.
Kemudian harus ada, mohon maaf, sensitivitas terhadap setiap program pembangunan karena kita sebenarnya masih belum tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Artinya protokol kesehatan harus menjadi konsen yang kuat di setiap kementerian, betul-betul memberikan dampak terutama bisa menghindari masyarakat dari pandemi dan seterusnnya.
Dan penekanan juga terhadap usulan terkait aspirasi atas program-program dari teman-teman anggota Pak, saya selalu bilang pada saat kesempatan rapat terakhir dengan Pak Dirjen Perhubungan Udara dan Perhubungan Laut bahwa jadikan Anggota Komisi V ini betul-betul mitra sejati, bukan mitra bayangan yang dibutuhkan saat dibutuhkan, setelah itu kami ditinggal dan seterusnya.
Dan saya juga menyayangkan kalau misalnya mohon maaf Pak Menteri PUPR Pak Basuki saya melihat di program Bapak terutama Puncak Pak, saya lagi-lagi menyayangkan kalau misalnya Bapak mendapatkan informasi yang kurang pas kalau misalnya program pembangunan Puncak II tidak menjadi prioritas. Kalau ada informasi itu hanya untuk kepentingan tertentu saya kira tidak bijak kalau hanya karena itu saya lebih senang Bapak dan Pimpinan Komisi V untuk meninjau langsunglah betapa kami di Kabupaten Bogor yang notabene tidak jauh dari Jakarta sangat-sangat tersiksa dengan situasi ini. Jadi jangan
sampai ada informasi yang salah terkait dengan kepentingan Puncak, lalu masyarakat dikorbankan. Saya kira itu Pimpinan.
Semoga Allah SWT memberikan pertolongan, kekuatan dan keberhasilan dalam kita semua menjalankan amanah.
Akhirul Kalam,
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Baik. Terima kasih Pak Mulyadi mewakili Partai Gerindra. Untuk kita semua, saya perlu ketok ini. Berarti seluruh Fraksi setuju ya?
Setuju.
(RAPAT: SETUJU) Pemerintah, setuju?
Baik.
(RAPAT: SETUJU)
Terima kasih saya sampaikan kepada seluruh Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR RI, Para Menteri dan Para Kepala Badan/Lembaga yang telah menyampaikan persetujuan terharap Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga Mitra Kerja Komisi V DPR RI dalam RAPBN Tahun Anggaran 2021.
Pak Menteri yang terhormat.
Saya mewakili seluruh Anggota, saya harapkan betul dalam proses sinkronisasi nanti Pak. Jadi ruang-ruang sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan memang harus kita sepakati Pak. Contoh pada hari ini kalau teman-teman ini tidak setuju, tidak bisa jalan kita Pak. Bahwa APBN ini memerlukan persetujuan dari Komisi V.
Jadi saya rasa itu mesti kita pahami secara bersama untuk menegaskan bahwa ada bagian-bagian dari DPR yang juga dalam persetujuan itu harus diakomodir sebagai bagian tidak terpisahkan dari persetujuan kita pada hari ini. Jelas Anggota ya?
Jadi Pak Tamanuri jangan lagi anu Pak, tegas kita. Pimpinan tegas, kita berada pada aturan main yang ditentukan oleh Peraturan Perundang-undangan dan tentu kami sebagai Ketua dan Pimpinan yang nantinya akan menandatangani APBN ini Pak Menteri sekalian, kiranya nanti apa yang kita setujui bersama adalah hasil pembicaraan bersama hasil kesepakatan bersama dari proses pembahasan anggaran ini dari awal sampai selesai.
Tahap sinkronisasi nanti Pak sebetulnya tahap itu kalau ada tambahan apa tidak di tahap sinkronisasi. Nah tahap yang paling krusial adalah beberapa hari kemarin, seluruh saran pendapat dan masukan atau usulan dari teman-teman seluruh Anggota Komisi V semua sudah masuk ke kementerian/lembaga, semua sudah, tinggal apakah nanti kementerian/lembaga mengakomodir ini atau tidak dan Pimpinan setelah hari ini kita akan tanda tangani bersama Pak ada kesepakatan bersama nanti.
Saya sebagai Pimpinan Rapat, sebagai Ketua, menandatangani bersama Pak Menteri tetapi persetujuan secara keseluruhan nanti Pak setelah nanti Paripurna setelah tanggal 1. Jadi saya harap seluruh proses ini berjalan dengan lancar atas pemahaman dan pengertian kita bersama. Amin.
Baik. Dengan demikian Bapak/Ibu, Saudara sekalian seluruh peserta rapat, Pak Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, kemudian Menteri Perhubungan, Menteri Desa PDT dan Transmigrasi, seluruh Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR RI yang hadir secara fisik maupun virtual. Dengan demikian, selesailah rapat kita pada hari ini untuk melakukan persetujuan bersama terhadap apa yang sudah kita sepakati yang nanti akan kita tanda tangani. Saya mohon nanti tampilkan sekarang kesimpulan yang akan kita sepakati.
Baik, silakan Pak Menteri.
MENTERI PUPR (BASUKI HADIMULJONO):
Mohon izin. Tadi usulan Pak Sungkono kalau bisa dimasukkan di kesimpulan. Jadi kalau memungkinkan, tinggal dukungan Komisi V, nanti saya akan tindak lanjuti. Terima kasih Pak.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.): Baik.
F-PAN (H. SUNGKONO):
Terima kasih Pak Basuki. Pak Basuki, terima kasih. KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Baik. Sudah 10 tahun Beliau menyuarakan ini Pak. Ya kita masukan kesimpulan yang tadi Pak Sungkono sampaikan. Teman-teman, Setuju ya? Untuk kebaikan rakyat, tidak ada yang tidak setuju. Silakan coba dibuat di poin terakhir.
Jadi begini Pak. Inikan siklus Banggar. Pak Jhoni, saya minta pendapat ini Pak.
Ada Pak Hamka dengan Pak Jhoni disini. Kalau ini kita masukan sini, ini kita kirimkan ke Banggar ini Pak. Nanti dokumen ini adalah dokumen yang akan kita kirim ke Banggar Pak. Apakah kesimpulan ini boleh kita masukan disini atau jadi catatan lain dari kesimpulan rapat ini? Jadi kita buat dua Pak. Yang satu khusus untuk kita ke kementerian, yang satu yang kita kirim ke Banggar. Silakan Pak Jhoni.
F-PARTAI DEMOKRAT (DRH. JHONI ALLEN MARBUN, MM.):
Saya kira inikan bagian daripada program Pemerintah, saya kira tidak ada masalah karena dia ini adalah justru kalau kenapa tidak ada kita membahas secara khusus soal Lapindo tapi dia muncul di dalam rapat RDP sekarang, sehingga dia bagian dari kesimpulan apakah salah juga Banggar.
Artinya, itu kan Panitia Anggaran kan hanya menerima daripada angka-angka dan hasil menerima, bahwa apa uraiannya akan dimasukkan terhadap produk implementasi, rincian kegiatan setiap eselon I maupun eselon II ke bawah adalah kewenangan daripada Pemerintah atas putusannya dengan masuk kesimpulan ini tentunya adalah semacam kebijakan yang didukung oleh Komisi V. Saya kira itu saja Pimpinan.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Baik. Silakan Pak Hamka, ini teman-teman Banggar ini. F- PARTAI GOLKAR (Drs. HAMKA B. KADY):
Prinsipnya, tidak ada masalah Pak Ketua. Itu malah membuat kami lebih punya dasar lagi untuk bisa berdiskusi dan menyampaikan kepada Badan Anggaran secara keseluruhan untuk bisa dipertimbangkan tambahan anggaran
terhadap itu. Saya kira tidak salah Ketua, malah itu menurut saya sangat baik. Terima kasih.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.): Baik. Setuju kita semua ya? Masukan ya? F- PAN (H.A. BAKRI, HM., S.E.):
Sangat setuju Ketua.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Baik. Pak Bakri kalau tidak setuju, ramai malah ruangan ini. Baik, silakan kesimpulan nanti ketiga. Sambil mengetik kesimpulan yang ketiga, saya bacakan yang pertama ya untuk mempersingkat waktu kita.
Draf Kesimpulan
Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI dengan
Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Badan Nasional
Pencarian dan Pertolongan dan Bapel BPWS 15 September 2020
1. Komisi V DPR RI dapat menerima penjelasan Menteri PUPR, Menteri Perhubungan, Menteri Desa PDT dan Transmigrasi, Kepala BMKG, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Kepala Bapel BPWS terhadap Pagu Anggaran masing-masing kementerian: Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Desa dan Transmigrasi, BMKG, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Bapel BPWS dalam RAPBN Tahun 2021 sesuai dengan Nota Keuangan sebagai berikut:
Dalam Ribuan Rupiah
NO. KEMENTERIAN/ LEMBAGA/ UNIT KERJA/ PROGRAM PAGU KEBUTUHAN TA 2021 PENYESUAIAN NOTA KEUANGAN RAPBN TA 2021 SELISIH A B B-A
1. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 140.325.000.000 149.811.139.618 9.486.139.618* a. Sekretariat Jenderal 675.000.000 748.203.897 73.203.897 b. Inspektorat Jenderal 125.000.000 101744.238 (23.255.762) c. Ditjen Bina Marga 48.000.000.000 53.956.803.391 5.956.803.391 d. Ditjen Cipta Karya 27.000.000.000 26.561 232.790 (438.767.210) e. Ditjen Sumber Daya Air 50.000.000.000 58.547.808.016 8.547.808.016 f. Ditjen Perumahan 12.000.000.000 8.093.921 ,257 (3.906.078.743) g. Ditjen Bina Konstruksi 900.000.000 757.684.410 (142315.590) h. Badan Pengembangan
Infrastruktur Wilayah 275.000.000 206.177.709 (68.822.291) I Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia 1.000.000.000 563.788.892 (436.21 1.108)
j.
Ditjen Pembiayaan Infrastruktur
Pekerjaan Umum dan Perumahan 350.000.000 273.775.018 (76.224.982) 2. Kementerian Perhubungan 75.754.039.461 45.664.041.141 (30.089.998.320) a. Sekretariat Jenderal 1.192.044.515 716.034.249 (476.010.266) b. Inspektorat Jenderal 123.659.910 121.549.942 (2.109.968) c. Ditjen Perhubungan Darat 14.625.115.800 7.645.859.063 (6.979.256.737) d. Ditjen Perhubungan Laut 15.356.541.517 l l .428.194.813 (3.928.346.704) e. Ditjen Perhubungan
Udara
19.656.166.138 10.558.628.167 (9.097.537.971) f. Ditjen Perkeretaapian 14.225.556.468 11 .103.444.048 (3.122.112.420) g.
Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang)
309.679.449 197.993.171 (111.686.278)
h.
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) 8.719.001750 3.541.750.595 (5.177.251.155) i. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) 1.546.273.914 350.587.093 (1.195.686.821) 3. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi 4.108.894.870 3.689.809.142 (419.085.728)
a. Sekretariat Jenderal 236.313.363 213.500.000 (22.813.363) b. Inspektorat Jenderal 56.221.873 50.000.000 (6.221.873)
c.
Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan
Pelatihan, dan Informasi
302.140.694 291.233.571 (10.907.123) d. Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa 2.280.066.461 2.161.952.880 (118.113.581) e. Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan 166.130.352 93.335.600 (72.794.932) f. Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal 170.045.786 125.509.293 (44.536.493) g. Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu 158.247.130 87.916.994 (70.330.136) h. Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan Pembangunan Permukiman Transmigrasi 393.240.736 339.627.160 (53.613.566) i. Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi 346.488.295 326.733.644 (19.754.651) 4. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika/BMKG 3.701.091.732 3.274.241.507 (426.850.225) a. Program Dukungan Manajemen 482.384.255 360.900.326 (121.483.929) b. Program Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika 3.218.707.477 2.913.341.181 (305.366.296) 5. Badan Nasioal Pencarian dan Pertolongan/BNPP 4.012.367.954 2.267.460.260 (1.744.907.694) a. Program Dukungan Manajemen 1.123.393.564 859.573.479 (263.820.085) b.
Program Pencarian dan Pertolongan pada Kecelakaan dan
Bencana 6. Bapel Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura/BPWS 244.027.000 156.377.732 (87.649.268) a. Program Dukungan Manajemen 36.025.000 28.066.296 (7.958.704) b. Program Pengembangan Kawasan Strategis 208.002.000 128.311.436 (79.690.564)
• Terdapat penambahan anggaran antara lain untuk kegiatan ketahanan pangan, infrastruktur kawasan industri dll sesuai Surat Bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas.
2. Komisi V DPR RI bersama Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi, BMKG, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Bapel BPWS sepakat untuk melakukan sinkronisasi anggaran menurut fungsi dan program dalam RAPBN TA 2021 sesuai dengan saran, masukan serta usulan Komisi V DPR RI.
3. Komisi V DPR RI meminta Kementerian PUPR untuk mengupayakan alokasi anggaran pada RAPBN TA 2021 terhadap ganti rugi tanah dan bangunan bagi pelaku usaha korban bencana lumpur Sidoarjo di peta area terdampak yang belum diselesaikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Saya tanya Anggota dulu, ini bacanya sudah pakai masker, nafas sudah mau habis. Kalau tidak setuju, kebangetanlah. Setuju ya?
(RAPAT: SETUJU)
Pak Menteri, angka cocok semua Pak? Setuju ya Pak ya? (RAPAT: SETUJU)
Untuk kita semua setuju ya?
Baik. Ya tepuk tangan untuk kita semua.
Pak Menteri sekalian Menteri PUPR, Menteri Perhubungan, Menteri Desa PDT dan Transmigrasi, Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan, Kepala BMKG serta Bapel BPWS.
Ada poin 2 di kesepakatan ini Pak yang tadi kita baca bersama. Jadi itu adalah bagian yang tidak terpisahkan. Mohon dalam penyusunan program satuan tiga dari kementerian dan lembaga yang pada hari ini kita ambil kesimpulan rapatnya untuk disetujui anggarannya, harap poin 2 ini tolong dicamkan betul dalam penyusunan sehingga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses rapat kita atau persetujuan kita pada hari ini.
Dengan disetujuinya kesimpulan rapat kita terkait dengan program alokasi anggaran kementerian/lembaga sesuai dengan fungsi dan program dengan rapat-rapat terdahulu yang kita simpulkan pada hari ini dan sudah diambil persetujuannya oleh semua anggota fraksi yang ada di Komisi V yang mewakili fraksinya masing-masing. Tadi telah disetujui pula dari Kementerian/Lembaga yang hari ini tadi kita sampaikan, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi, Badan Pencarian dan Pertolongan, BMKG dan Bapel BPWS, maka selesailah rapat kita pada hari ini.
Saya atas nama Pimpinan, dan seluruh Anggota Komisi V mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh mitra kerja Komisi V pada hari ini dalam pengambilan keputusan bersama terkait dengan RKA K/L Tahun 2021. Mana ada hal yang kurang berkenan, kami mohon maaf atasnya. Sebelum saya tutup, saya persilakan mungkin dari masing-masing Kementerian/Lembaga atau cukup diwakilkan oleh satu saja untuk menyampaikan kata-kata penutup. Silakan Pak Basuki. Silakan Menteri PUPR mewakili.
MENTERI PUPR RI (Dr. Ir. MOCHAMAD BASUKI HADIMULJONO, M.Sc.): Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Bapak Ketua, Wakil Ketua, Anggota Komisi V DPR RI yang terhormat dan kami hormati.
Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih atas persetujuan posisi anggaran di masing-masing kementerian dan badan yang kami wakili pada hari ini. Ada beberapa hal yang ingin mungkin kami sampaikan bahwa khususnya
semua hasil Rapat RDP pasti kami-kami semua mencatatnya dan disini kami juga sebenarnya sudah mencatat semua termasuk apa yang disampaikan oleh Pak Bakri tentang PKT. PKT kami dari 11,3 Triliun pada tahun 2020 ini, Tahun 2021 kami alokasikan 18 Triliun, jadi sudah naik 7 Triliun sendiri.
Kemudian untuk aspirasi ini khususnya kami ingin mensitir definisi dari Bapak Hamka, Pak Syahrul bahwa aspirasi itu wajib hukumnya tanpa keluar dari program strategis. Kemudian Pak Syahrul menyampaikan bahwa itu harus berkeadilan dan sesuai dengan prioritas. Saya sepakat dengan itu.
Jadi nanti mungkin aspirasi akan kami upayakan seoptimal mungkin. Tapi kalau yang diminta oleh Pak Ruslan tadi menyeluruh, mungkin tidak bisa. Kalau menyeluruh harus kita tampung itu melebihi dari anggaran yang ada. Jadi saya kira itu yang saya ingin sampaikan.
Mudah-mudahan ini mewakili kami-kami semua. Jadi aspirasi tadi definisi dari Pak Hamka dan Pak Syahrul akan kami pegang, wajib tanpa keluar dari program strategis dan sesuai dengan tupoksi kami, kemudian berkeadilan dan prioritas tapi mudah-mudahan kami akan seoptimal mungkin untuk kalau satu pasti ada yang masuk, tapi kalau menyeluruh, mohon maaf, mungkin tidak bisa.
Jadi saya kira itu Bapak/Ibu sekalian. Kami mohon terus pengawasan dari Bapak-bapak Komisi V DPR RI baik dalam pemrograman maupun dalam pelaksanaan di lapangan nanti. Terima kasih. Kurang lebihnya mohon maaf. Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Baik, terima kasih. Maka selesailah rapat kita pada hari ini. Saya atas nama Pimpinan dan seluruh Anggota Komisi V sekali lagi mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf. Dengan demikian, rapat saya tutup.
(RAPAT DITUTUP PUKUL 11.45 WIB) Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua.
a.n. Ketua Rapat SEKRETARIS RAPAT,
NUNIK PRIHATIN B., S.H. NIP. 19691202 199803 2 002