• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pada tanggal 7 Desember 2009, Lippo Cikarang meluncurkan

Dalam dokumen Laporan Tahunan | Lippo Cikarang (Halaman 76-81)

Program Persemaian Mini,

dengan tujuan mendidik murid-

murid SD untuk menghargai

lingkungan dengan belajar

merawat tanaman sejak benih.

Tunas Bangsa, Sekolah Internasional “Islamic Boarding School” dan SD Negeri 06 Sukaresmi. Program Persemaian ini bertujuan mendidik murid-murid untuk menghargai lingkungan dengan belajar merawat tanaman mulai dari benih. Program ini direncanakan untuk menjadi program yang berkesinambungan.

Biopori

Sejak tahun 2008 sampai sekarang, kami telah membuat lubang biopori yang berfungsi menyerap air hujan secara alami ke dalam sistem air tanah dan humus untuk membantu penyuburan tanah. Daun- daun kering dan rontok dimasukkan ke dalam lubang yang besarnya 20 cm dengan kedalaman kurang lebih 1 meter dan jarak lubang kurang lebih 50 cm.

Konsep Ruang Hijau

Kehadiran ruang hijau sangat penting dalam melestarikan keseimbangan alam dan menciptakan nilai lanskap yang indah dan ramah lingkungan. Berkenaan dengan hal ini, Perseroan telah menyediakan ruang terbuka bagi masyarakat, taman dan saluran air. Lebih dari itu, Perseroan juga mempertahankan 5 (lima) danau alam dan membangun danau-danau buatan yang berfungsi sebagai kawasan penampung air, yang juga mencegah banjir.

Sarana Pengolahan Air Limbah

Untuk keselamatan lingkungan, limbah yang berasal dari kegiatan industri disalurkan melalui pipa-pipa bawah tanah dan diproses melalui Sarana Pengolahan Air Limbah yang terkelola dengan baik.

Sarana Pengolahan Air

Sejalan dengan konsep pengembangannya yang ramah lingkungan, pihak manajemen Lippo Cikarang tidak memperbolehkan penghuni/penyewa untuk membangun sumur tanah. Sebagai jalan keluar, manajemen telah membangun Sarana Pengolahan Air yang menyediakan air bersih bagi penghuni/penyewa di kawasan Lippo Cikarang. Sarana ini memenuhi kebutuhan air bersih 480.000 m3 per bulan dan mampu memproduksi air dengan kualitas baik.

On 7 December 2009, Lippo Cikarang launched the Mini Nursery Program, aiming to educate Elementary students to respect the environment by learning to maintain plants from the seeds.

Boarding School and SD Negeri 06 Sukaresmi. The Nursery Program aims to educate students to respect the environment by learning to maintain plants from the seeds. This program is planned to be a sustainable program.

Biopori

Since 2008 up to recently, we have made biopori holes which function is to absorb rainwater in a natural way into a ground water and humus to help making the soil fertile. Dry and fallen leaves are placed into holes, each having 20 cm width with about 20 cm depth and 50 cm distance between holes.

Green Area Concept

The presence of green area is very important in preserving the balance of nature as well as creating a beautiful and eco friendly landscape. In regard with this, the Company has provided open public space, garden and drainage. Moreover, the Company also maintains 5 (five) natural lakes and building artificial lakes that function as water catchment area, at the same time prevent flood.

Waste Water Treatment Plant (WWTP)

For environment safety, waste produced from industrial activities is distributed through underground pipes and processed under a well-managed Waste Water Treatment Plant.

Water Treatment Plant (WTP)

Consistent with its eco-friendly development concept, the management of Lippo Cikarang does not allow the residents/tenants to build water well. As a solution, the management has built a Water Treatment Plant (WTP) that provides clean water for all residents/tenants in Lippo Cikarang area. The WTP has a capacity of

480,000 m3 per month and is capable to produce water

Perseroan juga mengembangkan sarana pengolahan air dengan kualitas yang memenuhi standar untuk konsumsi. Untuk menjamin kualitas, pihak manajemen secara berkala melakukan pemeriksaan kepada pihak yang berwenang.

Pengolahan Limbah

Tantangan lain yang mesti dihadapi adalah pengolahan sampah, maupun limbah domestik dan industri. Untuk memastikan bahwa limbah dibuang secara bertanggungjawab serta memastikan kebersihan di kawasan Lippo Cikarang, pihak manajemen telah menetapkan aturan khusus berkaitan dengan perlakuan terhadap sampah dan limbah. Dua macam kantong plastik dibagikan kepada penghuni/penyewa; kantong plastik hitam untuk sampah basah, sedangkan kuning untuk bahan beracun dan berbahaya (B3). Penghuni/penyewa diwajibkan membayar tagihan perawatan bulanan, yang jumlahnya diperhitungkan berdasarkan luas tanah atau bangunan.

Tanggung Jawab Sosial

Klub Donor Darah Lippo Cikarang

Klub Donor Darah Lippo Cikarang, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia Bekasi dan Rumah Sakit Siloam Lippo Cikarang, secara berkala mengadakan kegiatan donor darah sejak tahun 2005. Kegiatan ini diselenggarakan setiap tiga bulan sekali di Rumah Sakit Siloam Lippo Cikarang dan biasanya mengajak masyarakat setempat dan karyawan perusahaan dan pabrik di Lippo Cikarang.

Dukungan bagi Kegiatan Olah Raga Masyarakat Perseroan telah melibatkan diri dalam pengorganisasian kegiatan olah raga masyarakat sejak tahun 2005. Saat ini, Perseroan memberikan dukungan untuk dua klub olah raga, yaitu klub Spin Tops Tenis Meja Lippo Cikarang dan INKAI (Karate) cabang Lippo Cikarang. Bantuan diberikan dalam bentuk fasilitas latihan maupun operasional dan keuangan.

The Company also developed another water treatment plant with a quality that complies with standard drinking water. To ensure its quality, the management periodically tests it to the authorities.

Waste Treatment

Another challenge that must be addressed is proper treatment of garbage, as well as domestic and industrial waste. To ensure that waste materials are disposed of responsibly and maintain cleanliness in Lippo Cikarang area, the management has determined a specific rule on garbage and waste treatment. Two kind of plastic bags are distributed to residents/ tenants; black plastic bag for wet garbage, while yellow one for dangerous and toxic materials. The residents/tenants shall pay a monthly maintenance fee, which is calculated based on the size of their land or building.

Social Responsibility

The Lippo Cikarang Blood Donor Club

The Lippo Cikarang Blood Donor Club, in cooperation with the Indonesian Red Cross Bekasi and Siloam Hospitals Lippo Cikarang, has periodically conducted blood donor activities since 2005. The activity is held every three months at Siloam Hospitals Lippo Cikarang and usually invites the local community members and employees from offices and factories in Lippo Cikarang.

Support for Public Sport Activities

The Company has been involved in organizing public sport activities since 2005. Currently, it supports two sport clubs: the Spin Tops Lippo Cikarang Table Tennis Club and the INKAI (Karate) Lippo Cikarang branch. Supports are given in form of training facilities, as well as operational and financial assistance.

Perkumpulan Masyarakat dan Keagamaan

Acara silaturahmi dengan pemuka masyarakat setempat dilakukan untuk bertukar gagasan. Perseroan terus membantu masyarakat setempat dalam memperbaiki infrastruktur dan menyumbang dana untuk proyek setempat.

Perseroan juga peduli dalam kegiatan keagamaan tanpa pengecualian pada agama tertentu, antara lain berpartisipasi memberikan hewan Qurban kepada Masjid dan perkumpulan masyarakat di Cikarang Selatan, mendukung perayaan Imlek serta Natal dan Tahun Baru.

Kesempatan Kerja

Guna mempertahankan hubungan baik dan memberikan manfaat ekonomi dan sosial kepada masyarakat, Perseroan memberikan prioritas pertama kepada penduduk setempat untuk menjadi karyawannya.

Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan di Kawasan Industri

Untuk pertama kalinya, Lippo Cikarang bekerjasama dengan Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bandung, Departemen Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (sebelum ini dikenal sebagai Balai Hiperkes Safety Center Bandung), menyelenggarakan pelatihan Paspor Keselamatan. Pelatihan bertujuan untuk membekali pekerja dengan pengetahuan dasar tentang keselamatan kerja sebagaimana disyaratkan oleh industri. Diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut sejak 15 Desember 2009, pelatihan ini dihadiri oleh 150 pekerja yang mewakili 100 pabrik di kawasan Lippo Cikarang. Pada saat pelatihan berakhir, pekerja menerima sertifikasi Paspor Keselamatan. Para pekerja yang mengikuti pelatihan diharapkan memiliki kompetensi yang menyamai pekerja dari negara-negara maju seperti Jepang, AS dan Inggris.

Community Gathering dan Keagamaan

Regular get-togethers with local leaders have been conducted to exchange ideas. The Company continues to assist local community in improving infrastructure and contributed to local project funds.

The Company also shows its care in religious activities without exception to a certain religion, among others by participating to provide sacrificed animals for the mosque and community group in South Cikarang, supporting the Chinese New Year and Christmas and New Year celebration.

Job Opportunity

To maintain good relationship and give economic and social benefit to the community, the Company gives first priority for the locals to become its employees.

Training for Safety and Health in Industrial Area

For the first time, Lippo Cikarang in cooperation with the Occupational Safety and Health Center Bandung, Ministry of Manpower and Transmigration (formerly known as Balai Hiperkes Safety Center Bandung) conducted Safety Passport training. The training aims to equip workers with basic knowledge of work safety as required by the industry. Held for three consecutive days starting 15 December 2009, the training was attended by a total of 150 participants, representing at least 100 companies located in Lippo Cikarang industrial area. Upon completion of the training, the workers received Safety Passport certification. Workers who attended the training are expected to have equal competence with workers from developed countries such as Japan, US and England.

Dalam dokumen Laporan Tahunan | Lippo Cikarang (Halaman 76-81)