• Tidak ada hasil yang ditemukan

Paddy Investment Opportunities Development and Rice Mill Industry

45 Gambar 4.15 Peta Potensi Pariwisata Kabupaten Merauke

5.1. Paddy Investment Opportunities Development and Rice Mill Industry

Kabupaten Merauke memiliki areal yang luas dan produksi padi terbesar di Provinsi Papua. Jumlah produksi padi di Kabupaten Merauke sebesar 177.581 ton dengan luas panen sebesar 35.507 ha. Rata-rata peningkatan luas lahan di Kabupaten Merauke sebesar 5,75% per tahun, sedangkan rata-rata peningkatan produksi padi mencapai 15,11% per tahunnya. Berikut adalah perkembangan produksi dan luas panen padi di Kabupaten Merauke.

Merauke has a large area of rice fields and the largest paddy production in the Papua. The amount of rice production in Merauke was 177,581 tons with a harvested area of 35,507 hectares. The average increase in land area in Merauke was 5.75% per year, while the average increase in rice production reached 15.11% per year. Here is the production development and harvested area of paddy in Merauke.

Gambar 5.1 Perkembangan Produksi dan Luas Panen Padi di Kabupaten Merauke 2009-2013

Figure 5.1 Production Development and Harvested Area of Paddy in Merauke 2009-2013

Program Merauke Integrated Food and Energy

Estate (MIFEE) adalah suatu pengembangan atau

pengusahaan pangan dalam skala luas dengan konsep pengembangan produksi pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup perkebunan, pertanian dan peternakan yang berada dalam suatu kawasan lahan yang luas. Misi utama dari program ini adalah mengejar swasembada pangan berkelanjutan serta meningkatkan kemampuan ekspor pangan. Oleh karena itu, program ini dilakukan dalam skala luas, sehingga pengusahaannya dilakukan dengan melibatkan pihak swasta bekerjasama dengan petani.

Program Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) is a development or exploitation of food on a large scale with the concept of the development of food production that carried out in an integrated manner include plantations, farms and ranches which located within a vast area of land. The main mission of this program is the pursuit of sustainable food security and to improve the ability of food exports. Therefore, this program is done on a large scale, so the effort is done by involving the private parties in collaboration with farmers.

Rencana pengembangan usaha tani padi di Kabupaten Merauke sejalan dengan program

Merauke Integrated Food and Energy Estate

(MIFEE) yang mengalokasikan lahan untuk tanaman padi seluas 1 juta hektar dari total luasan yang disediakan seluas 1,6 juta hektar.

Paddy farming development plan in line with the program Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) which allocates land for rice crop area of 1 million hectares of the total provided area 1.6 million hectares. The potential of natural resources (climate, soil, topography) in accordance

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah

The Mapping Potential and Local Investment Opportunities

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

Indonesia Investment Coordinating Board

47

Potensi sumber daya alam (iklim, tanah, topografi) yang sesuai dengan agroekosistem padi, diharapkan pengembangan usaha tani padi dapat menghasilkan produksi padi/beras secara optimal. Sejalan dengan rencana pengembangan usaha tani padi di Kabupaten Merauke dengan luas lahan yang sangat luas (rice estate) diperlukan investasi yang cukup besar. Untuk itu, pemerintah Kabupaten Merauke membuka peluang investasi dari luar, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) untuk pengembangan agribisnis padi secara modern.

with the paddy agro-ecosystem, it is expected the development of paddy farming can result in the production of paddy/rice optimally. In line with the development plan of paddy farming in Merauke with very large land area (rice estate) required a substantial investment. So, the Merauke government opens investment opportunities from the outside, both Domestic Direct Investment (DCI) and Foreign Direct Investment (FDI) for the development of modern paddy agribusiness.

Potensi komoditi padi di Kabupaten Merauke menciptakan peluang usaha dan investasi agroindustri perberasan, baik agroindustri hulu berupa industri sarana produksi pertanian yang meliputi industri benih, pupuk, pestisida serta alat dan mesin pertanian maupun industri hilir berupa industri pengolahan padi terintegrasi (rice

center). Industri tanaman padi cukup beraneka

ragam mulai dari yang paling dominan gabah menjadi beras sebagai pangan pokok, pangan fungsional, pangan olahan berbasis kue dan sebagai bahan baku industri dengan masing-masing turunan produk berbasis beras yang cukup beraneka ragam. Disamping produk sampingan seperti jerami, dedak dan sekam yang dapat dimanfaatkan berbagai macam produk sampingan berbasis limbah padi.

The potential for commodity paddy in Merauke able to create business opportunities and investments rice agro-industry, both upstream agro-industry in the form of agricultural inputs which include seed industry, fertilizers, pesticides and agricultural equipments and machines, and downstream processing industry in the form of integrated paddy (rice center). Paddy crop industry is quite diverse ranging from paddy to rice as a staple food, functional food, cake-based processed food and raw material industry with each derivative of rice-based products. Besides by products such as straw, bran and husk that can be used as various kinds of waste rice-based by products.

Gambar 5.2 Pohon Industri Tanaman Padi

2015 Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

48

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah

The Mapping Potential and Local Investment Opportunities

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

Indonesia Investment Coordinating Board

Rice Center adalah salah satu fasilitas untuk

menampung aktivitas pengolahan dan perdagangan beras secara modern. Dalam kawasan Rice Center akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, baik fasilitas utama maupun fasilitas penunjang agar menjamin terselenggaranya transaksi (domestik maupun ekspor) dengan baik. Kegiatan dalam kawasan

Rice Center mulai dari perontokan padi (hasking),

pengeringan gabah (drying), penggiling gabah menjadi beras dan penyimpanan beras yang dilakukan terintegrasi secara modern. Sedangkan pengembangan kawasan Rice Centre adalah untuk kegiatan terkait dengan perberasan, mulai dari pembelian gabah, proses penggilingan beras, pergudangan, dan perdagangan beras. Selain untuk memproduksi beras konsumsi, biasanya

Rice Center juga digunakan untuk proses

pembuatan benih padi, sehingga dilengkapi dengan lahan produksi benih.

Rice Center is one of the facilities to accommodate the processing and trading riceactivities in modern way. The area of Rice Center will be equipped with various facilities, both major facilities and supporting facilities in order to ensure the implementation of the transaction (domestic and export). Activity in Rice Center area started from rice threshing (hasking), grain drying (drying), grinding grain into rice and rice storage that done in integrated modern way. While Rice Centre is the development of the area for activities related torice, starting from the purchase of grain, rice milling process, warehousing, and the rice trade. In addition to producing rice consumption, Rice Center is also used for the manufacture of rice seed, so it is equipped with seed production fields.

Kebutuhan lahan untuk Rice Center sekitar 50 ha yang peruntukannya untuk lahan produksi benih dan gudang alsintan (on-farm) seluas 35 ha, sedangkan industri pengolahan padi menjadi beras serta penggudangan dan pemasaran minimal 15 ha. Di dalam industri pengolahan padi terdapat sarana mesin pengering gabah dengan kapasitas 30 ton untuk satu kali pengeringan (minimal 2 unit) dan 1 unit Rice Mill Plant (RMP) yang memproses gabah menjadi beras secara otomotasi dengan kapasita 6-12 ton gabah per jam. Nilai investasi Rice Center yang terdiri atas tanah dan bangunan serta alat dan mesin pengolahan gabah (RMP) sekitar Rp. 500 milyar.

Land requirement for Rice Center about 50 hectares of land allotment for seed production and alsintan warehouse (on-farm) covering an area of 35 ha, and at least 15 ha for the rice processing industry; warehousing and marketing. In the rice processing industry, thereis medium grain dryer with a capacity of 30 tons for one drying (at least 2 units) and 1 unit of Rice Mill Plant (RMP) that automathically processes grain into rice with its capacity of 6-12 tons of grain per hour. Value investing Rice Center, which consists of land and buildings, machine and tools of processing grain (RMP) of about Rp. 500 billion.

Gambar 5.2 Industri Pengolahan Beras Terintegrasi (Rice Center)

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah

The Mapping Potential and Local Investment Opportunities

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

Indonesia Investment Coordinating Board

49

Pengolahan padi menjadi beras secara prinsip, melibatkan tahapan yang sederhana yakni :

In principle, processing of paddy into rice involves simple steps:

1) Pemisahan kotoran,

Pemisahan kotoran dari padi hasil panen di sawah dilakukan karena masih banyak terbawa kotoran lain seperti jerami, daun, batang bahkan benda lainyang tidak lazim seperti batu dan pasir. Kotoran ini akan mengganggu proses pengeringan terutama penyerapan kalori dan penghambatan proses pergerakan padi pada tahapan berikutnya. Kadar air padi hasil panen sangat bervariasi antara 18–25%, bahkan dalam beberapa kasus dapat lebih besar.

1) Separation of dirt,

Separation of impurities from the rice crop in the fields is conducted because there is still a lot of feces and others such as straw, leaves, stems even other unusual objects such as rocks and sand. This debris will interfere the absorption of calories, especially the drying process and the inhibition of the movement of rice in the next stage. The water content of the harvestedpaddy varies between 18-25%, and even in some cases can be much larger.

2) Pengeringan dan penyimpanan padi,

Pengeringan dilakukan untuk mengurangi kadar air sampai sekitar 14% sehingga memudahkan dan mengurangi kerusakan dalam penyosohan dan proses selanjutnya. Kadar air yang terlalu tinggi menyulitkan pengupasan kulit dan menyebabkan kerusakan (pecah atau hancur) karena tekstur yang lunak.

2) Drying and storage of rice,

Drying is done to reduce the moisture content to about 14% so as to facilitate and reduce the damage in the milling and processing. The water content is too high complicate stripping the skin and cause damage (broken or crushed) due to the soft texture.

3) Pengupasan kulit (husking),

Penyosohan adalah pengupasan kulit padi yang merupakan tahapan paling penting dari keseluruhan proses. Pengupasan kulit adalah transformasi padi menjadi beras yang secara prinsip sudah dapat dimasak untuk dimakan. Proses selanjutnya hanyalah penyempurnaan dari penyosohan dan untuk meningkatkan kebersihan. Gabungan dari sosoh serta kebersihan dan keutuhan biji adalah ukuran mutu beras putih.

3) Peeling skin (husking),

Milling is stripping the bran which is the most important stage of the whole process. Stripping the skin is the transformation of paddy into rice which already can be cooked to be eaten. The next process is refinement of milling and to improve hygiene. Combination of milling as well as the cleanliness and integrity of the seed is a measure of the quality of the white rice.

4) Penggilingan (milling),

Tahapan penggilingan adalah proses penyempurnaan penyosohan dan pelepasan lapisan penutup butir beras. Teknologi penggilingan sudah sangat berkembang untuk menghasilkan beras putih yang baik. Proses ini dibagi lagi menjadi penyosohan, pemutihan (whitening) dan pengkilapan (shining). Walaupun demikian, inti proses ini adalah untuk memisahkan lapisan penutup semaksimal mungkin.

4) Milling (milling),

Milling is the process of refinement stages of husking and release cover layer of rice grains. Technology milling has been highly developed to produce good white rice. This process is divided into milling, bleaching (whitening) and polishing (shining). Nevertheless, the core of this process is to separate the cover layer as much as possible.

5) Pengemasan dan distribusi.

Kemasan yang ditawarkan dalam bentuk kemasan 5 kg, 10 kg, dan 25 kg dan dapat didistribusikan.

5) Packaging and distribution.

Packaging is offered in the form of packing 5 kg, 10 kg, and 25 kg and then can be distributed.

2015 Ringkasan Eksekutif / Executive Summary

50

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah

The Mapping Potential and Local Investment Opportunities

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

Indonesia Investment Coordinating Board

Gambar 5.3 Proses Pengolahan Padi

Figure 5.3 Paddy Processing Process

5.2. Analisis Ekonomi 5.2. Economic Analysis

Bisnis Penggilingan Padi diharapkan dapat memberikan manfaat dan nilai tambah, baik bagi masyarakat sekitar pabrik, petani, dengan adanya LKM sebagai lembaga pendukung kegiatan pertanian dalam hal keuangan membantu memberikan modal secara kredit bagi para petani dalam menanam padi, mulai dari pembelian benih, pupuk, sampai kebutuhan lainnya yang menunjang keberlangsungan kegiatan pertanian. Diberikan pendamping untuk membantu petani melalui pelatihan-pelatihan agar petani mendapat wawasan yang lebih dalam lingkup pertanian. Tenaga kerja petani terbantu dengan adanya mesin penggiling modern ini sehingga menghemat tenaga dan waktu dalam kegiatan pasca panen. Sehingga dengan adanya manfaat tersebut perusahaan diterima oleh masyarakat sekitar terutama para petani.

Business Paddy Milling expected to give benefit and added value, both for the community around the factory, the farmers, with the MFIs (Monetary Financial Istitusion) as supporting institutions of agricultural activities in terms of financial help that provide credit capital to the farmers to grow rice, starts from purchasing seeds, fertilizers, until othesr that support the sustainability of agricultural activities. Given a companion to assist farmers through training so that farmers get more insight in the sphere of agriculture. The labor of farmers helped by the existence of this modern grinding machine that saves energy and time in post-harvest activities. So with the benefit, the community accepted the company, especially farmers.

Kebutuhan Investasi dalam rencana usaha pendirian pabrik penggilingan padi modern ini terdiri dari bangunan, peralatan dan perlengkapan sebagai modal awal yang dikeluarkan pemilik untuk mendukung berjalannya usaha. Rincian dari rencana investasinya dapat dilihat pada tabel 5.1.

Investment needs in the establishment of modern paddy milling plant business plan are buildings, equipment and supplies as initial capital spent to support passage of the business owner. Detail of the investment is showed in the table 5.1.

Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Daerah

The Mapping Potential and Local Investment Opportunities

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

Indonesia Investment Coordinating Board

51

Dokumen terkait