pegawai yang lulus diklat teknis yudisial adalah perbandingan jumlah pegawai yang lulus dalam mengikuti diklat teknis yudisial dengan jumlah pegawai yang dikirim dalam diklat teknis yudisial.
Persentase pegawai yang lulus diklat teknis yudisial pada tahun 2014 sama dengan
tahun-tahun sebelumnya yaitu tahun-tahun 2012 dan 2013 mencapai target sebesar 100%. Karena dari seluruh peserta di Pengadilan Tinggi Pekanbaru yang dikirim mengikuti diklat teknis yudisial pada tahun 2014 dinyatakan lulus dalam diklat tersebut.
Berikut ini data diklat teknis yudisial yang diikuti :
Tabel 34. Diklat Teknis Yudisial yang diikuti Sewilayah hukum Pengadilan Tinggi Pekanbaru Th. 2014
No
Nama Diklat Tanggal Jumlah Peserta
yang dikirim mengikuti Diklat
Jumlah Peserta yang Lulus
Diklat
1 Diklat Sistem Peradilan Pidana Anak 22 Juni 2014 s.d 03 Juli 2014
4 4
2 Diklat Sertifikasi Hakim Lingkungan Hidup 11 s.d 26 Juni2014 10 10
3 Diklat Hakim Tindak Pidana Pemilu 1 s.d 06 Juni 2014 6 6
4 Diklat Hakim Tindak Pidana Pemilu 27 s.d 28 Maret 2014
5 5
5 Diklat Sertifikasi Hakim Pengadilan Perikanan 4 s.d 9 Mei 2014 6 6 6 Diklat Hakim Tindak Pidana Korupsi 24 September s.d
08 Oktober 2014
4 4
7 Diklat Hakim Sistem Peradilan Pidana Anak 18 s.d 29 Agustus 2014
1 1
8 Diklat Perkara Tindak Pidana Narkoba bagi Hakim Lingkungan peradilan Umum dan Militer
9 s.d 13 Mei 2014 2 2
9 Diklat hakim Sistem Peradilan Pidana Anak bagi Hakim Tingkat Pertama dan Tingkat Banding
22 Juni s.d 03 Juli 2014
2 2
10 Diklat Sertifikasi Hakim Mediator 13 s.d 18 Juli 2014
5 5
11 Diklat Teknis Fungsional Calon Wakil Ketua 31 Agustus s.d 6 September 2014
3 3
12 Diklat Hakim berkelanjutan 19 s.d 24 Oktober 2014
6 6
Jumlah 54 54
Page | 36
b) INDIKATOR KINERJA : PERSENTASE PEGAWAI YANG LULUS DIKLAT NON TEKNIS YUDISIAL
Tabel 35. Sasaran 6 Indikator 2
Sasaran 6 : Peningkatan Efektifitas Kualitas Sumber Daya Manusia
Indikator Kinerja Utama Tahun Tahun
2012 2013 2014
Persentase pegawai yang lulus diklat non teknis yudisial
Realisasi 42% Realisasi 23,1% Target 100% 185% Realisasi 100%n 100% Capaian 117,6%
Ukuran realisasi indikator kinerja Persentase pegawai yang lulus diklat teknis non yudisial adalah perbandingan jumlah pegawai yang lulus dalam mengikuti diklat non teknis yudisial dengan jumlah pegawai yang dikirim dalam diklat teknis non yudisial.
Realisasi persentase pegawai yang lulus diklat non teknis yudisial pada tahun 2014 mencapai sebesar 100%, karena seluruh peserta diwilayah
hukum Pengadilan Tinggi Pekanbaru yang dikirim, lulus mengikuti diklat non teknis yudisial.
Realisasi ini melebihi target yang ditetapkan hingga 117,6%. Ini berarti realisasi persentase pegawai yang lulus diklat non teknis yudisial pada tahun 2014 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya tahun 2012 dan 2013.
Berikut ini data Diklat non teknis yudisial :
Tabel 36. Diklat Non Teknis Yudisial yang diikuti Sewilayah hukum Pengadilan Tinggi Pekanbaru Th. 2012 -2014
*
Persentase Perbandingan Jumlah peserta yang lulus diklat dengan jumlah peserta yang dikirim mengikuti diklat Grafik 5. Realisasi persentase lulusdiklat non teknis yudisial tahun 2012-2014
Tahun Nama Diklat Jumlah Peserta
yang dikirim mengikuti Diklat Jumlah Peserta yang Lulus Diklat *Realisasi
2012 Diklat Sertifikasi pengadaan Barang Jasa Pemerintah th. 2012
26 6 23,1%
2013 Diklat Sertifikasi pengadaan Barang Jasa Pemerintah th. 2013
31 13 42%
2014 • TOT CTS 3
• Diklat Sekretaris/Wakil sekretaris Pengadilan Tk I
• Diklat Teknologi Informasi bagi pengelola web 1 17 1 1 17 1 100% 0,00% 50,00% 100,00% Th. 2012 Th. 2013 Th. 2014 23,10% 42,00% 100,00% Realisasi persentase lulus diklat non teknis yudisial
Page | 37
c) INDIKATOR KINERJA : PERSENTASE PEJABAT YANG LULUS MENGIKUTI FIT AND PROPER TEST DALAM RANGKA PROMOSI JABATAN
Tabel 37. Sasaran 6 Indikator 3
Sasaran 6 : Peningkatan Efektifitas Kualitas Sumber Daya Manusia
Indikator Kinerja Utama Tahun Tahun
2012 2013 2014
Persentase Pejabat yang lulus mengikuti fit and proper test dalam rangka promosi jabatan
Realisasi 75% Realisasi 50% Target 100% 1190% Realisasi 1033,3% Capaian 37%
Ukuran realisasi indikator kinerja Persentase pejabat yang lulus mengikuti fit and proper test dalam rangka promosi jabatan adalah perbandingan jumlah hakim atau pegawai yang lulus dalam mengikuti fit and proper test dalam rangka promosi jabatan dengan jumlah hakim atau pegawai yang dikirim mengikuti fit and proper test dalam rangka promosi jabatan.
Realisasi persentase pejabat yang lulus mengikuti fit and proper test hanya sebesar 37%. Realisasi ini tidak mencapai target, dan menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Fit and proper test dalam rangka promosi jabatan yang pernah diikuti sewilayah hukum Pengadilan Tinggi Pekanbaru adalah :
Tabel 38. Fit and Proper Test Promosi Jabatan Th. 2012-2014
Tahun Promosi Jabatan Jumlah Peserta
yang mengikuti
Jumlah Peserta yang Lulus
*Realisasi
2012 Fit and proper test promosi jabatan Hakim Tinggi th. 2012
12 9 75%
2013 Fit and proper test promosi jabatan KPN Klas IA 31 13 41,9% 2014 • Fit and Proper Test Kelayakan Calon
Pimpinan pengadilan Tinggi TA. 2014 • Fit and Proper Test Calon Pimpinan
Pengadilan Negeri Kla I dan klas IA TA. 2014
2
1
0
1
Page | 38
c. Akuntabilitas Keuangan
Pada tahun 2014 Pengadilan Tinggi Pekanbaru mendapatkan total alokasi anggaran sebesar Rp. 16.358.555.000,- (Enam belas miliar tiga ratus lima puluh delapan juta lima ratus lima puluh lima ribu rupiah), dengan rincian Daftar Isian Pelaksanaan Tugas (DIPA) sebagai berikut :
1. DIPA (01) Badan Urusan Administrasi
Anggaran DIPA (01) sebesar Rp. 15.932.755.000,- (Lima belas miliar sembilan ratus tiga puluh dua juta tujuh ratus lima puluh lima ribu rupiah), yang meliputi :
a. Belanja Pegawai
: Rp. 14.167.504.000,- (Empat belas miliar seratus enam puluh tujuh juta lima ratus empat ribu rupiah) b. Belanja
Barang
: Rp. 1.765.251.000,- (Satu miliar tujuh ratus enam puluh lima juta dua ratus lima puluh satu ribu rupiah)
c. Belanja Modal
: Tidak mendapatkan alokasi anggaran belanja modal.
Belanja pegawai meliputi belanja pegawai mengikat dan tidak mengikat yang penggunaannya antara lain untuk gaji dan tunjangan, honorarium dan lembur. Honorarium yang berkaitan dengan belanja modal tidak termasuk dalam belanja pegawai.
Belanja barang yaitu pengeluaran untuk pembelian barang dan jasa yang habis pakai dalam kurun waktu satu tahun anggaran termasuk didalamnya pemeliharaan dan perjalanan. Perhitungan dan penilaian belanja barang dilakukan berdasarkan standar biaya yang telah ditetapkan, sedangkan penilaian terhadap pekerjaan yang belum ditetapkan dalam standar biaya dilakukan atas dasar Term Of Reference (TOR) dan Rincian Anggaran Belanja (RAB). Belanja barang meliputi belanja barang mengikat maupun belanja barang tidak mengikat.
Tabel 39. Realisasi Anggaran Belanja DIPA (01) Badan Urusan AdministrasiTahun 2014
Jenis Belanja Pagu
Rp. Realisasi Rp. Sisa Capaian Belanja Pegawai 14.167.504.000 14.167.258.310 245.690 99,9% Belanja Barang 1.765.251.000 1.589.949.114 175.301.886 90,1% Total 15.932.755.000 15.757.207.424 175.547.576 98,9%