• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.2 Analisis Data dengan Metode Statistik (SPSS) .1 Test of Normality

5.2.2 Paired T-Test

Paired Samples Test

Hasil pengujian data dengan menggunakan Paired T-Test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna (signifikan) terhadap data hormon T4 (tetraiodotironin) sebelum dan sesudah berzikir dengan nilai signifikansi 0.251 (p > 0.05). Paired Differences t df Sig. (2-tailed) Mean Std. Deviatio n Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pair 1 Kadar_T4_1 - Kadar_T4_2 .21429 .66663 .17816 -.17062 .59919 1.203 13 .251

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

5.3. Pembahasan

Zikir merupakan salah satu metode untuk mencapai keseimbangan (homeostasis) tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berzikir terhadap kadar tetraiodotironin pada sukarelawan sehat. Penelitian ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian pendahuluan yang membahas pengaruh berzikir terhadap kadar hormon T4 (tetraiodotironin) pada sukarelawan sehat. Sukarelawan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sukarelawan sehat yang dinyatakan sebagai sampel apabila memenuhi persyaratan. Dalam penelitian ini digunakan kuesioner untuk mempermudah dalam pencarian sukarelawan. Ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam mencari sukarelawan, yaitu pengisian kuesioner, pemeriksaan fisik, berat badan, tinggi badan dan umur. Untuk kriteria yang dijadikan volunteer adalah laki-laki, usia 18-25 tahun, mahasiswa, sehat jasmani dan rohani, dan bersedia menjadi sampel. Kemudian untuk parameter faktor lingkungan, agar kegiatan dan rutinitas yang dilakukan sukarelawan tidak jauh berbeda, sukarelawan yang digunakan adalah mahasiswa yang aktif di Lembaga Tahfizh dan Tilawah Alquran di IPTIQ Jakarta.

Sukarelawan yang diambil sebanyak 15 orang. Kemudian dilakukan pengambilan sampel darah, pengambilan sampel darah dilakukan sebanyak 2 kali, sebelum dan susudah melakukan kegiatan zikir selama 60 menit. Darah yang pertama diambil sebanyak 10 ml dan darah yang kedua diambil sebanyak 10 ml dilakukan setelah berzikir. Darah disentrifuse dengan kecepatan 3000 rpm selama 15 menit, teknik ini dilakukan untuk memisahkan serumnya dengan sel darah merah. Setelah itu, serum dianalisa dengan metoda ELISA menggunakan IMMULITE.

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

Pada penelitian ini dititik beratkan pada zikir 60 menit sebelum pengambilan darah kedua, yang pada akhirnya diharapkan adanya perubahan yang signifikan pada kadar T4 (tetraiodotironin) sampel darah pertama dibandingkan dengan sampel darah yang kedua. Pada penelitian ini kadar T4 (tetraiodotironin) pada sampel darah sukarelawan diharapkan kadarnya normal. Nilai range normal kadar T4 (tetraiodotironin) tersebut adalah 4.59-6.89 ug/dl.

Berdasarkan data T4 yang diperoleh, sampel dikelompokkan menjadi 6 kelompok, yaitu : 1. Tinggi menjadi normal, 2. Rendah menjadi normal, 3. Tetap normal, 4. Turun tetap tinggi, 5. Tetap tinggi, 6. Semakin tinggi

Kelompok 1 kondisi kadar T4 nya adalah tinggi pada sampel pengambilan darah pertama. Dan pada sampel darah yang kedua mengalami penurunan menjadi normal. Kondisi ini mungkin dipengaruhi oleh zikir yang dilakukan selama 60 menit. Kadar hormon T4 pada T4.1 sebelum berzikir kadar hormon T4 (tetraiodotironin) diatas normal (tinggi) yaitu sebesar 7.6 µg/dl, namun setelah berzikir kadar T4 turun menjadi normal yaitu sebesar 6.0 µg/dl, mengalami penurunan kadar T4 (tetraiodotironin) sebanyak 1.6 µg/dl. Kadar hormon T4 pada T4.2 sebelum berzikir kadar hormon T4 diatas normal (tinggi) yaitu sebesar 7.0 µg/dl, namun setelah berzikir kadar T4 (tetraiodotironin) turun menjadi normal yaitu sebesar 6.4 µg/dl, mengalami penurunan kadar T4 (tetraiodotironin) sebanyak 0.6 µg/dl. Kadar hormon T4 (tetraiodotironin) pada T4.3 sebelum berzikir kadar hormon T4 diatas normal (tinggi) yaitu sebesar 6.7 µg/dl, namun setelah berzikir kadar T4 turun menjadi normal yaitu sebesar 6.2 µg/dl, mengalami penurunan kadar T4 sebanyak 0.5 µg/dl. Kemungkinan yang terjadi adalah ketika kadar T3 (triiodotironin) mengalami kekurangan didalam darah

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

maupun jaringan, dan T4 secara otomatis mengalami deiodinasi menjadi T3 didalam jaringan. Pada orang dewasa normal, sepertiga T4 dalam darah diubah menjadi T3. Dalam penelitian ini penurunan T4 menjadi normal kemungkinan disebabkan oleh sukarelawan yang berzikir. Kondisi tubuh yang labil akan menghambat system kerja hipotalamus sehingga system syaraf dan kondisi tubuh lainnya akan terganggu (William F. Ganong, 2003). Dengan berzikir maka dapat mengembalikan kondisi tubuh yang labil menjadi stabil sehingga kerja system hipotalamus tidak terganggu dan pada akhirnya kondisi tubuh menjadi homeostasis.

Kelompok 2 kondisi kadar T4 (tetraiodotironin) nya adalah rendah pada sampel pengambilan darah pertama. Dan pada sampel darah yang kedua mengalami kenaikan menjadi normal. Kondisi ini mungkin dipengaruhi oleh zikir yang dilakukan selama 60 menit. Kadar hormon T4 pada T4.4 sebelum berzikir kadar hormon T4 dibawah normal (rendah) yaitu sebesar 4.4 µg/dl, namun setelah berzikir kadar T4 naik menjadi normal yaitu sebesar 5.0 µg/dl, mengalami kenaikan kadar T4 sebanyak 0.6 µg/dl. Pada kelompok kedua, yaitu kelompok kadar hormon T4 dari rendah menjadi normal. Ini disebabkan kurang maksimalnya kerja dari kelenjar tiroid dalam pengambilan iodida. Kelenjar tiroid bekerja dan mengkonsentrasikan iodida dengan mentransport aktif iodida dari sirkulasi kedalam koloid. Mekanisme transport disebut dengan “iodide trapping”. Kondisi seperti ini kemungkinan besar disebabkan karena kebutuhan T3 yang terlalu tinggi, jadi T4 yang dibutuhkan otomatis menjadi tinggi. Kemudian pengambilan darah yang kedua nilai T4 menjadi normal. pada waktu pengambilan darah yang kedua kondisi tubuh sudah berbeda karena keadaan lebih tenang

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

disebabkan adanya aktifitas zikir yang dilakukan. Paling tidak dengan kondisi homestasis mencegah ambilan atau menghambat proses deiodinasi T4 menjadi T3 yang berlebihan.

Kelompok 3 kondisi kadar T4 nya adalah normal pada sampel pengambilan darah pertama. Dan pada sampel darah yang kedua tetap normal. Kadar hormon T4 (tetraiodotironin) pada T4.5 sebelum berzikir kadar hormon T4 normal yaitu sebesar 5.8 µg/dl, namun setelah berzikir kadar T4 tetap normal yaitu sebesar 5.8 µg/dl. Kadar hormon T4 (tetraiodotironin) pada T4.6 sebelum berzikir kadar hormon T4 normal yaitu sebesar 6.8 µg/dl, namun setelah berzikir kadar T4 tetap normal yaitu sebesar 6.8 µg/dl. Pada kelompok ini kadar hormon T4 tetap normal. Keadaan ini adalah keadaan dimana proses deiodinasi T4 menjadi T3 berjalan normal. Didalam kelenjar tiroid, 80 ug/h iodium disekresi dalam T3 dan T4, iodida sangat penting untuk kelanjutan fungsi tiroid normal tetapi defisiensi atau kelebihan iodida dapat menghambat fungsi tiroid. Keadaan kelompok ketiga ini mempunyai kondisi tubuh yang selalu homeostasis, jadi system kerja hormon dan jaringan lainnya tetap stabil.

Kelompok 4 kondisi kadar T4 nya adalah tinggi pada sampel pengambilan darah pertama. Dan pada sampel darah yang kedua mengalami penurunan tetapi tetap tinggi. Kondisi ini mungkin dipengaruhi oleh zikir yang dilakukan selama 60 menit. Kadar hormon T4 (tetraiodotironin) pada T4.7 sebelum berzikir kadar hormon T4 diatas normal (tinggi) yaitu sebesar 7.6 µg/dl, namun setelah berzikir kadar T4 turun tetapi tetap tinggi yaitu sebesar 6.0 µg/dl. Kadar hormon T4 (tetraiodotironin) pada T4.8 sebelum berzikir kadar hormon T4 diatas normal (tinggi) yaitu sebesar 8.0 µg/dl, namun setelah berzikir kadar T4 turun tetapi tetap

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

tinggi yaitu sebesar 7.9 µg/dl. Kadar hormon T4 (tetraiodotironin) pada T4.9 sebelum berzikir kadar hormon T4 diatas normal (tinggi) yaitu sebesar 9.9 µg/dl, namun setelah berzikir kadar T4 (tetraiodotironin) turun tetapi tetap tinggi yaitu sebesar 8.4 µg/dl. Kadar hormon T4 (tetraiodotironin) pada T4.10 sebelum berzikir kadar hormon T4 diatas normal (tinggi) yaitu sebesar 8.9 µg/dl, namun setelah berzikir kadar T4 turun tetapi tetap tinggi yaitu sebesar 8.8 µg/dl. Pada kelompok keempat ini kadar hormon T4 tinggi, namun setelah berzikir mengalami penurunan tetapi penurunannya tidak terlalu signifikan sehingga kadar T4 tetap tinggi.

Kelompok 5 kondisi kadar T4 nya adalah tinggi pada sampel pengambilan darah pertama. Dan pada sampel darah yang kedua tidak mengalami perubahan artinya kadar T4 tetap tinggi. Kadar hormon T4 (tetraiodotironin) pada T4.11 sebelum berzikir kadar hormon T4 diatas normal (tinggi) yaitu sebesar 8.4 µg/dl, namun setelah berzikir kadar T4 tetap tinggi tidak mengalami perubahan yaitu sebesar 8.4 µg/dl. Kadar hormon T4 (tetraiodotironin) pada T4.12 sebelum berzikir kadar hormon T4 (tetraiodotironin) diatas normal (tinggi) yaitu sebesar 7.4 µg/dl, namun setelah berzikir kadar T4 tetap tinggi tidak mengalami perubahan yaitu sebesar 7.4 µg/dl. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah sukarelawan kurang konsentrasi pada saat berzikir sehingga ketenangan batin dan jiwa sukarelawan tidak tercapai. Hal ini sangat berpengaruh terhadap system kerja hipotalamus sehingga penurunan kadar hormon T4 tidak maksimal.

Kelompok 6 kondisi kadar T4 nya adalah tinggi pada sampel pengambilan darah pertama. Dan pada pengambilan sampel darah yang kedua mengalami

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

kenaikan artinya kadar T4 semakin tinggi. Kadar hormon T4 (tetraiodotironin) pada T4.13 sebelum berzikir kadar hormon T4 diatas normal (tinggi) yaitu sebesar 8.0 µg/dl, namun setelah berzikir kadar T4 semakin tinggi menjadi 8.7 µg/dl, mengalami kenaikan sebesar 0.7 µg/dl. Kadar hormon T4 (tetraiodotironin) pada T4.14 sebelum berzikir kadar hormon T4 diatas normal (tinggi) yaitu sebesar 9.1 µg/dl, namun setelah berzikir kadar T4 semakin tinggi menjadi 9.4 µg/dl, mengalami kenaikan kadar T4 sebesar 0.3 µg/dl. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor diluar parameter percobaan. Seperti kondisi sukarelawan yang sedang stress berlebihan, zikir yang tidak konsentrasi sehingga mempengaruhi hasil penelitian, karena keadaan stres, respons emotional menjadi negatif, maka sistem syaraf pusat akan bekerja tidak optimal, sehingga hipotalamus bekerja tidak efektif.

Pada T4.15 sampel darah mengalami lisis sehingga kadar hormon T4 tidak dapat diukur. Lisisnya sampel darah ini disebabkan karena pengambilan darah pada sukarelawan ini terlalu sedikit kemudian pengambilan darahnya dilakukan dibeberapa vena dilengannya, karena pengambilan darahnya terlalu sulit.

Dari hasil analisis data menggunakan metoda statistic 16.0 sebaran data dari kadar T4 sebelum dan sesudah bezikir pada volunteer adalah normal (p>0.05), maka data tersebut diuji dengan menggunakan metode statistic Paired T- test (uji T berpasangan). Setelah diuji dengan menggunakan Paired T- test didapatkan hasil bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna antara kadar T4 dalam darah volunteer sebelum dan sesudah berzikir (p >0.05).

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

BAB VI

Dokumen terkait