BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan Hasil Penelitian
1. Pengaruh PDRB (X1) terhadap pemungutan PBB Kab Enrekang (Y) Berdasarkan hasil olah data penelitian diperoleh Koefisien regresi PDRB sebesar Rp.0,672 menunjukkan variabel PDRB memiliki pengaruh positif terhadap pemungutan PBB Kabupaten Enrekang. Artinya jika PDRB mengalami peningkatan sebesar 1 maka pemungutan PBB Kabupaten Enrekang juga akan mengalami peningkatan sebesar 0,672.
Hasil olah data penelitian juga menunjukkan nilai Sig sebesar 0,047, hal ini menunjukkan bahwa nilai Sig lebih kecil daripada tingkat signifikansi yang ditetapkan 0,05. Artinya variabel PDRB (X1) mempunyai pengaruh yang siginifikan terhadap Pemungutan PBB Kab Enrekang (Y). Ini berarti dapat dijelaskan bahwa PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pemungutan PBB Kab Enrekang. Hipotesis pertama (H1) diterima.
Produk Domestik Regional Bruto mencerminkan pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi disuatu wilayah, jika nilai PDRB lebih besar menunjukan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat juga tinggi Selain itu, peran dari satu sektor ekonomi menunjukan bahwa potensi atau basis perekonomian disuatu wilayah mendorong untuk membayar pajak daerah. Semakin besar pendapatan masyarakat akan menyebabkan kemampuan membayar pajak masyarakat menjadi semakin besar sehingga penerimaan pajak akan naik. Hal ini sesuai dengan teori perpajakan Musgraves bahwa penerimaan pajak akan sangat ditentukan oleh pendapatan. Semakin tinggi pendapatan seseorang maka akan semakin tinggi pula kemampuan orang untuk
62
membayar berbagai pungutan yang ditetapkan pemerintah, dalam hal ini pungutan terhadap Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Teori konsumsi Keynes dalam Silvia & Susanti (2019) menyatakan bahwa, (besar-kecil) konsumsi masyarakat sangat dipengaruhi oleh besarnya pendapatan.
Dengan kata lain pendapatan yang dimiliki dalam suatu waktu tertentu akan mempengaruhi konsumsi yang dilakukan oleh manusia dalam waktu itu juga. Apabila pendapatan meningkat maka konsumsi yang dilakukan juga akan meningkat, begitu pula sebaliknya. Masyarakat yang berpenghasilan besar atau kelebihan pendapatan cenderung membeli tanah atau membangun rumah, dengan semakin banyaknya objek pajak ini akan mepengaruhi jumlah pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan.
Hasil peneltian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Anja Nailil Muna (2020), Juliana Kosasi dan Andreani Caroline Barus (2017), Windah Meylin Panjaita, Darwin Damani dan Bagudek Tumanggor (2020) memberikan hasil bahwa Secara parsial, variabel PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan PBB di Kab Jepara. Hal ini menunjukkan bahwa pertambahan PDRB berdampak positif dan signifikan terhadap penerimaan pajak bumi dan bangunan.
2. Pengaruh Jumlah Penduduk
(X2)
terhadap pemungutan PBB Kab Enrekang (Y)Berdasarkan hasil olah data penelitian diperoleh koefisien regresi jumlah penduduk sebesar 42.136,535 jiwa, menunjukan variabel Jumlah penduduk memiliki pengaruh positif terhadap pemungutan PBB Kab Enrekang. Artinya jika jumlah penduduk mengalami peningkatan sebesar 1 jiwa maka pemungutan PBB Kab Enrekang akan mengalami
63
peningkatan sebesar Rp.42.136,535. Hasil olah data penelitian juga menunjukkan nilai Sig sebesar 0,000, hal ini menunjukkan bahwa nilai Sig lebih kecil daripada tingkat signifikansi yang ditetapkan 0,05. Artinya variabel jumlah penduduk (X2) mempunyai pengaruh positif dan siginifikan terhadap PBB Kabupaten Enrekang (Y). Hipotesis dua (H2) diterima.
Seiring bertambahnya jumlah penduduk, bertambah juga wajib pajak yang membayar Pajak Bumi dan Bangunan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Enrekang. Jumlah penduduk tidak hanya menjadi beban di daerah tetapi penduduk yang sebelumnya belum menjadi wajib pajak dapat berubah status menjadi wajib pajak. Penduduk Kabupaten Enrekang pada umumnya telah memiliki kesadaran untuk membayar pajak. Tapi jika masih ada wajib pajak yang belum sadar akan membayar pajak dapat diberikan sanksi yang tegas.
Menurut Saefullloh & Tarsono (2011 : 37), Penduduk adalah semua orang yang berdomisili serta menyatakan kesepakatan diri ingin bersatu. Yang dimaksud dengan semua orang adalah penduduk Indonesia dan negara lain (asing) yang sedang berada di Indonesia untuk wisata, bisnis, dan lainnya. Jumlah penduduk adalah sejumlah orang yang sah yang mendiami suatu daerah atau Negara serta mentaati ketentuan-ketentuan dari daerah atau Negara tersebut. Besarnya pendapatan atau penerimaan dapat dipengaruhi oleh jumlah penduduk, jika jumlah penduduk meningkat maka pendapatan yang ditarik juga akan meningkat (Simanjuntak dalam Aryanti & Indarti, 2012). Penduduk
64
merupakan sumber daya utama yang berpengaruh besar terhadap pembangunan di suatu wilayah. Menurut, Population Reference Bureau (PRB) (2013).
Teori Malthus menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu jumlah penduduk, jumlah barang modal, luas tanah dan kekayaan alam, bahwasanya pertumbuhan penduduk adalah akibat dari proses pembangunan, artinya pertambahan penduduk tidak bisa terjadi tanpa peningkatan kesejahteraan yang sebanding (Patta Rapanna et.all., 2017: 63). Artinya jika jumlah penduduk semakin meningkat dan diimbangi dengan jumlah barang modal, luas tanah yang semakin meningkat, maka akan mendorong tingkat perolehan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Lumy dkk (2018) yang mengatakan bahwa jumlah penduduk memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pajak. Jumlah penduduk yang banyak berpotensi terhadap bertambanya wajib pajak sehingga akan banyak peneriman pajak yang diterima. Pesatnya pertumbuhan penduduk pada suatu wilayah akan berpengaruh terhadap perubahan suatu kawasan. Perubahan lahan terbuka hijau menjadi lahan terbangun secara otomatis akan merubah tata guna lahan. Semakin pesatnya pembangunan di Kabupaten Enrekang menyebabkan bertambahnya kebutuhan hidup, termasuk kebutuhan akan sumberdaya lahan dan hunian tempat tinggal. Kebutuhan lahan dan hunian tempat tinggal meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk. Dengan semakin bertambahnya lahan dan hunian tempat tinggal tentu akan berdampak positif terhadap pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan.
65
Hasil Peneltian ini sejalan dengan peneltian Juliana Kosasi dan Andreani Caroline Barus (2017), Anja Nailil Muna (2020), Rizka Ayu Safitri (2018), dan Wuri, Addyalsi (2019) yang menyimpulkan bahwa jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
3. Pengaruh Jumlah SPPT (X3) terhadap pemungutan PBB Kabupaten Enrekang (Y)
Berdasarkan hasil olah data penelitian diperoleh Koefisien regresi jumlah SPPT sebesar 64.908,554 menunjukkan variabel jumlah SPPT memiliki pengaruh positif terhadap pemungutan PBB Kabupaten Enrekang. Artinya jika jumlah SPPT mengalami peningkatan sebesar 1 lembar maka pemungutan PBB Kabupaten Enrekang juga akan mengalami peningkatan sebesar Rp.64.908,554. Hasil olah data penelitian juga menunjukkan nilai Sig sebesar 0,013, hal ini menunjukkan bahwa nilai Sig lebih kecil daripada tingkat signifikansi yang ditetapkan 0,05. Artinya variabel jumalh SPPT (x3) mempunyai pengaruh yang siginifikan terhadap Pemungutan PBB Kab Enrekang (Y). Ini berarti dapat dijelaskan bahwa jumlah SPPT berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pemungutan PBB Kab Enrekang. Hipotesis ketiga (H3) diterima.
Salah satu sarana utama yang digunakan Pemerintah Daerah untuk melaksanakan pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan adalah SPPT. Menurut Undang-Undang No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, SPPT adalah surat yang digunakan untuk memberitahukan besarnya Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan
66
Perkotaan yang terutang kepada Wajib Pajak. SPPT diterbitkan setiap tahun pajak berdasarkan surat pemberitahuan objek pajak (SPOP). Nilai objek pajak bumi dan bangunan ini yang menjadi dasar perhitungan pajak terutang yang ada dalam SPPT. Wajib pajak bumi dan bangunan harus membayar pajak bumi dan bangunannya sesuai dengan jumlah besaran pajak yang tertera pada Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT). Wajib pajak yang memiliki lebih dari satu objek pajak berarti wajib pajak tersebut juga memiliki lebih dari satu SPPT sesuai dengan jumlah objek yang dimiliki. Hal ini membuat pajak yang dibayarkan oleh wajib pajak tersebut menjadi bertambah. Maka dari itu dapat dikatakan bahwa semakin meningkatnya jumlah SPPT. Bertambahnya jumlah SPPT yang berisi jumlah pajak terutang akan menambah potensi objek PBB, hal ini dapat meningkatkan pemungutan PBB Kab Enrekang.
Teori Malthus menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu jumlah penduduk, jumlah barang modal, luas tanah dan kekayaan alam, dengan jumlah barang modal, dalam hal ini jumlah Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) yang meningkat akan mendorong tingkat perolehan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Penelitian yang dilakukan oleh Muttaqin & Anggra (2018) menyatakan bahwa Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) berpengaruh positif terhadap realisasi penerimaan pajak bumi dan bangunan. Penelitian yang dilakukan oleh Setiaji & Adibatun (2017) menjelaskan bahwa variabel SPPT berpengaruh terhadap kepatuhan
67
wajib pajak. Apabila wajib pajak patuh akan meningkatkan pemungutan PBB suatu daerah, (Monica dan Andi, 2019)
68 BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarakan pembahasan dan penelitian yang telah dilakukan dan diolah statistika, di peroleh kesimpulan dari penelitian ini :
1. Berdasarkan hasil olah data penelitian diperoleh hasil yakni variabel PDRB (X1) mempunyai pengaruh positif dan siginifikan terhadap PBB Kabupaten Enrekang. Hal ini berarti bahwa semakin besar PDRB suatu wilayah akan menyebabkan kemampuan membayar pajak masyarakat menjadi semakin besar sehingga penerimaan pemungutan pajak bumi dan bangunan (PBB) akan naik.
2. Berdasarkan hasil olah data penelitian diperoleh hasil yakni variabel Jumlah Penduduk (X2) mempunyai pengaruh yang positif dan siginifikan terhadap PBB Kabupaten Enrekang. Artinya, semakin banyak jumlah penduduk yang mempunyai kewajiban pajak, menyebabkan penerimaan pemungutan PBB Kabupaten Enrekang juga akan meningkat.
3. Berdasarkan hasil olah data penelitian diperoleh hasil yakni variabel Jumlah SPPT (X3) mempunyai pengaruh yang positif dan siginifikan terhadap PBB Kabupaten Enrekang. Artinya, semakin banyak jumlah SPPT, menyebabkan penerimaan pemungutan PBB Kabupaten Enrekang juga akan meningkat
B. Saran
1. Agar realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kabupaten Enrekang dapat meningkat sesuai target yang diharapkan pemerintah
69
Kabupaten Enrekang hendaknya memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan. Hal ini sesuai dengan perhitungan statistik, bahwa faktor-faktor tersebut yaitu variabel PDRB, Jumlah Penduduk dan SPPT mempengaruhi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan.
2. Diharapkan untuk petugas pemungutan pajak harus lebih giat memantau objek pajak dan melakukan pendataan yang lebih efektif sehingga kedepan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Enrekang dapat ditingkatkan, sehingga pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dapat terealisasi sesuai target.
3. Diharapkan peneliti selanjutnya menambah variabel yang mempengaruhi penerimaan pemungutan PBB, seperti ; inflasi, jumlah wajib pajak, luas bangunan, jumlah bangunan, dll.
70
DAFTAR PUSTAKA
Ali, M. I., Antoni, A., & Erni, F. H. (2020). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan Di Kota Padang (Doctoral dissertation, Universitas Bung Hatta).
Antika, F. N., Budiman, N. A., & Mulyani, S. (2020, September). Kepatuhan Wajib Pajak UMKM Di Kabupaten Kudus Selama Pandemi Covid–19. In Seminar Nasional Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi (Vol. 5, No. 1, pp.
408-417).
Aryanti, E., & Indarti, I. (2012). Pengaruh Variabel Makro Terhadap Pendapatan Asli Daerah Periode 2000-2009 di Kota Semarang. Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis, 1(1).
Fadillah, N., & Bancin, S. (2020). Analisis Sistem Pengendalian Intern Pemungutan Pajak Pendapatan Daerah Kota Medan Nur Fadillah *, Sakdiah Bancin. 8(7). https://doi.org/10.30596/liabilities.v4i1.6724
Indra Mahardika Putra. 2017. Perpajakan. Edisi : Tax Amnesty. Cetakan-1.
Yogyakarta. Quadrant.
Ismayadie, M. (2019). Equity : Jurnal Ekonomi Analisis Efektivitas Dan Kontribusi Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan ( PBB ) Dan Pajak Penghasilan ( PPh ). 7(2), 12–24.
Kartomo Wirosuhardjo. (2000). Dasar – Dasar Demografi. Jakarta : FEUI.
Kolinug, L. C., Elim, I., Fakt, A. W. A., Faktor, A., Yang, F., Efektivitas, M., & Elim, I. (2019). Pajak Bumi Dan Bangunan Di Kecamatan Wenang Kota Manado Analysis Of Factors That Influence The Effectiveness Of Land And Building Tax Collection In The Sub-District Of Manado Jurnal EMBA Vol . 7 No . 3 Juli 2019 , Hal . 3877 - 3886. 7(3), 3877–3886.
Kosasi, J., & Barus, A. C. (2018). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan Menurut Kabupaten Dan Kota Di Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil, 7(2), 119-128.
Loka, R. F. (2021). LIABILITIES ( Jurnal pendidikan Akuntansi ) Analisis Pengendalian Intern Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan Pada Badan Pengelola Pajak Dan Retribusi Daerah Kota Medan Liabilities ( Jurnal Pendidikan Akuntansi) 4(1) 24-37.
Lumy, G. D. (2018). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Daerah Pada Pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara.
Pembangunan Ekonomi Dan Keuangan Daerah, 1-15, Vol. 19.
Melyanti,S.,Hasan,M.,Dinar,M.,(2019). Buku Saku Ekonomi Berbasis Mind Mapping Perpajakan. Makassar : UNM
Mulyani, D. S., & Furqon, I. khoiri. (2021). Analisis Efektivitas Pemungutan Pajak Bumi Dan Bangunan Sektor Perdesaan Dan Perkotaan (Pbb-P2) Di
71
Kabupaten Pemalang. Jurnal Aktiva: Riset Akuntansi Dan Keuangan, 3(28), 9–21. https://aktiva.nusaputra.ac.id/article/view/36
Muna, A. N. (2020). Analisis Faktor–Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB) (Studi Kasus Di Kabupaten Jepara) (Doctoral dissertation, UNISNU Jepara).
Muttaqin, I., & Anggra, E. (2018). Pengaruh Kesadaran Membayar Pajak, Persepsi Wajib Pajak Dalam Pelaksanaan Sanksi Denda, Sppt, Dan Pemeriksaan Pajak Terhadap Keberhasilan Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan Perdesaan Dan Perkotaan Di Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes. Permana: Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi, 10(1).
Monica, R., & Andi, A. (2019). Pengaruh Kepatuhan Wajib Pajak, Pemeriksaan Pajak, Dan Pencairan Tunggakan Pajak Terhadap Penerimaan Pajak Badan Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Serang Tahun 2012-2016.
Jurnal Riset Akuntansi Terpadu, 12(1).
Patta Rapanna et.all., (2017) Ekonomi Pembangunan. Makassar: CV Sah Media, Population Reference Bureau, (2013). World Population Data Sheet.
www.prb.org.
Pravasanti, Y. A. (2020). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Membayar Pajak Bumi Dan Bangunan. Jurnal Akuntansi Dan Pajak, 21(01). https://doi.org/10.29040/jap.v21i1.1165 Resmi, Siti. (2017). Perpajakan Teori dan Kasus (Edisi ke 10 Buku 1). Jakarta:
Salemba Empat
Sadono, Sukirno. (2004). Makroekonomi, Teori Pengantar,PT Raja Grafindo.
Persada, Jakarta.
Saefulloh Aep dan Tarsono. (2011). modul pendidikan kewarganegaraan, Bandung: Batik Press.
Safitri, r. A., & Miyasto, m. (2018). Pengaruh Pdrb, Investasi, Inflasi, Jumlah Penduduk, Dan Implementasi Undang-Undang No. 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan (Studi Kasus: Kota Semarang) (Doctoral dissertation, Fakultas Ekonomika dan Bisnis).
Said, Rusli. (2012) Pengantar Ilmu Kependudukan . Jakarta : LP3ES,
Salim, Agus HR & Haeruddin.(2019). Dasar-Dasar Perpajakan (Berdasarkan UU
& Peraturan Perpajakan Indonesia).Palu : LPP-Mitra Edukasi.
Sasana, H. (2016). Pengaruh Belanja Pemerintah Daerah Dan Pendapatan Perkapita Terhadap Indeks Pembangunan Manusia (Studi Kasus Di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah). Media Ekonomi dan Manajemen, 25(1).
72
Setiaji, K., & Nisak, A. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan Membayar pajak bumi dan bangunan pedesaan dan Perkotaan. Ekuitas:
Jurnal Pendidikan Ekonomi, 5(2), 11-24
Silvia, E. D., & Susanti, R. (2019). Analisis Konsumsi dan Tabungan Masyarakat di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Dharma Andalas, 21(2), 154-164.
Siti Kurnia Rahayu, (2017), Perpajakan Konsep dan Aspek Formal,. Bandung:
Rekayasa Sains.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta,.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatig, dan R&D, penerbit.
Alfabeta,Bandung.
Sujarweni, V. Wiratna. (2015). Akuntansi Biaya. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Tulus T.H. Tambunan, (2011). Perekonomian Indonesia: Kaian Teoritis dan Analisis Empiris. Bogor: Ghalia Indonesia.
Waluyo. (2017). Perpajakan Indonesia, buku 1 edisi 12. Salemba Empat.
Wilujeng, I. W., Furqon, I. K., & Si, M. (2021). Jurnal Akuntansi , Perpajakan Dan Auditing Analisis Faktor-Faktor Wajib Pajak Terhadap Realisasi IAIN Windah Meylin Panjaitan, Darwin Damanik, & Bagudek Tumanggor.
(2020). Analisis Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kota Pematangsiantar Tahun 2000 – 2019.
Jurnal Ekuilnomi, 2(1), 49–59. https://doi.org/10.36985/ekuilnomi.v2i1.351 Windiarti, W., & Sofyan, M. (2018). Analisis Efektivitas Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan Kota Depok. Jurnal Ilmiah Ekbank, 1(2), 29–39.
http://jurnal.akptahuna.ac.id/index.php/ekbank/article/view/9/7
Wurnongo, W., Dewi, A., & Ariyani, E. (2019). Implementasi Pemungutan Pajak Bumi Dan Bangunan Perdesaan Dan Perkotaan ( Pbb-P2 ) Dalam Peningkatan Pendapatan Asli Daerah ( Pad ) Di Kabupaten Barito Kuala.
1(1).
73
L A M
P
I
R
A
N
74
LAMPIRAN 1
PDRB KABUPATEN ENREKANG (X1)
75
76
Lampiran 2
Data Jumlah Penduduk Kabupaten Enrekang (X2)
77
78
Kelompok Umur
Jumlah
Jumlah Penduduk menurut Kelompok Umur (Jiwa)
2021 2020 2019 2018 2017
0-4 17204 17021 22334 22459 22591
5-10 17987 18160 22589 22521 22456
11-14 22614 23063 21749 21723 21724
15-19 25173 25074 18365 18570 18777
20-24 22299 22216 13183 13063 12893
25-29 18792 18673 14107 13958 13829
30-34 16046 15840 13921 13865 13855
35-39 15185 15007 13384 13417 13454
40-44 14780 14577 12551 12535 12502
45-49 13474 13171 11538 11382 11183
50-54 11185 10892 10474 10156 9830
55-59 9192 8881 8515 8225 7954
60-64 7365 7057 7480 7209 6941
65+ 16224 15540 16197 15744 15331
Jumlah 227520 225172 206387 204827 203320
79
LAMPIRAN 3
REALISASI PEMUNGUTAN PBB (Y) REALISASI PBB TAHUN 2017 SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2017
No Kecamatan Ketetapan (Rp) Realisasi (Rp) %
REALISASI PBB TAHUN 2018 SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2018
No Kecamatan Ketetapan (Rp) Realisasi (Rp) % 1 ANGGERAJA 279,261,822 274,240,922 98.20%
2 ENREKANG 578,915,241 495,944,421 85.67%
3 BARAKA 260,393,713 258,861,113 99.41%
4 CENDANA 162,125,958 160,274,520 98.86%
5 MAIWA 485,545,633 449,944,003 92.67%
6 BUNGIN 92,958,525 92,958,525 100.00%
7 MASALLE 176,792,427 176,025,677 99.57%
8 CURIO 275,946,095 274,965,652 99.64%
9 ALLA 259,819,489 242,563,150 93.36%
10 BUNTU BATU 108,472,683 108,472,683 100.00%
11 MALUA 98,103,059 96,786,186 98.66%
12 BAROKO 119,764,340 118,975,890 99.34%
JUMLAH 2,898,098,985 2,750,012,742 94.89%
80
REALISASI PBB TAHUN 2019 SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2019
No Kecamatan Ketetapan (Rp) Realisasi (Rp) % 1 ANGGERAJA 314,761,560 239,773,673 76.18%
2 ENREKANG 588,721,927 441,564,255 75.00%
3 BARAKA 311,194,853 232,221,811 74.62%
4 CENDANA 167,482,054 161,096,060 96.19%
5 MAIWA 494,233,093 443,013,384 89.64%
6 BUNGIN 93,698,035 93,698,035 100.00%
7 MASALLE 174,347,027 173,580,277 99.56%
8 CURIO 278,525,231 270,145,985 96.99%
9 ALLA 257,049,714 251,431,824 97.81%
10 BUNTU BATU 111,897,137 111,897,137 100.00%
11 MALUA 97,372,011 96,055,138 98.65%
12 BAROKO 123,969,819 123,181,369 99.36%
JUMLAH 3,013,252,461 2,637,658,948 87.54%
REALISASI PBB TAHUN 2020 SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2020
No Kecamatan Ketetapan (Rp) Realisasi (Rp) %
81
LAMPIRAN 4
RANGKUMAN DATA SETIAP VARIABEL
PDRB (X1) Jumlah Penduduk (X2)
Jumlah SPPT (X3)
Realisasi Pemungutan
PBB (Y) 3.021.203.340.000 193.683 137975 1.524.346.589 3.197.503.910.000 196.394 138582 1.683.758.344 3.389.145.660.000 198.194 138854 1.884.884.205 3.622.706.310.000 199.198 140162 2.053.491.843 3.899.612.410.000 201.614 142533 2.285.473.485
4.166.400.000.000 203.32 143070 2.408.114.289
4.302.050.000.000 204.827 146665 2.750.012.742 4.535.560.000.000 206.387 148733 2.937.658.948 4.592.230.000.000 225.172 148699 3.831.679.865
4.884.370.000.000 227.52 149211 3.838.023.583
82
Entered Variables Removed Method 1 SPPT, Jumlah
Penduduk, PDRB
. Enter
a. Dependent Variable: Pemungutan PBB b. All requested variables entered.
Model Summaryb
a. Predictors: (Constant), SPPT, Jumlah Penduduk, PDRB b. Dependent Variable: Pemungutan PBB
Coefficientsa
1 (Constant) -1588074384.192 15787207.000 -1.216 .000
PDRB .672 0.015 .083 3.941 .047 .248 2.886
Jumlah Penduduk
42136.535 3298.592 .595 12.469 .000 .257 3.889
SPPT 64908.554 18619.647 .360 4.510 .013 .252 9.137
a. Dependent Variable: Pemungutan PBB
83
84
LAMPIRAN 6 SURAT IZIN MENELITI
85
LAMPIRAN 7 HASIL TES PLAGIASI
HASIL TES PLAGIASI BAB I
86
87
88
HASIL TES PLAGIASI BAB II
89
90
HASIL TES PLAGIASI BAB III
91
92
HASIL TES PLAGIASI BAB IV
93
94
HASIL TES PLAGIASI BAB V
95
96
LAMPIRAN 8 DOKUMENTASI
97
BIOGRAFI PENULIS
98
BIOGRAFI PENULIS
Wahyuni Panggilan Nuni lahir di Bolli pada tanggal 09 Juni 2000 dari pasangan suami istri Bapak P. Suleman dan Ibu Sitti. Peneliti adalah anak keenam dari enam bersaudara. Pendidikan yang ditempuh oleh peneliti yaitu SDN 84 Bolli Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang lulus pada tahun 2012, SMP Negeri 2 Maiwa Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang lulus ahun 2015, SMA Negeri 2 Enrekang Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang lulus pada tahun 2018 dan mulai tahun 2018 mengikuti Program S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar sampai dengan sekarang. Sampai dengan penulisan skripsi ini peneliti masih terdafar sebagai mahasiswa Program S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar.