• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendapatan daerah yang bersumber dari pungutan - p a ja k akan ik u t menumbuhkan perekonomian daerah. Kare na dengan terkumpulnya dana yang b e ra s a l dari pungutan p a ja k te rse b u t, akan dapat digunakan untuk membiayai pembangunan daerah yang sedang dilaksanakan. Dimana de ngan adanya pembangunan terseb u t akan dapat memperluas lapangan p ek erjaa n . Dengan terbukanya lapangan p e k e r ja an i n i m isalnya dibangunnya proyek -proyek baru akan me nyerap banyak tenaga k e r ja dan akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang sela n ju tn y a akan meningkat kan pula perekonomian daerah seca ra keseluruhan. Atau dapat dilcatakan pembangunan daerah adalah merupakan ke rangka dalam memberikan landasan yang kuat bagi perkem bangan atau pertumbuhan perekonomian selan ju tn ya .

Pembangunan i t u merupakan suatu proses yang d i - laksanakan o le h pemerintah dalam meningkatkan atau men

25

masyarakat, k egiatan pembangunan yang dilaksanakan oleh. pem erintah daerah i n i menjadi urusan daerah s e n d ir i.

Sebagaimana te la h k it a ketahui bahwa peningkatan pendapatan daerah pada dasam ya bersumber pada penerima an yang b era sa l d a ri p a ja k -p a ja k daerah dan penerimaan d a r i r e s t r ib u s i daerah. Zedua hal i n i akan dapat t e r - lak san a a p a b ila keadaan d a ri masyarakat setempat mempu nyai sumber pengh asilan atau lapangan pekerjaan yang lu a s , yang akan memungkinkan bagi mereka untuk memba - y a r pajak dan r e s t r ib u s i daerah.

Dari keadaan te rse b u t d i atas dapat dikatakan bahwa pendapatan daerah t e r ja d i sebagai ak ibat bertam- bahnya pendapatan dan kesempatan k e r ja masyarakat. Hal i n i dapat d i l i h a t dalam PKB, BBNKB, Pajak T e le v is i dan p a ja k pembangunan I . I n i akan bertambah/meningkat b i l a penduduk te la h bertambah kemampuannya untuk membeli ken daraan berm otor, t e l e v i s i dan r a d io . Demikian juga de ngan berbagai je n is r e s t r ib u s i s e p e r t i r e s t r ib u s i pasar, r e s t r ib u s i i z i n usaha dan la i n sebagainya. I n i semua - akan dapat meningkat a p a b ila t e r c ip t a keadaan perdagang an dan pendapatan masyarakat te la h meningkat.

I t u sebabnya dapat dikatakan bahwa te r ja d in y a ke naikan pendapatan daerah se ja la n dengan proses k e g ia ta n perekonomian daerah yang bersangkutan.

Sudah menjadi kew ajiban pemerintah daerah untuk meng - a tu r jalannya mekani sme perekonomian. Kegiatan pereko nomian i n i akan b e r s i f a t menambah produksi dan ja s a , dimana i n i merupakan suatu k egiatan pembangunan. Pem - biayaan pembangunan ini. didapat d a ri h a s il k egiatan eko nomi i t u s e n d ir i.

Di dalam mengadakan pemungutan pajak k it a harus s e ja la n dengan ke dua fu n g si p aja k y a it u : pajak seba - g a i sumber penerimaan yang utama, d ise b u t fu n gsi budge- t e r dan mempunyai fu n g si yang l a i n y a itu fu ngsi reg u la ren sebagai a la t untuk mengatur dan mengawasi k egiatan k eg ia ta n svvasta dalam perekonomian.

Sebagai fu n g si budgeter p aja k digunakan sebagai a l a t untuk mengumpulkan dana guna membiayai k egia ta n -k e g ia ta n pemerintah, terutama k eg ia ta n -k eg ia ta n r u tin . P a jak dalam fu n gsin ya sebagai pengatur (r e g u le r e n ), di maksudkan terutama untuk mengatur perekonomian guna me n u ju pada pertumbuhan ekonomi yang le b i h cepat y a it u untuk mengatur k e g ia ta n -k eg ia ta n b a ik kegiatan produsen maupun konsumen dalam mencapai tujuannya masing-masing.

Dengan m elalu i sistem perpajakan pemerintah dapat mence gah konsumsi barang-barang te rte n tu yang diperkirakan akan mengganggu kesehatan atau lingkungan dan dianggap kurang p en tin g o le h pemerintah.

Sebalik nya dengan meringankan atau menghapus pajak, pe m erintah dapat memajukan suatu k eg ia ta n perekonomian -

te r te n tu .

Di dalam melaksanakan pemungutan pajak, harus di p erh a tik a n p r in s ip -p r in s ip yang terkandung dalam penge naan pemungutan pajak te rse b u t. P r in s ip pengenaan pa ~

jak i t u d ise b u t dengan "Smith’ s Canons” , y a itu s 1. P r in s jp kesam aan/keadilan (E q u ity )

A rtinya ia la h bahwa beban p aja k harus sesu ai de ngan kemampuan r e la t i p d a ri s e tia p w ajib pajak* ■ Perbedaan dalam tin gk a t pengh asilan harus diguna

kan sebagai dasar didalam d i s t r i b u s i beban pajak i t u , sehingga bukan beban p aja k dalam a r t i uang yang p en tin g, te ta p i beban r i i l dalam a r t i ke - puasan yang h ila n g .

2. P r in s jp k ep a stia n (C e r ta in ty ;

P ajak hendaknya tegas, je l a s dan p a s ti bagi se - tia p w a jib pajak, sehingga mudah digem aii oleh mereka dan juga akan mempeimudah a a m in istra si pe m erintah s e n d ir i.

3* P r in s jp kecocokkan/kelayakan (Convenience)

Pajak jangan sampai menekan s i w ajib pajak, se - hingga w ajib p aja k akan suka dan senang h a ti me lakukan pembayaran pajak kepada pemerintah.

4. P r in s jp ekonomi (Economy)

Pajak hendaknya menimbulkan kerugian yang m ini - mal dalam a r t i jangan sampai bia ya pemungutannya l e b ih b e sa r daripada jumlah penerimaan pajak n ya.' Pada hakekatnya pemungutan p aja k it u , mempunyai a k ib a t terhadap k egiatan perekonomian yakni : mengurangi pendapatan/kekayaan masyarakat dan menambah/meningkat -kan tin g k a t h a r g a /ta r ip .

Suparmoko, 0pi c j t , h a l. 97. 7

Oleh sebab i t u k eb i jaksanaan pemerintah dalam meningkat kan pendapatan daerah harus diarahkan pada us aha - us aha yang bertujuan untuk mencapai tin gk a t kesempatan k e r ja yang tin g g i dan B t a b ilit a s ekonomi. Untuk menjamin ke sempatan k e r ja yang tin g g i dan k e s e ta b ila n perekonomian, maka pemerintah d i tun tu t untuk mengadakan i n v e s t a s i. Dimana in v e s t a s i-in v e s t a s i te rse b u t harus d ituju kan pa da s o s ia l overhead c a p it a l , m isalnya meinbangun ja la n ra ya sehingga akan melancarkan arus perekonomian. Selan ju tn ya kalau prasarana-prasarana i t u te la h dapat d is e - diakan oleh pem erintah, maka pihak swastapun akan meng i k u t i p u la in v e s t a s i pada produksi yang menguntungkan. Dengan adanya s a lin g melengkapi in v e s t a s i yang d ila k s a nakan oleh pihak swasta akan menimbulkan. kesempatan k e r ja yang lu a s bagi tenaga k e r ja setempat dan juga akan - memperlancar a k t iv it a s perekonomian setempat.

Untuk membangun sarana-sarana yang bermanfaat b a gi kelancaran perekonomian te rse b u t pemerintah menggu nakan kebi jaksanaan perpajakan sebagai a la t utama untuk mengumpulkan dana yang akan digunakan untuk kepentingan urn urn. Jadi dari k eb i jaksanaan yang d i jalankan o le h pe m erintah m ela lu i pungutan p aja k , maka ada 2(dua) hal yang harus d ip erh a tik a n oleh pem erintah, y a itu pungutan p a ja k harus :

29

1* Menambah kemampuan pembiayaan pemerintah untuk kepentingan umum.

2. Dalam melaksanakan pemungutan pajak harus tetap dapat menggiatkan seluruh k egiatan ekonomi.

Oleh karena i t u dalam hubungannya dengan usaha pening - katan pendapatan pemerintah daerah p e r lu meletakkan suatu dasar kebi jaksanaan sehingga mekanisme a k tiv it a a perekonomian dalam wilayahnya dapat b e rja la n dengan - b a ik . Dimana pokok-pokok kebi jaksanaan i n i dapat beru pa antara la i n :

1. Bimbingan dan komunik'asi yang era t dengan peng - usaha-pengusaha daerah untuk mendorong dan ik u t memecahkan p ersoa la n yang dihadapi o le h pengusa ha-pengusaha terseb u t sehingga tetap terja& in - k o n tin u ita s p ro se s produksi dalam n egeri dan dae rahnya s e r ta perdagangannya,

20 Penyediakan prasarana dan sarana sehingga memper la n ca r arus l a l u - l i n t a s barang-barang dan ja s a -

ja sa .

4 . Sumber-Sumber Pajak Daerah

Penerimaan uaerah yang beraumber dari p a ja k akan ik u t s e r ta menumbuhkan perekonomian di daerah te r s e b u t.

Terhimpunnya suatu dana yang b e ra s a l dari p aja k akan di gunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran r u t in

sedang sisa n y a digunakan untuk menambah pengeluaran pem "bangunan.

S ejak tahun anggaran 1969/1970 penerimaan daerah d i In d o n e sia t e la h d ik la s if ik a s ik a n menjadi 2(dua) b a g i an atau golongan y a it u : penerimaan r u t in dan penerim a an pembangunan. Penerimaan pembangunan akan d ib e la n ja - kan untuk membiayai ^ n v e sta si pem erintah daerah. Sedang kan penerimaan r u t in untuk membiayai k eg ia ta n r u t in . Penerimaan r u t in daerah b e ra s a l d a ri pendapatan a s l i

daerah, penerimaan d a r i in s ta n s i/p e m e r in ta h yang le b i h t in g g i dan pendapatan r u tin la in n y a .

S ela n ju tn y a pendapatan a s l i daerah dapat d ip e r in c i ke dalam 2(dua) sumber, y a it u :

a. Pendapatan yang b e r a s a l d a ri p aja k daerah. , b . Pendapatan bukan p a ja k .

Ad. a . Pendapatan yang b e r a s a l d a ri p aja k daerah.

Yang dimaksud dengan p a ja k daerah adalah p aja k yang dipungut' o le h daerah untuk membiayai rumah

tangganya seb a g a i badan hukum p u b lik . Dalam rangka pem berian otonom i, terutama dalam bidang keuangan kepada daerah te la h diserahkan beberapa macam p a ja k an ta ra l a i n ;

Kepada Daerah T lag k a t.I* 1 . Pajak Bumi dan Bangunan

31

badan yang n yata-nyata m em iliki dan atau me - nguasai bumi dan atau bangunan. Pajak i n i me rupakan penyederhanaan terhadap sistem pajak sebelumnya yang dirasakan b e r s i f a t ganda dan membingungkan. Pajak yang dihapuskan dengan adanya p aja k btani dan bangunan adalah p aja k kekayaan, IPEDA, p aja k perponding, perponding In d on esia , pajak rumah tangga, pajak ja la n , p a ja k -p a ja k l a i n yang dipungut oleh pemerin - tah daerah yang obyeknya berupa harta tak b e r gerak,

2„ Pajak Kendaraan Bermotor.

Adalah p aja k yang dikenakan kepada badan mau- pun orang yang m em iliki kendaraan berm otor. 3. Bea B a lik Kama Kendaraan Bennotor.

Adalah p aja k yang dipungut ataa penyerahan - kendaraan bennotor dalam hak m ilik yang d i l a lcukan di Indonesia*

Kepada Daerah Tingkat I I . 1. P ajak Tontonan.

Adalah pajak yang dibebankan kepada pengusaha yang menyelenggarakan pertunjukkan atau k e ra - maian dengan menggunakan uang masuk.

*2. P ajak Pembangunan I .

Adalah p a ja k yang dipungut d i rumah makan , atau r e s ta u r a n dan rumah penginapan atau ho t e l .

3. P ajak R a d io .

Adalah p a ja k yang dikenakan kepada mereka yang mempunyai pesawat r a d io ,

4 . P ajak Bangsa A sin g .

Adalah p a ja k yang dikenakan kepada orang - orang a s in g yang t i n g g a l d i In d o n e s ia .

Ad. b . Pendapatan bukan p a ja k .

Adalah pendapatan yang b e r a s a l d a r i r e t r i b u s i d a era h , pendapatan d a r i d in a s - d in a s dan penerim aan yang b e r a s a l d a r i penerimaan peru sahaan d aerah . Sedang yang dimaksud r e t r i b u s i daerah a d a la h : Suatu pembayaran d a r i rak y a t kepada negara dimana dapat d i l i h a t ada nya hubungan an ta ra b a la s ja s a yang : lan gsun g d it e r im a dengan adanya pembayaran r e t r i b u s i t e r s e b u t . "M isalnya ; uang langganan a i r mi num ".8

^Soeparmoko, A z a s-a z a s Ilmu Keuangan Ne&ara , UGM, 19 79 , h a l. 4-9.

Dari pendapat yang l a i n r e t r i b u s i , adalah :

’’Pembayaran-pembayaran kepada n egara-yang d ila k u kan o le h mereka yang menggunakan ^ a s a -ja s a nega r a " . 9

Dari dua pendapat di a ta s dapat disim pulkan bah wa pembayaran r e t r i b u s i mendapat p r e s t a s i kemba l i yang lan gsu n g d itu n ju k , seh in gga b a gi orang orang yang tid a k menggunakan ja s a - ja s a pem erin - tah yang t e la h d ised ia k a n tid a k membayar r e t r i b u s i . R e t r ib u s i pada umumnya dapat dipandang keda lam 2(dua) aspek, y a i t u :

1. Aspek p en yelen gga ra pem erintah di daerah. 2. Aspek ekonomi,

Dipandang d a ri aspek p en yelen gga ra pem erintah di daerah, maka c i r i - c i r i yang terd a p a t didalam re t r i b u s i daerah adalah adanya suatu k a ita n an tara tindakan, keadaan atau k e ja d ia n d a ri pih ak yang berk ep en tin ga n dengan im balan ja s a yang langsung

dari p ih ak pem erintah.

B ila dipandang d a ri aspek ekonomi, r e t r i b u s i dae rah merupakan Hb e a H yang hanya -dibebankan kepada pih ak yang menggunakan atau memakai ja s a yang te la h d ise d ia k a n o le h pem erintah daerah,

^Rochmat S oem itro, D asar-D asar Hukum P a ja k dan - P a ja k Pendapatan 1944, PT Eresco,- J a k a rta--B a n d u n g*- , 1 9 7 9 , h a l . 1 7 .

Lapangan r e t r ib u s i daerah adalah seluruh lapang an pungutan yang diadakan untuk keperluan keuang an daerah sebagai pengganti ja sa yang d ib erik a n o le h daerah. M isalnya ; r e t r ib u s i pasar, r e t r i b u si rumah s a k it dan l a i n - l a i n .

Pendapatan yang b era sa l d a ri pendapatan daerah , d ia tu x dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1974 ten tang Pokok-pokok Pemerintah Daerah y a itu : peme rin ta h daerah dapat mengadakan perusahaan daerah, penyelenggaraan dan pembinaannya dilakukan berda sarkan asas ekonomi perusahaan. Perusahaan dae­ rah i t u antara la i n : Perusahaan Daerah. A ir Mi - num, taman hiburan rakyat dan l a i n - l a i n .

Sedang pendapatan yang b e r a s a l dari l a i n - l a i n usaha daerah yang sah dapat berupa : penerimaan d a ri k a rtu penduduk, denda-denda dan l a i n - l a i n . Mengenai su b sid i yang d ib erik a n pemerintah pusat kepada daerah sebetulnya memperlihatkan adanya carapur tangan p m e r in ta h pusat terhadap masalah keuangan daerah. Gampur tangan pemerintah pusat i n i diperlukan karena tid a k samanya p o s is i ke - uangan daerah.

Dengan demikian fu n gsi s u b s id i yang d ib erik a n pe m erintah pusat pada daerah antara la in adalah s

2. UntuK mendorong dan m£ngembangkan ja s a -ja s a l o - k a l dari pemerintah daerah atau pembangunan dae rah.

3. Mengurangi perbedaan p o s is i keuangan antar dae - rah,

Demikian uraian singkat mengenai sumber - sumber pendapatan a s l i daerah yang akan digunakan sebagai la n dasan t e o r i dalam penulisan s k r ip s i i n i .

5. P engertian Pa.iak Pembangunan I

5 .1 . Dasar Hukum Pemungutan Pajak Pembangunan I .

Semula pemungutan Pajak Pembangunan I merupakan sumbangan untuk: raemuantu keperluan dana perjuangan bang sa In d on esia d i dalam mempertahankan kemerdekaannya , yang hanya b e r s i f a t suka r e la . Kenudian o le h pemerin -

tah sumbangan te rs e b u t d ija d ik a n p a ja k resmi yang mempu nyai tujuan untuk me~6umpulkan dana guna menunjang pem bangunan dengan nama Pajak Pembangunan I . Sebenam ya - pem erintah pada waktu i t u bezmaksud akan mengadakan Pa jak Pembangunan I I sebagai pelengkap dari PajaJc Pemba - ngunan I te ta p i maksud terseb u t belum terlak sa n a , dan hingga sekarang yang ada hanya P ajak Pembangunan I .

Maksud d a ri Pajak Pembangunan I adalah ; Pajak yang dipungut dari semua pembayaran yang dilakukan se

-hagai pembayaran di rumah makan dan rumah penginapan. Peraturan tentang pemungutan Pajak Pembangunan I te r s e b u t dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 1947.

Kemudian Undang-Undang te rse b u t mengalami p e r - ubahan dan tambahan terdapat pada Undang-Undang No. 20 Tahun 1948. P e rlu diubahnya Undang-Undang No. 14 Tahun 1947 karena adanya kesukaran-kesukaran yang tirobul dida lam menjalankan peraturan te rse b u t dan ditambah dengan p a s a l-p a s a l mengenai penagihan dengan paksa.

Sesuai dengan Undang-tJndang No. 32 Tahun 1956 - ju n cto peraturan pemerintah No. 3 Tahun 1957 yang dulu P ajak Pembangunan I diarabil a l i h o le h Daerah Tingkat I I Kotamadya Surabaya terdapat pada Peraturan Daerah Ting k a t I I Kotamadya Surabaya No. 3 tahun 1959-

Oleh karena i t u ta ta cara pelaksanaan pemungutan dan pe nyenpumaan pemenuhan pembayaran Pajak Pembangunan I su dah merupakan wewenang dari Daerah Tingkat I I Kotamadya Surabaya.

50 2. Obyek Pajak Pembangunan I .

Yang menjadi obyek Pajak Pembangunan I adalah se mua pembayaran di rumah makan dan ruinah penginapan, s e ­

5 .3 . Subyek P ajak Pembangunan I .

Yang menjadi subyek Pajak Pembangunan I adalah yang melakukan pembayaran. Sedangkan sebagai penang - gung pajak i t u yang bertanggung jawab atas pembayaran p a ja k adalah para pengusaha rumah makan dan rumah pengi nap an.

5.4* B esam ya Pajak Pembangunan I .

Tarip Pajak Pembangunan I adalah 10 persen d a ri jumlah pembayaran. Pajak i n i dibebankan kepada mereka yang membayar dengan ca ra menambahkan dalam jumlah yang harus dibayar, se b e sa r 10 persen .

B A B I I I

P3WJGRIMAAN PAJAK PMBANGUNAN I III KOM'ATfYA DAERAH TXKOKAT I I SURABAYA

Dalam usaha untuk pembangunan daerah, pemerintah daerah memerlukan suatu dana yang b e g itu b esa r untuk me langsungkan pembangunan te r s e b u t. Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan bersumber pada pendapatan a s l i daerah yang t e r d ir i d a ri :

a . Pajak daerah* b . R e trib u si daerah.

c . H a s il-h a s il/b a g ia n la b a d a ri perusahaan daerah. d* L a in -la in usaha daerah yang sah.

Sedangkan P ajak Pembangunan I merupakan s a l ah sa­ tu bagian dari pajak daerah, dimana pajak daerah i n i me rupakan sumber pendapatan a s l i daerah. Pajak daerah i n i merupakan s a l ah sa tu sumber utama untuk kelangsungan h i dup ba gi pemerintahannya, sebab dengan adanya hak o to n o - mi yang dib erik a n o le h pemerintah pusat b e r a r t i s e g a la k eperlu an yang bersangkutan dengan kelangsungan hidup - suatu daerah tergantung dari daerah i t u s e n d ir i sedapat mungkin harus dapat dicukupi s e n d ir i tanpa bantuan d a ri pem erintah pusat atau dengan d ib e r i bantuan ta p i sem in i- mal mungkin.

39

Untuk i t u pemerintah daerah berusaha menggali atau meningkatkan penerimaan dari sumber-sumber yang sudah - ada terutama bersumber dari pajak daerah, karena pajak merupakan sumber penerimaan yang i d e a l.

Sal ah satunya b era sa l dari Pajak Pembangunan I , Jadi b esa r k e c iln y a penerinaan y-.ng d ip e ro le h dari Pajak Pembangunan I akan mempengaruhi oe a r k e ciln y a p aja k dae rah sedangkan p a ja k daerah merupakan sa la h satu sumber d a r i pendapatan a s li daerah.

Karena Pajak Peaubangunan I merupakan salah satu. penerimaan p a ja k daerah sedang p aja k daerah terseb u t me rupakan tulang punggung d a ii pendapatan a s l i daerah, ma ka pemerintah daerah Kotamadya Daerah Tingkat I I Suraba ya berusaha untuk meningkatkan P ajak Penbangunan I guna menambah dana pendapatan a s l i daerah.

Untuk i t u pemerintah daerah kotamadya Surabaya da lam menangani masalah Pajak Pembangunan I mempunyai wewe nang dan kewajiban untuk mengatur pelaksanaannya. Dimana pelaksanaannya Pajak Pembangunan I di tangani langsung

o le h DIPENDA Surabaya.

1. S tru k tu r O rganisasi Dinas Pendapatan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat I I Surabaya

-k e r ja dinas daerah te la h ditetap-kan dengan su rat -keputus an M enteri Dalam Negeri Noraor 35 tahun 1977, pengatur- an le b ih la n ju t terdapat di dalam su ra t keputusan M enteri Dalam Negeri Nomor MUID 7 /1 2 41-101 mengenai susunan o r - g a n is a s i dan ta ta k e r ja dinas pendapatan daerah kabupa - ten/kotamadya daerah tin gk a t I I .

Dengan ditetapkannya keputusan terseb u t d i atas diharapkan adanya penyeragaman nama, ta ta k e r ja , ruang lin gk u p tugas dan kewenangan s e r t a stru k tu r dari dinas yang bergerak dalam bidang pemungutan pendapatan daerah d ise lu ru h daerah tin gk a t I I .

Dengan r e a l i s a s i keputusan te rse b u t diharapkan t i dak l a g i t e r ja d i nama yang berbeda-beda dari dinas yang menangani tugas pemungutan pnjidapatan daerah s e r ta dapat diharapkan peningkatan e f i s i e n s i dari pelaksanaan tugas in s t a n s i te rse b u t s e h a r i-h a r i.

Untuk s-usunan o rg a n isa si dan ta ta k e r ja Dinas Jen dapatan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat I I Surabaya b e r dasarkan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat I I Su rabaya Nomor 5 tahun 1979.

Susunan o rg a n is a s i Dinas Pendapatan Daerah t e r d i - r i d a ri : unsur pimpinan (K epala Dinas Pendapatan Dae - r a h ), unsur pembantu pimpinan (Sub Bagian Tata Usaha), un su r pelaksana ( S e k s i - s e lc s i) .

Yang dimaksud dengan unsur pembantu pimpinan dalam hal i n i adalah membantu pimpinan dalam pelaksanaan tugas ad- m i n i s t r a t i f kedalam. Sedangkan unsur pelaksana adalab. membantu pimpinan dalam pelaksanaan tugas pelayanan t e r hadap masyarakat.

Untuk supaya le b ih je la s n y a dapat d ilih a t d i da - lam G-ambar 1 h a l am an 42, yang menggambarkan stru k tu r o r­ g a n is a s i Dinas Pendapatan Daerah Kotamadya Daerah Ting k a t I I Surabaya.

Kedudukan dari Dinas Pendapatan Daerah adalah se ba gai unsur pelaksana pemerintah daerah sedangkan IHPEN DA dipim pin o le h seorang Kepala Dinas Pemerintah Daerah yang merupakan pembantu langsung dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah. Sedang pertanggung jawaban daiam bidan g a d m in istra si m ela lu i s e k r e t a r ia t kotamadya.

Pembagian tugas k e r ja d a ri masing-masing bagian seb a ga i b e rik u t ;

1. Kepala Dinas :

- Membantu Wall Kota Kepala Daerah di dalam meiak sanakan tugasnya dibidang pendapatan dalam pe - rencanaan dan perurausan k ebi jaksanaan umum. - Memimpin, m engkoordinasi dan mengendalikan se

mua k eg ia ta n dinas.

<jj wi 3 C3 M W cn co ra < o os d tH CH CA 5 W H ■< 'Ti s ^ t=> 3 -* 1 ^W«5 ) fH< O Cl> {H (• * M « < &“NH m pq cn C-4 53 S -*} -<rn <3 M ci> EH (3 <. pq Di <s p. 0 W JD cn cn * * < S3 H <t < tn » cn w«^<<e W O ? ! z i cn « <c< w orn S fefrl W « H ^ P^hI J2< 525 h m 3 8 3 * cn « a M 3 fHH* H <n•3 w <1 cn fm S u m b e r : P e r a tu r a n D a e ra h Kotam ady a U N IT P E L A K S A N A L 'a e ra h t in g k a t ll S u r a b a y a T 'S K I' H K D IN A S

dan pertimbangan kepada V/alikota Kepala Daerah s e rta Kepala DIP3NDA P ro p in s i Daerah Tingkat I Jawa Timur dalam menentukan kebijaksanaan/mem - buat keputusan.

- Mempersiapkan dan menyusun d a fta r pegawai yang akan d id id ik di. lu a r n e g e ri maupun d i dalam ne g e r i, untuk disampaikan kepada V/ali Kota Kepala Daerah.

- Membuat program k e r ja dalam rangn.a melaksanakan tugasnya.

- Memoina terus-menerus kemampuan p r e s t a s i para pegawai dal an lingkungan dinasnya.

2. Kepala Sub ^agian ^ata Usaha mempunyai tugas mem bantu dan mempertanggung jawabkan kepada Kepala Dinas dalam h a l :

- Memimpin dan menyelenggarakan k egiatan dalam b i dang a d m in is tra si.

- llempersiapkan dan menyusun pedoraan s e r ta petun- juk ta ta laksana a d m in istra si m m ,

- Lle/npersiapkan lan menyusun rencana anggaran me nurut tugasnya.

- Menyelenggarakan a d m in istra si dalam a r t i nenge l o l a dan membimbing k egiatan k eta ta usahaan, me n g e lo la dan membina kepegawaian, m en gelola ke - uangan dan p era la ta n dilingkungan d in a s.

- Memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada kepala Dinas mengenai h a l-h a l yang ada hubung annya dengan inasalah hukum yang timbul a k ib a t pelaksanaan tugas Dinas.

- Mengumpulkan dan m engelola bahan/infom asi di bidang a d m in istra si s e r t a nerigajukan pemecahan masalah dan p ertimbangannya kepada k ep a la Di - nas untuk d ija d ik a n pegangan dalam melaksana - kan sesu atu kebi jaksanaan.

- Melaksanakan tugas-tugas l a i n yang d ib erik a n oleh Kepala Dinas sesu a i dengan bidang tugas - nya.

Dalam melaksanakan tugasnya te rse b u t d ia ta s Kepa l a Sub Bagian Tata Usaha dibantu o le h Kepala Ur us an Umum, Kepala Urusan Kepegawaian, Kepala - Ur us an p e ra la ta n dan Perbekalan, Kepala Urusan - Keuangan/B endaharawan.

3. Bendaharawan khusus p en erin a adalah :

Pada Dinas Pendapatan Daerah ditun ju k seorang - bendaharawan khusus penerj.ma o le h V/ali Kotamadya Kepala Daerah. Hal i n i p e r lu dilakukan agar Di nas Pendapatan dapat mengetahui secara ce p a t dan tep a t jumlah pendapatan daerah di kas pem erintah daerah.

Sedang hal-hal yang menyangkut ketentuan-ketentu an tehnie administrasi dari bendaharawan khusus penerima akan diatur tersendiri dengan suatu su

Dokumen terkait