BAB II PEMBAHASAN
A. Tinjauan Pustaka
10. Pajak dalam pandangan Islam
Menurut Ilfi mengatakan bahwa dalam peradaban Islam terdapat dua lembaga yang menjadi pilar kesejahteraan masyarakat dan kemakmuran negara, yaitu Lembaga Zakat dan Lembaga Perpajakan karena sifatnya wajib. Pada prinsipnya zakat dan pajak adalah dua kewajiban memiliki dasar yang berbeda. Zakat mengacu pada ketentuan Syariah atau hukum Allah SWT. baik dalam pengumpulan dan penggunaan, sedangkan pajak berdasarkan peraturan perundang-undangan yang ditentukan oleh Ulil Amri (pemerintah) tentang pengumpulan dan penggunaan.
Pajak tidaklah sama dengan zakat, tapi membayar pajak yang harus dipaksakan oleh negara pada warganya bukan hanya suatu kebutuhan, tetapi merupakan kebutuhan kewajiban. Ini karena menaati ulul amri adalah kewajiban dengan catatan ulul amri yang memegang teguh ajaran Islam. Jika pemerintah membutuhkan pajak, maka sebagai warga negara harus mematuhinya. Kemudian, solidaritas di antara umat Islam dan sesama manusia dalam kebaikan dan ketakwaan adalah sebuah kewajiban. Jika dana pajak digunakan untuk kepentingan masyarakat pada umumnya seperti pendidikan, rumah sakit, alat transportasi, dan lain-lain, maka wajib membayar pajak.
Islam telah mengajarkan untuk tidak hanya membayar zakat dalam jumlah terbatas dan pemanfaatannya, tetapi juga merekomendasikan membayar pajak, sedekah, hibah dan juga infaq yang jumlahnya tidak terbatas sesuai dengan kapasitas dan penggunaannya juga sangat luas dan sangat fleksibel.
11. Hubungan Antara Zakat Dengan Pajak
Zakat dan pajak saling terkait satu sama lain, tetapi keduanya berbeda dalam beberapa hal. Di antara titik-titik persamaan antara zakat dan pajak adalah keduanya memaksa, melibatkan manajer dan tujuan kesejahteraan bersama. Seorang muslim yang mampu wajib membagikan kekayannya melalui penyaluran zakat yang dijelaskan dalam QS.At-Taubah/9:103.:
“Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui”.
Tujuan zakat dan pajak adalah untuk mengurangi kesenjangan sosial ekonomi di masyarakat dan mendistribusikan kepemilikan harta benda untuk kesejahteraan bersama. Zakat dan pajak sama-sama mengandung beberapa aspek berbeda yaitu dalam hal penamaan, dasar hukum dan sifat kewajiban.
Dalam pengertian penamaan, zakat berarti bersih, suci, berkah, tumbuh, bermanfaat dan berkembang. Sedangkan pajak, berasal dari kata dharibah yang secara etimologis berarti beban dan terkadang juga berarti jizyah yang berarti pajak tanah (upeti) yang diserahkan oleh ahli zimmah (orang yang tetap kekafiran tetapi tunduk pada aturan pemerintah Islam).
Sedangkan dari segi dasar hukum dan sifat kewajiban, zakat ditentukan berdasarkan teks Al-Qur’an dan Hadist nabi yang qhath’I sehigga kewajiban itu mutlak dan sepanjang waktu.
a. Persamaan Zakat dengan Pajak
Berdasarkan penjelasan di atas, berikut diuraikan persamaan antara zakat dengan pajak :
1) Unsur paksaan dan kewajiban yang merupakan cara untuk menghasilkan pajak, juga terdapat zakat.
2) Bila pajak harus di setor kepada negara, pusat maupun daerah, maka zakat pun demikian. Karena pada dasarnya zakat itu harus diserahkan kepada pemerintah.
3) Diantara ketentuan-ketentuan pajak tidak adanya imbalan tertentu bagi para wajib pajak menyerahkan pajaknya selaku anggota masyarakat.
4) Jika pajak mempunyai tujuan kemasyarakatan, ekonomi, dan politik di samping tujuan keuangan, zakat pun mempunyai tujuan yang lebih luas aspeknya dari aspek yang disebutkan untuk pajak.
b. Perbedaan Zakat dan Pajak
Adapun perbedaan yang cukup mendasar antara zakat dan pajak yaitu :
Tabel 2.4
Perbedaan Zakat dan Pajak
Perbedaan Zakat Pajak
Dasar Hukum Al-Qur’an dan Sunnah Perundang-undangan Status Hukum Kewajiban terhadap Agama Kewajiban terhadap
negara
Sasaran/Objek Khusus pemeluk Islam Seluruh pemeluk agama
B. Tinjauan Empiris
Tabel 2.5
Peneliti Terdahulu
No. Nama penelitian Judul penelitian Hasil penelitian 1. Khairrizal Maghfil
merepotkan. Sementara
3. Tsuroyya Nurtyas Zakat Sebagai Kesimpulan dari
Zhaputri (2018). Pengurang
melalui badan amil zakat
4. Achmad Fahim
tahun 2018 lebih
kemiskinan, karena selain
pembayaran tahun 2017
penyaluran meningkat dari segi kapasitas dan kuantitasnya.
3. Pengaplikasiannya yang mengalami
perkembangan dari tahun ke tahun dimana jumlah jumlah ASN yang membayar zakat meningkat setiap tahunnya.
Berdasarkan penelitian terdahulu terdapat perbedaan dan persamaan dengan penelitian ini. Persamaan dari penelitian terdahulu dengan penelitian ini lebih mengarah ke zakat itu dapat menjadi pengurang pajak adalah penghasilan bruto pribadi muslim atau badan usaha muslim. Besarnya zakat 2,5% dari penghasilan bruto. Hasil neto dari pengurangan zakat dapat dibayarkan kepada Direktorat Jenderal Pajak dengan melampirkan Bukti Setor Zakat pada saat pelaporan SPT Tahunan. Sedangkan perbedaan dalam penelitian yang saya lakukan terdapat pada metode penelitiannya. Dimana penelitian saya menggunakan penelitian deksriptif kuantitatif yang lebih menekankan atau lebih mengarah ke seperti apa perlakuan zakat sebagai pengurang penghasilan kena pajak pada orang pribadi disuatau perusahaan khususnya di PT.Surya Pangan Indonesia.
C. Kerangka Pikir
Kerangka pikir merupakan suatu bentuk kerangka yang dapat digunakan sebagai pendekatan dalam memecahkan masalah, biasanya kerangka
penelitian ini menggunakan pendekatan ilmiah dan memperlihatkan hubungan antar variabel satu dengan variabel lainnya.
Adapun gambar kerangka pikir dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
Gambar 2.1
Kerangka Pikir
Hasil Penelitian
Perlakuan Zakat Sebagai Pengurang Penghasilan Kena Pajak
Membayar Zakat dan Pajak
Wajib Zakat (Muzakki) UU No 23 Tahun 2011 Individu Yang Memperoleh Penghasilan
WPOP UU No 36 Tahun 2008
PT. Surya Pangan Indonesia
31 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif adalah mencari informasi berkaitan dengan gejala yang ada, dijelaskan dengan jelas tujuan yang akan diraih, merencanakan bagaimana melakukan pendekatannya, dan mengumpulkan berbagai macam data sebagai bahan untuk membuat laporan. Di dalam penelitian ini penulis meneliti zakat sebagai pengurang penghasilan kena pajak di PT.Surya Pangan Indonesia.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di PT. Surya Pangan Indonesia Jl. Sultan Alauddin No.259 Makassar. Adapun waktu dalam penelitian ini adalah ± 2 bulan.
Pada bulan Agustus – September 2021.
C. Jenis dan Sumber Data Penelitian
1. Jenis Data Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif.
2. Sumber data dari penelitian ini yaitu menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer di ambil dari data hasil wawancara dengan bagian pajak dan WPOP. Sedangkan Data sekunder di ambil dari penghasilan karyawan, data pajak, data zakat dan bukti potong.
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan cara :
1. Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data untuk memperoleh informasi lisan melalui tanya jawab dan bertatap muka dengan orang yang memberikan informasi yaitu dialog oleh peneliti dengan informan yang dianggap mengetahui secara jelas kondisi zakat sebagai pengurang Penghasilan Kena Pajak orang pribadi di PT. Surya Pangan Indonesia.
2. Dokumen berupa data penghasilan dan bukti A1 karyawan di PT. Surya Pangan Indonesia.
E. Metode Analisis Data
Dalam penelitian ini metode analisis data yang digunakan menggunakan kuantitatif dengan tahapannya :
1. Melakukan pendataan jumlah karyawan yang memiliki NPWP maupun yang tidak memiliki NPWP.
2. Menyusun data penghasilan karyawan beserta data zakat yang dibayarkan.
3. Mencocokkan bukti A1 dan data internal perusahaan.
4. Membandingkan besaran PPh yang terutang atau dibayar dengan pernyataan yang diperoleh dari informan.
5. Menarik sebuah kesimpulan atas rekapitulasi data sekunder dan data primer dari informan.
33 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
1. Sejarah Singkat PT. Surya Pangan Indonesia
PT. Surya Pangan Indonesia berdiri pada tahun 2017 yang mulai beroperasi pada tahun 2018, bergerak dibidang pengeringan jagung. PT.
Surya Pangan Indonesia dibawah naungan Universitas Muhammadiyah Makassar, pendirian pabrik ini merupakan salah satu target Unismuh untuk menuju kemandirian. Selain itu bertujuan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Sehingga dia menginginkan petani menjual jagungnya ke pabrik ini, dan bisa disinergikan dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
PT. Surya Pangan Indonesia sudah mampu memproduksi perhari sebanyak 100 Ton, sedangkan minimum produksinya 2-3 ton perhari, sebab menggunakan listrik, selain dari listrik PT. Surya Pangan Indonesia menggunakan kayu bakar sebagai pemanas. PT. Surya Pangan Indonesia menargetkan penyerapan jagung petani hingga 36.000 ton setiap tahunnya.
Bergerak di bidang pengolahan bahan baku jagung kering di Desa Doja Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa. Saham perusahaan hampir sepenuhnya dimiliki oleh Universitas Muhammadiyah Makassar. Dimana pengumpul membeli jagung pipil dari petani dengan harga Rp 3.800/kg dan pengumpul tersebut menjual langsung ke pabrik dengan harga 4.200/kg.
Pembeli akan datang langsung ke pabrik untuk dijual kepasar tersebut dimana pembeli hanya bisa mengambil dari pabrik sebanyak 500 ton untuk
dipasarkan di pasar terdekat ataupun di pasar tradisional. Selain itu, pabrik pakan juga ada yang dipasarkan di berbagai kota-kota besar di Indonesia, produksi jagung olahan yang dihasilkan tersebut sudah mampu menembus pasar luar negeri hingga ke Filipina, harga ekspor ke Filipina sebesar 4.600/kg.dengan kadar air minimal 14%, semakin rendah kadar airnya maka harga juga relative mahal begitupun sebaliknya, Dimana ekspor yang dilakukan ke luar negeri sudah beroperasi 2 kali ekspor.
Produk di PT.Surya Pangan Indonesia mengolah dan menjual jagung kering pakan ternak dan jagung basah untuk kebutuhan industri nasional dan internasional. Adapun kualitas jagung kering kualitas grade 1 dengan tingkat maksimal 14%, butir rusak maksimal 2%, butir warna lain maksimal 1%, butir pecah maksimal 1% dan kadar kotoran maksimal 1%.
Adapun customers yang ada di beberapa mitra terpercaya yang telah mempercayakan kerjasama dengan PT. Surya Pangan Indonesia seperti PT.
Japfa Comfeed, PT. Tiara Mankasti Nusantara dan lain-lain. Dan rencana pembangunannya dengan mensukseskan program pemerintah di bidang hasil produksi pertanian dan perdagangan, industri pengolahan jagung asalan Universitas Muhammadiyah Makassar akan mengambil langkah-langkah strategis berupa penambahan kapasitas mesin.
Tujuan perusahaan PT. Surya Pangan Indonesia adalah program pengembangan Agribisnis Muhammadiyah Makassar melalui pengembangan industri pengolahan jagung.
2. Visi dan Misi PT. Surya Pangan Indonesia
Adapun visi dan misi di PT. Surya Pangan Indonesia adalah : Ketahanan Pangan Universitas Muhammadiyah Makassar.
3. Program kerja PT. Surya Pangan Indonesia
Program kerja yang ada d PT.Surya Pangan Indonesia tersebut lebih ke mengarah orientasi profit jadi semua programnya itu adalah jual beli.
Sebab itulah yang menentukan arah program kerja di PT.Surya Pangan Indonesia dan berkaitan dengan struktur PT.Surya Pangan Indonesia yang memiliki 3 paket usaha, yaitu sebagai berikut :
B. Penyajian Data (Hasil Penelitian)
Hasil penelitian ini akan membahas mengenai bagaimana perlakuan zakat sebagai pengurang penghasilan orang pribadi di PT.Surya Pangan Indonesia. Berikut merupakan perhitungan PPh 21 dan beserta penghasilan zakat setiap karyawan di PT.Surya Pangan Indonesia.
Tabel 4.1 Tabel Informan
Keterangan Jumlah Karyawan Jumlah PTKP
Bollangi 13 Orang 1 Orang
Doja 13 Orang 3 Orang
Pusat 4 Orang 2 Orang
Frozen Food & Bakery 2 Orang -
Total 32 Orang 6 Orang
Sumber dari karyawan PT.Surya Pangan Indonesia
Tabel diatas menunjukan bahwa tidak semua karyawan di PT.Surya Pangan Indonesia penghasilannya diatas PTKP. Dan bagi karyawan dibawah PTKP tidak wajib lapor sesuai dengan Peraturan Pemenrintah (PP) Nomor 36 Tahun 2017 tidak berlaku bagi masyarakat yang memiliki penghasilan di bawah Penghasilan tidak Kena Pajak (PTKP). "Hal ini sesuai dengan semangat rekonsiliasi dan sejalan dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-11/PJ/2016.
Tabel 4.2
Perhitungan PPh 21 dan besaran zakat karyawan PT.Surya Pangan Indonesia bagian pusat
1. H. Muh. Fitriady
Gaji pokok Rp. 7.000.000 Tunjangan Rp. 480.000 JKK 0,24% Rp. 7.499 JKM 0,3% Rp. 9.311 Penghasilan Bruto Rp. 7.496.810 Pengurangan :
Biaya jabata 5% Rp. 350.000 JHT Rp. 114.840
JP 1 % Rp. 70.000 (534.840) Penghasilan Neto Sebulan Rp. 6.961.970 Penghasilan neto setahun Rp.83.543.530 PTKP (54.000.000) PKP Rp.29.543.530 PPh 21 5% x Penghasilan PKP Rp 1.477.186 PPh 21 sebulan Rp. 123.108
Berdasarkan tabel diatas besaran penghasilan yang harus dibayarkan oleh Pak H.Muh.Fitriady adalah Rp.123.108 perbulannya.
1. H. Muh. Fitriady membayar zakat di PT.Surya Pangan Indonesia mulai berlaku pada bulan Mei 2021 :
Penghasilan 3 bulan Rp. 21.000.000
Dikurangi zakat (2,5% x Rp 21.000.000) = Rp. 1.400.000
Berdasarkan perhitungan tabel diatas zakat yang harus pak H.Muh.Fitriady keluarkan selama 3 bulan adalah sebesar Rp.1.400.000, dan dipotong langsung oleh perusahaan mengurangi gaji yang diterima setiap bulannya.
Berdasarkan tabel diatas besaran penghasilan yang harus dibayarkan oleh Pak H.Andi Arman adalah Rp.100.835 perbulannya.
2. H. Andi Arman membayar zakat di PT.Surya Pangan Indonesia mulai berlaku pada bulan Mei 2021 :
Penghasilan 3 bulan Rp. 19.000.000
Dikurangi zakat (2,5% x Rp 19.000.000) = Rp. 427.500
Berdasarkan perhitungan tabel diatas zakat yang harus pak H.Andi Arman keluarkan selama 3 bulan adalah sebesar Rp.427.500, dan dipotong langsung oleh perusahaan mengurangi gaji yang diterima setiap bulannya.
Jurnal perhitungan zakat untuk 3 bulan :
Gaji Rp. 19.000.000 Zakat Rp. 427.500 Pembayaran gaji karyawan :
Gaji Rp 19.000.000
Kas Rp. 18.572.500
Utang zakat karwayan Rp. 427.500 3. Mira
Gaji pokok Rp. 2.980.000 Tunjangan Rp. 480.000 JKK 0,24% Rp. 7.499 JKM 0,3% Rp. 9.110 Penghasilan Bruto Rp. 3.476.810 Pengurangan :
Biaya jabata 5% Rp. 149.000 JHT Rp. 114.840
JP 1 % Rp. 28.000 (291.840) Penghasilan Neto Sebulan Rp. 3.184.970 Penghasilan neto setahun Rp.38.219.640 Penghasilan dibawah PTKP
Berdasarkan tabel diatas penghasilan yang diterima dibawah PTKP artinya karyawan tersebut tidak membayar penghasilan setiap bulannya
3. Mira membayar zakat di PT.Surya Pangan Indonesia mulai berlaku pada bulan Mei 2021 :
Penghasilan 3 bulan Rp. 8.940.000
Dikurangi zakat (2,5% x Rp 8.940.000) = Rp. 223.500
Berdasarkan perhitungan tabel diatas zakat yang harus Ibu Mira keluarkan selama 3 bulan adalah sebesar Rp.223.500, dan dipotong langsung oleh perusahaan mengurangi gaji yang diterima setiap bulannya.
Jurnal perhitungan zakat untuk 3 bulan :
Gaji Rp. 8.400.000 Zakat Rp. 223.500 Pembayaran gaji karyawan :
Gaji Rp 8.400.000
Kas Rp. 8.176.500 Utang zakat karwayan Rp. 223.500
4. Laila Nur Atika
Gaji pokok Rp. 2.980.000 Tunjangan Rp. 480.000 JKK 0,24% Rp. 7.499 JKM 0,3% Rp. 9.110 Penghasilan Bruto Rp. 3.476.810 Pengurangan :
Biaya jabata 5% Rp. 149.000 JHT Rp. 114.840
JP 1 % Rp. 28.000 (291.840) Penghasilan Neto Sebulan Rp. 3.184.970 Penghasilan neto setahun Rp.38.219.640 Penghasilan dibawah PTKP
Berdasarkan tabel diatas penghasilan yang diterima dibawah PTKP artinya karyawan tersebut tidak membayar penghasilan setiap bulannya
4. Laila Nur Atika membayar zakat di PT.Surya Pangan Indonesia mulai berlaku pada bulan Mei 2021 :
Penghasilan 3 bulan Rp. 8.940.000
Dikurangi zakat (2,5% x Rp 8.940.000) = Rp. 223.500
Berdasarkan perhitungan tabel diatas zakat yang harus Ibu Laila Nur Atika keluarkan selama 3 bulan adalah sebesar Rp.223.500, dan dipotong langsung oleh perusahaan mengurangi gaji yang diterima setiap bulannya.
Jurnal perhitungan zakat untuk 3 bulan :
Gaji Rp. 8.400.000 Zakat Rp. 223.500 Pembayaran gaji karyawan :
Gaji Rp 8.400.000
Kas Rp. 8.176.500
Utang zakat karwayan Rp. 223.500
Tabel 4.3
Perhitungan PPh 21 dan besaran zakat karyawan PT.Surya Pangan Indonesia bagian Doja
1. Muhammad Amin
Gaji pokok Rp. 5.000.000 JKK 0,24% Rp. 7.499 JKM 0,3% Rp. 9.311 Penghasilan Bruto Rp. 5.016.810 Pengurangan :
Biaya jabata 5% Rp. 250.000 JHT Rp. 114.840
JP 1 % Rp. 50.000 (414.840) Penghasilan Neto Sebulan Rp. 4.601.970 Penghasilan neto setahun Rp.55.223.640
PTKP (54.000.000) PKP Rp. 1.223.640 PPh 21 5% x penghasilan PKP Rp 61.182 PPh 21 sebulan Rp. 5.098
Berdasarkan tabel diatas besaran penghasilan yang harus dibayarkan oleh Pak Muhammad Amin adalah Rp.5.098 perbulannya.
1. Muhammad Amin membayar zakat di PT.Surya Pangan Indonesia mulai berlaku pada bulan Mei 2021 :
Penghasilan 3 bulan Rp. 15.000.000
Dikurangi zakat (2,5% x Rp 15.000.000) = Rp. 375.000
Berdasarkan perhitungan tabel diatas zakat yang harus Pak Muhammad Amin keluarkan selama 3 bulan adalah sebesar Rp.375.000, dan dipotong langsung oleh perusahaan mengurangi gaji yang diterima setiap bulannya.
Jurnal perhitungan zakat untuk 3 bulan :
Gaji Rp. 15.000.000 Zakat Rp. 375.000 Pembayaran gaji karyawan :
Gaji Rp 15.000.000
Kas Rp. 14.625.000
Utang zakat karwayan Rp. 375.000
2. Suryadin
Gaji pokok Rp. 5.000.000 JKK 0,24% Rp. 7.499 JKM 0,3% Rp. 9.311 Penghasilan Bruto Rp. 5.016.810 Pengurangan :
Biaya jabata 5% Rp. 250.000 JHT Rp. 114.840
JP 1 % Rp. 50.000 (414.840) Penghasilan Neto Sebulan Rp. 4.601.970 Penghasilan neto setahun Rp.55.223.640 PTKP (54.000.000) PKP Rp. 1.223.640 PPh 21 5% x penghasilan PKP Rp 61.182 PPh 21 sebulan Rp. 5.098
Berdasarkan tabel diatas besaran penghasilan yang harus dibayarkan oleh Pak Suryadin adalah Rp.5.098 perbulannya.
2. Suryadin membayar zakat di PT.Surya Pangan Indonesia mulai berlaku pada bulan Mei 2021 :
Penghasilan 3 bulan Rp. 15.000.000
Dikurangi zakat (2,5% x Rp 15.000.000) = Rp. 375.000
Berdasarkan perhitungan tabel diatas zakat yang harus Pak Suryadin keluarkan selama 3 bulan adalah sebesar Rp.375.000, dan dipotong langsung oleh perusahaan mengurangi gaji yang diterima setiap bulannya.
Jurnal perhitungan zakat untuk 3 bulan :
Gaji Rp. 15.000.000 Zakat Rp. 375.000 Pembayaran gaji karyawan :
Gaji Rp 15.000.000
Kas Rp. 14.625.000
Utang zakat karwayan Rp. 375.000
3. Arby Zulfidyah
Gaji pokok Rp. 5.000.000 JKK 0,24% Rp. 7.499 JKM 0,3% Rp. 9.311 Penghasilan Bruto Rp. 5.016.810 Pengurangan :
Biaya jabata 5% Rp. 250.000 JHT Rp. 114.840
JP 1 % Rp. 50.000 (414.840) Penghasilan Neto Sebulan Rp. 4.601.970 Penghasilan neto setahun Rp.55.223.640 PTKP (54.000.000) PKP Rp. 1.223.640 PPh 21 5% x penghasilan PKP Rp 61.182 PPh 21 sebulan Rp. 5.098
Berdasarkan tabel diatas besaran penghasilan yang harus dibayarkan oleh Pak Arby Zulfidyah adalah Rp.5.098 perbulannya.
3. Arby Zulfidyah membayar zakat di PT.Surya Pangan Indonesia mulai berlaku
pada bulan Mei 2021 :
Penghasilan 3 bulan Rp. 15.000.000
Dikurangi zakat (2,5% x Rp 15.000.000) = Rp. 375.000
Berdasarkan perhitungan tabel diatas zakat yang harus Pak Arby Zulfidyah keluarkan selama 3 bulan adalah sebesar Rp.375.000, dan dipotong langsung oleh perusahaan mengurangi gaji yang diterima setiap bulannya.
Jurnal perhitungan zakat untuk 3 bulan :
Gaji Rp. 15.000.000 Zakat Rp. 375.000 Pembayaran gaji karyawan :
Gaji Rp 15.000.000
Kas Rp. 14.625.000
Utang zakat karwayan Rp. 375.000
4. Irwan Musu
Gaji pokok Rp. 3.100.000 JKK 0,24% Rp. 7.499 JKM 0,3% Rp. 9.311 Penghasilan Bruto Rp. 3.116.810 Pengurangan :
Biaya jabata 5% Rp. 115.000 JHT Rp. 114.840
JP 1 % Rp. 31.000 (260.840)
Penghasilan Neto Sebulan Rp. 2.855.970 Penghasilan neto setahun Rp.34.271.640 Penghasilan dibawah PTKP
Berdasarkan tabel diatas penghasilan yang diterima dibawah PTKP artinya karyawan tersebut tidak membayar penghasilan setiap bulannya.
4. Irwan Musu membayar zakat di PT.Surya Pangan Indonesia mulai berlaku pada bulan Mei 2021 :
Penghasilan 3 bulan Rp. 9.300.000
Dikurangi zakat (2,5% x Rp 9.300.000) = Rp. 232.500
Berdasarkan perhitungan tabel diatas zakat yang harus Pak Irwan Musu keluarkan selama 3 bulan adalah sebesar Rp.232.500, dan dipotong langsung oleh perusahaan mengurangi gaji yang diterima setiap bulannya.
Jurnal perhitungan zakat untuk 3 bulan :
Gaji Rp. 9.300.000 Zakat Rp. 232.500 Pembayaran gaji karyawan :
Gaji Rp 9.300.000
Kas Rp. 9.067.500
Utang zakat karwayan Rp. 232.500
5. Abdul Haris Dg. Bali
Gaji pokok Rp. 3.100.000 JKK 0,24% Rp. 7.499 JKM 0,3% Rp. 9.311 Penghasilan Bruto Rp. 3.116.810 Pengurangan :
Biaya jabata 5% Rp. 115.000 JHT Rp. 114.840
JP 1 % Rp. 31.000 (260.840) Penghasilan Neto Sebulan Rp. 2.855.970 Penghasilan neto setahun Rp.34.271.640 Penghasilan dibawah PTKP
Berdasarkan tabel diatas penghasilan yang diterima dibawah PTKP artinya karyawan tersebut tidak membayar penghasilan setiap bulannya.
5. Abdul Haris Dg. Bali membayar zakat di PT.Surya Pangan Indonesia mulai berlaku pada bulan Mei 2021 :
Penghasilan 3 bulan Rp. 9.300.000
Dikurangi zakat (2,5% x Rp 9.300.000) = Rp. 232.500
Berdasarkan perhitungan tabel diatas zakat yang harus Pak Abdul Haris Dg.Bali keluarkan selama 3 bulan adalah sebesar Rp.232.500, dan dipotong langsung oleh perusahaan mengurangi gaji yang diterima setiap bulannya.
Jurnal perhitungan zakat untuk 3 bulan :
Gaji Rp. 9.300.000
Zakat Rp. 232.500 Pembayaran gaji karyawan :
Gaji Rp 9.300.000
Kas Rp. 9.067.500
Utang zakat karwayan Rp. 232.500
6. Mubayyinul Haq
Gaji pokok Rp. 3.100.000 JKK 0,24% Rp. 7.499 JKM 0,3% Rp. 9.311 Penghasilan Bruto Rp. 3.116.810 Pengurangan :
Biaya jabata 5% Rp. 115.000 JHT Rp. 114.840
JP 1 % Rp. 31.000 (260.840) Penghasilan Neto Sebulan Rp. 2.855.970 Penghasilan neto setahun Rp.34.271.640 Penghasilan dibawah PTKP
Berdasarkan tabel diatas penghasilan yang diterima dibawah PTKP artinya karyawan tersebut tidak membayar penghasilan setiap bulannya.
6. Mubayyinul Haq membayar zakat di PT.Surya Pangan Indonesia mulai berlaku pada bulan Mei 2021 :
Penghasilan 3 bulan Rp. 9.300.000
Dikurangi zakat (2,5% x Rp 9.300.000) = Rp. 232.500
Berdasarkan perhitungan tabel diatas zakat yang harus Pak Mubayyinul Haq keluarkan selama 3 bulan adalah sebesar Rp.232.500, dan dipotong langsung oleh perusahaan mengurangi gaji yang diterima setiap bulannya.
Jurnal perhitungan zakat untuk 3 bulan :
Gaji Rp. 9.300.000 Zakat Rp. 232.500 Pembayaran gaji karyawan :
Gaji Rp 9.300.000
Kas Rp. 9.067.500
Utang zakat karwayan Rp. 232.500
7. Imran Fajar Setiawan
Gaji pokok Rp. 3.100.000 JKK 0,24% Rp. 7.499 JKM 0,3% Rp. 9.311 Penghasilan Bruto Rp. 3.116.810 Pengurangan :
Biaya jabata 5% Rp. 115.000 JHT Rp. 114.840
JP 1 % Rp. 31.000 (260.840) Penghasilan Neto Sebulan Rp. 2.855.970 Penghasilan neto setahun Rp.34.271.640 Penghasilan dibawah PTKP
Berdasarkan tabel diatas penghasilan yang diterima dibawah PTKP artinya karyawan tersebut tidak membayar penghasilan setiap bulannya.
7. Imran Fajar Setiawan membayar zakat di PT.Surya Pangan Indonesia mulai berlaku pada bulan Mei 2021 :
Penghasilan 3 bulan Rp. 9.300.000
Dikurangi zakat (2,5% x Rp 9.300.000) = Rp. 232.500
Berdasarkan perhitungan tabel diatas zakat yang harus Pak Imran Fajar Setiawan keluarkan selama 3 bulan adalah sebesar Rp.232.500, dan dipotong langsung oleh perusahaan mengurangi gaji yang diterima setiap bulannya.
Jurnal perhitungan zakat untuk 3 bulan :
Gaji Rp. 9.300.000 Zakat Rp. 232.500 Pembayaran gaji karyawan :
Gaji Rp 9.300.000
Kas Rp. 9.067.500
Utang zakat karwayan Rp. 232.500
8. Nurul Annisa
Gaji pokok Rp. 3.100.000 JKK 0,24% Rp. 7.499 JKM 0,3% Rp. 9.311 Penghasilan Bruto Rp. 3.116.810 Pengurangan :
Biaya jabata 5% Rp. 115.000 JHT Rp. 114.840
JP 1 % Rp. 31.000 (260.840) Penghasilan Neto Sebulan Rp. 2.855.970
Penghasilan neto setahun Rp.34.271.640 Penghasilan dibawah PTKP
Berdasarkan tabel diatas penghasilan yang diterima dibawah PTKP artinya karyawan tersebut tidak membayar penghasilan setiap bulannya.
8. Nurul Annisa membayar zakat di PT.Surya Pangan Indonesia mulai berlaku pada bulan Mei 2021 :
Penghasilan 3 bulan Rp. 9.300.000
Dikurangi zakat (2,5% x Rp 9.300.000) = Rp. 232.500
Berdasarkan perhitungan tabel diatas zakat yang harus Ibu Nurul Annisa keluarkan selama 3 bulan adalah sebesar Rp.232.500, dan dipotong langsung oleh perusahaan mengurangi gaji yang diterima setiap bulannya.
Jurnal perhitungan zakat untuk 3 bulan :
Gaji Rp. 9.300.000 Zakat Rp. 232.500 Pembayaran gaji karyawan :
Gaji Rp 9.300.000
Gaji Rp 9.300.000