BAB I PENDAHULUAN
1.4 Uraian Teoritis
1.4.4 Pajak Kendaraan Bermotor
Pajak Kendaraan Bermotor ialah kendaraan yang digerakkan oleh peralatan teknik untuk pergerakannyaa, dan juga digunakan untuk transportasi darat. Lebih jelasnya kendaraan bermotor yang menggunaakan mesin atau yang dijalankan dengan roda,tenaga manusia,atau motor penggerak,dan juga menggunakan bahan bakar minyak.Dan juga kendaraan bermotor yang memiliki roda,dan biasanya berjalan diatas jalanan.
Dan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 atas kepemilikan kendaraan bermotor. Dan dalam pelaksanaan pemungutanya dilakukan dikantor bersama Samsat. Dan saat ini juga pajak motor bisa dibayarkan dibeberapa tempat misalnya: gerai SAMSAT dipusat perbelanjaan, Kantor Polres, dan juga melalui layanan SIM keliling
Dan selain pajak tahunan, kendaraan roda dua dikenai pajak Lima Tahun.
Jadi selama lima kali, si wajib pajak harus membayar pajaknya. Dan untuk pembayaran kelima harus dibayarkan di Kantor SAMSAT untuk sekalian penggantian plat nomor kendaraaan.
1.4.5 Objek dan Subjek Pajak Kendaran Bermotor
Objek Pajak Kendaraan Bermotor ialah kepemilikan Kendaraan Bermotor.
Termasuk dalam objek PKB adalah kepemilikan dan penguasan kendaraan
bermotor yang digunakan di semua jenis jalan darat, misalnya: dikawan bandara, pelabuhan laut, perkebunan, kehutanan, pertanian, pertambangan, industri pertambangan, dan sarana olahraga dan rekreasi.
Dan dalam pengertiannya Kendaraan Bermotor beroda beserta gandengannya, yang dioperasikan disemua jenis jalan darat dan kendaraan bermotor yang dioperasikan di air dengan ukuran isi GT 5 ( lima Gross Tonnage) sampai dengan GT 7 (tujuh Gross Tonnage).
Dikecualikan dari pengertian Kendaraan Bermotor adalah:
1. Kereta Api
2. Kendaraan Bermotor yang dimiliki kedutaan,konsulat,perwakilan,negara asing dengn asas timbal balik dan juga lembaga-lembaga internasional yang memang dikasih pembebasan pajak dari Pemerintah
3. Kendaraan Bermotor yang digunakan untuk perthanan dan keamanan negara
4. Objek pajak lainnya yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah.
Subjek Pajak Kendaraan Bermotor yaitu orang pribadi atau badan yang memiliki dan menguasai Kendaraan Bermotor. Dan dengan demikian, pada PKB subjek pajak sama dengan wajib pajak, yaitu orang atau badan yang memiliki dan menguasai kendaraan bermotor.
1.4.6 Prosedur Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor
Prosedur yaitu serangkaian aksi yang spesifik, tindakan atau operasi yang harus dijalankan atau dieksekusi dengan cara yang baku agar selalu memperoleh hasil yang sama dari keadaan yang sama.
9
Pembayaran pajak motor termasuk ke dalam pajak progresif. Pajak progresif adalah pajak yang tarif dalam pemungutannya sesuai dengan presetase yang meningkat sesuai dengan nilai objek pajak dan kuantitas dan jumlah dari objek pajak. Dalam hal ini motor adalah objek pajaknya. Dan jenis pajak progresif ada dua yaitu: Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Dan dalam pelunasannya Pajak Kendaraan Bermotor harus dilunasi paling lambat 1 bulan (30 hari). Dan jika Wajib Pajak telat membayar Pajak Kendaraan Bermotor akan dikenakan sanksi yakni:
1. Sanksi administrasi yang berupa denda sebesar 25% dari pokok pajaknya.
2. Dan jika pembayaran melebihi 15 hari akan dikenakan sanksi administrasinya akan dikenakan denda 2% sebulan yang dihitung dari terhutangnya pajak.
Adapun prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor yaitu:
1. Isi formulir permohonan yang sesuai dengan data surat tanda nomor kendaraan (STNK), dan adanya berkas yang harus dilampirkan sebagai berikut:
A) STNK asli dan fotocopy B) Fotocopy BPKB
C) KTP asli dan fotocopy sesuai nama di STNK dan BPKB 2. Dan ketika selesai melengkapi berkas, diserahkan berkas
permohonan pajak STNK ke loket penyerahan berkas. Dan menunggu sampai nama dipanggil.
3. Setelah itu, nanti akan diberikan slip pembayaran pajak yang harus dibayar
4. Serahkan slip dan juga uang sesuai biaya pajak ke kasir
5. Dan ketika sudah membayar ke kasir, bukti pelunasan pembayaran pajak akan diserahkan ke loket pengambilan STNK
6. Setelah selesai petugas akan memanggil nama pemilik STNK untuk mengambil STNK yang telah diperpanjang untuk satu tahun kedepan.
Dan jika wajib pajak telat membayar pajak ketika sudah jatuh tempo. Akan dikenakan denda yakni:
1. Pajak Kendaraan bermotor: 25%/tahun 2. Terlambat 3 bulan: PKB x 25% x 3/12 3. Terlambat 6 bulan: PKB x 25% x 6/12
4. Denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ): Roda 2= Rp32.000; Roda 4= Rp100.00
1.4.7 Tingkat Kesadaran dan Kepatuhan
Kesadaran wajib pajak adalah bentuk sikap moral yang memberi kontribusi ke negara untuk mendorong pembangunan negara dan harus menaati peraturan yang sudah dibuat oleh negara dan dipaksakan kepada wajib pajak untuk sadar akan dirinya seorang wajib pajak. Indikator kesadaran pajak menurut Wuri Manik Asri (2009):
1. Mengetahui adanya undang-undang dan ketentuan perpajakan.
2. Memahami bahwa kewajiban perpajakan harus dilaksanakan dengan ketentuan yang berlaku.
11
3. Kesukarelaan wajib pajak dalam membayar kewajiban pajaknya.
Kepatuhan wajib pajak adalah suatu bentuk kepatuhan dimana wajib pajak harus memenuhi kewajiban dan melaksanakan hak perpajakan.Dan harus taat waktu dalam membayar pajak dan tidak memiliki tunggakan pajak. Indikator kepatuhan pajak menurut Nasucha dalam Siti Kurnia Rahayu:
1. Kepatuhan wajib pajak untuk mendaftarkan diri
2. Kepatuhan dalam menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT).
3. Kepatuhan dalam perhitungan dan pembayaran pajak yang terutang dari penghasilan yang didapat.
4. Kepatuhan dalam membayar tunggakan sebelum jatuh tempo.
1.5 Metode Penelitian
1.5.1 Jenis/Bentuk Penelitian
Jenis/bentuk penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yang dimana penelitian ditujukan untuk menguraikan data yang ada sesuai dengan situasi yang sedang terjadi dikantor SAMSAT. Dan tercapainya tujuan si penulis dalam mencari fakta terkait tingkat kesadaran dan kepatuhan dalam membayar pajak kendaraan roda dua, penulis melakukan pengamatan dan juga penelitian berupa wawancara dan juga observasi dikantor SAMSAT. Kemudian, data yang akan diteliti adalah data yang sebelumnya sudah ada yang telah dikumpulkan oleh pihak yang bertanggung jawab. Tujuan dari penelitian ini kemudian dapat digunakan untuk menambah wawasan dan juga informasi yang terkait dengan bahasan yang ada dalam penelitian ini.
1.5.2 Data Penelitian
Berikut adalah serangkaian penjelasan terkait data-data yang bersangkutan pada penulisan laporan tugas akhir ini, antara lain sebagai berikut:
1. Jenis Data a) Data Primer
Data Primer ialah data yang dipeoleh melalui wawancara terhadap orang-orang yang dianggap dapat memberi informasi dikantor SAMSAT.
b) Data Sekunder
Data Sekunder ialah data yang diperolah melalui studi literature seperti sumber pustaka,Undang-undang, dokumentasi maupun literature yang berhubungan dengan laporan Tugas Akhir.
2. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data dan juga informasi yang diperlukan, maka penulis menggunkan metode pengumpulan data sebagai berikut :
A. Observasi
Dengan cara memberikan pengamatan dan pencatatan langsung terhadap apa yang terjadi di kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Medan Selatan.
B. Wawancara
Dengan cara membarikan beberapa pertanyaan-pertanyaan kepada Ibu Ayumi yang akan ditanyakan dikantor SAMSAT Medan Selatan.
C. Studi Dokumen
Data yang berisikan dokumentasi yang didapat atau diperoleh oleh penulis selama melakukan riset dikantor SAMSAT Medan Selatan.
3. Alat Pengumpulan Data
13
Dalam melakukan penelitian ini diperlukan beberapa alat juga untuk membantu mengumpulkan data. Adapun alat-alat yang diperlukan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah panduan pertanyaan yang akan ditanyakan kepada informan, buku-buku yang berhubungan dengan objek penelitian, dan juga diperlukannya alat komunikasi dan perekam seperti handphone, komputer, dan juga akses internet.
1.5.3 Informan Penelitian
Informan penelitian adalah orang ataupun pihak yang memiliki informasi yang dibutuhkan oleh penulis dalam menulis penelitian tugas akhir. Dalam penelitian ini penulis akan mencari informan yaitu pegawai di kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Medan Selatan yaitu Ibu Ayumi selaku Kasi Pendapatan dan Penetapan Uppd Samsat Medan Selatan
1.5.4 Metode Analisis
Metode analisis merupakan bagian dari proses analisis dimana data yang dikumpulkan lalu diproses untuk menghasilkan kesimpulan dalam pengambilan keputusan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode analisis kualitatif.
Metode yang digunakan ini menggunakan wawancara dan juga observasi dengan menjawab pertanyaan seperti apa,engapa, atau bagaimana.
BAB II
GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN
Pada bab ini, penulis akan memaparkan gambaran singkat mengenai objek penelitian. Objek penelitian yang dimaksud adalah tempat dimana peneliti akan melakukan penelitian, dalam hal ini adalah SAMSAT Medan Selatan.
2.1 Sejarah Kantor SAMSAT Medan Selatan
Kantor SAMSAT Medan Selatan berdiri pada tanggal 15 Juni 1987.
SAMSAT merupakan gabungan dari 3 instansi yang mempunyai objek dana kendaraan bermotor yang berdomisili di Sumatera Utara. Ketiga instansi tersebut ialah:
1. Pemerintah Daerah Sumatera Utara yaitu Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Provinsi Sumatera Utara.
2. Kepolisian Daerah Sumatera Utara yaitu DITLANTAS POLDASU.
3. PT. Jasa Raharja Cabang Utama Medan.
Pembentukan SAMSAT ini bertujuan untuk:
1. Meningkatkan Pendapatan daerah Sumatera Utara melalui pemungutan pajak kendaraan bermotor (PKB) dan penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) daerah Sumatera Utara.
2. Meningkatkan Pendapatan Daerah Sumatera melalui penerimaan dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor dan penerimaan dari sektor BBN-KB.
Dalam pengembangan dan optimalisasi pelayanan yang lebih luas kepada wajib pajak, Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Sumatera
15
Utara Sampai saat ini telah membentuk 34 cabang daerah (Kabupaten/Kota) di wilayah Provinsi Sumatera Utara. Salah Satu adalah Kantor UPPD (Unit Pengelola Pajak Daerah) Samsat Medan Selatan yang wilayah kerjanya meliputi Medan Kota, Medan Amplas, Medan Polonia, Sibiru-biru, Kutalimbaru, Medan Tuntungan, Medan Selayang, Namorambe, Deli Tua, Medan Johor, Medan Denai, Medan Maimun, Patumbak, Sibolangit, Pancur Batu.
2.2 Struktur Organisasi Kantor SAMSAT Medan Selatan
Struktur Organisasi dapat disimpulkan sebagai serangkaian antara hubungan individu-individu dalam suatu kelompok. Struktur ini kemudia digambarkan menjadi bagan organisasi atau diagram. Diagram ini akan melihatkan garis-garis besar hubungan antara fungsi-fungsi dalam organisasi, arus tanggung jawab dan wewenang.
Kantor UPPD SAMSAT Medan Selatan terdiri dari 2 seksi. Masing- masing seksi dipimpin oleh kepala saksi. Adapun seksi-seksi itu terdiri dari:
1. Seksi Pendapatan dan Penetapan
2. Seksi Penagihan dan Pengelolaan Tunggakan 3. Kelompok Jabatan Fungsional
Gambar 2.2 Struktur Organisasi UPPD MEDAN SELATAN KEPALA UPPD
SAMSAT
KASUBBAG TATA USAHA
KASI PENDAPATAN dan KASI PENAGIHAN dan
Sumber: UPPD Samsat Medan Selatan
2.3 Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab
Dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ditentukan tata kerja serta tugas di Lingkungan UPPD Samsat Medan Selatan yang terdiri dari:
1. KUPPD ( Kepala Unit Pengelola Pajak Daerah) yang mempunyai tugas a. Menyelenggara perumusan program kerja UPPD Samsat b. Menyelenggarakan koordinasi, memimpin, pembinaan dan
pengendalian pelaksanaan tugas pokok dan fungsi UPPD Samsat
c. Menyelenggarakan pengkajian bahan petunjuk teknis pelayanan pengendalian, evaluasi, pelaporan, dan koordinasi pajak dan retribusi daerah
d. Menyelenggarakan pelayanan pajak dan retribusi daerah e. Menyelenggarakan telaahan staf sebagia bahan pertimbangan
pengembalian kebijakan teknis operasional
f. Menyelenggarakan koordinasi dengan kabupaten/kota serta unit kerja
g. Menyelenggarakan tugas lain, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya
Untuk melaksanakan tugas, fungsi, dan uraian tugas sebagimana dimaksud, Kepala UPPD Samsat dibantu:
a. Sub bagian tata usaha
b. Seksi pendapatan dan penetapan
c. Seksi penagihan dan pengolahan tunggakan
17
2. Kepala Sub Bagian Tata Usaha, mempunyai uraian tugas
a. Melaksanakan Penyusunan program kerja UPPD Samsat dam sub bagian tata usaha
b. Melaksanakan kehumasan dalam lingkup UPPD Samsat c. Melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian d. Melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan
e. Melaksanakan rekonsiliasi potensi pajak dan retribusi daerah f. Melaksanakan pengelolaan umum dan perlengkapan
g. Melaksanakan pengelolaan tata naskah dinas dan kearsipan h. Melaksanakan penyusunan bahan telaahan staf sebagai bahan
pertimbangan pengembalian kebijakan
i. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait
j. Melaksanakan evaluasi dan pelaporan program kerja UPPD Samsat dan kegiatan sub bagian tata usaha
k. Melaksanakan tugas lain, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya
3. Kepala Seksi Pendataan dan Penetapan, mempunyai uraian tugas a. Melaksanakan penyusunan program kerja seksi pendataan dan
penetapan
b. Melaksanakan penyusunan bahan petunjuk teknis pelayanan pendapatan dan pendaftaran serta penetapan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Air Permukaan (PAP), Pajak Rokok
c. Melaksanakan koordinasi, pembinaan, pengendalian, evaluasi, pembukuan, dan pelaporan pendataan dan penetapan PKB,BBNKB, PBBKB, PAP, Pajak rokok
d. Melaksanakan Pelayanan pendataan, pendaftaran dan penelatapan PKB, BBNKB, PBBKB, PAP, Pajak Rokok e. Melaksanakan Pengendalian pelaksanaan pelayanan pendataan
dan pendaftaran serta penetepan PKB, BBNKB, PBBKB, PAP, Pajak Rokok
f. Melaksanakan penyusunan bahan telaahan staf sebagai bahan kebijakan teknis operasional
g. Melaksanakan koordinasi dengan kabupaten/kota serta unit kerja terkait
h. Melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya
4. Kepala Seksi Penagihan dan Pengelolaan Tunggakan, mempunyai uraian tugas:
a. Melaksanakan penyusunan program kerja seksi pengihan dan pegelolaan tunggakan
b. Melaksanakan penyusunan bahan petunjuk teknis pelayanan penagihan dan pengelolaan piutang dan/atau tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Air Permukaan (PAP), Pajak Rokok
19
c. Melaksanakan pelayanan penagihan dan pengelolaan piutang dan/atau tunggakan serta keberatan dan banding PKB, BBNKB, PBBKB, PAP, Pajak rokok
d. Melaksanakan koordinasi, pengendalian, evaluasi, pelaporan penagihan dan pengelolaan piutang dan/atau tunggakan PKB, BBNKB, PBBKB, PAP, Pajak Rokok
e. Melaksanakan penyuluhan PKB, BBNKB, PBBKB, PAP, Pajak Rokok
f. Melaaksanakan penyusunan bahan telaahan staf sebagai bahan kebijakan teknis operasional
g. Melaksanakan koordinasi dengan kabupaten/kota serta unit kerja terkait
h. Melaksanakan tugas lain, sesuai dengan tugas pokok lainnya 2.4 Visi dan Misi UPPD SAMSAT Medan Selatan
Adapun visi dan misi SAMSAT Medan Selatan ialah
Visi : Terwujudnya Pelayanan Prima Sebagai Bukti Pengabdian Kepada Masyarakat.
Misi :
1. Meningkatkan Mutu Pelayanan Kepada Masyarakat
2. Meningkatkan Keamanan Registrasi Identifikasi Kendaraan Bermotor 3. Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Penerimaan Negara 4. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia
2.5 Jumlah Tenaga Kerja
Untuk menunjang kelancaran pelaksaan tugas pemerintah dalam pembangunan diperlukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang professional, bermoral, bersih, bertanggung jawab serta beretika.
Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sampai saat ini UPPD Samsat Medan Selatan memiliki total pegawai berdasarkan pangkat dan juga golongan sebanyak 66 orang dan 45 orang tenaga pendukung.
BAB III
HASIL PENELITIAN
Pada bab ini penulis akan menuliskan data yang penulis dapat setelah melakukan
penelitian di Kantor SAMSAT Medan Selatan. Berdasarkan penelitian di Kantor SAMSAT Medan Selatan dapat diuraikan dan dideskripsikan sebagai berikut.
3.1 Data Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor
Berdasarkan data yang didapat penulis dari hasil penelitian, berikut Target dan Realisasi Penerimaan Pajak kendaraan Bermotor di SAMSAT Medan Selatan
Tabel 3.1
Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor di Samsat Medan Selatan
Tahun Target (Rp) Realisasi (Rp) Presentase (%) 2018 220.357.036.445 235.098.870.147 106%
2019 223.900.569.243 227.130.749.050 101%
2020 231.619.850.037 249.689.681.069 107%
Sumber:Uppd Samsat Medan Selatan
Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa pada tahun 2018 Target penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor sebanyak 220.357.036.445 dan Realisasi nya sebanyak 235.098.870.147, pada tahun 2019 Target Pajak Kendaraan Bermotor sebanyak 223.900.569.243 dan Realisasi nya 227.130.749.050, pada tahun 2020
Target Pajak Kendaraan Bermotor sebanyak 231.619.850.037 dan Realisasi nya sebanyak 249.689.681.069.
3.2 Data Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor khususnya roda dua
Berdasarkan data yang didapat penulis dari hasil penelitian, berikut Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor khususnya roda dua di SAMSAT Medan Selatan.
Tabel 3.2
Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor khususnya roda dua
Tahun Unit
2018 26.299
2019 16.423
2020 16.192
Sumber: Uppd Samsat Medan Selatan
Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa pada tahun 2018 Realisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor khususnya roda dua sebanyak 26.299 unit kendaraan, pada tahun 2019 Realisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor khususnya roda dua sebanyak 16.423 unit kendaraan, pada tahun 2020 Realisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor khususnya roda dua sebanyak 16.192 unit kendaraan.
3.3 Data Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor khususnya roda dua Berdasarkan dari data yang didapat penulis dari hasil penelitian, berikut Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor khususnya roda dua di SAMSAT Medan Selatan.
23
Tabel 3.3
Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor khususnya roda dua
Tahun Unit
2018 22.280
2019 30.282
2020 43.889
Sumber: Uppd Samsat Medan Selatan
Berdasarkan dari data diatas dapat diketahui bahwa pada tahun 2018 Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor khususnya roda dua sebanyak 22.280 unit kendaraan, pada tahun 2019 Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor khususnya roda dua sebannyak 30.282 unit kendaraan, pada tahun 2020 Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor khususnya roda dua sebanyak 43.889 unit kendaraan.
3.4 Tarif Pajak Kendaraan Bermotor
Adapun tarif pajak kendaran bermotor berdasarkan Undang-Undang No 28 Tahun 2009 pasal 6 ayat 1, besarnya tarif pajak PKB untuk kendaraan bermotor pribadi ditetapkan sebagai berikut:
a) Untuk pemilik kendaraan bermotor pertama paling rendah 1% dan paling tinggi 2%
b) Untuk pemilik kendaraan bermotor kedua dan seterusnya tariff yang ditentukan secara progresif paling rendah 2% dan paling tinggi 10%
c) Kepemilikan kendaraan bermotor didasarkan atas nama dan alamat yang sama
Dan pada pasal 6 ayat 2-4 ditentukan tarif PKB untuk kendaraan bermotor angkutan umum, ambulans, pemadam kebakaran, pemerintah/TNI/POLRI, pemerintah daerah, ditetapkan paling rendah sebesar 0,5% dan paling tinggi 1%.
3.5 Syarat-syarat membayar Pajak Kendaraan Bermotor
Adapun syarat-syarat membayar pajak kendaraan bermotor selama 1 dan juga 5 tahun dikantor Samsat Medan Selatan yang harus dibawa ialah:
a) STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) yang asli
b) KTP (Kartu Tanda Penduduk) asli yang nama diSTNK dan BPKB sama dengan KTP
c) Cek fisik sepeda motor pajak 5 tahun
Apabila tidak memiliki KTP asli atau nama yang sesuai dengan STNK dan BPKB motor, maka wajib pajak tersebut, bisa menggantinya dengan membawa Kartu Keluarga (KK) ataupun Surat Ijin Mengemudi (SIM) yang namanya juga harus sesuai dengan yang ada di STNK dan BPKB kendaraan.
3.6 Pemanfaatan Pajak Kendaraan Bermotor
Pajak merupakan sumber utama dari penerimaan kas Negara. Tanpa adanya pajak kegiatan negara sulit untuk dijalankan, penggunaan pajak ini sendiri meliputi dari belanja pegawai sampai pembiayaan berbagai proyek pembangunan.
Pembiayaan pembangunan yang dimaksud adalah pembangunan jalan, sekolah, rumah sakit, jembatan, serta sarana ibadah. Pajak ini juga digunakan untuk pembiayaan dalam meningkatkan rasa aman bagi masyarakat dalam menikmati fasilitas atau pelayanan yang diberi oleh pemerintah.
Adapun pemanfaat pajak kendaraan adalah:
1. Kelestarian lingkungan hidup
25
2. Subsidi pengan dan juga bahan bakar 3. Keamanan pembangunan, perumahan 4. Transformasi masal dan dana pemilu
Pajak juga digunakan untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah itu dimulai dari pembinaan dan modal. Dengan ini pajak sangat berpengaruh dalam menunjang jalannya pemerintah. Dan Pemanfaatan pajak ini sendiri dibagi lagi sebagai berikut:
a) Membiayai pengeluaran-pengeluaran Negara seperti untuk proyek produktif dan proyek barang ekspor
b) Membiaya pegeluaran yang tidak produktif, misalnya membiaya pertahanan Negara dan untuk penghematan dimasa yang akan dating c) Membiaya pengeluaran produktif, misalnya pengeluaran untuk
pertanian di Negara ini
d) Membiaya pengeluaran untuk pendirian monument dan sarana rekreasi 3.7 Hasil Wawancara
Pada Penelitian ini penulis melakukan wawancara dengan pihak Uppd Samsat Medan Selatan yaitu Ibu Aulia Ayumi selaku Kasi Pendataan dan Penetapan Uppd Samsat Medan Selatan.
Adapun hasil wawancara Tanya dan jawab penulis terhadap narasumber adalah sebagai berikut:
1) Apa kegiatan kantor Samsat Medan Selatan saat ini?
Narasumber : Kalau untuk saat ini semua dikerjai di kantor Samsat karena kondisi pandemi gerai-gerai pajak yang ada di Mall Medan
ditutup dan Samsat keliling juga ditiadakan dulu, dan kantor Samsat juga merubah jadwal operasional yang sebelum pandemi buka dari 8 pagi sampe jam 3 sore, tapi setelah pandemi ini dari jam 8 pagi sampe jam 2 siang aja.
2) Bagaimana Tingkat Kesadaran dan Kepatuhan masyarakat Medan dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotornya khususnyaa roda dua?
Narasumber : Untuk sekarang mengalami penurunan signifikan apalagi untuk pajak ini sendiri wajib pajak belum semua patuh tapi kalau dibilang kesadarannya dibilang rendah juga tidak, karena hal mendorong si wajib Pajak membayar pajak kendaraanya biasa karena adanya kegiatan razia terpadu, jika tidak ada hukum yang memaksa wajib pajak lebih enggan untuk membayar pajak kendaraanya.
3) Apakah dengan adanya sanksi pajak berpangaruh terhadap kepatuhan dalam membayar pajak kendaraan roda dua?
Narasumber : Tidak, karena wajib pajak sendiri lebih biasa aja dalam menghadapi sanksi telat dalam membayar pajak khususnya roda, wajib pajak tidak patuh juga dengan adanya sanksi ini sendiri karena dianggap biaya sanksi ini tidak terlalu mahal, meskipun kadang dari kantor Samsat ini sendiri sudah menawari keringanan dalam membayar sanksi tetap tidak berpengaruh dalam meningkatkan kepatuhan dalam membayar pajak
27
4) Kendala apa aja yang sering dihadapi dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam membayar PKB?
Narasumber : Kendala paling sering dihadapi adalah biaya, karna banyak wajib pajak terlalu lalai dan akhirnya membuat biaya PKB meningkat akibat tidak tepat waktu dalam membayar pajak kendaraannya. Selain itu kendala yang sering dialami wajib pajak malas untuk antri dalam membayar pajak kendaraannya. Terakhir kendala ini yang selalu membuat tingkat sadar dan patuh wajib pajak menurun ialah, ketika wajib pajak memiliki atau membeli kendaraan bekas yang otomatis harusnya melakukan Bea Balik Nama (BBN) tapi wajib pajak malas untuk mengurus itu dan akhirnya wajib pajak tidak membayar pajak kendaraannya akibat syarat-syarat untuk membayar pajak kendaraan tidak memenuhi syarat.
BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Data Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor di Kantor Samsat Medan Selatan
Kesadaran wajib pajak adalah bentuk sikap moral yang memberi kontribusi ke negara untuk mendorong pembangunan negara dan harus menaati peraturan yang sudah dibuat oleh negara dan dipaksakan kepada wajib pajak untuk sadar
Kesadaran wajib pajak adalah bentuk sikap moral yang memberi kontribusi ke negara untuk mendorong pembangunan negara dan harus menaati peraturan yang sudah dibuat oleh negara dan dipaksakan kepada wajib pajak untuk sadar