• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III HASIL PENELITIAN

3.6 Pemanfaatan Pajak Kendaraan Bermotor

Pajak merupakan sumber utama dari penerimaan kas Negara. Tanpa adanya pajak kegiatan negara sulit untuk dijalankan, penggunaan pajak ini sendiri meliputi dari belanja pegawai sampai pembiayaan berbagai proyek pembangunan.

Pembiayaan pembangunan yang dimaksud adalah pembangunan jalan, sekolah, rumah sakit, jembatan, serta sarana ibadah. Pajak ini juga digunakan untuk pembiayaan dalam meningkatkan rasa aman bagi masyarakat dalam menikmati fasilitas atau pelayanan yang diberi oleh pemerintah.

Adapun pemanfaat pajak kendaraan adalah:

1. Kelestarian lingkungan hidup

25

2. Subsidi pengan dan juga bahan bakar 3. Keamanan pembangunan, perumahan 4. Transformasi masal dan dana pemilu

Pajak juga digunakan untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah itu dimulai dari pembinaan dan modal. Dengan ini pajak sangat berpengaruh dalam menunjang jalannya pemerintah. Dan Pemanfaatan pajak ini sendiri dibagi lagi sebagai berikut:

a) Membiayai pengeluaran-pengeluaran Negara seperti untuk proyek produktif dan proyek barang ekspor

b) Membiaya pegeluaran yang tidak produktif, misalnya membiaya pertahanan Negara dan untuk penghematan dimasa yang akan dating c) Membiaya pengeluaran produktif, misalnya pengeluaran untuk

pertanian di Negara ini

d) Membiaya pengeluaran untuk pendirian monument dan sarana rekreasi 3.7 Hasil Wawancara

Pada Penelitian ini penulis melakukan wawancara dengan pihak Uppd Samsat Medan Selatan yaitu Ibu Aulia Ayumi selaku Kasi Pendataan dan Penetapan Uppd Samsat Medan Selatan.

Adapun hasil wawancara Tanya dan jawab penulis terhadap narasumber adalah sebagai berikut:

1) Apa kegiatan kantor Samsat Medan Selatan saat ini?

Narasumber : Kalau untuk saat ini semua dikerjai di kantor Samsat karena kondisi pandemi gerai-gerai pajak yang ada di Mall Medan

ditutup dan Samsat keliling juga ditiadakan dulu, dan kantor Samsat juga merubah jadwal operasional yang sebelum pandemi buka dari 8 pagi sampe jam 3 sore, tapi setelah pandemi ini dari jam 8 pagi sampe jam 2 siang aja.

2) Bagaimana Tingkat Kesadaran dan Kepatuhan masyarakat Medan dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotornya khususnyaa roda dua?

Narasumber : Untuk sekarang mengalami penurunan signifikan apalagi untuk pajak ini sendiri wajib pajak belum semua patuh tapi kalau dibilang kesadarannya dibilang rendah juga tidak, karena hal mendorong si wajib Pajak membayar pajak kendaraanya biasa karena adanya kegiatan razia terpadu, jika tidak ada hukum yang memaksa wajib pajak lebih enggan untuk membayar pajak kendaraanya.

3) Apakah dengan adanya sanksi pajak berpangaruh terhadap kepatuhan dalam membayar pajak kendaraan roda dua?

Narasumber : Tidak, karena wajib pajak sendiri lebih biasa aja dalam menghadapi sanksi telat dalam membayar pajak khususnya roda, wajib pajak tidak patuh juga dengan adanya sanksi ini sendiri karena dianggap biaya sanksi ini tidak terlalu mahal, meskipun kadang dari kantor Samsat ini sendiri sudah menawari keringanan dalam membayar sanksi tetap tidak berpengaruh dalam meningkatkan kepatuhan dalam membayar pajak

27

4) Kendala apa aja yang sering dihadapi dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam membayar PKB?

Narasumber : Kendala paling sering dihadapi adalah biaya, karna banyak wajib pajak terlalu lalai dan akhirnya membuat biaya PKB meningkat akibat tidak tepat waktu dalam membayar pajak kendaraannya. Selain itu kendala yang sering dialami wajib pajak malas untuk antri dalam membayar pajak kendaraannya. Terakhir kendala ini yang selalu membuat tingkat sadar dan patuh wajib pajak menurun ialah, ketika wajib pajak memiliki atau membeli kendaraan bekas yang otomatis harusnya melakukan Bea Balik Nama (BBN) tapi wajib pajak malas untuk mengurus itu dan akhirnya wajib pajak tidak membayar pajak kendaraannya akibat syarat-syarat untuk membayar pajak kendaraan tidak memenuhi syarat.

BAB IV PEMBAHASAN

4.1 Data Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor di Kantor Samsat Medan Selatan

Kesadaran wajib pajak adalah bentuk sikap moral yang memberi kontribusi ke negara untuk mendorong pembangunan negara dan harus menaati peraturan yang sudah dibuat oleh negara dan dipaksakan kepada wajib pajak untuk sadar akan dirinya seorang wajib pajak.

Kepatuhan wajib pajak adalah suatu bentuk kepatuhan dimana wajib pajak harus memenuhi kewajiban dan melaksanakan hak perpajakan.Dan harus taat waktu dalam membayar pajak dan tidak memiliki tunggakan pajak.

Dalam laporan tugas akhir ini, penulis mengambil Data Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor oleh wajib pajak orang pribadi (2018-2020) pada Kantor Samsat Medan Selatan.

Tabel 4.1 Data Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor di Kantor Samsat Medan Selatan

Tahun Unit

2018 77%

2019 64%

2020 73%

Sumber : Kantor Samsat Medan Selatan

Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa pada tahun 2018 Intensitas

29

penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor khususnya roda dua sebanyak 77% , pada tahun 2019 intensitas penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor khususnya roda dua sebanyak 64%, pada tahun 2020 Intensitas penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor khususnya roda dua sebanyak 73%.

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa pada tahun 2018 tingkat Kesadaran dan kepatuhan meningkat karena banyak wajib pajak yang membayar pajak kendaraannya, namun pada tahun 2019 tingkat Kesadaran dan Kepatuhan wajib pajak menurun signifikan karena dibandingkan dengan tahun 2018 dan 2020 jauh menurun wajib pajak yang membayar pajak kendaraanya.

Hal ini terjadi karena pada tahun 2018 adanya pemutihan, sedangkan ditahun 2019-2020 tidak ada pemutihan, tapi kantor Samsat Medan Selatan terus melakukan usaha agar tiap tahun tingkat Kesadaran dan Kepatuhan meningkat tanpa harus adanya pemutihan.

4.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi Kesadaran dan Kepatuhan dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi Kesadaran dan Kepatuhan dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor ialah:

1. Pemahaman Terhadap sistem pemungutan pajak a) Official assessment system

Yaitu suatu sistem pemungutan yang memberikan wewenang kepada pemerintah untuk memberikan berapa besar biaya pajak yang terutang kepada wajib pajak.

b) Self Assessment System

Yaitu sistem pemungutan pajak yang memberikan wewenang kepada wajib pajak untuk menentukan sendiri besarnya pajak yang terutang c) With Holding System

Yaitu pemngutan pajak yang memberikan wewenang kepada pihak ketiga (Bukan wajib pajak dan juga wajib pajak) untuk menentukan berapa besar biaya wajib pajak yang terutang oleh wajib pajak.

d) Sistem official assessment

Sistem Official Assessment diterapkan perpajakan Indonesia dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Ciri-ciri Sistem official assessment:

a) Wajib pajak bersifat pasif

b) Wewenang untuk menentukan berapa besarnya pajak terutang pada fiskus

c) Utang pajak timbul setelah dikeluarkan surat ketetapan pajak oleh fiskus.

2. Tingkat pendidikan

Tingkat Pendidikan yang makin tinggi akan lebih mudah untuk memahami ketentuan dan peraturan perundang-undangan dibidang perpajakan. Dan pendidikan yang rendah juga membuat banyaknya wajib pajak yang kurang akan pemahaman tentang perpajakan

3. Tingkat Penghasilan

Tingkat penghasilan juga mempengaruhi Kesadaran dan Kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor tepat waktu. Maka salah

31

satu hal yang dipertimbangkan dalam pemungutan pajak adalah tingkat penghasilan.

4.3 Pengaruh kualitas pelayanan terhadap Kesadaran dan Kepatuhan Wajib Pajak

Dalam penelitian ini penulis mencari info tentang pengaruh kualitas pelayanan terhadap Kesadaran dan Kepatuhan wajib pajak.

Kualitas Pelayanan ialah suatu keadaan terkait dengan jasa dan juga produk yang dihasilkan Sumber Daya Manusia (SDM). Menurut Senada dengan Lenvine, Lovelock (1992) dalam Joki Widodo (2001 : 272) mengeluarkan lima prinsip agar kualitas pelayanan bisa dicapai:

a) Tangibel, adalah dapat terjangkau secara fisik, porsonel, dan peraalatan b) Reliable, adalah andal dalam memberikan pelayanan yang dijanjikan

dengan tepat dan konsisten

c) Responsiveness, adalah daya tanggap dan rasa tanggung jawab terhadap mutu pelayanan

d) Asurance, adalah jaminan dari segi pengetahuan, perilaku, dan kemampuan e) Empathy, adalah perhatian pada masyarakat yang dilayani.

Dan pelayanan yang diberikan kantor Samsat Medan Selatan kepada masyarakat:

Layanan yang sudah baik:

1. Masyarakat diberikan kemudahan dalam pelayananannya

2. Pegawai Kantor Samsat Medan Selatan membantu masyarakat yang belum mengerti bagaimana tata cara pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor

3. Pegawai Samsat juga tepat waktu dalam membantu masyarakat dalam membayar pajak kendaraanya

4. Kantor Samsat Medan Selatan juga memberikan ruang tunggu yang baik sehingga masyarakat merasa nyaman ketika menunggu antrian dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor

Layanan yang belum baik:

1. Waktu kerja Kantor Samsat yang sangat minim disaat pandemi covid-19

2. Tidak membuka Samsat Keliling dan gerai-gerai Samsat

3. Antrian yang panjang dan lama membuat wajib pajak merasa bosan ketika menunggu

4. Kurangnya sosialisasi mengenai e-Samsat sehingga masyarakat lebih banyak untuk datang ke Kantor Samsat Medan Selatan untuk membayar langsung

4.4 Data Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor

Dalam Penelitian ini penulis mencari info tentang pengaruh sanksi pajak terhadap kepatuhan dalam membayar pajak kendaraan bermotor.

Tabel 4.4 Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor

Tahun Unit

2018 23%

2019 36%

2020 27%

Sumber: Kantor Samsat Medan Selatan

Berdasarkan dari data diatas dapat diketahui bahwa pada tahun 2018

33

tahun 2019 Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor khususnya roda dua meningkat sebanyak 36%, pada tahun 2020 Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor khususnya roda dua meningkat drastis sebanyak 27%.

Mengambil kesimpulan dari informasi pada tabel diatas maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh sanksi pajak terhadap kepatuhan dalam membayar pajak kendaran roda dua tidak berpengaruh karena masih banyak wajib pajak yang menunggak untuk membayar pajak kendaraan roda dua tiap tahunnya.

Hal ini disebabkan wajib pajak enggan untuk membayar pajak kendaraan bermotornya karena sanksi yang diberikan kurang tegas. Sanksi yang tegas, akan membuat wajib pajak bisa patuh dan tidak lalai lagi dalam membayar pajak kendaraan bermotor.

Adapun sanksi pidana diterapkan apabila wajib pajak tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD) atau mengisi dengan tidak benar dan juga tidak lengkap dalam melampirkan keterangan sehingga menyebabkan kerugian keuangan daerah, dapat dipidana dengan pidana penjara.

4.5 Sanksi Administarsi Pajak Kendaraan Bermotor roda dua

Sanksi Administrasi ialah sanksi yang diberikan kepada Wajib Pajak berupa Denda dan Bunga yang bertujuan untuk ketertiban admistrasi perpajakan dan untuk meningkatkan Kesadaran dan Kepatuhan dalam membayar pajak.

Gambar 4.5.1 Pengenaan Sanksi Administratif

Sanksi Administratif Keterlambatan Pemabayaran Pajak

UU No. 28 Tahun 2009 Pembayaran/Penyetoran Pajak

Pengenaan Sanksi Administratif sangat mempengaruhi pendapatan daerah karena adanya pendapatan yang lain-lain, Sanksi Administratif ini sendiri bukan merupakan pendapatan pajak tapi merupakan pendapatan lain-lain yang telah disahkan oleh daerah. Dengan diberlakukannya Sanksi Administratif ini diharapkan masyarakat yang memiliki pajak kendaraan bermotor harus tepat waktu dalam membayar pajak kendaraan bermotornya. Karena Sanksi Administratif ini bukan sebuah penghalang dalam membayar pajak kendaraan bermotor tapi merupakan peringatan kepada masyarakat agar membayar pajak tepat waktu.

Dengan adanya sanksi administratif ini pasti akan membenani kepada masyarkat yang telat dalam membayar pajak kendaraanya karena dikenakan sanksi berupa kenaikan sebesar 25% dan tambahan bunga sebesar 2% untuk bulan selanjutnya. Namun pada kenyataannya sanksi administratif pajak kendaraan bermotor tidak membuat masyarakat lebih sadar dan patuh dalam membayar pajak tepat waktu.

4.6 Kendala-kendala yang dihadapi dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor

1. Bagi Wajib Pajak

Dikenakan Sanksi

Berupa kenaikan sebesar 25%

sebulan dana tambahan bunga 2%

untuk bulan selanjutnya dari jatuh tempo pembayaran sampai dengan

tanggal pembayaran

35

a) Faktor ekonomi yang selalu memberatkan untuk membayar pajak kendaraan bermotor

b) Kurangnya edukasi tentang kewajiban membayar Pajak Kendaraan Bermotor

c) Kendaraan yang belum dibea balik nama dan membuat wajib pajak enggan untuk mengurus bea balik nama

d) Malas untuk antri di Kantor Samsat

e) Banyaknya objek tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor 2. Bagi Kantor Samsat Medan Selatan

a) Kurangnya kesadaran masyarakat tentang kawajiban untuk membayar perpajakannya

b) Pada saat kondisi pandemi ini terbatasnya untuk melakukan penyuluhan kepada wajib pajak secara langsung.

c) Tidak bisa melakukan Razia terpadu

d) Melayani masyarakat yang selalu ingin didahulukan tidak mau ikut antrian

4.7 Upaya-Upaya yang dilakukan Kantor Samsat Medan Selatan untuk meningkat Kesadaran dan Kepatuhan dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor

a) Melakukan keringanan untuk wajib pajak agar tetap bisa membayar Pajak Kendaraan Bermotor.

b) Dalam situasi pandemi ini pihak Samsat mengutus ASN (Aparatur Sipil Negara) untuk mendatangi rumah yang sudah sangat telat dalam membayar pajak.

c) Pihak Samsat Medan Selatan sedang melakukan sosialiasi membayar pajak kendaraan menggukan e-commerce dan gerai-gerai minimarket agar mempermudah wajib pajak dalam membayar pajak kendaraanya

d) Kantor Samsat Medan Selatan juga mengadakan zoom meeting kepada masyarakat bagaimana untuk meningkatkan Kesadaran dan Kepatuhan dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor.

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil dari penelitian yang penulis lakukan di Kantor Samsat Medan Selatan tentang “TINGKAT KESADARAN DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM MEMBAYAR PAJAK KENDARAAN BERMOTOR (PKB) RODA DUA PADA SISTEM ADMINISTRASI MANUNGGAL SATU ATAP (SAMSAT) MEDAN SELATAN”, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Tingkat Kesadaran dan Kepatuhan masyarakat Medan dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor di Samsat Medan Selatan belum terlalu tinggi.

Karena, masyarakat Medan masih terlalu berharap adanya pemutihan untuk membayar pajak kendaraan.

2. Sanksi pajak juga tidak mempengaruhi tingkat kepatuhan dalam membayar pajak kendaraan nya, karena setiap tahunnya tunggakan masyarakat untuk membayar pajak kendaraanya meningkat, akibat masyarakat tidak peduli dengan sanksi yang diberikan karena tidak terlalu berat dan tegas.

3. Kendala dan upaya yang dilakukan kantor Samsat Medan Selatan dalam meningkatkan tingkat Kesadaran dan Kepatuhan dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Kendala yang paling utama adalah faktor ekonomi, kurangnya, kurangnya edukasi tentang kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor, malas nya masyarakat untuk mengantri, dan juga pandemi covid-19 saat ini. Untuk menindaklajuti hal tersebut maka kantor Samsat Medan Selatan melakukan beberapa hal seperti memberikan

keringanan, mendatangi rumah wajib pajak yang telat dalam membayar pajak kendaraan, melaksanakakan pembayaran melalui e-commerce.

5.2 Saran

Melalui pertimbangan dari hasil penelitian yang penulis lakukan di kantor Samsat Medan Selatan, maka saran yang dapat penulis berikan adalah sebagai berikut:

1. Penulis berharap kantor Samsat Medan Selatan terus berupaya memberikan penyuluhan dan juga informasi kepada masyarakat, agar dapat meningkatkan Kesadaran dan Kepatuhan wajib pajak dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor.

2. Penulis berharap kantor Samsat Medan Selatan memberikan pelayanan yang baik kepada wajib pajak. Sanksi pajak juga diberikan yang lebih tegas lagi supaya masyarakat tidak lalai dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor dan dapat meningkatkan Kesadaran dan Kepatuhan dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor.

3. Penulis berharap hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan untuk peneliti yang selanjutnya dengan memberikan variasi yang lebih luas lagi.

39

DAFTAR PUSTAKA

Jurnal

Gita Dwichayani, Ingggriani Elim. 2015. “Perhitungan dan Pencatatan Pajak kendaraan roda dua pada kantor bersama SAMSAT Tonado”.

Manado: Universitas Sam Ratulangi.

Winda Kemala. 2015. “Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak,Pengetahuan Pajak,sikap Wajib Pajak dan reformasi administrasi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor”. Pekanbaru:

Universitas Riau.

Buku

Anggoro, D. A. 2017. Pajak Daerah dan Retribusi daerah. Malang: UB Press.

Bayinah, L. 2015. Bayar Pajak Lebih Murah. Bogor: VisiMedai Pustaka.

Budiarto, A. 2016. Pedoman Praktis Membayar Pajak. Yogyakarta: Genesis.

Rismawati. 2012. Perpajakan Pendekatan Teori. Malang: Emapat Dua Media.

Widodo, W. 2010. Moralitas Budaya dan Kepatuhan Pajak. Bandung: Alfabeta.

Internet

Andre. 2015. ”Cara Membayar Pajak Motor Tahunan dan Lima Tahunan . https://www.merdeka.com/jabar/cara-membayar-pajak-motor-5-tahun-dan-tahunan-perhatikan-syarat-syaratnya-kln.html (Diakses Pada Tanggal 3 Juni 2021).

Galuh, N.2020. “Apa itu Pajak Kendaraan Bermotor”. https://news.ddtc.co.id/apa-itu-pajak-kendaraan-bermotor-24884. (Diakses Pada Tanggal 5 Juni 2021).

Hestanto.2018. “Kepatuhan Wajib Pajak”.

https://www.hestanto.web.id/kepatuhan-wajib-pajak/. (Diakses Pada Tanggal 3 Juni 2021).

Idris. 2021. “Cara Bayar Pajak Motor Tahunan di Samsat, Mudah dan Cepat”.

https://money.kompas.com/read/2021/06/17/145319926/cara-bayar-pajak-motor-tahunan-di-samsat-mudah-dan-cepat. (Diakses Pada Tanggal 24 Juli 2021).

Mastersite.2016. “Pajak Kendaraan Bermotor”. https://forumpajak.org/pajak-kendaraan-bermotor (Diakses Pada Tanggal 3 Juni 2021).

Rendy. 2020. “Cara bayar pajak motor via indomaret”.

https://www.suara.com/news/2020/07/11/121701/cara-bayar-pajak-motor-via-indomaret-mudah-dan-cepat. (Diakses Pada Tanggal 8 Juli 2021).

41

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Pengajuan Judul Tugas Akhir

Lampiran 2 Surat Penugasan Pembimbing

43

Lampiran 3 Surat Undangan Seminar Proposal

Lampiran 4 Berita Acara Seminar Proposal

45

47

Lampiran 5 Surat Izin Penelitian

49

Lampiran 6 Surat Undangan Meja Hijau

Lampiran 7 Kartu Kendali Bimbingan

51

53

Lampiran 8 Data Penelitian Lapangan

Dokumen terkait