• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

4.3 Pandangan Kompas TV terhadap Trending Topic di Twitter

Trending topics merupakan fitur yang menampilkan daftar topik-topik atau pemberitaan populer yang tengah ramai diperbincangkan publik di Twitter. Suatu topik bisa menjadi tren atau populer karena adanya upaya dari pengguna atau karena adanya peristiwa yang kemudian mendorong publik untuk membicarakan suatu topik tertentu.72 Semakin banyak pembicaraan mengenai suatu isu atau peristiwa, semakin penting pula isu itu, dan semakin besar kemungkinan isu tersebut berada di daftar trending topics Twitter. Trending topics membantu para pengguna Twitter untuk memahami apa yang sedang terjadi dan apa pendapat orang tentang itu.

Tren di Twitter mengacu pada tagar atau topik terkait peristiwa yang seketika populer pada waktu tertentu. Tagar sendiri merupakan kata kunci atau frasa yang didahului oleh tanda "#" (hashtag) seperti misalnya #MelawanAsap, #SaveKPK, #SaveGojek dan lain-lain. Trending topic terjadi pada tagar atau topik terkait isu-isu tertentu yang dibahas dan digunakan paling banyak dalam percakapan di Twitter.

Digital entrepreneur, online strategist, virtual consulting, sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Jualio.com, Nukman Luthfie, melalui akun Twitter-nya

72

Twitter. Top Twitter Trends of 2009, 15 Desember 2009.

(@nukman), pernah membahas soal cara kerja trending topic di Twitter. Menurut Nukman, algoritma trending topic itu bukan berdasarkan jumlah kuantitas kicauan, namun lonjakan cepat pada waktu tertentu.73 Ada tren yang mampu bertahan lama di jajaran trending topics, ada pula yang tidak. Sebuah tren mampu bertahan lama karena terus-menerus dibicarakan dan muncul orang-orang baru yang terus membicarakannya. Berbeda dengan tren yang tidak mampu bertahan lama, mungkin jumlah tweet tren tersebut banyak, tapi tidak banyak orang baru yang mulai membicarakannya.

Opini Publik di Twitter

Sebelumnya dalam Bab II telah dibahas mengenai beberapa karakteristik media sosial, Twitter, yang membedakannya dengan media lain dan yang menjadikannya sebagai salah satu media yang efektif untuk menyampaikan opini atau pendapat seperti digitality, interactivity, konten oleh pengguna, terjadi percakapan, menjalin hubungan, dan sebagainya.

Ketika ada isu atau topik populer, akan terlihat banyak orang saling bersahut di Twitter, terjadi percakapan. Isu atau topik populer ini mampu menarik banyak perhatian publik, mengundang publik untuk beropini dan yang kemudian dinyatakan lewat tweet atau kicauan. Namun, tidak semua tweet atau kicauan dari pengguna Twitter tersebut dapat dikatakan sebagai opini publik. Opini publik yang dimaksud di sini berupa pendapat atau pandangan yang disampaikan melalui

tweet atau kicauan dari pengguna Twitter pada umumnya, ataupun khususnya dari

73

Hasil observasi terhadap akun Twitter @nukman terkait hashtag #ShameOnYouSBY di Twitter pada 28 September 2014.

pejabat publik, selebriti, dan ahli atau pengamat, terkait isu atau topik atau peristiwa yang tengah terjadi dan ramai diperbincangkan oleh banyak pengguna Twitter.

Penulis mencoba mengamati opini publik lewat tweet dari para pengguna Twitter terkait kebijakan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, yang sempat melarang pengoperasian layanan transportasi berbasis aplikasi di Indonesia, termasuk ojek (Go-Jek/GrabBike), taksi, dan rental mobil (Uber/GrabTaxi/GrabCar) Desember 2015 lalu. Kebijakan tersebut kemudian menjadi sorotan dan menuai reaksi publik yang kebanyakan memicu kekecewaan di kalangan pengguna Twitter di Indonesia. #SaveGojek pun menjadi tagar wajib menyertai berbagai ungkapan atau ekspresi publik yang dinyatakan lewat kicauan di Twitter dan berhasil menjadi trending topic peringkat pertama di Indonesia, Jumat (18/12/15).74

Berdasarkan penjelasan Leonard W. Doob soal karakteristik opini publik dalam bukunya Public Opinion and Propaganda, kemudian dapat disimpulkan bahwa tweet atau kicauan dengan (tagar) #SaveGojek juga tergolong sebagai opini publik. #SaveGojek muncul sebagai bentuk reaksi publik terhadap masalah pelarangan layanan transportasi berbasis aplikasi di Indonesia. Kicauan tersebut berisi pendapat atau pandangan publik yang kebanyakan cenderung mengeluh dan menolak adanya pelarangan terhadap layanan transportasi berbasis aplikasi. Mayoritas publik bersepakat dan menuntut adanya solusi dari permasalahan tersebut. Pasalnya, keberadaan layanan transportasi berbasis aplikasi itu dinilai

74

Hasil observasi terhadap kicauan di Twitter terkait pelarangan layanan transportasi berbasis aplikasi di Indonesia, #SaveGojek, pada 18 Desember 2015.

mampu memberikan kemudahan bagi mayarakat dalam memenuhi kebutuhan mereka akan transportasi. Namun, terdapat pula kontra-opini karena layanan berbasis aplikasi tersebut dianggap tidak memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan.

Jika ditelusuri lewat fitur pencarian di Twitter, akan terlihat berbagai macam

tweet atau kicauan terkait masalah pelarangan layanan transportasi berbasis aplikasi tersebut, khususnya tweet yang diwakili dengan (tagar) #SaveGojek. Banyak di antaranya memang murni merupakan opini publik, namun banyak juga yang hanya sekadar spam atau celoteh tidak berarti. Tweet yang murni opini publik mengandung pendapat atau tanggapan tiap-tiap individu terkait isu yang dimaksud. Pendapat yang dinyatakan tidaklah harus sama, bisa saja berupa usulan, dukungan maupun penolakan, atau juga merupakan hasil interaksi bahkan perdebatan antar individu menyangkut persoalan yang sama. Tweet atau kicauan

spam sama sekali tidak ada kaitannya dengan persoalan khusus. Tweet ini misalnya memang menyertakan (tagar) #SaveGojek, tapi biasanya akan diikuti dengan tautan tertentu yang juga tidak ada kaitannya dengan isu yang bersangkutan. Begitu pun dengan tweet yang sekadar celoteh. Tweet ini merupakan kicauan tidak berarti yang di dalamnya sama sekali tidak mengandung pendapat atau pernyataan berarti perihal kebijakan pelarangan operasi transportasi berbasis online.

Berikut merupakan gambaran lebih lanjut perihal tweet atau kicauan pengguna Twitter terkait pelarangan terhadap layanan transportasi berbasis online

yang beberapa di antaranya disertai dengan (tagar) #SaveGojek:

Gambar 4.1

Contoh Opini Publik di Twitter terkait Pelarangan terhadap Layanan Transportasi Berbasis Online

Tweet dari pemilik akun @bundanese dan publik figur seperti @keenpearce dan @sarseh, serta tweet dari Presiden Indonesia, Joko Widodo, merupakan tweet

yang mengutarakan pendapat atau pandangan berupa dukungan terhadap keberadaan layanan transportasi berbasis online seperti Go-Jek, GrabBike, dan sebagainya. Tweet Presiden Indonesia, Joko Widodo, walaupun tidak disertai dengan (tagar) #SaveGojek, namun isinya tetap mengandung tanggapan yang mempertanyakan keputusan mengenai pelarangan tersebut.

Sedangkan tweet dari @wdahlan188, @RSushandayani, @Jhprtw dan @AbhiAuf adalah contoh tweet yang tidak dapat dikatakan sebagai opini publik. Masing-masing merupakan tweet ocehan, promo dan spam, sebagaimana dikutip berikut ini:

Gambar 4.2

Contoh Tweet Promo, Spam, dan Ocehan terkait Pelarangan terhadap Layanan Transportasi Berbasis Online

Perpaduan medium gaya baru, berkumpulnya orang-orang berpengaruh yang umumnya adalah publik figur, opinion leader, ahli atau pengamat, serta kolaborasi media konvensional yang bergabung di Twitter, membuat arah sebuah isu yang dianggap layak atau tidak layak menjadi pemberitaan saat ini juga dapat ditentukan oleh publik lewat Twitter.

Melihat fakta-fakta berdasarkan fenomena yang terjadi, Kompas TV pun mulai menyadari pentingnya peran media sosial, khususnya Twitter, di era keterbukaan informasi saat ini. Berdasarkan hasil observasi, penulis melihat bagaimana keseriusan Kompas TV mencoba beradaptasi terhadap perubahan yang ada; memanfaatkan keberadaan new media seoptimal mungkin demi memberikan

pembaruan informasi kepada publik. Salah satunya, yaitu melalui keberadaan tim multimedia yang ditempatkan di tengah-tengah redaksi, khusus untuk menangani segala sesuatu yang berhubungan dengan new media dan kontennya; memantau dan terus mengikuti setiap perkembangan yang terjadi di Twitter. Tim multimedia Kompas TV sendiri terbagi dalam beberapa bidang kerja, di antaranya:

1. MultimediaNews Gathering

Pada bidang ini, divisi multimedia bertugas untuk mencari serta mengumpulkan segala macam berita yang populer di media, umumnya pada media online dan social media seperti Twitter maupun Facebook. Berita yang dicari merupakan fakta menarik dan penting bagi sebagian besar khalayak. Bisa juga informasi yang bentuknya komentar ataupun pandangan (views), namun komentar tersebut harus tetap memiliki uraian yang bersifat analisis dan kritis. Bagian ini juga bertugas merekam (recording) program yang sedang disiarkan secara audio visual melalui aplikasi QuickTime Player dan dengan mengaktifkan Soundflowerbed untuk pengaturan sound selama proses

recording berlangsung. Proses perekaman ini dikenal dengan istilah screen recording. Setelah proses perekaman selesai, video hasil tayangan tadi kemudian diedit dengan membuang durasi-durasi yang sekiranya tidak diperlukan untuk diunggah lewat new media. Pada tahap terakhir dilakukan proses encoding (pemberian format video tertentu) pada video-video yang telah diedit tersebut.

2. News Content Distribution by New Media

Di bidang ini, tim multimedia bertugas untuk mengurus data-data pendukung dari berita online, baik itu Twitter, Facebook, maupun berita yang berasal dari kompas.com. Tugasnya mencari informasi dan berita singkat (headline) untuk selanjutnya ditayangkan di Kompas TV sebagai news ticker.

3. New Media Content Production

New Media Content Production merupakan pengembangan dari layanan teknologi online. Di sini tim multimedia memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada di media soial dan nantinya difungsikan pada proses penyiaran. Contoh yang sudah dilakukan oleh Kompas TV yaitu "Hangout Indonesia Satu", acara yang memanfaatkan Google Hangout, salah satu fitur Google+, di mana acara ini menghadirkan diskusi interaktif yang melibatkan penontonnya berinteraksi langsung dengan narasumber.

Multimedia Kompas TV, Herlan Primasto, memandang apa yang terjadi di Twitter sebagai sesuatu yang menarik dan penting untuk diperhatikan. Itu mengapa menurutnya di beberapa instansi, lembaga atau media, divisi multimedia ini diperlukan. Herlan memaparkan penjelasannya demikian:

“Media massa tidak boleh ketinggalan berita dari media sosial. Beberapa isu aktual dapat tertangkap oleh media sosial, kadang-kadang mereka lebih cepat dari media massa seperti televisi, terutama untuk penyebaran foto atau gambar terkait peristiwa tertentu. Ketika misalnya terjadi peristiwa, karena satu dan lain hal, katakanlah karena jarak, waktu, dan tempat, tim liputan belum berhasil mendapatkan data, keterangan atau bukti seperti dokumentasi dan gambar, biasanya di Twitter ini sudah ada. Jadi tim multimedia biasanya mengambil dari Twitter, dari orang-orang yang melempar gambar atau video amatir di Twitter.”

Herlan melanjutkan bahwa dalam hal ini Twitter dapat dijadikan sebagai sumber informasi karena menurutnya media sosial mampu mendukung konten berita yang ada. Pernyataan Herlan tersebut dibenarkan oleh salah seorang reporter Kompas TV, Fattimazzahro, yang ikut menimpali pernyataan key

informan berikut:

“Ketika media massa diramaikan oleh berita politik dan lain-lain, coba tengok media sosial, mungkin ada berita ringan, sederhana, namun menarik banyak perhatian publik, dan berita itu terlewatkan oleh media massa. Dari sini mengapa akhirnya media sosial, Twitter, itu sendiri dapat dikatakan sebagai salah satu sumber informasi bagi pemberitaan.”

Penjelasan lebih lanjut perihal pandangan Kompas TV terhadap trending topic di Twitter dapat digambarkan lewat beberapa contoh isu atau peristiwa berikut:

1. Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Peringatan satu tahun masa pemerintahan Jokowi-JK, 20 Oktober 2015 lalu, disambut dengan sejumlah respons yang berbeda-beda. Di media sosial, khususnya Twitter, dua buah tagar atau frasa dengan kecenderungan negatif dan netral mengisi daftar trending topic Twitter di Indonesia. Keduanya adalah #365HariJokowiJKGagal dan Jokowi-JK yang masing-masing sempat menempati urutan ke-4 dan ke-6 trending topic di Indonesia, Selasa (20/10/2015) pagi. Publik melalui Twitter ramai mengomentari satu tahun pemerintahan Jokowi-JK baik melalui kicauan maupun gambar 'meme'. Ada yang berpendapat positif, netral, maupun negatif; tak sedikit juga dari mereka yang melempar kritikan. Layanan aplikasi Topsy pada pukul 07.07 mencatat, tagar #365HariJokowiJKGagal dipergunakan sebanyak 3.626 kali selama tujuh

jam terakhir. Adapun frasa "Jokowi-JK" pada pukul 07.08 tercatat telah dipakai sejumlah 3.307 kali selama tujuh jam terakhir.75

Gambar 4.3

Trending Topics Twitter

20 Oktober 2015 (Sumber: twitter.com)

Memperingati satu tahun pemerintahan Jokowi-JK, pada 20 Oktober 2015 lalu, selama satu hari penuh Kompas TV menayangkan segmen khusus, menyajikan ulasan pemberitaan dengan tema spesial: "1 Tahun Memimpin." Melalui program khusus tersebut Kompas TV mencoba membahas apa-apa saja yang terjadi selama satu tahun pemerintahan Jokowi-JK; memotret kinerja kabinet pemerintahan sektor, mulai dari sektor yang paling mendapat apresiasi sampai sektor yang mendapat apresiasi buruk. Memanfaatkan (tagar) #1TahunMemimpin melalui media sosial Twitter, Kompas TV juga mencoba berinteraksi dengan publik dan mengajak publik untuk ikut berkomentar,

75

Harian Kompas. Petarungan Dua Suara pada Satu Tahun Pemerintahan, 20 Oktober 2015. http://print.kompas.com/baca/2015/10/20/Pertarungan-Dua-Suara-pada-Satu-Tahun-

menyatakan pendapat atau tanggapan mereka terkait peringatan satu tahun pemerintahan Jokowi-JK. Berbagai tanggapan dan komentar bernada positif, netral, maupun kritikan yang di-tweet menggunakan (tagar) #1TahunMemimpin sengaja ditampilkan untuk melihat sejauh mana kepuasan atau ketidakpuasan publik di Twitter terhadap satu tahun kinerja Jokowi-JK.

Reporter Kompas TV, Fyra Fatima, menjelaskan bahwa dalam pemberitaannya Kompas TV selalu mencoba menyuguhkan berita yang netral dan berimbang (cover both side). Dalam hal ini, misalnya Kompas TV memilih menggunakan (tagar) #1TahunMemimpin mewakili momen satu tahun pemerintahan Jokowi-JK, bukan sebaliknya, mengacu pada #365HariJokowiJKGagal, isu bernada negatif yang menjadi trending topic di media sosial. Isu satu tahun pemerintahan Jokowi-JK tetap dimunculkan, hanya saja pemberitaannya disajikan secara berimbang dan tidak berusaha menggiring opini pada masyarakat, sesuai dengan ideologi yang dianut redaksi Kompas TV, yakni tegas, terarah, dan menumbuhkan harapan.

2. #PapaMintaSaham

Setya Novanto menjadi sorotan setelah dirinya dilaporkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), atas dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden terkait renegosiasi kontrak karya PT Freeport Indonesia.

Perkara ini muncul karena adanya rekaman pembicaraan antara Setya Novanto – saat itu masih menjabat sebagai Ketua DPR, pengusaha minyak Riza Chalid, dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef

Sjamsoeddin. Setya Novanto diduga telah meminta sejumlah saham kepada PT Freeport Indonesia dengan mengatasnamakan Presiden dan Wakil Presiden.

Di tengah proses verifikasi yang dilakukan MKD, sempat muncul upaya untuk menggagalkan kelanjutan kasus tersebut. Sejumlah anggota MKD menentang kasus tersebut dibawa ke persidangan. Mereka menilai Sudirman Said tak punya legal standing untuk melaporkan kasus itu ke MKD. Mereka juga mempersoalkan rekaman pembicaraan berdurasi 11 menit 38 detik dianggap ilegal. Namun, atas desakan masyarakat, MKD akhirnya melakukan

voting terbuka untuk menentukan kelanjutan kasus tersebut dan menyetujui untuk membawa persoalan itu ke persidangan. Drama kasus minta saham di MKD itu pun berakhir dengan pengunduran diri secara resmi oleh Setya Novanto dari jabatannya sebagai Ketua DPR RI periode 2014-2019, Rabu (16/12/15) malam.76

Di media sosial kasus ini ramai diperbincangkan sebagai kasus 'Papa Minta Saham', plesetan dari kasus penipuan 'Mama Minta Pulsa' melalui pesan singkat telepon seluler. Akun media sosial DennyJA’s World dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bahkan memilih kasus 'Papa Minta Saham' sebagai topik paling hot sepanjang tahun 2015. Antusiasme masyarakat untuk mendiskusikan topik tersebut dapat dilihat dari banyaknya perbincangan baik di media massa maupun di media sosial. Topik-topik tersebut segera berubah menjadi ratusan judul berita, puluhan artikel, dan jutaan rekaman percakapan di media sosial, menjadi viral atau trending topic. Dari sisi publikasi, kasus ini

76

http://news.detik.com/berita/3107222/panasnya-kasus-papa-minta-saham-mundurnya- novanto-dari-kursi-ketua-dpr diakses pada 2 Februari 2016 pukul 8:18 WIB

menjadi headline berkali-kali; di dunia social media, kasus ini beberapa kali menjadi trending topics dan menimbulkan perdebatan emosional di antara

netizen. 77

Gambar 4.4

Trending Topics Twitter

17 November 2015 (Sumber: trendinalia.com)

Kasus ini sebenarnya sudah ada dan berkembang di media massa, namun kemudian di-blow up di media sosial dengan istilah kasus 'Papa Minta Saham'. Dalam pemberitaan terkait, Kompas TV kemudian juga ikut menyertakan sebutan kasus 'Papa Minta Saham' di beberapa judul pemberitaannya. Penggunaan kata 'Papa Minta Saham' menurut periset Kompas TV, Gita Paramitha, dianggap menarik oleh redaksi Kompas TV. Istilah kasus 'Papa Minta Saham' yang viral di media sosial menandakan bagaimana kasus ini berhasil menyita atensi publik. Pemberitaan politik yang cenderung rumit dan

77

Republika Online. Survei: Kasus 'Papa Minta Saham' Jadi Topik Terpanas 2015, 22 Desember 2015.

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/15/12/22/nzqtqe330-survei-.kasus-papa-minta-saham-jadi-topik-terpanas-2015 diakses pada 2 Februari 2016 pukul 08.20 WIB

membosankan menjadi lebih menarik, dapat dipahami, serta diikuti oleh banyak kalangan.

Selain itu, yang paling penting adalah bagaimana Kompas TV tetap mengutamakan konten atau isi pemberitaannya. Pemberitaan mengenai kasus "Papa Minta Saham" dijabarkan serinci mungkin, sesuai dengan fakta-fakta yang ada, namun tetap menarik, sehingga publik bisa memahami isi berita dengan jelas.

Gambar 4.5

Pemberitaan di Kompas TV terkait Kasus 'Papa Minta Saham' (Sumber: https://www.youtube.com/user/KompasTVInspirasi) 3. #MKDBobrok

Kasus 'Papa Minta Saham' berlanjut dengan pelaksanaan sidang dugaan pelanggaran etik Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Setya Novanto,

yang dilakukan secara tertutup, Senin (7/12/2015) pagi. Sidang tertutup langsung menjadi sorotan dan mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. #MKDBobrok berhasil menduduki puncak teratas trending topic

Indonesia, Senin (7/12/2015), sebagai bentuk kekecewaan netizen terhadap sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang berlangsung tertutup dan dinilai tidak transparan.

Akun Twitter @kangdede78 milik Dede Budhyarto memulai tagar #MKDBobrok dengan menulis, “Sudirman Said & MS saja berani sidang terbuka, kenapa Ketua DPR-nya penakut #MKDBobrok #MKDBobrok #MKDBobrok.” Hingga Selasa (8/12/2015) tagar ini telah disinggung sekitar 90.000 kali di Twitter.78

Gambar 4.6

Trending Topics Twitter

8 Desember 2015

(Sumber: trendinalia.com, twitter.com)

78

BBC Indonesia. Sidang Setya Novanto berlangsung tertutup, #MKDBobrok jadi topik populer dunia, 8 Desember 2015.

http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/12/151207_trensosial_mkd_setyanovanto diakses pada 25 Juli 2016 pukul 14.49 WIB

Periset Kompas TV, Gita Paramitha, memberikan pandangannya mengenai aksi masif publik di media sosial terkait sidang MKD, yang dapat dikutip sebagai berikut:

“Semenjak media sosial dijadikan sebagai media untuk aksi massa secara virtual, secara tidak langsung, itu menjadi bagian dari sumber informasi. Saat ini orang tidak selalu berdemo untuk dapat menyatakan pendapatnya secara langsung. Melalui media sosial, beberapa macam aksi atau gerakan justru menjadi lebih efektif, salah satunya kontra sidang MKD yang mendapat banyak penolakan dari publik di media sosial.”

Tidak hanya mengagendakan pemberitaan seputar sidang MKD yang berlangsung Senin (7/12/2015) pagi, Kompas TV juga mengamati masifnya reaksi publik di media sosial Twitter lewat pemberitaan dengan judul "Netizen Kecewa Sidang MKD" pada tayangan Kompas Malam, 8 Desember 2015. Isi pemberitaan menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap proses persidangan yang berlangsung. Topik atau frasa bersangkutan dengan peristiwa terkait seperti #MKDBobrok, Kahar Muzakir, dan Akbar Faizal berhasil menempati jajaran trending topics Twitter di Indonesia, Selasa (8/1202015).

Kompas TV di sini tidak pernah secara eksklusif menyoroti suatu kelompok atau golongan, tapi justru berusaha memberi pemahaman kepada masyarakat tentang fakta yang terjadi melalui informasi yang diperoleh secara akurat, memaparkannya sesuai kondisi yang terjadi, bukan untuk memprovokasi atau memutarbalikkan fakta. Gita juga menyimpulkan bahwa media sosial dalam hal ini dapat dijadikan tolok ukur untuk melihat respons awal masyarakat terhadap suatu isu.

Gambar 4.7

Pemberitaan #MKDBobrok pada Tayangan Kompas Petang 8 Desember 2015

(Sumber: https://www.facebook.com/KompasTV/)

Dokumen terkait